Tag: jakarta

  • Raperda Kawasan Tanpa Rokok Bukan Melarang Merokok Tapi Mengatur Merokok di Ruang Publik

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD DKI Jakarta, siap membahas Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda Kawasan Tanpa Rokok untuk segera disahkan.

    Dilansir jakarta.go.id, Anggota DPRD DKI Jakarta, Farah Safira menyatakan, pihaknya siap mengawal pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok yang sudah lama tertunda pengesahannya.

    “Pandangan fraksi – fraksi yang telah disampaikan di Rapat Paripurna DPRD DKI berkomitmen menyelesaikan pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok untuk disahkan pada tahun ini,” kata Farah, saat diskusi publik di Hotel Swiss Belinn Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025).

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, prinsip Raperda Kawasan Tanpa Rokok ini bukan untuk melarang merokok, melainkan untuk mengatur aktivitas merokok di tempat-tempat publik.

    Karena itu, nantinya akan disediakan fasilitas khusus bagi perokok di tempat-tempat tersebut.

    “Perda rokok itu bukan berarti enggak boleh merokok. Bukan. Orang tapi tidak bisa merokok di tempat-tempat publik yang banyak orang,” ujar Pramono di Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (12/6/2025).

    Baca: Pro kontra Raperda Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

    Pramono menjelaskan, larangan merokok di area terbuka ini sudah diberlakukan di beberapa negara maju. Sementara aturan ini belum diterapkan di Jakarta.

    Sebelumnya dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Pramono menyampaikan tanggapannya soal Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok.

    Menurut Pram, Eksekutif sepakat dan menganggap bahwa industri serta produksi tembakau yang menjadi komoditas ekspor masih dapat berlangsung. Namun perlu diatur terkait pengendalian konsumsi rokok di ruang publik dan fasilitas tertentu.

    Raperda ini, kata dia, tetap memberi ruang untuk merokok di tempat yang telah ditentukan secara khusus di luar Kawasan Tanpa Rokok.

    Selain itu, Pemprov juga sepakat bahwa tempat karaoke, kelab malam, kafe live music masuk ke dalam definisi tempat hiburan dalam tatanan tempat umum di dalam Raperda Kawasan Tanpa Rokok.

    Dalam rangka upaya pencegahan dan pembinaan, Raperda ini menyentuh aspek edukasi yang perlu diperkuat dengan berbagai strategi.

    Baca: Seperti apa isi Raperda Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

    “Perlu strategi sosialisasi yang efektif, yang mencakup pelibatan tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dalam penyuluhan serta kolaborasi dengan media lokal dan influencer digital,” tandasnya.

    Ia menyebut, beberapa kota global di dunia seperti Tokyo, Seoul, dan San Jose menerapkan larangan merokok pada tempat hiburan seperti bar dan diskotik.

    Mereka juga memberlakukan denda untuk larangan merokok dalam jarak kurang dari 10 meter dengan orang lain.

    Pemprov juga sependapat untuk memasukkan upaya perlindungan kesehatan warga dari bahaya merokok dan paparan asap rokok, khususnya pada kelompok usia di bawah 21 tahun dan perempuan hamil, ke dalam Raperda.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ovi Norfiana mengungkapkan, salah satu butir yang diusulkan di Raperda KTR berupa penerapan sanksi denda Rp 250 ribu bagi warga yang kedapatan merokok di lokasi terlarang.

    “Pemberian sanksi berupa denda diberikan untuk menimbulkan efek jera agar tidak merokok sembarangan,” ungkap Ovi.

    Baca: Pelanggaran larangan merokok di ruang publik bakal didenda Rp250.000 hingga Rp50 Juta

    Ia juga mengusulkan pemberian sanksi sosial bagi perokok, namun terbilang kurang mampu.

    “Sanksi berupa kerja sosial dikenakan kepada perokok yang melanggar tapi tidak mampu,” paparnya.

    Sementara Ketua Subkelompok Peraturan Perundang -undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat Biro Hukum DKI Jakarta, Afifi menjelaskan, beberapa sanksi administratif yang terancang di Raperda Kawasan Tanpa Rokok yang telah diajukan ke DPRD DKI.

    “Sanksi inu dapat dilaksanakan langsung di KTR,” jelasnya.

    Denda, lanjut Afifi, juga dikenakan terhadap pelanggaran larangan mengiklankan, mempromosikan, memberikan sponsor di Jakarta, sebesar Rp50 juta.

    Denda juga diberikan kepada mereka yang menjual rokok berjarak radius 200 meter dari tempat anak bermain dan sekolah sebesar Rp1.000.000. Dan pelanggaran larangan untuk memajang rokok di tempat penjualan yang akan dikenakan denda administratif sebesar Rp10 juta.

    “Pengenaan sanksi administratif dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang dalam pelaksanaannya akan didukung olen organisai perangkat kerja daerah lainnya,” tandasnya.

    Baca: Uni Eropa dorong larangan merokok dan ‘Vaping’ di ruang terbuka

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Beberapa Kota Berpotensi Hujan Termasuk Jakarta.

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Beberapa Kota Berpotensi Hujan Termasuk Jakarta.

    7cloud.asia – Beberapa kota di Indonesia termasuk Jakarta berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Selasa (24/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada siang hingga sore hari. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Kemudian pada pagi hari hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal. Potensi hujan disertai petir hanya terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan tebal.

    Untuk kota-kota lainnya di Indonesia, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Denpasar, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Makassar.

    Selain itu Kota Palu, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Merauke dan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung dan Tanjung Selor,

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Jawa Timur, Maluku, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

     

  • Penataan Kabel di Jakarta: Semua Kabel Nantinya Akan Ditanam di Dalam Tanah

    Penataan Kabel di Jakarta: Semua Kabel Nantinya Akan Ditanam di Dalam Tanah

    7cloud.asia – Sejak 2023 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berupaya untuk melakukan penataan kabel yang semrawut di sejumlah wilayah di Jakarta.

    Penataan kabel ini diharapkan dapat menjadikan Jakarta menjadi kota yang lebih tertata dan aman. Pasalnya, kabel yang semrawut tak hanya mengganggu keindahan kota tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

    Untuk tahap pertama, penataan kabel ini dilakukan di 10 ruas jalan utama di kebayoran Baru Jakarta Selatan dan saat ini pengerjaannya telah mencapai 82 persen.

    Meski proyek ini terus berjalan, tak sedikit wilayah di Jakarta yang masih menghadapi tantangan besar terkait penataan kabel dan saluran utilitas. Kabel semrawut masih banyak ditemukan di sudut kota Jakarta.

    Penataan kabel di Jakarta memang tidak bisa dikatakan berlangsung cepat. Ini karena penataan kabel tak hanya rumit, tetapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Baca: Penataan kabel di Jalan Kuningan Barat Raya dilanjutkan

    Selain kawasan Kebayoran Baru, pembahasan intensif terkait penataan kabel juga tengah dibahas dan menyasar sembilan lokasi lain.

    Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan keinginannya agar sebanyak mungkin kabel utilitas di Jakarta dapat dimasukkan ke dalam tanah. Proses pembenahan ini akan dilakukan secara bertahap mengingat biaya yang cukup tinggi.

    “Jadi yang sekarang sedang dilakukan di Kebayoran Baru. Tapi nanti, Minggu depan kami akan rapat, ratas khusus mengenai Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT),” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, di Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025).

    Pramono menambahkan, penataan kabel ini akan terus berjalan. Dia menegaskan, penataan kabel ini dilakukan sekaligus.

    Baca: Penataan kabel di Jakarta Pusat

    “Enggak bisa kemudian dana APBD kita gunakan semuanya untuk memasukkan kabel ke bawah. Karena ini biayanya cukup tinggi, ya,” katanya.

    Selain melakukan penataan kabel, Pemprov DKI juga akan menata trotoar sehingga ramah bagi penyandang disabilitas dan pejalan kaki.

    Pembangunan sejumlah trotoar baru, seperti di Blok M juga dilakukan dengan menyediakan fasilitas bagi disabilitas.

    “Ramah yang paling utama sebenarnya bukan kepada pejalan kaki, tapi ke para disabilitas,” tandas Pram.

     

  • Kunjungi Hutan Kota Srengseng, Pramono Anung Perintahkan Renovasi

    Kunjungi Hutan Kota Srengseng, Pramono Anung Perintahkan Renovasi

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berkunjung ke Hutan Kota Srengseng di Kembangan, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025).

    Dalam kunjungannya, Pramono menginstruksikan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk segera merenovasi fasilitas amphiteater di Hutan Kota Srengseng.

    Ia berharap, nantinya dapat diselenggarakan acara kebudayaan di Hutan Kota Srengseng yang merupakan salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Jakarta ini.

    “Tadi saya sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Pertamanan untuk amphiteater-nya agar direnovasi,” ujar Pramono.

    Pramono juga menekankan pentingnya menjaga area pulau yang berada di dalam hutan kota Srengseng agar tetap tertutup bagi umum. Hal ini untuk menjaga keaslian vegetasi di kawasan tersebut.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta akan tambah tiga hutan kota

    Berdasarkan hasil studi United States Forest ServiceUSFS (USFS) bersama IPB, menunjukkan bahwa Hutan Kota Srengseng mampu menyerap sekitar 313 ton CO2 per tahun dan menghasilkan oksigen sebesar 227,8 ton per tahun.

    “Dan inilah yang harus dirawat,” katanya.

    Pramono juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keberadaan hutan kota seluas 15 hektare yang telah dibangun sejak era Gubernur Soerjadi Soedirja pada tahun 1995.

    Karena itu, ia menyampaikan komitmennya untuk menjaga kelestarian hutan kota ini. Meski ada usulan untuk membuka akses seluas-luasnya, Pramono memilih untuk tetap memberlakukan tiket masuk yang terjangkau, yakni Rp 3.000 untuk orang dan sepeda motor, serta sebesar Rp 6.000 untuk mobil.

    Kebijakan ini bertujuan memastikan hutan tetap terawat dengan baik. Sementara masyarakat yang rutin beraktivitas seperti jogging tetap dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.

    Baca: Pemkot Jakarta Timur siapkan 8,5 hektare lahan untuk dijadikan hutan kota

    “Bagi masyarakat, terutama masyarakat yang memang membutuhkan sehari-hari untuk jogging dan sebagainya, bisa dilakukan di sini. Dan rata-rata masyarakat yang tinggal di sini diperbolehkan gratis untuk masuk,” jelasnya.

    Sekadar diketahui, Hutan Kota Srengseng dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung.

    Seperti plaza, kantor pengelola, aula, musala, pos jaga, toilet, area pembibitan pohon, gazebo, area parkir, food corner, taman bermain anak, wall climbing, danau, amphitheater, serta pintu air.

    Hutan Kota Srengseng ini juga dilengkapi dengan fasilitas jogging track sepanjang 1,7 kilometer.

    Diungkapkan Pramono, Pemprov DKI tidak akan melakukan penambahan fasilitas di Hutan Kota Srengseng untuk mempertahankan fungsi hutan kota sebagai paru-paru Jakarta. 

    Baca: DKI Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Pramono khawatir, terlalu banyak fasilitas publik akan mengurangi fungsi utama hutan sebagai penyerap CO2.

    Meski demikian, keberadaan Hutan Kota Srengseng ini tidak bisa memperbaiki polusi udara di Jakarta secara keseluruhan.

    Pasalnya, polusi utama di Jakarta disebabkan oleh banyaknya kendaraan bermotor yang gunakan bahan bakar bersulfur tinggi selain juga pembangkit listrik dan industri yang menggunakan batu bara.

    Hutan Kota Srengseng kini memiliki kondisi ekologi yang sangat baik. Hal ini ditandai dengan tingginya variasi jenis tanaman dan struktur tajuk yang lengkap.

    Tercatat ada sekitar 87 jenis pohon dengan total sekitar 1.211 batang, di antaranya pohon mahoni, gmelina, dan flamboyan.

    Baca: Lima taman kota di Jakarta mulai beroperasi 24 jam

  • Pemprov DKI Jakarta Gandeng Komunitas untuk Wujudkan Kawasan Rendah Emisi Terpadu

    Pemprov DKI Jakarta Gandeng Komunitas untuk Wujudkan Kawasan Rendah Emisi Terpadu

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama program Breathe Cities Jakarta memperkuat kolaborasi dengan komunitas dalam mendukung implementasi Kawasan Rendah Emisi Terpadu (KRE-T).

    Pengembangan Kawasan Rendah Emisi Terpadu ini merupakan bagian dari komitmen Jakarta dalam mewujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan.

    Pengembangan Kawasan Rendah Emisi Terpadu dilakukan untuk mendorong partisipasi publik dalam pengendalian pencemaran udara yang lebih inklusif dan berbasis bukti.

    Program Breathe Cities merupakan bagian dari inisiatif global yang didukung oleh Clean Air Fund, C40 Cities, dan Bloomberg Philanthropies, serta diimplementasikan di Jakarta bersama Vital Strategies.

    Breathe Cities bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diampu oleh Dinas Lingkungan Hidup, untuk mempercepat pengendalian polusi udara melalui penguatan kebijakan berbasis data dan partisipasi publik, salah satunya melalui kebijakan Kawasan Rendah Emisi Terpadu.

    Baca: Jakarta didorong kembangkan kawasan rendah emisi terpadu

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan kebijakan Kawasan Rendah Emisi Terpadu merupakan langkah strategis yang didasarkan pada Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim.

    Ini juga sejalan dengan Keputusan Gubernur Nomor 575 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

    “Keberhasilan KRE-T tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama, baik dalam pengawasan, edukasi publik, pemantauan dampak kebijakan, hingga pendampingan terhadap kelompok rentan,” ujar Asep, Kamis (19/6/2025).

    Ia menyampaikan, sebagai bagian dari upaya ini, Breathe Cities Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menghimpun komunitas untuk menyelaraskan pemahaman dan memperkuat sinergi antarkomunitas.

    Tujuan kebijakan ini adalah membangun koordinasi yang lebih solid dalam menjalankan aksi kolektif menuju udara bersih di Jakarta.

    Baca: Jakarta terus perluas kawasan rendah emisi

    Selain itu, bersama Resilience Development Initiative (RDI), Breathe Cities Jakarta juga mendorong pemantauan kualitas udara berbasis komunitas melalui penggunaan sensor berbiaya rendah (low-cost sensor).

    “Teknologi ini memungkinkan perluasan jaringan pemantauan hingga ke wilayah permukiman dan industri yang sebelumnya belum terjangkau oleh stasiun pemantauan konvensional,” katanya.

    Asep menambahkan, inisiatif ini juga menekankan pentingnya integrasi data hiperlokal ke dalam sistem pemantauan resmi sebagai dasar perumusan kebijakan yang lebih presisi dan responsif.

    Di saat yang sama, keterlibatan komunitas memperkuat kapasitas lokal dalam memahami, menginterpretasikan, dan menggunakan data kualitas udara secara kolektif.

    “Kolaborasi multipihak ini menjadi langkah awal untuk membentuk blueprint aksi kolektif. Kita ingin pastikan bahwa peran komunitas tidak sekadar simbolik, tetapi terintegrasi secara strategis dalam sistem pengendalian polusi udara Jakarta,” tandasnya.

    Baca: Cara Kota London menjadi kawasan nol emisi

  • Jakarta Dorong Penerapan Pengelolaan Sampah Kolaboratif di Enam Wilayah

    Jakarta Dorong Penerapan Pengelolaan Sampah Kolaboratif di Enam Wilayah

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup mulai menjalankan Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di enam kelurahan terpilih di Jakarta.

    Enam lokasi yang menjadi sasaran pilot project Pengelolaan Sampah Kolaboratif adalah RW 07 Kelurahan Johar Baru (Jakarta Pusat), RW 04 Kelurahan Pegangsaan Dua (Jakarta Utara), RW 05 Kelurahan Pengadungan (Jakarta Barat).

    Juga RW 07 Kelurahan Ulujami (Jakarta Selatan), RW 17 Kelurahan Klender (Jakarta Timur), dan Pulau Sancang di Kelurahan Pulau Pari (Kepulauan Seribu).

    Adapun pengembangan Pengelolaan Sampah Kolaboratif ini mengintegrasikan berbagai kontribusi melalui proyek percontohan ini seperti infrastruktur, teknologi, edukasi, pelatihan dan pendampingan dalam sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah.

    Pembiayaan dilakukan memaksimalkan potensi program CSR dari industri dan start up serta pendampingan dari CSO dan Akademisi

    Output dari kolaborasi ini adalah adanya sosialisasi, edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada seluruh rumah tangga di lokasi RW pilot project tersebut, serta penyediaan infrastruktur dan sarana pendukung.

    Baca: Pengelolaan Sampah Jakarta dengan insinerator

    Data capaian proyek seperti peningkatan jumlah rumah yang memilah sampah dan pengurangan volume sampah menjadi salah satu indikator keberhasilan pilot project ini.

    Dinas Linkungan Hidup akan melakukan monitoring dan evaluasi secara ketat selama satu tahun pertama pilot project Pengelolaan Sampah Kolaboratif ini.

    Diharapkan pilot project ini menjadi model yang dapat direplikasi di 261 kelurahan lainnya sebagai praktik baik dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

    Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga mengatakan, aksi nyata melalui pelaksanaan Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif ini selaras dengan visi Jakarta sebagai kota global dunia.

    Salah satu indikatornya adalah pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari. Jika dibagi ke 267 kelurahan, maka masing-masing kelurahan perlu mengurangi sekitar 29,96 ton per hari.

    “Ini bisa dicapai jika setiap kelurahan mengedepankan inovasi dan kolaborasi dalam mengelola sampah,” urainya.

    Baca: Solusi palsu pengelolaan sampah di Jakarta

    Nirwono menjelaskan, Jakarta dapat mengidentifikasi tiga kategori kelurahan berdasarkan keberhasilan pengurangan sampah. Pertama yakni kategori bebas sampah, yang berhasil mengurangi timbulan sampah secara signifikan.

    Kedua, kategori bebas sampah parsial, yang masih dalam proses menuju kategori rendah sampah dan ketiga belum bebas sampah, wilayah yang mengalami kesulitan dalam hal pengurangan dan pengurangan sampah.

    Ia menambahkan, bagi kelurahan yang masuk kategori bebas sampah, dapat menjadi pusat pembelajaran bagi kelurahan lainnya. Sedangkan kelurahan yang belum bebas sampah akan menjadi prioritas pendamping oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

    “Jika target ini tercapai di 267 kelurahan, maka bisa terbentuk sistem pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan di tingkat wilayah,” tandasnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, program ini bertujuan menciptakan sistem pengelolaan sampah mandiri melalui sinergi antara pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, start up, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas.

    “Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan kelurahan yang mandiri dan berkelanjutan dalam mengelola sampahnya,” ujar Asep, Rabu (25/6/2025).

    Baca: Konsep baru penilaian Adipura perkenalkan predikat Kota Kotor

  • SPMB Jalur Domisili di Jakarta Mulai Dibuka 30 Juni, Simak Ketentuannya di Sini

    SPMB Jalur Domisili di Jakarta Mulai Dibuka 30 Juni, Simak Ketentuannya di Sini

    7cloud.asia – Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB di Provinsi Jakarta telah berlangsung dan hampir memasuki tahap akhir.

    Setelah membuka penerimaan di jalur prestasi dan afirmasi, Dinas Pendidikan Jakarta akan membuka pendaftaran SPMB untuk jenjang SMP dan SMA melalui jalur domisili pada 30 Juni 2025.

    Jalur domisili adalah jalur penerimaan siswa baru yang mengutamakan kedekatan tempat tinggal siswa dengan sekolah.

    Domisili ini merupakan pengganti dari jalur zonasi, jalur penerimaan di sistem sebelumnya yakni Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Acuan utama dalam seleksi domisili adalah menggunakan alamat domisili yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) calon peserta didik.

    Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan daya tampung sekolah negeri melalui jalur ini lebih banyak dibandingkan dengan jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.

    Baca: DPR ungkap sejumlah masalah dalam pelaksanaan SPMB

    Adapun kuota untuk jalur domisili ini yakni untuk jenjang SMP sebanyak 50 persen dari total daya tampung setiap sekolah, lalu 35 persen untuk jenjang SMA.

    Berikut jadwal, ketentuan, serta kriteria penilaian seleksi jalur domisili pada SPMB di Jakarta:

    Jadwal
    Pendaftaran dan seleksi: 30 Juni-2 Juli 2025
    Pengumuman: 2 Juli 2025
    Daftar ulang: 3-4 Juli 2025

    Ketentuan Pendaftaran
    Calon murid wajib memiliki Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan minimal satu tahun sebelum mendaftar

    Nama orang tua dalam KK harus sesuai dengan dokumen lain. Jika berbeda, harus dibuktikan lewat akta kematian, perceraian, atau kondisi lain yang disahkan pemerintah daerah

    Baca: Perbedaan sistem zonasi dan domisili dalam SPMB

    Anak yang terdampak bencana dan tidak memiliki KK bisa menggunakan surat keterangan domisili selama telah tinggal di lokasi minimal satu tahun

    KK baru yang terbit kurang dari satu tahun tetap sah digunakan jika perubahan disebabkan penambahan anggota keluarga, perpindahan, atau kehilangan dokumen. 

    Namun, pendaftar wajib melampirkan KK lama atau surat kehilangan, dan akan diverifikasi Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dukcapil.

    Kriteria Penilaian
    Melansir panduan SPMB Jakarta, calon siswa yang mendaftar melalui jalur SPMB Domisili akan diseleksi melalui 4 indikator apabila pendaftar melebihi daya tampung.

    Keempat indikator tersebut adalah kemampuan akademik yang dinilai dari rerata nilai rapor sebesar 75 persen dan persentil rerata nilai rapor 25 persen.

    Baca: Berbagai masalah yang muncul dalam penerimaan siswa baru

    Setelah itu, panitia akan mempertimbangkan jarak sekolah dan rumah siswa berdasarkan wilayah PMB prioritas, memilih dari yang usia tertua ke termuda, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

    Adapun wilayah PMB prioritas yang dimaksud adalah sesuai dengan kriteria berikut:

    1. Wilayah PMB prioritas pertama adalah peserta yang berdomisili di Rukun Tetangga (RT) yang sama dengan lokasi sekolah, atau RT yang berbatasan langsung dengan RT lokasi sekolah.

    2. Wilayah PMB prioritas kedua adalah peserta yang berdomisili di RT sekitar sekolah berdasarkan pemetaan yang dilakukan

    3. Wilayah PMB prioritas ketiga adalah peserta yang berdomisili di kelurahan yang sama atau berdekatan dengan kelurahan lokasi sekolah.

    Baca: Sistem zonasi berdampak buruk pada sekolah swasta

  • Cuaca Akhir Pekan: Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Bakal Guyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    Cuaca Akhir Pekan: Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Bakal Guyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia pada Sabtu (28/06/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Jawa Barat, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Prakirawan BMKG, Rira A Damanik menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipicu oleh bibit siklon 97W diprakirakan berada di Samudra Pasifik timur Filipina, dengan kecepatan angin 15-20 knot, tekanan udara minimum 1007 hPa dan arah pergerakan ke Barat-Barat Laut.

    Baca: Cuaca panas kemudian tiba-tiba hujan, mengapa?

    “Potensi bibit siklon tropis ini untuk menjadi siklon tropis dalam 72 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Sistem ini menyebabkan perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi)  dari Sabah hingga Laut Sulawesi, dan di Samudra Pasifik utara Papua Barat,” jelas Rira.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi seluruh wilayah berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan hingga hujan dengan intensitas sedang pada siang hari.

    Sebaliknya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan dan berawan tebal. Sementara pada pagi hari, hampir seuruh wilayah Jakarta berawan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan terjadi hujan berintensitas ringan.  

    Baca: BMKG pastikan musim kemarau 2025 mundur

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta melanda pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Bandung Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Bandung Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jakarta dan Bandung pada Minggu (29/06/2025).

    Selain kedua kota tersebut, kondisi cuaca serupa berpotensi pula melanda Kota Pangkal Pinang dan Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Mamuju, Kendari.

    Kota Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Makassar dan Nabire.

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi bagian Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua bagian Selatan.

     

     

     

  • Festival Kemayoran: Menggali Ingatan tentang Kawasan Kemayoran

    Festival Kemayoran: Menggali Ingatan tentang Kawasan Kemayoran

    7cloud.asia – Kemayoran, apa yang tersirat di pikiran kamu saat mendengar nama sebuah kawasan di Jakarta Pusat ini? Mungkin Pekan Raya Jakarta, atau Wisma Atlet.

    Tapi mungkin kamu tak berpikir jika Kemayoran merupakan kawasan ini menjadi salah satu tempat yang melahirkan sejumlah tokoh Betawi, seperti Benyamin Sueb dan juga Rano Karno yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Kemayoran juga menjadi saksi bisu kehadiran legenda seni Betawi Benyamin Sueb dan jagoan Betawi Murtado.

    Untuk menggali ingatan soal Kemayoran ini, pemerintah kota Jakarta Pusat menggelar Festival Kemayoran. Di edisi perdananya, Festival Kemayoran menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya Betawi serta daerah lain di Indonesia.

    Arifin mengatakan, festival ini sangat bagus, karena bisa jadi wadah bagi anak muda di Kemayoran berkreasi di ruang publik.

    “Akar budaya di Jakarta adalah Betawi sehingga harus dilestarikan. Festival Kemayoran diadakan dalam rangkaian dari perayaan HUT ke 498 Jakarta,” Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin membuka secara resmi Festival Kemayoran di bundaran Masjid Raya Kemayoran, Sabtu (28/6/2025).

    Baca: Serunya menjelajahi kawasan Kota Tua Jakarta

    Arifin juga mengajak warga Kemayoran membangkitkan rasa cinta dan kebanggaan untuk Kota Jakarta, dengan menjaga lingkungan bersih dan sehat, menghindari tawuran dan penggunaan obat terlarang.

    Sementara, Ketua Pelaksana Festival Kemayoran 2025, Ani Purwatiningsih menjelaskan, Festival Kemayoran merupakan salah satu upaya membangun masyarakat untuk mengenal, menggali dan melestarikan kebudayaan nasional.

    “Membangun masyarakat berkebudayaan melalui seni Betawi dan ragam budaya di Indonesia,” tandasnya.

    Kemayoran yang merupakan salah satu kecamatan di Jakarta Pusat memiliki sejarah panjang.

    Kawasan Kemayoran berbatasan dengan Tanjung Priok di sisi utara, Sawah Besar di bagian sebelah barat, Kecamatan Kelapa Gading di bagian sebelah timur dan Cempaka Putih dan Johar Baru di bagian selatan.

    Dahulu, di kecamatan ini terdapat Bandara Kemayoran yang kemudian ditutup pada tahun 1985 dan dialihfungsikan sebagai pemukiman pada lahan seluas 44 hektare.

    Baca: Kawasan Kota Tua akan diitegrasikan dengan kawasan Pecinan di Glodok

    Sejak tahun 1992, Kemayoran terkenal menjadi tempat untuk penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta, sebuah perayaan Hari Jadi Kota Jakarta yang diselenggarakan setahun sekali.

    Pengambilan nama Kemayoran berasal dari nama seorang Mayor Isaac De L’ostal De Saint Martin. Ia adalah seorang berkebangsaan Prancis sebagai pemilik tanah di kawasan ini pada abad ke-17.

    Sebelum berpangkat Mayor, Isaac bergabung dengan kongsi perdagangan Belanda yang bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC).

    Atas kerja keras dan pengabdiannya, pada tahun 1662, Isaac diangkat menjadi berpangkat letnan untuk membantu peperangan di Cochin.

    Hingga pada akhirnya, karier Isaac berlanjut hingga pengangkatannya menjadi Mayor untuk membantu Kapten Tack menumpaskan kerajaan asuhan Sultan Ageng Tirtayasa.

    Baca: Menelusuri Cagar Budaya di wilayah Menteng

    Sebagai imbal balik atas kerja kerasnya, VOC memberikan hadiah kepada Isaac berupa beberapa bidang tanah yang terletak di Batavia.

    Pengambilan nama Kemayoran berasal dari kata Mayor yang diberi amanah dan tugas oleh Gubernur Belanda untuk mengawasi kawasan tersebut.

    Lebih lanjut, Kemayoran juga menjadi cikal bakal adanya kampung betawi karena mayoritas saat kala itu didominasi oleh suku betawi.

    Selanjutnya, Isaac mulai membangun rumah pada bidang tanah yang telah diberi oleh pihak VOC, rumahnya terletak di Jalan Garuda yang berdekatan dengan tikungan Kemayoran Gempol.

    Saat kala itu, rumah Isaac menjadi salah satu rumah termegah dan terbesar yang ada di kawasan tersebut. Banyak warga yang dibuatnya penasaran sehingga berkunjung ke Kemayoran untuk dapat melihat rumah Isaac.

    Warga sekitar menyebut wilayah di sekitar rumah Isaac dengan nama Mayoran. Seiring dengan bergantinya waktu, kata Mayoran mendapatkan imbuhan ‘ke’ menjadi Kemayoran.

    Baca: Rencana besar penataan kawasan Kebayoran Lama