Tag: jakarta

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Bakal Hujan, Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Bakal Hujan, Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir akan mengguyur mayoritas kota termasuk Jakarta pada Kamis (03/10/2024).

    Dalam akun youtube resmi BMKG, hujan berintensitas ringan bakal terjadi di Kota Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Bandung, Mataram, Pontianak, Samarinda.

    Kota Palu, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung, Gorontalo dan Manado, kemudian hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Padang.

    BMKG mengajak warga mewaspadai adanya potensi hujan disertai petir yang akan melanda Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin dan Mamuju.

    Sedangkan untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, cuaca diperkirakan berawan pada pagi dan malam hari.

    Peluang hujan ringan terjadi pada siang atau sore hari di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 35 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 34 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya. Sedangkan suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan warga yang berada di Kota Semarang, Surabaya dan Makassar.

     

  • Pemkot Jakarta Selatan Gandeng Warung Makan untuk Implementasi Semua Bisa Makan

    Pemkot Jakarta Selatan Gandeng Warung Makan untuk Implementasi Semua Bisa Makan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui lurah di wilayah tersebut menggandeng warung makan (UMKM) guna melanjutkan program “Semua Bisa Makan”.

    Program Semua Bisa Makan merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kalau Semua Bisa Makan adalah program lama yang akan kita tingkatkan kembali ke depannya,” kata Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sayid Ali di Jakarta, Kamis (3/10/2024).

    Sayid mengatakan, semua lurah diminta untuk mencari tiga mitra, yaitu warung makan yang nantinya diberikan masing-masing 100 kupon untuk dibagikan ke masyarakat selama dua bulan.

    “Warung ini juga akan dibantu dengan modal tambahan senilai Rp5 juta untuk satu warung yang benar-benar membutuhkan. Jadi program ini sangat bagus untuk kita lakukan,” katanya.

    Baca: Program makan siang gratis dan dampak ekonominya

    Saat ini Baznas-Bazis Jakarta Selatan (Jaksel) sedang dalam tahap pengajuan yang direkomendasikan oleh pihak kelurahan.

    Program Semua Bisa Makan diresmikan sejak 2021 oleh Gubernur Anies Baswedan dengan tujuan untuk mengatasi kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera di DKI Jakarta.

    Program Semua Bisa Makan ini juga diharapkan bermanfaat secara ekonomi bagi para pedagang yang menjadi mitra yang gilirannya menggerakkan ekonomi daerah.

    Program Semua Bisa Makan difasilitasi oleh Baznas Bazis DKI dengan target satu juta porsi makanan per tahun dengan menggunakan sistem kupon.

    “Kami mengapresiasi seluruh donatur, kolaborator yang mendukung program ini. Semoga memberikan manfaat dan kebaikan bagi kita,” kata Anies ketika meresmikan program itu di Pesanggrahan, Jakarta Selatan

    Baca: Penduduk bumi dekati 10 miliar bagaimana pemenuhan pangannya?

    Ia menjelaskan program ini juga melibatkan para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner dan warung makan dalam pengolahan dan distribusinya.

    Melalui donasi dan kolaborasi para donatur, warung-warung yang diberdayakan sebagai warung mitra bagi piring atau yang menaungi program Semua Bisa Makan dapat meningkatkan gairah usahanya dan juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitarnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas-Bazis Provinsi DKI Jakarta, Saat Suharto Amjad berharap program Semua Bisa Makan ini bisa makin berkembang.

    Saat menilai bukan hanya dari sisi kuponnya saja tetapi dari masyarakat bersama-sama bisa memberikan kupon bagi sesama di sekitarnya.

    “Kemudian bagi masyarakat yang ingin usaha tapi belum mampu, bisa kita ikutkan di dalam Program Saudagar Tangguh,” ujar Saat.

    Bantuan yang diberikan bisa berbentuk uang atau barang yang dibutuhkan untuk masing-masing usaha yang bersifat fisik ataupun jasa.

  • Greenpeace: Isu Ketahanan Iklim Kota Harus Jadi Bahasan dalam Pilkada Jakarta

    Greenpeace: Isu Ketahanan Iklim Kota Harus Jadi Bahasan dalam Pilkada Jakarta

    7cloud.asia – Greenpeace Indonesia, pada Selasa (1/10/2024) berkunjung ke kantor KPUD Jakarta untuk memberikan masukan agar isu krisis dan ketahanan iklim menjadi agenda dalam kampanye Pilkada Jakarta.

    “Kunjungan kami kali ini untuk mendiskusikan bagaimana Jakarta akan dibangun di masa mendatang, khususnya bagaimana membangun ketahanan iklim dan pemulihan lingkungan,” ujar Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia seperti dilansir di akun greenpeace.org.

    Leonard mengatakan, cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi dan berdampak semakin buruk, tidak terkecuali untuk Jakarta. Menurut data BAPPENAS, kerugian akibat krisis iklim diperkirakan mencapai 544 T sepanjang 2020-2024.

    “Cagub dan cawagub yang nantinya akan memimpin DKJ perlu memperhatikan persoalan ini. Greenpeace Indonesia menilai bahwa isu krisis iklim perlu menjadi topik debat yang secara resmi akan diselenggarakan oleh KPUD Jakarta” tambahnya.

    Beberapa contoh dampak krisis iklim yang dirasakan warga Jakarta antara lain polusi udara dan penurunan muka air tanah. Kualitas udara di Jakarta kerap berada dalam kategori buruk atau tidak sehat berdasarkan Air Quality Index.

    Baca: Mampukah Dewan Aglomerasi atasi polusi dan banjir di Jakarta

    Penurunan muka air tanah sebesar rata-rata 5 cm/tahun, diperparah dengan kenaikan muka air laut sebanyak 0,8 cm – 1,2 cm/tahun dan berujung pada tenggelamnya pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu.

    Selain itu, 14 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut. Menurut riset Greenpeace Indonesia, masyarakat miskin adalah kelompok yang paling terdampak krisis iklim di Jakarta.

    Berbicara dampak krisis iklim, ujar Leonard, bukan hanya bicara bagaimana dampaknya terhadap lingkungan, namun, juga dampaknya terhadap sektor ekonomi dan kesehatan.

    Sebagai contoh, nelayan ikan dan kerang yang berkurang jauh pendapatannya, pemukiman yang terus tergerus akibat banjir rob di wilayah utara Jakarta, serta gangguan kesehatan yang disebabkan buruknya kualitas udara.

    Penanganan dampak krisis iklim pernah dituangkan pada sejumlah regulasi dan strategi di tingkat DKI Jakarta.

    Baca: Dampak krisim iklim pada warga perkotaan

    Di tahun 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga pernah menyusun Jakarta Resilience Strategy, sayangnya hal ini tidak pernah diejawantahkan menjadi regulasi.

    Lalu ada Peraturan Gubernur 90 tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah. Tetapi implementasi dari Peraturan Gubernur ini masih belum terlihat secara nyata.

    “Pemimpin Jakarta yang akan datang perlu memikirkan strategi penanganan dampak krisis iklim secara komprehensif, terutama di tahun pertama ketika menjabat karena Jakarta tak lagi menjadi ibukota,“ ujar Leonard.

    Kepala Daerah Khusus Jakarta, ujar Leonard, akan mendapatkan sorotan publik terkait tentang bagaimana sebuah kota global dikelola, termasuk dalam penanganan krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi di dalamnya.

    “Maka menjadi penting, isu ini dibawa menjadi salah satu topik debat di debat kandidat yang akan diselenggarakan oleh KPUD Jakarta” ucap Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Perkotaan.

    Baca: Aksi Global Climate Strike dibubarkan paksa

    “Kita akan memahami dan mengetahui bagaimana komitmen para cagub dan cawagub terhadap isu ketahanan iklim di debat tersebut,” ungkapnya.

    Sementara komisioner KPU Daerah Jakarta Astri Megatari menyatakan tema lingkungan dan tata kota, dengan pembahasan mencakup isu-isu ketersediaan air bersih, kualitas udara, kemacetan, dan kenaikan muka air laut, serta penanganan limbah dan sampah akan dibahas di debat ketiga.

    KPUD Jakarta menyambut baik masukan dari Greenpeace Indonesia dan bersepakat bahwa isu ketahanan iklim merupakan isu yang penting secara elektoral.

    Sehingga isu ketahanan iklim perlu menjadi isu yang dibicarakan di ruang publik, meskipun bukan termasuk isu yang populer.

    KPUD Jakarta juga siap menerima kerjasama dan masukan berupa data konkret yang detail, maupun kerjasama lainnya, sebagai acuan mereka dalam memformulasikan kategori pertanyaan pada debat kandidat nanti.

  • Dampak Krisis Iklim Ancam Warga Miskin: Greenpeace Desak Keadilan Iklim untuk Jakarta yang Berketahanan

    Dampak Krisis Iklim Ancam Warga Miskin: Greenpeace Desak Keadilan Iklim untuk Jakarta yang Berketahanan


    7cloud.asia – Jakarta saat ini sedang berada di garis depan dampak krisis iklim yang mengancam kehidupan sehari-hari warganya. Hampir 20 persen wilayah Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut, sementara hanya 69 persen penduduk yang memiliki akses ke air bersih.

    Situasi ini diperparah oleh polusi udara yang terus memburuk, membuat kualitas hidup warga Jakarta semakin terpuruk.

    Meskipun berbagai permasalahan ini merenggut kesejahteraan warga Jakarta, krisis iklim belum mendapatkan perhatian yang layak dalam perdebatan politik atau kebijakan publik.

    Selama dua bulan ke depan, warga Jakarta akan disuguhi janji-janji politik dari para calon pemimpin daerah. Tapi, apakah krisis iklim akan menjadi topik diskusi yang serius untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok menengah-bawah di Jakarta? 

    Sebagian besar calon pemimpin Jakarta sibuk menawarkan solusi jangka pendek hingga solusi palsu dalam menyelesaikan permasalahan di Jakarta.

    Melihat situasi ini, Greenpeace Indonesia merilis laporan bertajuk “Keadilan Iklim untuk Jakarta Berketahanan.” seperti dilansir di laman resminya greenpeace.org.

    Baca: Masyarakat miskin rendah emisi tapi paling rasakan dampak perubahan iklim

    Laporan ini menyoroti bagaimana situasi krisis iklim di Jakarta mulai dari proses pembuatan kebijakan sampai kepada implementasinya. Bukan hanya soal lingkungan, laporan ini juga menyoroti persoalan yang lebih mendalam: keadilan kota atau urban justice.

    Dalam pantauannya, Greenpeace menemukan ancaman dan dampak krisis iklim menjadi permasalahan serius terhadap kesejahteraan masyarakat –mereka yang hidup di kawasan pesisir, daerah padat penduduk, atau masyarakat dengan ekonomi menengah-bawah menanggung beban paling berat.

    Mulai dari risiko banjir yang lebih sering hingga akses minim terhadap air bersih dan ruang terbuka hijau.

    Jeanny Sirait, Juru Kampanye Isu Keadilan Urban Greenpeace Indonesia mengatakan, Hasil riset Greenpeace menunjukan bahwa wilayah yang paling berat mengalami dampak krisis iklim di Jakarta justru merupakan wilayah yang ditinggali oleh masyarakat miskin kota atau urban poor.

    ”Padahal, mereka merupakan kelompok yang paling sedikit menyumbangkan emisi gas rumah kaca (GRK), faktor utama penyebab krisis iklim. Hal ini membuktikan bahwa tanggung jawab krisis iklim tersebut ditanggung secara tidak adil oleh masyarakat miskin di Jakarta, sehingga menjadikan mereka kelompok paling rentan terhadap dampak krisis iklim,” tuturnya.

    Di banyak tempat di Jakarta, kelompok rentan ini sering kali tersingkir dari proses perumusan kebijakan.

    Baca: Agama dan gender bantu warga Pantura beradaptasi pada perubahan iklim

    Kebutuhan mereka jarang diperhitungkan dalam kebijakan-kebijakan utama kota, termasuk di bidang infrastruktur, transportasi, dan tata ruang. Hal ini semakin memperdalam ketimpangan sosial di tengah ancaman iklim yang semakin nyata.

    Kelompok Menengah-Bawah Menanggung Beban Terberat
    Greenpeace menekankan bahwa Jakarta membutuhkan pendekatan yang jauh lebih adil dan inklusif dalam merumuskan kebijakan iklim.

    Peraturan Gubernur No. 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon yang Berketahanan Iklim (RPRKD) masih banyak kelemahan dalam pelaksanaannya. Salah satu yang paling kritis adalah kurangnya keterlibatan masyarakat terdampak dalam proses perumusan kebijakan.

    Tidak cukup hanya mengidentifikasi siapa yang paling rentan; mereka juga harus dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan dan implementasi kebijakan iklim.

    Jeanny menegaskan bahwa Jakarta tidak hanya membutuhkan kebijakan mitigasi yang ambisius, tetapi juga kebijakan adaptasi yang adil.

    Nelayan di pesisir, warga di wilayah rawan banjir, dan kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar korban dari kebijakan yang tidak inklusif.

    Baca: Adaptasi iklim warga Pantura di Jawa Barat

    Jika suara dan kebutuhan kelompok-kelompok ini diabaikan, pembangunan hanya akan memperburuk ketidakadilan yang sudah ada.

    Warga Pulau Pari di Kepulauan Seribu adalah contoh nyata dari mereka yang merasakan langsung dampak krisis iklim.

    Asmania, seorang nelayan perempuan dari pulau tersebut, berbagi tentang bagaimana warga di sana terjebak dalam pusaran masalah yang semakin sulit diatasi. Banjir rob, sulitnya mendapatkan ikan, cuaca yang tidak terprediksi, hingga konflik lahan yang tak kunjung selesai.

    Banyak sekali konflik yang kami hadapi di Pulau Pari. Pembangunan terus digaungkan seperti reklamasi, Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga komersialisasi yang dilakukan oleh korporasi tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan—semua ini memperparah keadaan.

    “Kami butuh laut yang bersih dan lingkungan yang lestari.” tutur Asmania yang kerap disapa Aas.

    Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini warga Pulau Pari jarang dilibatkan dalam diskusi-diskusi penting yang menyangkut kehidupan mereka.

    Ketidakpedulian ini membuat mereka harus berjuang sendiri, secara swadaya, untuk melawan krisis iklim yang mengancam tanah dan laut yang menjadi tumpuan hidup mereka.

    “Kebijakan yang ada seakan-akan dibuat tanpa memikirkan nasib nelayan dan masyarakat pesisir,” imbuhnya

  • Mulai 1 Januari 2025, Pemprov DKI Jakarta Menerapkan Retribusi Sampah Rumah Tangga

    Mulai 1 Januari 2025, Pemprov DKI Jakarta Menerapkan Retribusi Sampah Rumah Tangga

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan retribusi sampah rumah tangga mulai Januari 2025 kepada warga Jakarta.

    Retribusi sampah rumah tangga ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi dan mengelola sampah di Jakarta. Dengan adanya retribusi, diharapkan warga lebih bijak dengan sampahvyang dihasilkannya.

    “Nanti tiap-tiap rumah tangga itu akan ada retribusi sampah sesuai Perda yang sudah disahkan 1 Januari 2024 dan akan mulai dilaksanakan 1 Januari 2025,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa (8/10/2024) dikutip Antaranews.com.

    Asep mengatakan sudah setahun pihaknya mempersiapkan langkah tersebut sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

    Tarif retribusi pelayanan kebersihan diatur pada Pasal 66 Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bahwa masyarakat dikenakan tarif sesuai penggunaan daya listrik.

    Baca: Yuk! terapkan sistem guna ulang untuk kurangi sampah plastik

    Untuk masyarakat pengguna daya listrik 450 volt-ampere (VA) sampai 900 VA dibebaskan dari retribusi, sedangkan masyarakat pengguna daya listrik 1.300 sampai 2.200 VA dikenakan retribusi sebesar Rp10 ribu per bulan.

    Untuk tingkat menengah atau pengguna daya listrik 3.500 sampai 5.500 VA sebesar Rp30 ribu per bulan dan tingkat atas atau pengguna daya listrik lebih dari 6.600 VA sebesar Rp77 ribu per bulan.

    “Tidak hanya rumah tangga, tetapi juga bagi perusahaan karena kawasan komersil harus juga harus melakukan pengolahan sampah,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya juga akan memberikan keringanan seperti pengurangan biaya retribusi bagi warga maupun kawasan komersial terpilih yang memiliki kesadaran dalam pengelolaan sampah.

    Sebagai contoh, keringanan diberikan bagi warga yang aktif memilah sampah dan dalam bank sampah.

    Baca: Pengurangan sampah plastik harusnya mulai dari hulu

    Dia menegaskan pemerintah bukan ingin menambah beban warga Jakarta, tetapi ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

    Terkait konsekuensi jika melanggar, memang belum ada regulasi sanksi, namun semua itu kembali dari aturan RW maupun warga yang menerapkan.

    “Mungkin akan ada sanksi-sanksi sosial dari Pak RW kepada warga tersebut. Jadi, secara regulasi memang tidak ada sanksi tertentu yang dikenakan pada retribusi sampah rumah tangga,” ujarnya.

    Timbunan sampah Jakarta terus meningkat dan saat ini volume timbulan sampah Jakarta mencapai 8.000 ton per harinya.

  • Pemprov DKI Jakarta Tetapkan 305 Objek Menjadi Cagar Budaya dalam Empat Tahun Terakhir

    Pemprov DKI Jakarta Tetapkan 305 Objek Menjadi Cagar Budaya dalam Empat Tahun Terakhir

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menetapkan sebanyak 305 cagar budaya dalam empat tahun terakhir (2020-2024).

    Sebanyak 305 cagar budaya itu berupa benda, bangunan, struktur, situs, maupun maupun kawasan cagar budaya yang ada dan ditemukan di Jakarta.

    Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana  merinci cagar-cagar budaya ini terdiri dari 20 benda cagar budaya, 253 bangunan cagar budaya, 28 struktur cagar budaya, dua situs cagar budaya, dan dua kawasan cagar budaya.

    ”Semakin dinamis dan bertambahnya objek yang ditetapkan menjadi cagar budaya, menjadi gambaran semakin besarnya peranan Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan upaya pelestarian warisan budaya kebendaan milik bangsa, khususnya yang ada di wilayah Jakarta,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/10/2024)

    Adapun persebaran cagar budaya di lima Kota Administrasi DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu yaitu, 109 cagar budaya di Jakarta Pusat, 18 cagar budaya di Jakarta Utara.

    Baca: Penelusuran cagar budaya di kawasan Menteng

    Lalu, 129 cagar budaya di Jakarta Barat, 14 cagar budaya di Jakarta Selatan, 31 cagar budaya di Jakarta Timur dan 4 cagar budaya di Kepulauan Seribu.

    Iwan mengatakan Pemprov DKI konsisten melakukan penetapan warisan budaya kebendaan menjadi cagar budaya sepanjang 2020 hingga 2024. Hal ini rutin dilakukan sejak terbentuknya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) pada 2014.

    Menurut dia, pengusulan penetapan dilakukan apabila sebuah objek telah memenuhi empat kriteria, yaitu berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun.

    Dua kriteria lainnya adalah memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

    Baca: Mengenal Gereja Immanuel sebagai cagar budaya

    Sementara dalam dua tahun terakhir (2022-2024), Iwan menyebut terdapat 18 cagar budaya yang telah ditetapkan, terdiri dari 12 bangunan dan enam struktur antara lain Rumah Ibu Fatmawati yang ditetapkan tahun 2022.

    Selanjutnya, Rumah Dinas Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) Jalan Trunojoyo Nomor 4A dan Nomor 4B, Gedung Bappenas, Gedung Detasemen A Pelopor Brigade Mobil Kwitang, Gedung Kantor Perum Peruri,

    Juga Rumah Dinas Perum Peruri Jalan Trunojoyo Nomor 6C dan Nomor 6D, Rumah Dinas Direktur Utama Perum Peruri ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2023

    Sementara cagar budaya yang ditetapkan tahun 2024 yakni Patung Dirgantara, Gedung Eks Terminal Bandara Kemayoran, Gedung Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Jakarta Barat, SDN Senen 03 Pagi, Bundaran Hotel Indonesia, Maosuleum O.G. Khouw.

    Baca: Mengenal Monas sebagai cagar budaya dan tujuan wisata

    Lalu, Mercusuar Pulau Sebira, Rumah Piatu Muslimin, Kantor Pos Jatinegara, Benteng Onrust, dan Menara Martello Pulau Bidadari.

    Penetapan cagar budaya dalam dua tahun terakhir ini, kata Iwan, merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya Jakarta.

    Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat kekayaan budaya yang dimiliki kota ini, sehingga tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Iwan.

    Dia menambahkan, baik cagar budaya yang berada di darat dan atau di air perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, maupun kebudayaan melalui proses penetapan. (Sumber:Antaranews.com)

  • Pramono Anung Akan Lanjutkan Naturalisasi Sungai di Cipinang Melayu

    Pramono Anung Akan Lanjutkan Naturalisasi Sungai di Cipinang Melayu

    7cloud.asia – Calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2024 nomor urut tiga, Pramono Anung mengatakan siap melanjutkan naturalisasi 34 bidang lahan untuk mengantisipasi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

    “Banjir Kanal Timur (BKT) hingga kini masih terhambat, masih jadi persoalan juga,” kata Pramono di kawasan Cipinang Melayu Jakarta, Jumat.

    Pramono Anung menyoroti dua titik, yakni yang berada langsung di bantaran Kali Sunter dan BKT harus ada penanganan maksimal untuk mengatasi banjir di kawasan Cipinang.

    Salah satu yang paling mungkin dikerjakan secara cepat adalah melakukan naturalisasi 34 bidang lahan yang sudah diajukan sejak masa pemerintahan gubernur sebelumnya.

    Pramono Anung menyatakan, pemilik lahan-lahan itu sudah setuju dan melakukan pendataan dan menandatangani kesepakatan dengan pemerintah untuk bagian yang terkena dampak naturalisasi sungai.

    Baca: Pemkot Jakarta Selatan perbanyak embung untuk atasi banjir

    “Apalagi kalau dari 34 bidang itu, bukan lahan yang luas-luas sekali. Sehingga kalkulasinya kan bisa dilakukan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menetapkan waktu minimal banjir surut di wilayahnya kurang dari dua jam dengan cara mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya untuk melakukan penanganan cepat.

    SDA DKI juga menerapkan enam inovasi pengendali banjir yang di tempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras.

    Inovasi tersebut mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir di berbagai wilayah Jakarta, hingga optimalisasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir.

    Baca: Ada 147 embung dan waduk untuk atasi banjir di Jakarta

    Enam inovasi pengendalian banjir tersebut, antara lain pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk atau embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem polder atau pompa,

    Juga penyiagaan dan pengecekan berkala rumah pompa, pintu air, hingga alat berat, menyiagakan satuan tugas (satgas) di lapangan dan meningkatkan kapasitas drainase kawasan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total kejadian banjir di seluruh Jakarta yakni 246 kejadian dan di Jakarta Selatan tercatat 108 kejadian hingga 2024.

    Kemudian, total kejadian banjir di puncak kemarau sebanyak 30 kejadian dan 28 kejadian banjir terjadi di Jakarta Selatan. (Sumber:Antaranews.com)

  • Studi: Penerapan Standar Bahan Bakar Euro 4 Mampu Turunkan Sumber Polusi Udara hingga 70 Persen

    Studi: Penerapan Standar Bahan Bakar Euro 4 Mampu Turunkan Sumber Polusi Udara hingga 70 Persen

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui hasil pemetaan sumber emisi di sektor transportasi Jakarta mengungkapkan penerapan standar bahan bakar Euro 4 diproyeksikan mampu menurunkan emisi pemicu polusi udara seperti PM10 dan PM2.5 hingga 70 persen pada tahun 2030.

    Penurunan polusi udara ini diketahui akan memberikan kontribusi bagi perbaikan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka penyakit pernapasan dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi di kawasan perkotaan.

    Studi mengenai pemicu polusi udara di Jakarta ini dilakukan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia melalui program USAID Clean Air Catalyst.

    Studi yang juga bekerja sama dengan Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Puji Lestari yang juga peneliti USAID CAC ini memperbarui pemetaan sumber emisi di sektor transportasi di Jakarta, yang terakhir dilakukan pada tahun 2020.

    Baca: BRIN sebut butuh pembenahan transportasi publik untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Studi itu juga menemukan, kendaraan berat terutama truk menjadi penyumbang (kontributor) terbesar untuk beberapa jenis polutan termasuk partikel (PM) 2.5.

    Kendaraan berat terutama truk penyumbang terbesar partikel emisi (PM10, PM 2.5, dan karbon hitam), nitrogen oksida (NOx), dan sulfur dioksida (SO2), sementara sepeda motor lebih banyak menyumbang emisi karbon monoksida (CO) dan senyawa organik volatil nonmetana (NMVOC).

    Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris menyatakan hasil studi yang dihasilkan memberikan informasi mendasar guna memahami sumber polusi di Jakarta.

    Selanjutnya data temuan riset ini, akan menjadi dasar pengembangan kebijakan pengendalian polusi udara di Jakarta secara lebih tepat sasaran.

    “Dengan data ini, Jakarta lebih siap dalam menghadapi tantangan terkait polusi udara di masa depan,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/10/2024)

    Baca: Butuh transportasi publik berkualitas untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Lebih lanjut soal emisi, studi juga menganalisis dampak dari berbagai skenario langkah pengendalian emisi di Provinsi Jakarta yang mencakup lima wilayah administrasi.

    Skenario ini yakni penerapan standar bahan bakar Euro 4, adopsi kendaraan listrik, dan penggunaan filter partikel diesel (DPF).

    Manajer Program Kualitas Udara WRI Indonesia dan Project Manager Clean Air Catalyst Satya Utama mengatakan laporan ini dapat membantu merancang kebijakan yang lebih komprehensif untuk pengendalian polusi udara.

    “Data yang dihasilkan dari studi ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai tantangan polusi udara di Jakarta, khususnya dari sektor transportasi.

    Ini adalah upaya konkret dalam upaya mengurangi emisi, khususnya dari sektor transportasi untuk kualitas udara yang lebih baik,” jelas dia.

    Baca: Pembatasan kendaraan bermotor mendesak untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, telah melakukan berbagai langkah guna menangani polusi udara.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan langkah-langkah ini salah satunya menambah jumlah stasiun pemantau kualitas udara yang dapat diakses masyarakat secara komputasi waktu nyata (real-time) melalui udara.jakarta.go.id.

    Pemprov DKI juga, sambung dia, memperluas uji emisi kendaraan secara berkala, serta meningkatkan pengawasan terhadap industri yang berpotensi mencemari lingkungan.

    “Selain itu, kami juga sedang mempersiapkan rencana memperluas kawasan rendah emisi (low emission zone) guna mengurangi tingkat polusi udara secara signifikan,” jelas Asep.

    Sumber:Antaranews.com

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Pesisir Jakarta, Banjir Rob Berpotensi Terjang Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Pesisir Jakarta, Banjir Rob Berpotensi Terjang Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah terjadi banjir rob, termasuk pesisir Jakarta pada Sabtu (19/10/2024).

    Banjir rob ini diprediksi terjadi akibat adanya tinggi gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter. Wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob selain pesisir Jakarta adalah pesisir Sumatera Utara, Pesisir Jawa Tengah.  

    BMKG juga memperkirakan beberapa kota di Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Mataram, Denpasar, Samarinda, Ternate, Manokwari, Sorong, Jayapura dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Manado, Nabire dan Jayawijaya. Kemudian hujan disertai petir diperkirakan akan melanda Kota Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin, Mamuju dan Palu.

    Sedangkan untuk seluruh wilayah  wilayah DKI Jakarta cuaca diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara di Indonesia berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 42 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan terjadi di Kota Jayawijaya sementara suhu tertinggi diperkirakan akan dirasakan warga yang berada di Kota Palembang, Yogyakarta, Serang, Semarang, Surabaya, Kupang dan Gorontalo.

     

  • Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Saat Pelantikan Presiden

    Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Saat Pelantikan Presiden

    7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta pada Minggu (20/10/2024) pagi masuk kategori tidak sehat. Polusi udara Jakarta ini bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    Dipantau dari situs pemantau kualitas udara IQ Air, Jakarta menduduki peringkat keempat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia.

    Menurut situs pemantau kualitas udara IQ Air yang dipantau pada Minggu pukul 06.08 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat dengan indeks 154 mengacu kepada penilaian PM2,5 dengan nilai konsentrasi 60 mikrogram per meter kubik.

    Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia urutan pertama yaitu Lahore (Pakistan) dengan indeks pencemaran udara 447.

    Baca: Penerapan Standar Bahan Bakar Euro IV turunkan Sumber Polusi Udara hingga 70 Persen

    Disusul Delhi (India) di urutan kedua dengan indeks 270, urutan ketiga Kampala (Uganda) di angka 173 dan kelima Kuwait City (Kuwait) di angka 158.

    Kondisi udara Jakarta ini itu setara 12 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

    Situs tersebut juga merekomendasikan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan, jika berada di luar ruangan disarankan untuk menggunakan masker.

    Warga juga disarankan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor di Jakarta.

    Baca: Butuh Pembenahan Struktural Transportasi Publik untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta

    Polusi udara sudah lama menjadi masalah yang dihadapi warga Kota Jakarta. Hingga saat ini solusi yang ditawarkan pemerintah dinilai belum menyentuh akar masalah, yakni jumlah kendaraan bermotor yang berlebihan.

    Sejumlah pakar dan organisasi masyarakat telah berulang kali mendesak agar Pemprov DKI Jakarta serius membatasi kendaraan bermotor dan memotong penggunaan batubara.