7cloud.asia – Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjalin kemitraan untuk mengelola 1.400 metrik ton sampah kemasan dan botol plastik.
Kedua pemerintah daerah tersebut telah menandatangani kesepakatan (MoU) dengan perusahaan air mineral kemasan PT Tirta Investama (Aqua) dan Rekosistem, perusahaan rintisan di bidang clean and climate tech.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Mohamad Amin mengharapkan, kemitraan ini bisa mengatasi masalah yang ditimbulkan sampah plastik.
“Kolaborasi AQUA dan Rekosistem menjadi implementasi konkrit dari tanggung jawab produsen sebagai alternatif solusi untuk mengurangi beban sampah yang menumpuk di Surabaya dan kota-kota penyangganya,” katanya usai penandatanganan MoU di Gresik, Sabtu (10/8/2024).
Baca: Saset plastik FMCG jadi sumber utama sampah plastik
Menurutnya pengumpulan 1.400 ton metrik sampah plastik dalam program ini memiliki potensi mengurangi emisi karbon hingga 2,2 juta kilogram karbon dari inisiatif daur ulang.
Langkah ini sekaligus dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan virgin plastic.
Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menyebut pihaknya selalu berinovasi dengan menempatkan konsumen sebagai prioritas utama dan mengedepankan dampak pada lingkungan.
“Sejak 1993, Aqua telah menginisiasi program untuk mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah botol plastik pascakonsumsi dengan mengembangkan Program Aqua Peduli,” ujarnya.
Baca: SIKLUS tawarkan solusi belanja minim sampah plastik
Sementara Rekosistem adalah startup teknologi iklim yang menawarkan layanan pengelolaan dan daur ulang sampah untuk mengoptimalkan rantai nilai sampah.
Solusi yang ditawarkan Rekosistem akan mengubah perilaku yang ada saat ini menjadi komunitas yang lebih ramah lingkungan.
Solusi juga mendorong menyesuaikannya dengan bagaimana interaksi yang ideal dan organik seharusnya terjadi.
Dikutip dari laman resminya, Rekosistem telah berhasil mendaur ulang dan memproses 2.500+ metrik ton sampah dan jumlahnya terus bertambah.
Sumber:Antaranews.oom

Leave a Reply