7cloud.asia – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan banjir bandang di Desa Batur dan Tajuk di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sejak Jumat (24/11/2023).
Cuaca ekstrem sejak Jumat sore hingga malam ditandai hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Melansir Antaranews, Kepala Desa Batur, Radix Wahyu Dwi Yuni Ariadi menjelaskan banjir bandang diduga akibat tersumbatnya saluran air di wilayah tersebut.
“Dugaannya saluran air tersumbat sehingga air meluap ke permukiman,” ungkapnya.
Baca: Peringatan dini BMKG cuaca ekstrem landa wilayah ini
Tidak ada korban jiwa, namun banji bandang yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut menghanyutkan satu unit sepeda motor.
Akibat banjir bandang, lanjut dia, akses menuju ke Desa Batur terganggu akibat lumpur yang menutupi jalan.
Sementara Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang, Mediarso Tri Soelistyo masih belum dapat memastikan wilayah yang terdampak banjir bandang.
“Ini saya baru di lokasi, masih dilakukan pembersihan akses jalan menuju Desa Tajuk,” katanya.
Baca: Banjir bandang landa nagan raya puluhan warga mengungsi
Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat agar waspada dengan potensi cuaca ekstrem.
Sebab di bulan November terjadi peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba.
“Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” kata Dwikorita.
Selanjutnya Dwikorita menjelaskan arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.
Baca: Banjir satu meter lebih di Aceh Selatan 1 balita tewas
Namun, secara umum biasanya hujan akan turun jelang sore atau malam hari. Sedangkan cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan.
Dwikorita memaparkan awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh di saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas.
Namun, menjelang sore hari, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.
“Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” jelasnya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply