Tag: lingkungan

  • Jokowi Buka Keran Ekspor Pasir Laut, Singapura Bakal Diuntungkan?

    Jokowi Buka Keran Ekspor Pasir Laut, Singapura Bakal Diuntungkan?

    7cloud.asia – Pemerintahan Jokowi melalui Kementerian Perdagangan (Kemendagri) kembali membuka keran ekspor pasir laut.

    Pembukaan keran ekspor pasir laut diteken Jokowi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan lantas menerbitkan aturan turunannya, yakni Permendag Nomor 20 Tahun 2024 dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024.

    Kedua Permendag ini menandai resmi dibukanya kembali kran ekspor pasir laut yang menuai kontroversi di penghujung masa kepemimpinan Jokowi.

    Jokowi mengizinkan ekspor pasir laut dengan dalih pembersihan atau pengendalian sedimentasi. Klaim pemerintah, pasir bisa dijual ke luar negeri asalkan kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi.

    Dilansir Kompas.com, Sebelum ekspor pasir laut dilarang di era Presiden Megawati, Indonesia menjadi pemasok utama pasir laut Singapura untuk perluasan lahan melalui reklamasi.

    Baca: Meski menuai kritik Jokowi tetap buka keran ekspor pasir laut

    Sejak 1976 hingga 2002, pasir laut dari perairan Kepri dikeruk untuk mereklamasi Singapura. Volume ekspor pasir ke Singapura sekitar 250 juta meter kubik per tahun.

    Dilansir Tempo.co, Manajer Kampanye Pesisir Laut dan Pulau Kecil Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Parid Ridwanuddin mengatakan ekspor pasir laut ke Singapura mengakibatkan luas daratan Singapura bertambah, sementara sejumlah pulau kecil di Indonesia tenggelam.

    Parid mengatakan terdapat 26 pulau kecil di Indonesia tenggelam karena dampak penambangan pasir laut. Ia menyebutkan 26 pulau kecil itu berada di wilayah Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, hingga Jakarta.

    Sebelumnya, Malaysia juga sudah menghentikan pasokan pasir laut atau galian C ini ke Singapura sehingga membuat negeri pulau itu kalang kabut. Tanpa pasir impor, kelanjutan fase berikutnya mega proyek pelabuhan Tuas bakal mangkrak.

    Setelah dilarang Megawati, pasir-pasir dari Indonesia sebenarnya masih kerap dikapalkan ke Singapura, namun secara ilegal. Larangan ini dilanjutkan di masa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut mengancam ekosistem pesisir

    Kementerian Luar Negeri Singapura sempat mengungkapkan kekecewannya terhadap larangan ekspor pasir laut ini dan menuding Indonesia menggunakan kebijakan ini untuk menekan negara itu agar bersedia melakukan kesepakatan ekstradisi.

    Namun Indonesia menyebut, kebijakan ini semata dilandasi oleh alasan menjaga kelestarian lingkungan.

    Dengan ditekennya Permendag soal ekspor pasir laut ini, Parid Ridwanuddin menilai pemerintah hanya ingin mencari keuntungan untuk jangka pendek.

    Menurut dia, regulasi itu akan menimbulkan kerugian yang cukup besar di berbagai wilayah Indonesia yang terkena dampak penambangan pasir laut.

    “Nah ini problem-nya karena ngebet mau nyari duit, ingin cari uang yang sifatnya cepat dan jangka pendek dibuatlah regulasi semacam ini gitu. Nah, kalau misalnya kerugian, tentu, kita itu udah rugi banyak,” kata Parid dikutip Tempo.co, Minggu (15/9/2024).

  • 15 Hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Menghadang Krisis Iklim (1)

    15 Hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Menghadang Krisis Iklim (1)

    7cloud.asia – Krisis iklim dapat membuat banyak orang merasa tidak berdaya, seolah-olah tidak ada yang dapat mereka lakukan pada tingkat individu untuk berkontribusi melakukan perubahan.

    Namun, tahukah Anda bahwa perubahan perilaku akan sangat membantu dalam peralihan menuju masyarakat yang lebih ramah lingkungan sehingga mengurangi dampak krisis iklim.

    Menerapkan kebiasaan kecil ke dalam kehidupan sehari-hari akan membantu Anda menjalani gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Perubahan kecil jika dilakukan bersama-sama oleh banyak orang juga akan mendorong perubahan yang lebih baik bagi planet Bumi.

    Apa saja yang bisa dilakukan untuk berkontribusi bagi kelestarian lingkungan? Berikut beberapa di antaranya sebagaimana dilansir earth.org

    1. Bersuara
    Penting untuk menyuarakan kekhawatiran Anda tentang kelestarian lingkungan atau aktivitas manusia yang berbahaya dan dapat menghancurkan planet kita.

    Jadilah aktivis lingkungan dengan mendiskusikan topik-topik terkait iklim dengan teman, keluarga, tetangga Anda, komunitas lokal atau bahkan barista Anda- kapan pun, di mana pun, dan siapa pun.

    Menjadikan krisis iklim sebagai pusat perhatian akan membantu orang-orang di sekitar Anda menjadi lebih sadar akan masalah lingkungan yang dihadapi saat ini. Jadikan krisis iklim menjadi topik yang sering dibicarakan.

    2. Selalu perbarui informasi
    Sadar lingkungan dan berpengetahuan luas tentang masalah-masalah terkini yang berkaitan dengan iklim.

    Saat ini kita memiliki akses ke berbagai outlet berita dalam genggaman. Untuk mereka yang cukup umur, pasti sadar bahwa belum pernah semudah ini untuk terus mendapatkan berita terkini tentang krisis iklim.

    Mengikuti perkembangan terkini akan membantu Anda menjadi lebih sadar akan kebiasaan sehari-hari Anda, dan akan menginspirasi orang lain di sekitar Anda untuk menerapkan perubahan kecil untuk membantu planet Bumi menjadi lebih baik.

    3. Bijaksana saat bepergian
    Salah satu cara yang paling diabaikan namun efektif untuk menjadi lebih ramah lingkungan adalah melalui perjalanan yang ramah lingkungan.

    Saat merencanakan rute Anda, pertimbangkan apakah Anda dapat mencapainya dengan berjalan kaki atau bersepeda.

    Apakah harus naik kendaraan bermotor? Apakah jarak perjalanan cukup pendek untuk menghindari emisi karbon yang tidak perlu?

    Jika berjalan kaki atau bersepeda tidak memungkinkan, mungkin pertimbangkan untuk menggunakan transportasi umum.

    Pergi berlibur? Penerbangan pulang pergi jarak pendek dapat menyumbang 10 persen emisi karbon tahunan Anda.

    Pertimbangkan untuk memilih staycation domestik, bepergian ke tujuan yang lebih dekat dengan rumah, atau menjelajahi sarana transportasi lain selain penerbangan, seperti dengan kereta api atau bus.

    Saat bepergian ke luar negeri, praktikkan etika etis. Hindari mendukung perusahaan atau merek yang tidak beroperasi secara ramah lingkungan, mengunjungi tempat wisata yang ramah lingkungan dan/atau mendukung proyek konservasi lokal.

    Memberikan informasi mengenai hal-hal yang dianggap etis dan tidak ramah lingkungan di destinasi liburan Anda akan membantu memediasi dampak iklim dan karbon Anda.

    Perubahan kecil ini tidak perlu merusak liburan Anda – Anda tetap bersenang-senang, dan Anda juga dapat membantu planet ini.

    4. Mengkonsumsi secara berkelanjutan
    Tradisi dan budaya memungkinkan kita untuk membenarkan dan menerima produk hewani.

    Namun, berkat inovasi teknologi dan otomatisasi, masyarakat kini diberkahi dengan banyaknya alternatif nabati yang rasanya mirip dengan daging.

    Produk-produk tersebut tidak hanya menyelamatkan nyawa hewan yang tidak bersalah tapi juga mengurangi sumber besar gas rumah kaca.

    Produksi pangan merupakan pendorong utama kepunahan satwa liar. Faktanya, apa yang kita makan kemungkinan besar menyebabkan hampir 60 persen hilangnya keanekaragaman hayati global dan menyumbang sekitar seperempat emisi gas rumah kaca global.

    Peternakan hewan untuk diambil daging dan susunya memerlukan ruang dan sumber daya, seperti air dan pakan dalam jumlah besar.

    Salah satu penyebab terbesar hilangnya hutan adalah transformasi lahan untuk peternakan. Produk hewani berkontribusi terhadap produksi karbon dioksida yang lebih besar dibandingkan tanaman dan produk nabati.

    Memasukkan lebih banyak sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan ke dalam makanan Anda, serta membatasi jumlah konsumsi daging dan susu, akan membantu mengatasi masalah ini.

    Selain itu, produk nabati cenderung lebih murah, sehingga akan menghemat tagihan makanan mingguan Anda. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan!

    5. Kurangi penggunaan plastik
    Plastik sekali pakai menjadi ancaman terbesar terhadap lingkungan. Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya.

    Dan, faktanya lebih dari 90 persen plastik berakhir di tempat pembuangan sampah, laut, atau dibuang begitu saja.

    Saat memesan makanan untuk dibawa pulang, pertimbangkan untuk menggunakan wadah sendiri yang dapat digunakan kembali. Pergi untuk minum kopi? Bawalah mug atau termos portabel Anda sendiri.

    Pergi berbelanja? Bawalah tas belanja yang dapat digunakan kembali. Pilihlah produk yang dapat digunakan kembali daripada plastik sekali pakai untuk membatasi konsumsi plastik Anda.

    Menjadi lebih sadar akan kebiasaan konsumsi pasti akan membantu Anda membantu planet ini.

  • 15 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Menghadang Krisis Iklim: Pilih Pemimpin Pro Lingkungan (2)

    15 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Menghadang Krisis Iklim: Pilih Pemimpin Pro Lingkungan (2)

    7cloud.asia – Krisis iklim membuat banyak orang merasa tidak berdaya, seolah-olah tidak ada yang dapat mereka lakukan pada tingkat individu untuk berkontribusi melakukan perubahan.

    Namun, tahukah Anda bahwa perubahan perilaku akan sangat membantu dalam peralihan menuju masyarakat yang lebih ramah lingkungan sehingga mengurangi dampak krisis iklim?

    Menerapkan kebiasaan kecil ke dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong orang menjalani gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Perubahan kecil yang lebih ramah lingkungan jika dilakukan bersama-sama oleh banyak orang akan berdampak signifikan bagi perubahan yang lebih baik bagi planet Bumi.

    Baca: 15 yang dapat dilakukan untuk menghadang krisis iklim 1

    Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadang krisis iklim, seperti dilansir earth.org:

    6. Kampanye di media sosial
    Media sosial dapat digunakan lebih dari sekadar alat untuk berbagi kehidupan pribadi Anda. Ambil inspirasi dari Leonardo DiCaprio dan posting di Instagram tentang krisis iklim.

    Bagikan tautan ke artikel berita untuk mendidik orang lain, atau ikuti badan amal dan organisasi lingkungan untuk membantu meningkatkan jangkauan audiens mereka.

    7. Donasi atau menjadi relawan
    Menyumbang ke organisasi lingkungan membantu mendanai proyek-proyek untuk melawan krisis iklim dan mengatasi penyebab kerusakan lingkungan.

    Ada banyak cara untuk berdonasi selain memberi uang. Anda dapat mengadakan penggalangan dana ulang tahun, mendapatkan sponsor untuk mengadakan perlombaan amal, mengadakan penjualan kue, atau menandatangani petisi – daftarnya tidak ada habisnya.

    Baca: Ciri produk ramah lingkungan

     

    8. Pilih pemimpin dan wakil rakyat yang pro lingkungan
    Setiap orang yang berusia di atas 18 tahun berhak untuk memilih. Pilih kandidat yang menjadikan lingkungan sebagai prioritas (jika itu adalah cara Anda mengidentifikasi secara politik).

    Politisi harus bertanggung jawab atas tindakan yang merusak lingkungan. Menulis langsung ke pemerintah akan membuat suara Anda didengar dan membantu menyerukan tindakan.

    9. Kurangi jejak karbon
    Menurut publikasi MHealthy, sebuah inisiatif ramah lingkungan di Universitas Michigan, rata-rata orang menghasilkan sekitar 6,5 kg emisi karbon setiap tahunnya dengan menggunakan lift.

    Untuk menghemat listrik dan membatasi jejak karbon Anda, pertimbangkan untuk menggunakan tangga bila memungkinkan, yang selain membantu lingkungan. Ini juga akan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran Anda.

    Baca: Kecipir cara baru jalani hidup lebih ramah lingkungan

    10. Dukung merek ramah lingkungan
    Ada banyak merek yang memberikan nilai tambah terhadap lingkungan dan menerapkan peraturan etika.

    Ini mulai dari mencari bahan yang ramah lingkungan hingga memastikan praktik perdagangan yang adil ditegakkan dan mengoptimalkan kesejahteraan pekerja.

    Pengadaan sumber daya yang etis mencakup pencarian pemasok yang membatasi penggunaan air, tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, membatasi produksi limbah, dan menerapkan praktik pertanian yang lebih baik (seperti tidak menggunakan pestisida untuk menanam kapas).

    Merek ramah lingkungan dapat dilihat di seluruh pasar, mulai dari fesyen, kecantikan, peralatan rumah tangga, hingga kemasan.

    Mendukung merek-merek tersebut akan membantu mereka mendapatkan daya tarik di pasar dan karena adanya permintaan dan pasokan, pada akhirnya akan membatasi kekuatan pasar merek-merek lain yang kurang etis.

  • 15 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Menghadang Krisis Iklim: Ikut Aksi Lingkungan (3)

    15 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Menghadang Krisis Iklim: Ikut Aksi Lingkungan (3)

    7cloud.asia – Krisis iklim membuat banyak orang merasa tidak berdaya, seolah-olah tidak ada yang dapat mereka lakukan pada tingkat individu untuk berkontribusi melakukan perubahan.

    Namun, tahukah Anda bahwa perubahan perilaku akan sangat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih ramah lingkungan sehingga mengurangi dampak krisis iklim?

    Menerapkan kebiasaan kecil ke dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong orang menjalani gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Perubahan kecil yang lebih ramah lingkungan jika dilakukan bersama-sama oleh banyak orang akan berdampak signifikan bagi perubahan yang lebih baik bagi planet Bumi.

    Baca: 15 Hal yang dapat dilakukan untuk bantu menghadang krisis iklim-1

    Baca: 15 Hal yang dapat dilakukan untuk bantu menghadang krisis iklim-2

    Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadang krisis iklim, seperti dilansir earth.org:

    11. Hindari fast fashion
    Merek-merek fast fashion seperti Zara, H&M dan TopShop termasuk di antara merek-merek yang berkontribusi terhadap krisis iklim.

    Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Review Earth & Environment menemukan bahwa industri fashion menghasilkan 10 persen emisi karbon dioksida global setiap tahunnya, dan diperkirakan menggunakan sekitar 1,5 triliun liter air setiap tahunnya.

    Konsumsi air, emisi karbon dioksida, limbah tekstil, dan penggunaan bahan kimia dalam industri menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan, terutama bagi mereka yang terlibat dalam industri ini.

    Selain mendukung merek yang ramah lingkungan, membatasi pembelian produk fast fashion akan semakin mendorong Anda menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Solusi lainnya termasuk belanja barang bekas dan menyumbangkan pakaian bekas untuk amal.

    Baca: Fast fashion jadi masalah serius untuk lingkungan

    12. Daur ulang
    Daur ulang dapat membantu mengurangi jumlah bahan baru yang diproduksi, dan daur ulang adalah cara inovatif untuk mengubah barang lama menjadi sesuatu yang berharga dan ‘baru’.

    Hal ini dapat mencakup penggunaan kembali stoples selai sebagai tempat lilin atau penggunaan kaleng bekas sebagai pot tanaman – kemungkinannya tidak terbatas dan proyek seperti ini memberi Anda kesempatan untuk berkreasi.

    Sampah makanan adalah faktor lain yang perlu dipertimbangkan ketika mempertimbangkan daur ulang. Diperkirakan sepertiga dari seluruh makanan yang diproduksi di dunia hilang atau terbuang.

    Hal ini mengejutkan, terutama mengingat lebih dari 820 juta orang di seluruh dunia tidak mendapatkan makanan yang cukup.

    Membawa kelebihan makanan ke tempat penampungan tunawisma, mengoptimalkan sisa makanan atau membuat kompos sampah organik, misalnya, akan sangat membantu dalam mengurangi sampah makanan.

    Baca: Perdebatan antara guna ulang vs daur ulang

    13. Berpartisipasi dalam aksi lingkungan
    Ada banyak proyek lokal yang dapat Anda ikuti untuk membantu planet ini. Pembersihan pantai adalah salah satu cara paling populer untuk membantu membersihkan sampah, dan mengurangi limbah yang mencemari lingkungan.

    Meluangkan waktu seminggu sekali akan membuat perbedaan besar dalam jangka panjang, ini juga merupakan cara yang menyenangkan untuk melibatkan teman dan keluarga dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.

    14. Menularkan kesadaran ke orang-orang sekitar
    Inisiatif ramah lingkungan apa pun di lingkungan sekitar Anda akan membantu meningkatkan kesadaran tentang krisis iklim.

    Inisiatif ramah lingkungan seperti ini akan terlihat bagus di CV atau rencana bisnis Anda dan akan membantu masyarakat beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan.

    15. Bergabung dengan Organisasi Lingkungan Hidup
    Aktivisme iklim sangatlah penting; dengan dukungan yang lebih besar, muncullah kesadaran yang lebih besar.

    Terlibat dalam organisasi lingkungan akan memberikan manfaat bagi lingkungan melalui peningkatan kesadaran, menyerukan intervensi pemerintah, dan pada akhirnya, beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan.

  • Kebijakan Ekspor Pasir Laut Merusak Lingkungan, DPR Minta Pemerintah Mengkaji Ulang

    Kebijakan Ekspor Pasir Laut Merusak Lingkungan, DPR Minta Pemerintah Mengkaji Ulang

    7cloud.asia – Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza mengatakan pihaknya akan segera memanggil Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait kebijakan ekspor pasir laut.

    Saat ini Komisi VI sedang mencari waktu agar pertemuan tersebut dapat segera berlangsung.

    Politisi PKB ini menambahkan seharusnya Kemendag membuat kajian lebih dahulu sebelum membuka kembali kebijakan ekspor pasir laut. Sebab, ia berpandangan banyak hal soal kebijakan ini yang perlu ditelaah lebih lanjut.

    “Sebelum dikeluarkan kebijakan ekspor, perlu kajian dulu. Ada banyak hal yang harus ditelaah dan disampaikan ke publik,” ujarnya dikutip Parlementaria.

    Menurutnya, pemerintah perlu memetakan jenis dan sebaran sedimentasi. Selain itu, perlu juga dikaji soal dampak lingkungannya.

    “Sedimentasi itu terjadi di mana saja, dan bagaimana macamnya. Juga kajian dampak lingkungannya,” ujarnya.

    Selain itu, Faisol juga meminta pemerintah selektif dalam memilih pihak eksportir terkait hal ini. “Eksportirnya juga harus dipilih-pilih,” ujar Faisol.

    Terpisah, Anggota Komisi VI DPR Amin Ak mendesak pemerintah untuk meninjau ulang dampak kerugian lingkungan terhadap perizinan kembali ekspor pasir laut setelah dilarang selama 20 tahun.

    Baca: Singapura bakal diuntungkan oleh kebijakan ekspor pasir laut

    “Ini harus ditinjau kembali. Kalau saya mengkritisi bahwa di (kebijakan) sini ada potensi ekonomi, tetapi bisa jadi keuntungan ekonomi yang diperoleh itu tidak lebih besar dari dampak yang ditimbulkannya,” kata Amin dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (19/9/2024).

    Politisi PKS itu juga mempertanyakan seberapa banyak potensi pengerukan dan pengawasan sedimentasi laut yang akan diekspor.

    “Walaupun Presiden Jokowi menegaskan ini sedimentasi laut, bukan pasir laut, itu dua hal yang berbeda. Tetapi kita akan tetap menduga kuat bahwa itu nanti yang dikeruk adalah pasir laut,” tuturnya.

    Dapil Jawa Timur IV itu menyinggung pengalaman pengerukan pasir laut dan ekspor besar-besaran ke Singapura yang menimbulkan dampak signifikan terhadap kerusakan ekosistem laut.

    Tindakan pemerintah yang membuka jalur ekspor pasir laut bertentangan dengan tujuan Indonesia dalam mencapai green economy (ekonomi hijau) yang ramah lingkungan.

    “Bukan saja terganggunya ekosistem laut, spesies laut, rusaknya lingkungan, biota laut, dan mangrove, juga akan terdampak,” ujar Amin.

    “Tentu kita tahu bahwa selama ini pemerintah jug sangat lemah dalam pengawasan dan penegakan hukum terhadap eksploitasi sumber daya kelautan,” tambahnya.

    Amin berpendapat bahwa tindakan pemerintah yang membuka jalur ekspor pasir laut bertentangan dengan tujuan Indonesia dalam mencapai green economy (ekonomi hijau) yang ramah lingkungan.

    Baca: Indonesia rugi triliunan rupiah setahun akibat ekspor pasir laut

    Parahnya lagi, pengerukan pasir laut juga akan berdampak pada erosi pantai yang ikut menggerus infrastruktur atau pemukiman warga di sekitarnya, sehingga berpengaruh juga terhadap mata pencaharian nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya pada laut.

    “Oleh karena itu, kami sangat menyarankan pada pemerintah hendaknya kalau mau melahirkan kebijakan seperti ini harus melibatkan pakar lingkungan dan ekologi. Sudah siapkah kita untuk mengantisipasi dampak-dampak yang ditimbulkan agar tetap menguntungkan masyarakat Indonesia?!,” tukas Amin.

    Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi membuka keran ekspor pasir laut. Padahal, selama 20 tahun ke belakang hal ini dianggap aktivitas ilegal.

    Kemendag menyebutkan ekspor hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut hanya dapat dilakukan selama kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

    “Ekspor hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut dapat ditetapkan sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim dikutip dari Antara, Jumat (13/9/2024).

    Aturan ekspor pasir laut ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut serta tindak lanjut dari usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan merevisi dua Peraturan Menteri Perdagangan di bidang ekspor.

    Sementara aturan turunannya diatur dalam Permendag Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor, dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

    “Revisi dua Permendag ini merupakan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 serta merupakan usulan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai instansi pembina atas pengelolaan hasil sedimentasi di laut,” kata Isy.

  • DPR: Kebijakan Ekspor Pasir Laut Bahayakan Kedaulatan Negara dan Lingkungan

    DPR: Kebijakan Ekspor Pasir Laut Bahayakan Kedaulatan Negara dan Lingkungan

    7cloud.asia – Anggota Komisi VII DPR Mulyanto menyoroti kebijakan Pemerintah yang membuka kembali izin ekspor pasir laut setelah selama 20 tahun dilarang.

    Menurutnya, dibukanya kembali keran ekspor pasir laut tersebut dapat membahayakan kedaulatan negara dan lingkungan.

    Karena itu, Mulyanto tegas menolak dan minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pemberian izin ekspor pasir laut. Dia menilai ini kebijakan yang gegabah di ujung akhir Pemerintahan Jokowi.

    “Sudah 20 tahun dilarang masak di ujung Pemerintahan yang tinggal satu bulan lagi, justru malah dibuka. Ini kan terkesan kejar tayang,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Kamis (19/9/2024).

    Baca: Komisi VI DPR akan panggil Kemendag terkait ekspor pasir laut

    Meski ditujukan untuk pengerukan sedimen dan untuk prioritas dalam negeri namun karena juga membolehkan pengerukan pasir laut untuk keperluan ekspor, maka PP 26/2023 ini sangat berbahaya bagi lingkungan kelautan di masa depan.

    “Kita mengkhawatirkan dampak bagi lingkungan dan kedaulatan negara. Pengaruh pada ekosistem laut, apalagi pada pulau-pulau kecil akan sangat negatif, karenanya selama 20 tahun ekspor pasir laut dilarang,” lanjut Politisi PKS ini.

    Mulyanto menegaskan, dirinya menolak kebijakan ini dan mendesak agar dibatalkan oleh pemerintah karena tidak ada urgensi untuk mengekspor pasir laut.

    “Keuntungan ekonomi yang diperoleh bisa tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan laut yang akan kita tuai,” imbuhnya.

    Mulyanto khawatir kebijakan ini akan memperluas wilayah negara importir dan mengurangi wilayah NKRI, apalagi kalau yang mengimpor adalah negara tetangga seperti Singapura.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut untungkan Singapura

    “Anehnya lagi, Kementerian yang bertanggung jawab dalam PP tersebut berbeda dengan kementerian yang berwenang memberi izin usaha penambangan pasir laut (Kementerian ESDM). Ini kan jadi ada dualisme,” tandas Mulyanto.

    Pembukaan keran ekspor pasir laut diteken Jokowi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

    Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan lantas menerbitkan aturan turunannya, yakni Permendag Nomor 20 Tahun 2024 dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024.

    Kedua Permendag ini menandai resmi dibukanya kembali kran ekspor pasir laut yang menuai kontroversi di penghujung masa kepemimpinan Jokowi.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam ekosistem pesisir

    Kebijakan ekspor pasir laut mulai dilarang pada 2002 atau di era Presiden Megawati dan kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan SBY.

    Sebelum dilarang pada 2002, pasir laut dari perairan Kepri dikeruk untuk mereklamasi Singapura. Volume ekspor pasir ke Singapura sekitar 250 juta meter kubik per tahun.

    Dilansir Tempo.co, Manajer Kampanye Pesisir Laut dan Pulau Kecil Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Parid Ridwanuddin mengatakan ekspor pasir laut ke Singapura mengakibatkan luas daratan Singapura bertambah, sementara sejumlah pulau kecil di Indonesia tenggelam.

    Menurut Walhi, ada 26 pulau kecil di Indonesia tenggelam karena dampak penambangan pasir laut. Ia menyebutkan 26 pulau kecil itu berada di wilayah Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, hingga Jakarta.

  • Terbukti Cemari Lingkungan, Pabrik Tekstil PT SS Dijatuhi DendavRp 48 Miliar

    7cloud.asia – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada tanggal 11 September 2024, telah mengabulkan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas perbuatan pabrik tekstil (PT SS) yang mencemari lingkungan.

    Majelis Hakim yang terdiri dari Hakim Ketua Rudito Surotomo, Hakim Anggota Nurmaningsih Amriani, dan Silfi Yanti Zulfia menyatakan PT SS yang beralamat di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dalam menjalankan usahanya terbukti telah melakukan pencemaran lingkungan hidup.

    PT SS dijatuhi sanksi membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 48 Miliar secara tunai melalui Rekening Kas Negara untuk digunakan demi kepentingan lingkungan hidup.

    Atas putusan Majelis Hakim PN Surabaya ini, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK), Rasio Ridho Sani menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Majelis Hakim PN Surabaya.

    Dia menilai PN Surabaya telah menangani perkara PT SS dengan mengedepankan pelindungan lingkungan dalam putusannya (in dubio pro natura) dan diterapkannya pertanggungjawaban mutlak (strict liability).

    Baca: KLHK rilis Permen Perlindungan aktivis lingkungan

    Rasio mengatakan, dikabulkannya gugatan KLHK oleh Majelis Hakim PN Surabaya harus memberikan pembelajaran kepada setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk tidak melakukan pencemaran maupun perusakan terhadap lingkungan.

    Bahwa tidak ada tempat bagi industri yang telah melakukan pelanggaran di negeri ini.

    ”Kami tidak akan berhenti menindak keras pelaku pencemaran terhadap lingkungan hidup yang menimbulkan keresahan masyarakat dan telah berdampak luas,” tegas Rasio.

    Sementara itu, Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup, Ditjen Gakkum LHK, Dodi Kurniawan menjelaskan gugatan ganti kerugian lingkungan KLHK terhadap PT SS dilakukan setelah penyelesaian sengketa lingkungan di luar pengadilan tidak mencapai kesepakatan.

    “Dikabulkannya gugatan ini menunjukkan bahwa KLHK sudah tepat dan semakin menunjukkan keseriusan KLHK dalam menindak pencemar dan/atau perusak lingkungan,” katanya.

    Baca: Perjuangkan lingkungan Ketua Komunitas Adat Sorbatua Siallagan Divonis 2 Tahun Penjara

    Gugatan ganti kerugian lingkungan yang dilakukan oleh KLHK menunjukkan komitmen KLHK untuk menerapkan prinsip “polluter pays principle” terhadap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang harus bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan dari usaha dan/atau kegiatan usahanya.

    Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 87 ayat (1) UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    Pasal itu menyebutkan, ”Setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang melakukan perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau lingkungan hidup wajib membayar ganti rugi dan atau tindakan tertentu”.

    Gugatan KLHK melawan PT SS didaftarkan di PN Surabaya pada tanggal 27 Desember 2023.

    PN Surabaya memutus perkara Nomor:20/Pdt.G/LH/2024/PN Sby tanggal 11 September 2024 dengan menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi materiil secara tunai kepada penggugat melalui rekening kas negara sebesar-sebesar Rp 48,030 miliar.

    Sumber:ppid.menlhk.go.id/

  • Tampil di Pestapora 2024, SBY Ajak Gen Z Turut Menjaga Lingkungan

    Tampil di Pestapora 2024, SBY Ajak Gen Z Turut Menjaga Lingkungan

    7cloud.asia – Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY tampil di acara gelaran festival musik Pestapora 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/9/2024).

    Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan pesan kepada penonton untuk merawat dan menjaga lingkungan demi generasi mendatang. Pesan lingkungan ini disampaikan SBY, lewat lagu yang diciptakannya berjudul Untuk Bumi Kita.

    Dengan iringan musik orkestra, SBY bersama penyanyi tersebut membawakan lagu Untuk Bumi Kita dan Cahaya Kegelapan bersama para musisi populer tanah air.

    Diantara musisi tersebut, yaitu Sandy Sandoro, Joy Tobing, Yuni Shara, Ario Wahab, Lala Karmela, Ita Purnamasari, Rio Rebrian, hingga Andi /RIF.

    Lagu Untuk Bumi Kita tercipta setelah SBY mendapat undangan ke Eropa untuk menghadiri pertemuan memerangi perubahan iklim dan pemanasan global.

    Baca: Kampanye Lingkungan diusung di panggung musik

    “Dulu saya diundang ke Norwegia, Eropa, untuk bersama-sama dengan pemimpin dunia memerangi perubahan iklim dan pemanasan global. Pulang dari Norwegia, on the way back to Jakarta, aku menciptakan satu lagu, yang akhirnya aku beri nama Untuk Bumi Kita kata SBY dikutip Antaranews.com.

    Terlebih menurut SBY perubahan iklim saat ini membuat kondisi semakin tidak pasti, sehingga menjaga bumi dari ancaman-ancaman yang ada menjadi penting agar nantinya bisa dinikmati oleh anak-cucu di masa yang akan datang.

    Lagu Untuk Bumi Kita karya SBY tersebut ternyata bukan hanya dinyanyikan oleh musisi Indonesia, tapi juga menarik perhatian musisi dari luar negeri.

    Memang lirik lagu yang diciptakan SBY soal bumi itu memiliki makna dan arti yang dalam soal menjaga kesehatan bumi, tercermin dari lirik-liriknya yang seakan menjadi pengingat bagi penonton.

    Baca: Konser musik ramah lingkungan ala Coldplay

    Hal tersebut membuat lagu itu memiliki versi bahasa Inggris yang berjudul “Save Our Wold”.

    Adapun, penampilan SBY dibuka dengan lagu “Pelangi Di Matamu” dari Jamrud yang mengundang tepuk tangan dan teriakan dari penonton yang juga ikut bernyanyi, dan terbawa suasana oleh lagu yang dibawakannya.

    Lagu lain yang dibawakan oleh SBY adalah “Kamu Ngga Sendirian” dari band Tipe-X dan “Kenanglah Aku” dari Naff yang disebut menjadi salah satu lagu yang indah baginya.

    “Saya ingin membawakan lagu yang penuh kenangan. Lagu ini diciptakan oleh Odeu Wijaya Naff, lagunya indah,’sad song but beautiful song’ dan kita semua tau, yaitu “Kenanglah Aku”,” ungkapnya.

    Lagu “Yellow” dari Coldplay dinyanyikan bersama sebagai penutup penampilan SBY pada festival musik Pestapora 2024.

    Festival musik Pestapora 2024 berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 September 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

  • Pengamat UGM Desak Kebijakan Ekspor Pasir Laut Dihentikan:,Pendapatan Tak Sebanding dengan Kerusakan Lingkungan

    Pengamat UGM Desak Kebijakan Ekspor Pasir Laut Dihentikan:,Pendapatan Tak Sebanding dengan Kerusakan Lingkungan

    7cloud.asia – Kurang dari dua bulan sebelum mengakhiri jabatan, Presiden Joko Widodo kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial yang cenderung merugikan rakyat yaitu ekspor pasir laut.

    Kebijakan izin ekspor pasir laut itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

    Kebijakan tersebut sangat bertolak belakang dengan kebijakan Pemerintahan Presiden Megawati sebelumnya yaitu kebijakan melarang ekspor pasir laut sejak 2003 melalui Surat Keputusan (SK) Menperindag No 117/MPP/Kep/2/2003 tentang Penghentian Sementara Ekspor Pasir Laut.

    “Meski Presiden Jokowi berdalih dan mengatakan jika yang diekspor bukanlah pasir laut melainkan hasil sedimen laut, yang bentuknya sama berupa campuran tanah dan air”, ujar pengamat Ekonomi dan Energi UGM, Fahmy Radhi Kamis (19/9/2024).

    Dikutip ugm.ac.id, Fahmi berpendapat pengerukan pasir laut bagaimanapun memicu dampak buruk terhadap kerusakan lingkungan dan ekologi laut.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam keutuhan wilayah NKRI

    Bahkan memicu tenggelamnya pulau yang tentunya akan membahayakan bagi warga di pesisir pantai. Dengan kebijakan tersebut bisa meminggirkan nelayan karena tidak dapat melaut lagi.

    Kalaupun kebijakan ekspor pasir laut dimaksudkan untuk menambah pendapatan negara, hal tersebut, dinilainya tidak tepat.

    “Kementerian Keuangan mengaku selama ini penerimaan negara kecil dari hasil ekspor laut, termasuk pasir laut. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk ekspor pasir laut jauh lebih besar,” terangnya.

    Kebijakan ekspor pasir laut yang tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh, disebutnya, tidak layak untuk diteruskan.

    Fahmy mengingatkan, untuk diperhitungkan kerugian biaya kerugian akibat kerusakan lingkungan dan ekologi yang ditimbulkan.

    Baca: Komisi VI DPR akan panggil Kemendag terkait kebijakan ekspor pasir laut

    “Belum lagi persoalan dan potensi ancaman akan tenggelamnya sejumlah pulau yang merugikan rakyat di sekitar pesisir laut, termasuk nelayan yang tidak lagi dapat melaut,” jelasnya.

    Fahmy menuturkan satu-satunya negara yang akan membeli pasir laut Indonesia adalah Singapura untuk reklamasi memperluas daratannya.

    Menurutnya, sangat ironis jika akibat pengerukan pasir laut mengakibatkan tenggelamnya sejumlah pulau. Sedangkan wilayah daratan Singapura akan semakin meluas sebagai hasil reklamasi yang ditimbun dari pasir laut Indonesia.

    “Kalau ini terjadi, tidak bisa dihindari akan mempengaruhi batas wilayah perairan antara Indonesia dan Singapura,” ucapnya.

    Untuk itu, Fahmy Radhi mendesak agar pemerintah segera menghentikan ekspor sedimen laut karena ini disebutnya sebagai “menjual“ negara

    “Faktanya ekspor pasir laut sebenarnya menjual tanah-air, yang secara normatif merepresentasikan negara. Untuk itu hentikan kebijakan ini,” pungkasnya.

  • World Cleanup Day: Luna Maya Mengungkap Kegelisahannya Soal Pengelolaan Sampah di Indonesia

    World Cleanup Day: Luna Maya Mengungkap Kegelisahannya Soal Pengelolaan Sampah di Indonesia

    7cloud.asia – Luna Maya mengaku punya kegelisahan soal pengelolaan sampah di Indonesia yang dirasa kurang maksimal.

    Hal itu diungkapkan Luna Maya saat berbicara di puncak acara World Cleanup Day, di Jakarta Minggu (22/9/2024).

    Luna Maya melihat, masih banyak masyarakat yang sembarangan membuah sampah sehingga membuat lingkungan tidak bersih. Dan, lebih parah bisa mencemari rantai makanan manusia.

    Luna Maya mengaku lebih memerhatikan lingkungan saat berjalan-jalan ke Jepang bertahun lalu. Ia kagum dengan kesadaran warga Jepang dalam menjaga kebersihan dan sangat disiplin dalam membuang sampah.

    Baca: Cara Cinta Laura untuk lebih peduli lingkungan

    Lantas, bagaimana Luna Maya melihat pengelolaan sampah di Indonesia? Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah.

    Pemerintah, ujarnya, sudah berusaha untuk melakukan banyak perubahan dengan berbagai berbagai kebijakan.

    ”Tetapi jika masyarakat tidak mendukung kebijakan pemerintah, ya percuma. Kita adalah pelaku yang menentukan sampah-sampah ini nanti kemana,” ungkapnya.

    Luna menambahkan, peranan paling penting ada dua sisi juga pemerintah untuk regulasi dan masyarakat untuk pelakunya nanti. Jadi, butuh kesadaran untuk kedua belah pihak.

    Baca: Nicholas Saputra bijak mengonsumsi karena peduli lingkungan

    Dalam kesempatan itu, Luna Maya mengajak ratusan relawan World Cleanup Day yang hadir di acara itu untuk membuat lingkungan menjadi sehat. 

    Apalagi, jika mereka ingin menua di lingkungan yang bersih dan sehat maka mulai sekarang harus bijak mengelola sampah.

    Luna Maya mengingatkan bahwa isu sampah adalah urusan bersama, termasuk kita sebagai masyarakat biasa.

    “Karena saya ingin tumbuh dan tua di tempat yang nyaman, maka dari itu saya ingin bisa ikut mendukung terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan lebih sehat di Indonesia,” tandas Luna Maya.