7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta pada Minggu (20/10/2024) pagi masuk kategori tidak sehat. Polusi udara Jakarta ini bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Dipantau dari situs pemantau kualitas udara IQ Air, Jakarta menduduki peringkat keempat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia.
Menurut situs pemantau kualitas udara IQ Air yang dipantau pada Minggu pukul 06.08 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat dengan indeks 154 mengacu kepada penilaian PM2,5 dengan nilai konsentrasi 60 mikrogram per meter kubik.
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia urutan pertama yaitu Lahore (Pakistan) dengan indeks pencemaran udara 447.
Baca: Penerapan Standar Bahan Bakar Euro IV turunkan Sumber Polusi Udara hingga 70 Persen
Disusul Delhi (India) di urutan kedua dengan indeks 270, urutan ketiga Kampala (Uganda) di angka 173 dan kelima Kuwait City (Kuwait) di angka 158.
Kondisi udara Jakarta ini itu setara 12 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).
Situs tersebut juga merekomendasikan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan, jika berada di luar ruangan disarankan untuk menggunakan masker.
Warga juga disarankan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor di Jakarta.
Baca: Butuh Pembenahan Struktural Transportasi Publik untuk Atasi Polusi Udara di Jakarta
Polusi udara sudah lama menjadi masalah yang dihadapi warga Kota Jakarta. Hingga saat ini solusi yang ditawarkan pemerintah dinilai belum menyentuh akar masalah, yakni jumlah kendaraan bermotor yang berlebihan.
Sejumlah pakar dan organisasi masyarakat telah berulang kali mendesak agar Pemprov DKI Jakarta serius membatasi kendaraan bermotor dan memotong penggunaan batubara.

Leave a Reply