7cloud.asia – Dalam sebuah pameran alat-alat elektronik di Las Vegas, Amerika Serikat baru-baru ini, produk yang menjamin kualitas udara atau penyaring udara menjadi tren bagi konsumen.
Sebagian besar produsen di pameran itu memiliki beragam produk penyaring udara.
Banyak juga perusahaan start-up yang menawarkan varian baru produk penyaring udara. Termasuk robot yang berkeliaran di sekitar rumah Anda dan perangkat aneh yang terinspirasi alam yang meniupkan udara di atas daun pada tanaman hias.
Mereka yang tinggal di Eropa, mungkin dengan mudah menyimpulkan bahwa perangkat penyaring udara ini tidak akan populer.
Tapi penilaian ini tidak sepenuhnya benar, karena jumlah pengguna alat penyaring udara ini terus berkembang di Asia dan sekitarnya.
Perangkat ini dijual karena orang menginginkannya, dan pasarnya bisa bernilai lebih dari USD 30 miliar atau sekitar Rp 424 triliun per tahun pada 2023.
Dalam beberapa hal, penyaring udara dalam ruangan adalah teknologi yang memberdayakan individu.
Baca Juga: Menanam Vegetasi Penyerap Polutan, Alternatif Atasi Polusi Udara
Di rumah yang tertutup rapat, penyaring udara jelas mengurangi konsentrasi partikel-partikel kecil yang berbahaya, terutama jika rumah tersebut berada di suatu tempat tinggi polusi, seperti pusat kota Beijing, Cina atau Delhi, India.
Bukti bahwa alat penyaring udara dapat menghilangkan gas berbahaya di dalam ruangan, termasuk senyawa organik yang mudah menguap dari cat dan lem masih dipertanyakan.
Beberapa alat penyaring udara membuat gas menempel pada penyaring yang terbuat dari arang, tetapi sedikit data yang menunjukkan bahwa ini benar-benar efektif.
Terdapat juga alat penyaring udara lain yang menggunakan radiasi UV untuk mempercepat reaksi kimia yang mengubah gas berbahasa tersebut menjadi karbon dioksida dan air.
Namun, produsen belum menerbitkan data yang menjamin bahwa proses ini tidak mengubah senyawa yang relatif jinak menjadi sesuatu yang lebih berbahaya.
Penyaringan udara luar sejauh ini terbukti tidak efektif, karena atmosfer kita sangat luas dibanding ukuran sistem penyaringan. Namun, di dalam ruangan, keseimbangan bergeser.
Baca Juga: Dampak Polusi Udara Jakarta pada Kesehatan Fisik dan Mental
Rumah memiliki volume udara yang diukur dalam ratusan hingga beberapa ribu meter kubik, dan jika ada angin masuk dari luar, udara dalam ruangan ditukar dengan udara luar mungkin sekali per jam.
Namun biaya penyaringan mungkin lebih besar daripada yang seharusnya. Sebagian besar pembersih udara menggunakan membran selulosa atau polimer yang diganti setiap bulan.
Penggantian ini sering menjadi bagian dari pelayanan reguler dari produk penyaring udara yang ditawarkan.
Udara didorong melalui filter dengan kipas dan pompa yang menggunakan energi sebesar antara 100 watt (setara dengan bola lampu yang sangat terang) hingga 1.000 watt (microwave), tergantung pada ukuran pembersih udara dan rumah.
Dalam hal ini, kualitas udara yang buruk kemudian berdampak pada iklim karena meningkatkan kebutuhan listrik di rumah dan kota, dan tentu saja tagihan listrik pengguna langsung menambah.
Tuntutan daya penyaring udara tidak sebesar pendingin udara, tetapi berpotensi berjalan 365 hari dalam setahun, tidak hanya di musim panas.
Baca Juga: MA Menangkan Gugatan Warga Soal Polusi Udara, Pemerintah Diminta Segera Lakukan Pencegahan
Jika Anda menambah 500 watt ke jutaan rumah yang sudah melakukannya, ini menjadi masalah besar.
Pengumpulan zat kimia
Lalu ada masalah besar yang belum dibahas. Apa yang terjadi pada jutaan filter partikel mikrofiber yang penuh karbon aktif? Saya mengajukan pertanyaan itu lebih dari dua puluh kali di Las Vegas dan jawabannya selalu sama–Anda membuangnya ke tempat sampah.
Haruskah kita peduli? Mungkin saja. Filter di rumah yang menyaring partikel akhirnya mengumpulkan beberapa bahan kimia beracun yang ada di udara luar–logam berat, senyawa aromatik dari kayu bakar dan batu bara, unsur nitrosamin dari asap rokok, dan lainnya.
Sebuah filter mungkin menyaring ribuan miligram (dan mungkin lebih) senyawa kimia yang awalnya ada di udara pada konsentrasi yang sangat cair dan yang sebelumnya mungkin berada pada lapisan yang sangat tipis di area yang luas.
Jika ratusan juta filter dari jutaan rumah kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir yang sama, kita hanya menggandakan masalah. Apakah kita hanya memindahkan masalah dari udara ke tanah dan air?
Tidak jelas apakah hal ini atau konsekuensi naiknya permintaan daya listrik jika ratusan juta orang mulai menyaring udara di rumah masing-masing pernah dipikirkan dengan jernih.
Baca Juga: Di TPS di Jakarta Selatan Ini, Waktu Membuang Sampah Dibatasi Pukul 05:00-09:30 WIB Saja
Ada beberapa kesimpulan yang bisa ditarik, yang paling mengejutkan adalah ada peluang bisnis dalam setiap krisis. Tetapi solusi khusus ini datang dengan biaya yang belum dihitung dengan baik.
Pastinya, penyaring udara menambah permintaan listrik, hal tersebut membutuhkan bahan baku dan sumber daya untuk membangun, memelihara, serta menyokongnya.
Dan, itu mungkin menciptakan masalah pembuangan limbah kimia yang belum kita evaluasi.
Semua ini memperkuat prinsip ilmiah bahwa lebih baik menghentikan polusi pada sumbernya daripada mencoba untuk membersihkan sesudahnya.
Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris









