Aturan WFH tuk Atasi Polusi Udara Jakarta Harus Didukung Kebijakan Daerah Penyangga

Written by

in

7cloud.asia – Selain bekerja dari rumah atau WFH, pemerintah diminta memperbanyak langkah dalam mengatasi masalah polusi udara, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek)

Kebijakan WFH 50 persen bagi ASN DKI Jakarta sudah mulai diterapkan dalam upaya mengurangi polusi udara di Jabodetabek. 

 

Program WFH tidak berlaku bagi pegawai yang bekerja pada layanan langsung kepada masyarakat seperti RSUD, Puskesmas, Satpol PP, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan hingga Dinas Perhubungan. 

Kebijakan WFH diterapkan atasi polusi udara sekaligus untuk atasi kemacetan lalu lintas dalam rangka menyambut agenda internasional Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara ASEAN pada September 2023.

Baca: Pembatasan jumlah kendaraan bermotor sudah mendesak dilakukan

Ketua DPR, Puan Maharani berharap, uji coba WFH ini akan berdampak langsung bagi kualitas udara di Jakarta. 

Puan menilai program WFH di lingkungan ASN DKI Jakarta sejalan dengan upaya global untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan berkurangnya jumlah kendaraan yang beroperasi setiap hari, diharapkan emisi karbon juga berkurang.

WFH kini telah menjadi tren global seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Baca: Langkah yang ditempuh pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

“Pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi WFH di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Kita harapkan dengan kebijakan ini, akan mengurangi polisi udara di Jakarta,” papar Puan. 

Dengan adanya WFH, para ASN pun akan belajar tentang bagaimana manajemen waktu, penggunaan teknologi, dan kerja kolaboratif jarak jauh.

“Saya berharap, ini akan meningkatkan profesionalisme para pegawai pemerintah kita untuk menciptakan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ungkap Puan seperti dikutip Parlementaria, Senin (21/8/2023). 

Meski begitu, Puan menilai permasalahan polusi udara tidak bisa hanya dengan penerapan WFH. 

Baca: PLTU Batubara dituding sebagai sumber utam apolusi udara di Jakarta

Kebijakan pemberlakuan WFH bagi ASN DKI Jakarta demi mengurangi polusi udara harus dibarengi dengan berbagai pendekatan lain, yakni meminimalisir pergerakan kendaraan bermotor yang menjadi penyumbang emisi karbon.

Perlu berbagai upaya lain juga harus diprioritaskan termasuk dengan mengatur industri-industri nakal yang penyumbang polusi udara.

Cara lainnya adalah dengan memperbanyak promosi penggunaan transportasi umum seperti KRL, bus Transjakarta, LRT maupun MRT.

“Program WFH ASN yang sudah diinisiasi di DKI juga harus didukung dengan kebijakan dari kota-kota penyangga ibu kota, seperti dengan melakukan pengawasan ketat dan evaluasi  terhadap pabrik penyumbang polusi udara,” ujarnya.

Baca: Pemerintah juga diminta merazia industri pengguna batubara

Selain itu, Pemerintah perlu memperkuat edukasi dan sosialisasi ke pelaku industri untuk mendorong pemanfaatan sumber energi bersih seperti energi matahari dan angin untuk keperluan rumah tangga industri.

“Solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah polusi udara yang bisa dilakukan ialah memperkenalkan bahan bakar berkualitas lebih baik bagi peralatan industri guna mengurangi emisi polutan udara,” terang Puan. 

Puan juga mendorong  pemerintah membenahi transportasi umum yang menunjang masyarakat khususnya di kota-kota penyangga Jakarta.

Dengan begitu, kata Puan, ketertarikan untuk menggunakan kendaraan umum pun meningkat.

Baca: Butuh langkah ekstrem untuk atasi polusi udara yang sudah ekstrem

Pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi untuk memperbaiki akses transportasi di daerah penyangga Jakarta.

“Jadi subsidinya harusnya dialihkan saja untuk perbaikan transportasi terintegrasi ke permukiman-permukiman sampai ke wilayah pinggiran, sehingga orang mau beralih moda transportasi,” jelasnya.

Pemerintah perlu membuat terobosan lain agar masyarakat mulai melirik kendaraan berbasis listrik yang ramah lingkungan dan mulai meninggalkan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

“Insentif bagi kendaraan listrik yang semakin tinggi juga bisa menjadi salah satu alternatif solusi dari permasalahan polusi udara yang semakin memburuk khususnya di Jakarta,” tutup Puan. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *