Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Hijau atau Green Jobs, Ini yang Dilakukan Kemnaker

Written by

in

7cloud.asia – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan siap mendukung implementasi dan penciptaan pekerjaan hijau atau green jobs di Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, penciptaan green jobs menjadi kebutuhan demi mewujudkan pembangunani yang keberlanjutan pada 2025-2029.

“Green jobs adalah sesuatu yang tak bisa dihindari dan sangat prioritas. Ketika ada pekerjaan hijau, tentunya tenaga kerjanya juga yang memahami tentang hakikat pekerjaan hijau,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Anwar menambahkan, merujuk kepada International Labour Organization (ILO), green jobs menjadi lambang dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan.

Green jobs, ujarnya, baik untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Anwar mengatakan jenis pekerjaan hijau yang mengusung konser berkelanjutan akan berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Beberapa bidang yang akan menjadi fokus dalam green jobs atau pekerjaan hijau, kata dia, termasuk yang melibatkan sektor energi terbarukan, efisiensi energi, manajemen limbah, transportasi berkelanjutan, dan pertanian berkelanjutan.

Baca: Kenali tiga indikator green jobs

Untuk mendukung penciptaan lapangan kerja hijau, lanjutnya, Kemnaker akan mendorong perusahaan untuk menerapkan alat, teknis dan metode peningkatan produktivitas berbasis Green Productivity.

Salah satunya dengan menyusun standar kompetensi kerja, skema kompetensi, program dan modul pelatihan sesuai kebutuhan lapangan kerja hijau.

Kemnaker juga akan memperkuat Forum Kemitraan dengan perusahaan, industri dan institusi yang mendukung pelatihan vokasi pada lapangan kerja hijau.

“Bersama Bappenas, kita akan koordinasi karena seluruh rancang bangun perencanaan nasional, sudah sejak awal kita antisipasi dan diskusikan secara intensif,” demikian Anwar Sanusi.

Direktur Utama Lembaga Pelatihan Kerja Global Edukasi Talenta Inkubator Amalia Prabowo mengatakan green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan menjadi primadona di kalangan produsen besar untuk lima tahun ke depan.

“Green job merupakan salah satu primadona untuk lima tahun ke depan,” ucap Amalia di acara daring “Raih Peluang Kreatif di Era Digital” di Jakarta, beberapa waktu lalu

Baca: Mengarah ke ekonomi hijau, Indonesia butuh banyak green jobs

Amalia mengatakan bahwa kolaborasi antara lembaga pelatihan dengan Program Kartu Prakerja sangatlah erat, termasuk dalam pertukaran informasi terkait dengan perkembangan dunia kerja.

Informasi terkini dari tim Prakerja, kata Amalia, adalah dukungan kepada LPK GeTI untuk mempersiapkan pelatihan-pelatihan green jobs.

Lembaga tersebut, kata Amalia, menindaklanjuti perkembangan green jobs dengan menyelenggarakan focus group discussion (FGD) atau diskusi kelompok terarah bersama para pakar untuk membahas kurikulum ajar kelas green job.

Dia memastikan agar materi tersebut dapat diajarkan melalui digital.

“Itu sangat luar biasa karena dalam waktu dekat pasti banyak sekali kelas-kelas yang berhubungan dengan green job,” kata Amalia.

Selain berhubungan dengan Prakerja, Amalia juga mengatakan bahwa mereka juga menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang memang fokus pada perekrutan.

Baca: Manfaat yang dipetik dari ekonomi hijau

Secara periodik, kata Amalia, lembaga-lembaga perekrutan tersebut juga memberikan informasi tren pekerjaan yang dicari oleh para produsen besar dan pelaku manufaktur.

“Sehingga, sekali lagi, kami melakukan FGD dengan para pakar, para dosen, untuk merancang kelas-kelas baru yang sedang dibutuhkan oleh pengguna,” pungkasnya.

Dikutip dari dokumen resmi Organisasi Perburuhan Internasional/International Labour Organization (ILO) bertajuk “Lembar Fakta tentang Pekerjaan yang Layak dan Ramah Lingkungan (Green Jobs) di Indonesia, green jobs bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh perusahaan dan sektor ekonomi hingga ke tingkat yang mampu melestarikan lingkungan hidup.

Secara khusus, hal itu mencakup pekerjaan yang dapat membantu melindungi ekosistem dan biodiversitas; mengurangi energi, materi, dan konsumsi air melalui strategi yang memiliki tingkat efisiensi tinggi; dekarbonisasi perekonomian; serta mengurangi atau mencegah pembuatan segala bentuk limbah dan polusi.

Sumber: Antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *