Tag: sampah

  • Aliran Sungai Lontar Ditutupi Sampah, Warga Serang “Ngadu” ke Bupati hingga Wapres

    Aliran Sungai Lontar Ditutupi Sampah, Warga Serang “Ngadu” ke Bupati hingga Wapres

    7cloud.asia – Warga Kampung Kebalikan, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan tumpukan sampah yang menutupi aliran Sungai Lontar yang membelah desa mereka.

    Sampah rumah tangga yang menumpuk di Sungai Lontar ini sudah belasan tahun dibiarkan sehingga menimbulkan pendangkalan dan memicu banjir saat musim hujan.

    Tak hanya dampak lingkungan, sampah yang menutupi sungai sejauh sekitar 500 meter itu juga memicu berbagai jenis penyakit menular, seperti demam berdarah dangue, gatal-gatal dan lainnya.

    Ketua RT 013 Desa Lontar, Jenab mengatakan, permasalahan sampah tersebut sudah beberapa kali diajukan kepada pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

    Bahkan, bantuan untuk membersihkan sampah telah dilaporkan dan diketahui oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

    Baca: Tumpukan sampah sumbat aliran sungai Citarum

    “Pak Ma’ruf Amin sering ke sini (tahu ada tumpukan sampah), karena sering main ke pantai. Bupati juga udah tahu,” kata Jenab, warga Desa Lontar, Selasa (16/7/2024) seperti dikutip Kompas.com.

    Meski telah diketahui oleh Wapres, persoalan sampah di Sungai Lontar tak kunjung tertangani. Hingga saat ini, sampah dibiarkan menumpuk dan menyumbat aliran Sungai Lontar.

    “Udah lama (Maruf Amin tahu) ke sini berapa kali. Soalnya kan pas pulang ke Tanara (Rumah Ma’ruf Amin) dia mah selalu mampir ke sini, ke pantai mau senam pagi katanya,” imbuh Jenab.

    Camat Tirtayasa, Yayat Wahyu Hidayat membenarkan bahwa permasalahan sampah di Sungai Lontar sudah sampai ke telinga Maruf Amin.

    Bahkan, Pemkab Serang telah mengajukan proposal untuk melakukan normalisasi Sungai Lontar yang dipenuhi sampah.

    Baca: Aksi Pandawara angkat tumpukan sampah sumbat aliran sungai

    Proposal itu, kata Wahyu, telah diterima Wapres Maruf Amin saat berkunjung ke Desa Lontar beberapa tahun lalu.

    “Saat ada kunjungan Pak Ma’ruf Amin ke Lontar saya malam-malam langsung membuat proposal.” “Saya juga sudah langsung ngomong ke Pak Wapres dan Pak Wakil manggil sekretarisnya, katanya tolong dicatat,” ujar dia.

    Wahyu mengatakan, sebelum meminta bantuan kepada Wapres, pihak desa telah mengajukan anggaran ke Pemkab Serang untuk menuntaskan persoalan sampah tersebut.

    Namun, Pemkab Serang hingga Pemprov Banten tidak sanggup dengan alasan anggaran tidak ada atau minim. “Sehingga kita usulkan ke pusat, ke Kementerian,” kata Wahyu.

    Kebiasaan membuang sampah secara sembarangan juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Untuk mengatasi halvini, pemerintah perlu melakukan edukasi selain juga merumuskan kebijakan untuk mengurangi sampah.

  • Komunitas Nol Sampah Desak Pemerintah Lebih Ketat Mengawasi Galon Sekali Pakai

    Komunitas Nol Sampah Desak Pemerintah Lebih Ketat Mengawasi Galon Sekali Pakai


    7cloud.asia – Komunitas Nol Sampah mengajak pemerintah untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan LSM guna mengawasi tanggung jawab produsen galon sekali pakai dalam mengurangi sampah plastik.

    Dalam rilis yang disiarkan pada Selasa (30/7/2024), Koordinator Komunitas Nol Sampah Wawan Some mengatakan produsen galon sekali pakai wajib mendaur ulang sampah kemasan produknya.

    Wawan mendesak pemerintah membuka data produsen mana saja yang sudah mematuhi Permen 75 tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik.

    “Faktanya saya yakin belum semuanya bisa didaur ulang, belum bisa semuanya ditarik sama mereka walaupun klaim mereka kan katanya ukuran besar akan memudahkan untuk ditarik kembali dan didaur ulang,” kata Wawan.

    Dia menegaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2018 yang diturunkan menjadi Peraturan Menteri KLHK No 75 tahun 2019 menyebutkan bahwa produsen bertanggung jawab atas sampah plastik yang mereka hasilkan.

    Baca: Penanganan krisis sampah plastik harus dari Hulu

    Artinya, sudah menjadi kewajiban produsen galon sekali pakai untuk mengumpulkan kembali sampah plastik yang dihasilkannya untuk didaur ulang.

    “Libatkan semua pihak karena pemerintah nggak mungkin akan bisa mengawasi sendiri. Sekian puluh ribu perusahaan, produsen dengan jumlah jutaan ton sampah. Ini tujuannya positif bukan untuk jelek-jelek produsen,” katanya.

    Dalam kesempatan berbeda, Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar menegaskan Permen LHK Nomor 75 tahun 2019 mewajibkan produsen untuk menyusun roadmap pengurangan sampah.

    Saat ini, jumlah produsen yang melaksanakan roadmap dan jumlah pengurangan sampah juga terus meningkat.

    Baca: Menyoal galon sekali pakai

    “Namun memang produsen lokal masih belum banyak yang menyusun roadmap pengurangan sampah,” kata Vinda.

    Dia mengatakan pengurangan sampah plastik itu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja, tetapi seluruh pemangku kepentingan.

    Lembaga terkait, masyarakat hingga produsen harus bekerja bersama untuk mengurangi timbulan sampah plastik.

    “Komunikasi, edukasi dan informasi harus secara masif dan terus menerus dilakukan untuk dapat merubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampahnya seperti melakukan pemilahan dari sumber sampah,” katanya.

    Baca: Pawai Bebas Plastik tolak plastik sekali pakai

    Keberadaan galon sekali pakai memang masih menjadi perdebatan. Temuan di lapangan di mana bekas galon sekali pakai itu sulit untuk dikumpulkan.

    Karena ukurannya yang terlalu besar membuat masyarakat juga kebingungan untuk mengumpukan sampahnya setelah airnya habis dipakai.

    Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial X menunjukkan adanya galon sekali pakai yang mengambang dan menjadi sampah di lautan.

    Keberadaan sampah galon tersebut telah mengotori perairan serta berpotensi merusak ekosistem dan biota laut di Indonesia.

    Sumber:Antaranews.com

  • Tangani Sampah yang Terus Meningkat, Pemkot Pekalongan Bangun TPST dengan Dibantu Kemitraan

    Tangani Sampah yang Terus Meningkat, Pemkot Pekalongan Bangun TPST dengan Dibantu Kemitraan

    7cloud.asia – Permasalahan sampah di Pekalongan, Jawa Tengah terutama di daerah perkotaan masih membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak terkait.

    Saat ini belum tersedia pengelolaan sampah terpadu dan juga kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang disediakan masih cukup rendah.

    Karena itu Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggiatkan gerakan kesadaran masyarakat peduli sampah dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

    “Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap penanganan sampah dan limbah di wilayahnya masing-masing,” kata Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, di Pekalongan, Jumat (2/8/2024)

    Menurut dia, di tengah permasalahan banjir dan rob di Kota Pekalongan yang sudah teratasi 70 persen, ada persoalan sampah dan limbah yang belum terselesaikan.

    Baca: DLH DKI Jakarta mulai bangun pulau sampah pada 2027

    Ia mengatakan gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu kini sudah mencapai 20 meter dan semua zona sudah dipenuhi sampah sehingga jika kondisi itu dibiarkan saja maka diperkirakan akhir 2024 sudah penuh dan tidak bisa menampung sampah.

    “Pemkot membutuhkan keterlibatan dan peran dari seluruh masyarakat bersama-sama memulai pilah sampah dari rumah dan tidak membuang limbah maupun sampah di sembarang tempat,” ujarnya.

    Setelah sampah dipilah, kata dia, bisa disetor ke bank sampah untuk ditabung dan mendapatkan tambahan penghasilan.

    “Kami berharap pengolahan dan penanganan sampah bisa lebih digiatkan lagi. Sebanyak apapun anggaran yang digelontorkan dan sebagus apapun program yang dicanangkan pemerintah akan percuma jika tidak dibarengi dengan kesadaran dan tanggung jawab dari masyarakat,” katanya.

    Baca: Pengelolaan sampah terpadu di berbagai negara maju

    Saat ini Pemkot Pekalongan sedang membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) tahap pertama dengan lahan seluas 900 meter persegi senilai Rp2,8 miliar.

    Pembangunan TPST tersebut sebagai pengganti tempat pemprosesan akhir (TPA) Degayu yang sudah kelebihan kapasitas.

    “TPST ini dibangun di atas lahan seluas 900 meter persegi dan sudah dilengkapi peralatan 6 buah mesin canggih yaitu mesin pencacah ranting, mesin gibrik, conveyor (6m), incinerator, mesin pengasah pisau, dan mesin pemilah sampah ditambah pembubur sampah organik,” katanya.

    Pada acara peletakan batu pertama pembangunan TPST itu, dia menyampaikan terima kasih kepada Kemitraan Indonesia yang telah membantu pemerintah daerah melalui program dana adaptasi (Adaptation Fund).

    Baca: Kota di Jepang ini sukses merecycle hampir 100 persen sampahnya

    Dana inilah yang memfasilitasi terwujudnya TPST yang mampu mengolah sampah berkapasitas 5-10 ton per harinya.

    “Alhamdulillah, groundbreaking pembangunan TPST sudah dilakukan. Hal itu bisa menjadi solusi jangka pendek dalam mengurangi sampah yang menumpuk di TPA Degayu,” katanya.

    Ia berharap keberadaan TPST yang berada di Kelurahan Kuripan Kertoharjo ni bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mulai menggiatkan pemilahan sampah dari rumah.

    Selain itu, kata dia, bisa disinergikan dengan program-program penanganan sampah yang sudah digalakkan sebelumnya seperti Omah Pilah Sampah Mandiri dan Berekonomi (OOPS MAMI), tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS-3R), serta bank sampah.

    Baca: Teknologi pengelolaan sampah inovasi dosen ITB

    “TPST ini juga diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan sampah di daerah karena masih ada timbunan sampah yang diakibatkan dari ulah sejumlah oknum yang membuang sampah pada sembarangan tempat seperti di pinggir jalan dan bantaran sungai,” katanya.

    Direktur Program Tata Kelola Berkelanjutan Perubahan Iklim Kemitraan Indonesia Eka Melisa menyebutkan total biaya pembangunan TPST tahap pertama diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar.

    “Pembangunan TPST ini merupakan intervensi dari program Adaptation Fund yang di dalamnya ada 3 komponen yaitu melindungi, mempertahankan, dan melestarikan menuju ketahanan iklim,” katanya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Pemkot Surabaya dan Gresik Gandeng Rekosistem untuk Kelola Sampah Kemasan

    Pemkot Surabaya dan Gresik Gandeng Rekosistem untuk Kelola Sampah Kemasan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjalin kemitraan untuk mengelola 1.400 metrik ton sampah kemasan dan botol plastik.

    Kedua pemerintah daerah tersebut telah menandatangani kesepakatan (MoU) dengan perusahaan air mineral kemasan PT Tirta Investama (Aqua) dan Rekosistem, perusahaan rintisan di bidang clean and climate tech. ​​​​

    Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Mohamad Amin mengharapkan, kemitraan ini bisa mengatasi masalah yang ditimbulkan sampah plastik.

    “Kolaborasi AQUA dan Rekosistem menjadi implementasi konkrit dari tanggung jawab produsen sebagai alternatif solusi untuk mengurangi beban sampah yang menumpuk di Surabaya dan kota-kota penyangganya,” katanya usai penandatanganan MoU di Gresik, Sabtu (10/8/2024).

    Baca: Saset plastik FMCG jadi sumber utama sampah plastik

    Menurutnya pengumpulan 1.400 ton metrik sampah plastik dalam program ini memiliki potensi mengurangi emisi karbon hingga 2,2 juta kilogram karbon dari inisiatif daur ulang.

    Langkah ini sekaligus dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan virgin plastic.

    Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menyebut pihaknya selalu berinovasi dengan menempatkan konsumen sebagai prioritas utama dan mengedepankan dampak pada lingkungan.

    “Sejak 1993, Aqua telah menginisiasi program untuk mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah botol plastik pascakonsumsi dengan mengembangkan Program Aqua Peduli,” ujarnya.

    Baca: SIKLUS tawarkan solusi belanja minim sampah plastik

    Sementara Rekosistem adalah startup teknologi iklim yang menawarkan layanan pengelolaan dan daur ulang sampah untuk mengoptimalkan rantai nilai sampah.

    Solusi yang ditawarkan Rekosistem akan mengubah perilaku yang ada saat ini menjadi komunitas yang lebih ramah lingkungan.

    Solusi juga mendorong menyesuaikannya dengan bagaimana interaksi yang ideal dan organik seharusnya terjadi.

    Dikutip dari laman resminya, Rekosistem telah berhasil mendaur ulang dan memproses 2.500+ metrik ton sampah dan jumlahnya terus bertambah.

    Sumber:Antaranews.oom

  • Kurangi Sampah, Kota Denpasar Akan Mewajibkan Warga untuk Memilah Sampah

    Kurangi Sampah, Kota Denpasar Akan Mewajibkan Warga untuk Memilah Sampah

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar untuk mengurangi sampah. Salah satunya dengan memilah sampah.

    Pemilahan sampah ini harus dimulai dari tingkat rumah tangga dahulu. “Intinya, kami ingin mengedukasi masyarakat bagaimana seminimal mungkin mengeluarkan sampah dan kalau bisa sampah sudah terpilah dengan baik,” jelas Wali Kota Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

    Melansir Antaranews, mulai 1 Oktober nanti Pemkot Denpasar rencananya mewajibkan warganya untuk memilah sampah secara mandiri dengan jadwal pengangkutan yang akan ditentukan.

    Baca: Dana lingkungan KLHK untuk pengelolaan bank sampah

    “Di TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle) sudah disiapkan pengaturannya terkait mana sampah yang sudah dipilah, mana yang sampah plastik, mana yang organik, dan mana yang akan menjadi residu,” terangnya.

    Saat ini, lanjut Jaya Negara, dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar terdapat 23 TPS 3R yang dilengkapi mesin gibrig. Rencananya pada tahun 2025 mendatang akan ditambah enam unit mesin gibrig.

    Selanjutnya Jaya Negara menjelaskan sampah organik akan dicacah melalui mesin gibrig dan sampah plastik dapat bekerja sama bank sampah. Sedangkan residu akan diselesaikan dengan mesin insinerator.

    Baca: Warga yang memilah sampah di Jakarta Pusat meningkat

    pihaknya juga bekerjasama dengan Komunitas Malu Dong untuk pembuatan lubang Teba Modern dalam pengelolaan sampah.

    Komunitas Malu Dong yang menggunakan sistem daring juga telah menyiapkan plastik mengangkut residu sampah yang sudah terkumpul.

    “Mudah-mudahan dengan berbagai pola seperti ini, kami bisa mempercepat dalam penanganan sampah,” ujarnya.

    “Selain itu memperbanyak kualitas yang bisa dikerjakan di hulu karena sampai saat ini di hilirnya dalam proses pembenahan. Harapannya di hilir juga bisa dikerjakan secara maksimal,” lanjutnya lagi.

    Baca: Pulau sampah akan segera direalisasikan pada tahun 2027

    Memang, dia mengakui sebenarnya pemerintah yang harus menyiapkan layanan maksimal dalam menangani dan mengelola sampah.

    “Tetapi tidak ada salahnya jika meminta dukungan masyarakat untuk mengedukasi dengan mulai pemilahan dari rumah masing-masing,” ujarnya.

    Dengan begitu, dia berharap setidaknya 30 persen dari sampah di Denpasar dapat diselesaikan. Produksi sampah di Denpasar rata-rata mencapai 800 ton per hari.

     

  • DLH DKI Jakarta Kumpulkan Lebih dari 17 Ton Sampah Pasca Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR/MPR

    DLH DKI Jakarta Kumpulkan Lebih dari 17 Ton Sampah Pasca Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR/MPR

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pemprov DKI Jakarta membersihkan sampah sebanyak 17,4 ton pasca unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (22/08/2024).

    Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan pasca demonstrasi, sekitar pukul 22.00 WIB, pihaknya menerjunkan sebanyak 150 petugas dari suku dinas LH Jakarta Pusat untuk membersihkan sampah di sekitar Gedung DPR/MPR.

    Pembersihan sampah tersebut dilakukan dengan menggunakan 8 unit street sweeper, 8 unit truk anorganik, dan 3 unit mini dump truk.

    “Volume sampah total 79 meter kubik. Atau setara 17,4 ton,” kata Asep seperti yang dikutip Media Indonesia.

    Baca: DLH DKI Jakarta akan realisasikan pulau sampah pada tahun 2027

    Sebelumnya diwartakan ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.

    Mereka yang datang dari berbagai daerah tersebut mulai memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka menuntut DPR agar mematuhi putusan MK soal UU Pilkada.

    Selain itu, mereka juga menolak adanya revisi yang telah dilakukan oleh badan legislasi DPR. Hal ini sebagai bentuk pembangkangan yang dilakukan oleh DPR terhadap konstitusi negara.

    Unjuk rasa tersebut mulai memanas jelang sore hari saat mahasiswa berhasil menjebol gerbang Gedung DPR/MPR dan berupaya masuk ke dalam gedung.  

  • Kemendagri Ajak Pemerintah Daerah Memanfaatkan Peluang Dalam Menangani Masalah Sampah

    Kemendagri Ajak Pemerintah Daerah Memanfaatkan Peluang Dalam Menangani Masalah Sampah

    7cloud.asia – Pemerintah daerah perlu memanfaatkan peluang dan tantangan dalam menangani masalah sampah dan lingkungan hidup.

    Demikian disampaikan Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan, Keuangan Daerah dan Desa BKSDN Kementerian Dalam Negeri, Andi Muhammad Yusuf, dalam acara Seminar Analisis Uji Coba Penilaian Kabupaten/Kota Bersih beberapa waktu lalu.

    “Perlu menjadi perhatian bersama bahwa soal lingkungan hidup, soal kesehatan, sebenarnya bagian yang tak terpisahkan, tinggal bagaimana cara kita memperhatikan dan memperhatikan secara maksimal,” jelas Andi seperti yang dilansir Antaranews.

    Dia menjelaskan saat ini penanganan permasalahan sampah menghadapi berbagai tantangan seiring dengan perubahan zaman.

    Baca: DLH DKI Jakarta kumpulkan sampah 17 ton lebih

    Saat ini jumlah penduduk yang meningkat berdampak pula pada meningkatnya konsumsi masyarakat sehingga produksi sampah juga meningkat jumlah maupun karakteristiknya.

    Meski menghadapi sejumlah tantangan, ia yakin tantangan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi peluang seperti yang dilakukan oleh sejumlah daerah.

    Bahkan, pemanfaatan itu dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

    Karena itu, pemda harus serius dan berperan optimal dalam mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan peluang lewat mempelajari cara daerah lain mengelola sampah.

    Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum menjelaskan saat ini daerahnya mampu mengelola sampah.

    Baca: Kota Denpasar akan wajibkan warga memilah sampah

    Pihaknya, Miftahul menerapkan sistem integrasi pengelolaan sampah dengan menerapkan reduce, reuse, recycle (3R) dalam proses pemilahan di bank sampah.

    Selain itu, ada sejumlah program yang diterapkan di masyarakat seperti pengomposan, pembatasan plastik sekali pakai, dan budi daya maggot.

    “Alhamdulillah dari pemilahan ini ada sirkulasi ekonomi, sehingga ada pemasukan bagi kami,” katanya.

    DLH Jombang juga bekerja sama dengan sejumlah pihak salah satunya dalam aspek pemenuhan anggaran, agar berbagai program dapat terlaksana.

    Selain itu, pemda setempat menerbitkan regulasi, seperti perda, perbup, dan surat edaran bupati untuk mendukung upaya penanganan sampah.

    “Surat edaran itu pasti kita munculkan satu tahun dua kali, pada saat Idul Fitri dan Idul Adha untuk pengurangan penggunaan plastik pada kegiatan keagamaan,” jelasnya.

     

  • Festival Ciliwung: Upaya Membebaskan Sungai Ciliwung dari Sampah dan Limbah

    Festival Ciliwung: Upaya Membebaskan Sungai Ciliwung dari Sampah dan Limbah

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak masyarakat melestarikan Sungai Ciliwung dengan menggelar kegiatan Festival Ciliwung Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML).

    Vice President Health, Safety, Security, and Environment PT Pertamina International Shipping (HSEE PIS) Ade Gunawan dalam keterangannya mengatakan kegiatan arung edukasi ini bertema “Ciliwung Merdeka dari Sampah dan Limbah”

    Festival Ciliwung yang diadakan di Dermaga Perahu Sahabat Ciliwung, Depok, Jabar, tersebut, bertujuan membangun peran serta masyarakat dalam menjaga dan merawat kelestarian Sungai Ciliwung.

    Menurut dia, Festival Ciliwung SH IML, yang juga menggandeng Yayasan Sahabat Ciliwung, diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebersihan Sungai Ciliwung.

    “Melalui Festival Ciliwung SH IML ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap Sungai Ciliwung, yang merupakan bagian integral dari sejarah dan budaya daerah Jabodetabek,” ujar Ade, Rabu (18/9/2024).

    Baca: Sungai Ciliwung, sejarah dan maknanya bagi warga Jakarta

    Dalam program itu, KLHK, bersama dengan PIS, dan tokoh masyarakat setempat, mengadakan lomba kebersihan di bantaran Sungai Ciliwung, yang melibatkan lima kelurahan di sekitar Zona Gerbang Biru Ciliwung.

    Lomba yang berlangsung 16-27 September 2024, bertujuan untuk mendorong gotong-royong warga dalam membersihkan dan menjaga kelestarian Sungai Ciliwung, khususnya di wilayah kelurahan masing-masing.

    Selama periode lomba, masing-masing kelurahan diberikan kebebasan untuk melaksanakan kegiatan dengan cara yang unik dan kreatif.

    Harapannya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta memberikan dampak positif bagi kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung.

    Sampah yang terkumpul dalam kegiatan itu, kemudian akan dikumpulkan dalam pembuangan sementara sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

    Baca: Ada sekitar 50 komunitas yang ada di Sungai Ciliwung

    Selanjutnya, PIS dan Yayasan Sahabat Ciliwung akan melakukan penjurian terhadap peserta lomba kebersihan dengan menilai tiga aspek utama.

    Yakni jumlah peserta kegiatan, luas area yang dibersihkan, serta volume sampah anorganik yang berhasil diangkat setelah kegiatan.

    Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada acara penutupan Festival Ciliwung SH IML pada 28 September 2024.

    Festival Ciliwung SH IML sejalan dengan kontribusi Pertamina Group dalam Festival Ciliwung 2024, di mana Pertamina Group terlibat melalui Gerakan Membangun Bersih Indah Lestari Rahayu Ciliwung (Gerbang Biru Ciliwung), yang fokus merehabilitasi fungsi Sungai Ciliwung secara berkelanjutan.

    Pertamina Group juga menanam 200 pohon serta mendonasikan tujuh perahu karet untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

    Baca: Mengenal komunitas Ciliwung Muara Bersama

    Ade mengatakan, lewat kolaborasi ini PIS ikut mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission pada 2060 melalui pelestarian Sungai Ciliwung sehingga memberikan dampak positif kepada masyarakat baik secara lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

    “Kegiatan ini juga sekaligus diharapkan dapat menjaga kelestarian dan keberlangsungan ekosistem di Sungai Ciliwung, sehingga ke depannya dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” sebutnya.

  • Langkah Mudah untuk Hentikan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Sekaligus Kurangi Sampah Plastik

    Langkah Mudah untuk Hentikan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Sekaligus Kurangi Sampah Plastik

    7cloud.asia – Sampah yang dihasilkan plastik sekali pakai menjadi ancaman terbesar terhadap lingkungan. Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya.

    Dan, faktanya lebih dari 90 persen plastik sekali pakai berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibuang begitu saja yang kemudian mencemari tanah dan laut atau menyumbat aliran sungai.

    Tak sepadan dengan waktu penggunaannya yang sangat pendek, plastik sekali pakai ini butuh waktu ratusan tahun untuk terurai.

    Sebagian di antaranya terpecah menjadi mikroplastik yang membahayakan makhluk hidup baik manusia ataupun binatang yang tak sengaja mengonsumsinya.

    Saat ini memang mulai bermunculan berbagai insiatif untuk mendaurulang sampah plastik menjadi beragam barang berguna lainnya.

    Baca: Kurangi sampah plastik sekali pakai dari hulunya

    Namun, menurut Plastics Project Leader Greenpeace Indonesia Ibar Akbar, daur ulang plastik tak hanya membutuhkan energi dan biaya tetapi juga menghasilkan emisi karbon.

    Sehingga cara terbaik untuk mengatasi sampah plastik adalah mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan plastik sekali pakai.

    “Inisiatif yang hanya berfokus pengurangan sampah di hilir tidak akan selesai jika keran produksi plastik dikurangi,” ujarnya kepada ruangkota,com di sela acara Piknik Bebas Plastik, Minggu (28/7/2024) lalu.

    Jika kamu terpikir untuk meningglkan plastik sekali pakai tapi bingung bagaimana caranya, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

    Saat memesan makanan untuk dibawa pulang, pertimbangkan untuk menggunakan wadah sendiri yang dapat digunakan kembali.

    Baca: Cara unik agar wisata kulinermu bebas sampah plastik

    Beberapa waktu belakangan, semakin banyak orang yang membawa peralatan makan sendiri ke manapun dia bepergian. Baik sendok, garpu, sumpit atau bahkan sedotan.

    Selain lebih higienis, cara ini juga efektif mengurangi sampah plastik sekali pakai. Pergi untuk minum kopi? Bawalah mug atau termos portabel atau tumblermu sendiri.

    Saat pergi berbelanja, bawalah tas belanja yang dapat digunakan kembali. Selain itu sebisa mungkin hindari pembungkus plastik.

    Jika kamu khawatir ribet, saat ini terdapat sejumlah aplikasi belanja yang tak hanya menjual produk organik yang ramah lingkungan, tetapi juga menerapkan sistem guna ulang.

    Terakhir, selalu pilih produk yang dapat digunakan kembali daripada plastik sekali pakai untuk membatasi konsumsi plastik kamu. Jadi, jangan lagi menunda untuk lingkungan yang lebih baik.

  • World Cleanup Day: Membangun Kesadaran Anak Muda Mengelola Sampah yang Dihasilkannya

    World Cleanup Day: Membangun Kesadaran Anak Muda Mengelola Sampah yang Dihasilkannya

    7cloud.asiaWorld Cleanup Day Indonesia kembali menggalakkan aksi cleanup serentak di 38 provinsi sepanjang September 2024.

    Di Jakarta, aksi World Cleanup Day diselenggarakan Minggu (22/9/2024) di sela acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

    Sebanyak 679 relawan menyelenggarakan acara puncak World Cleanup Day dengan agenda utama yaitu parade kampanye dari area exit MRT Dukuh Atas menuju Tugu Sepeda (depan Indofood Tower).

    Mereka mengampanyekan untuk tidak membuang sampah secara sembarangan dan memilah sampah plastik yang melibatkan warga yang sedang berolahraga di ajang CFD. Puncak World Cleanup Day juga diramaikan dengan kegiatan drop off sampah terpilah.

    Di mana masyarakat membawa sampah dari rumah masing-masing yang kemudian menaruh sampah sesuai dengan jenis kategori sampah yang telah disediakan panitia. Dari kegiatan ini terkumpul 87,945 kilogram sampah.

    Baca: Cara mudah hentikan penggunaan sampah plastik sekali pakai

    Puncak acara World Cleanup Day diakhiri dengan talk show menghadirkan artis Luna Maya dan Luckmi Purwandari yang membahas tentang pentingnya kesadaran masyarakat soal sampah.

    Andy Bahari, Leader World Cleanup Day Indonesia mengatakan perubahan menuju Indonesia bersih dan bebas dari sampah memerlukan kerja sama antar semua pihak.

    “Melakukan perubahan tidak bisa instant, awal mula aku world cleanup tahun pertama dan tahun kedua itu susah banget. Orang masih belum sadar dan ini menurut aku baru mulai kelihatan peduli dengan sampah, ujarnya .

    Andi mengatakan, negara maju yang sudah bersih juga pernah kotor seperti Indonesia sekian puluh tahun lalu.

    Baca: Pengurangan sampah plastik harus dilakukan dari produksi plastik

    Jika kota-kota besar di negara maju bisa bersih, ujarnya, karena pemangku kebijakan bersinergi dan berkolaborasi melakukan perubahan.

    ”Dan itu tidak instan butuh waktu minimum 10 sampai 15 tahun itu baru mulai kelihatan hasilnya dengan infrastruktur yang mendukung, masyarakat sudah mulai sadar dengan masalah sampah,” imbuhnya.

    Luna Maya, mengungkapkan sampah merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah.

    “Kita adalah pelaku yang menentukan sampah-sampah ini nanti kemana. Jadi, peranan paling penting ada dua sisi juga pemerintah untuk regulasi dan masyarakat untuk pelakunya nanti. Jadi, ini butuh kesadaran untuk kedua belah pihak, yaa.” ungkapnya.

    Baca: Perjalanan pawai bebas plastik dan capaiannya

    Luckmi Purwandari, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPGLHK) menambahkan pentingnya kesadaran terhadap sampah.

    “Menurut saya yang paling utama sadar dulu gitu, kalau tidak sadar gimana mau peduli gitu. Peduli terus wujudnya apa gitu dengan aksi nyata. Itu bisa mulai dari rumah dan kalau masih usia sekolah ya di sekolah,” tambahnya.

    Gerakan World Cleanup Day Indonesia telah lahir sejak 2018 oleh Let’s Do It!. Harapannya melalui gerakan World Cleanup Day/gerakan Hari Bebersih Sedunia ini, semakin banyak orang sadar atas kondisi darurat sampah di Indonesia.

    Dengan mengambil inisiatif untuk bebersih/cleanup ataupun mengurangi jumlah sampah yang diproduksi, seperti bisa memulai dari memilah dan mengolah dari rumah secara tepat maka lebih cepat kita menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah di tahun 2025.