Tag: jokowi

  • Pemilu 2024: Peran Kontroversial Presiden Jokowi dalam Kemenangan Prabowo

    Pemilu 2024: Peran Kontroversial Presiden Jokowi dalam Kemenangan Prabowo

    7cloud.asia – Menurut jajak pendapat terbaru yang dapat diandalkan,  Prabowo—yang juga Menteri Pertahanan—mendapatkan hampir 60% suara dalam pemilihan umum (pemilu) sehari terbesar dan paling kompleks di dunia.

    Dengan hasil ini kemungkinan besar tidak akan ada putaran kedua Pilpres 2024.

    Bagaimana peran kontroversial Jokowi dalam kemenangan Prabowo ini, berikut ulasan , Associate Lecturer, School of Government, Universitas Jendral Achmad Yani sebagaimana telah terbit di The Conversation.   

    Lebih dari 200 juta pemilih yang memenuhi syarat di lebih dari 17 ribu pulau memberikan suara mereka di lebih dari 820 ribu TPS.

    Proses pemungutan suara yang berlangsung selama satu hari ini melibatkan 5,7 juta petugas pemilu, hampir sama dengan jumlah penduduk Singapura.

    Mengingat kompleksnya rekapitulasi hasil pemilu, Komisi Pemilihan Umum akan mengumumkan hasil resmi pada tanggal 20 Maret 2024.

    Baca: Mengintip peruntungan tiga capres di tahun naga kayu

    Namun, sejak pemilihan presiden pertama kali pada 2004, Indonesia telah mengandalkan penghitungan cepat untuk mengetahui siapa presiden baru pada hari pemilihan.

    Berdasarkan hasil hitung cepat, Prabowo mengalahkan dua kandidat lain, yaitu mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan, yang didukung oleh kaum konservatif Muslim.

    Pasangan mantan gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang didukung oleh partai politik terbesar di Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Kemenangan Prabowo telah melalui proses yang panjang. Ini adalah upaya keempatnya untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin negara.

    Ia pertama kali maju sebagai calon wakil presiden untuk Megawati Sukarnoputri, ketua umum PDIP, dalam Pemilihan Presiden 2009. Pasangan ini kalah dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

    Baca: Penolakan terhadap Prabowo sebagai capres

    Dalam pemilu 2014 dan 2019, Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden melawan Joko “Jokowi” Widodo, Presiden Indonesia saat ini.

    Prabowo kalah dalam pemilihan yang ketat dalam kedua kesempatan tersebut karena Jokowi didukung oleh PDIP Perjuangan yang dipimpin Megawati.

    Setelah kekalahan dalam pemilu 2019, Prabowo menerima tawaran pekerjaan sebagai menteri pertahanan Jokowi.

    Dalam pemilu tahun ini, Prabowo bekerja sama dengan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, setelah perselisihan antara Jokowi dan Megawati mengenai pilihan calon presiden.

    Ini adalah contoh bagaimana manuver-manuver para politikus di Indonesia yang tidak dapat diprediksi untuk tetap berkuasa dan mempertahankan martabat mereka.

    Baca: Tak hanya ingin Prabowo menang, Jokowi juga ingin suara PDI Perjuangan turun

    Faktor Jokowi. 

    Banyak pihak menyebut kemenangan Prabowo ini tak bisa dilepaskan dari peran kontroversial yang dimainkan Presiden Joko Widodo.

    Sungguh menakjubkan melihat bagaimana Jokowi bangkit dari seorang politikus yang tidak dikenal pada 2005 ketika dia mencalonkan diri sebagai wali kota Solo—kota kecil di Jawa Tengah, menjadi seorang “kingmaker” dalam pemilu kali ini.

    Tiket Prabowo-Gibran diatur sedemikian rupa dengan keterlibatan substansial dari Jokowi di seluruh prosesnya.

    Gibran dinyatakan memenuhi syarat untuk menjadi calon wakil presiden setelah Mahkamah Konstitusi (MK), yang dipimpin oleh ipar Jokowi: Anwar Usman, mengubah persyaratan bahwa kandidat harus berusia minimal 40 tahun agar putranya yang berusia 36 tahun dapat mencalonkan diri.

    Putusan MK menambahkahkan syarat lainnya yang bisa digunakan apabila kandidat tidak memenuhi syarat usia yakni “pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.”

    Baca: Film Dirty Vote memotret kecurangan masif di Pemilu 2024

    Tidak mengherankan jika protes dari pihak oposisi amat riuh. Banyak yang menyatakan bahwa pemilu kali ini bukan lagi tentang melanjutkan warisan Jokowi, melainkan tentang menyelamatkan demokrasi.

    Tiga hari sebelum pemilu, sebuah film dokumenter yang mengekspos dugaan kecurangan pemilu yang melibatkan Jokowi menjadi viral.

    Film tersebut menuduh bahwa Jokowi dengan susah payah mencurangi pemilu agar Prabowo dan putranya bisa menang. Dirty Vote yang disutradarai aktivis Dandhy Dwi Laksono.

    Tiga akademisi terkemuka—Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar dan Feri Amsari—yang diwawancarai untuk film ini mengungkapkan apa yang mereka katakan sebagai aneka strategi Jokowi.

    Mulai dari gelontoran uang negara kepada para calon pemilih sebelum pemilu hingga penanaman dukungan di berbagai provinsi kunci.

    Sutradara film tersebut, Dandhy Dwi Laksono, dan ketiga akademisi tersebut telah dilaporkan ke polisi.

    Rahma Sekar Andini menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris

  • Pemilu 2024 Dibajak Presiden Jokowi, Koalisi Masyarakat Sipil Siap Bergerak Melawan

    Pemilu 2024 Dibajak Presiden Jokowi, Koalisi Masyarakat Sipil Siap Bergerak Melawan

     
    7cloud.asia – Koalisi Sipil Kawal Pemilu Demokratis menilai Pemilu 2024 yang diselenggarakan pada Rabu (14/2/2024) mengonfirmasi pemerintahan Joko Widodo telah memobilisasi sumber daya negara untuk memenangkan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, disebutkan sejak awal Koalisi menilai bahwa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming adalah paslon yang bermasalah.

    Prabowo merupakan pelanggar HAM karena telah melakukan penculikan aktivis HAM pada 1997-1998 yang telah diakuinya dan membuatnya dicopot dari dinas kemiliteran oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 3 Agustus 1998.

    Sedangkan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto nyata-nyata mengabaikan agenda reformasi 1998. Pencalonan Gibran sarat dengan praktik KKN, serta melanggar etika Konstitusi.

    Tidak ada kepentingan rakyat yang diwakilinya, karena kepentingan utamanya adalah untuk mengamankan dan melanggengkan kekuasaan pribadi, keluarga, dan kroni-kroni Jokowi.

    Baca: Seperti ini kesalahan konversi rekap penghitungan suara

    Koalisi Sipil yang beranggotakan 30 organisasi masyarakat sipil mngaskan, Gibran tidak layak menjadi Calon Wakil Presiden.

    Pencalonan Gibran dimulai dari pembajakan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) melalui pamannya, Anwar Usman, Ketua Majelis Hakim dalam persidangan MK saat itu.

    Putusan Mahkamah Kehormatan MK (MKMK) jelas menyatakan terjadi pelanggaran etik berat dalam Putusan 90/2023 yang membuka jalan pencawapresan Gibran.

    Pencawapresan Gibran di KPU juga bermasalah karena seharusnya Pencawapresan itu ditolak oleh KPU karena tidak sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) sendiri.

    “PKPU baru diubah kemudian setelah Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres 02 diterima,” ujar Gufron Mabruri dari Imparsial.

     
    Baca: Kesalahan rekap penghitungan suara terjadi di lebih 2000 TPS

    Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyatakan bahwa Ketua dan Komisioner KPU melanggar etik berat dan diberikan sanksi peringatan keras terakhir terhadap ketua KPU Hasyim Asy’ari karena telah meloloskan pencalonan Gibran.

    Hal ini sesungguhnya menunjukkan bagaimana kekuasaan Jokowi, keluarga dan kroni-kroninya benar-benar telah membajak lembaga negara, seperti MK dan KPU.

    Mereka tidak lagi memperdulikan etika, Konstitusi Negara, demokrasi, dan tata pemerintahan yang bersih dari KKN.

    Selain melanggar etika, konstitusi, hukum, dan keadaban politik demokratis, Jokowi telah menyalahgunakan dan memobilisasi sumber daya negara, baik aparat, program, dan anggaran negara, bahkan otoritas yang dimilikinya untuk memenangkan Paslon 02.

    Sejak sebelum Pemilu, Koalisi Masyarakat Sipil sudah menemukan bahwa kejahatan Pemilu _(electoral evil)_ bersifat terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

     
    Baca: PDI Perjuangan Siaga 1 pasca ditemukan adanya anomali di itung cepat 

    Jumlah kasus pelanggaran sejak penetapan Paslon pada 18 November 2023 hingga Masa Tenang terjadi lonjakan hampir 300 persen dibandingkan jumlah kasus pada periode pemantauan Mei-Oktober 2023.

    Bahkan sehari sebelum Presiden mengeluarkan kebijakan ‘politik gentong babi’ dengan menaikkan tunjangan Bawaslu. Kebijakan tersebut patut dipersoalkan karena nyata-nyata merupakan upaya untuk “menaklukkan” Bawaslu.

    Dalam konteks itu, pelanggaran massif yang terjadi pada hari pencoblosan dan setelahnya menunjukkan bahwa kejahatan sebelum hari pencoblosan berlanjut.

    Kejahatan Pemilu dalam bentuk intimidasi (sebagaimana diakui Bawaslu) untuk mendukung Paslon 02, salah input (sebagaimana diakui KPU) dan pencurian suara serta penggelembungan suara untuk Paslon 02 pada Sistem Rekap KPU,

    Pencoblosan Paslon 02 oleh KPPS dan orang-orang tidak bertanggungjawab atas perintah KPPS atau aparat desa, dan lain sebagainya menunjukkan bahwa Pemilu 2024, khususnya Pilpres, tidak legitimate serta meruntuhkan kedaulatan rakyat dan demokrasi.

     
    Baca: THN Pasangan AMIN temukan 9 kecurangan di Pemilu 2024

    Koalisi menilai, melaporkan pelanggaran Pemilu kepada Bawaslu dan MK, sebagaimana disampaikan Jokowi, adalah tindakan sia-sia.

     
    Pasalnya, MK dan Bawaslu hanyalah kelembagaan negara yang tidak terbukti tunduk pada kebaikan bersama rakyat dan tunduk pada kehendak politik Jokowi dan kroni-kroninya.

    Oleh karena itu, Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan Pemilu 2024 sudah dibajak Rezim dan saatnya demokrasi diselamatkan.

    Gufron mengajak kelompok masyarakat Sipil merapatkan barisan dan bergerak menyelamatkan demokrasi Indonesia.

     
     
  • Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri Desak Jokowi Dimakzulkan

    Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri Desak Jokowi Dimakzulkan

    pemilu

    7cloud.asia – Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri untuk Perubahan dan Persatuan (FKPPP) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur atau dimakzulkan.

    “Kami mendesak kepada Presiden Joko Widodo dan semua pejabat yang telah merusak demokrasi dan hukum Indonesia, secepatnya mundur atau dimakzulkan,” tegas Jendral (purnawirawan) Fachrul Razi dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Sabtu (17/02/2024) di Jakarta.

    Fachrul Razi yang didampingi oleh Letjen (purn) Sutiyoso tersebut menjelaskan bahwa desakan agar Jokowi mundur atau dimakzulkan ini, lantaran Jokowi nyata-nyata bersikap cawe-cawe terhadap penyelenggaraan pemilu 2024.

    Menurut mantan menteri agama tersebut, Jokowi mengerahkan aparat pemerintah dengan mendukung pemenangan paslon 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

    Baca: THN AMIN temukan 9 jenis kecurangan

    Langkah Jokowi ini dinilai sangat menodai demokrasi di Indonesia.

    Selain itu, FKPPP juga mendesak lembaga yang berwenang untuk mendiskualifikasi Prabowo-Gibran sebagai paslon capres-cawapres pada pilpres 2024.

    Sebab menurut FKPPP pemunculan nama Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 02 dilakukan melalui rekayasa hukum yang sangat memalukan.

    “Dan langsung disambut oleh KPU tanpa lebih dahulu menunggu revisi aturan KPU, telah nyata-nyata telah mengkhianati konstitusi,” kata Fachrul.

     

    Baca: Bawaslu temukan ribuan pelanggaran Pemilu 2024

    Selanjutnya Fachrul mennyoroti adanya penggunaan hukum sebagai instrumen politik untuk menyandera tokoh-tokoh politik agar mendukung paslon 02.

    Menurutnya hal ini selain dapat merusak upaya pemberantasan korupsi, juga merusak sistem hukum dan politik di Indonesia.

    FKPPP juga melihat ada berbagai kecurangan oleh petugas-petugas KPU dan jajarannya serta pendukung paslon tertentu yang dilakukan secara terstruktur, massiv dan sistematis.

    Hal ini sungguh menghianati demokrasi dan konstitusi serta membahayakan eksistensi  dan keutuhan NKRI.

    Baca: Aksi Kamisan tolak praktik kotor di Pemilu 2024

    Karena itu, dalam kesempatan tersebut FKPPP memprotes keras deklarasi kemenangan kubu 02.

    “Memprotes keras deklarasi pemenangan 02 yang dilakukan berdasarkan quick count yang bukan merupakan keputusan resmi pemilu,” katanya.

    Fachrul mengatakan pelaksanaan pemilu 2024 ini bertentangan dengan cita-cita FKPPP yang ingin menjadikan pemilu 2024 sebagai moment memulai zero corruption, penegakkan hukum tanpa pilih bulu.

    Melalui pemilu 2024 FKPPP bercita-cita membangun sistem pengawasan kinerja pemerintah dengan mengefektifkan fungsi pengawasan DPR dengan seluruh komponen rakyat yang kritis.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Legacy Jokowi Pasca Pilpres 2024: Dari Sosok yang Merakyat Jadi Oligarki

    Legacy Jokowi Pasca Pilpres 2024: Dari Sosok yang Merakyat Jadi Oligarki

    7cloud.asia – Pemungutan suara Pemilu 2024 telah diselenggarakan pada Rabu (14/2/2024) lalu diikuti ebih dari 200 juta penduduk di Indonesia

    Sejumlah catatan menyertai pelaksanaan Pemilu 2024 karena banyaknya temuan kecurangan di lapangan.

    Temuan kecurangan di Pemilu 2024 khususnya di Pilpres 2024 mendorong Paslon 01 dan 03 untuk membawanya ke ranah hukum.

    Penggunaan hak angket untuk menyelidiki kecurangan di Pemilu 2024 pun bergulir. Di lapangan, aksi demontrasi hampir setiap hari terjadi menolak hasil Pilpres 2024 yang dinilai curang sejak awal.    

    Di sisi lain pakar yang sudah mulai mengelaborasi apa saja “peninggalan” atau legacy Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam perpolitikan Indonesia selama 10 tahun masa jabatannya.

    Baca: Aksi Kamisan berdiri demi tegakkan demokrasi

    Berikut tulisan Aniello Iannone, seorang Indonesianis, sekaligus dosen dan peneliti dari Universitas Diponegoro tentang legacy Jokowi.

    Jokowi dinilai telah meninggalkan kursi kepresidenan dengan mewariskan sebuah negara yang terpecah, ditandai dengan politik yang polarisasi, dan hak-hak sipil yang tersebar dan terfragmentasi.

    Selama satu dekade kepemimpinannya, Jokowi menetapkan fokus utamanya pada pembangunan ekonomi, kendati beberapa kritik menyebutkan bahwa kebijakan tersebut telah mengorbankan aspek-aspek demokrasi.

    Transformasinya dari seorang politisi outsider menjadi kekuatan utama di kalangan elit politik selama sepuluh tahun terakhir adalah sebuah perjalanan yang melihat demokrasi Indonesia semakin merendah

    Setidaknya ada dua hal yang paling menonjol sebagai warisan pemerintahan Jokowi yang kini tengah, dan mungkin ke depannya akan masih, mewarnai lanskap politik Indonesia, yakni bergesernya “karakter” Jokowi dan dinasti politik.

    Baca: Aksi Kamisan tolak praktik kotor Jokowi di Pemilu 2024

    Dari merakyat jadi oligarki
    Menjelang akhir masa jabatannya, banyak yang menilai bahwa Jokowi telah berubah dari “orang rakyat” menjadi “orang yang penuh kontradiksi” sepanjang kariernya.

    Ciri khas yang melekat pada Jokowi di era awal kepemimpinannya adalah karakternya yang merakyat. Tahun 2014, sosok Jokowi menjadi angin segar bagi publik yang telah bertahun-tahun dipimpin oleh sosok yang berasal dari militer dan elit. Jokowi dipandang jauh dari ranah oligarki.

    Apalagi saat itu rivalnya, Prabowo Subianto, menjadi sosok representasi oligarki, militer, dan elit. Kemenangan Jokowi tahun 2014 dianggap sebagai suatu kemenangan bagi rakyat demokrasi.

    Namun, citra merakyat Jokowi tampak mulai retak sejak Pilpres 2019 saat Ia kembali berhadapan dengan Prabowo.

    Saat itu Prabowo lebih mengusung populisme, memobilisasi dukungan dari kelompok-kelompok Islam konservatif dan garis keras.

    Baca: Tokoh bangsa nilai demokrasi dipertaruhkan karena politik dinasti Jokowi

    Jokowi kemudian menggandeng Ma’ruf Amin, sosok ulama terpandang, sebagai strategi menarik pemilih Muslim. Jokowi kembali menang.

    Kebijakan Jokowi sebagian besar berfokus pada pembangunan ekonomi dan industri, terutama pembangunan infrastruktur di daerah-daerah. Jokowi telah melanjutkan kebijakan pembangunan infrastruktur selama dua periode pemerintahannya

    Dan ini menjadi salah satu fokus utama selama masa jabatannya yang kedua. Pembangunan hampir 947 km jalan tol, 3.432 km jalan raya, serta pembangunan jembatan dan bandara merupakan proyek-proyek yang telah diimplementasikan sebagai bagian dari agenda politiknya.

    Proyek-proyek ini kini menjadi landasan kebijakan yang diinginkan oleh calon presiden Prabowo Subianto untuk diteruskan.

    Ia kerap disebut “Bapak Infrastruktur” karena titik fokus agenda politiknya adalah pengembangan ekonomi melalui infrastruktur.

    Baca: Menyorot pencawapresan Gibran yang mengakali aturan

    Dalam hal kebijakan luar negeri, Jokowi cenderung merapat ke Cina dan berhasil mengarahkan sepuluh proyek untuk Indonesia yang sejalan dengan agenda Belt and Road Initiative Cina. Ini akan menjadi legacy khas dari pemerintahan Jokowi.

    Namun, meskipun Jokowi telah mencapai banyak prestasi dalam pengembangan ekonomi, banyak pula kebijakan-kebijakannya yang kontroversial dan cenderung membatasi kebebasan sipil.

    Selama 10 tahun masa pemerintahannya, Jokowi dua kali menyetujui revisi UU ITE, yaitu pada tahun 2016 dan awal Januari ini yang seluruhnya masih memuat aturan bermasalah.

    Selain isi pasal-pasalnya yang dapat mengekang kebebasan ekpresi dan membatasi sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah, pembahasannya pun kerap tertutup dan minim partisipasi publik.

    Jokowi juga tidak ragu untuk membatasi hak-hak pekerja dengan mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja 2020 (Omnibus Law), bahkan pada masa pandemi COVID-19.

    Baca: Politik dinasti akan melahirkan rezim otoriter

     

  • Legacy Jokowi Pasca Pilpres 2024: Menguatnya Politik Dinasti (2)

    Legacy Jokowi Pasca Pilpres 2024: Menguatnya Politik Dinasti (2)

    7cloud.asia – Pada Oktober 2024 mendatang, Presiden Jokowi akan mengakhiri 10 tahun kepemimpinannya. 

    Periode kedua kepemimpinan Jokowi (2019-2024) ditandai dengan pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh pelosok Indonesia.

    Namun, sejumlah pakar memberi catatan terkait pembangunan hukum dan demokrasi di penghujung kepemimpinan Jokowi.

    Apa saja “peninggalan” atau legacy Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam perpolitikan Indonesia selama 10 tahun masa jabatannya.

    Berikut tulisan Aniello Iannone, seorang Indonesianis, sekaligus dosen dan peneliti dari Universitas Diponegoro tentang legacy Jokowi di bidang politik, yakni menguatnya politik dinasti.

    Baca: Aksi Kamisan berdiri demi tegakkan demokrasi

    Berakhirnya pemerintahan Suharto pada tahun 1998 menandai awal transisi Indonesia menuju reformasi, dengan pergeseran dari rezim militer/otoriter ke demokrasi.

    Namun, di era demokrasi ini, kita justru kembali menyaksikan menyaksikan “perlawanan sipil” dari rakyat terhadap dinasti politik.

    Memang, praktik dinasti politik di Indonesia bukanlah fenomena baru. Sejak era Sukarno, Megawati Sukarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Jokowi saat ini, dinasti politik telah menguasai politik Indonesia.

    Megawati Sukarnoputri yang menjabat sepanjang 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004 merupakan putri dari Sukarno dan merupakan pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Putri Megawati, Puan Maharani, kini menjabat sebagai Ketua DPR. Di PDI Perjuangan ia menjabat sebagai Ketua DPP.

    Baca: Aksi Kamisan berdiri demi tegakkan demokrasi

    Anak perempuan Puan, Orissa Putri Hapsari, terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) PDI-P di wilayah pemilihan IV Jawa Tengah.

    Susilo Bambang Yudhoyono, yang pernah memimpin selama 10 tahun, sebelumnya merupakan Ketua Parta Demokrat.

    Kini, kepemimpinan partai tersebut diwariskan ke putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, ketika karier politik Agus bahkan belum memasuki tahun kelima.

    Namun, dinasti politik yang banyak diyakini tengah dibangun oleh Jokowi saat ini tampak lebih terang-terangan hingga memicu amarah publik.

    Putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang masih menjabat Walikota Solo, kini maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) bersama Prabowo.

    Baca: Politik dinasti Jokowi ciderai demokrasi

    Proses penunjukkan Gibran sebagai cawapres menuai kontroversi besar. Jokowi diyakini mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK) melalui adik iparnya, Hakim MK Anwar Usman, untuk memutus perkara batas usia capres dalam UU Pemilu

    Keputusan MK ini membuka ruang bagi Gibran Rakabuming Raka untuk bisa maju menjadi cawapres.

    Selain Gibran, anak bungsu Jokowi pun kini berpolitik. Kaesang Pangarep diberikan kursi ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya dalam hitungan hari sejak ia terjun ke dunia politik, tanpa melewati proses kaderisasi partai.

    Penting untuk mencatat bahwa fenomena dinasti politik ini menciptakan ketidaksetaraan dalam proses demokrasi dan meningkatkan risiko terjadinya kebijakan politik yang tidak etis.

    Adanya keterkaitan erat antara keluarga-keluarga politik ini mengundang pertanyaan tentang keadilan kompetisi politik dan mengikis kepercayaan publik terhadap integritas sistem politik.

    Baca: Mengupas politik dinasti yang dipraktikkan Jokowi

    Oleh karena itu, penekanan pada transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan kesehatan demokrasi di Indonesia.

    Sayangnya, Prabowo justru menjustifikasi praktik dinasti politik tersebut, dengan mengutarakan bahwa keberadaan dinasti politik merupakan elemen yang konstan dalam proses politik Indonesia.

    Artinya, Prabowo membenarkan praktik ketidaksetaraan dalam demokrasi.

    Prabowo, yang selama dua periode pemilu menjadi rival dan antitesis Jokowi, kini justru turut “membantu” Jokowi membangun dinasti politiknya.

    Fakta bahwa justru banyak partai politik yang kini berada di belakang Prabowo secara tidak langsung menunjukkan kentalnya oligarki.

    Baca: Politik dinasti akan lahirkan pemerintah yang otoriter

    Sikap partai yang dipimpin Prabowo, Partai Gerindra, telah turut memunculkan pertanyaan tentang kondisi demokrasi saat ini di negara ini.

    Gerindra yang awalnya menjadi oposisi terbesar, lima tahun terakhir ini banting stir ke kubu pemerintah karena Prabowo diangkat menjadi Menteri Pertahanan oleh Jokowi. Ini membuat kubu opisisi sangat lemah.

    Pada akhirnya, dalam konteks ini, presiden berikutnya akan harus menghadapi tantangan Indonesia yang terfragmentasi, ditandai oleh ketegangan politik identitas dan pengaruh yang terus-menerus dari dinasti politik.

    Sebagai pemilih yang bijak, penting bagi warga Indonesia untuk mempertimbangkan rekam jejak dan kebijakan-kebijakan calon presiden yang berpotensi memimpin negara ini ke depan sebelum memilih.

    Pemilihan ini tidak hanya akan membentuk masa depan Indonesia, tetapi juga akan mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia yang dijunjung tinggi.

    Sumber: The Conversation

  • Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia Desak Presiden Jokowi Dimakzulkan dan Diadili

    Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia Desak Presiden Jokowi Dimakzulkan dan Diadili

    7cloud.asia – Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Selamatkan Demokrasi Indonesia mendesak Presiden Jokowi dimakzulkan 

    Mereka juga mendesak agar Jokowi dan kroni-kroninya diadili karena dinilai telah berbuat curang di Pilpres 2024. 

    Dalam aksinya di depan kantor KPU, mereka menganggap Jokowi telah mengkhianati amanah dan kepercayaan rakyat.

    Mereka menyoroti pemberian bansos yang secara masif dilakukan sendiri oleh Jokowi menjelang pemilu 2024 merupakan bentuk kecurangan.

    Baca: Mahasiswa tolak pemilu curang tuntut Jokowi dimakzulkan

    Hal ini sebagai indikator penyalahgunaan kekuasaan yang secara nyata dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai upaya memenangkan pasangan capres nomor urut 02, Prabowo-Gibran.

    Belum lagi terjadi penggelembungan suara pasangan capres 02 yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta aparatur negara lainnya.

    “Berdasarkan keterangan para ahli, adanya indikasi rekayasa kecurangan melalui IT KPU yang servernya berada di luar negeri dan dirancang (by design) menguntungkan paslon 02,” tulis koalisi sipil dalam rilis yang diterima 7cloud.asia.

    Selain itu mereka juga menolak dinasti politik dan menuntut pemecatan semua komisioner KPU dan Bawaslu.

     

    Baca: Aksi kamisan tolak pasangan Prabowo-Gibran

    Dua lembaga yang seharusnya netral ini dinilai telah berkonspirasi untuk mendukung kecurangan di Pilpres 2024.

    Massa juga menolak hasil hitung cepat Pilpres 2024 yang dinilai menyesatkan dan mendesak dilakukan audit forensik sistem IT KPU.

    Dengan adanya berbagai bukti kecurangan yang dikumpulkan oleh masyarakat, maka mereka menolak hasil pemilu curang serta mendesak pengusutan secara tuntas rencana besar pemilu curang yang dilakukan secara TSM.

    Karena adanya indikasi kecurangan tersebut, massa menuntut paslon 02 didiskualifikasi serta dilakukan pemilu ulang.

    Tak hanya itu, massa juga mendukung DPR menggunakan hak angket untuk menyelidiki dan mengungkap berbagai kejanggalan di Pilpres 2024. 

    Baca: Ganjar serukan penggunaan hak angket untuk selidiki kecurangan Pilpres 2024

     

  • Ribuan Orang Gelar Unjuk Rasa di DPR Desak Pemakzulan Jokowi

    Ribuan Orang Gelar Unjuk Rasa di DPR Desak Pemakzulan Jokowi

    7cloud.asia – Ribuan orang dari berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR pada hari ini, Jumat (01/03/2024).

    Massa menuntutkan tiga tuntutan utama yakni turunkan harga sembako, pemakzulan Presiden Jokowi,dan penuntasan dugaan kecurangan pemilu dengan penggunaan hak angket di DPR. 

    Massa tampak mulai berkumpul sejak pagi hari. Jumlah mereka terus bertambah menjelang waktu shalat dzuhur. Bahkan saat waktu shalat Jumat tiba, mereka menggelar salat Jumat bersama di depan gedung MPR/DPR.

    Dalam poster yang mereka bawa, massa mendesak anggota dewan untuk menggunakan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024. 

    Massa menilai pemilu 2024 yang berlangsung pada 14 Februari lalu telah mencederai rasa keadilan rakyat dan merusak sendi-sendi demokrasi.

    Selain itu mereka juga mendesak agar Presiden Jokowi dapat segera dimakzulkan.

    Baca: Ratusan buruh demo desak penurunan harga bahan pokok

    Pemimpin negeri zalim, sudah saatnya dimakzulkan. Turunkan azab-Mu pada yang zalim ini. Perlihatkan pada semua rakyat Indonesia agar tidak ada yang mengikuti. Hancurkan mereka.

    “Semua negeri kita tergadaikan sudah tergadaikan. Karena itu sudah waktunya pemimpin dimakzulkan,” kata Rizal Fadia dalam orasinya.

    Massa yang merupakan gabungan mahasiswa, warga independen dan pendukung paslon 01 dan 02 berharap NKRI dapat berjalan dengan baik dengan keadilan ditegakkan dan kejujuran juga bisa dilakukan.

    Sementara itu, anggota Dewan Pakar sekaligus Jubir Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), Refly Harun yang turut serta dalam aksi ini mengatakan aksi hari ini bukanlah yang terakhir.

    “Perjuangan parlemen jalanan, kita terus lanjutkan Tanggal 1, Tanggal 5, Tanggal 9 sampai aspirasi konstitusional kita berhasil, Insya Allah,” katanya dalam orasinya di atas mobil komando.

    Baca: Mahasiswa demo desak Jokowi mundur

    Ia menjelaskan terdapat tiga medan perjuangan yang bisa diperjuangkan dalam melawan dugaan kecurangan di Pemilu 2024 ini. Salah satunya, lewat demonstrasi.

    “Teruskan kegiatan parlemen jalanan ini, karena ini adalah perjuangan konstitusional,” tegasnya.

    Kemudian, perjuangan lewat hak angket mendalami dugaan kecurangan tersebut. Refly mengajak massa aksi untuk mendukung parpol untuk menggunakan hak angket mereka.

    “Itu perjuangan parlemen. Kita harus dukung, kita harus desak mereka untuk berani menuntaskan segala kecurangan,” katanya.

    Dan yang terakhir, melalui gugatan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Meski tak percaya pada lembaga MK, namun cara itu merupakan satu-satunya jalur yang bisa ditempuh untuk membatalkan hasil pemilu dan mendiskualifikasi calon yang melakukan kecurangan.

    “Persoalannya kita tidak punya pilihan lain untuk membatalkan hasil pemilu, untuk mendiskualifikasi orang curang hanya bisa melalui MK,” jelasnya.

    Tema aksi kali ini adalah ‘aksi rakyat semesta geruduk DPR RI’ yang membawa tiga tuntutan utama  atau ‘Tritura’, yaitu turunkan harga sembako, dukung hak angket, dan makzulkan Presiden Jokowi.

    Reporter: Rudyanti, Nurakhmayani

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Jokowi Dinilai Lukai Korban Pelanggaran HAM dan Keluarganya

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Jokowi Dinilai Lukai Korban Pelanggaran HAM dan Keluarganya

    7cloud.asia – Sorotan terhadap kebijakan Presiden Jokowi yang menyimpang dari aturan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Sorotan terhadap penganugerahan gelar jenderal kehormatan oleh Jokowi kepada Prabowo menjadi berita terpopuler pekan ini, disusul dengan pengerahan preman untuk membungkam kelompok kritis.

    Seperti pekan-pekan sebelumnya 8 kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun juga masuk dalam berita terpopuler pekan ini.

    Berikut daftar lima berita terpopuler di 7cloud.asia pekan ini:

    1. Jokowi dinilai lecehkan korban pelanggaran HAM dan keluarganya

    Bintang kehormatan ini mendapat sorotan dari SETARA Institute. Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan memandang secara yuridis, kenaikan pangkat jenderal kehormatan untuk Prabowo tidak sah dan ilegal.

    Merujuk pada UU Nomor 34 tahun 2024 tentang Tentara Nasional Indonesia tidak mengenal bintang kehormatan sebagai pangkat kemiliteran. Bintang sebagai pangkat militer untuk Perwira Tinggi hanya berlaku untuk TNI aktif,

    “Bukan untuk purnawirawan atau pensiunan.” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima 7cloud.asia pada Rabu (28/2/2024).

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Massa tidak jelas mendemo kantor ICW dan Lokataru Foundation

    Forum Masyarakat Pemuda Mahasiswa Timur Cinta NKRI mengancam akan mengerahkan anggotanya untukmendatangi kantor ICW dan Kantor Lokataru Foundation, di Tebet Jakarta Selatan.    

    Adapun, tema yang diangkat oleh para demonstran adalah menyikapi masalah rasisme terhadap masyarakat Indonesia Timur khususnya Papua.

    Mereka mengancam akan melaporkan ICW dan Lokataru Foundation terkait masalah rasisme di Papua tersebut ke Komnas HAM dan mabes Polri. 

    Baca berita selengkapnya di sini

     

    3. 8 Kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun

    Buat kamu yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun. 

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Jika sebuah kota memenuhi kriteria di atas, maka bisa dipastikan kota tersebut menjadi tempat yang nyaman menghabiskan masa pensiun.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Jor-joran bansos jadi penentu perolehan suara Prabowo-Gibran

    Bansos memperkuat pertumbuhan elektabilitas capres Prabowo ketika sudah berpasangan dengan Gibran, yakni dalam periode November 2023 hingga 14 Februari 2024.

    Fenomena ini seiring dengan melonjaknya elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran dalam periode itu, terus meningkat tinggi dari angka pada bulan Agustus 2023.

    Pemberian bansos sejak era pandemi hingga Agustus 2023 bahkan tidak mendongkrak secara signifikan elektabilitas Prabowo sebagai capres.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Dampak fast fashion pada lingkungan

    Fast fashion dan limbah tekstil yang diakibatkannya telah memicu masalah serius bagi lingkungan.

    Fast fashion tak lepas dari melonjaknya permintaan global terhadap fesyen dan pakaian pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya ternyata menjadi masalah lingkungan yang serius.

    Industri fast fashion diyakini  menyumbang 10% emisi karbon global, sehingga menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar hingga saat ini. Belum lagi dari limbah tekstil yang dhasilkannya.

    Baca berita selengkapnya di sini 

  • DPR: Presiden Jokowi Dinilai Tidak Memberi Solusi atas Kenaikan Harga Beras

    DPR: Presiden Jokowi Dinilai Tidak Memberi Solusi atas Kenaikan Harga Beras

    7cloud.asia – Kondisi harga beras yang semakin mahal dan stok beras di pasaran semakin langka ini, dinilai akibat dari kegagalan pemerintah dalam hal produksi beras dan buruknya tata kelola beras mulai dari hulu sampai ke hilir.

    Hal ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan merespon lonjakan harga beras yang semakin ‘ugal-ugalan’ bahkan disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah. 

    Ia menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi yang tidak bisa memberi solusi atas kenaikan harga beras bahkan hanya menyalahkan perubahan cuaca, sehingga produksi berkurang dan harga beras menjadi naik.

    ”Saya tegaskan persoalan beras tidak sesederhana itu,” cetus Johan dalam siaran bersama Radio Parlemen di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/2/2024).

    Baca: Harga beras cetak rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir

    Johan mengatakan selain kebijakan sektor pertanian yang keliru, jor-joran bansos jelang pemilu lalu juga turut mempengaruhi stok beras nasional

    Johan membenarkan terjadinya penurunan produksi beras ini merupakan akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena el nino. 

    Tetapi jumlahnya tidaklah signifikan. Justru penyebab signifikan dari terus menurunnya produksi beras adalah terjadinya laju alih fungsi lahan dari pertanian ke nonpertanian yang terus meningkat setiap tahun.

    Juga produktivitas padi dan beras akibat dari penggunaan pupuk dan pestisida berlebih.

    Bahkan, Johan menilai kebijakan impor beras selama ini yang selalu merugikan petani dan masyarakat luas menjadi sebab rusaknya kemandirian pangan nasional.

    Baca: Jor-joran bansos sedot 1,3 juta ton stok beras sehingga harganya melambung

    Johan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan beras ini.

    Ia menegaskan, harus ada terobosan baru dari pemerintah untuk meningkatkan produksi beras di tengah gempuran alih fungsi lahan pertanian.

    “Seperti optimalisasi seluruh daerah produksi beras dengan dukungan anggaran yang besar untuk kebutuhan benih, pupuk, alsintan dan irigasi yang prima sebagai langkah intensifikasi produksi,” tegasnya.

    Pemerintah juga dinilai telah gagal memperbaiki tata kelola beras mulai tata kelola harga, pasca panen, distribusi, manajemen stok, integrasi pasar beras, dan tata kelola konsumsi beras.

    Untuk itu, menurut Johan, dibutuhkan pembenahan pada banyak hal di sektor pertanian Indonesia.

    Baca: Melonjaknya harga beras saat ini karena untuk pemenangan paslon tertentu

    Dia mendorong peningkatan produksi beras melalui penggunaan padi unggul bersertifikat untuk mendongkrak produktivitas dengan sistem budidaya yang lebih baik dengan memberdayakan para penyuluh pertanian.

    Pemerintah juga memberikan perlindungan dan keberpihakan kepada petani secara optimal.

    ”Selain itu pemerintah mesti mengatasi kondisi ‘food looses’ (kehilangan) padi yang masih besar di Indonesia melalui penanganan pascapanen yang tepat,” ujar Johan.

    Selain itu, pemerintah juga harus memperbaiki kondisi pasar beras di Indonesia, sehingga harga dapat lebih stabil dan stok di pasaran tidak langka seperti sekarang.

    “Saya menganjurkan agar segera diperbaiki pola distribusi beras yang lebih efisien di seluruh wilayah Indonesia serta integrasi harga beras di pasaran mengingat harga beras domestik cenderung lebih tinggi dibandingkan harga beras internasional,” kata legislator dapil NTB itu.

  • Aksi Geruduk Istana di Hari Perempuan Internasional: Jokowi Layak Diadili Karena Merusak Demokrasi

    Aksi Geruduk Istana di Hari Perempuan Internasional: Jokowi Layak Diadili Karena Merusak Demokrasi

    7cloud.asia – Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari Jumat (8/3/2024) sejumlah organisasi perempuan akan menggeruduk istana sebagai bentuk protes atas berbagai kebijakan Joko Widodo. 

    Berbagai organisasi perempuan dan masyarakat sipil pro demokrasi pada Hari Perempuan Internasional akan melakukan aksi long march dari Bawaslu RI hingga Istana Negara.

    Aksi Geruduk Istana Negara di Hari Perempuan Internasional ini sebagai bentuk ekspresi kemarahan perempuan bahwa Jokowi bertanggungjawab dan perlu diadili atas carut marutnya demokrasi dan kondisi kehidupan perempuan.

    “Sebagai bentuk simbolik kami juga akan melakukan aksi-aski membentangkan spanduk di titik-titik rakyat seperti kampus-kampus, kawasan pabrik, pemukiman warga dari berbagai daerah,” ujar Mutiara Ika dalam jumpa pers yang dipantau dari akun YouTube YLBHI.

    Baca: Koalisi Perempuan tolak penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Jokowi

    Organisasi perempuan menilai, selama 10 tahun rezim pemerintahan Jokowi) yang mengabdi pada pasar, pembangunan dan investasi yang justru memiskinkan dan mengeksploitasi tenaga kerja sekaligus alam.

    Di masa pemerintahan Jokowi, lahir kebijakan-kebijakan anti-rakyat, massifnya kriminalisasi para kejuang keadilan, peminggiran hak-hak masyarakat adat dan kelompok rentan termasuk perempuan.

    Di era Jokowi juga terjadi impunitas atas kasus-kasus pelanggaran berat HAM serta pengkhianatan konstitusi yang berkonsekuensi pada hancurnya demokrasi Indonesia.

    Dalam kerangka elektoral Jokowi juga melakukan pengkondisian politik dengan tujuan mempertahankan pengaruh dan kekuasaannya sebagai strategi untuk mencapai misi pembangunan di atas.

    Baca; Pakar sebut Jokowi layak dimakzulkan

    Artinya, di masa yang akan datang kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender, diskriminasi dan pemiskinan yang menyasar tubuh perempuan akan tetap terjadi.

    “Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dan pembebasan perempuan masih jauh dari harapan,” imbuhnya

    Momentum Hari Perempuan Internasional yang kini hadir di tengah-tengah hal tersebut menjadi momentum bagi Gerakan Perempuan Indonesia untuk menyuarakan kepentingannya.

    Gerakan ini sekaligus sebagaiupaya untuk menjaga dan mengembalikan marwah demokrasi yang saat ini telah dirusak oleh rezim Jokowi.

    Baca: Ribuan orang gelar unjukrasa desak pemakzulan Jokowi

    Ditegaskan, demokrasi dibutuhkan agar perjuangan meraih kesejahteraan, kesetaraan dan pembebasan perempuan masih dapat dilakukan dan ditempuh bersama-sama untuk menegakkan Hak Asasi Perempuan serta Hak Asasi Manusia.

    Karena itu sejumlah organisasi perempuan dan peduli pada isu perempuan menyatakan mendukung penggunaan hak angket untuk mengusut kecurangan di Pemilu 2024.

    Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam aksi yang akan digelar pada hari Jumat (8/3/2024) mendatang.

    Organisasi yang ikut serta dalam aksi ini antara lain adalah Perempuan Mahardhika, Jala PRT, Konde.co, FSBPI, YLBHI, Koalisi Perempuan Indonesia, FAMM Indonesia, Institut Sarinah, Perhimpunan Jiwa Sehat, YAPPIKA, LBH Apik Jakarta, Forum Pengada Layanan, Asosiasi LBH Apik Nasional dan KontraS.

    Baca: Demo mahasiswa tuntut Jokowi mundur

    Juga bergabung Kalyanamitra, Amartya, KIARA, PPNI I WMW Indonesia, LBH APIK Semarang, Marsinah.id, LPM Didaktika, Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta, AMAN Indonesia, SPK, Transparency International Indonesia, Federasi Serikat Pekka Indonesia, LBH Jakarta, LBH Masyarakat, Cakra Wikara Indonesia, Libu Perempuan

    Hari Perempuan Internasional yang diperingati secara global setiap tanggal 8 Maret merupakan tonggak sejarah perjuangan -di seluruh dunia untuk mencapai kesetaraan, pemenuhan hak-hak perempuan dan pengakuan atas Hak Asasi Manusia.

    Sejarah kemenangan gerakan perempuan telah berhasil merubah tatanan politik, ekonomi, dan sosial di seluruh negara. Perjuangan perempuan lantas tidak dapat terpisahkan dari perjuangan demokrasi.

    Di sisi lain, dalam praktiknya, perempuan justru tidak ditempatkan sebagai inti dalam pembangunan manusia oleh para elit dan partai politik yang tengah berkuasa.

    Baca: Ganjar dorong penggunaan hak angket