Tag: transportasi publik

  • Kemenhub Berharap Pemda Bisa Mandiri Kelola Teman Bus

    Kemenhub Berharap Pemda Bisa Mandiri Kelola Teman Bus

    7cloud.asia – Kementerian Perhubungan berharap layanan Teman Bus tetap berjalan optimal setelah pengelolaannya diambil-alih pemerintah daerah atau Pemda masing-masing.

    Seperti diberitakan sebelumnya, pengelolaan Teman Bus di beberapa kota telah dialihkan ke pemerintah provinsi setempat, sejak Januari 2025.

    Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengalihan layanan Teman Bus kepada Pemda merupakan bagian dari perencanaan awal program pengembangan angkutan umum massal perkotaan berbasis jalan dengan skema Buy The Service (BTS).

    Pada program ini subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat bersifat stimulus dan dirancang untuk dilanjutkan secara mandiri oleh Pemda setelah lima tahun berjalan.

    Dudi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Pemda yang telah mengambil langkah maju dalam memastikan layanan transportasi massal tetap berjalan secara optimal.

    ”Ini menunjukkan komitmen dalam menyediakan transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh daerah lain yang masih dalam tahap transisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis Kamis (30/1/2025).

    Baca: Pengelolaan Teman Bus di Yogyakarta dan Bali

    Adapun nota kesepakatan antara Kemenhub dan Pemda terkait Perencanaan, Pembangunan, dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan memiliki jangka waktu pelaksanaan selama lima tahun, yakni sejak 2019 dan berakhir pada 2024.

    Dengan berakhirnya kesepakatan ini, pengelolaan angkutan umum perkotaan di beberapa daerah resmi beralih ke pemerintah daerah setempat.

    Sejumlah daerah telah berhasil mengambil alih layanan ini secara penuh, seperti Medan, Banjarmasin, dan Bandung, yang kini menyelenggarakan layanan angkutan perkotaan secara mandiri.

    Selain itu, beberapa daerah lain, seperti Surakarta, Surabaya, Palembang, dan Makassar, juga telah memulai proses pengambilalihan secara bertahap.

    Menurut Dudy, keberhasilan daerah dalam melanjutkan program ini tak lepas dari kesiapan anggaran serta komitmen daerah untuk menjadikan transportasi umum sebagai prioritas.

    Ia melihat daerah-daerah yang sudah mengambil alih program ini memiliki dukungan fiskal yang kuat dan perencanaan yang matang.

    Baca: Bus sekolah gratis untuk pelajar di seluruh wilayah Jakarta

    Pemprov Jawa Barat dengan APBD tahun 2024 sebesar Rp. 36,75 triliun dengan realisasi pajak kendaraan bermotor tahun 2023 sebesar Rp. 15 triliun.

    Begitu juga dengan Pemprov Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Medan yang telah menyiapkan anggaran untuk operasional transportasi umum secara berkelanjutan.

    “Hal ini menunjukkan langkah pemerintah daerah yang telah mengambil alih layanan Teman Bus di wilayahnya masing-masing, adalah bentuk komitmen mereka dalam penyelenggaraan transportasi publik yang berkelanjutan dan pro kepada rakyat,” katanya.

    Menhub Dudy juga menekankan pentingnya upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

    Dudy menekankan, keberlanjutan layanan ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa semakin nyaman menggunakan transportasi publik.

    ”Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam sosialisasi dan meningkatkan kualitas layanan,” tuturnya.

    Baca: Bus Rapit Transit yang ramah difabel di Jawa Tengah

  • Transportasi Publik yang Terintegrasi Kunci Terwujudnya Jakarta Menjadi Kota Global

    Transportasi Publik yang Terintegrasi Kunci Terwujudnya Jakarta Menjadi Kota Global

    7cloud.asia – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebut transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    Pentingnya transportasi publik di Jakarta ini diungkapkan Kepala Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bappeda DKI Jakarta Deftrianov dalam “Seminar Tantangan dan Peluang Daerah Khusus Jakarta” Senin (10/2/2025)

    “Ketika mau mengadakan konferensi global, bukan sekadar venue (tempat) tapi bagaimana dari bandara menuju venue atau dari venue menuju tempat-tempat lain di Jakarta. Makanya, transportasi publik menjadi mutlak harus dikembangkan,” katanya.

    Di antara enam indikator kota global berdasarkan Karakteristik Kota Global Bappeda DKI 2023. Terkoneksi secara intra dan interkota menjadi salah satunya.

    Di sinilah perlunya transportasi publik yang terintegrasi. Deftrianov mengungkapkan, Jakarta saat ini mengembangkan sistem transportasi publik yang terintegrasi.

    Berbagai moda transportasi publik di Jakarta seperti lintas raya terpadu (LRT), moda raya terpadu (MRT), Transjakarta, kereta rel listrik (KRL), dan Jaklingko saling terintegrasi.

    Baca: Butuh 20 tahun untuk rasakan dampak transformasi transportasi publik di sebuah kota

    Selain untuk memudahkan pergerakan manusia, hadirnya transportasi publik yang terintegrasi juga diharapkan membuat semakin banyak masyarakat mau menggunakan kendaraan umum.

    “MRT kita di fase 2, juga sudah memulai MRT menghubungkan Bekasi dan Tangerang. Mudah-mudahan konektivitas ini lebih bisa memperlancar pergerakan penumpang,” kata Deftrianov.

    Selain transportasi, lanjut dia, arus pergerakan barang tanpa kendala juga menjadi bagian yang diperlukan.

    “Kalau berbicara ekonomi juga harus memikirkan pergerakan barang. Pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Halim itu key point (poin kunci) dari sisi hub yang harus kita treatment (rawat) dengan baik. Karena di dalam perekonomian global, arus pergerakan barang, informasi itu menjadi mutlak,” jelas Deftrianov.

    Di sisi lain, lingkungan yang bersih, nyaman, serta berkelanjutan pun harus diwujudkan karena juga menjadi indikator lainnya kota global.

    Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta fokus dalam membangun ruang terbuka hijau (RTH) dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca: Transportasi publik berkualitas untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Sepanjang tahun 2024, misalnya, sebanyak 16 RTH telah dibangun. Upaya ini juga dilakukan mengingat perubahan iklim saat ini.

    Menurut dia, berbagai upaya mitigasi, adaptasi terhadap perubahan iklim ini mutlak harus dilakukan di dalam pembangunan Jakarta.

    Untuk mewujudkan indikator-indikator kota global tersebut, Deftrianov berpendapat Pemprov DKI tak bisa sendirian, tetapi membutuhkan sosok-sosok berbakat skala global.

    “Rasanya kalau hanya mengandalkan sumber daya dari Pemprov DKI tidak akan bisa. Jadi, memang Jakarta bagaimana caranya bisa mengundang key talent global guna mewujudkan Jakarta masuk top 20 kota global,” ujarnya.

    Merujuk Kearney’s Global City Index tahun 2023, posisi Jakarta di kancah global berada di peringkat 74 dari 156 kota.

    Sementara, berdasarkan Cities in Motion Indeks 2024, Jakarta ada di urutan ke-125 dari 183 kota.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

  • Makin Banyak Warga Beralih ke Transportasi Publik, Kemacetan di Jakarta Berkurang

    Makin Banyak Warga Beralih ke Transportasi Publik, Kemacetan di Jakarta Berkurang

    7cloud.asia – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan angka kemacetan Jakarta pada 2024 menurun karena banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik.

    Hal ini tak lepas dari terbangunnya moda transportasi publik yang terintegrasi secara bertahap di Jakarta, baik itu MRT, LRT, commuter line, TransJakarta hingga MikroTrans.

    “Kita tahu Transjakarta sempat mencapai 1,3 juta pelanggan per hari. Tertinggi selama tahun 2024, demikian pula halnya MRT. MRT sempat menyentuh angka 138 ribu pelanggannya, LRT Jabodebek juga,” kata Syafrin dikutip Antaranews.com Januari lalu.

    Dia menilai, turunnya angka kemacetan Jakarta merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk partisipasi dan peran aktif masyarakat untuk terus menggunakan layanan transportasi publik.

    Syafrin berharap jumlah warga Jakarta yang menggunakan transportasi umum terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

    Baca: Keberadaan transportasi publik di Jakarta makin lengkap dan terintegrasi

    Untuk menurunkan angka kemacetan Jakarta di tahun 2025 ini, kata dia, Dinas Perhubungan DKI juga akan memasifkan dan memperbaiki kinerja lalu lintas.

    Menurut data yang diunggah melalui Instagram @dishubdkijakarta, berdasarkan TomTom Traffic Index 2024, Jakarta meraih peringkat 90 dalam Indeks Kemacetan Dunia dan membaik 60 peringkat dari tahun 2023.

    Dari hasil rilis TomTom Traffic Index, peringkat Jakarta terkait dengan penanganan kemacetan selama tahun 2024 itu membaik 10 persen, tahun lalu 2023 di angka 53 persen kemacetan Jakarta.

    “Kemudian terakhir pada 2024 banyak turun menjadi 43 persen tingkat kemacetan,” jelas Syafrin.

    Untuk mencapai perubahan tersebut, Dishub DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya, seperti perluasan jangkauan angkutan umum, pemantauan arus lalu lintas, penertiban parkir liar

    Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan 55 persen warganya gunakan transportasi publik

    Dishub juga menyiagakan petugas di titik rentan kepadatan, penetapan tarif terintegrasi, dan penyediaan park and ride.

    Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebut transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024-2044 menargetkan 55 persen warga Jakarta menggunakan transportasi publik.

    Jika 55 persen penduduk dapat menggunakan transportasi publik ketika bepergian atau beraktivitas akan membuat kemacetan dan polusi udara lebih mudah dikendalikan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mendorong agar 70 persen penduduk di Jakarta dapat berkegiatan di simpul transportasi publik.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

  • Keberhasilan DKI Jakarta Menata Transportasi Publik Belum Diikuti Kesadaran Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

    Keberhasilan DKI Jakarta Menata Transportasi Publik Belum Diikuti Kesadaran Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

    7cloud.asia – Direktur Asia Tenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Gonggomtua Sitanggang, menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta telah mencatat sejumlah kemajuan signifikan dalam penataan lalu lintas dan transportasi publik dalam 10 tahun terakhir.

    Berbicara di acara Jakarta Urban Mobility Festival (JUMF) 2025 di Pasar Raya Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/4/2025), Gonggomtua memaparkan sejumlah kemajuan yang dicapai.

    Di antaranya adalah pembangunan 212 kilometer trotoar, 196,5 kilometer jalur sepeda, dan cakupan transportasi publik yang telah mencapai 78,4 persen wilayah kota (ITDP, 2022).

    Kebijakan Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas (MKLL) merupakan strategi jangka menengah hingga panjang untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara dari sektor transportasi.

    Gonggomtua menegaskan, perencanaan yang matang dan penerapan bertahap sangat diperlukan dalam penataan kota.

    ”Namun, langkah awal bisa dimulai dari memperkuat layanan transportasi publik yang inklusif dan terintegrasi secara kelembagaan, tarif, dan infrastruktur, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak,” jelas Gonggomtua.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Sementara itu, Duta Besar Inggris Dominic Jermey mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam lima tahun terakhir yang berhasil memperluas layanan transportasi publik dan membangun kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

    “Ini sangat mengesankan. Jakarta telah menyiapkan jalur pejalan kaki di 80 persen wilayahnya,” ujarnya.

    Dominic mengajak semua pihak bekerja sama untuk mewujudkan mobilitas yang berkelanjutan dan berkeadilan, dengan memprioritaskan masyarakat, bukan kendaraan

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa mengubah Jakarta menjadi lebih baik, tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus dimulai dari perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.

    Menurut Pramono Anung, acara seperti JUMF penting sebagai wadah edukasi, advokasi, dan keterlibatan publik dalam mendukung solusi transportasi berkelanjutan.

    “Harus ada perubahan mendasar, seperti mengubah cara pandang, karakter, dan kebiasaan masyarakat Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik. Di sisi lain, fasilitas juga harus diperbaiki,” ujarnya.

    Baca: Warga Jakarta dan sekitarnya masih enggan gunakan transportasi publik

    Seperti diberitakan sebelumnya, Pramono telah menginstruksikan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menggunakan angkutan umum sebagai moda utama setiap hari Rabu

    Hal ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal bagi Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

    “Kebijakan ini untuk mengubah cara pandang dan kebiasaan. Selain itu, kami akan menambah armada bus, khususnya bus listrik. Dengan langkah ini, secara bertahap jumlah kendaraan pribadi di jalanan akan berkurang,” jelasnya.

    Dalam kesempatan ini, Pramono menyampaikan apresiasi kepada (ITDP) dan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) melalui Kedutaan Besar Inggris di Jakarta atas kerja samanya dalam mendorong penggunaan transportasi publik.

    Ia berharap partisipasi publik semakin meningkat, termasuk dalam penyusunan strategi perencanaan demi mendukung sistem transportasi yang nyaman, cepat, aman, dan terjangkau.

    Selain edukasi dan pemahaman, yang paling penting adalah keseriusan kita dalam mengimplementasikan kebijakan yang berdampak.

    “Pemprov berkomitmen melakukan perubahan mendasar agar masyarakat percaya pada transportasi umum yang disediakan pemerintah,” tegasnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan 55 persen warga gunakan transportasi publik

  • Transportasi Hub Dukuh Atas Jadi Pijakan Jakarta Menuju Kota Global

    Transportasi Hub Dukuh Atas Jadi Pijakan Jakarta Menuju Kota Global

    7cloud.asia – Gedung Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta Pusat diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono anung pada Rabu (7/5/2025).

    Transport Hub Dukuh Atas merupakan simbol kolaborasi antara operator transportasi publik di Jakarta dan menjadi titik pertemuan serta integrasi kereta commuterline, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, BRT Transjakarta, dan kereta bandara.

    Sejak dikembangkan menjadi kawasan berorientasi transit, Dukuh Atas telah menjelma menjadi area dengan pola hidup baru. Masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan aman dan nyaman.

    Bahkan, kegiatan ekonomi bergeliat dan tumbuh dengan baik. Gaya hidup dan mobilitas perkotaan yang mengedepankan pejalan kaki terwujud dengan baik di area ini.

    Peresmian Transport Hub Dukuh Atas ini semakin mendekatkan target Pemprov DKi Jakarta masuk peringkat 50 besar kota global pada 2025.

    Baca: Integrasi transportasi publik di Jakarta

    Dilansir jakartamrt.co.id, gedung Transport Hub Dukuh Atas mulai dibangun pada 2022 dan rampung pada 2023.

    Terdiri dari 12 lantai, fungsi gedung Transport Hub Dukuh Atas bukan sekadar titik transit pengguna transportasi publik, tapi juga sebagai pusat interkoneksi dan aktivitas masyarakat.

    Lantai satu hingga empat merupakan area dengan berbagai retail sebagai pendukung gaya hidup masyarakat perkotaan, lantai lima hingga delapan sebagai area perkantoran, dan lantai sembilan hingga 12 sebagai hotel.

    Dengan luas sekitar 17 ribu meter persegi, pusat interkoneksi ini menjadi titik pertemuan dan integrasi berbagai moda transportasi publik di Dukuh Atas sekaligus sebagai simbol urban baru di Jakarta.

    Titik temu yang diharapkan menjadi ikon baru di Jakarta ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit Dukuh Atas yang mengusung tema Poros Transit Internasional dan Kolaborasi Gerak.

    Baca: Keberhasilan DKI Jakarta menata transportasi publik

    “Selain fasilitas dan layanan di gedung, area pejalan kaki di sekitar gedung pun telah menjadi salah satu pusat seni budaya melalui kegiatan musik live oleh teman-teman seniman di Jakarta,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.

    “Transit-oriented development pertama di Indonesia ini akan mewujudkan mimpi masyarakat urban Jakarta yang menginginkan tempat transit dekat, aman, nyaman, dan terjangkau, yang mendukung gaya hidup serta mobilitas masyarakat perkotaan,” pungkasnya.

    Selain transport hub, MRT Jakarta bersama anak perusahaan dan mitra kerjanya telah menghadirkan sarana dan prasarana pendukung pengembangan kawasan berorientasi transit di Dukuh Atas

    Jembatan penyeberangan multiguna yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas dan Stasiun KCI Sudirman, Terowongan Kendal, trotoar Jalan Blora – Kendal, revitalisasi Taman Kudus, pelebaran dan penataan Jalan Pati – Juana, dan penataan kawasan Promenade Karet.

    Perbaikan transportasi publik massal yang sedang dikerjakan harus terus berlanjut. Dan, ini menjadi misi tanpa henti dari MRT Jakarta.

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

     

  • Kartu JakMob Dukung Pengembangan Transportasi Publik yang Terintegrasi di Jakarta

    Kartu JakMob Dukung Pengembangan Transportasi Publik yang Terintegrasi di Jakarta

    7cloud.asia – Bank DKI menerbitkan Kartu Jakarta Mobilitas Bebas Akses atau JakMob yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik mulai dari Transjakarta, MikroTrans (Jaklingko), LRT, MRT, hingga Commuter Line atau KRL.

    Kartu JakMob ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemprov DKI Jakarta yang memberikan layanan transportasi publik gratis kepada 15 golongan warga Jakarta.

    Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo mengatakan, peluncuran kartu JakMob ini merupakan wujud komitmen untuk mendukung inklusi sosial dan mobilitas masyarakat Jakarta melalui layanan keuangan yang terintegrasi dengan transportasi publik.

    Menurutnya, akses transportasi yang merata dan terjangkau bagi semua kelompok masyarakat akan membuka peluang ekonomi dan sosial yang lebih luas.

    “Bank DKI berkomitmen untuk terus mendukung layanan publik yang memudahkan kehidupan wargavJakarta, terutama mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

    Baca: Keberhasilan DKI Jakarta menata transportasi publik

    Ia menyampaikan, Kartu Layanan Gratis ini dapat digunakan untuk naik Transjakarta secara non-tunai dan akan terhubung dengan sistem tiket elektronik milik PT Transportasi Jakarta.

    Selain mendukung mobilitas, kartu JakMob juga diharapkan mendorong literasi keuangan digital, mengingat data kependudukan dan status penerima manfaat telah terintegrasi secara sistematis.

    “Peluncuran ini sekaligus menunjukkan sinergi antara sektor perbankan dan transportasi publik dalam membangun Jakarta sebagai kota global,” katanya.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi berharap, kartu JakMob dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga Jakarta khususnya 15 golongan masyarakat penerima layanan transportasi umum gratis.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Adapun 15 golongan masyarakat berhak mendapatkan layanan transportasi umum gratis adalah Aparatur Sipil Negara Pemprov DKI Jakarta, pensiunan ASN, tenaga kontrak Pemprov DKI Jakarta, siswa penerima KJP Plus, penghuni Rusunawa, dan Tim Penggerak PKK atau Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

    Selanjutnya, buruh bergaji setara UMP, lanjut usia 60 tahun ke atas (lansia), penyandang disabilitas, anggota veteran, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera, penduduk pemilik KTP Kepulauan Seribu, pengurus masjid, guru PAUD, dan anggota TNI/Polri.

    Selain menggunakan kartu JakMob untuk pembayaran dengan cara tap-in, 15 golongan itu juga dapat menggunakan aplikasi JakLingko. Artinya, saat kartu tertinggal, mereka masih dapat memanfaatkan fasilitas gratis naik transportasi publik menggunakan telepon genggam.

    Kartu JakMob berlaku selama enam bulan. Begitu masa berlaku habis, mereka bisa mengajukan perpanjangan lewat aplikasi.

    Baca: DKI Jakarta targetkan 55 persen warganya gunakan transportasi publik

  • BRT Bandung Raya Jadi Titik Awal Penataan Transportasi Publik di Kota Bandung

    BRT Bandung Raya Jadi Titik Awal Penataan Transportasi Publik di Kota Bandung

    7cloud.asia – Penataan transportasi publik menjadi isu strategis yang terus menjadi perhatian DPRD Kota Bandung.

    Dalam program Parlemen Talks pada Selasa (27/5/2025) di studio Radio Sonata, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menceritakan bagaimana kondisi transportasi publik di Kota Bandung yang belum berubah signifikan.

    “Transportasi publik kita tidak cukup mengalami perubahan berarti. Padahal, solusi kemacetan di Kota Bandung yang paling efektif adalah dengan memperbaiki sistem transportasi publik,” katanya.

    Rendiana mendorong agar transformasi transportasi publik di Bandung tidak hanya menjadi agenda perubahan bertahap, tetapi harus direvolusi secara sistemik.

    Salah satu program yang tengah didorong adalah penerapan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang dinilai mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi publik.

    Baca: Transportasi Online akan diatur dalam Undang-undang tersendiri

    “BRT ini harus jadi tulang punggung transportasi publik di Bandung. Tapi jangan lupa, perlu ada feeder yang menjangkau blank spot. Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin masyarakat akan lebih memilih naik transportasi publik,” ujarnya.

    Ia juga menyinggung pentingnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipenuhi oleh operator transportasi publik, mencakup aspek ketepatan waktu, kenyamanan, dan keterjangkauan.

    Selain itu, DPRD juga berkomitmen dalam dukungan penganggaran, termasuk alokasi dana subsidi layanan publik (PSO) senilai Rp56 miliar pada tahun 2026.

    Sementara itu, Plt Sekretaris Dishub Kota Bandung, Asep Kurnia menjelaskan, kemacetan di Kota Bandung merupakan permasalahan lintas wilayah yang melibatkan kawasan Bandung Raya. Oleh karena itu, BRT Bandung Raya diharapkan menjadi solusi kolektif yang terintegrasi.

    “BRT atau Bus Rapid Transit ini mirip dengan TransJakarta, dengan jalur khusus (dedicated lane) sepanjang 21 km di Kota Bandung. Jalur ini akan menghubungkan berbagai titik strategis, dari Jalan Jakarta, Sudirman, Tegalega, hingga Alun-Alun dan kembali ke timur,” paparnya.

    Baca: Kurangi polusi udara dengan naik transportasi publik

    Ia menambahkan, untuk memenuhi standar layanan minimal, beberapa ruas jalan akan direkayasa, agar dapat digunakan sebagai jalur khusus BRT.

    “BRT ini bukan hanya soal kendaraan, tapi soal keberpihakan pada masa depan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ungkap Asep.

    DPRD dan Pemerintah Kota Bandung pun sepakat bahwa masa depan transportasi publik yang inklusif harus melibatkan kolaborasi seluruh pihak: pemerintah, legislatif, dan masyarakat.

    “Diharapkan, hadirnya BRT Bandung Raya menjadi titik balik transformasi sistem transportasi yang berkelanjutan di Kota Bandung,” pungkasnya.

  • Lewat Kampanye #GerakLebihBersih Warga Jakarta Diajak Beralih ke Transportasi Publik

    Lewat Kampanye #GerakLebihBersih Warga Jakarta Diajak Beralih ke Transportasi Publik

    7cloud.asia – Menyambut puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) pada 21 Juni mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak warga mengikuti kampanye #GerakLebihBersih dengan beralih ke transportasi publik

    Kampanye #GerakLebihBersih ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Clean Air Asia (CAA) dan Breathe Jakarta sebagai upaya mengurangi emisi polutan udara melalui perubahan mobilisasi yang bersih dan ramah lingkungan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, aktivasi #GerakLebihBersih tersebut selaras dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal Bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap hari Rabu.

    Ia menyampaikan, kampanye #GerakLebihBersih ini menjadi langkah konkret dalam mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan karena tingginya emisi PM 2.5 yang berasal dari mobilitas sehari-hari yang masih belum bersih.

    “Dengan membiasakan menggunakan transportasi publik, berjalan kaki, maupun bersepeda bagi warga Jakarta atau warga komuter yang beraktifitas di Jakarta,” ujarnya, Senin (2/6/2025).

    Baca: Jakarta membangun ketahanan iklim dengan membenahi transportasi publik

    Asep menyampaikan, kampanye ini berlangsung selama 14 hari, mulai dari 7 sampai 20 Juni 2025. Warga Jakarta yang ingin mengikuti tantangan ini dapat mendaftar melalui website udarakitabersih.id menggunakan email pribadi.

    Setelah itu, peserta diminta mengisi formulir harian berisi data jenis kendaraan yang digunakan, jenis bahan bakar, jarak tempuh, dan mengunggah bukti berupa foto atau screenshot jarak tempuh di maps.

    “Peserta yang menggunakan sepeda atau berjalan kaki pun bisa ikut serta. Pastikan fitur save timeline di maps aktif sebagai bukti perjalanan, sehingga dapat dihitung estimasi PM 2.5 dari aktivitas mobilitas selama kampanye berlangsung,” katanya.

    Asep menjelaskan, pemenang tantangan ini akan dibagi menjadi empat kategori, yakni Pejuang Emisi Rendah Teraktif yang diberikan kepada peserta dengan jejak emisi PM 2.5 paling rendah dan frekuensi terbanyak selama 14 hari.

    Baca: Pembatasan kendaraan bermotor mendesak dilakukan untuk atasi polusi udara Jakarta

    Ada juga Pengguna Transportasi Publik Teraktif untuk peserta yang konsisten menggunakan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.

    Selain itu, kategori Paling Konsisten Nol-Emisi bagi peserta yang paling konsisten menerapkan gaya hidup zero emission selama periode tantangan menghindari kendaraan bermotor sepenuhnya.

    Terakhir, kategori ASN Pejuang Gerakan Hijau Teraktif diberikan kepada peserta ASN yang paling konsisten submit setelah adanya instruksi dari Gubernur dalam penggunaan angkutan umum massal tersebut.

    Asep mengajak seluruh warga Jakarta, warga komuter dan pegawai Pemprov DKI Jakarta untuk berpartisipasi dalam kampanye tersebut, sehingga tantangan ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong kebiasaan menuju penggunaan transportasi rendah emisi.

    “Semakin banyak lagi warga yang berkontribusi mewujudkan kualitas udara yang lebih bersih dan sehat bagi Kota Jakarta,” tandasnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta akan gratiskan transportasi publik di hari-hari besar

  • Kebijakan Jalan Berbayar atau ERP Masih Dikaji, Pendapatannya Akan Digunakan untuk Subsidi Transportasi Publik

    Kebijakan Jalan Berbayar atau ERP Masih Dikaji, Pendapatannya Akan Digunakan untuk Subsidi Transportasi Publik

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan rencananya untuk menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik di Jakarta.

    Penerapan kebijakan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) menjadi salah satu alternatif pilihan untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor di Jakarta yang hingga kini masih dalam tahap kajian.

    Pramono Anung mengatakan, seluruh pendapatan dari penerapan ERP ini akan dialokasikan untuk subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Hal ini disampaikan Pramono dalam acara Leaders Forum: Unlocking Investments For Jakarta’s Transformation to Top #50 Global City by 2030 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pekan lalu

    Ia menekankan, kebijakan ini bertujuan memastikan manfaat ERP dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang kesulitan mengakses transportasi publik yang terjangkau.

    “Tapi suatu hari, bukan sekarang ya, ERP-nya saya mau pasang. Gak apa-apa, bayar semua ERP. Parkir, bayar semua,” imbuhnya.

    Baca: Transisi ke transportasi publik akan kurangi kemacetan di Jakarta

    Bagi warga yang tidak mampu sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara, dan hasil dari ERP sepenuhnya akan saya gunakan untuk memberikan subsidi kepada 15 golongan,” kata Pramono.

    Penerapan ERP juga merupakan upaya untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Pramono menilai, masalah kemacetan sebagian besar disebabkan oleh keengganan masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

    Karena itu, ia menilai perlunya membenahi transportasi umum dan adanya kebijakan yang mewajibkan masyarakatnya untuk menggunakan transportasi publik.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri telah menerapkan kebijakan wajib bagi ASN untuk menggunakan transportasi publik setiap Rabu.

    “Setiap hari Rabu saya wajibkan seluruh ASN di Jakarta untuk naik transportasi umum. Apa hasilnya? Dulu ketika awal-awal saya tahu pasti saya diprotes. Tapi kepada 15 golongan kan saya gratis kan. Termasuk ASN dari mana aja, mau ke sini gratis,” ucap Pramono.

    Meski sempat menuai protes di awal, kebijakan ini menunjukkan hasil positif dengan adanya peningkatan signifikan penggunaan transportasi umum oleh ASN yang mencapai 98 persen.

    Baca: Transportasi publik di Jakarta makin lengkap dan terintegrasi

    Pramono menambahkan, layanan gratis Transjabodetabek juga diberlakukan terhadap 15 golongan masyarakat baik Jakarta maupun luar Jakarta.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan memperluas jangkauan transportasi publik dengan membuka tujuh rute baru Transjabodetabek. Sehingga warga dari daerah penyangga bisa memiliki pilihan transportasi yang nyaman dan terjangkau.

    Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo menambahkan, pihaknya masih mengkaji penerapan ERP, khususnya untuk melihat kesiapan fasilitas transportasi publik di Jakarta.

    Dalam menerapkan ERP, Pemprov DKI Jakarta akan mempertimbangkan masukan dan aspirasi dari komunitas transportasi dan masyarakat.

    Kajian penerapan ERP yang sedang dilakukan bertujuan untuk mengurai titik-titik kemacetan di Jakarta dengan cara memindahkan pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi publik.

    Baca: DKI Jakarta targetkan 55 persen warga gunakan transportasi publik

    “Oleh karena itu, kami memastikan kesiapan layanan dan infrastruktur transportasi publik di Jakarta,” terang Syafrin beberapa waktu lalu

    “Kami juga secara rutin menyosialisasikan kajian penerapan ERP ini kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat termasuk komunitas transportasi, seperti asosiasi angkutan online untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan jika kebijakan ERP ini diterapkan,” tambah Syafrin.

    Dalam satu tahun (2018-2019), BPS DKI Jakarta mencatat, jumlah kendaraan bermotor, seperti sepeda motor di Jakarta bertambah sekitar 5,3 persen.

    Jika tidak dilakukan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor, tidak menutup kemungkinan semakin tinggi tingkat kemacetan yang mengakibatkan semakin meningkatnya polusi udara di Jakarta.

    Penerapan ERP merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi polusi udara, meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di Jakarta.

    Baca: Tarif parkir di kawasan ini mencapai Rp 60.000 per jam

  • DPRD Ingatkan Koneksi Jalur TransJabodetabek dengan Pemukiman Padat

    DPRD Ingatkan Koneksi Jalur TransJabodetabek dengan Pemukiman Padat

    7cloud.asia – Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mendukung, perluasan rute Transjabodetabek ke sejumlah daerah penyangga.

    Wahyu juga menekankan pentingnya memperluas konektivitas layanan transportasi publik hingga ke permukiman padat penduduk di Jakarta.

    Menurutnya, akses dari gang-gang menuju rute utama Transjabodetabek harus menjadi perhatian, agar warga lebih mudah menggunakan transportasi publik.

    “Jangan sampai yang di daerah penyangga terkoneksi, tapi yang di dekat rumah kita dari gang-gang itu tidak terkoneksi,” ujarnya Senin (30/6/2025) dikutip dari jakarta.go.id.

    Baca: TransJakarta terus menambah armada bus listrik

    Dia berharap, kebijakan ini bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, sehingga dapat menurunkan tingkat kemacetan dan polusi udara di ibu kota.

    Dalam pernyataannya, Wahyu menekankan pentingnya dilakukan evaluasi terhadap apa yang sudah berjalan, dengan terkoneksinya TransJabodetabek hingga Tangerang, Deok, Bogor dan Bekasi.

    “Dievaluasi berapa antusias pengguna transportasi itu terhadap dengan integrasinya transportasi tersebut,” ujarnya,

    Wahyu berharap, dampak dari perluasan layanan Transjabodetabek mampu menekan volume kendaraan dan kepadatan lalu lintas di Jakarta.

    Baca: Layanan Transjabodetabek akan diperluas

    “Jadi kita lihat apakah beriringan juga dengan volume kendaraan. Kalau ini benar-benar turun berarti itu berhasil. Memang pasti kita dukung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, hingga saat ini DPRD DKI Jakarta belum membahas mengenai besaran subsidi yang dibutuhkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung perluasan layanan Transjabodetabek.

    “Kita akan lihat berapa besaran biaya subsidi yang dibutuhkan dengan adanya perluasan cakupan layanan transportasi di Transjabodetabek,” tandasnya.

    Saat ini TransJabodetabek melayani 14 koridor utama yang melayani total lebih dari 240 rute, termasuk ke wilayah Jabodetabek.