Mengenal Efek Pulau Panas Perkotaan yang Mengakibatkan Udara Kota Menjadi Lebih Panas

Written by

in

7cloud.asia – Saat gelombang panas dan cuaca panas yang makin sering terjadi dan memecahkan rekor, kota-kota di dunia mencari cara untuk mengatasi pulau panas perkotaan.

Dilansir onetreeplanted.org, efek pulau panas perkotaan ini memperparah kondisi kota-kota di seluruh dunia sehingga mengalami paparan panas ekstrem selama berhari-hari dengan frekuensi 3 kali lipat dibandingkan tahun 1980an.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu pulau panas perkotaan? Secara sederhana, pulau panas perkotaan adalah area di lingkungan perkotaan dan/atau pinggiran kota yang mengalami peningkatan suhu — terutama jika dibandingkan dengan daerah pedesaan.

Pulau panas perkotaan terbentuk karena bangunan –baik rumah, bisnis, dan bangunan industri dibangun berimpitan– sehingga menghasilkan, memerangkap, dan menyimpan panas. Hal ini mengakibatkan suhu udara di sekitarnya meningkat secara signifikan.

Sumber panas lain yang mungkin mengejutkan adalah aktivitas manusia. Baik itu mengendarai mobil atau menyalakan pabrik, setiap kali orang membakar energi, mereka kemungkinan besar menghasilkan panas.

Baca: Menanam pohon terbukti efektif menurunkan efek pulau panas perkotaan

Ketika banyak orang melakukan banyak aktivitas di lokasi yang berdekatan, “panas buangan” ini dapat bergabung dengan sumber panas lain untuk menciptakan peningkatan suhu yang signifikan.

Di daerah padat penduduk dengan jalan raya yang ramai dan gedung-gedung tinggi yang berdekatan, hanya ada sedikit peluang bagi udara panas untuk keluar, sehingga terciptalah pulau panas perkotaan.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), “suhu udara rata-rata tahunan kota dengan satu juta penduduk atau lebih, bisa 1,8 hingga 5,4°F (1 hingga 3°C) lebih hangat daripada suhu di sekitarnya.

Sedangkan pada malam yang cerah dan tenang, perbedaan suhu ini bisa mencapai 22°F (12°C).” Mengingat meningkatnya prevalensi gelombang panas dan suhu yang mencapai rekor, hal itu merupakan masalah besar.

Secara umum, terdapat dua jenis pulau panas perkotaan yakni pulau panas permukaan dan pulau panas atmosfer. Berikut penjelasannya.

Baca: Bangunan Hijau sebagai solusi berkelanjutan untuk menurunkan suhu perkotaan

Pulau panas permukaan
Permukaan buatan manusia seperti jalan dan atap menyerap dan memancarkan panas secara signifikan lebih banyak daripada permukaan alami seperti rumput dan tanah.

Data menunjukkan bahwa pada hari yang hangat dengan suhu 91°F (32,7°C), material atap konvensional mungkin lebih hangat hingga 60°F (15,5°C)°daripada suhu udara di sekitarnya. Pulau panas permukaan biasanya paling kuat pada siang hari.

Pulau panas atmosfer
Pulau panas ini didefinisikan sebagai udara yang lebih hangat yang ditemukan di daerah perkotaan, dibandingkan dengan udara yang lebih dingin di daerah yang kurang padat penduduknya.

Biasanya lebih lemah pada pagi hari dan sepanjang siang hari, pulau-pulau ini terbentuk akibat pelepasan panas matahari secara perlahan yang telah diserap oleh bangunan, permukaan beton, dan material bangunan lainnya sepanjang hari.

Pulau panas atmosfer inilah yang menyebabkan mengapa setelah matahari terbenam, suhu dapat tetap tinggi.

Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk menurunkan suhu perkotaan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *