7cloud.asia – Kualitas udara sebagai imbas polusi udara di Jakarta belum kunjung membaik.
Jakarta masih tercatat sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia.
Dipantau dari situs IQAir pada Rabu (23/8/2023) pukul 15.23 WIB kemarin, Jakarta menempati posisi pertama dengan indeks kualitas udara terburuk dengan indeks PM 2,5 sebesar 178. Ini artinya polusi udara di Jakarta masih tinggi.
Baca: WFH tidak berdampak signifikan kurangi polusi udara di Jakarta
Dengan status tersebut udara Jakarta masuk kategori tidak sehat, karena nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta 21.4 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.
Sementara posisi kedua ditempati oleh Kuwait City dengan indeks kualitas udara
163 dan urutan ketiga adalah Dubai dengan indeks kualitas udara 157.
Dipantau pagi ini, kualitas udara Jakarta sedikit membaik dengan indeks PM 2,5 sebesar 162, dan berada di posisi kedua setelah Dubai yang indeks PMS 2,5 tercatat 166.
Baca: Kebijakan WFH di Jakarta harus didukung dengan kebijakan lainnya
Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Apalagi untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua.
Jika memang harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau mengenakan masker saat berada di luar ruangan.
Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.
Baca: Pembatasan jumlah kendaraan sudah mendesak dilakukan
Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela guna menghindari polusi udara
dari luar.
Terpisah, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR menyebut polusi udara di Jakarta ini mengancam kesehatan.
Karena itu. ia mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara sangat tinggi seperti sekarang.
Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta
“Ini bisa jadi solusi murah, yakni masker kain ditambah filter untuk PM 2.5. Ini banyak di toko daring jual filter untuk PM 2.5 harganya Rp10 ribu,” ujar Agus dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (23/08/2023).
Cara ini disebut sefektif menyaring 95 – 99 persen partikulat. Selain itu,
masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply