Tag: polusi udara

  • Atasi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Diminta Lakukan Razia Emisi ke Kawasan Industri

    Atasi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Diminta Lakukan Razia Emisi ke Kawasan Industri

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan untuk menyikapi polusi udara di Jakarta yang semakin parah. Selain WFH, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan razia emisi.

    Saat melakukan audiensi dengan DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/8/2023), anggota Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta segera melakukan razia emisi. 

    “Jadi razia emisi tidak hanya untuk kendaraan motor, tapi juga untuk pabrik-pabrik kawasan industri dan PLTU segera dirazia,” kata Ahmad.

    Baca Juga: Bukan Kendaraan, Sumber Polusi Udara di Jakarta adalah PLTU Batubara

    Menurut Ahmad, razia emisi ini terhadap pabrik-pabrik dan PLTU ini penting dilakukan karena sumber polusi di udara di Jakarta tak hanya bersumber dari asap knalpot tetapi juga dari sumber lainnya. 

    Ahmad berharap dengan demikian, ada langkah konkrit dalam menyikapi polusi udara  di Jakarta dan sekitarnya yang semakin parah. 

    Dalam kesempatan itu, Ketua DPR DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan pihaknya akan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH)

    “Mungkin saya sebagai pimpinan DPRD, mulai tanggal 21 nanti saya buat suatu
    kebijakan WFH untuk di kantor, karyawan, dan Sekretaris Dewan,” ujarnya di depan organisasi lingkungan yang hadir. 

    Baca Juga: Pengamat: Perlu Langkah Ekstrem untuk atasi Polusi Udara di Jakarta yang Sudah Ekstrem

    Menurut Prasetio, kebijakan WFH ini dibuat lantaran sektor transportasi yang turut menyumbang polusi udara.

    Karena itu, ia juga mengimbau kepada Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi
    Hartono untuk juga menerapkan WFH 50:50 kepada pegawainya pada
    21 Agustus 2023 hingga 21 Oktober mendatang. 

    Langkah ini kemudian dilanjutkan secara bertahap dengan memberikan WFH 75
    persen untuk seluruh instansi baik pemerintah maupun swasta pada 4-7 September mendatang.

    “Saya rasa sebagai wakil dari legislatif mengimbau kepada Pak Gubernur untuk
    mengambil satu keputusan ya, kita harus WFH,”  tuturnya.

    Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Makin Parah, Apa Kabar Pembatasan Kendaraan Bermotor?

    Rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan rapat dengan Sekda DKI Joko Agus Setyono untuk bisa merealisasikan kebijakan tersebut sekaligus untuk menjawab audiensi dengan sejumlah organisasi lingkungan.

    “Kita juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
    DKI Jakarta, KLHK, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan semuanya,” urainya.

    Pada kesempatan itu, politisi PDI Perjuangan ini mengimbau kepada masyarakat
    untuk memakai masker dan menggunakan transportasi umum saat berpergian.

    Bahkan Prasetio juga berencana naik transportasi umum.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Greenpeace: Presiden Jokowi Tak Singgung Isu Lingkungan dan Polusi Udara di Pidato Kenegaraan

    Greenpeace: Presiden Jokowi Tak Singgung Isu Lingkungan dan Polusi Udara di Pidato Kenegaraan

    7cloud.asia – Organisasi lingkungan Greenpeace menyayangkan, Presiden Joko Widodo tidak menyinggung isu lingkungan dan polusi udara dalan Pidato Kenegaraan yang disampaikan pada 16 Agustus 2023 lalu.

    Padahal menurut Greenpeace melihat Indonesia menghadapi masalah lingkungan yang serius. Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya yang menjadi sorotan dunia adalah contoh nyata.

    Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak mengatakan, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah masih belum selaras dengan ekonomi hijau atau ramah lingkungan yang selama ini didengungkan.

    Baca: Indonesia bisa wujudkan Indonesia Emas 2045

    Berikut isi lengkap pernyataan sikap Greenpeace terkait pidato kenegaraan Presiden Jokowi, sebagaimana dilansir di laman resmi mereka, greenpeace.org:

    “Di awal pidato, Presiden Joko Widodo menyinggung soal polusi budaya di tengah masyarakat Indonesia yang telah jauh dari budi pekerti dan keluhuran bangsa.

    Namun, Presiden luput menyebutkan polusi udara dan kebakaran hutan lahan yang saat ini mengancam kehidupan rakyat Indonesia.

    Pada beberapa minggu terakhir, Jakarta selalu menduduki peringkat atas kota paling berpolusi di dunia menurut data IQAir.

    Baca: Ketua MPR bilang presiden terpilih harus lanjutkan tongkat estafet dari Jokowi

    Bahkan menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Presiden menderita batuk-batuk belakangan ini yang diduga juga karena polusi udara.

    Bukan cuma warga Jakarta dan sekitarnya, warga di Kalimantan dan Sumatera di saat yang bersamaan juga terancam kesehatannya akibat udara kotor dari asap karhutla.

    Padahal Presiden sudah dua kali digugat soal polusi udara dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Satu karena asap karhutla di Kalimantan, dua karena udara Jakarta.

    Tapi polanya sama, Presiden dan para menterinya tidak menaati putusan pengadilan dan justru banding. Selalu lepas tanggung jawab soal polusi udara dan asap.

    Baca: Perlu langkah ekstrem untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Kabut asap dari polusi udara muncul di langit di atas kawasan bisnis di Jakarta. Kualitas udara semakin buruk akhir-akhir ini akibat tingginya polusi lalu lintas dan pembangkit listrik tenaga batu bara yang mengelilingi Jakarta.

    Presiden juga tidak menyinggung krisis yang mengancam peradaban manusia saat ini, yaitu krisis iklim. Padahal Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebesar 31,89% tahun 2030 dengan kemampuan sendiri.

    Namun, kebijakan politik yang dihasilkan bertentangan dengan komitmen tersebut.

    “Disahkannya revisi UU Minerba, UU Ciptaker, dominasi penggunaan batubara pada rencana kelistrikan nasional, pembukaan lahan untuk tambang nikel (hilirisasi industri), target peningkatan produksi minyak bumi 1 juta barel/hari pada 2030, justru menciptakan kebijakan yang semakin membawa negara ini rentan terhadap dampak krisis iklim,” papar Leonard Simanjuntak

    Baca: Polusi udara di Jakarta sangat parah, ini tuntutan Koalisi IBUKOTA

    Pada September 2022, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia berpotensi mengalami kerugian Rp 112,2 triliun akibat krisis iklim pada 2023.

    Bank Indonesia juga memprediksi ekonomi dunia bisa susut 11-14 persen dalam 5 dekade jika negara-negara abai pada krisis iklim.

    Pada pidatonya, Presiden mengatakan bahwa ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window of opportunity bagi Indonesia untuk sebaik-baiknya memanfaatkan sumber daya alam, energi baru dan terbarukan.

    Padahal Indonesia masih terseok-seok dalam pengembangan energi terbarukan. Mengacu pada data pemerintah, porsi energi terbarukan baru mencapai 11.5% pada 2021, sementara targetnya 23% pada 2025.

    Baca: Perdagangan karbon ditataulang demi maksimalkan pendapatan Negara

    Selain itu, payung hukum utama transisi energi yaitu RUU EBT masih hilang arah karena memasukkan turunan batu bara sebagai jenis energi baru dan terbarukan.

    Kemudian Presiden juga menggadang-gadang bahwa investasi hilirisasi nikel 43 pabrik pengolahan nikel mampu membuka luas lapangan pekerjaan, dan menjadi komoditas baru yang bisa menggerakkan perekonomian tanah air.

    Nyatanya, kualitas nikel yang dihasilkan oleh Indonesia tidak bisa langsung diolah menjadi baterai.

    Menurut ekonom Faisal Basri, sebesar 90% hasil hilirisasi nikel dalam negeri justru lari ke Cina, sedangkan Indonesia hanya mendapatkan 10%.

    Baca: Terdampak perubahan iklim, Indonesia bisa dapatkan dana loss and damage

    Hilirisasi nikel juga mendorong deforestasi masif di Indonesia timur, hal ini membuktikan bahwa model pembangunan ekonomi Indonesia masih akan mengandalkan industri ekstraktif.

    Ini tidak selaras dengan cita-cita pembangunan berbasis ekonomi hijau yang juga disinggung Presiden dalam pidato kenegaraannya.

  • Pemprov DKI Jakarta Akan Tambah 800 Ruang Terbuka Hijau untuk Atasi Polusi Udara

    Pemprov DKI Jakarta Akan Tambah 800 Ruang Terbuka Hijau untuk Atasi Polusi Udara

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah 800 titik ruang terbuka hijau (RTH) guna mengatasi polusi udara yang sudah mengkhawatirkan.

    Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) ini untuk tahap pertama akan dilakukan di setiap kelurahan di seluruh Kota.

    “DKI Jakarta juga menambah ruang terbuka hijau (RTH) sekitar 800-an titik. Jadi, tahap pertama itu 256 titik di tiap kelurahan, kemudian itu terus berlanjut,” jelas Budi usai kegiatan penanaman pohon di kolong Tol Becakayu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (19/08/2023).

    Baca: Ini kiat Kota Surabaya jadi kota dengan udara terbersih

    Sejak bulan Juli, lanjut Heru, pihaknya konsisten menanam pohon untuk menghijaukan Jakarta. Hal sekaligus upaya menambah ruang terbuka hijau (RTH)

    Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, sebanyak 25.000 pohon setinggi tiga meter telah ditanam, seperti Ketapang Cendana dan Tabebuya.

    Di Kolong Tol Becakayu ini Pemprov DKI Jakarta menanam 1000 pohon Ketapang Kencana di kolong Tol Becakayu sepanjang 4,2 kilometer. Penanaman pohon ini bekerjasama dengan pihak swasta yaitu Maybank.

    Baca: Tiga kota di Indonesia masuk sebagai kota ramah lingkungan

    Pada kesempatan itu, Heru juga menjelaskan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta perlu kerjasama yang masif dari semua pihak.

    Karena itu ia mengimbau seluruh stakeholder yang ada di Jakarta untuk ikut mengampanyekan gerakan memperbaiki kualitas udara.

    “Khusus di kawasan Tol Becakayu, ada penghijauan yang dilakukan sepanjang 5,2 kilometer yang sudah dan akan terus dilakukan. Jadi, bisa dihitung bahwa kita sudah menyumbang nilai positif untuk menurunkan suhu. Karena, sudah banyak pohon yang kita tanam di sini,” papar Heru.

    Baca: Lokasi CFD di Jakarta yang tersebar di lima wilayah

    Sebelum ditanam pohon Ketapang, kawasan kolong Tol Becakayu juga telah ditanam tanaman produktif, seperti bayam, kangkung, cabai, dan sawi.

    “Dengan demikian, warga sekitar juga dapat memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut, selain dapat menurunkan suhu minimal dua derajat,” ujar Budi.

    Seperti diketahui polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan. Dalam beberapa bulan terakhir udara di Jakarta tergolong tidak sehat. Bahkan Jakarta termasuk sebagai kota terpolusi di dunia.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Aturan WFH tuk Atasi Polusi Udara Jakarta Harus Didukung Kebijakan Daerah Penyangga

    Aturan WFH tuk Atasi Polusi Udara Jakarta Harus Didukung Kebijakan Daerah Penyangga

    7cloud.asia – Selain bekerja dari rumah atau WFH, pemerintah diminta memperbanyak langkah dalam mengatasi masalah polusi udara, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek)

    Kebijakan WFH 50 persen bagi ASN DKI Jakarta sudah mulai diterapkan dalam upaya mengurangi polusi udara di Jabodetabek. 

     

    Program WFH tidak berlaku bagi pegawai yang bekerja pada layanan langsung kepada masyarakat seperti RSUD, Puskesmas, Satpol PP, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan hingga Dinas Perhubungan. 

    Kebijakan WFH diterapkan atasi polusi udara sekaligus untuk atasi kemacetan lalu lintas dalam rangka menyambut agenda internasional Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara ASEAN pada September 2023.

    Baca: Pembatasan jumlah kendaraan bermotor sudah mendesak dilakukan

    Ketua DPR, Puan Maharani berharap, uji coba WFH ini akan berdampak langsung bagi kualitas udara di Jakarta. 

    Puan menilai program WFH di lingkungan ASN DKI Jakarta sejalan dengan upaya global untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

    Dengan berkurangnya jumlah kendaraan yang beroperasi setiap hari, diharapkan emisi karbon juga berkurang.

    WFH kini telah menjadi tren global seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

    Baca: Langkah yang ditempuh pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    “Pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi WFH di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Kita harapkan dengan kebijakan ini, akan mengurangi polisi udara di Jakarta,” papar Puan. 

    Dengan adanya WFH, para ASN pun akan belajar tentang bagaimana manajemen waktu, penggunaan teknologi, dan kerja kolaboratif jarak jauh.

    “Saya berharap, ini akan meningkatkan profesionalisme para pegawai pemerintah kita untuk menciptakan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ungkap Puan seperti dikutip Parlementaria, Senin (21/8/2023). 

    Meski begitu, Puan menilai permasalahan polusi udara tidak bisa hanya dengan penerapan WFH. 

    Baca: PLTU Batubara dituding sebagai sumber utam apolusi udara di Jakarta

    Kebijakan pemberlakuan WFH bagi ASN DKI Jakarta demi mengurangi polusi udara harus dibarengi dengan berbagai pendekatan lain, yakni meminimalisir pergerakan kendaraan bermotor yang menjadi penyumbang emisi karbon.

    Perlu berbagai upaya lain juga harus diprioritaskan termasuk dengan mengatur industri-industri nakal yang penyumbang polusi udara.

    Cara lainnya adalah dengan memperbanyak promosi penggunaan transportasi umum seperti KRL, bus Transjakarta, LRT maupun MRT.

    “Program WFH ASN yang sudah diinisiasi di DKI juga harus didukung dengan kebijakan dari kota-kota penyangga ibu kota, seperti dengan melakukan pengawasan ketat dan evaluasi  terhadap pabrik penyumbang polusi udara,” ujarnya.

    Baca: Pemerintah juga diminta merazia industri pengguna batubara

    Selain itu, Pemerintah perlu memperkuat edukasi dan sosialisasi ke pelaku industri untuk mendorong pemanfaatan sumber energi bersih seperti energi matahari dan angin untuk keperluan rumah tangga industri.

    “Solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah polusi udara yang bisa dilakukan ialah memperkenalkan bahan bakar berkualitas lebih baik bagi peralatan industri guna mengurangi emisi polutan udara,” terang Puan. 

    Puan juga mendorong  pemerintah membenahi transportasi umum yang menunjang masyarakat khususnya di kota-kota penyangga Jakarta.

    Dengan begitu, kata Puan, ketertarikan untuk menggunakan kendaraan umum pun meningkat.

    Baca: Butuh langkah ekstrem untuk atasi polusi udara yang sudah ekstrem

    Pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi untuk memperbaiki akses transportasi di daerah penyangga Jakarta.

    “Jadi subsidinya harusnya dialihkan saja untuk perbaikan transportasi terintegrasi ke permukiman-permukiman sampai ke wilayah pinggiran, sehingga orang mau beralih moda transportasi,” jelasnya.

    Pemerintah perlu membuat terobosan lain agar masyarakat mulai melirik kendaraan berbasis listrik yang ramah lingkungan dan mulai meninggalkan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

    “Insentif bagi kendaraan listrik yang semakin tinggi juga bisa menjadi salah satu alternatif solusi dari permasalahan polusi udara yang semakin memburuk khususnya di Jakarta,” tutup Puan. 

  • WFH Belum Berdampak Signifikan dalam Menurunkan Polusi Udara di Jakarta

    WFH Belum Berdampak Signifikan dalam Menurunkan Polusi Udara di Jakarta

    7cloud.asia – Berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi polusi udara, termasuk penerapan bekerja dari rumah (WFH) ternyata belum membuahkan hasil yang signifikan.

    Hingga Selasa (22/8/2023) kualitas udara di Jakarta tak kunjung membaik. Ini artinya masih diperlukan upaya ekstra untuk menurunkan polusi udara di Jakarta.

    Dipantau dari laman IQAir pada Selasa pukul 07:50 waktu Indonesia barat (WIB), indeks PM 2,5 di Jakarta tercatat di angka 170 yang berarti polusi udara masih tinggi.

    Baca: Kebijakan WFH di Jakarta harus didukung kebijakan daerah penyangga

    Meski bukan yang tertinggi di Indonesia, Jakarta masih menjadi ibu kota negara terpolusi di dunia. Jakarta menduduki posisi kedua sebagai ibukota dengan polusi udar aterburuk di dunia.

    Rangking kota paling berpolusi di Indonesia

    1. Tangerang Selatan, Provinsi Banten indeks PM 2,5 196

    2. Kota Tangerang, Provinsi Banten (175)

    3. Terentang, Kalimantan Barat (173)

    4. Jakarta (170)

    Baca: langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    5. Kota Pontianak, Kalimantan Barat (166)

    6. Kota Surabaya, Jawa Timur (165)

    7. Cileungsi, Jawa Barat (164)

    8. Cibinong, Jawa Barat (163)

    9. Karawang, Jawa Barat (162)

    10. Pasarkemis, Jawa Barat (161)

    Baca: Pembatasan jumlah kendaraan mendesak dilakukan untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Rangking ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia 
    1. Baghdad, Irak (170)
    2. Jakarta, Indonesia (170)
    3. Kuwait, Kuwait (167)
    4. Johannesburg, Afrika Selatan (162)
    5. Doha, Qatar (156)
    6. Lahore, Pakistan (142)
    7. Dubai, Uni Emirat Arab (129)
    8. Delhi, India (117)
    9. Seattle, Amerika Serikat (106)
    10. Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina (96)

    Baca: Pembangkit listrik batubara ditutup, polusi udara menurun kesuburan meningkat

     
  • Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara di Depok dan Tangerang Selatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

    Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara di Depok dan Tangerang Selatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

    7cloud.asia – Beberapa bulan terakhir publik menyorot polusi udara di Indonesia, khususnya di Jakarta yang telah mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Menurut pengukuran IQAir, sejak Mei lalu, Jakarta memang hampir selalu masuk sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia, dengan kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

    Tapi, ternyata ada sejumlah kota lain di Indonesia yang sebenarnya polusi udara nya jauh lebih buruk dibanding Jakarta. Bahkan kualitas udara di kota tersebut masuk kategori berbahaya.

    Baca: Jakarta kembali masuk kota terpolusi di dunia, warga diminta kenakan masker

    Salah satunya adalah Tangerang dan Tangerang Selatan yang hampir selalu berada di tempat teratas dalam urusan polusi udara.

    Indeks polutan mikro (PM 2,5) di kota Tangsel hampir selalu lebih tinggi dibanding Jakarta, termasuk hari ini Kamis (24/8/2023) yang tercatat di angka 239 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

    Standar IQAir indeks PM 2,5 1-50 tergolong bagus, 51-100 (sedang), 101-150 (tidak sehat untuk kelompok rentan) 151-200 (tidak sehat), 201-250 (sangat tidak sehat, dan lebih dari 250 berbahaya.

    Baca: Ini biang polusi udara di Jakarta dan sekitarnya

    Berikut ranking kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia dipantau di IQAir, Kamis (24/8/2023) pukul 07:52 waktu Indonesia bagian barat (WIB)

    1. Kota Depok, Jawa Barat (239)

    2. Tangerang Selatan, Banten (216)

    3. Kota Tangerang, Banten (185)

    4. Pasarkemis, Jawa Barat (175)

    5. Serpong, Tangerang Selatan (171)

    Baca: Warga desak KLHK razia ke kawasan industri untuk atasi polusi udara

    6. Kabupaten Serang, Banten (169)

    7. Kota Denpasar, Provinsi Bali (168)

    8. Kota Surabaya, Jawa Timur (167)

    9. Jakarta, Jakarta (163)

    10. Karawang, Jawa Barat  (163)

    Baca: Koalisi IBUKOTA pertanyakan komitmen pemerintah atasi polusi udara

  • KLHK Segel Empat Perusahaan yang Terindikasi sebagai Biang Polusi Udara

    KLHK Segel Empat Perusahaan yang Terindikasi sebagai Biang Polusi Udara

    7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya masih belum dapat diatasi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya dengan melakukan razia emisi. 

    Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Rasio Ridho Sani Rasio mengungkapkan razia emisi untuk turunkan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya dilakukan ke enam titik.

    Rasio menambahkan, pihaknya menurunkan 100 personel pejabat pengawasan dan pengendalian dampak lingkungan khususnya polusi udara ke Marunda, Cakung, Kelapa Gading, Pulo Gadung, Bekasi, dan Karawang.

    Kegiatan razia emisi untuk menanggulangi tingginya polusi udara di jakarta berlangsung sejak tanggal 21 Agustus 2023.

    Baca: Razia emisi tak hanya dilakukan ke kendaraan bermotor
     
    Tim ini, lanjut Rasio, bertugas mengawasi dan menindak sumber-sumber
    pencemaran tidak bergerak, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
    maupun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), industri, pembakaran sampah
    terbuka, limbah elektronik, dan lain sebagainya di wilayah Jabodetabek.

    Dari razia emisi ini KLHK telah menghentikan kegiatan empat perusahaan yang dinilai telah memicu polusi udara  

    Perusahaan-perusahaan tersebut kegiatannya terindikasi menyebabkan polusi
    udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
     
    “Kami fokus terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan polusi udara khususnya PM 2,5. Apabila dalam pengawasan ditemukan pelanggaran lain, maka kami juga melakukan penindakan,” ujar Rasio seperti dilansir Antaranews pada Rabu (23/08/2023).

    Baca: Bukan kendaraan bermotor ini biang kerok polusi udara di Jakarta
     
    Keempat perusahaan yang dinilai telah memicu polusi udara tersebut adalah PT Wahana Sumber Rezeki, PT Unitama Makmur Persada yang berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Utara;

    PT Maju Bersama Sejahtera di kawasan Cakung, Jakarta Timur; dan kegiatan dumping FABA dan cerobong PT Pindo Deli 3 yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
     
    Pada PT Wahana Sumber Rezeki dan PT Unitama Makmur Persada, Satuan
    Tugas (satgas) Pengendalian Pencemaran Udara Jabodetabek meyakini kedua
    perusahaan stockpile batubara itu selama menjalankan kegiatan tidak memiliki
    Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan
    (RPL) yang rinci.

    Sementara pada PT Maju Bersama Sejahtera, KLHK meyakini adanya pelanggaran mengenai tidak kesesuaian dokumen lingkungan dengan kondisi lapangan.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan, pemerintah diminta segera bertindak

    Sedangkan kegiatan dumping FABA dan cerobong PT Pindo Deli 3, KLHK menilai terjadi kesalahan dalam pemasangan lubang sampling yang tidak
    memenuhi ketentuan teknis.

    Pelanggaran itu berupa metode sampling tidak benar, lubang sampling tidak sesuai ketentuan, dan ada indikasi melakukan pengenceran.
     
    KLHK juga menyakini perusahaan pulp dan kertas itu memiliki kegiatan dumping limbah batu bara berupa FABA yang tidak memenuhi
    ketentuan standar teknis.
     
    “Tim kami sedang bekerja untuk meneliti satu per satu sumber-sumber emisi
    atau pencemar yang berpengaruh terhadap kualitas udara di Jabodetabek,” jelas
    Rasio.

    Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta
     
    KLHK juga berupaya mengurangi emisi dari sumber bergerak kendaraan
    bermotor.

    Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro mengajak masyarakat melakukan uji emisi kendaraan bermotor.

    Sebab, menurutnya salah satu sumber terbesar polusi udara di Jabodetabek saat ini berasal dari kendaraan bermotor.

    “Fasilitas uji emisi kendaraan bermotor sudah tersedia di sekitar 400 bengkel di DKI Jakarta. Bengkel-bengkel itu sudah tersedia sertifikasi dan terhubung langsung dengan sistem yang ada di DKI Jakarta dan
    KLHK,” urai Sigit.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Polusi Udara di Jakarta Masih Juara Dunia, Warga Diminta Mengenakan Masker Saat Berada di Luar Ruangan

    Polusi Udara di Jakarta Masih Juara Dunia, Warga Diminta Mengenakan Masker Saat Berada di Luar Ruangan

    7cloud.asia – Kualitas udara sebagai imbas polusi udara di Jakarta belum kunjung membaik.

    Jakarta masih tercatat sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia.

    Dipantau dari situs IQAir pada Rabu (23/8/2023) pukul 15.23 WIB kemarin, Jakarta menempati posisi pertama dengan indeks kualitas udara terburuk dengan indeks PM 2,5 sebesar 178. Ini artinya polusi udara di Jakarta masih tinggi.

    Baca: WFH tidak berdampak signifikan kurangi polusi udara di Jakarta

    Dengan status tersebut udara Jakarta masuk kategori tidak sehat, karena nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta 21.4 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.

    Sementara posisi kedua ditempati oleh Kuwait City dengan indeks kualitas udara
    163 dan urutan ketiga adalah Dubai dengan indeks kualitas udara 157.

    Dipantau pagi ini, kualitas udara Jakarta sedikit membaik dengan indeks PM 2,5 sebesar 162, dan berada di posisi kedua setelah Dubai yang indeks PMS 2,5 tercatat 166.

    Baca: Kebijakan WFH di Jakarta harus didukung dengan kebijakan lainnya

    Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Apalagi untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua.

    Jika memang harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau mengenakan masker saat berada di luar ruangan.

    Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.

    Baca: Pembatasan jumlah kendaraan sudah mendesak dilakukan

    Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela guna menghindari polusi udara
    dari luar.

    Terpisah, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR menyebut polusi udara di Jakarta ini mengancam kesehatan.

    Karena itu. ia mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara sangat tinggi seperti sekarang.

    Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    “Ini bisa jadi solusi murah, yakni masker kain ditambah filter untuk PM 2.5. Ini banyak di toko daring jual filter untuk PM 2.5 harganya Rp10 ribu,” ujar Agus dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (23/08/2023).

    Cara ini disebut sefektif menyaring 95 – 99 persen partikulat. Selain itu,
    masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta

    Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta

    7cloud.asia – Untuk mengurangi polusi udara di Jakarta, sejak Rabu (23/08/2023) Polda Metro Jaya mengerahkan 4 unit kendaraan water canon milik Brimob untuk menyemprot kedua sisi Jalan Jenderal Sudirman. 

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan
    penyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi udara di Jakarta.

    “Maka itu, Polri, khususnya Polda Metro Jaya, melakukan kesiapan dengan
    pengecekan kendaraan taktis water canon dan kemudian melakukan
    penyemprotan jalan protokol guna mengurangi dampak polusi udara di Jakarta,” jelas Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).

    Baca: Polusi udara di Jakarta masih tinggi, warga diimbau kenakan masker

    Selain di Jalan Jenderal Sudirman, penyemprotan juga dilakukan di sekitaran  Monas, dengan bekerjasama dengan dinas operasional Pemadam Kebakaran serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Polusi udara di Jakarta hingga kini memang belum sepenuhnya teratasi. Berbagai upaya dilakukan, namun kondisi udara di Jakarta masih buruk.

    Sebelumnya, BNPB juga telah mengupayakan teknologi modifikasi cuaca selama tiga hari untuk membilas polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang disebut sebagai biang polusi udara

    Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing yang diikuti daring di Jakarta, Senin (21/8/2023)
    mengatakan, TMC telah dilakukan di tanggal 19-21 Agustus.

    “Ada fase tertentu dimana minimal konsentrasi awan itu 30 persen, cukup untuk membuat hujan buatan. BNPB bersama BMKG, BRIN dan TNI-Polri, kita sudah
    mulai melakukan TMC,” jelas Abdul seperti dilansir dari Antaranews.

    Dalam rapat gabungan membahas cara meredam polusi udara, pada Selasa (15/8/2023) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan tiga opsi jangka pendek yang dapat ditempuh untuk menekan polusi udara di DKI Jakarta.

    Baca: Warga desak pemerintah juga lakukan razia emisi di kawasan industri

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, ketiga metode ini dapat menjadi alternatif pemerintah untuk mengatasi polusi udara yang kian parah.

    Pertama, teknologi modifikasi cuaca (TMC) Konvensional. TMC Konvensional itu bisa dilakukan tidak hanya di atas wilayah DKI Jakarta.

    Metode ini juga memungkinkan dilakukan di atas wilayah sekitar Jakarta, seperti di atas Bekasi, Kepulauan Seribu atau Tangerang untuk melindungi Jakarta dari polusi udara.

    Baca: Penggunaan batubara dituding sebagai sumber utama polusi udara di Jakarta

    Kedua, yakni dry ice yang sebelumnya pernah dilakukan di Thailand. Namun
    metode ini jarang dilakukan. Tapi, dry ice ini kemungkinan kecil dilakukan di Jakarta. 

    “Itu seperti menyebarkan batu-batu es,” jelas Isnawa 

    Ketiga, adalah dengan melakukan spraying atau  penyemprotan seperti yang pernah diterapkan di Beijing. Metode ini dilakukan dengan pesawat kecil, drone atau dari atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.

    Baca: Ini yang terjadi jika Jakarta sukses batasi kendaraan bermotor

    “Tapi ini belum. Mungkin nanti mau kita usulkan, mungkin bangunan-bangunan tinggi boleh juga tuh ada teknologi spraying ya supaya polutan-polutan itu bisa diredam,” urai Isnawa.

    Rapat yang digelar pada Selasa, 15/08/2023 tersebut diikuti Badan Riset dan
    Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Asisten Operasi TNI
    Angkatan Udara (Assops AU) dan Asisten Operasi (Assops) Panglima TNI.

    Rapat tersebut membahas musim kemarau yang mempengaruhi tingkat polusi udara di Jakarta. Jadi, perlu dilakukan modifikasi cuaca untuk memancing hujan.

    “Hasil rapat itu memang kendalanya kita lagi musim kemarau, jadi namanya
    gumpalan awan hujan itu sulit”, ujar Isnawa.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara Kota Depok Masih Sangat Tidak Sehat

    Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara Kota Depok Masih Sangat Tidak Sehat

    7cloud.asia – Polusi udara di sejumlah kota di Indonesia masih belum sepenuhnya teratasi.

    Tak hanya Jakarta, tercatat ada 10 kota dengan kualitas udara tidak sehat pada Jumat (25/8/2023) karena polusi udara yang sangat tinggi. 

    Baca: berbagai opsi jangka pendek untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Setelah kemarin sempat turun ke posisi ke-9 dengan indeks PM 2,5 tercatat sebesar 163 poin, hari ini polusi udara di Jakarta kembali memburuk sehingga kadar PM 2,5 naik menjadi 166.

    Kota Depok, Jawa Barat masih berada di peringkat pertama terkait polusi udara ini dengan kadar PM 2,5 tercatat sebesar 218 atau masuk kategori sangat tidak sehat. 

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang diduga biang polusi udara di Jakarta

    Berikut daftar 10 kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia seperti dilansir  IQAir pada pukul 09.13 waktu Indonesia barat.

    1. Kota Depok, Jawa Barat dengan kadar PM 2,5 sebesar 218

    2. South Tangerang, Banten (183)

    Baca: Razia emisi harusnya juga dilakukan di kawasan industri

    3. Jakarta, Jakarta (166)

    4. Kota Bandung, Jawa Barat (162)

    5. Kabupaten Serang, Banten (161)

    6. Karawang, Jawa Barat (159)

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak selesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta

    7 Kota Tangerang,  Banten (159)

    8. Pasarkemis, Jawa Barat (158)

    9. Cibinong, Jawa Barat (156)

    10. Cileungsie, Jawa Barat (155)

    Baca: Polusi udara di Jakarta parah, pembatasan kendaraan mendesak dilakukan