Tag: el nino

  • Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    Mahfud Bantah Indonesia Kirim Kabut Asap ke Negara Tetangga

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membantah ada kiriman kabut asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    “Tidak ada kiriman asap seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak atau seperti yang terjadi setiap tahun di masa lalu. Sekarang tidak ada lagi,” jelas Mahfud yang dikutip Antaranews.

    Memang, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, tahun ini ada peningkatan titik panas (hot spot). Tetapi karhutla yang terjadi lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Baca: Modifikasi cuaca dilakukan di daerah berpotensi terjadi karhutla

    Hal ini akibat adanya fenomena El Nino yang membuat musim kemarau menjadi lebih lama dan beberapa daerah mengalami cuaca panas ekstrem.  

    “Jika dibandingkan dengan El Nino pada tahun 2019 yang lalu, karhutla pada tahun ini masih lebih kecil dan terkendali. Kita akan terus memonitoring hot spot yang meningkat, meskipun tidak selamanya hot spot menjadi fire spot,” urainya.

    Selanjutnya Mahfud mengatakan berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengatasi karhutla.terutama di daerah-daerah yang sebaran titik panasnya luas.

    Baca: Karhutla terjadi di mana-mana, semua pihak diminta turun membantu

    Di antaranya dengan melakukan patroli terpadu, baik Polri, dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak swasta dengan terus memantau titik panas.

    “Operasi darat akan diutamakan dan di maksimalkan, karena operasi udara pesawat kita terbatas,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan water bombing di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Baca: Karhutla di Ciremai hanguskan ratusan hektare lahan

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mendapat tawaran bantuan dari pemerintah Malaysia untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

    Tawaran itu disampaikan pemerintah Malaysia melalui surat yang dilayangkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

    “Inti surat tersebut menyampaikan kondisi kualitas udara terakhir di Malaysia dan kesiapan Malaysia untuk bekerja sama menangani kebakaran hutan yang terjadi, jika pemerintah Indonesia memerlukan,” kata Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal.

    Baca: Perubahan iklim picu gelombang panas makin ganas

    Sementara itu, Menteri KLHK Siti Nurbaya membantah tudingan soal kabut asap dari karhutla yang terjadi di Indonesia melintas ke Malaysia.

    Hal tersebut berdasarkan laporan sandingan peta citra sebaran asap dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI dan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) untuk periode 28-30 September 2023.

    Arah angin di Indonesia pada umumnya dari tenggara ke barat laut hingga timur laut dan tidak terdeteksi ada asap lintas batas.

    “Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” tegas Siti.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: Dampak El Nino 2023 Masih Terkendali

    BMKG: Dampak El Nino 2023 Masih Terkendali

    7cloud.asia – Dampak fenomena El Nino seperti kebakaran hutan, kekeringan, petani gagal panen masih dirasakan masyarakat. Dampak El Nino tahun ini disebut masih lebih kecil dan terkendali.

    Hal ini diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati usai konferensi pers Rapat Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga di Jakarta, Senin (09/10/2023).

    “Dampaknya lebih kecil dan terkendali dibandingkan El Nino pada 2015 dan 2019,” kata  Dwikorita dikutip Antaranews.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Fenomena El Nino menyebabkan adanya perubahan pola curah hujan, suhu udara yang meningkat, dan kecenderungan peningkatan titik panas di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

    Terkait karhutla, Dwikorita mengatakan pemerintah sudah berupaya membasahi lahan gambut sejak Februari sampai hari ini dengan melakukan TMC (teknologi modifikasi cuaca) yang fokus ke lahan yang berpotensi terbakar.

    “Meskipun masih ada yang terbakar karena pengaruh tangan manusia,” jelasnya.

    Baca: BMKG perkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Menurut Dwikorita, dengan membasahi lahan gambut tersebut maka muka air tanah tidak kekurangan yang akhirnya dapat memicu karhutla.

    Selain itu, lanjut Dwikorita, TMC tidak hanya untuk membasahi lahan gambut, tapi juga menjaga kualitas udara di sekitar titik panas (hot spot) tidak semakin memburuk.

    Pemerintah melihat kualitas udara yang memburuk ini berkorelasi dengan titik api, tapi yang paling penting bagaimana mencegah titik api menyebar agar kualitas udara juga dipulihkan.

    Baca: Modifikasi dilakukan di kawasan rawan terjadi kebakaran lahan

    “Jadi TMC sasarannya tidak hanya mengantisipasi karhutla tapi juga memulihkan kualitas udara,” urainya.

    Meski beberapa daerah sudah mulai memasuki musim hujan, tetapi fenomena El Nino masih terus berlangsung hingga awal tahun 2024.

    “Saat musim hujan, pengaruh El Nino tidak sedahsyat saat ini. Diharapkan sesuai prediksi kemarau panjang ini berakhir di Oktober dan mulai transisi di November,” katanya.

    Baca: El Nino percepat cairnya salju abadi di Puncak Jaya

    El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Biasanya terjadi setiap 5 atau 7 tahun sekali. Fenomena alami ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Perkirakan Musim Hujan di Banten Mulai November

    BMKG Perkirakan Musim Hujan di Banten Mulai November

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia diprediksi akan memasuki musim hujan pada November 2023. Salah satunya Provinsi Banten, namun hujan turun tidak serentak.

    Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang Banten, Tatang Rusmana menjelaskan hasil  kajian BMKG musim hujan baru akan turun pada Dasarian I November  2023

    “Setiap daerah berbeda-beda musim hujannya, maka untuk awal musim hujan di Provinsi Banten tidak akan terjadi secara serentak,” jelas Tatang seperti yang dilansir Antaranews.

    Perbedaan ini terjadi karena keragaman iklim yang terjadi akibat El Nino yang membuat wilayah-wilayah di Banten tidak serentak memasuki musim hujan.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musin hujan

    “Untuk curah hujan yang akan terjadi diprediksi berbeda dari tahun lalu, karena terganggu oleh fenomena El Nino sehingga curah hujannya akan berada di bawah normal dengan adanya kenaikan suhu,” urainya.

    Selanjutnya Tatang menjelaskan kenaikan suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik bagian Timur, yang mempengaruhi penurunan suhu muka laut di wilayah Indonesia.

    Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan berkurang. Akibatnya, secara umum musim hujan datang terlambat dari biasanya bulan September.

    Mengenai cuaca panas ekstrem, Tatang mengatakan masyarakat tak perlu khawatir hal tersebut akan terjadi.

     

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat untuk lebih mengoptimalkan penyimpanan air baik danau, waduk, embung dan kolam retensi.

    Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan penyimpanan air buatan lainnya melalui gerakan memanen air hujan atau melakukan manajemen air bersih.

    “Sehingga pada puncak musim kemarau, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi,” ujarnya.

    Sebelumnya, beberapa wilayah di Banten mengalami kekeringan hingga warga kesulitan mendapatkan air. Salah satunya di Kota Serang.

    Baca: BMKG perkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Sejak bulan Agustus kekeringan akibat fenomena El Nino melanda kota Serang. Tercatat 27 titik lokasi yang mengalami kekeringan.

    Akibatnya sebanyak 3.408 jiwa, dari 2.308 kepala keluarga (KK) di Kota Serang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

    Bahkan beberapa warga Serang harus berjalan mencari air bersih hingga masuk ke dalam hutan.

    “Kita pada malam hari mendapatkan air bersih dari sumber mata air di kawasan hutan,” kata Sarip, warga Margaluyu Kabupaten Lebak.

    Demi mendapatkan air bersih, lanjut Sarip, masyarakat di wilayah ini terpaksa berjalan kaki ke hutan- hutan sepanjang 1 kilometer.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Imbas Kekeringan, Petani di Bogor Dapat Asuransi Rp 6 Juta.

    Imbas Kekeringan, Petani di Bogor Dapat Asuransi Rp 6 Juta.

    7cloud.asia – Bencana kekeringan membawa dampak buruk bagi para petani. Seperti yang dialami petani di Kota Bogor, Jawa Barat, banyak mengalami gagal panen. Pemerintah setempat memberikan asuransi untuk petani.

    Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya menyiapkan asuransi untuk 25 ribu hektare sawah petani yang terkena dampak kekeringan.

    “Tahun lalu, di 2022, kita menargetkan hanya 10 ribu hektare sawah yang diasuransikan. Nah tahun ini sebagai bagian dari antisipasi, kita naikkan jadi 25 ribu hektare. Karena sejak jauh hari juga BMKG telah memprediksi dampak kekeringan ini, jadi kita juga sosialisasikan ke para petani,” papar Iwan seperti yang dikutip Detik.com.

    baca juga: atasi kemarau dampak el-nino 60 persen embung masih aman

    Selanjutnya Iwan menjelaskan, upaya ini merupakan langkah jangka pendek untuk meminimalisasi dampak kekeringan. Klaim asuransi yang bisa diterima sebesar Rp 6 juta per hektare.

    “Kita koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat untuk menangani dampak kekeringan ini,” katanya.

    Sementara itu, Plt Kepala Distanhorbun (Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan) Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, mengatakan asuransi tersebut ditanggung pemerintah kabupaten bersama pemerintah pusat.

    Hingga kini sebanyak 41 kelompok tani (poktan) yang mengajukan klaim asuransi, dengan luas sawah mencapai 221 hektare yang tersebar di 11 kecamatan.

    “Sejauh ini yang mengajukan asuransi itu sudah sekitar 16.800 hektare, kami terus mendorong agar mereka yang belum mengasuransikan lahannya bisa segera masuk. Ini menjadi bukti pemerintah hadir melindungi para petani,” ucap Tatang.

    baca juga: bmkg dampak el-nino 2023 masih terkendali

    Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak beberapa bulan yang lalu merupakan dampak dari fenomena El Nino.

    El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Biasanya terjadi setiap 5 atau 7 tahun sekali. Fenomena alami ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

    baca juga: dampak el nino kekeringan di bali meluas

    Di sektor pertanian, El Nino sangat berpengaruh bagi para petani. Tidak hanya mengalami kekeringan, tetapi petani juga harus menghadapi berbagai penyakit padi dan hama.

    El Nino menyebabkan penyebaran penyakit yang lebih cepat dan merusak tanaman serta mengurangi hasil panen.    

    Reporter: Nurakhmayani

  • Mitigasi Dampak Perubahan Iklim dan El Nino pada Satwa Liar

    Mitigasi Dampak Perubahan Iklim dan El Nino pada Satwa Liar

    7cloud.asia – Dalam tulisan sebelumnya disebutkan kekeringan akibat fenomena El Nino turut mengancam kelestarian satwa liar di Indonesia. 

    El Nino diperkirakan akan semakin terjadi akibat perubahan iklim, karena itu pemerintah diminta untuk melakukan langkah mitigasi untuk mengatasi dampaknya tak hanya untuk manusia tetapi juga untuk kehidupan satwa liar.

    Jatna Supriatna, Professor of Conservation Biology, Universitas Indonesia dalam tulisannya di The Conversation menyebut, El Nino juga dapat memanaskan permukaan laut.

    Selanjutnya dampak El Nino iin dapat meningkatkan keasamannya sehingga dapat mempengaruhi satwa liar yang ada di dalamnya. 

    Ini dapat mengancam ekosistem perairan Indonesia yang termasuk dalam Segitiga Karang Dunia sekaligus rumah bagi 1.100 dan 5.300 spesies flora dan fauna perairan.

    Baca: El Nino pengaruhi kehidupan satwa liar

    Pemerintah sebaiknya menyediakan pendanaan cukup untuk meneliti dampak perubahan iklim dan El Nino terhadap keanekaragaman hayati.

    “Pengetahuan kita mengenai dampak perubahan iklim di Indonesia sangat minim. Sementara, kerusakan habitat tersebut terus meningkat,” tulisnya.

    Sebagai langkah awal, Indonesia harus menggenjot penelitian yang memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan satwa liar.

    Pemanfaatan teknologi pemantauan, pelaporan, dan verifikasi berskala luas menggunakan teknologi seperti peraba jarak jauh optik (LiDAR) ataupun Sistem Informasi Geografis harus dilakukan.

    Teknologi ini memungkinkan kita untuk mengetahui pola-pola aktivitas satwa liar bahkan secara langsung.

    Baca: El Nino percepat melelehnya salju abadi di Puncak Jaya

    Harapannya, jika otoritas cuaca meramalkan cuaca ekstrem akan terjadi, kita bisa bertindak cepat—berbasiskan data pemantauan—untuk mencegah dampak negatifnya bagi satwa liar.

    Sistem pemantauan berbasis data ini, ujarnya, jangan dibangun terpusat karena setiap daerah punya karakter berbeda.

    “Indonesia, dengan karakternya sebagai negara kepulauan, justru perlu memanfaatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di daerah agar kegiatan pemantauan satwa liar tersebar di kawasan masing-masing,” ujarnya.

    Indonesia juga dapat meningkatkan penggalian materi biodiversitas untuk keperluan pangan, papan, obat-obatan, aromaterapi, kosmetik, dan lainnya dalam program pemanfaatan produk berbasis sumber daya hayati (bioprospecting) yang lebih terencana.

    Penggalian materi biologi juga perlu dilakukan bekerja bersama masyarakat adat, agar mereka dapat memanfaatkan material genetik dengan baik.

    Baca: Mengenal Hari Species Terancam Punah, mengapa harus diperingati

    Selain itu bioprospecting perlu digalakkan di berbagai perguruan tinggi di dalam negeri khususnya dan kalau perlu saja dengan perguruan tinggi luar negeri.

    Indonesia juga dapat menjajaki sistem kredit biodiversitas, artinya memberi kredit bagi pelestarian keanekaragaman hayati.

    Kredit ini dapat dijual ke perusahaan untuk menebus aktivitasnya yang berdampak pada biodiversitas.

    Dana hasil penjualan kemudian bisa kita gunakan untuk memperkuat usaha pelestarian flora dan fauna di tanah air.

    Tanggal 5 November adalah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

    “Semoga peringatan hari ini dapat memicu kita untuk tidak sekadar ‘menunggu’ dampak perubahan iklim, tapi aktif bertindak untuk mencegah dampaknya bagi seluruh kehidupan satwa liar di Indonesia,” pungkasnya.

    Baca: Ancaman perubahan iklim sudah diingatkan sejak 70 tahun lalu

     

  • Kemarau Panjang Akibat El Nino Ancam Ruang Hidup Satwa Liar

    Kemarau Panjang Akibat El Nino Ancam Ruang Hidup Satwa Liar

    7cloud.asia – Fenomena El Nino yang ditandai dengan cuaca panas dan kemarau panjang yang memicu kekeringan bisa berefek mematikan  bagi sejumlah satwa liar.

    El Nino mengancam ruang hidup satwa liar di kawasan tropis karena menyebabkan sungai dan danau mengering, hutan-hutan rusak akibat kebakaran, serta pemanasan permukaan laut.

    Efek El Nino ini diperparah dengan tingkat ancaman satwa liar Indonesia yang berbeda karena wilayahnya merupakan kepulauan.

    Meski keberagamannya berpotensi lebih tinggi, kelimpahan spesies di kawasan kepulauan jauh lebih rendah dibandingkan kawasan kontinental (daratan luas).

    Panel antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyepakati El Nino akan berlangsung lebih sering dan lebih parah akibat iklim yang berubah.

    Baca: El Nino percepat lelehnya salju abadi di Puncak Jaya

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Antonio Guterres, bahkan menyebut Bumi sedang menghadapi masa “pendidihan global”.

    Tanpa rencana pencegahan memadai, panas dan kekeringan ekstrem akibat fenomena cuaca berskala besar ini akan mengancam kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

    Dampak El Nino terhadap satwa Indonesia. Kekurangan air akibat El Nino mengancam langsung satwa-satwa yang bergantung padanya, contohnya amfibi. Satwa jenis ini berperan penting dalam rantai makanan.

    Amfibi berperan sebagai pengendali alami populasi serangga dan pakan bagi spesies lainnya seperti ular dan elang.

    Kehilangan amfibi pun akan mengganggu proses penting dalam ekosistem seperti pengadukan tanah (bioturbasi) dan penguraian.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga awal 2024

    Dampak perubahan iklim juga dirasakan amfibi. Meski hidup di dua alam, amfibi—yang terdiri dari katak, kodok, ataupun salamander—mengawali hidupnya dari air. Ketiadaan air akan membuat amfibi sulit berkembang biak.

    Sementara, di kawasan tropis beberapa jenis amfibi di kawasan tropis memiliki usia yang pendek, hanya dua tahun.

    Musim kemarau berkepanjangan akibat El Nino dapat meningkatkan risiko kepunahan spesies amfibi di Indonesia, yang saat ini tercatat mencapai 270 jenis.

    Meski secara global amfibi sedang menghadapi gelombang kepunahan salah satunya karena perubahan suhu, dampaknya bagi amfibi di Indonesia belum banyak diteliti.

    Selain amfibi, satwa lainnya yang terancam adalah ikan-ikan terutama spesies bermigrasi di sungai berarus deras dengan kadar oksigen tinggi.

    Penurunan debit air akibat kemarau akan mengurangi arus sungai, sehingga mengurangi kadar oksigen di dalamnya.

    Hal ini membuat ikan kesulitan mencapai tempat migrasi (biasanya untuk bertelur) atau mati dalam perjalanan.

    Baca: Pemerintah siapkan dana Rp 8 Triliun untuk antisipasi dampak El Nino

    Salah satu contohnya adalah ikan tambra (Tor tambroides) di sungai-sungai di Kalimantan, Jawa, Sumatra, hingga beberapa kawasan Asia Tenggara.

    Kekeringan akibat El Nino berisiko memperparah penurunan populasi ikan ini yang memang sudah tertekan karena perburuan dan kerusakan habitat.

    Kekeringan di sumber air besar juga dapat mengancam langsung keberadaan populasi ikan-ikan endemik.

    Misalnya, kekeringan di Danau Poso, Sulawesi Tengah, turut mengancam ikan Popta’s Buntingi, satu dari beberapa spesies ikan endemik Danau Poso yang berstatus terancam punah.

    Kekeringan di Danau Sentarum, Kalimantan Barat, juga berisiko bagi kelangsungan ikan arwana merah, spesies langka penghuni kawasan tersebut.

    Di hutan-hutan, primata yang hidup sepenuhnya di pepohonan atau arboreal tidak lepas dari tekanan El Nino.

    Baca: Dampak El Nino bagi pertanian dan lingkungan

    Saat kemarau ekstrem datang, pepohonan akan menyesuaikan diri dengan menghasilkan buah yang lebih kecil dari biasanya.

    Hal ini memengaruhi kelimpahan pakan sehingga mengganggu kehidupan mereka.

    Owa Jawa merupakan primata langka yang berisiko terimbas tekanan ini. Pasalnya, Owa tidak bisa melahap pakan daun dan biji-bijian, hanya buah-buahan.

    Selain persoalan pakan, kesehatan primata juga terdampak langsung kebakaran hutan yang mengganas lantaran El Nino.

    Studi terbaru menyebutkan asap kebakaran menyebabkan suara orang utan menjadi parau dan diduga mengalami peradangan saluran pernapasan.

    Ini menjadi berita buruk, apalagi bila terjadi pada orang utan tapanuli yang populasinya tinggal 800 ekor.

    Baca: Mengenal Hari Terancam Punah Sedunia

    Cuaca panas juga dapat membalikkan upaya konservasi kadal purba komodo yang selama ini berjalan positif. El Nino dapat mematikan pohon-pohon sehingga anak-anak komodo kian rentan dimangsa oleh komodo dewasa.

    Saat ini, anak-anak komodo kerap memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Tanpa El Nino saja, hanya 1 dari 10 anak-anak komodo yang tumbuh dewasa.

    Bayangkan jika pada masa depan El Nino semakin kuat dan sering, anak-anak komodo yang bertahan hidup bisa semakin sedikit.

    El Nino juga dapat memanaskan permukaan laut dan meningkatkan keasamannya sehingga dapat menyebabkan terumbu karang memutih, bahkan mati.

    Ini dapat mengancam ekosistem perairan Indonesia yang termasuk dalam Segitiga Karang Dunia sekaligus rumah bagi 1.100 dan 5.300 spesies flora dan fauna perairan.

    Pemerintah sebaiknya menyediakan pendanaan cukup untuk meneliti dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati. Seperti apa rekomendasinya, baca di tulisan selanjutnya.

    Penulis: Jatna Supriatna, Professor of Conservation Biology, Universitas Indonesia. Tulisan ini telah tayang di The Conversation untuk memeringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada 5 November 2023.
     

     

  • Di Tengah Fenomena El Nino, BMKG Ingatkan Perlunya Menguatkan Manajemen Air

    Di Tengah Fenomena El Nino, BMKG Ingatkan Perlunya Menguatkan Manajemen Air

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak untuk menguatkan manajemen air.

    Hal ini  agar pasokannya cukup untuk pertanian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di tengah kombinasi fenomena El Nino dan IOD positif yang memicu kekeringan.

    “Hingga Oktober dasarian II, 2023, El Nino berada di level moderate dan IOD (Indian Ocean Dipole) positif juga masih bertahan positif masih bertahan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta Kamis (03/11/2023).   

    Ia menambahkan BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023-Januari-Februari 2024, sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023.   

    baca: bmkg dampak el nino 2023 masih terkendali

    Kondisi itu, kata dia, akan mempengaruhi sejumlah sektor diantaranya pertanian, sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan.

    “Karenanya, pemerintah di seluruh level diharapkan segera mengambil langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dampak negatif yang terjadi,” ujarnya.

    Di sektor pertanian, Dwikorita mengemukakan produksi tanaman pangan terancam mengalami penurunan akibat terganggunya siklus masa tanam, gagal panen, kurangnya ketahanan jenis tanaman atau penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering.

    Untuk sektor sumber daya air, ia menambahkan situasi ini dapat berakibat pada berkurangnya sumber daya air. Di sektor perdagangan memicu lonjakan harga bahan pangan.

    baca: dampak el-nino warga ciamis antre air

    Kemudian di sektor kehutanan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Di sektor energi dapat menekan jumlah produksi energi yang bersumber dari PLTA.

    Sedangkan di sektor ketahanan meningkatkan risiko kesehatan berkaitan dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih untuk di konsumsi dan kebersihan.

    “Bagi daerah yang mengalami karhutla, kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” paparnya.

    Dwikorita menyampaikan terdapat sejumlah strategi yang dapat diambil pemerintah sebagai upaya kesiapsiagaan, pertama, menguatkan manajemen air.

    Kedua, menguatkan penyebaran informasi pedoman kepada petani untuk beradaptasi dengan perubahan pola musim dan memilih tanaman yang lebih tahan kekeringan.

    baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Ketiga, menyelenggarakan program penyuluhan dan pelatihan untuk membantu masyarakat dalam mengadopsi praktik pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

    Keempat, penguatan pengelolaan hutan dan lahan untuk mencegah kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh cuaca kering.

    Kelima, program rehabilitasi ekosistem dan restorasi lahan yang terdegradasi akibat kekeringan atau kebakaran.

    Keenam, menyusun rencana kesiapsiagaan logistik untuk memastikan pasokan air bersih dan bahan makanan cukup terutama di wilayah yang rentan.

    Dan, ketujuh, melakukan kampanye kesadaran masyarakat tentang praktik konservasi air dan upaya pengurangan risiko bencana.

    Sumber: Antaranews

  • Masih Terdampak El Nino, 30 Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih

    Masih Terdampak El Nino, 30 Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih

    7cloud.asia – Krisis air bersih akibat fenomena El Nino masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebanyak 30 desa terdampak krisis air bersih.

    Berdasarkan  data dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur hingga akhir Oktober, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 61.371 jiwa atau 20.942 Kepala Keluarga (KK).

    “Hasil rekapitulasi data Pusdalops Penanggulangan Bencana tercatat sebanyak 51 dusun yang tersebar di 30 desa dari 14 kecamatan terdampak krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo,” jelas Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Probolinggo, Silvia Verdiana.

    Baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Melansir Antaranews.com, puluhan desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Wonomerto, Banyuanyar, Tongas, Bantaran, Kuripan, Sukapura, Lumbang, Leces, Paiton, Besuk, Gading, Kotaanyar, dan Tiris.

    “Kami mendistribusikan air bersih berdasarkan permohonan dari pemerintah desa setempat dan hasil kaji awal Tim Reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana,” katanya.

    Selanjutnya Silvia menjelaskan sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya telah mendistribusikan air bersih dan logistik kekeringan serta memantau beberapa daerah yang berisiko tinggi kekeringan.

    “Awal Juni hingga akhir Oktober 2023 kami telah menyalurkan 260 kali distribusi air dengan memberikan bantuan sebanyak 1.472.000 liter air bersih,” ujarnya.

    Baca: Kali Bekasi tercemar limbah ribuan warga krisis air bersih

    Selain itu, lanjut Silvia, pihaknya jug telah mendistribusikan  13 tandon air, dan 37 jerigen telah terdistribusi sebagai penanganan darurat krisis air bersih.

    Silvia mengatakan jumlah daerah terdampak kekeringan fluktuatif sejak tahun 2013 hingga 2023 bergantung faktor yang mempengaruhi.

    Faktor- faktor tersebut adalah berkurangnya volume air, mengeringnya sumber mata air, tidak ada cadangan air, maupun faktor infrastruktur lainnya.

    Pihaknya juga melakukan upaya lanjutan dengan kajian dan pemantauan kembali terkait beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian kekeringan pada tahun 2023.

    Baca: Danau sentarum mengering ratusan warga kesulitan air bersih

    Pada kesempatan itu, Silvia mengimbau masyarakat agar memitigasi bencana kekeringan, seperti memanfaatkan sumber daya air secara lebih efektif dan efisien.

    Selain itu, masyarakat juga dapat memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan minum dan masak atau keperluan air bersih lainnya.

    “Selain itu warga juga bisa menanam banyak pohon di sekitar kawasan rawan kekeringan, gotong royong membuat waduk yang disesuaikan dengan kondisi geografis,” ujarnya.

    Silvia juga menyarankan pemda dan masyarakat untuk memperbanyak daerah resapan air, dan menerapkan budaya konservasi air.

    Baca: Pertanian tak berkelanjutan memicu krisis air dan krisis pangan

    Jika ada situasi yang berpotensi terjadi bencana kekeringan atau lainnya, Silvia mengimbau masyarakat segera melapor ke pemerintah desa setempat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • El Nino Belum Berakhir: Kekeringan dan Kebakaran Berisiko Makin Besar Tahun 2024

    El Nino Belum Berakhir: Kekeringan dan Kebakaran Berisiko Makin Besar Tahun 2024

    7cloud.asia – Fenomena El Nino yang dimulai pada Juni 2023 membuat cuaca di banyak wilayah Indonesia lebih kering dan mengalami panas menyiksa.

    Sejak beberapa bulan lalu, beberapa pihak memprediksi puncak El Nino terjadi pada Agustus-September, dengan intensitas yang lemah-moderat.

    Ada juga yang menaksir fenomena anomali cuaca yang disebut El Nino ini memuncak pada Oktober, lalu kemudian menurun.

    Walau begitu, dengan pengalaman meneliti El Nino lebih dari 15 tahun, saya menyaksikan bagaimana pergerakan El Nino, termasuk puncaknya, semakin sulit diprediksi.

    Misalnya, pada 2015 silam, banyak ilmuwan meramalkan El Nino yang terjadi saat itu hanya berlangsung lemah, alias pemanasannya rata-rata per bulan tak melebihi 1,5°C dibandingkan kondisi non-El Nino.

    Durasinya pun tak melebihi sembilan bulan. Nyatanya, El Nino 2015 berlangsung kuat dengan pemanasan tertingginya mencapai 3°C.

    Baca: Kekeringan dampak El Nino pengaruhi kelestarian satwa liar

    Durasinya pun dua kali lipat lebih panjang dari El Nino lemah, yakni 18 bulan.

    Dampaknya luar biasa. El Nino saat itu menyebabkan suhu bumi mencetak rekor terpanasnya. Kebakaran hutan dan lahan menggila, mencapai 2,6 juta ha dengan angka kematian dini akibat paparan asap mencapai 100 ribu jiwa.

    Lantas, bagaimana dengan El Nino tahun ini? Berdasarkan pengamatan saya, El Nino 2023 memiliki perilaku senada dengan El Nino kuat pada 2015-2016 dan 1997-1998.

    Indonesia harus mewaspadai risiko ini. Maraknya kekeringan dan kebakaran hutan tahun ini kemungkinan bakal lebih parah lagi saat El Nino mencapai puncaknya pada 2024.

    El Nino akan menguat pada 2024. Pada mulanya, El Nino memanaskan suhu permukaan laut dari Samudra Pasifik sebelah timur, dekat Peru.

    Panas lalu membesar dan menjalar ke arah barat sampai perairan selatan Hawaii, hingga kepulauan di Pasifik barat dekat pulau Papua.

    Baca: El Nino percepat lelehnya es abadi di Puncak Jaya

    Per 29 Oktober lalu, Biro Meteorologi Australia mencatat pemanasan rata-rata bulanan di sekitar titik pantau El Nino di perairan di selatan Hawai (dikenal dengan area Nino 3.4) baru mencapai 1,66°C.

    Pemanasan tersebut berpotensi tinggi menguat sampai tahun depan. Pasalnya, pemanasan parah El Nino 2023 baru berada di dekat Peru (area Nino 2) sebesar 2,42°C di atas normal.

    Butuh waktu setidaknya dua bulan hingga panas tersebut menyebar ke titik pantau Nino 3.4.

    Karena itulah, per 21 Oktober 2023, Biro Meteorologi Australia menaksir puncak El Nino baru terjadi tiga bulan lagi, yakni Januari 2024.

    Saat itu, suhu terpanas permukaan rata-rata bulanan dapat mencapai 2,7°C di atas normal di area Nino 3.4.

    Saya menganggap pemodelan oleh Biro Meteorologi Australia cukup valid karena berbasiskan data klimatologis lama, dari 1960-2010.

    Baca: Mitigasi dampak El Nino terhadap kehidupan satwa liar

    Meskipun terpaut 13 tahun, data lama penting untuk membandingkan perilaku El Nino saat ini dengan kejadian pada 1997-1998 dan 2015-2016.

    Prediksi Australia juga senada dengan Badan Ilmu dan Teknologi Laut-Bumi Jepang (Jamstec) yang mengatakan bahwa El Nino pada puncak pemanasannya akan melampaui 2°C.

    Anomali cuaca Indonesia karena El Nino?
    Cuaca panas Indonesia yang terjadi beberapa bulan belakangan memang turut dipengaruhi El Nino. Namun, dampaknya masih kecil.

    Sejauh ini, kondisi panas di Indonesia masih lebih banyak dipengaruhi oleh cuaca di Samudra India. Karena itulah masih ada awan-awan di atas langit Papua, diikuti oleh hujan.

    Saat El Nino mencengkeram, Papua akan lebih panas dan kering, begitu juga dengan daerah-daerah di sekitarnya hingga menjalar ke banyak wilayah di Indonesia.

    Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah barat Indonesia saat ini, termasuk Jabodetabek pada sepekan terakhir, lebih dipengaruhi fenomena pemanasan dari Laut Cina Selatan.

    Baca: Mengapa Hari Terancam Punah harus diperingati

    Pemanasan kali ini tergolong anomali cuaca karena seharusnya, pada periode Oktober cuaca di kawasan tersebut cenderung lebih dingin akibat siklus monsun dingin (winter monsoon) dari November-Maret.

    Musim hujan mengakhiri El Nino? Tahun ini Indonesia mengalami musim hujan secara bertahap sejak Oktober 2023 hingga Februari 2024.

    Apakah munculnya hujan menjadi pertanda berakhirnya El Nino? Sayangnya tidak. Musim hujan hanya meredam dampaknya sehingga Indonesia mungkin tidak akan sepanas saat ini.

    Mungkin ini bisa memberikan kita waktu untuk ‘beristirahat’ dari panas dan kekeringan.

    Namun, hal ini tak berlangsung lama. Pada Maret 2024, ketika musim pancaroba melanda sebagian Indonesia, El Nino akan kembali mencengkeram.

    Saat itu, pemanasan suhu rata-rata memang menurun, tapi masih di atas 2,3°C.

    Baca: Pendidikan yang memberi solusi bagi perubahan iklim

    Saat ini ilmuwan-ilmuwan dunia sedang harap-harap cemas, mengkhawatirkan El Nino bisa menguat seperti ‘gorila’ yang mengamuk melampaui perkiraan.

    Indonesia harus mempertimbangkan cuaca panas akibat El Nino dapat berkepanjangan.

    Panasnya bisa begitu kuat, bahkan bisa melebihi kejadian-kejadian sebelumnya.

    Ini dipengaruhi dengan kenaikan suhu rata-rata permukaan Bumi. Saat El Nino 2015-2016, kenaikan suhu permukaan Bumi belum mencapai 1°C.

    Saat ini, suhu terpanas Bumi sudah mencapai 1,2°C. Kita harus bersiap dengan El Nino yang semakin mencengkeram.

    Selalu ada kemungkinan pemanasan ekstrem akibat El Nino terus bertahan dan tidak mudah meluruh.

    Baca: Polusi udara yang kemudian memicu pemanasan global jadi masalah serius bagi lingkungan

    Perhatian Indonesia sampai sekarang masih terbagi karena adanya Pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2024.

    Perhelatan akbar ini biarlah berjalan, tapi jangan mengurangi fokus kita untuk mencegah dan menanggulangi dampak terburuk El Nino tahun depan.

    Tahun ini, kita menyaksikan kebakaran hutan dan lahan telah melebihi 600 ribu hektare–tertinggi sejak pandemi.

    Kekeringan sudah terjadi di ratusan wilayah, diikuti dengan kenaikan harga pahan pokok. Bendungan mengering sehingga listrik di beberapa wilayah byar-pet.

    Kita membutuhkan usaha ekstra dari semua kalangan untuk mencegah agar beragam dampak tersebut tidak meluas pada tahun depan.

    Penulis: Erma Yulihastin, Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

     

  • Pemanasan Suhu Bumi Cetak Rekor pada November 2023, Ini Penyebabnya

    Pemanasan Suhu Bumi Cetak Rekor pada November 2023, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Pada bulan Oktober dan November 2023, pemanasan suhu Bumi tercatat cukup tinggi yakni berada di angka 1,5°C dan sempat menyentuh 2°C.

    Melihat angka pemanasan suhu Bumi yang cukup fantastis ini, wajar jika banyak orang bertanya-tanya  bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan planet ini.

    Dalam tulisan di The Conversation, lonjakan pemanasan suhu bumi yang tiba-tiba pada tahun 2023 terjadi karena kombinasi beberapa faktor.

    Perubahan iklim, El Nino kuat, kegagalan pembentukan kembali es laut setelah musim dingin, berkurangnya polusi aerosol, dan peningkatan aktivitas matahari disebut sebagai pemicu fenomena lonjakan suhu bumi ini.

    Baca: Pemanasan suhu bumi capai 2 derajat

    Dan berikut penjelasan, bagaimana faktor-faktor tersebut memicu pemanasan suhu Bumi.

    1. Perubahan iklim

    Sejauh ini, perubahan iklim adalah faktor terbesar dalam pemanasan suhu bumi. Banyak dari kita yang tidak menyadari betapa barunya periode emisi intens yang kita alami.

    Jika kamu lahir pada 1983, 50% dari seluruh emisi umat manusia telah dibuang ke atmosfer sejak kelahiranmu.

    Emisi manusia dan aktivitas lainnya sejauh ini berkontribusi memanaskan suhu Bumi sebesar 1,2°C.

    Gas rumah kaca memerangkap panas, itulah sebabnya bumi tidak terselimuti salju.

    Namun, 2 triliun ton energi fosil yang ditambang dari bawah tanah dan dikembalikan ke atmosfer memerangkap lebih dan lebih banyak lagi panas.

    Bumi bakal terus memanas hingga kita berhenti menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan panas atau listrik.

    Baca: Mungkinkah dunia cetak nol emisi pada 2050?

     

    2. Fenomena El Nino

    Siklus iklim El Nino di kawasan Pasifik memiliki pengaruh alami terbesar terhadap iklim. Hal ini karena kawasan Pasifik sangat luas, mencakup 30% permukaan bumi.

    Saat mengalami fase El Nino, lautan di lepas pantai Amerika Selatan memanas. Hal ini, pada gilirannya, biasanya membuat suhu rata-rata global menjadi lebih panas.

    Saat ini, ada gelombang panas yang berbahaya di Brasil. Saat terkombinasi dengan kelembapan, gelombang panas membuat suhu di sana terasa seperti 60°C.

    Kondisi tersebut berkontribusi pada kematian seorang penggemar di konser Taylor Swift di Rio de Janeiro minggu lalu.

    El Nino kemungkinan akan memuncak dalam dua bulan ke depan. Namun, dampaknya mungkin terus berlanjut sepanjang 2024, sehingga menyebabkan suhu rata-rata global lebih tinggi sekitar 0,15°C.

    Baca: Manfaat hutan mangrove untuk serap karbon

    3. Es Laut Antartika gagal pulih

    Penurunan es Laut Arktik sudah diketahui secara luas. Namun, kini es Laut Antartika juga gagal pulih sehingga memicu pemanasan suhu Bumi.

    Biasanya, lingkaran air laut beku di sekitar benua es mencapai batas maksimumnya pada September.

    Namun, luas lingkaran maksimum tahun ini jauh di bawah tahun sebelumnya.

    Saat memasuki musim panas, akan lebih banyak air yang berwarna gelap. Permukaan yang gelap akan menyerap lebih banyak panas, sedangkan permukaan yang putih memantulkannya.

    Ini menandakan lebih banyak panas yang akan masuk ke lautan dibandingkan kembali ke angkasa.

    Baca: Riset mengungkap Juli 2023 catat emisi karbon tertinggi

     

    4. Peningkatan aktivitas Matahari

    Matahari beroperasi dalam siklus sekitar 11 tahun, dengan keluaran yang lebih rendah dan lebih tinggi. Suhu maksimum matahari diperkirakan terjadi pada 2025 dan peningkatan nyata terjadi tahun ini.

    Fenomena tersebut menciptakan aurora yang spektakuler—-bahkan di Belahan Bumi Selatan, tempat penduduknya telah melihat aurora sampai ke daratan Ballarat, di Victoria, Australia.

    Aktivitas maksimum matahari menambahkan panas ekstra. Namun, efeknya tidak banyak—-hanya sekitar 0,05°C, atau setara sepertiga dari El Nino.

    5. Berkurangnya polusi aerosol

    Pada 2020, peraturan internasional baru mewajibkan bahan bakar pelayaran yang rendah sulfur. Pelaksanaan regulasi ini mengurangi emisi sulfur dioksida sekitar 10%.

    Rendahnya emisi sulfur dioksida memang bagus untuk kesehatan. Namun, aerosol di atmosfer sebenarnya dapat menghalangi panas.

    Pengurangan polusi mungkin telah menambah pemanasan Bumi. Namun sekali lagi, dampaknya tampaknya kecil, atau menambahkan perkiraan pemanasan sebesar 0,05°C pada 2050.

    Baca: Peran sektor kehutanan untuk serap emisi karbon

    Letusan gunung berapi

    Letusan gunung berapi biasanya mendinginkan planet ini karena gumpalan besar aerosol dari muntahan gunung menghalangi sinar matahari.

    Namun letusan gunung berapi terbesar abad ini, di dekat Tonga, Polinesia, pada Januari 2022 justru berdampak sebaliknya.

    Ini karena gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai berada di bawah laut. Kekuatan ledakannya menguapkan sejumlah besar air laut. Sementara, uap air merupakan gas rumah kaca.

    Beberapa orang skeptis bahwa letusan di Tonga menjadi penyebab utama lonjakan pemanasan global baru-baru ini, menganggapnya hanya kedipan semata.

    Namun, letusan ini akan menambah suhu diperkirakan 0,035°C selama sekitar lima tahun.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation. Penulis Andrew King, Senior Lecturer in Climate Science, The University of Melbourne