Tag: ramah lingkungan

  • Langkah Sederhana Menuju Shalat Ied yang Ramah Lingkungan

    Langkah Sederhana Menuju Shalat Ied yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Menyambul Idul Fitri tahun ini masyarakat diajak untuk melaksanakan konsep Green Idul Fitri dengan tidak menggunakan alas kertas koran saat Shalat Ied.

    Ajakan untuk merayakan Idul Fitri secara ramah lingkungan ini disampaikan Dosen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember Latifah Mirzatikanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2024).

    “Penggunaan koran sebagai bahan alas shalat telah menjadi sebuah fenomena yang umum terjadi di masyarakat, terutama saat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri,” katanya dikutip Antaranewws.com 

    Meskipun terlihat sebagai tradisi yang sederhana, Latifah yang juga pakar lingkungan itu mengatakan, penggunaan koran saat shalat Ied berpotensi dampak yang cukup besar terhadap lingkungan dan kesehatan, terutama terkait dengan peningkatan jumlah sampah dan polusi udara.

    Baca : Seperti ini mudik yang ramah lingkungan

    Menurutnya, penggunaan koran sebagai alas shalat pada Hari Raya Idul Fitri kurang ramah lingkungan karena secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan jumlah sampah.

    “Sebagian besar masyarakat masih menggunakan koran saat Shalat Id, sehingga dampaknya lapangan atau tempat-tempat shalat dipenuhi oleh koran bekas yang berserakan,” tuturnya.

    Ia menjelaskan koran merupakan produk yang telah melalui berbagai proses produksi yang melibatkan bahan kimia.

    Saat dibakar, lanjutnya, koran melepaskan bahan kimia beracun ke udara, termasuk dioksin yang merupakan polutan organik persisten.

     

    Baca: Yuk tinggalkan kebiasaan nggak ramah lingkungan saat Idul Fitri

    “Maka dari itu, saat dibakar koran akan melepaskan bahan kimia beracun ke udara. Zat-zat beracun seperti dioksin merupakan salah satu contoh yang sering dilepaskan saat pembakaran koran,” katanya.

    Dioksin adalah kontaminan kimia beracun (polutan organik persisten) yang sangat berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan manusia.

    Penumpukan dioksin dalam jaringan lemak hewan dan manusia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko kanker yang meningkat.

    “Jika tubuh manusia terpapar dioksin secara terus menerus maka akan berpotensi menyebabkan kanker,” ucap Dosen Teknik Lingkungan Unmuh Jember itu.

    Baca: 6 ide cantik hampers ramah lingkungan

    Latifah mengenalkan sebuah konsep yang dinamakan Green Idul Fitri, sebuah gerakan mengganti penggunaan koran dengan alas lain yang tidak hanya sekali pakai dan langsung dibuang.

    “Penggunaan alas seperti tikar gulung, karpet, matras, atau alas lainnya yang lebih ramah lingkungan dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kesehatan bersama,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Cara Sederhana Jalani Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    Cara Sederhana Jalani Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Gaya hidup ramah lingkungan belakangan makin menjadi kesadaran banyak orang, namun demikian banyak orang yang salah mengartikan dengan suka menanam pohon saja.

    Padalah ada banyak hal yang bisa dan perlu dilakukan agar gaya hidup kita lebih ramah lingkungan.     

    Gaya hidup ramah lingkungan adalah cara hidup yang berfokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan lewat aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Berikut cara sederhana menjalani gaya hidup ramah lingkungan

     

    8. Budidaya Tanaman Sendiri

    Menanam tanaman di rumah tak hanya bisa menyediakan makanan segar dan sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pertanian konvensional yang menggunakan pestisida dan penggunaan energi yang tinggi.

    Kamu dapat memulai dengan menanam tanaman herbal, sayuran, atau bahkan menanam pohon di halaman atau dalam pot.

    9. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

    Beli produk yang memiliki label ramah lingkungan, seperti produk dengan sertifikasi organik, bebas dari bahan kimia berbahaya, atau yang menggunakan bahan daur ulang.

    Pertimbangkan juga untuk membeli produk dengan kemasan minimal atau kemasan yang dapat didaur ulang.

    10. Tidak boros makanan 

    Mulai sekarang beli makanan sesuai dengan kebutuhan, gunakan kembali sisa makanan, dan pelajari cara menyimpan makanan dengan baik agar tahan lebih lama.

    Kamu juga bisa berpartisipasi dalam inisiatif seperti berbagi makanan yang tidak terpakai kepada mereka yang membutuhkan.

    Baca: Seperti ini dampak sampah makanan

    11. Mendukung Komunitas Lokal

    Belilah produk-produk lokal yang dihasilkan dengan praktik ramah lingkungan. Dukung petani lokal, pedagang kecil, dan pengrajin lokal. Dengan melakukannya, kamu tidak hanya mengurangi jejak karbon transportasi, tetapi juga membantu perekonomian lokal.

    12. Kurangi konsumsi air dalam kemasan

    Mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan adalah langkah penting dalam mengurangi limbah plastik. Gantilah air botol sekali pakai dengan botol minum yang dapat diisi ulang.

    Jika kamu membutuhkan air minum di luar rumah, bawa botol minum sendiri atau gunakan tempat pengisian air minum umum. Dengan melakukan ini, kamu membantu mengurangi produksi sampah plastik.

    13. Gunakan Produk Keanekaragaman Hayati yang Bertanggung Jawab

    Ketika membeli produk seperti makanan, kosmetik, atau perawatan pribadi, pilihlah yang berasal dari sumber keanekaragaman hayati yang dikelola dengan bertanggung jawab.

    Perhatikan label dan sertifikasi yang menunjukkan produk tersebut dihasilkan dengan memperhatikan konservasi alam, keberlanjutan, dan hak asasi manusia.

    Baca: Konsumsi yang tak bertanggungjawab ancam keanekaragaman hayati di Indonesia  

    14. Gunakan Kertas Secara Bijak

    Gunakan kertas secara bijaksana dengan mencetak hanya ketika diperlukan, memanfaatkan sisi kertas yang kosong, dan mendaur ulang kertas yang tidak terpakai.

    Pertimbangkan pula untuk beralih ke penggunaan kertas daur ulang maupun produk yang terbuat dari kayu. 

    15. Kurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

    Penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu penyebab utama perubahan iklim. Kamu dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan mengadopsi transportasi berkelanjutan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum.

    Jika memungkinkan, gunakan kendaraan listrik atau berbagi kendaraan dengan orang lain. Selain itu, hemat energi di rumah dan gunakan sumber energi terbarukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.

    16. Mendukung Pengembangan Ramah Lingkungan

    Bergabung dengan gerakan yang mendukung pengembangan ramah lingkungan seperti Greenpeace Indonesia, WWF Indonesia, atau program pelestarian alam lainnya.

    Dengan memberikan dukunganm, kamu membantu mempercepat perubahan positif dan memberikan sumber daya bagi upaya keberlanjutan.

    17. Cerdas dalam Mengonsumsi Internet

    Konsumsi internet yang berlebihan dapat menyebabkan penggunaan energi yang tinggi dan dampak lingkungan yang negatif.

    Ajak teman-temanmu untuk sama-sama menjaga lingkungan hidup. Mulailah menggunakan produk ramah lingkungan, kurangi penggunaan plastik satu kali pakai, dan hematlah air maupun listrik di mana pun kamu berada.

  • Mengenal Hidrogen Hijau: Manfaatnya untuk Transisi Energi yang Ramah Lingkungan

    Mengenal Hidrogen Hijau: Manfaatnya untuk Transisi Energi yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Hidrogen hijau menjadi primadona energi bersih untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Seluruh dunia berlomba-lomba memproduksi sumber energi ramah lingkungan ini.

    Hidrogen sebenarnya sudah jamak dipakai untuk beberapa proses produksi pupuk ataupun pengolahan minyak bumi.

    Namun, sebagian besar energi hidrogen saat ini masih berasal dari sumber fosil sehingga tidak ramah lingkungan.

    Karena itulah, transisi energi terbarukan menjadi peluang besar untuk bersih-bersih lingkungan terutama terkait jejak emisi hidrogen.

    Baca:Dunia-sedang-kembangkan-bahan-bakar-hidrogen-dari-air-ini-plus-minusnya

    Berikut sejumlah manfaat hidrogen yang telah dikembangkan sejumlah negara:

    1. Pembuatan pupuk
    Pengajar senior bidang teknik kimia dari University of Aberdeen di Inggris, Tom Baxter, mengemukakan bahwa hidrogen adalah salah satu elemen kunci untuk pembuatan bahan kimia bermanfaat bagi manusia. Salah satunya adalah pembuatan pupuk.

    Dalam industri pupuk, hidrogen digunakan sebagai bahan baku pembuatan amonia. Walhasil selain sumber energi, secara tidak langsung hidrogen adalah tulang punggung ketahanan pangan global.

    Tom mengatakan, hidrogen hijau potensial betul untuk mengurangi jejak karbon industri pupuk. “Tindakan hidrogen pertama yang harus kita lakukan adalah mendekarbonisasi produksi hidrogen yang menghasilkan CO₂,” paparnya.

    Di Indonesia, hidrogen hijau juga direncanakan menjadi bahan baku pembuatan amonia hijau sebagai bahan baku pupuk.

    Proyek tersebut diinisiasi oleh Augustus Global Investment, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT PLN (Persero) untuk menghidupkan kembali sentra ekonomi di Lhokseumawe, Aceh, pada 2023.

    Baca:Indonesia-mulai-serius-jajaki-penggunaan-energi-hidrogen

    2. Transportasi
    Sebagai sumber energi, hidrogen sangat unggul karena memiliki kerapatan energi (energy density) sekitar 33,33 kilowatt jam per kilogram.

    Semakin tinggi kerapatan energi, maka semakin banyak energi yang tersimpan dalam volume tertentu sehingga produksi energi bisa lebih besar.

    Menurut peneliti dari Centre for the Global Hydrogen Economy, Particles and Catalysis Research Laboratory, UNSW Sydney di Australia, Denny Gunawan, angka tersebut jauh lebih tinggi dari baterai kendaraan listrik.

    Kendaraan dengan bahan bakar hidrogen pun, kata Denny, hanya membutuhkan waktu 3-5 menit untuk proses isi ulang hingga penuh.

    Ini jauh lebih cepat dari isi ulang daya baterai pada kendaraan listrik yang memakan waktu 20 menit – 1 jam untuk DC fast charging atau 4-10 jam untuk home charging.

    Walau begitu, Denny menganggap hidrogen akan jauh lebih bermanfaat meredam emisi dari bus, truk, dan kapal. Ketiga moda transportasi ini yang memiliki beban kerja dan jarak tempuh lebih besar.

    “Sehingga lebih layak menggunakan hidrogen yang lebih ringan dengan waktu isi ulang lebih cepat,” tulis dia.

    Baca:Plus-minus-penggunaan-biodiesel-berbahan-dasar-sawit

    3. Listrik dan penyimpanan energi
    Profesor bidang katalis dan material penyimpanan energi dari Utrecht University Belanda, Petra de Jongh, mengatakan hidrogen dapat diandalkan untuk menjadi penyimpan kelebihan energi listrik tenaga surya maupun angin.

    Sebaliknya, saat angin melemah ataupun awan mendung, penyimpanan energi hidrogen dapat bekerja menopang produksi listrik yang berkurang.

    Dibandingkan dengan baterai, kapasitas penyimpanan hidrogen tidak terbatas—elektroliser yang memproduksinya dari air tidak pernah terisi penuh.

    “Hidrogen juga dapat diubah kembali menjadi listrik menggunakan sel tunam (fuel cell), meskipun cukup banyak energi yang hilang dalam prosesnya,” ujar Petra dalam analisisnya.

    4. Industri berat
    Pengajar bidang fisika energi dari University of South Wales, Stephen Carr, mengatakan hidrogen adalah energi yang menjanjikan untuk membuat sektor industri lebih ramah lingkungan.

    Dia mencontohkan industri keramik yang membutuhkan energi panas untuk menyalakan tungku. Saat ini, pelaku industri keramik masih menggunakan gas alam untuk menyalakan tungku tersebut.

    Ke depannya, gas ini bisa digantikan hidrogen supaya proses produksi keramik lebih ramah lingkungan.

    “Mengganti gas alam dengan hidrogen dalam tungku bakar secara keseluruhan bisa lebih murah, dan hanya memerlukan sedikit perubahan pada peralatan,” tulis Stephen.

    Sumber: The Conversation

  • Mengenal Konsep Masjid Ramah Lingkungan yang Dikembangkan PP Muhammadiyah

    7cloud.asia – Konsep ramah lingkungan yang diterapkan di Masjid At Tanwir yang berada di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta mampu menghemat 30 persen pengeluaran air melalui.

    “Ada penghematan dalam hal penggunaan air. Besarannya berkisar 20-30 persen dari total,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dikutip Antaranews.com, Senin (29/4/2024).

    Abdul Mu’ti menjelaskan penghematan air pada konsep masjid ramah lingkungan dilakukan dengan cara menampung air bekas wudu jamaah ke dalam bak penampungan.

    Air ini kemudian dipompa ke dalam sistem water recycle, untuk kemudian dipompa ke dalam tangki khusus air daur ulang.

    Baca Juga: Green Building atau Bangunan Ramah Lingkungan, Langkah Strategis untuk Antisipasi Pemanasan Global

    Kemudian, sambungnya, air tersebut didistribusikan untuk mengisi kolam ikan, menyiram tanaman, serta mencuci kendaraan operasional.

    “Air tersebut tidak digunakan untuk berwudu lagi, karena perlu kajian lebih lanjut terkait hukum-hukumnya,” ujarnya.

    Selain penghematan air, Abdul Mu’ti juga menjelaskan konsep masjid ramah lingkungan juga disertai dengan penggunaan enam panel surya yang diletakkan di masjid ini.

    Panel surya tersebut, kata dia, berkontribusi terhadap 3-5 persen kebutuhan listrik masjid, serta 10-15 persen kebutuhan listrik secara keseluruhan, yang juga berdampak pada pengeluaran organisasi sekitar 6-10 juta rupiah.

    Baca Juga: Mengenal Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Manfaatnya Untuk Kehidupan Kota

    Ditemui langsung, Humas PP Muhammadiyah Zainal Abidin mengatakan konsep masjid ramah lingkungan merupakan upaya PP mehammadiyah dalam berbuat bijak terhadap lingkungan, termasuk di antaranya adalah air.

    “Kita lihat di mana-mana masjid itu, jamaah berwudu dengan air, tapi dibuang dengan sia-sia. Sehingga, PP Muhammadiyah punya ide untuk menggunakan sisa air wudu ini untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Zainal berharap banyak masjid di Indonesia dapat menerapkan teknologi serupa, untuk dapat merawat bumi ini, salah satunya dengan cara menghemat air.

    Hal tersebut senada dengan misi yang dibawa pada World Water Forum ke-10 yang fokus membahas empat hal.

    Baca Juga: Tantangan Menerapkan Infrastruktur Ramah Lingkungan dalam Perencanaan Kota

    Yakni konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).

    Sebanyak 244 sesi dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan hasil konkret mengenai pengarusutamaan pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil atau integrated water resources management (IWRM) on small islands,

    pembentukan pusat keunggulan atau praktik terbaik untuk ketahanan air dan iklim atau Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE), serta penetapan Hari Danau Sedunia.

    Sumber:Antaranews.com

  • Tiga Tantangan dalam Implementasi Pembangunan Hijau atau Ramah Lingkungan di Indonesia

    Tiga Tantangan dalam Implementasi Pembangunan Hijau atau Ramah Lingkungan di Indonesia

     

    7cloud.asia – Setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi dalam implementasi pembangunan hijau (ramah lingkungan) di Indonesia.

    Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam PPN/Bappenas Vivi Yulaswati di acara peluncuran inisiatif pengembangan Green Academy bertemakan “Building Environmental Planning Capacity in Achieving Indonesia’s Golden Vision 2045” Rabu (22/5/2024).

    Tantangan pertama pembangunan ramah lingkungan adalah kurangnya kapasitas dan proses pengambilan keputusan untuk merencanakan serta melaksanakan kebijakan pembangunan hijau.

    Dalam banyak kasus, kebutuhan untuk menerjemahkan kebijakan pembangunan ramah lingkungan ke tingkat praksis yang lebih rinci dan operasional tidak dilakukan.

    Baca Juga: Mengarah ke Ekonomi Hijau Indonesia Membutuhkan Banyak Green Jobs

    Akibatnya, perencanaan pembangunan ramah lingkungan masih berada pada tingkat makro dan gagal mengatasi permasalahan mendasar.

    “Jadi, kita masih punya problem dalam konteks kapasitas dan tentunya pada mekanisme dan proses pengambilan keputusan,” ujarnya

    Tantangan kedua adalah permintaan yang tinggi terhadap investasi ramah lingkungan dalam transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

    Saat Indonesia bersiap untuk melakukan transisi dan menerapkan ekonomi ramah lingkungan dan rendah emisi, diperlukan praktik dan investasi yang mengarah pada pembangunan ramah lingkungan.

    Baca Juga: PEPS: Temuan PPATK Jadi Bukti Bahwa Proyek Strategis Nasional Jadi Ajang Korupsi

    Transisi ini, menurut Vivi, juga mencakup transisi keterampilan dan tenaga kerja untuk mengisi pekerjaan ramah lingkungan (green jobs).

    “Kita perlu investasi yang cukup besar, sehingga berbagai inovasi financing, skema-skema kolaborasi, blended finance, dan sebagainya itu menjadi salah satu yang mungkin akan lebih sering terdengar ke depan,” ungkap dia.

    Adapun tantangan terakhir pembangunan ramah lingkungan adalah kesenjangan dalam memperoleh teknologi dan inovasi ramah lingkungan guna mendukung penerapan pembangunan hijau yang berkelanjutan di masa depan.

    Karena itu, diperlukan penelitian dan pengembangan teknologi, didorong oleh peraturan dan kelembagaan yang mendukung.

    Baca Juga: Kiat Agar Transisi ke Ekonomi Hijau Berjalan Lebih Cepat

    Pembangunan ramah lingkungan di Indonesia, ujar Vivi, dihadapkan pada persoalan kesenjangan penguasaan teknologi.

    ”Teknologi is out there, tapi mengakui akuisisinya tentunya butuh tangan-tangan dari (para akademisi), teman-teman perguruan tinggi untuk juga mengembangkan kapasitas di dalam konteks penguasaan teknologi dan inovasi,” kata Vivi.

    Mengacu dari contoh penerapan pembangunan hijau di berbagai negara, ujar Vivi, faktor kunci yang memperlambat isu-isu lingkungan terletak pada aspek keahlian teknis dan kapasitas kelembagaan.

    Keduanya harus optimal, termasuk kualitas penelitian, data, dan tata kelola.

    Baca Juga: Ekonomi Hijau Justru Menjanjikan Lebih Banyak Pendapatan dan Berkelanjutan untuk Negara

    Vivi melanjutkan, beberapa akademi di Asia dan Eropa membentuk apa yang disebut sebagai Sustainable Communities Leadership, Academy for Sustainable Communities, serta European Academy for Sustainable Development.

    ”Ini bisa menjadi contoh-contoh kita mengembangkan platform pertukaran pengetahuan dan juga tentunya solusi-solusi yang bisa mengkatalis berbagai problem yang kita hadapi saat ini,” ungkap Vivi.

    Sumber:Antaranews.com

  • Cara Pemerintah Kota Jakarta Pusat Mendorong Bisnis yang Ramah Lingkungan

    Cara Pemerintah Kota Jakarta Pusat Mendorong Bisnis yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus mendorong bisnis yang ramah lingkungan sekaligus mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

    “Kami terus sosialisasikan soal ramah lingkungan, sudah jalan. Ya diupayakanlah, kan sudah di media sosial, semua sudah tahu pasti,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi dikutip Antaranews.com, Jumat (31/5/2024).

    Adapun kriteria bisnis ramah lingkungan, menurut Slamet, antara lain memiliki desain bangunan mengikut lingkungan sekitarnya,

    Juga dibangun dengan material ramah lingkungan, memiliki pengelolaan sampah, memiliki ruang terbuka hijau dan menggunakan alat yang efisien.

    Slamet mengatakan sejumlah minimarket dan gerai usaha lainnya yang sudah tidak menyediakan sedotan. Mereka juga mengurangi penggunaan plastik dan bahan yang tidak ramah lingkungan.

    “Itu kan bentuk dukungan dari pelaku usaha yang mendukung ramah lingkungan itu,” katanya.

    Baca: Tantangan pembangunan ramah lingkungan di Indonesia

    Slamet lantas mencontohkan, rumah makan yang sudah tidak menyediakan sedotan atau bahan yang tidak ramah lingkungan.

    “Seharusnya mereka sudah paham tinggal dukungannya saja mereka mau mendukung atau enggak,” ujar Slamet.

    Sama seperti Restoran cepat saji menu Jepang Hoka-Hoka Bento (HokBen) yang sudah menerapkan kepedulian terhadap masalah lingkungan.

    Hokben telah mewujudkan bisnis ramah lingkungan dengan mengelola sampah daur ulang menjadi produk yang bernilai bagi masyarakat.

    Restoran tersebut melakukan kolaborasi bersama pihak-pihak tertentu dalam mengolah sampahnya.

    Hokben antara lain mengolah sampah plastik mika bekas makanan menjadi bahan bangunan roster yang kemudian digunakan kembali untuk di beberapa gerai di Indonesia.

    Baca: Sisi gelap sepak bola bagi lingkungan

    Regional Manager HokBen, Bintang Setiadi dalam acara peresmian HokBen di kawasan Pecenongan, mengatakan bahwa saat ini sudah ada 45 gerai yang menggunakan eco-roster.

    Gerai sudah mengolah 20.380 plastik mika atau sekitar 300 kilogram sampah plastik mika.

    Menurut Bintang, pihaknya juga berkolaborasi untuk mengolah sampah sumpit sekali pakai yang menjadi barang rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkualitas.

    Lurah Kebon Kelapa Muhammad Bellie menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat selalu mendorong pelaku usaha untuk terus membuka bisnis di wilayah Jakarta.

    Bellie juga mengapresiasi bagi para pelaku bisnis yang sudah mendukung Pemkot Jakarta Pusat (Jakpus) dalam mengurangi sampah plastik dan menggunakan bahan ramah lingkungan.

    “Ini yang akan kita sosialisasikan ke pelaku usaha untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya.

    Diharapkan ke depannya makin banyak program dengan lingkungan hidup. “Kemudian pelaku usaha lainnya supaya sampah itu ramah lingkungan,” kata Bellie.

     

  • Gunakan Alat Guna Ulang, Penyelenggaraan Ujian Masuk FT UGM Tahun 2024 Berlangsung Lebih Ramah Lingkungan

    Gunakan Alat Guna Ulang, Penyelenggaraan Ujian Masuk FT UGM Tahun 2024 Berlangsung Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pelaksanaan ujian masuk UGM di Fakultas Teknik UGM tahun ini diselenggarakan lebih ramah lingkungan dan semininal mungkin menghasilkan sampah.

    Selama 4 hari penyelenggaraan ujian masuk UGM, dari Senin hingga Kamis (10-13/6/2024) di Fakultas Teknik UGM diupayakan nol sampah sehingga lebih ramah lingkungan.

    Penyediaan konsumsi untuk panitia, teknisi ruang, dan para pengawas sama sekali bebas plastik.

    Fasilitas makan tidak dikemas dalam wadah sekali pakai sebagaimana biasanya, melainkan dalam wadah guna ulang.

    Baca Juga: Berniat Praktikkan Konsep Guna Ulang untuk Kurangi Sampah Plastik? Simak Infonya di Sini

    Kemasan ini akan diambil kembali oleh rekanan yang telah ditunjuk oleh pihak Fakultas Teknik UGM.

    Sementara itu, makanan kecil tidak dibungkus dengan plastik melainkan dikemas dalam wadah daun pisang.

    Panitia Lokal UM di FT UGM, Hartanto mengatakan langkah ini didasarkan pada kesepakatan yang dibangun sebelumnya, antara FT UGM dan mitra penyedia konsumsi.

    “Ini kami lakukan sebagai bagian untuk mendukung kebijakan FT UGM untuk mengurangi timbulan sampah, sekaligus lebih luas bagian dari upaya turut menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya seperti dilansir ft.ugm.ac.id

    Baca Juga: Guna Ulang Dinilai Lebih Efektif Kurangi Sampah Plastik, Tapi Masih Diabaikan

    Apa yang dilakukan oleh FT UGM ini merupakan bentuk penyelarasan pada misi bersama dalam penanganan sampah dari hulu ke hilir.

    Selama periode pertama ujian masuk 2024 di FT UGM, setiap hari dipesan kurang lebih 150 boks makan siang, serta 150 bungkus snack.

    Dengan kebijakan di atas, maka ada potensi pengurangan sampah kardus dan 600 boks makanan kecil, serta ratusan bungkus plastik.

    Sungguh sebuah langkah kecil yang bermanfaat besar untuk lingkungan, apalagi saat ini Yogyakarta sedang hadapi masa darurat pengelolaan sampah.

  • Cara Ajinomoto Ciptakan Lingkungan Kerja yang Berkelanjutan lagi Ramah Lingkungan

    Cara Ajinomoto Ciptakan Lingkungan Kerja yang Berkelanjutan lagi Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan lagi ramah lingkungan.

    Head of Corporate Communications Ajinomoto, Grant Senjaya dalam keterangan resminya mengatakan bahwa upaya menjadi ramah lingkungan ini diwujudkan melalui sejumlah program.

    Dari sisi operasional, misalnya, Ajinomoto berupaya menekan emisi karbon dan mendorong efisiensi penggunaan air pada proses produksi.

    Saat ini Ajinomoto juga mulai beralih dengan menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

    Ajinomoto merupakan salah satu merek perusahaan yang berpartisipasi dalam pengurangan plastik melalui inisiatif pengurangan penggunaan plastik pada bagian header part serta menghilangkan plastik inner part.

    Baca: Kurangi konsumsi daging ternyata lebih ramah lingkungan

    Pada produk lainnya mereka juga mengeluarkan produk MSG Ajinomoto kemasan kertas yang dapat membantu pengurangan material plastik untuk kemasannya hingga 30 persen.

    Grant menambahkan, pabrik Ajinomoto di Mojokerto sudah dioperasikan dengan boiler biomassa yang menggunakan wood pellet sebagai bahan bakar pengganti batu bara.

    Hal ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam proses produksi, sehingga lebih ramah lingkungan.

    Digunakan pula tenaga surya dan melakukan pemanenan air hujan (rain harvesting) untuk membantu penghematan energi dalam aktivitas produksi.

    Ajinomoto, imbuh Grant juga bekerja sama dengan Rekosistem dengan menyediakan fasilitas waste station di Pasar Sememi, Surabaya.

    Baca: Agar lebih ramah lingkungan warga diimbau tinggalkan kantong plastik sekali pakai

    Rekosistem adalah startup penyedia solusi waste management dan recycling services untuk optimasi nilai tambah sampah

    Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah plastik.

    Grant berharap dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, langkah yang telah diimplementasikan pihaknya dapat memacu masyarakat untuk ikut aktif menjaga kelestarian lingkungan.

    “Inisiatif keberlanjutan Ajinomoto tidak hanya pada aspek operasional, tapi juga mentransformasi karyawan menjadi health provider yang berfokus pada kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan,” katanya.

    Grant menuturkan Ajinomoto juga terus berupaya untuk terus mendorong harapan hidup sehat masyarakat Indonesia dan menghadirkan bisnis yang ramah lingkungan.

    Baca: Planto, produk sayur yang ramah lingkungan dan berpihak pada petani

    Salah satu upaya itu diwujudkan lewat transformasi karyawan Grup Ajinomoto Indonesia dalam bingkai Ajinomoto Health Provider.

    Ajinomoto Health Provider adalah inisiatif keberlanjutan terintegrasi dari Grup Ajinomoto Indonesia yang meliputi aktivitas yang menunjang kesehatan bagi manusia dan kelestarian lingkungan.

    Melalui program ini diharapkan dapat memperpanjang memperpanjang harapan hidup sehat masyarakat Indonesia dan menciptakan bisnis yang ramah lingkungan sesuai dengan visi perusahaan pada 2030.

    “Health provider di pabrik Ajinomoto di Mojokerto dan Karawang, konsisten melakukan berbagai upaya menekan limbah hasil produksi dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomis bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

  • BliBli Fashion Fest: Cara Masyarakat Urban Terapkan Fesyen Ramah Lingkungan

    BliBli Fashion Fest: Cara Masyarakat Urban Terapkan Fesyen Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli bekerja sama dengan MoJA Museum menggelar Blibli Fashion Fest pada 5-7 Juli 2024 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan.

    Setidaknya ada 32 influencer ternama di Indonesia yang menjual barang-barang preloved mereka dalam Blibli Fashion Fest di Urban Forest Cipete ini.

    Sebagian besar barang-barang preloved yang dijual di Blibli Fashion Fest adalah koleksi pribadi para influencer.

    Produk preloved kategori fesyen dan kecantikan milik para influencer ini dijual dengan harga miring mulai dari Rp 30.000.

    Baca Juga: Tren Anak Muda: Suka Beli Barang Bekas atau Thrifting demi Kurangi Sampah dan Polusi

    Meski demikian, ada juga yang menjual barang-barang baru di ajang Blibli Fashion Fest ini, bahkan menjual barang dari mereknya sendiri.

    Associate Vice President of Business Development Blibli sekaligus Main PIC acara Blibli Fashion Fest ini, Melly Samantha mengungkapkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena ratusan barang itu telah dikurasi dengan ketat.

    “Kami kasih wadah di sini, mereka bebas boleh jualan apa saja yang masih sangat-sangat laik pakai. Memang kebanyakan (barang) juga bisa dibilang never been used,” ujar dia dilansir Kompas.co, Jumat (5/7/2024).

    Para influencer yang berpartisipasi dalam festival fesyen ini pun telah dikurasi. Artinya, tidak semua influencer dengan banyak pengikut diundang ke Blibli Fashion Fest.

     

    Baca Juga: Toko Amal Bekas Jadi Alternatif Fast Fashion yang Tak Ramah Lingkungan

    Penyelenggara hanya mengundang orang-orang yang memang terkenal sebagai fashion enthusiast, fashionable, atau content creator yang bergerak di bidang fesyen.

    “Kami cari yang memang sudah terbiasa ikut event fesyen, jadi enggak yang asal followers banyak. Kalau tidak relate, percuma. Di sini yang memang fashion enthusiast,” papar Melly.

    Melly mencontohkan, influencer sekaligus desainer Christie Basil yang viral di TikTok dengan seluruh unggahan gaun uniknya.

    Salah satunya adalah gaun pengantin yang cukup berat sampai harus diangkut menggunakan truk.

    Baca Juga: Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Fast Fashion dan Limbah Tekstil yang Dipicunya

    Di Blibli Fashion Fest ini, Christie Basil jual baju custom dia mulai dari Rp 89.000, yang biasanya berjuta-juta.

    “Di sini memang jual barang yang bisa dibilang kalau dimuat di toko enggak lolos QC (quality control), karena misal benangnya keluar sedikit. Tapi kan itu sayang, jadi fashion waste,” ungkap Melly.

    Blibli Fashion Fest tak hanya menawarkan pengalaman belanja secara omnichannel lewat berbagai fitur nilai tambah Blibli seperti Click&Collect, namun juga mendorong minat masyarakat pada gaya hidup ramah lingkungan.

    Menjual dan membeli barang-barang preloved, yang kadang jarang atau tidak digunakan lagi namun masih dalam keadaan bagus, sehingga tanpa disadari kita ikut mengurangi dampak negatif industri fesyen.

    Bagi yang ingin berkunjung, Blibli Fashion Fest buka mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Festival ini menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Pengunjung diharap membawa tas belanja sendiri.

    Sumber:Kompas.com

     

  • ArtMoments Jakarta 2024 Siap Digelar: Usung Tema Renewal yang Ramah Lingkungan

    ArtMoments Jakarta 2024 Siap Digelar: Usung Tema Renewal yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pameran ArtMoments Jakarta 2024 bakal digelar pada 9-11 Agustus di Grand Ballroom Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel. ArtMoments kali ini mengusung konsep ramah lingkungan di hampir keseluruhan acara.

    Ini selaras dengan tema ArtMoments Jakarta tahun ini yakni “Renewal,” sebuah konsep terkait kehidupan manusia, mencakup pertumbuhan pribadi, transformasi sosial, pembaruan budaya, kemajuan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

    “Kami sangat senang membawa kembali ArtMoments Jakarta di jantung kota, menghadirkan platform dinamis dan mendalam bagi para galeri seni dan seniman untuk mengeksplorasi tema ‘Renewal’ yang multidimensi,” kata Co-Founder dan Fair Director Sendy Widjaja dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/7/2024).

    Penyelenggara melibatkan strategi jangka pendek yang ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan dengan emisi rendah dan rencana jangka panjang untuk desain stan yang mendukung prinsip keberlanjutan.

    Sendy juga juga mendorong partisipasi seluruh komunitas seni dalam menggunakan bahan rendah karbon serta menunjukkan perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

    Baca Juga: Kerja Keras Coldplay untuk Wujudkan Tur yang Ramah Lingkungan

    Hal ini dilakukan dengan mendorong setiap individu untuk melaporkan emisi, menetapkan tujuan, membentuk tim hijau, dan mematuhi komitmen untuk mencapai kemajuan lingkungan yang substansial.

    Sendy menjelaskan, ArtMoments Jakarta kali ini menggunakan panel daur ulang untuk mengurangi penggunaan kayu sehingga berdampak pada deforestasi.

    “Selain itu, kami juga memanfaatkan lampu LED yang mampu menghemat ribuan watt. Dari dua komponen ini saja, kami bisa mengurangi emisi karbon secara signifikan,” kata Sendy.

    ArtMoments Jakarta 2024 nantinya menampilkan galeri-galeri terkemuka nasional dan internasional dengan beragam karya seni modern, kontemporer, dan seni media baru (new media art), dilengkapi tur seni yang telah dikurasi serta berbagai acara pendukung.

    Pameran ini juga akan menghadirkan serangkaian diskusi dari para ahli yang membahas topik-topik menarik untuk menciptakan peluang dan jaringan kerja (networking) yang terdiri atas:

    Tantangan Kepemilikan Media Seni (The Challenge of Media Art Ownership);
    Pelestarian dan Partisi Ulang Karya Seni (Art Repartition & Preservation);
    Kenikmatan dan Risiko Mengoleksi Karya Seni (The Joy and Risk of Art Collection);
    Kebaruan (Renewal): Seni Hari Ini dan Masa Depan.

    Baca Juga: Nicholas Saputra Ajak Masyarakat Kota Mengubah Perilaku untuk Menahan Laju Kerusakan Lingkungan

    Acara akan dibuka dengan tarian dari Heri Dono, yang akan menampilkan interpretasi visual puisi kritik tajam terhadap pemerintahan Orde Baru.

    Selain itu, pameran juga menghadirkan seniman Amerika-Pantai Gading, Abdoulaye Diarrassouba atau dikenal sebagai Aboudia.

    Sang seniman terkenal berkat lukisannya yang dinamis dan ekspresif yang memadukan estetika seni jalanan dengan pengaruh seni tradisional Afrika.

    Karya Aboudia menangkap energi dan kompleksitas kehidupan perkotaan Afrika melalui kanvas berskala besar yang bercirikan warna-warna berani, garis-garis ingar-bingar, dan figur yang padat.

    Gayanya yang mentah dan kasar, mengingatkan orang-orang pada seni jalanan yang sesuai dengan pengalaman pribadi dan pengamatan masyarakat Afrika kontemporer.