Banjir Besar di Aceh Barat Diduga Akibat Perambahan Hutan dan Penambangan Liar

Written by

in

7cloud.asia – Bencana alam berupa musibah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat, Nangroe Aceh Darussalam di pekan ketiga bulan November 2023 ini.  

Banjir besar setinggi lebih satu meter ini merendam sejumlah kecamatan di Aceh Barat dan mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di kawasan tersebut terhenti.

Ratusan warga pun harus mengungsi akibat banjir besar yang melanda Aceh Barat ini.

Baca: Banjir juga terjadi di Aceh Selatan

Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) aceh Barat menyebut setidaknya 40 desa di Kabupaten Aceh Barat terendam banjir.

Selain itu setidaknya 36 sekolah baik sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di sejumlah kecamatan di Aceh Barat juga terendam banjir.

Yayasan Apel Green Aceh menduga, banjir besar ini akibat aktivitas perambahan hutan dan aktivitas penambangan emas secara ilegal.

“Dugaan kami, ya, itu, tambang emas ilegal dan perusakan hutan,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Apel Green Aceh, Rahmat Syukur seperti dikutip Antaranews.com,  Jumat (24/11/2023).

Baca: Seorang balita meninggal akibat banjir di Aceh Selatan

Menurut Rahmat, berdasarkan data yang mereka miliki, luas kerusakan hutan di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2022 lalu tercatat mencapai 642 hektare (ha).

Pada tahun 2021, kata dia, luas hutan yang rusak tercatat seluas 573 Ha atau meningkat sekitar 62 Ha dalam kurun waktu satu tahun.

Kondisi tersebut, kata Rahmat Syukur, dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana alam banjir seperti yang selama ini terjadi.

Baca: Hujan deras picu banjir di Aceh Utara

Guna mencegah terjadinya bencana alam berkepanjangan di Kabupaten Aceh Barat, pihaknya meminta kepada aparat menindak setiap aktivitas perambahan hutan dan aktivitas penambangan emas secara ilegal.

Selain dapat menyebabkan kerusakan hutan yang semakin luas, dikhawatirkan aktivitas penambangan ilegal tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana alam lainnya.

Tanah longsor, banjir bandang bisa sewaktu-waktu terjadi  saat hujan lebat mengguyur kawasan ini.

Baca: BNPB ingatkan warga waspadai bencana hidrometrologi

“Kami berharap peran aktif dari pemerintah daerah, agar dapat mencegah terjadinya kerusakan hutan yang semakin meluas akibat aktivitas secara ilegal ini,” demikian Rahmat Syukur.

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *