Tag: kesehatan

  • Ditetapkan sebagai Tanaman Obat Unggulan, Ini Segudang Manfaat Temulawak

    Ditetapkan sebagai Tanaman Obat Unggulan, Ini Segudang Manfaat Temulawak

    7cloud.asia – Beberapa waktu yang lalu, temulawak (Curcuma zanthorrhiza) ditetapkan sebagai tanaman obat unggulan.

    Sebab, temulawak memiliki segudang manfaat. Diantaranya mengendalikan kadar gula darah.

    Penetapan resmi ini disampaikan dalam pameran alat kesehatan dan farmasi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-59 di JCC Senayan, Jakarta.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penetapan temulawak sebagai tanaman obat tradisional unggulan Indonesia didasarkan pada banyaknya kandungan yang terdapat di tanaman tersebut.

    Diantaranya zat besi, vitamin, kalsium, sodium dan asam folat.

    Selain itu, temulawak juga mengandung banyak zat aktif salah satunya kurkuminoid yang berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit hati seperti fatty liver, sirosis bahkan kanker hati.

    Baca: 9 manfaat teh hijau untuk kesehatan

    “Penyakit fatty liver itu pengobatannya susah, tapi ada tanaman Indonesia yang bisa mengobati. Karena itu butuh antioksiden yang bernama Kurkumin,” kata Budi.

    Temulawak sebenarnya tanaman asli Indonesia khususnya Pulau Jawa. Kemudian menyebar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina.

    Kini temulawak sudah dapat dijumpai di Korea, India, Jepang, Amerika hingga ke negara-negara Eropa.

    Hal ini karena temulawak memiliki khasiat untuk kesehatan. Bagian yang paling berkhasiat untuk kesehatan dan yang paling banyak mengandung senyawa aktif adalah bagian rimpang induk dan akar temulawak.

    Baca: manfaat ekonomi dan kesehatan daun kelor

    Temulawak memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, yaitu:

    1. Memperkuat imunitas tubuh
    Manfaat ini berasal dari beragam nutrisi serta antioksidan yang dapat membantu kinerja sel darah putih dan produksi antibodi.

    Jika daya tahan tubuh kuat, tubuh akan lebih kuat melawan berbagai kuman dan virus penyebab penyakit.

    2. Mencegah dan mengatasi infeksi
    Temulawak mengandung senyawa xanthorrhizol dan kurkuminoid yang berfungsi sebagai antimikroba.

    Berbagai riset menyebutkan bahwa ekstrak temulawak dapat membasmi dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, seperti bakteri Salmonella dan E.coli.

    Baca: 8 tanaman ini efektif mengurangi polusi udara

    Ekstrak temulawak juga diketahui memiliki efek antivirus dan antijamur, karena itu temulawak bisa dikonsumsi sebagai obat herbal untuk mengatasi infeksi.

    Minuman temulawak juga memiliki efek antiradang dan pereda demam alami, sehingga baik dikonsumsi untuk mendukung proses pemulihan saat Anda sedang sakit, misalnya demam atau flu.

    3. Mengatasi gangguan pencernaan
    Manfaat lainnya adalah dapat meringankan gejala gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, dan sembelit.

    Selain itu, sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa temulawak memiliki potensi manfaat untuk mengobati radang lambung atau gastritis.

    Namun, efektivitas dan keamanan manfaat temulawak yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

    Baca: Miliki tanaman hias dalam ruangan ini sejumlah manfaatnya

    4. Menjaga kesehatan dan fungsi hati
    Beberapa studi ilmiah mengungkapkan bahwa temulawak bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi hati serta mengurangi peradangan pada hati.

    Ini diduga berkat efek antioksidan dan antiradang yang terdapat pada temulawak.

    Meski demikian, jika ingin menggunakan temulawak sebagai pengobatan untuk penyakit hati, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

    5. Mengendalikan kadar gula darah
    Temulawak juga diketahui dapat menurunkan kadar gula dalam darah dan menjaganya tetap stabil.

    Manfaat temulawak ini berasal dari efek antioksidan dan antiradang yang dapat menekan stres oksidatif dan peradangan.

    Temulawak juga diketahui dapat meningkatkan efektivitas insulin dalam mengontrol gula darah.

    Baca: Menengok layanan kesehatan di Papua Pegunungan

    6. Menurunkan risiko terkena penyakit kanker
    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak temulawak dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, seperti kanker payudara, kanker serviks, dan kanker hati.

    Walau begitu, temulawak masih belum bisa digunakan sebagai pengobatan kanker. Sebab, penelitian terhadap efektivitas temulawak dalam mengobati kanker masih sangat terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

    Manfaat lain temulawak adalah mengontrol tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan menjaga kesehatan otak.

    Mengonsumsi temulawak sebaiknya tidak bersamaan dengan obat-obatan dari dokter.

    Bagi orang yang memiliki gangguan empedu, maag kronis, dan kelainan darah tidak dianjurkan mengonsumsi temulawak.

    Jika ingin mengonsumsi temulawak, sebaiknya tak lebih dari 8 gram per hari dalam batas amannya untuk tubuh.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Tumbuh Liar dan Kerap Dianggap Gulma, Ini Manfaat Meniran Bagi Kesehatan

    Tumbuh Liar dan Kerap Dianggap Gulma, Ini Manfaat Meniran Bagi Kesehatan

     

    7cloud.asia – Banyak orang yang menganggap meniran sebagai gulma yang sangat mengganggu.

    Padahal meniran yang tumbuh liar ini mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, di antaranya meningkatkan imunitas tubuh.

    Meniran adalah jenis tumbuhan yang memiliki bentuk batang bulat tegak lurus. Tinggi tumbuhan meniran kebanyakan dua jengkal orang dewasa, namun juga bisa mencapai satu meter lebih dalam kondisi tanah subur.

    Daun dari tumbuhsn meniran biasanya bertulang menyirip genap, setiap satu tangkai meniran memiliki daun majemuk dengan ukuran yang kecil dan berbentuk lonjong.

    Baca: Manfaat temulawak untuk kesehatan

    Bunga tumbuhan meniran ini terdapat pada setiap ketiak daun serta menghadap ke bagian bawah.

    Tumbuhan ini biasanya tidak dipelihara, bahkan dibuang oleh masyarakat lantaran dianggap sebagai gulma dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman lain yang sengaja ditanam dan dipelihara.

    Melansir Antaranews, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) mengatakan meniran memiliki manfaat bagi kesehatan terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh.

    Menurut Ketua Umum PDPOTJI, Inggrid Tania, meniran memiliki segudang manfaat bagi tubuh manusia yang dapat memodulasi sistem imun.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Sebab meniran mengandung sejumlah senyawa flavonoid, filantin, hipofilantin, dan asam galat yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi.

    Bahkan secara klinis meniran sudah teruji dapat menyembuhkan beberapa penyakit infeksi seperti influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulosis paru, hepatitis B, herpes zoster, varicella, bahkan kandidiasis vagina.

    Tak hanya itu, meniran dapat membantu penyembuhan dan pengobatan darah tinggi, diabetes, batu di sistem saluran dan kandung kemih, memperbaiki fungsi liver, radang dan batu empedu.

    Meniran tak harus digunakan ketika seseorang sakit, tetapi juga bisa dikonsumsi saat kondisi badan yang sehat.

    Baca: Mengapa air kelapa tak disarankan untuk mereka yang memiliki masalah ginjal

    Mengonsumsi meniran secara rutin, seseorang dapat memiliki kekebalan yang baik sehingga tak mudah diserang virus maupun bakteri penyebab berbagai jenis penyakit.

    Cara kerja dari kandungan tanaman tersebut dengan menstimulasi sistem imun seluler dan humoral yang dapat memodulasi komponen sistem imun, satu diantaranya adalah sitokin proinflamasi.

    Sitokin proinflamasi sangat penting untuk mengoordinasikan respon imun yang dimediasi sel dan memainkan peran penting dalam memodulasi sistem kekebalan tubuh.

    Komponen ini pada umumnya mengatur pertumbuhan, aktivasi sel, diferensiasi, dan penempatan sel imun ke tempat infeksi dengan tujuan untuk mengendalikan dan memberantas patogen intraseluler, termasuk virus.

    Baca: Makanan sehat bisa membantu menangkal dampak polusi udara 

    Ketika dikonsumsi dalam keadaan sakit, maka meniran dapat berfungsi mempercepat proses penyembuhan dan meredakan gejala dari penyakit itu sendiri.

    Karena itu, Inggrid menyayangkan banyak masyarakat belum mengetahui manfaat meniran yang dikategorikan sebagai tanaman liar karena mudah tumbuh di mana saja.

    “Meniran memiliki segudang manfaat, kalau tumbuh tidak sengaja di pekarangan sekitar, jangan dimusnahkan,” katanya.

    Meniran bisa dirapikan atau dipangkas, tetapi bukan untuk dibuang begitu saja, melainkan dimanfaatkan dan dikonsumsi sehari-hari, karena baik untuk kesehatan tubuh manusia.

    Baca: Gaya hidup dan pola makan sehat bisa cegah risiko autoimun

    Selanjutnya Inggrid menjelaskan cara mengolah meniran dengan mengambil daun meniran seberat 10–30 gram, kemudian direbus dalam 400 mililiter air yang sudah mendidih selama 15 sampai dengan 30 menit, kemudian siap untuk diminum.

    Takaran tersebut berlaku untuk satu kali minum, jika perlu minum dua atau tiga kali dalam sehari maka jumlahnya bisa disesuaikan.

    Aturan minum air rebusan ekstrak meniran ini disesuaikan dengan kebutuhan. Jika diminum ketika dalam keadaan sehat maka cukup satu sampai dua kali sehari.

    Sementara untuk pengobatan atau membantu proses penyembuhan suatu penyakit sebaiknya diminum dua sampai tiga kali dalam sehari.

    Baca: Manfaat meditasi untuk kesehatan fisik dan mental

    Selain direbus, pengolahan meniran di rumah juga bisa dilakukan dengan cara diseduh seperti membuat minuman teh.

    Meniran cukup dimasukkan ke dalam gelas kemudian disiram air mendidih, diamkan selama 15 menit dalam keadaan gelas tertutup.

    Dari dua langkah tersebut, merebus meniran menjadi cara terbaik karena air yang dihasilkan lebih kental, dan daya kerja dari ekstrak meniran akan lebih kuat pula.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Awas! Olahraga Berlebihan Bisa Bahayakan Kesehatan Jantung

    Awas! Olahraga Berlebihan Bisa Bahayakan Kesehatan Jantung

    7cloud.asia – Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, pakar menyarankan untuk banyak beraktivitas dan melakukan olahraga seara teratur. 

    Namun, tahukah kamu melakukan olahraga yang berlebihan justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan bahkan dapat menyebabkan serangan jantung? 

    Dilansir Hindustan Times, Rabu (22/11/2023), ahli jantung di Asian Heart Institute Mumbai Dr. Abhijit Borse mengatakan rutinitas olahraga yang ketat disarankan untuk mencapai kebugaran fisik puncak.

    Namun olahraga yang melebihi takaran, secara tidak langsung dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung.

    Olahraga, ujarnya, dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko obesitas, meningkatkan kadar kolesterol, dan memperkuat otot jantung. Meski demikian, ia mengingatkan untuk menjaga keseimbangannya.

    Baca: Ini cara berolahraga di daerah dengan polusi udara tinggi

    “Olahraga berlebihan, terjadi ketika seseorang melakukan olahraga yang intens dalam jangka waktu lama tanpa memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri,” kata Borse.

    Kekhawatiran utama dari olahraga berlebihan, kata Borse, adalah ketegangan yang terjadi pada jantung.

    Selama aktivitas fisik yang berat, jantung memompa lebih banyak darah untuk memasok oksigen dan nutrisi ke otot. 

    Ini adalah respons normal terhadap olahraga, dan membantu meningkatkan kinerja jantung untuk menjadi lebih efisien.

    Namun, jika olahraga dilakukan secara ekstrem, jantung bisa bekerja terlalu berat dan lelah, sehingga meningkatkan risiko kejadian buruk pada jantung.

    Baca: Sering begadang dan jarang olahraga pertinggi risiko stroke

    Salah satu kondisi umum yang terkait dengan olahraga berlebihan dikenal sebagai “jantung atlet” atau “remodeling jantung akibat olahraga”.

    “Pada individu yang secara konsisten memaksakan tubuhnya hingga batas maksimal, jantung mengalami perubahan struktural untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan aliran darah,” jelasnya.

    Ia melanjutkan, meskipun adaptasi ini umumnya tidak berbahaya pada atlet yang terlatih, namun dapat menjadi masalah bagi mereka yang berolahraga berlebihan tanpa bimbingan yang tepat atau pemulihan. 

    Potensi risiko olahraga yang berlebihan menyebabkan peningkatan detak jantung yang terus-menerus, yang seiring waktu, dapat melemahkan otot jantung dan mengurangi kemampuannya untuk memompa secara efektif.

    Selain itu, olahraga intens tanpa pemulihan yang memadai dapat memicu irama jantung yang tidak normal, seperti aritmia (fibrilasi atrium), yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah dan stroke.

    Baca: Bahaya malas bergerak untuk kesehatan jantung

    Olahraga berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung, terutama pada individu dengan faktor risiko yang sudah ada sebelumnya.

    Olahraga berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat individu lebih rentan terhadap infeksi, yang secara tidak langsung dapat berdampak pada kesehatan jantung.

    Menurutnya, kuncinya adalah menemukan keseimbangan yang sesuai dengan tingkat kebugaran dan tujuan individu serta melakukannya dalam jumlah sedang.

    Beberapa tips penting yang diberikan Borse untuk menjaga jantung tetap aman adalah mendengarkan tubuh anda dengan memperhatikan tanda-tanda nyeri atau kelelahan. 

    Ia juga menyarakan untuk melakukan variasi rutinitas latihan, jadwalkan hari istirahat teratur dan pertimbangkan untuk bekerja dengan pelatih untuk membantu membuat perencanaan olahraga.

    Baca: Cara mengurangi risiko munculnya autoimun

     

  • Cara HMPPK Universitas Pelita Harapan Dorong Budidaya Tanaman Samsit atau Daun Dewa

    Cara HMPPK Universitas Pelita Harapan Dorong Budidaya Tanaman Samsit atau Daun Dewa

    7cloud.asia – Tanaman samsit (Gynura divaricata) atau daun dewa dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

    Manfaat kesehatan samsit atau daun dewa ini antara lain dapat digunakan untuk mengobati luka, baik luka luar maupun luka dalam. 

    Khasiat samsit atau daun desa ini berkat senyawa bioaktif yang dikandung dalam duannya. 

    Beberapa kandungan utama dalam daun dewa antara lain adalah flavonoid dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan yang kuat, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Daun dewa juga mengandung sterol tak jenuhyang  membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

    Baca: Kenali manfaat daun meniran untuk kesehatan

    Sementara kandungan Triterpen membuat daun dewa bersifat antiinflamasi dan dapat mengurangi peradangan.

    Selain itu kandungan minyak atsiri daun dewa memberikan aroma khas pada daun dewa dan memiliki beberapa efek kesehatan.

    Rendahnya toksisitas dalam tanaman ini menjadikannya aman untuk dikonsumsi secara berkala untuk mencegah penyakit berbahaya dalam tubuh, seperti menghambat pertumbuhan sel kanker.

    Melihat manfaat tanaman samsit atau daun dewa, maka Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia (HMPPK) Universitas Pelita Harapan Tangerang memasukkan budidaya tanaman daun dewa dalam program pengabdian masyarakat.

    Mereka mendorong warga Desa Marga Mulya, Tangerang untuk menjadikan tanaman daun dewa sebagai tanaman obat keluarga.

    Baca: Manfaat temulawak untuk kesehatan

    Agar tujuan tercapai, Tim HMPPK menyusun rangkaian kegiatan dalam tiga tahapan, yakni workshop pembudidayaan tanaman samsit, workshop pengolahan tanaman samsit, dan workshop pemasaran olahan daun dewa. 

    Workshop budidaya tanaman samsit dimaksudkan untuk membagikan pengetahuan mengenai cara budidaya tanaman samsit sehingga diperoleh hasil yang maksimal.

    Rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan pembudidayaan, pelatihan pengolahan tanaman daun dewa menjadi teh herbal dan workshop pemasaran produk berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2023.

    HMPPK juga mengelar workshop pengolahan dan pemasaran produk olahan tanaman daun dewa.

    Hal ini agar warga mampu mengolah dan memasarkan daun dewa dalam produk yang siap dikonsumsi dalam bentuk teh herbal.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Teh daun dewa ini dapat dikonsumsi secara berkala, dengan menambahkan ekstrak madu ataupun jeruk nipis untuk menambah citarasa dan aroma ketika diminum.

    Seorang warga, Dadang mengatakan lewat workshop yang dihelat HMPPK ini, warga lebih memahami budidaya daun dewa agar tumbuh lebih cepat dan menghasilkan panen yang maksimal.

    Lewat kegiatan ini, warga juga semakin merasakan manfaat kesehatan daun dewa.

    “Setelah mengonsumsi teh samsit secara rutin, saya merasakan perubahan pada kebugaran, saya lebih kuat berjalan kaki dengan jarak tempuh lebih jauh,” ujarnya.

    Dadang yang memiliki riwayat penyakit jantung, mengaku sering kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki dengan jarak yang jauh.

    Baca: Mengapa air kelapa muda tidak disarankan untuk penderita gangguan ginjal

    Warga sudah mulai memperbanyak menanam tanaman samsit di pekarangan rumah bahkan mengonsumsinya sebagai lalapan.

    “Sehingga dapat membantu dalam perekonomian warga ketika memasarkan produk hasil olahan tersebut,” ujar Friska Purba dosen yang membimbing seluruh kegiatan ini. 

     

     

  • Bappenas Minta Penyebaran Nyamuk dengan Bakteri Wolbachia Dihentikan

    Bappenas Minta Penyebaran Nyamuk dengan Bakteri Wolbachia Dihentikan

    7cloud.asia – Pro kontra mengenai program penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue berlanjut.

    Pada Kamis (30/11/2023) lalu, Staf Khusus Kementerian PPN/Bappenas (Badan
    Perencanaan Pembangunan Nasional) Kemal Taruc, meminta program penyebaran
    (pelepasan) nyamuk dengan bakteri wolbachia itu dihentikan.

    Penghentian penyebaran (pelepasan) nyamuk dengan bakteri wolbachia dilakukan sampai ada penjelasan dari pihak kementerian kesehatan.

    “Saya minta Kemenkes (kementerian kesehatan) yang harus hentikan. Mudah-mudahan Bappenas bisa mempengaruhi dan membujuk, terserah, stop dululah! ujarnya sebagaimana dikutip Antaranews.com.

    Ia menambahkan, agar Ssemua langkah dipakai. Jadi logika saya kalau nggak ada apa-apa lepas, tapi kalau ada apa-apa kan, nggak bisa ditarik lagi.

    Baca: Guru besar UI sebut bakteri wolbachia tidak menginfeksi manusia

    ”Saya juga nggak ngerti nyamuk ini bener begitu apa tidak, telurnya banyak. Saya tunggu jelasnya seperti apa,” tegas Kemal ketika menerima aspirasi dari beberapa pegiat kesehatan yang berdemo di depan gedung Bappenas.

    Selain itu, menurutnya, belum ada kajian yang jelas terhadap dampak lingkungan dan kesehatan mengenai penyebabaran nyamuk dengan bakteri wolbachia juga menjadi faktor harus dihentikannya penyebaran nyamuk tersebut.

    “Bappenas harus cari tahu. Kenapa begini, saya dengar penjelasannya apa. Tentu mereka punya alasan ya. Jadi saya nggak mau bilang salah, hingga semua bisa tenang dan terbuka,” imbuh Kemal.

    Kendati begitu, diungkapkannya, Bappenas tidak berada pada posisi menolak program ini.

    Namun, dia menegaskan harus ada kajian dan sosialisasi yang jelas untuk menyebarkan nyamuk dengan bakteri wolbachia yang didatangkan dari luar itu.

    Baca: Seperti ini penggunaan nyamuk dengan bakteri wolbachia

    Nantinya, Bappenas siap menjadi media untuk membuat diskusi dengan semua pihak terkait, agar rekomendasi bisa langsung disampaikan ke Presiden.

    Sebelumnya mantan Menteri Kesehatan periofe 2004-2009 Siti Fadilah Supari menilai, penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia belum tentu aman. 

    Hal ini karena dampak penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia ini belum diketahui.

    Menurut Siti, ini adalah progam World Mosquito, bukan program Indonesia.

    “ini program filantropi dari luar negeri. Mereka peneliti, tapi yang diteliti adalah kita sendiri. Ini yang membuat ketidanyamanan menurut saya sebagai bangsa yang berdaulat.

    Baca: Kenaikan suhu dan polusi percepat pertumbuhan populasi nyamuk

    Karena dari segi kesehatan, menurut Siti, Kemenkes cukup berhasil dalam pengendalian DBD di Indonesia.

    Mantan Menkes ini lebih lanjut mengatakan, untuk penelitian penanganan DBD tak masalah dilakukan oleh siapa pun. Namun ia menekankan, hal itu harus menggunakan cara yang transparan.

    ”Kita tidak menentang penelitian DBD diluar oleh siapa pun, baik oleh World
    Msquito Program (WMP). Tapi kalau mereka menggunakan masyarakat kita, seharusnya mereka menggunakan cara yang lebih transparan,” tandasnya.

    Kementerian kesehatan sebelumnya juga telah menetapkan lima wilayah yang akan disebarkan nyamuk wolbachia untuk memberantas nyamuk demam berdarah.

    Lima wilayah itu yaitu Semarang, Bandung Jakarta Barat, Kupang dan Bontang.
    Program pelepasan nyamuk ini juga telah dilakukan di Yogyakarta, tepatnya di daerah Sleman dan Bantul tahun 2022 lalu.

    Baca: Penggunaan bakteri wolbachia efektif turunkan kasus DBD di Yogyakarta

    Hasilnya, program itu diklaim dapat menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen.

    Sementara di Bali, tepatnya di Buleleng dan Denpasar, menolak disebarkan nyamuk dengan bakteri wolbachia lantaran dinilai mengganggu kegiatan pariwisata di sana.

  • Warning untuk Pemerintah: Biaya Kesehatan Akibat Rokok Capai Rp17 – 27 Triliun Setahun

    Warning untuk Pemerintah: Biaya Kesehatan Akibat Rokok Capai Rp17 – 27 Triliun Setahun

    7cloud.asia – Global Adult Tobacco Survey (2021) menyebutkan bahwa perokok dewasa Indonesia naik 8,8 juta perokok dalam satu dekade terakhir dan perokok rokok elektronik naik 10 kali lipat.

    Melihat angka ini, praktisi kesehatan menilai pengendalian konsumsi rokok baik rokok konvensional maupun rokok elektronik menjadi sangat mendesak dan tanpa tawar menawar. 

    Konsumsi rokok secara signifikan mempengaruhi kondisi sosial masyarakat Indonesia, dengan rumah tangga menghabiskan 11% anggaran bulanan untuk rokok, melampaui belanja makanan pokok.

    Biaya kesehatan akibat merokok berkisar Rp17,9 hingga Rp27,7 triliun per tahun (CISDI, 2020), yang berkontribusi pada defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan).

    Baca: Praktisi kesehatan desak RPP Kesehatan segera disahkan  

    Penolakan terhadap aturan ketat untuk pengamanan zat adiktif yang didorong berbagai pihak terutama industri tembakau dan pendukungnya, dinilai  akan melemahkan ketentuan pengendalian konsumsi rokok dan membahayakan kesehatan masyarakat.

    “Betul masalah rokok bukan hanya masalah kesehatan, namun masalah kesehatan menyebabkan banyak sekali masalah multisektor,” tegas Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Dr. dr. Sally Aman Nasution. 

    Ia meminta pemerintah untuk tidak menyepelekan dampak konsumsi rokok ini.

    Para dokter, ujarnya, adalah saksi langsung bagaimana para penderita penyakit-penyakit mematikan akibat konsumsi rokok mempengaruhi kehidupan masyarakat 

    Sally mengingatkan, Presiden Joko Widodo punya kesempatan untuk mengambil keputusan tepat, jangan biarkan Indonesia terus kecanduan produk zat adiktif ini untuk hindari kerugian multisektor mulai dari kesehatan, sosial, pembangunan ekonomi, sampai lingkungan akan terdampak.

    Baca: Biaya kesehatan akibat rokok capai Rp 7 triliun setahun

    Para praktisi kesehatan juga mengharapkan pemerintah, dalam hal ini Menteri Kesehatan bersikap tegas untuk mengendalikan konsumsi rokok.

    “Aturan pengamanan zat adiktif yang komprehensif di dalam RPP Kesehatan sangat penting.” tegas dr. Radityo Prakoso, SpJP(K), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

    Radityo menambahkan, praktisi kesehatan yang paham bagaimana di lapangan harus menghadapi pasien yang sudah sakit parah akibat merokok.

    “Banyak pasien datang dengan penyakit komplikasi kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner (PJK) yang disebabkan faktor risiko utama merokok. Ini bukan hanya statistik namun kenyataan di negara kita!” tandasnya

    Senada, Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, M.PdKed, FACP, FINASIM selaku Direktur Eksekutif Ilmiah Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) mengingatkan, rokok adalah produk adiktif yang sangat berbahaya.

    “Rokok kelihatannya sepele namun dampak kesehatannya sangat besar,” ujarnya.

    Baca: Pro kontra penggunaan ganja untuk pengobatan

    Pasien yang telah divonis kanker pun masih ada yang minta merokok karena dia sudah sangat teradiksi.

    Sifat adiktif nikotin dalam rokok membuat orang yang kecanduan benar-benar mengorbankan diri dan keluarganya, dan tentu akan berakibat lebih luas lagi secara makro pada negara. Beban biaya penyakit kanker misalnya itu sangat mahal, dan beban biaya kesehatan kita terus naik.

    Ia mengingatkanPresiden Joko Widodo harus mawas pada warisan yang akan ditinggalkannya.

    “Apakah mau masalah kesehatan yang menumpuk di masa depan akibat ketidak tegasannya atau masa depan Indonesia lebih baik karena di masa jabatannya lahirkan aturan untuk pengendalian konsumsi produk zat adiktif ini?”  ujarnya

     

    Dalam kesempatan yang sama, empat belas organisasi profesi kesehatan mendesak Pemerintah agar lebih serius menangani konsumsi produk zat adiktif tembakau melalui Pengamanan Zat Adiktif dalam RPP Kesehatan (dokumen terlampir).

    Di dalamnya, tertuang dukungan empat belas organisasi terhadap pengaturan pengamanan zat adiktif demi perlindungan rakyat dari bahaya konsumsi produk tembakau dan rokok elektronik. 

    Empat belas organisasi tersebut adalah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Onkologi Indonesia (POI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Wicara Esofagus, Ikatan Terapi Wicara, Yayasan Kanker Indonesia YKI, Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI), Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI), serta termasuk organisasi profesi kesehatan induk Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

    “Segera sahkan RPP Kesehatan dengan aturan Pengamanan Zat Adiktif yang tegas dan menyeluruh, lindungi rakyat Indonesia dari produk zat adiktif ini!,” kata mereka.

     
  • PB IDI: Waspadai Penggunaan Zat Aditif pada Rokok

    PB IDI: Waspadai Penggunaan Zat Aditif pada Rokok

    7cloud.asia – Pemerintah sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sebagai aturan turunan UU Kesehatan Nomor 17 /2023 yang salah satunya mengatur penggunaan Zat Adiktif untuk mengendalikan konsumsi produk tembakau dan turunannya, termasuk rokok.

    Terkait rokok ini, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI),Moh. Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan RPP ini harus menekankan pada perlindungan kesehatan masyarakat.

    Karena itu harus dibuat aturan yang komprehensif dan strategis. Para praktisi kesehatan sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masalah-masalah kesehatan yang diakibatkan oleh konsumsi rokok memberikan masukan.

    “Mereka memahami, penyakit-penyakit katastropik yang terus meningkat diiringi dengan prevalensi konsumsi rokok yang tak kunjung turun, bahkan terus naik,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (7/12/2023).

    Baca: Jumlah perokok di Indonesia terbesar nomor tiga di dunia

    Adib menjelaskan, prevalensi perokok anak mencapai 9,1%, dan terjadi peningkatan perokok pemula di usia yang lebih muda, yaitu pada kelompok usia 10-14 dan 5-9 tahun (Riskesdas 2013, 2018). 

    Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A  mengingatkan, saat ini Indonesia sedang mendapatkan ancaman serius karena tren perokok semakin muda

    Tingginya perokok muda ini berpotensi akan menghadapi penyakit akibat merokok saat usia produktif. Bahkan mulai dari sejak berada di kandungan, janin telah terpapar asap rokok yang membuatnya terancam stunting.

    Ditambah dengan maraknya iklan-iklan yang menarget anak-anak, mereka mulai merokok semakin dini dan kebiasaan ini kemudian merusak prefrontal cortex atau otak depan yang sangat penting dalam masa pertumbuhan mereka.

    Baca: Pro kontra penggunaan ganja untuk pengobatan

    “Keadaan ini menjadi sangat genting dan harus segera diatasi dengan adanya aturan yang melindungi anak-anak kita dari ajakan merokok dan lingkungan yang membuatnya terpapar rokok,” jelas Piprim

    Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau dianggap sangat lemah sehingga target penurunan prevalensi perokok anak sulit tercapai.

    Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) sendiri memprediksi peningkatan perokok anak akan mencapai 16% di tahun 2030 jika penanganan prevalensi perokok anak tidak dilakukan secara serius.

    Ditambah dengan adanya rokok elektronik yang terus berkembang tak terkendali saat ini, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menganggap bahwa ini menjadi ancaman baru bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

    Baca: Rokok dan polusi udara, mana yang lebih mematikan

    Maraknya rokok elektronik dan vape dengan berbagai rasa yang menarik anak-anak ini sangat berbahaya.

    “Berbagai penelitian telah membuktikan bahayanya rokok elektronik dan vape, namun Indonesia belum punya aturan pengendaliannya,“ ujar dr. Annisa Dian Harlivasari Sp.P, mewakili PDPI.

    Zat kimia berbahaya pada rokok elektronik berada pada cairan/liquid yang mengandung nikotin, propilen glikol dan gliserin.

    Hasil penelitian RS Persahabatan, pada urin perokok elektronik terdapat kadar residu nikotin yang kadarnya sama dengan urin perokok konvensional. Dengan demikian, rokok elekronik tidak aman.

    Selain itu, berbagai residu rokok elektronik dalam bentuk logam dan partikel memiliki risiko jangka panjang terhadap kesehatan.

    Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan

    Temuan pada pasien-pasien kami adalah bukti yang tak terbantah bahwa produk adiktif ini harus dikendalikan segera.

     Atau kita akan menerima double burden desease; pengendalian rokok biasa longgar, ditambah tidak adanya pengendalian rokok elektronik dan vape,”  imbuhnya.

     

  • WHO: Sebanyak 80 Persen Penduduk Dunia Gunakan Obat Herbal Tradisional

    WHO: Sebanyak 80 Persen Penduduk Dunia Gunakan Obat Herbal Tradisional

    7cloud.asia – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan sebanyak 80 persen penduduk dunia menggunakan obat herbal tradisional

    WHO juga menyebut sebanyak 20 persen penduduk di negara maju menggunakan obat dari tumbuhan atau herbal.

    Tingginya penggunaan obat herbal ini diungkapkan Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Raveinal SpPD KAI dalam diskusi “Forum Hilirisasi Fitofarmaka – Optimalisasi Penggunaan Fitofarmaka dalam Pelayanan Kesehatan” secara daring, awal pekan lalu. 

    Menurut Raveinal, di Amerika Serikat sebanyak 38,5 persen penjualan obat-obatan herbal mencapai sebesar 3,4 miliar dolar AS (Rp52,6 triliun) pada periode 1990-1997.

    Baca: UNESCO akui gaya hidup dengan minum jamu sebagai warisan budaya

    Sedangkan di Indonesia, penggunaan obat-obatan tradisional dari herbal sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan makin populer dengan berkembangnya industri obat tradisional.

    Raveinal menambahkan,  obat herbal adalah obat-obatan murni diambil dari sari pati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis) dan tanpa campuran hewan.

    Penggunaan obat-obatan herbal atau fitofarmaka sebagai imunomodulator bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit infeksi, kanker, dan penyakit autoimun.

    Imunofarmakologi merupakan cabang farmakologi yang berkembang dan bertujuan untuk memodulasi sistem imun secara farmakologi.

     

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Sejalan dengan hal itu maka imunomodulator memiliki kegunaan sebagai rekonstitusi defisiensi imun misalnya terapi AIDS, malnutrisi, keganasan, dan lainnya.

    Imunomodulator, juga menekan fungsi imun normal atau yang berlebihan seperti penatalaksanaan pada penolakan grafting atau penyakit autoimun.

    Imunomodulator secara alami juga hadir di dalam tubuh dan beberapa di antaranya tersedia dalam preparat farmakologis.

    “Ada beberapa produk herbal yang tidak hanya bersifat imunomodulator, namun juga berperan sebagai antioksidan, antiasma, antiaritmia, antifungi, cardiotonic, dan sebagainya,” kata dia.

     

    Baca: Manfaat meniran untuk kesehatan

    Meski terdapat manfaat dan bukti ilmiah, Raveinal mengingatkan perlunya kewaspadaan dan kemungkinan adanya efek samping dan efek simpang dari penggunaan obat herbal tersebut.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan telah membuat tiga tingkatan obat herbal yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

    Jamu adalah ramuan berkhasiat berdasarkan empiris (pengalaman) turun-temurun secara tradisional dengan standardisasi kandungan kimia yang belum disyaratkan.

    Sementara obat herbal terstandar memiliki khasiat berdasarkan uji farmakologi dan uji toksisitas pada hewan uji dengan standardisasi kandungan kimia bahan baku penyusun formula.

    Baca: Manfaat temulawak untuk kesehatan

    Sementara fitofarmaka mempunyai khasiat berdasarkan uji farmakologis, uji toksisitas pada hewan uji dan uji klinis pada manusia dengan standardisasi kandungan kimia bahan baku dan sediaan.

    Sumber: Antaranews.com

  • Kemenkes Siapkan 2 Ribu Lebih Pos Kesehatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    Kemenkes Siapkan 2 Ribu Lebih Pos Kesehatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    7cloud.asia – Selama musim liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyediakan sejumlah layanan di pos kesehatan yang tersebar di sejumlah lokasi.

    Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Azhar Jaya menjelaskan masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan ini secara gratis.

    “Saya informasikan seluruh pos kesehatan itu gratis,” ujar Azhar seperti yang dilansir Antaranews.

    Pihaknya menyediakan 2.059 pos pelayanan kesehatan serta 352 unit Public Safety Center (PSC) 119.

    Baca: Kasus Covid-19 meningkat

    Pos pelayanan ini dapat digunakan masyarakat selama musim libur Natal dan Tahun Baru atau sejak 18 Desember 2023 sampai 3 Januari 2024.

    Pos-pos ini, lanjut Azhar dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti layanan pemeriksaan kesehatan dasar, layanan pemeriksaan COVID-19, hingga layanan akupresur dan akupunktur.

    “Tentu kami bekerja sama dengan semua pihak. Kami bekerja sama dengan Kemenhub, Kepolisian, serta pengelola tol, dan rest area,” katanya.

    Selanjutnya Azhar menjelaskan jika dibutuhkan perawatan medis yang lebih serius, maka pembiayaannya dapat ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Baca: Kontroversi pemghapusan kelas BPJS

    Tetapi perawatan lebih lanjut ini hanya berlaku bagi pelaku perjalanan yang telah menjadi anggota Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Jika pelaku perjalanan mengalami kecelakaan lalu lintas, maka biaya penanganan akan ditanggung oleh Jasa Raharja.

    “Jadi ya intinya kalau sudah menjalankan kewajiban sebagai warganegara yang baik, membayar pajak kendaraan, ikut menjadi anggota BPJS, maka tidak usah khawatir. Semuanya sudah direncanakan dan akan ditanggung oleh negara,” urainya.

    Baca: Covid-19 meningkat jelang Tahun Baru

    Selain menyediakan pos kesehatan, kemenkes juga menyiagakan 10.147 puskesmas serta 3.137 rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta di sejumlah wilayah di Indonesia yang siap melayani masyarakat pada musim libur ini.

    “Pemerintah ingin hadir ketika masyarakat sedang merayakan sesuatu, atau bergerak untuk melakukan suatu kegiatan. Ini adalah kolaborasi lintas sektor sebagai wujud dari tugas pemerintah untuk melayani masyarakat,” paparnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tak Hanya Dijadikan Sebagai Bumbu, Ini Khasiat Jahe

    Tak Hanya Dijadikan Sebagai Bumbu, Ini Khasiat Jahe

    7cloud.asia – Musim hujan telah tiba. Banyak masyarakat yang melakukan berbagai cara untuk terhindar dari bermacam penyakit. Seperti mengonsumsi jahe sebagai obat tradisonal.

    Masyarakat Indonesia sudah tak asing dengan jahe.Rempah-rempah khas Asia Tenggara ini sering dipakai sebagai bumbu masakan.

    Selain itu, sejak berabad-abad yang lalu jahe kerap dipakai untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

    Maka tak heran jahe termasuk salah satu rempah-rempah yang paling sehat di dunia sehingga banyak dicari orang untuk pengobatan.

    Berdasarkan jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health, menjelaskan khasiat jahe untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degeneratif (radang sendi dan rematik).

    Baca: Segudang manfaat temulawak

    Berikut ini ada beberapa manfaat mengkonsumsi jahe secara rutin.

    1. Anti Penuaan dan Kanker
    Jahe adalah tanaman herbal bersifat anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang dapat mengendalikan proses penuaan.

    Selain itu, jahe juga memiliki potensi antimikroba yang dapat membantu dalam mengobati penyakit menular.

    Bahkan, ada pula yang menyebut jahe dapat mencegah berbagai jenis kanker. Meski untuk kemanjurannya mencegah kanker masih perlu penelitian lebih lanjut lagi.

    Baca: Manfaat daun kelor

    2. Meredakan Nyeri Haid
    Bagi perempuan yang sering merasakan nyeri saat menstruasi, maka mengonsumsi jahe bisa jadi alternatif untuk mengurangainya.

    Sejumlah penelitian membuktikan bahwa jahe yang dikonsumsi dapat meredakan nyeri menstruasi pada perempuan.

    Bahkan, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

    Air rebusan jahe minimal 4 gelas sehari dapat menimbulkan rasa tenang dan hangat di perut.

    3. Menurunkan Glukosa Darah sampai Kolesterol
    Manfaat jahe lainnya yang disebutkan dalam jurnal tersebut adalah menurunkan glukosa darah, kolesterol LDL (lemak jahat), trigliserida, sekaligus meningkatkan HLD (lemak baik).

    Baca: Manfaat teh hijau

    4. Memperkuat Sistem Imun
    Saat musim hujan seperti yang kini terjadi banyak cara unuk meningkatkan sistem imun. Salah satunya mengkonsumsi saja jahe secara rutin.

    Jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium. Kandungan ini membuatnya membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun.

    Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yang dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

    5. Menangkal Infeksi Bakteri dan Virus
    Kandungan gingerol pada jahe dapat membantu tubuh untuk menangkal infeksi bakteri dan virus tertentu seperti shigella, E.coli, dan lain-lain.

    Apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini, jahe dapat membantu mengatasi pilek dan batuk.

    Baca: Manfaat meditasi untuk kesehatan

    6. Meredakan Sakit Otot
    Sebuah studi dari University of Georgia, Amerika Serikat, jahe memiliki efek antiperadangan yang juga berkhasiat mengurangi sakit otot.

    Dalam penelitian itu, para ahli melakukan riset terhadap 74 orang untuk melakukan beberapa jenis latihan.

    Subjek penelitian tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi suplemen jahe dan kelompok yang hanya diberi pil mengandung gula.

    Hasilnya? Rasa sakit nyeri otot pascaolahraga pada kelompok pertama lebih ringan 25 persen daripada kelompok kedua.

    Baca: Manfaat jalan kaki

    7. Meredakan Morning Sickness
    Hasil studi dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jahe bermanfaat untuk meredakan gejala morning sickness pada awal kehamilan.

    Ekstrak akar jahe telah digunakan lebih dari dua ribu tahun untuk mengatasi gejala gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan bersendawa.

    8. Mengatasi Masalah Pencernaan
    Manfaat lainnya adalah mampu mengatasi dan mencegah masalah pencernaan serta membuat sistem pencernaan menjadi lebih rileks.

    Ekstrak minyak jahe mampu mengatasi masalah layaknya sakit perut karena mengandung antibakteri.

    Baca: Bahaya di balik makanan fermentasi

    Umumnya gangguan pencernaan terjadi akibat bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh.
    Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengonsumsi jahe secara rutin.

    Karena ada beberapa orang yang justru menghindari konsumsi tanaman ini terlalu banyak.
    Misalnya, ibu hamil dan menyusui, pengidap penyakit jantung, diabetes, dan orang-orang yang memiliki gangguan pembekuan darah.

    Jahe memang termasuk tanaman herbal, namun tetap ada efek samping yang bisa ditimbulkan seperti rasa tidak nyaman pada perut, diare, dan nyeri pada ulu hati.

    Jadi sebaiknya sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter jika memiliki penyakit diatas.

    Reporter: Nurakhmayani