7cloud.asia – Ribuan orang dari berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR pada hari ini, Jumat (01/03/2024).
Massa menuntutkan tiga tuntutan utama yakni turunkan harga sembako, pemakzulan Presiden Jokowi,dan penuntasan dugaan kecurangan pemilu dengan penggunaan hak angket di DPR.
Massa tampak mulai berkumpul sejak pagi hari. Jumlah mereka terus bertambah menjelang waktu shalat dzuhur. Bahkan saat waktu shalat Jumat tiba, mereka menggelar salat Jumat bersama di depan gedung MPR/DPR.
Dalam poster yang mereka bawa, massa mendesak anggota dewan untuk menggunakan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024.
Massa menilai pemilu 2024 yang berlangsung pada 14 Februari lalu telah mencederai rasa keadilan rakyat dan merusak sendi-sendi demokrasi.
Selain itu mereka juga mendesak agar Presiden Jokowi dapat segera dimakzulkan.
Baca: Ratusan buruh demo desak penurunan harga bahan pokok
Pemimpin negeri zalim, sudah saatnya dimakzulkan. Turunkan azab-Mu pada yang zalim ini. Perlihatkan pada semua rakyat Indonesia agar tidak ada yang mengikuti. Hancurkan mereka.
“Semua negeri kita tergadaikan sudah tergadaikan. Karena itu sudah waktunya pemimpin dimakzulkan,” kata Rizal Fadia dalam orasinya.
Massa yang merupakan gabungan mahasiswa, warga independen dan pendukung paslon 01 dan 02 berharap NKRI dapat berjalan dengan baik dengan keadilan ditegakkan dan kejujuran juga bisa dilakukan.
Sementara itu, anggota Dewan Pakar sekaligus Jubir Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), Refly Harun yang turut serta dalam aksi ini mengatakan aksi hari ini bukanlah yang terakhir.
“Perjuangan parlemen jalanan, kita terus lanjutkan Tanggal 1, Tanggal 5, Tanggal 9 sampai aspirasi konstitusional kita berhasil, Insya Allah,” katanya dalam orasinya di atas mobil komando.
Baca: Mahasiswa demo desak Jokowi mundur
Ia menjelaskan terdapat tiga medan perjuangan yang bisa diperjuangkan dalam melawan dugaan kecurangan di Pemilu 2024 ini. Salah satunya, lewat demonstrasi.
“Teruskan kegiatan parlemen jalanan ini, karena ini adalah perjuangan konstitusional,” tegasnya.
Kemudian, perjuangan lewat hak angket mendalami dugaan kecurangan tersebut. Refly mengajak massa aksi untuk mendukung parpol untuk menggunakan hak angket mereka.
“Itu perjuangan parlemen. Kita harus dukung, kita harus desak mereka untuk berani menuntaskan segala kecurangan,” katanya.
Dan yang terakhir, melalui gugatan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Meski tak percaya pada lembaga MK, namun cara itu merupakan satu-satunya jalur yang bisa ditempuh untuk membatalkan hasil pemilu dan mendiskualifikasi calon yang melakukan kecurangan.
“Persoalannya kita tidak punya pilihan lain untuk membatalkan hasil pemilu, untuk mendiskualifikasi orang curang hanya bisa melalui MK,” jelasnya.
Tema aksi kali ini adalah ‘aksi rakyat semesta geruduk DPR RI’ yang membawa tiga tuntutan utama atau ‘Tritura’, yaitu turunkan harga sembako, dukung hak angket, dan makzulkan Presiden Jokowi.
Reporter: Rudyanti, Nurakhmayani

Leave a Reply