Upaya Menerapkan Sistem Guna Ulang di Sejumlah Kota di Eropa

Written by

in

7cloud.asia – Bulan Maret 2024 lalu menjadi akhir salah satu pertarungan kebijakan yang paling kontroversial soal kemasan plastik di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, yakni antara daur ulang versus guna ulang. 

Banyak yang berharap Peraturan Pengemasan dan Limbah Pengemasan (PPWR) akan  mengakhiri era kemasan plastik sekali pakai di Uni Eropa dan mendorong sistem guna ulang.

Apa yang dilakukan Uni Eropa untuk mendorong sistem guna ulang adalah dengan melakukan upaya-upaya nyata yang berbasis komunitas dan menghasilkan dampak nyata.

Cerita selanjutnya adalah cetak biru sistem guna ulang yang dibuat oleh Reuse Vanguard Project (RSVP) yang memberikan peluang nyata bagi kota-kota di Eropa untuk melokalisasi kebijakan lingkungan hidup, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Sistem guna ulang telah coba diterapkan sejumlah kota di Eropa, seperti di Paris (Prancis), Rotterdam dan Aarhus (Belanda).

Baca: Perdebatan guna ulang vs daur ulang di Eropa

Di Paris, Florentin Letissier, Wakil Walikota Paris, mengatakan bahwa kota tersebut berfokus pada penerapan praktik berkelanjutan untuk acara berskala besar, termasuk Olimpiade Paris.

Paris juga merencanakan pusat penyimpanan untuk mengelola bahan-bahan yang dapat digunakan kembali di tingkat regional.

Paris juga untuk menargetkan untuk menggunakan kursi plastik daur ulang, namun hal ini belum mencapai standar ekonomi sirkular dibandingkan dengan masalah limbah besar lainnya.

Olimpiade Paris menjadi ajang uji coba praktik berkelanjutan ini, dengan penggunaan sistem cangkir yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya di acara olahraga terbesar di dunia.

Meski menimbulkan pertanyaan tentang kelanggengan dan peningkatan inisiatif ini pasca-Olimpiade, dunia pantas merayakan inisiatif besar ini dan memastikan semua pembelajaran dipusatkan untuk mempersiapkan landasan bagi Olimpiade berikutnya guna meraih skor lebih tinggi lagi.

Baca: KTT Plastik Ottawa tak hasilkan kesepakatan kurangi produksi plastik

Guna ulang di Belanda
Pada 2021, Belanda memajukan agenda lingkungannya dengan menerapkan sistem pengembalian deposit (DRS) baru sebesar 15 sen pada semua botol plastik di bawah satu liter.

Langkah ini dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Stientje van Veldhoven untuk melawan tindakan sukarela yang tidak efektif selama beberapa dekade oleh industri engemasan.

Sistem ini telah memposisikan Belanda sebagai pemimpin dalam praktik pengelolaan sampah Eropa.

Berdasarkan momentum ini, inisiatif “Evernew” di Rotterdam kini memelopori peralihan menuju praktik perkotaan berkelanjutan dengan uji coba inovatif yang bertujuan mengurangi sampah melalui ekosistem guna ulang yang terukur.

Inovasi ini dilakukan inovator lingkungan Packback, didukung oleh Kementerian Infrastruktur & Waterstaat dan investor swasta seperti Invest NL, proyek ini mengembangkan ekosistem guna ulang yang mulai diuji-cobakan di Stasiun Pusat Rotterdam.

Baca: Mengapa guna ulang lebih dianjurkan ketimbang daur ulang

Di kota-kota lain seperti Aarhus, pejabat kota sedang mendiskusikan penyesuaian cetak biru proyek agar selaras dengan tujuan keberlanjutan kota yang lebih luas.

Menghadapi biaya pengelolaan sampah tahunan sekitar 5 juta euro, yang 48 persen di antaranya berasal dari kemasan makanan dan minuman, pemerintah kota memandang inisiatif ini sebagai sebuah kegagalan.

Didukung oleh investasi dari Tomra, proyek pertama dalam skala dan pendekatan ini memanfaatkan partisipasi sukarela dan insentif yang menarik secara ekonomi, termasuk sistem simpanan yang terintegrasi dengan perusahaan kartu kredit besar untuk pengembalian dana instan.

Dalam waktu beberapa bulan, sistem yang dirancang dengan baik dan nyaman ini telah mencatat pengembalian hampir 300.000 cangkir melalui sistem dan tingkat pengembalian keseluruhan di atas 80 persen. Hasil yang cukup signifikan.

Artikel ini diterjemahkan dari earth.org, Penulis: Nathan Dufour, kepala Zero Waste Europe’s.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *