Tag: kota

  • Ditutup Permanen pada Desember 2025, TPA Suwung Akan Disulap Menjadi Taman Kota

    Ditutup Permanen pada Desember 2025, TPA Suwung Akan Disulap Menjadi Taman Kota

    7cloud.asia – Sistem pengelolaan sampah secara open dumping atau penimbunan terbuka di TPA Suwung, Denpasar Bali akan ditutup total pada Desember 2025 mendatang.

    Setelah proses open dumping TPA Suwung berhenti total, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana akan mengubah lahan TPA seluas 22 hektare itu menjadi taman kota.

    Saat ini proses yang dilakukan Pemprov Bali baru penataan bertahap setiap hari Rabu, sebab tempat pembuangan sampah tersebut ditutup pada hari tersebut

    Selain hari Rabu, truk pengangkut sampah dengan komposisi 30 persen organik dan 70 persen anorganik masih masuk ke TPA Suwung sehingga proses penataan tidak bisa dilakukan.

    Setelah peraturan mengenai pengolahan sampah dari pemerintah pusat rampung maka akan dihadirkan pihak ketiga dan investor yang menjalankan program, sehingga proses penataan tumpukan sampah setinggi 35 meter di TPA Suwung dapat dilakukan lebih optimal.

    Baca: Kebakaran kerap terjadi di TPA Suwung

    Kepastian penutupan TPA Suwung tertuang dalam Surat Gubernur Bali Nomor B.24.600.4/3664/PSLB3PPKLH/DKLH tentang Penghentian Operasional Open Dumping TPA Regional Sarbagita Suwung.

    Pemprov Bali meminta daerah terdampak untuk memaksimalkan TPS3R dan TPST masing-masing. Jelang penutupan TPA Suwung, Pemprov Bali saat ini sedang menyiapkan teknologi pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

    Jika sistem PSEL ini telah berjalan, maka Pemprov Bali akan menyiapkan 1.000 ton sampah setiap hari.

    Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Bali I Made Rentin menyampaikan penerapan teknologi PSEL Pemprov Bali bekerja sama dengan Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar.

    “Tugas dan kewajiban pemerintah daerah melakukan dua hal yaitu menyiapkan lahan lokasi untuk penerapan PSEL dan memastikan dukungan sampah hariannya itu tidak boleh kurang dari 1.000 ton per hari,” ujar Made Rentin dikutip Antaranews.com, Sabtu (23/8/2025)

    Baca: Pengelolaan sampah dengan landfill sering memicu kebakaran di TPA

    Made Rentin menjelaskan, teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak dapat berjalan optimal jika sampah yang masuk kurang dari 1.000 ton per hari, bahkan dapat dijatuhi denda.

    Namun menurut estimasinya, ketika sampah dari Kota Denpasar dan Badung digabungkan maka timbulan sampah per hari di angka 1.400 ton.

    Dengan angka ini maka tak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA Suwung, para petugas kebersihan dapat membawa sampahnya ke PSEL sebab teknologi ini mengubah seluruh jenis sampah.

    “Ketika nanti PSEL sudah jalan mereka tidak hanya mendukung TPA hanya menerima residu, tapi mendukung beralih ke lokasi penerapan pengolahan sampah, truk swakelola bisa bawa sampah ke sana,” ujarnya.

    Pemprov Bali sendiri belum menentukan lokasi pengolahan sampah, namun yang pasti TPA Suwung pada akhirnya hanya akan menerima sampah residu.

    “Sampah residu masih boleh dan bisa masuk ke TPS Suwung karena memang itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, contoh yang paling mudah kita pahami adalah pampers dan pembalut yang sudah tidak bisa didaur ulang dan tidak bernilai ekonomi,” kata dia.

    Baca: TPA Open Dumping masih diterapkan di banyak daerah

  • Cuaca Hari Ini: Semarang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Semarang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir msih berpotensi mengguyur sejumlah kota di Indonesia pada Minggu (24/08/2025). Termasuk Kota Semarang.

    Melalui kanal youtube Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Semarang, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung.

    Selain itu hujan berintensitas ringan juga berpotensi terjadi di Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor dan Jayapura. Sedangkan hujan disertai petir Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Pontianak, Mamuju dan Nabire.

    BMKG juga memprediksi potensi banjir rob yang masih berpeluang melanda sejumlah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta.

    Pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan pesisir Sulawesi Utara juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Pulau Jawa Diprediksi Cerah Berawan

    Cuaca Hari Ini: Pulau Jawa Diprediksi Cerah Berawan

    7cloud.asia – Cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi cerah berawan, termasuk Pulau Jawa. Namun, masih ada potensi hujan yang mengguyur sejumlah kota pada Selasa (26/08/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Mataram.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Makassar, Mamuju, Palu, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.  

    Sedangkan hujan disertai petir masih terjadi di beberapa kota, yaitu Kota Pekanbaru dan Tanjung Selor.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jawa Barat, pesisir Yogyakarta.

    Pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara dan pesisir Maluku juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

     

  • Mengapa Penataan Transportasi Penting untuk Mewujudkan Kota yang Lebih Ramah Lingkungan

    Mengapa Penataan Transportasi Penting untuk Mewujudkan Kota yang Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pada tahun 2023, kota-kota di seluruh dunia bergulat dengan kemacetan lalu lintas yang parah, dengan kecelakaan lalu lintas merenggut 3.260 nyawa setiap hari.

    UN Habitat juga mencatat, emisi terkait transportasi menyumbang hampir seperempat dari seluruh emisi gas rumah kaca di sektor energi.

    Untuk mengatasi tantangan ini, terdapat kebutuhan mendesak akan sistem transportasi yang lebih aman, lebih terjangkau, mudah diakses, terintegrasi, dan berkelanjutan yang memanfaatkan teknologi terkini untuk mengurangi kemacetan.

    Reformasi di sektor transportasi juga diharapkan dapan menekan angka kecelakaan, dan menurunkan polusi udara.

    Namun, kenyataannya banyak kota merespons kebutuhan transportasi secara tradisional yakni memperluas infrastruktur yang berpusat pada mobil untuk mengakomodasi permintaan mobil yang terus meningkat.

    Baca: Konsep slow city untuk wujudkan kota yang lebih memanusiakan

    Pendekatan ini terbukti hanya memperburuk masalah transportasi dan juga memperparah kerusakan lingkungan. Pendekatan ini memicu perluasan kota, meningkatkan ketergantungan pada mobil, dan memicu siklus permintaan infrastruktur yang terus meningkat.

    Untuk memutus siklus ini membutuhkan pergeseran transformatif menuju solusi mobilitas perkotaan yang berpusat pada manusia dengan memprioritaskan transportasi publik, dan ketahanan iklim untuk kota yang lebih layak huni dan berkelanjutan.

    Untuk mengatasi tantangan mobilitas perkotaan, pergeseran paradigma dalam perencanaan perkotaan sangatlah penting. Fokusnya haruslah pada penciptaan kota-kota yang kompak dengan pemanfaatan lahan yang beragam untuk meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi kebutuhan perjalanan.

    Perencanaan perkotaan harus berpusat pada masyarakat, yang bertujuan untuk meminimalkan jarak tempuh, meningkatkan pangsa moda berkelanjutan, dan mengoptimalkan emisi, mengikuti kerangka kerja ASI (Hindari-Pergeseran-Tingkatkan).

    Elemen penting dari pergeseran ini adalah Pembangunan Berorientasi Transit (TOD), yang dikembangkan di sekitar pusat transportasi umum.

    Baca: Konsep “Kota 15 Menit” mungkinkan warganya berktivitas tanpa kendaraan bermotor

    TOD mendorong kehidupan bebas mobil dengan menjadikan transportasi umum yang berkualitas tinggi, mudah diakses, dan berkelanjutan sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.

    Sistem transportasi umum harus menawarkan kapasitas tinggi, jangkauan luas, dan emisi rendah, sehingga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

    Dalam konteks ini, kota harus mengembangkan transportasi umum yang aksesibel, terjangkau, dan efisien bagi seluruh penduduk, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

    Mengingat sebagian besar perjalanan melibatkan beberapa moda transportasi, kota harus berinvestasi dalam sistem multimoda dan memastikan integrasi yang lancar.

    Moda transportasi berkapasitas tinggi, seperti metro atau BRT, harus terhubung dengan layanan pengumpan dan terintegrasi dengan baik dengan moda mobilitas aktif untuk memaksimalkan efisiensi.

    Baca: Kota di Kolombia ini dulang sederet manfaat dari penerapan konsep TOD

    Meningkatkan “akses jarak dekat” adalah kunci untuk memastikan bahwa penduduk dapat dengan mudah terhubung ke layanan transportasi umum.

    Lebih lanjut, ruang perkotaan perlu didesain ulang untuk memprioritaskan keselamatan, terutama bagi pengguna jalan yang rentan, seperti pejalan kaki dan pesepeda.

    Jalan-jalan harus dirancang dengan jalur khusus untuk pejalan kaki, dilengkapi dengan penyeberangan yang aman, dan jalur sepeda.

    Singkatnya, untuk mentransformasi mobilitas perkotaan, kota harus mengadopsi pendekatan holistik dan berkelanjutan yang mengintegrasikan tata guna lahan, mobilitas aktif, transportasi umum, dan langkah-langkah keselamatan.

    Pendekatan ini akan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh, aksesibel, manusiawi dan layak huni.

    Baca: Kota-kota di Afrika berlomba kembangkan jalur untuk pesepeda dan pejalan kaki

  • Mengenal Efek Pulau Panas Perkotaan yang Mengakibatkan Udara Kota Menjadi Lebih Panas

    7cloud.asia – Saat gelombang panas dan cuaca panas yang makin sering terjadi dan memecahkan rekor, kota-kota di dunia mencari cara untuk mengatasi pulau panas perkotaan.

    Dilansir onetreeplanted.org, efek pulau panas perkotaan ini memperparah kondisi kota-kota di seluruh dunia sehingga mengalami paparan panas ekstrem selama berhari-hari dengan frekuensi 3 kali lipat dibandingkan tahun 1980an.

    Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu pulau panas perkotaan? Secara sederhana, pulau panas perkotaan adalah area di lingkungan perkotaan dan/atau pinggiran kota yang mengalami peningkatan suhu — terutama jika dibandingkan dengan daerah pedesaan.

    Pulau panas perkotaan terbentuk karena bangunan –baik rumah, bisnis, dan bangunan industri dibangun berimpitan– sehingga menghasilkan, memerangkap, dan menyimpan panas. Hal ini mengakibatkan suhu udara di sekitarnya meningkat secara signifikan.

    Sumber panas lain yang mungkin mengejutkan adalah aktivitas manusia. Baik itu mengendarai mobil atau menyalakan pabrik, setiap kali orang membakar energi, mereka kemungkinan besar menghasilkan panas.

    Baca: Menanam pohon terbukti efektif menurunkan efek pulau panas perkotaan

    Ketika banyak orang melakukan banyak aktivitas di lokasi yang berdekatan, “panas buangan” ini dapat bergabung dengan sumber panas lain untuk menciptakan peningkatan suhu yang signifikan.

    Di daerah padat penduduk dengan jalan raya yang ramai dan gedung-gedung tinggi yang berdekatan, hanya ada sedikit peluang bagi udara panas untuk keluar, sehingga terciptalah pulau panas perkotaan.

    Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), “suhu udara rata-rata tahunan kota dengan satu juta penduduk atau lebih, bisa 1,8 hingga 5,4°F (1 hingga 3°C) lebih hangat daripada suhu di sekitarnya.

    Sedangkan pada malam yang cerah dan tenang, perbedaan suhu ini bisa mencapai 22°F (12°C).” Mengingat meningkatnya prevalensi gelombang panas dan suhu yang mencapai rekor, hal itu merupakan masalah besar.

    Secara umum, terdapat dua jenis pulau panas perkotaan yakni pulau panas permukaan dan pulau panas atmosfer. Berikut penjelasannya.

    Baca: Bangunan Hijau sebagai solusi berkelanjutan untuk menurunkan suhu perkotaan

    Pulau panas permukaan
    Permukaan buatan manusia seperti jalan dan atap menyerap dan memancarkan panas secara signifikan lebih banyak daripada permukaan alami seperti rumput dan tanah.

    Data menunjukkan bahwa pada hari yang hangat dengan suhu 91°F (32,7°C), material atap konvensional mungkin lebih hangat hingga 60°F (15,5°C)°daripada suhu udara di sekitarnya. Pulau panas permukaan biasanya paling kuat pada siang hari.

    Pulau panas atmosfer
    Pulau panas ini didefinisikan sebagai udara yang lebih hangat yang ditemukan di daerah perkotaan, dibandingkan dengan udara yang lebih dingin di daerah yang kurang padat penduduknya.

    Biasanya lebih lemah pada pagi hari dan sepanjang siang hari, pulau-pulau ini terbentuk akibat pelepasan panas matahari secara perlahan yang telah diserap oleh bangunan, permukaan beton, dan material bangunan lainnya sepanjang hari.

    Pulau panas atmosfer inilah yang menyebabkan mengapa setelah matahari terbenam, suhu dapat tetap tinggi.

    Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk menurunkan suhu perkotaan

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Disertai Petir di Beberapa Kota, Termasuk Padang

    Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Disertai Petir di Beberapa Kota, Termasuk Padang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir melanda beberapa kota termasuk Kota Padang pada Kamis (28/08/2025).

    Dilansir di kanal youtube resminya, BMKG menyebut selain Kota Padang, hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Banjarmasin, Palu, Mamuju dan Nabire. 

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Tanjung Selor, Palangkaraya, Pontianak.

    Selain itu Kota Makassar, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Banten, pesisir Jawa Barat, pesisir Yogyakarta dan pesisir Maluku.

    Tak hanya banjir rob, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Sulawesi Selatan.

  • Peringatan 500 Tahun Kota Jakarta Akan Mengusung Konsep Besar “Titik Temu”

    Peringatan 500 Tahun Kota Jakarta Akan Mengusung Konsep Besar “Titik Temu”

    7cloud.asia – Menyambut perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan konsep besar yakni “Titik Temu” yang diwujudkan melalui rangkaian kegiatan di 500 titik yang tersebar di 267 kelurahan di Jakarta.

    Untuk merealisasikan konsep tersebut, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Relasi Aksara Sinergi. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kerja sama ini.

    Adapun, perjanjian kerjasama ditanda-tangani Rabu (27/8/2025) di Balai Kota Jakarta.

    Founder PT Relasi Aksara Sinergi, Hilman Faris mengungkapkan, konsep besar Titik Temu di peringatan 500 Tahun Kota Jakarta ini akan melibatkan masyarakat akar rumput dari semua wilayah di Jakarta.

    Penyelenggara akan mengajak komunitas, warga, RT/RW, hingga tingkat kelurahan untuk menggerakkan kegiatan menyambut 500 tahun Jakarta.

    Baca: Rencana jangka panjang Jakarta menjadi kota global

    “Rangkaian ini berlangsung dari sekarang hingga Juni 2027. Pada 2026, akan ada konsolidasi di tingkat kecamatan, lalu pada 2027 semuanya bertemu di tingkat provinsi,” tutur Hilman seperti dilansir beritajakarta.id.

    Hilman menambahkan, kegiatan ini bukan hanya menampilkan kesenian, tetapi juga mengangkat isu-isu kebudayaan yang menyentuh kehidupan warga sehari-hari.

    Hal ini sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota plural yang menghadapi beragam persoalan, mulai dari utilitas, lingkungan, hingga keamanan.

    “Semua ini kita rangkum dalam sebuah platform bernama Titik Temu. Jadi, bukan hanya kesenian, melainkan kebudayaan secara menyeluruh. Harapannya, rasa kepemilikan warga terhadap perayaan 500 tahun Jakarta semakin kuat,” pungkasnya.

    Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan, persiapan menuju lima abad Jakarta sudah dirancang sejak awal kepemimpinannya bersama Gubernur Pramono Anung.

    Baca: Jakarta ditargetkan menjadi kota global berbudaya

    Rani menegaskan, teknis acara harus dikerjakan oleh pihak yang memiliki keahlian khusus, seperti PT Relasi Aksara Sinergi.

    “Sejak awal, saya mendapat tugas dari Gubernur untuk menyiapkan perayaan lima abad Jakarta. Saya pun berdiskusi dengan Bappeda agar dibentuk tim khusus, karena ini adalah fokus yang tidak bisa dikerjakan sembarangan, melainkan oleh orang yang memang expert di bidangnya,” ujar Rano.

    Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Setda DKI Jakarta, Marulina Dewi, menuturkan, kerja sama ini berawal dari kesepakatan bersama pada 20 Juni 2025 sebagai langkah mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    Menurutnya, kerja sama tersebut berorientasi pada pembangunan manusia dan kebudayaan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

    Kesepakatan ini, ujarnya, menjadi landasan hukum bagi para pihak untuk melaksanakan penguatan kebudayaan dalam pembangunan manusia di Pemprov DKI Jakarta.

    “Ruang lingkup kerja sama meliputi riset bidang kebudayaan, perancangan aktivasi seni budaya warga, pengembangan kapasitas SDM, perumusan kebijakan publik bidang kebudayaan, publikasi dan desain grafis, pemantauan serta evaluasi, hingga pelaporan seluruh kegiatan,” jelas Marulina Dewi.

    Baca: Kritik terhadap upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global

  • Kota Bandung Siap Kembangkan Wisata Gastronomi Kelas Dunia

    Kota Bandung Siap Kembangkan Wisata Gastronomi Kelas Dunia

    7cloud.asia – Ketua Tim Pengembangan Kreatif Media dan Teknologi Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, Mega mengatakan, Kota Bandung menyimpan potensi wisata gastronomi yang sangat besar, namun belum terekspos secara optimal.

    Karena itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mendorong pengembangan potensi wisata gastronomi agar lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

    Salah satu langkah strategisnya adalah penyusunan big data sebagai alat untuk merumuskan kebijakan dan regulasi terkait sektor ini.

    “Di creator space kami, Patra Komala, data yang kami himpun akan menjadi dasar kebijakan. Big data ini akan menjadi tools pemerintah kota untuk menentukan regulasi pengembangan gastronomi,” ujar Mega, Jumat(15/8/2025) eperti dilansir bandung.go.id.

    Menurutnya, pengembangan gastronomi membutuhkan pemahaman dari seluruh pihak, termasuk model kolaborasi hexahelix yang melibatkan unsur pendanaan agar pelaku dapat membangun bisnis yang berkelanjutan.

    Baca: ‘Open Top Tour of Jakarta’ tawarkan pengalaman unik dalam menikmati Kota Jakarta

    Mega memaparkan, di tingkat global, melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN), pengembangan gastronomi mencakup tujuh subsektor yang harus diaktivasi.

    ”Pengembangan wisata gastronomi ini lebih mendalam dibanding kuliner, sehingga butuh kolaborasi erat dengan akademisi yang memiliki kajian mendalam,” katanya.

    Sementara itu, Pakar Gastronomi Indonesia, Dewi Turgarini, menuturkan UPI telah berkolaborasi dengan Disbudpar Bandung sejak 2018 untuk membangun wisata gastronomi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

    sekaligus Dosen Magister Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini mengatakan, salah satu program yang sudah berjalan adalah paket wisata Gastronomi Tour on Bandros yang diadakan sebulan sekali bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia.

    Baca: Serunya menjelajahi kawasan Kota Tua Jakarta

    “Hingga kini sudah ada 30 paket wisata gastronomi yang melibatkan hotel, restoran, katering, dan destinasi wisata. Bahkan, 6 September mendatang akan ada kunjungan wisatawan mancanegara untuk mengikuti wisata gastronomi di Bandung,” katanya.

    Dewi menjelaskan, wisata gastronomi bukan sekadar menikmati makanan, tetapi juga memahami sejarah, tradisi, filosofi, keunikan bahan baku, cara penyajian, nilai edukasi, manfaat kesehatan, hingga etika makan.

    “Pengalaman yang diberikan harus melampaui ekspektasi wisatawan dan pada akhirnya mensejahterakan pelaku serta pelestari gastronomi,” katanya.

    Ia menggambarkan Bandung sebagai kota wisata yang memikat di setiap sudutnya.

    “Masuk ke Bandung itu seperti masuk ke Disneyland. Hampir di semua titik ada potensi wisata, terutama gastronominya,” tandasnya.

    Baca: Kawasan Kota Lama Surabaya siap sambut wisatawan

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sejumlah kota termasuk Jakarta pada Sabtu (30/08/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat pada siang hingga sore.

    Malamnya wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Semarang,Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Bandung, Tanjung Selor dan Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Bengkulu, Bandar Lampung, Banjarmasin dan Nabire.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, DI Yogyakarta,Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatanpotensi. Selain itu, waspada pula banjir rob di pesisir Maluku.

     

  • Cuaca Hari Ini: Minggu Siang dan Sore, Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Minggu Siang dan Sore, Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpeluang mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (31/08/2025) siang dan sore.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada siang dan sore hari.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Timur diprediksi hujan disertai petir. Sedangkan wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan.

    Pagi hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.  

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Pekanbaru, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Samarinda, Manado, Palu, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.    

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Kota Medan, Serang, Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin dan Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang dan Tanjung Pinang.