Tag: kota

  • BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jabodetabek dan Sejumlah Wilayah Lainnya Hingga Sepekan ke Depan

    BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jabodetabek dan Sejumlah Wilayah Lainnya Hingga Sepekan ke Depan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Jabodetabek dan wilayah lainnya hingga sepekan ke depan. Masyarakat diimbau waspada.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring menjelaskan intensitas hujan yang terjadi dalam sepekan mendatang diperkirakan lebih dari 100 milimeter (mm) per hari, bahkan mencapai 150 mm per hari di daerah Puncak, Jawa Barat.

    “Pada sepekan ke depan, BMKG mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa bagian barat dan tengah, termasuk Jabodetabek”, jelas Dwikorita.

    Baca: Liburan panjang sekolah, waspada cuaca ekstrem

    Selain wilayah Jabodetabek, cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, termasuk Mataram; Maluku bagian tengah, serta Papua bagian tengah dan utara.

    Selanjutnya Dwikorita memaparkan kondisi cuaca seperti ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer. Seperti lemahnya monsun Australia dan hangatnya suhu muka laut menyebabkan kelembaban udara tinggi, terutama di wilayah selatan Indonesia.

    Selain itu BMKG juga memantau adanya Gelombang Atmosfer Kelvin yang aktif melintas di pesisir utara Jawa dan Laut Jawa disertai perlambatan dan belokan angin di Jawa bagian barat dan selatan yang memicu penumpukkan massa udara.

    Baca: BMKG pastikan musim kemarau 2025 mundur

    “Labilitas atmosfer lokal juga terpantau kuat dan mempercepat pertumbuhan awan-awan hujan,” katanya.

    Kemudian periode tanggal 10 hingga 12 Juli, potensi hujan akan bergeser ke wilayah bagian tengah dan timur.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, banjir bandang, pohon tumbang yang dapat muncul sewaktu-waktu akibat cuaca ekstrem tersebut.

     

  • Kisah Sukses Toronto Mengubah Lahan Bekas Tambang Menjadi Hutan Kota yang Hijau

    Kisah Sukses Toronto Mengubah Lahan Bekas Tambang Menjadi Hutan Kota yang Hijau

    7cloud.asia – Dengan populasi sekitar 3 juta jiwa, Toronto bukan hanya kota terbesar di Kanada, tetapi juga pusat perkotaan dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Utara.

    Pusat kota Toronto menjadi pusat aktivitas, tetapi beberapa kilometer ke arah timur laut, terdapat Don Valley Brick Works, bekas tambang yang selama tiga dekade telah diubah menjadi hutan lahan basah yang hijau.

    Dikelilingi oleh rumah-rumah dan gedung-gedung tinggi, rawa-rawa dan lembah yang mengelilinginya menjadi habitat bagi bebek, rubah, berang-berang, dan bahkan rusa.

    Toronto adalah yang terbesar dari serangkaian kawasan perkotaan yang mengelompok di sekitar ujung barat Danau Ontario. Dijuluki “Tapal Kuda Emas”, Toronto adalah kawasan terpadat baik dari segi jumlah penduduk maupun industri di Kanada.

    Namun, Toronto telah berhasil melindungi warisan alamnya meskipun telah berkembang.
    Inti dari strategi keberlanjutan Toronto adalah ratusan kilometer jurang yang membelah banyak distrik kota.

    Secara keseluruhan, lembah-lembah ini mencakup sekitar 11.000 hektare, atau 17 persen dari total luas kota Toronto.

    Baca: Cara kota Bogota dan Warsawa mengatasi polusi udara

    Toronto telah membatasi pembangunan di jurang dan daerah dataran rendah lainnya sejak tahun 1954, ketika badai dahsyat menyebabkan banjir parah yang menewaskan puluhan orang dan menghanyutkan rumah serta jembatan.

    Saat ini, jurang-jurang tersebut mencakup lahan basah yang telah direstorasi dan lahan basah buatan yang menyerap curah hujan dan mengurangi risiko banjir.

    Terdapat lebih dari 300 kilometer jalur setapak yang terawat dan bahkan sungai yang dapat dilalui kano bagi warga Toronto untuk beristirahat dan bermain.

    Jurang-jurang tersebut juga menyimpan sebagian besar “hutan kota” Toronto – istilah kolektif untuk sekitar 11,5 juta pohon di dalam batas kota.

    Hutan kota ini tersebut meliputi pohon maple gula, pinus putih, dan pohon hemlock yang menjadi tempat tinggal berbagai burung, mulai dari burung hantu berpalang hingga burung bunting nila.

    Hutan kota ini merupakan salah satu dari beberapa oasis yang tersebar di Toronto, yang telah diakui oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation Environment Programme/UNEP) sebagai model bagi kota-kota lain yang ingin memulihkan ruang alami mereka.

    Baca: Pengembangan hutan kota di kawasan industri

    “Seperti di banyak tempat lain, ekstraksi sumber daya pada awalnya mendominasi,” kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP.

    “Dengan restorasi situs ini, dan dengan memadukan alam ke dalam struktur perkotaannya, Toronto menciptakan apa yang semakin diinginkan oleh penduduk kota – kota yang berkelanjutan dan layak huni dengan alam sebagai intinya.”

    Di banyak belahan dunia, populasi penduduk kota yang besar dan terus bertambah telah menyebabkan pembangunan yang sangat cepat yang merusak ekosistem dan mengubah kota menjadi lingkungan yang steril.

    Dengan lebih dari separuh populasi Bumi yang sudah tinggal di kota dan persentase tersebut meningkat pesat, para ahli mengatakan bahwa mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengakhiri hilangnya keanekaragaman hayati di wilayah perkotaan sangatlah penting.

    Menghijaukan kota dapat memberikan manfaat besar bagi penghuninya: solusi berbasis alam seperti hutan kota dan lahan basah dapat menyeimbangkan suhu, memurnikan udara, dan melindungi dari banjir.

    Baca: Jakarta Timur siapkan 8,5 Ha lahan untuk hutan kota

    Hutan kota seperti ini juga menyediakan kesempatan spiritual untuk rekreasi dan kesejahteraan bagi warga Toronto.

    Itulah sebabnya UNEP melaksanakan proyek untuk membantu kota-kota di seluruh dunia menghargai, memulihkan, dan melindungi ekosistem, termasuk dengan mengintegrasikannya ke dalam proses perencanaan dan pembangunan.

    Hutan kota ini mrupakan bagian proyek Generation Restoration Cities sebagai bagian dari Dekade Restorasi Ekosistem PBB yang didanai oleh pemerintah Jerman, 

     Dekade Restorasi Ekosistem PBB adalah sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk mendukung negara-negara memenuhi komitmen mereka untuk memulihkan sekitar 1 miliar hektar lahan.

    Selain memberikan dukungan teknis dan finansial kepada lebih dari selusin kota percontohan, Generation Restoration menampilkan kota-kota panutan seperti Toronto.

  • Angka Kematian Akibat Penyakit Leptospirosis Meningkat, Pemerintah Kota Yogyakarta Galakkan Pembersihan Lingkungan

    Angka Kematian Akibat Penyakit Leptospirosis Meningkat, Pemerintah Kota Yogyakarta Galakkan Pembersihan Lingkungan

    7cloud.asia – Menyikapi kematian yang dipicu Leptospirosis Pemerintah Kota Yogyakarta telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 100.3.4 / 2407 Tahun 2025 Tentang Kewaspadaan Kejadian Leptospirosis dan Hantavirus.

    Kebijakan ini sebagai bentuk penguatan kewaspadaan dan pengendalian penyakit Leptospirosis yang penularannya dipicu tikus tersebut.

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, hingga 9 Juli 2025 telah tercatat 19 kasus leptospirosis, dengan enam di antaranya meninggal dunia.

    Angka tersebut menunjukkan case fatality rate (CFR) sebesar 31 persen, atau meningkat jika dibandingkan tahun 2024, yang mencatatkan 10 kasus dengan 2 kematian, CFR nya sebesar 20 persen.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah mengatakan, salah satu upaya kami adalah akan melakukan sinergi antar OPD agar kasus tidak terus bertambah.

    “Kita nantinya juga melibatkan Dinas Perdagangan karena bahkan di pasar-pasar banyak barang-barang bertumpuk yang berpotensi menjadi sarang tikus,” ujar dalam jumpa pers di Kantor Diskominfosan, Kamis (10/7/2025).

    Baca: Mengenal apa itu Leptospirosis

    Ia menambahkan, kasus terakhir yang meninggal di Kota Yogyakarta merupakan seorang pekerja bengkel mengalami gejala demam pada tanggal 30 Juni 2025, kemudian meninggal dunia pada 8 Juli 2025 setelah sempat dirawat di rumah sakit.

    Namun aktivitas lain yang menyebabkan pasien menderita Leptospirosis sedang dalam proses penyelidikan lanjutan oleh pakar epidemiologi.

    Lana mengimbau masyarakat, jika mengalami gejala seperti demam lebih dari 38 derajat Celcius, disertai sakit kepala, nyeri otot nafas dan tubuh terasa lesu/lemas, maka segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Selain Leptospirosis warga kota Yogyakarta juga diminta waspada terhadap kasus hantavirus. Walaupun masih jarang ditemukan, Pemkot Yogyakarta tetap meningkatkan kewaspadaan.

    “Gejalanya mirip dengan Leptospirosis seperti demam dan gangguan pernapasan. Hantavirus ditularkan melalui debu atau kontak dengan kotoran hewan terinfeksi. Penggunaan masker dan menjaga kebersihan menjadi langkah pencegahan utama,” imbuh Lana.

    Menurutnya, program Rumah Tidak Layak Huni yang digaungkan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran bakteri Leptospirosis.

    Baca: Sejumlah penyakit yang sering muncul pascabanjir

    Pemerintah Kota Yogyakarta juga menggandeng lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan langkah cepat dalam memutus mata rantai penyakit Leptospirosis di Kota Yogyakarta.

    Dinas Kesehatan telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada kasus yang menyebabkan kematian serta melakukan desinfeksi lingkungan bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.

    Banyak kasus terjadi disebabkan lingkungan rumah yang masih ada sampah terbuka serta kondisi rumah yang kurang layak.

    Untuk itu, Dinas Kesehatan akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan dinas terkait lainnya agar penyakit yang ditularkan oleh tikus ini bisa ditekan.

    “Memang ada kenaikan yang cukup memprihatinkan. Kasus kematian cukup tinggi. Leptospirosis ini ditularkan dari hewan, terutama tikus, ke manusia melalui luka terbuka,” jelas

    Selain itu, Dinkes juga akan melakukan peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama kepada kelompok berisiko seperti petani, dan pekerja perkebunan, petugas kebersihan, aktivitas lain yang berhubungan dengan genangan air dan rekreasi air.

    Baca: Perubahan iklim mendorong penyebaran penyakit menular

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur mayoritas kota di Indonesia termasuk Kota Jakarta pada Minggu (13/07/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Jakarta, hujan berintensitas ringan diprediksi juga terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Kupang, Palangkaraya, Kendari, Mamuju, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Jayapura, Nabire dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Pontianak dan Tanjung Selor.  

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat.

    Selain itu, banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Barat.

    Pesisir Sulawesi Utara, pesisir Sulawesi Barat, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Bandung dan Sebagian Besar Kota Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Bandung dan Sebagian Besar Kota Bakal Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar kota di Indonesia termasuk Kota Bandung berpeluang hujan berintensitas ringan higga hujan disertai petir pada Senin (14/07/2025).

    Melalui kanal youtube resmi BMKG, selain Kota Bandung, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di  Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Mataram, Pontianak, Samarinda, Makassar, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.   

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Mamuju, Palu, Manado, Kendari, Ambon dan Nabire. Sedangkan hujan disertai petir diprediksi melanda Kota Pangkal Pinang, Tanjung Selor, Palangkaraya dan Banjarmasin.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

    Tak hanya itu, masyarakat juga perlu waspada potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat.

    Selain itu, banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah.

    Pesisir Sulawesi Utara, pesisir Sulawesi Barat, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Cerah dan Berawan, Tetapi Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Cerah dan Berawan, Tetapi Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca di mayoritas kota di Indonesia diprediksi cerah dan berawan pada Selasa (15/07/2025). Namun, masih ada potensi hujan di sejumlah kota termasuk Jakarta.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam prakiraan cuaca yang dirilis melalui kanal youtube-nya memprediksi hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Jakarta, Yogyakarta, Mataram, Denpasar.

    Kota Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor. Sedangkan Kota Mamuju, Palu dan Manado berpeluang terjadi hujan disertai petir,

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Tak hanya itu, masyarakat juga perlu waspada potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jawa Barat.

    Selain itu, banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur.

    Banjir rob juga berpotensi terjadi di pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Sulawesi bagian Utara, pesisir Sulawesi Barat, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Siang dan Malam

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Siang dan Malam

    7cloud.asia – Cuaca di sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Kamis (17/07/2025) siang dan malam. Sementara sebagian besar kota  diprediksi berawan.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan kembali terjadi pada malam hari di wilayah Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Untuk wilayah lainnya, hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua , Papua Selatan.

    Sementara wilayah Aceh, Maluku, Papua Tengah dan Papua Pegunungan berpeluang terjadi hujan lebat hingga sangat lebat.  

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Banten, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berawan, tetapi Hujan Disertai Petir Masih Terjadi di Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berawan, tetapi Hujan Disertai Petir Masih Terjadi di Beberapa Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca berawan menyelimuti sebagian besar kota pada Jumat (18/07/2025). Namun masih ada potensi hujan disertai petir di beberapa kota.

    Melalui akun youtube resmi BMKG, hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bengkulu, Pangkal Pinang dan Manado.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, Palu, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.  

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Nabire dan Merauke.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Banten, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.

    Tak hanya itu, masyarakat juga perlu waspada potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Jambi, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Malam Minggu, Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Malam Minggu, Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta pada Sabtu (19/07/2025) malam atau malam minggu. Hanya wilayah Jakarta Timur yang diprediksi berawan.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hingga sore hari, cuaca diprediksi cerah dan berawan.

    Sedangkan untuk wilayah lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi sebagian besar cuaca cerah dan berawan.

    Namun, masih ada peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat  di wilayah Aceh, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

    Sedangkan wilayah Maluku dan Papua Selatan, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat mengguyur kedua wilayah ini.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

    Tak hanya itu, masyarakat juga perlu waspada potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Barat hingga pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Waspada Suhu Hingga 35 Derajat Celsius di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Waspada Suhu Hingga 35 Derajat Celsius di Kota Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Suhu udara yang tinggi diprediksi melanda beberapa kota pada Minggu (20/07/2025). Bahkan suhu udara mencapai 35 derajat celsius.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu udara yang tinggi terjadi di Kota Medan hingga mencapai 35 derajat celsius. Suhu udara yang tinggi juga diprediksi terjadi di Kota Pekanbaru yang mencapai  34 derajat celsius.

    Sebagian besar kota memang diperkirakan cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 26 hingga 35 derajat celsius.

    Namun masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan di Kota Bengkulu, Jakarta, Mamuju, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya. Sementara hujan dengan intensitas sedang Kota Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi.

    Selain itu, banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan pesisir Maluku.