Tag: gaza

  • Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

    Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asiaMesir meminta PBB segera menempatkan pasukan stabilisasi internasional di sepanjang apa yang disebut sebagai “garis kuning” di Jalur Gaza untuk memverifikasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

    Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Sabtu (6/12/2025), di tengah kondisi ketika Israel masih menduduki lebih dari 50 persen wilayah Gaza meski ada perjanjian gencatan senjata. 

    Garis kuning ini memisahkan zona penempatan militer Israel dari area yang boleh dilalui warga Palestina dengan wilayah yang dilarang dilalui.

    Berbicara dalam sebuah sesi di Doha Forum 2025, Abdelatty menegaskan perlunya pemantau internasional karena “satu pihak, yaitu Israel, setiap hari melanggar gencatan senjata dan mengklaim pihak lain yang melakukan pelanggaran.”

    Baca Juga: Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

    Abdellaty mengatakan Mesir mendorong mandat penjaga perdamaian yang bersifat menjaga perdamaian, bukan memaksakan perdamaian.

    Dia menekankan pentingnya menstabilkan gencatan senjata di Gaza sebelum melangkah lebih jauh.

    “Sekarang kita harus mengonsolidasikan gencatan senjata untuk segera bergerak ke fase kedua rencana perdamaian Trump,” ujarnya.

    Diplomat senior itu juga menegaskan bahwa rakyat Palestina “harus mengatur urusan mereka sendiri.”

    Baca Juga: PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

    Ia menyebut Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai “bagian integral” dari negara Palestina merdeka hingga Otoritas Palestina mendapatkan kewenangan penuh dan dapat ditempatkan kembali di Jalur Gaza.

    “Tidak ada solusi atau keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan bagi Israel maupun kawasan Timur Tengah tanpa negara Palestina. Selain itu, semua hanya akan menjadi solusi sementara,” katanya.

    Sebelumnya, dilaporkan bahwa militer Israel terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah ada kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada Oktober lalu. 

    Dilaporkan, lebih dari 100 warga Palestina di Gaza yang meninggal akibat serangkaian serangan Israel ke Gaza pasca ditandatanganinya gencatan senjata.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Sebanyak 386 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel di Masa Gencatan Senjata

    Sebanyak 386 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel di Masa Gencatan Senjata

    7cloud.asiaKantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa setidaknya 386 orang telah tewas dan 980 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku efektif pada 10 Oktober lalu.

    Dalam pernyataannya pada Selasa (9/12/2025), pihak Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa enam warga Palestina yang terluka meninggal dunia akibat luka-luka yang mereka derita dalam 24 jam terakhir di Gaza.

    Sementara itu, mengenai masuknya bantuan kemanusiaan, kantor media tersebut menyatakan bahwa rata-rata hanya 226 truk bantuan diizinkan masuk ke Gaza setiap hari. 

    Baca Juga: Musim Dingin Kian Dekat, Otoritas Palestina Mendesak Komunitas Internasional Tekan Israel Percepat Bantuan Tenda dan Selimut

    Jumlah ini kurang dari separuh dari jumlah minimum 600 truk yang harus dipatuhi Israel agar dapat masuk ke Gaza berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

    Dalam kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani Israel dan Hamas pada Oktober lalu disebutkan, fase pertama dari kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina. 

    Rencana itu juga membahas pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru Palestina tanpa keterlibatan kelompok Hamas.

    Baca Juga: Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

    Namun, otoritas Palestina dan pemerintah Mesir menyebut Israel telah berulangkali melakukan pelanggaran. Selain tetap melancarkan serangan, Israel juga membatasi masuknya bantuan yang masuk ke Gaza. 

    Beberapa waktu lalu, Mesir bahkan mendesak masyarakat internasional untuk menempatkan pasukan untuk mengawal pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.

    Sedikitnya 70.366 warga Palestina telah tewas dan 171.064 lainnya terluka dalam perang genosida Israel sejak Oktober 2023, ungkap Kementerian Kesehatan pada Selasa (9/12/2025).

    Sumber: Anadolu

     

     

     

  • Badai Musim Dingin Tewaskan 14 Pengungsi Palestina di Gaza

    Badai Musim Dingin Tewaskan 14 Pengungsi Palestina di Gaza

    7cloud.asia – Setidaknya 14 warga Palestina dilaporkan tewas kibat badai musim dingin dan cuaca dingin ekstrem yang melanda Jalur Gaza dalam waktu kurang dari 24 jam.

    Kantor berita resmi Palestina, WAFA, pada Jumat (12/12/2025) melaporkan badai telah memicu runtuhnya beberapa bangunan dan menjebak ribuan pengungsi yang tinggal di pengungsiang dalam kondisi kedinginan.

    Hujan deras dan angin kencang menerpa tempat-tempat penampungan sementara berupa tenda dan terpal, sehingga menempatkan keluarga yang sudah rentan dalam risiko yang lebih besar, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Di antara 14 korban tewas dalam sehari terakhir terdapat tiga anak yang meninggal akibat hipotermia.

    Baca: Otoritas Palestina desak masyarakat internasional tekan Israel percepat masuknya bantuan tenda dan selimut

    Hipotermia adalah kondisi serius saat suhu tubuh turun di bawah 35°C, terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada memproduksinya, umumnya karena paparan dingin ekstrem (udara/air), pakaian basah/tidak cukup, atau lingkungan dingin berkepanjangan.

    Hipothermia mengganggu fungsi organ vital dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani segera, dengan gejala mulai dari menggigil hingga kebingungan dan hilang kesadaran.

    Mengutip reutersnews.com, dengan ratusan ribu keluarga Palestina yang kini berlindung di tenda-tenda tipis, badan pertahanan sipil Gaza berjuang untuk mengatasinya, menerima lebih dari 2.500 panggilan telepon selama periode 24 jam.

    Badan tersebut melaporkan bahwa tiga bangunan runtuh di Kota Gaza akibat badai tersebut.

    Baca: 386 Warga Palestina tewas akibat serangan Israel di masa gencatan senjata

    Sementara itu, tenda-tenda dan perlengkapan musim dingin lainnya tetap diblokir di perbatasan karena Israel terus membatasi aliran bantuan ke wilayah kantong tersebut.

    Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan hanya 15.600 tenda yang telah dibawa ke Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada bulan Oktober.

    Tenda-tenda tersebut telah digunakan untuk membantu sekitar 88.000 warga Palestina, menurut NRC. Hal ini terjadi di wilayah dimana 1,29 juta orang membutuhkan perlindungan.

    Kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem mengatakan lebih dari 6.500 truk saat ini menunggu untuk diizinkan oleh Israel memasuki Gaza dengan membawa persediaan penting musim dingin, termasuk tenda, selimut, pakaian hangat dan bahan-bahan kebersihan.

  • Rusia: Inisiatif Gencatan Senjata Trump Belum Berhasil Ciptakan Damai di Gaza

    Rusia: Inisiatif Gencatan Senjata Trump Belum Berhasil Ciptakan Damai di Gaza

    7cloud.asia – Rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump telah membantu mengurangi pertempuran besar dan kelaparan di Jalur Gaza, meski gencatan senjata permanen belum tercapai, kata Wakil Duta Besar Tetap Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy.

    “Perlu diakui bahwa implementasi rencana Donald Trump telah mencegah pertumpahan darah yang lebih besar dan kelaparan di Jalur Gaza. Namun, gencatan senjata yang langgeng belum tercapai,” kata Polyanskiy pada sidang Dewan Keamanan PBB, Selasa (16/12/2025).

    Dia menambahkan bahwa Israel masih memberlakukan pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan secara signifikan sehingga kebutuhan penduduk Gaza baru terpenuhi 35 persen.

    Saat ini lebih dari 250.000 keluarga yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Gaza bertahan dalam kondisi memprihatinkan.

    Baca: Sebanyak 386 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di masa gencatan senjata

    Mereka rentan terhadap cuaca dingin dan genangan air karena tinggal di tenda-tenda usang yang tidak layak menahan hujan, sementara Israel masih menahan sebagian bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza

    Pada November, Dewan Keamanan (DK) PBB mengadopsi resolusi yang disponsori Amerika Serikat untuk mengesahkan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza.

    Tiga belas anggota DK PBB memberikan suara setuju, sedangkan Rusia dan China memilih abstain. Trump menyampaikan terima kasih kepada kedua negara pemegang hak veto itu karena tidak memblokir resolusi tersebut.

    Baca: Badai musim dingin tewaskan 14 pengungsi Palestina di Gaza

    Pada akhir September, Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Berdasarkan rencana itu, Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya harus melepaskan peran mereka dalam pemerintahan Jalur Gaza.

    Pemerintahan di wilayah itu akan diserahkan kepada sebuah komite Palestina yang beranggotakan para teknokrat dan tokoh nonpolitis di bawah pengawasan dewan internasional pimpinan Trump.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Anak-anak di Gaza yang Meninggal Akibat Musim Dingin Terus Bertambah

    Anak-anak di Gaza yang Meninggal Akibat Musim Dingin Terus Bertambah

    7cloud.asia – Dokter Lintas Batas atau Doctors Without Borders (MSF) memperingatkan bahwa anak-anak di Jalur Gaza yang meninggal dunia akibat cuaca dingin terus bertambah.

    Organisasi kemanusiaan itu menyeru Israel agar mengizinkan peningkatan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk menolong warga Palestina menghadapi kondisi musim dingin yang ekstrem.

    Dalam pernyataannya, MSF menyebutkan bahwa seorang bayi berusia 29 hari meninggal dunia di Rumah Sakit Nasser, Gaza selatan, hanya dua jam setelah tiba di bangsal anak yang didukung MSF.

    “Terlepas dari seluruh upaya perawatan, bayi tersebut tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal akibat hipotermia berat,” demikian pernyataan MSF.

    Hipotermia adalah kondisi serius saat suhu tubuh turun di bawah 35°C, terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada memproduksinya, umumnya karena paparan dingin ekstrem (udara/air), pakaian basah/tidak cukup, atau lingkungan dingin berkepanjangan.

    Hipothermia mengganggu fungsi organ vital dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani segera, dengan gejala mulai dari menggigil hingga kebingungan dan hilang kesadaran.

    MSF memperingatkan bahwa cuaca musim dingin yang keras, ditambah dengan kondisi kehidupan yang sudah sangat memprihatinkan, semakin meningkatkan risiko kesehatan.

    Organisasi tersebut mencatat bahwa timnya terus menemukan tingkat infeksi saluran pernapasan yang tinggi. Kasus-kasus tersebut diperkirakan akan meningkat sepanjang musim dingin dan menimbulkan ancaman serius bagi anak-anak di bawah usia lima tahun.

    Terkait badai yang melanda, MSF menyatakan bahwa hujan lebat dan badai parah di Gaza memperparah penderitaan ratusan ribu warga Palestina yang tinggal di tenda-tenda darurat yang rapuh dan terendam air.

    MSF juga menyerukan kepada otoritas Israel untuk segera mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza dalam skala besar dan secara lebih intensif.

    Mengutip reutersnews.com, dengan ratusan ribu keluarga Palestina yang kini berlindung di tenda-tenda tipis, badan pertahanan sipil Gaza berjuang untuk mengatasinya, menerima lebih dari 2.500 panggilan telepon selama periode 24 jam.

    Sementara ini, tenda-tenda dan perlengkapan musim dingin lainnya tetap diblokir di perbatasan karena Israel terus membatasi aliran bantuan ke wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-OANA

  • Fase Kedua Rencana Damai di Gaza Diperkirakan Mulai Diberlakukan pada Januari 2026

    Fase Kedua Rencana Damai di Gaza Diperkirakan Mulai Diberlakukan pada Januari 2026

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty mengisyaratkan transisi menuju fase kedua rencana damai di Gaza mungkin akan terjadi paling cepat pada Januari 2026.

    “Kami berharap pemberlakuan fase kedua serta pengerahan komite Palestina untuk mengelola Jalur Gaza dan upaya pengerahan pasukan stabilisasi internasional akan diumumkan pada Januari,” kata Abdelatty dalam sebuah konferensi pers di Kairo, Minggu (21/12/2025)

    Sebagaimana diuraikan dalam rencana damai yang terdiri dari 20 poin yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump, fase kedua mencakup penarikan tentara Israel dari wilayah lain di Gaza.

    Fase tersebut juga mencakup pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dan pembentukan struktur pemerintahan baru, yang mencakup Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump.

    Baca: Inisiatif gencatan senjata Trump belum berhasil ciptakan damai di Gaza

    Adapun fase pertama rencana damai di Gaza telah dilaksanakan pada Oktober lalu. Pada akhir September, Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Berdasarkan rencana itu, Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya harus melepaskan peran mereka dalam pemerintahan Jalur Gaza.

    Pemerintahan di wilayah itu akan diserahkan kepada sebuah komite Palestina yang beranggotakan para teknokrat dan tokoh nonpolitis di bawah pengawasan dewan internasional pimpinan Trump.

    Namun inisiatif Trump ini belum berhasil menciptakan damai di Gaza. Tentara Israel masih kerap lancarkan serangan yang mengakibatkan tewasnya ratusan warga Gaza yang tidak bersalah

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Umat Kristen di Gaza Gelar Misa Natal untuk Pertama Kalinya Sejak 2023

    Umat Kristen di Gaza Gelar Misa Natal untuk Pertama Kalinya Sejak 2023

    7cloud.asia – Umat Kristen di Jalur Gaza pada Rabu (24/12/2025) berkumpul untuk melaksanakan Misa Natal untuk pertama kalinya dalam dua tahun, menandai kembalinya ibadah berjamaah dengan suasana khidmat usai perang menghancurkan yang membuat perayaan keagamaan terhenti.

    Misa Natal di Gaza tersebut berlangsung tanpa lampu, musik, dan dekorasi yang secara tradisional menjadi ciri khas hari raya tersebut.

    Sebaliknya, suasananya dipenuhi duka cita saat para jemaah berdoa untuk mereka yang tewas selama konflik.

    Selama dua tahun terakhir, komunitas kecil Kristen itu terpaksa membatasi praktik keagamaan hanya pada doa-doa pribadi di tempat perlindungan atau gereja-gereja yang rusak.

    Kembalinya jemaat ke gereja pada Rabu dimungkinkan berkat perjanjian gencatan senjata baru-baru ini dan penarikan sebagian pasukan Israel dari kawasan bersejarah kota tersebut.

    “Sebelum perang, kami biasa berdoa bersama, menghias pohon Natal di rumah, dan berbagi kudapan manis,” kata Edward Antoine (37), yang ibu dan saudara perempuannya tewas dalam perang tersebut.

    “Tahun ini, saya menghadiri Misa sendirian, tetapi doa memberi saya kekuatan,” ungkapnya.

    Komunitas Kristen Gaza, yang berjumlah sekitar 1.000 orang sebelum perang, mengalami kehilangan yang signifikan.

    Direktur Operasi Patriarkat Latin di Gaza George Anton mengatakan sedikitnya 53 anggota komunitas tewas, baik dalam serangan langsung maupun karena kurangnya perawatan medis saat berlindung di kompleks gereja.

    Perang pecah pada 7 Oktober 2023, setelah militan Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan. Serangan balasan Israel menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

    Beberapa gereja, yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi umat Kristen dan Muslim, terkena serangan dalam perang tersebut.

    Meskipun gencatan senjata saat ini telah membawa ketenangan yang bersifat tidak mutlak, rasa tidak aman masih membayangi warga.

    “Kami terkadang masih mendengar ledakan. Kami merasa cukup dengan doa hari ini. Kami berusaha bertahan hidup dan berharap kematian di Gaza segera berakhir,”
    kata Hilda Ayad (29).

    Misa tersebut hanya terbatas pada ritual keagamaan. Para pengurus gereja menegaskan bahwa tidak akan ada perayaan publik atau festival musik tahun ini sebagai bentuk penghormatan kepada ribuan warga Palestina yang tewas di seluruh wilayah tersebut.

    “Tidak akan ada kebahagiaan sejati selama Gaza hancur. Kehilangan kami adalah bagian dari penderitaan semua orang di sini,” kata Faten al-Salafiti (67), yang kehilangan suami dan putranya dalam serangan terhadap sebuah gereja.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Pesan Natal Paus Leo XIV Kecam Situasi Memperihatinkan di Gaza

    Pesan Natal Paus Leo XIV Kecam Situasi Memperihatinkan di Gaza

    7cloud.asia – Paus Leo XIV, dalam pesan Natalnya yang disampaikan dari Vatikan, mengecam keras memburuknya situasi kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di Jalur Gaza.

    Dalam pesan Natalnya, Leo XIV juga menyerukan perhatian dan kepedulian dunia internasional terhadap penderitaan sipil yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

    Dalam pesan yang disampaikan dari Vatikan pada Kamis (25/12/2025) itu, Paus menempatkan krisis Gaza sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling mendesak saat ini, di tengah konflik berkepanjangan dan terbatasnya akses bantuan.

    Ia menegaskan bahwa perayaan Natal seharusnya menjadi momentum refleksi global atas penderitaan sesama manusia, khususnya mereka yang hidup dalam bayang-bayang perang, pengungsian, dan ketidakpastian masa depan.

    Baca: Misa Natal untuk pertama kalinya di Gaza sejak 2023

    “Bagaimana mungkin kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza yang selama berminggu-minggu terpapar hujan, angin, dan dingin?” ujar Leo XIV, Paus pertama asal Amerika Serikat itu, dalam pidatonya.

    Pada 30 November Paus Leo XIV mengatakan solusi dua negara menjadi satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel yang hingga kini masih berlangsung.

     

    Paus Leo menekankan bahwa resolusi apa pun harus mencakup pendirian Negara Palestina, seraya menegaskan kembali posisi Vatikan terkait isu tersebut.

    “Kami semua tahu bahwa pada saat ini Israel masih belum menerima solusi itu, namun kami memandangnya sebagai solusi satu-satunya”, katanya.

    Baca: Anak-anak di Gaza yang meninggal akibat musim dingin terus bertambah

    Sementara itu, umat Kristen di Jalur Gaza pada Rabu (24/12/2025) berkumpul untuk melaksanakan Misa Natal untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

    Misa ini menandai kembalinya ibadah berjamaah dengan suasana khidmat usai perang di Gaza yang membuat perayaan keagamaan terhenti.

    Misa Natal di Gaza tersebut berlangsung tanpa lampu, musik, dan dekorasi yang secara tradisional menjadi ciri khas hari raya tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA

  • 410 Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel Saat Gencatan Senjata

    410 Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel Saat Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Pasukan penjajah Israel terus melakukan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan udara dan artileri ke berbagai wilayah di Jalur Gaza.

    Koresponden WAFA melaporkan bahwa kapal angkatan laut Israel pada Sabtu (27/12/2025) pagi melepaskan tembakan ke arah garis pantai barat Kota Gaza.

    Secara bersamaan, pesawat tempur Israel terus menghancurkan bangunan di wilayah Zeitoun dan Tuffah di Kota Gaza, serta kamp pengungsi Maghazi dan Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.

    Pesawat tempur Zionis juga melancarkan serangan ke wilayah timur Kota Khan Younis di Gaza selatan.

    Baca: Mesir desak penempatan pasukan internasional untuk kawal gencatan senjata di Gaza

    Sejak pihak-pihak terkait menyepakati perjanjian gencatan senjata pada 11 Oktober, jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 410 orang.

    Sedangkan 1.134 lainnya terluka, serta 649 jasad berhasil ditemukan.

    Ribuan korban lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, lantaran tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau mereka untuk proses evakuasi.

    Tak hanya melancarkan serangan, tentara Israel juga membatasi masuknya bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza

    Sumber: Antaranews.com/WAFA

  • Angka Kelahiran di Gaza Anjlok: Ada Upaya Sistematis Israel untuk Melemahkan Reproduksi Rakyat Palestina

    Angka Kelahiran di Gaza Anjlok: Ada Upaya Sistematis Israel untuk Melemahkan Reproduksi Rakyat Palestina

    7cloud.asia – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al-Barsh mengungkapkan bahwa angka kelahiran per bulan di wilayah tersebut anjlok sebesar 40 persen selama setahun terakhir, turun dari 26.000 menjadi hanya 17.000 kelahiran.

    Menurutnya, menurunnya angka kelahiran di Gaza dikarenakan pusat-pusat fertilitas dan IVF menjadi sasaran langsung pasukan Zionis Israel.

    Lebih lanjut, Al-Barsh menyoroti tentang meluasnya malnutrisi pada ibu, yang diperparah dengan langkah pembatasan sistematis terhadap suplemen makanan dan obat-obatan penting.

    Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan signifikan kasus bayi dengan berat badan lahir rendah sekaligus menciptakan keadaan darurat kesehatan masyarakat.

    Baca: PBB sebut Gaza alami genosida terkejam dalam sejarah

    Ia mencontohkan pemboman Pusat Al-Basma, yang disebutnya telah menyebabkan tangki nitrogen terbakar serta menghancurkan sekitar 4.000 embrio yang telah dibuahi dan siap dipindahkan.

    Data ini menunjukkan rencana untuk menekan pertumbuhan penduduk Palestina, katanya. Ia mencatat bahwa lembaga penelitian Israel, seperti Konferensi Herzliya, sebelumnya telah memperingatkan ancaman demografis warga Palestina.

    Pejabat bidang kesehatan itu menekankan bahwa konflik yang sedang berlangsung telah memberikan peluang strategis untuk langkah-langkah ini.

    Baca: 410 Warga Gaza tewas akibat serangan Israel selama masa gencatan senjata

    Dia menggambarkan kondisi ini sebagai upaya Israel untuk melemahkan kesehatan reproduksi perempuan sekaligus melemahkan struktur demografis Gaza.

    Kemenkes Gaza juga melaporkan penurunan angka kelahiran yang mengkhawatirkan serta lonjakan kasus keguguran, yang menimbulkan kekhawatiran krisis demografis yang disengaja di wilayah tersebut.

    Sejak perang Hamas-Israel meletus di Gaza padavOktober 2023, setidaknya 60.000 warga Palestina telah meninggal. Korban juga masih berjatuhan meski telah ada kesepakatan gencatan senjata.

    Sumber: Antaranews.com/IRNA