Tag: banjir

  • Banjir Satu Meter Lebih di Aceh Selatan, 1 Balita Tewas

    Banjir Satu Meter Lebih di Aceh Selatan, 1 Balita Tewas

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian hingga satu meter lebih merendam pemukiman warga di Kabupaten Aceh Selatan sejak Rabu (15/11/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya satu balita tewas terseret arus.

    Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas banjir tersebut dipicu curah hujan tinggi di Kecamatan Trumon Timur dan Kecamatan Trumon Tengah.

    “Kondisi terakhir di Kecamatan Trumon Timur air sudah surut, sedangkan di Kecamatan Trumon Tengah air masih mengenangi pemukiman warga dengan ketinggian air 60– 120 sentimeter,” jelas Ilyas seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Ilyas menjelaskan banjir ini berawal dari curah hujan yang tinggi mengguyur dua kecamatan tersebut.

    Saat itu ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter, namun ketinggian air terus bertambah seiring dengan hujan yang  semakin deras.

    baca: hujan deras banjir di aceh utara meluas

    Akibatnya  Sungai Lee Soraya wilayah Sultan Daulat, Kota Subulussalam meluap dan merendam beberapa Desa atau Gampong.

    Desa atau gampong yang terendam adalah Gampong Titi Poben dan Gampong Seneubok Pusaka di Kecamatan Trumon Timur, serta Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya di Kecamatan Trumon Tengah.

    “Yang terendam rumah warga dan perkebunan warga,” ujarnya.

    Banjir ini berdampak pada 87 jiwa dalam 19 Kepala Keluarga (KK)di Kecamatan Trumon Timur dan 518 jiwa dalam 128 KK di Kecamatan Trumon Tengah.

    baca: diguyur hujan deras lebih dari 100 rumah warga terendam

    Pihaknya hingga kini masih terus melakukan pendataaan terutama di wilayah Cot Bayu.

    “Pengungsi di Kecamatan Trumon Tengah sebanyak 62 jiwa dalam 16 KK. Satu anak balita usia dua tahun warga Desa Lhok Raya meninggal dunia terseret air saat mandi di depan rumah,” ujarnya.

    Sementara itu Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Aceh Selatan telah mendirikan tenda pengungsi.

    Selain itu BPBD juga mengerahkan rubber boat untuk mengevakuasi warga yang akan mengungsi ke posko, sekaligus memberikan bantuan logistik pangan di lokasi pengungsian.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir di Aceh Selatan Sudah Lebih Seminggu, Ratusan Orang Mengungsi

    Banjir di Aceh Selatan Sudah Lebih Seminggu, Ratusan Orang Mengungsi

    7cloud.asia – Sudah seminggu lebih, sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan terendam banjir. Ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter.

    Menurut kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas banjir tersebut akibat curah hujan intensitas tinggi sehingga menyebabkan 256 jiwa mengungsi.

    “Kondisi terakhir air masih mengenangi pemukiman warga. Petugas juga masih melakukan pemantauan pendataan dan pelaporan di lokasi banjir,” ujar Ilyas seperti yang dilansir Antaranews pada Rabu (22/11/2023).

    Selanjutnya Ilyas menjelaskan banjir  di Aceh Selatan mulai terjadi pada Rabu (15/11/2023).

    Baca: Banjir satu meter lebih di aceh selatan satu balita tewas

    Kemudian curah hujan yang tinggi di kabupaten tetangga membuat banjir di Aceh Selatan ini meluas.

    “Banjir akibat meluapnya Sungai Lee Soraya wilayah Sultan Daulat, Kota Subulussalam sehingga terjadi banjir kiriman ke wilayah Aceh Selatan, dengan ketinggian air 30-40 centimeter,” ungkap Ilyas.

    Hingga kini, berdasarkan data dari BPBA, 10 kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Trumon Timur sebanyak dua gampong, Trumon Tengah empat gampong, Trumon dua gampong, dan Sawang sebanyak tiga gampong.

    Selain itu, banjir juga terjadi  Kecamatan Kluet Timur sebanyak tiga gampong, Kluet Tengah 10 gampong,

    Baca: Hujan deras banjir di Aceh Utara meluas

    Kota Bahagia 10 gampong, Bakongan dua gampong, Bakongan Timur satu gampong, Pasie Raja juga satu gampong.

    Akibatnya sebanyak 13.531 jiwa dalam 3.796 kepala keluarga (KK) terdampak. Petugas BPBD Aceh Selatan masih terus melakukan pendataan.

    Banjir selama seminggu lebih ini mengakibatkan banyak penduduk yang mengungsi.

    Sebanyak 256 jiwa di Trumon Tengah Gampong Lhok Raya terdapat dua lokasi yakni Kompi Brimob sebanyak 140 jiwa dalam 39 KK dan shelter Lhok Raya sebanyak enam jiwa dalam dua KK.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir makin sering terjadi

    Sementara Gampong Cot Bayu satu titik di rumah tetangga sebanyak 20 jiwa dalam 10 KK dan shalter Cot Bayu sebanyak 90 jiwa dalam 30 KK.

    Sebelumnya diberitakan, banjir di Aceh Selatan ini merenggut nyawa seorang balita usai 2 tahun yang terseret arus banjir.

    “BPBD Kabupaten Aceh Selatan terus melakukan pemantauan, berkoordinasi dengan tim lapangan dan membuat laporan,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan banjir bandang di Desa Batur dan Tajuk di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sejak Jumat (24/11/2023).

    Cuaca ekstrem sejak Jumat sore hingga malam ditandai hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah. 

    Melansir Antaranews, Kepala Desa Batur, Radix Wahyu Dwi Yuni Ariadi menjelaskan banjir bandang diduga akibat tersumbatnya saluran air di wilayah tersebut.

    “Dugaannya saluran air tersumbat sehingga air meluap ke permukiman,” ungkapnya.

    Baca: Peringatan dini BMKG cuaca ekstrem landa wilayah ini

    Tidak ada korban jiwa, namun banji bandang yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut menghanyutkan satu unit sepeda motor.

    Akibat banjir bandang, lanjut dia, akses menuju ke Desa Batur terganggu akibat lumpur yang menutupi jalan.

    Sementara Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang, Mediarso Tri Soelistyo masih belum dapat memastikan wilayah yang terdampak banjir bandang.

    “Ini saya baru di lokasi, masih dilakukan pembersihan akses jalan menuju Desa Tajuk,” katanya.

    Baca: Banjir bandang landa nagan raya puluhan warga mengungsi

    Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat  agar waspada dengan potensi cuaca ekstrem.

    Sebab di bulan November terjadi peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba.

    “Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” kata Dwikorita.

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

    Baca: Banjir satu meter lebih di Aceh Selatan 1 balita tewas

    Namun, secara umum biasanya hujan akan turun jelang sore atau malam hari. Sedangkan cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan.

    Dwikorita memaparkan awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh di saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas.

    Namun, menjelang sore hari, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

    “Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Banjir Besar di Aceh Barat Diduga Akibat Perambahan Hutan dan Penambangan Liar

    Banjir Besar di Aceh Barat Diduga Akibat Perambahan Hutan dan Penambangan Liar

    7cloud.asia – Bencana alam berupa musibah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat, Nangroe Aceh Darussalam di pekan ketiga bulan November 2023 ini.  

    Banjir besar setinggi lebih satu meter ini merendam sejumlah kecamatan di Aceh Barat dan mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di kawasan tersebut terhenti.

    Ratusan warga pun harus mengungsi akibat banjir besar yang melanda Aceh Barat ini.

    Baca: Banjir juga terjadi di Aceh Selatan

    Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) aceh Barat menyebut setidaknya 40 desa di Kabupaten Aceh Barat terendam banjir.

    Selain itu setidaknya 36 sekolah baik sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di sejumlah kecamatan di Aceh Barat juga terendam banjir.

    Yayasan Apel Green Aceh menduga, banjir besar ini akibat aktivitas perambahan hutan dan aktivitas penambangan emas secara ilegal.

    “Dugaan kami, ya, itu, tambang emas ilegal dan perusakan hutan,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Apel Green Aceh, Rahmat Syukur seperti dikutip Antaranews.com,  Jumat (24/11/2023).

    Baca: Seorang balita meninggal akibat banjir di Aceh Selatan

    Menurut Rahmat, berdasarkan data yang mereka miliki, luas kerusakan hutan di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2022 lalu tercatat mencapai 642 hektare (ha).

    Pada tahun 2021, kata dia, luas hutan yang rusak tercatat seluas 573 Ha atau meningkat sekitar 62 Ha dalam kurun waktu satu tahun.

    Kondisi tersebut, kata Rahmat Syukur, dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana alam banjir seperti yang selama ini terjadi.

    Baca: Hujan deras picu banjir di Aceh Utara

    Guna mencegah terjadinya bencana alam berkepanjangan di Kabupaten Aceh Barat, pihaknya meminta kepada aparat menindak setiap aktivitas perambahan hutan dan aktivitas penambangan emas secara ilegal.

    Selain dapat menyebabkan kerusakan hutan yang semakin luas, dikhawatirkan aktivitas penambangan ilegal tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana alam lainnya.

    Tanah longsor, banjir bandang bisa sewaktu-waktu terjadi  saat hujan lebat mengguyur kawasan ini.

    Baca: BNPB ingatkan warga waspadai bencana hidrometrologi

    “Kami berharap peran aktif dari pemerintah daerah, agar dapat mencegah terjadinya kerusakan hutan yang semakin meluas akibat aktivitas secara ilegal ini,” demikian Rahmat Syukur.

     

     

     

  • Kondisi Pegunungan Gundul Picu Banjir Bandang di Kudus

    Kondisi Pegunungan Gundul Picu Banjir Bandang di Kudus

    7cloud.asia – Banjir bandang menerjang Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (24/11/2023) lalu. Penyebabnya diduga karena kondisi pegunungan yang gundul.

    Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Munaji menjelaskan kondisi hutan di Pegunungan Kendeng gundul akibatnya air hujan tidak terserap ke tanah saat curah hujan tinggi.

    “Dengan kondisi pegunungan yang gundul, tentunya curah hujan tinggi menyebabkan banjir bandang karena airnya tidak terserap ke tanah, melainkan langsung turun ke aliran sungai setempat,” jelas Munaji seperti yang dilansir Antaranews, Sabtu (25/11/2023).

    baca: banjir bandang landa nagan raya puluhan warga mengungsi

    Lebih jauh Munaji mengatakan banjir bandang yang di Desa Wonosoco terjadi pada Jumat (24/11/2023) pukul 18.30 WIB hingga pukul 19.30 WIB.

    Saat itu, ketinggian air di perkampungan desa setempat mencapai 40 sentimeter.

    Di antaranya yang terdampak di Rukun Tetangga (RT) 1, 2, 3, dan RT 4 RW 1, serta membawa material lumpur dengan ketebalan antara 5-10 sentimeter.

    Jumlah rumah warga yang terdampak mencapai 41 rumah, namun tidak ada yang mengalami kerusakan.

    Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 18.15-19.00 WIB.

    baca: cuaca ekstrem picu banjir bandang di sejumlah wilayah

    “Sungai setempat juga tidak mampu lagi menampung debit air kiriman dari kawasan pegunungan. Kondisi ini diperparah dengan sedimentasi lumpur yang menyumbat jembatan di RT 3 RW 1 mengakibatkan air limpas ke jalan dan rumah warga,” paparnya.

    BPBD Kudus, langsung menuju tempat kejadian untuk melakukan pembersihan jalan dari lumpur dan beberapa rumah terdampak.

    Kondisi pegunungan yang gundul juga dibenarkan oleh Pemerhati lingkungan Universitas Muria Kudus (UMK), Hendy Hendro.

    Seharusnya, kata Hendy, pemerintah daerah setempat dapat mengantisipasi, khususnya di Desa Wonosoco yang memang gunungnya gundul.

    “Tentunya harus ada upaya mengurangi dampak gundulnya hutan yang ada di Pegunungan Kendeng karena berbagai faktor,” katanya.

    baca: peringatan dini bmkg cuaca ekstrem landa wilayah ini

    Di antaranya, karena alih fungsi lahan hutan, penambangan galian C, budidaya jagung atau tanaman semusim tanpa diimbangi dengan tanaman keras atau pohon.

    Selein itu, banjir bandang terjadi karena kurang maksimalnya fungsi terasering yang tugasnya mengurangi laju erosivitas dan laju air permukaan, serta kurangnya tutupan vegetasi khususnya tanaman keras.

    Karena itu, lanjut Hendy, pemerintah harus membantu merubah pola budidaya dari tanaman semusim yang dominan, menjadi tanaman keras produktif yang dominan.

    Selain itu juga melakukan reboisasi dengan memanfaatkan tanaman produktif non-kayu, menerapkan budidaya wanatani “agroforestri”.

    Pemerintah bersama masyarakat perlu melakukan recovery daerah pertambahan dengan menanami berbagai jenis pohon yang produktif non-kayu, serta membuat embung atau tampungan air di bekas penambangan. 

    Reporter: Nurakhmayani

                                         

  • Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian 1 meter merendam wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Diduga akibat adanya sumbatan sampah pada saluran drainase.

    Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, banjir terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon.

    “Bencana banjir dilaporkan terjadi di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, akibat saluran drainase tersumbat,” ujar Sadono dikutip Antaranews pada Rabu (29/11/2023).

    Sebelumnya, lanjut Sadono, pada pukul 11.30  hujan dengan intensitas sedang mengguyur Jalan Brigjen Abdul Manan sekitar satu setengah jam.

    baca: kondisi pegunungan gundul picu banjir bandang di kudus

    Akibatnya terjadi kenaikan debit air pada aliran Sungai Baluh. Saluran drainase yang tersumbat, tidak mampu menampung debit air saat itu.

    “Sehingga air meluap ke jalan raya dan permukiman warga di Dusun Krajan, dengan ketinggian air mencapai satu meter,” katanya.

    Banjir akibat saluran drainase yang tertutup sampah ini menyebabkan empat rumah di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, terdampak. BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

    “Ada empat rumah terdampak, dengan 14 orang terdampak. Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

    baca: cuaca ekstrem picu banjir bandang di sejumlah wilayah

    Sebelumnya banjir juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru.

    Bahkan di Kecamatan Klojen, banjir mengakibatkan tembok rumah roboh dan menyebabkan kerusakan.

    BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait saat ini melakukan pembersihan material banjir.

    Selain itu juga akan dilakukan pembersihan sampah pada saluran drainase yang tersumbat bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat.

    baca: banjir satu meter lebih di aceh 1 balita tewas

    Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati telah mengingatkan warga akan bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang selama musim hujan.

    Selain itu, pihaknya berharap pemda dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini.

    “Pemda dan sektor terkait juga diharapkan dapat menjadikan informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 ini sebagai acuan untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologis,” jelas Dwikorita.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Normalisasi Kali Ciliwung Belum Maksimal, Kawasan Kebon Pala Kembali Dilanda Banjir

    Normalisasi Kali Ciliwung Belum Maksimal, Kawasan Kebon Pala Kembali Dilanda Banjir

    7cloud.asia – Permukiman warga di Kebon Pala RT 10 dan RT 13/RW 04 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung pada Kamis (30/11/2023).

    “Air banjir mulai masuk ke permukiman warga Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB dengan ketinggian 30 sentimeter (cm) hingga 1,25 meter,” kata Ketua RT 13/RW 04 Sanusi di Jakarta.

    Dia menyebutkan, banjir yang menggenangi rumah warga itu akibat curah hujan yang tinggi di Bogor dan Depok pada Rabu (29/11/2023) sehingga air Kali Ciliwung meluap.

    Menurut dia, sebanyak 100 rumah warga terkena imbas banjir. Kendati demikian, tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.

    Baca : Sodetan Kali Ciliwung

     

    Namun demikian, tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir kali ini. “Masih aman,” katanya.

    Warga Kebon Pala sering terkena banjir karena lokasi permukiman lebih rendah dan berada dekat aliran Kali Ciliwung.

    Ketika debit air Kali Ciiwung naik,bisadi wilayah itu akan merasakan dampak banjir akibat luapan air kali tersebut.

    Program pemerintah untuk normalisasi Kali Ciliwung belum berdampak terhadap permukiman warga Kebon Pala sehingga masih terkena imbas banjir.

    Baca: Mengenal banjir kanal timur yang jadi pusat kegiatan

    “Sodetan Kali Ciliwung yang diprogramkan pemerintah belum berdampak sama sekali untuk mengurangi banjir di kawasan ini,” kata Sanusi.

    Dia berharap sodetan Kali Ciliwung bisa diselesaikan sehingga tidak ada lagi permukiman warga yang banjir.

    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada pukul 06.00 WIB mencatat sebanyak sembilan Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur terendam banjir.

    Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan Kali Ciliwung meluap.

    Baca: Pemkot Jakarta Timur sediakan 8,5 hektare lahan untuk hutan kota

    Ke-9 RT itu berada di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, sebanyak dua RT dengan ketinggian 120 cm hingga 150 cm.

    Lalu lima RT di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, dengan ketinggian 100 cm hingga 130 cm.

    Selain itu dua RT di Kelurahan Bidara Cina Kecamatan Jatinegara dengan ketinggian 45 cm hingga 65 cm.

    Sumber: Antaranews

     

  • Dua Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir Serta Angin Kencang, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Pohon Tumbang  

    Dua Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir Serta Angin Kencang, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Pohon Tumbang  

     

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kedua wilayah ini berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang pada Rabu (06/12/2023).

    Berdasarkan laman resmi BMKG, kondisi cuaca seperti ini diperkirakan terjadi pada sore dan malam hari. Sedangkan pada pagi harinya cuaca berawan berpotensi menyelimuti seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Kemudian pada siang hari, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Wilayah Jakarta Barat diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derjat celsius. Dengan tingkat kelembaban antara 80 hingga 95 persen.

    Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya curah hujan yang tinggi disertai angin kencang juga berpeluang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga 10 Desember mendatang.

    “Dibutuhkan kewaspadaan terkait ancaman curah hujan tinggi,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji seperti dikutip Antaranews..

    Ia menyampaikan Zona Musim di NTT saat ini berada dalam periode peralihan musim berdasarkan Monitoring Awal Musim Hujan.

    Hasil analisa menunjukkan bahwa di sebagian wilayah NTT akan mengalami curah hujan tinggi atau lebih besar dari 150 mm per dasarian dengan peluang 71 sampai 90 persen.

    Atas kondisi itu, lanjutnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dengan tiga kategori status yakni Waspada, Siaga, dan Awas.

    Status Awas berlaku untuk wilayah Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Timur, dan Amfoang Utara di Kabupaten Kupang.

    Peluang curah hujan bisa lebih besar dari 300 mm per dasarian. Hal yang sama juga berlaku untuk Kecamatan Fatumnasi dan Nunbena di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

    Selanjutnya, Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii di Kabupaten Manggarai diberi peringatan Siaga karena curah hujan diprakirakan lebih besar dari 200 mm.

    Sedangkan Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Lelak, Rahong Utara, Ruteng, Satar Mese, dan Satar Mese Utara diberi peringatan Waspada karena prakiraan curah hujan lebih besar dari 150 mm.

    Dengan peringatan dini tiga status ini Adji berharap masyarakat dan pemerintah setempat dapat melakukan langkah antisipasi.

    Beberapa hal yang menjadi pertimbangan yakni waspada potensi rusaknya tanaman pertanian atau perkebunan akibat banjir.

    Selain itu, kondisi cuaca seperti ini juga dapat meningkatkan peluang kejadian longsor pada daerah berlereng.

    Masyarakat, lanjut dia, juga harus waspada meningkatnya potensi kejadian banjir di kawasan pemukiman.

    “Segera lakukan evakuasi apabila hujan deras sudah lebih dari satu jam,” ujarnya.

     

    Reporter: Nurakhmayani

  • Penataan Kawasan Bisa Kurangi Dampak Banjir di Jakarta

    Penataan Kawasan Bisa Kurangi Dampak Banjir di Jakarta

    7cloud.asia – Anggota Komisi D DPRD DKI Justin Adrian menilai program pemerintah terkait penataan kawasan bisa mengurangi dampak banjir di wilayah DKI Jakarta.

    “Hampir semua permasalahan DKI Jakarta disebabkan buruknya tata kota seperti banjir karena saluran air tertutup hingga zona hijau yang tidak semestinya dibuat hunian dan sebagainya,” dilansir Antaranews.com

    Penilaian tersebut disampaikan terkait dengan penghargaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada enam lurah dan tiga camat berupa studi banding ke luar negeri.

    Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi karena berhasil menata kawasan dengan taman dan ruang terbuka hijau.

    Baca: BKT pengendali banjir yang menjadi pusat komunitas

    Justin menuturkan daripada adanya bangunan liar dan tak terawat yang membuat tata kota berantakan, lebih baik ada suatu langkah untuk merawat kawasan itu.

    Terlebih, menurut dia, ada sekitar 1.800 bidang lahan tidur aset Pemerintah Provinsi DKI yang tidak terpakai dan digunakan pihak tak bertanggung jawab.

    “Tata kawasan penting untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup masyarakat DKI Jakarta terutama untuk kenyamanan dan lingkungan tumbuh kembang anak,” tegasnya.

    Baca: Sodetan Kali Ciliwung

    Dia juga mendukung salah satu penataan kawasan yang mengubah lahan tidur menjadi halte maupun trotoar untuk memudahkan pengguna jalan.

    Menurut dia, trotoar yang tidak dipakai sebagai mana mestinya seperti dibuat parkiran maupun tempat pedagang kaki lima (PKL) malah akan membuat kemacetan.

    “Ini kan penataan kawasan juga diperlukan tidak hanya untuk kawasan baru, tapi untuk pengembalian fungsi trotoar itu sendiri,” katanya.

    Baca: Kelola sampah, Pemprov DKI Jakarta lebih pilih RDF

    Sebanyak 267 kelurahan di DKI Jakarta diwajibkan melakukan program penataan kawasan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1278 Tahun 2021 tentang Rincian Tahapan dan Daftar Kinerja pada jabatan camat lurah.

    Adapun dana penataan kawasan tersebut berasal dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dan warga sekitar.

    Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan hadiah kepada enam lurah dan tiga camat di Jakarta untuk melakukan studi banding ke luar negeri

    Baca: Bank sampah ini berkantor di lapangan

    Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan menata kawasannya dengan taman dan ruang terbuka hijau.

    “Saya selalu memberikan apresiasi bagi yang konsisten bekerja menjaga kinerja yang optimal. Mereka yang mendapatkan penghargaan ini diberikan apresiasi untuk studi banding ke luar negeri,” kata Heru saat memimpin rapat penyelenggaraan kinerja kewilayahan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/12/2023).

     

  • Intensitas Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Landa Empat Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota

    Intensitas Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Landa Empat Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota

    7cloud.asia – Tingginya intensitas hujan dari Minggu (17/12) hingga Senin (18/12) pagi membuat sejumlah wilayah pada beberapa kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat mengalami banjir dan tanah longsor.

    “Tingginya intensitas hujan sejak Minggu (17/12) pukul 23.00 WIB hingga Senin (18/12) pukul 10.00 WIB mengakibatkan luapan sungai di beberapa wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol, di Padang, Senin.

    Ia mengatakan terdapat empat kecamatan yang terkena banjir yakni Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Harau, Kecamatan Gunuang Omeh, dan Kecamatan Mungka.

    Baca: Kondisi pegunungan gundul picu banjir bandang

    Untuk Kecamatan Pangkalan Koto Baru banjir terjadi di Nagari Gunuang Malintang Jorong Lubuak Omeh, yang sempat menutup jalan Pangkalan – Kapur IX.

    Sementara untuk Kecamatan Harau terjadi di Nagari Tarantang, Nagari Harau, Nagari Sarilamak, dan Nagari Solok Bio-Bio. Banjir juga terjadi di Kecamatan Mungka tepatnya di Nagari Simpang Kapuak.

    “Terakhir banjir terjadi di Kecamatan Gunuang Omeh yaitu di Nagari Koto Tinggi dan Nagari Pandam Gadang,” ungkapnya.

    Selanjutnya, kata dia, juga terjadi longsor di Kabupaten Limapuluh Kota seperti longsor ruas jalan Tungka-Situmbuak Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan longsor ruas jalan Nagari Ladang Laweh.

    Baca: Banjir di Malang diduga karena saluran drainase tersumbat sampah

    “Hingga saat ini BPBD, Kodim 03/06 50 Kota, Polres Limapuluh Kota, Basarnas, Dinas Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan relawan, masih di lapangan melakukan evakuasi korban banjir dan pembersihan material longsor,” ujarnya.

    Rahmadinol juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya yang kediamannya di pelantaran sungai maupun di lokasi-lokasi rawan longsor, meningkatkan kewaspadaan.

    Demikian pula dengan pengendara saat musim penghujan. “Hati-hati dalam berkendara, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan akan melewati ruas jalan yang rawan longsor, kami sarankan untuk beristirahat terlebih dahulu,” ujarnya. 

    Sumber: Antaranews