Keberhasilan DKI Jakarta Menata Transportasi Publik Belum Diikuti Kesadaran Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Written by

in

7cloud.asia – Direktur Asia Tenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Gonggomtua Sitanggang, menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta telah mencatat sejumlah kemajuan signifikan dalam penataan lalu lintas dan transportasi publik dalam 10 tahun terakhir.

Berbicara di acara Jakarta Urban Mobility Festival (JUMF) 2025 di Pasar Raya Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/4/2025), Gonggomtua memaparkan sejumlah kemajuan yang dicapai.

Di antaranya adalah pembangunan 212 kilometer trotoar, 196,5 kilometer jalur sepeda, dan cakupan transportasi publik yang telah mencapai 78,4 persen wilayah kota (ITDP, 2022).

Kebijakan Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas (MKLL) merupakan strategi jangka menengah hingga panjang untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara dari sektor transportasi.

Gonggomtua menegaskan, perencanaan yang matang dan penerapan bertahap sangat diperlukan dalam penataan kota.

”Namun, langkah awal bisa dimulai dari memperkuat layanan transportasi publik yang inklusif dan terintegrasi secara kelembagaan, tarif, dan infrastruktur, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak,” jelas Gonggomtua.

Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

Sementara itu, Duta Besar Inggris Dominic Jermey mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam lima tahun terakhir yang berhasil memperluas layanan transportasi publik dan membangun kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

“Ini sangat mengesankan. Jakarta telah menyiapkan jalur pejalan kaki di 80 persen wilayahnya,” ujarnya.

Dominic mengajak semua pihak bekerja sama untuk mewujudkan mobilitas yang berkelanjutan dan berkeadilan, dengan memprioritaskan masyarakat, bukan kendaraan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa mengubah Jakarta menjadi lebih baik, tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus dimulai dari perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.

Menurut Pramono Anung, acara seperti JUMF penting sebagai wadah edukasi, advokasi, dan keterlibatan publik dalam mendukung solusi transportasi berkelanjutan.

“Harus ada perubahan mendasar, seperti mengubah cara pandang, karakter, dan kebiasaan masyarakat Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik. Di sisi lain, fasilitas juga harus diperbaiki,” ujarnya.

Baca: Warga Jakarta dan sekitarnya masih enggan gunakan transportasi publik

Seperti diberitakan sebelumnya, Pramono telah menginstruksikan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menggunakan angkutan umum sebagai moda utama setiap hari Rabu

Hal ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal bagi Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Kebijakan ini untuk mengubah cara pandang dan kebiasaan. Selain itu, kami akan menambah armada bus, khususnya bus listrik. Dengan langkah ini, secara bertahap jumlah kendaraan pribadi di jalanan akan berkurang,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Pramono menyampaikan apresiasi kepada (ITDP) dan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) melalui Kedutaan Besar Inggris di Jakarta atas kerja samanya dalam mendorong penggunaan transportasi publik.

Ia berharap partisipasi publik semakin meningkat, termasuk dalam penyusunan strategi perencanaan demi mendukung sistem transportasi yang nyaman, cepat, aman, dan terjangkau.

Selain edukasi dan pemahaman, yang paling penting adalah keseriusan kita dalam mengimplementasikan kebijakan yang berdampak.

“Pemprov berkomitmen melakukan perubahan mendasar agar masyarakat percaya pada transportasi umum yang disediakan pemerintah,” tegasnya.

Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan 55 persen warga gunakan transportasi publik

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *