World Cleanup Day: Membangun Kesadaran Anak Muda Mengelola Sampah yang Dihasilkannya

Written by

in

7cloud.asiaWorld Cleanup Day Indonesia kembali menggalakkan aksi cleanup serentak di 38 provinsi sepanjang September 2024.

Di Jakarta, aksi World Cleanup Day diselenggarakan Minggu (22/9/2024) di sela acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Sebanyak 679 relawan menyelenggarakan acara puncak World Cleanup Day dengan agenda utama yaitu parade kampanye dari area exit MRT Dukuh Atas menuju Tugu Sepeda (depan Indofood Tower).

Mereka mengampanyekan untuk tidak membuang sampah secara sembarangan dan memilah sampah plastik yang melibatkan warga yang sedang berolahraga di ajang CFD. Puncak World Cleanup Day juga diramaikan dengan kegiatan drop off sampah terpilah.

Di mana masyarakat membawa sampah dari rumah masing-masing yang kemudian menaruh sampah sesuai dengan jenis kategori sampah yang telah disediakan panitia. Dari kegiatan ini terkumpul 87,945 kilogram sampah.

Baca: Cara mudah hentikan penggunaan sampah plastik sekali pakai

Puncak acara World Cleanup Day diakhiri dengan talk show menghadirkan artis Luna Maya dan Luckmi Purwandari yang membahas tentang pentingnya kesadaran masyarakat soal sampah.

Andy Bahari, Leader World Cleanup Day Indonesia mengatakan perubahan menuju Indonesia bersih dan bebas dari sampah memerlukan kerja sama antar semua pihak.

“Melakukan perubahan tidak bisa instant, awal mula aku world cleanup tahun pertama dan tahun kedua itu susah banget. Orang masih belum sadar dan ini menurut aku baru mulai kelihatan peduli dengan sampah, ujarnya .

Andi mengatakan, negara maju yang sudah bersih juga pernah kotor seperti Indonesia sekian puluh tahun lalu.

Baca: Pengurangan sampah plastik harus dilakukan dari produksi plastik

Jika kota-kota besar di negara maju bisa bersih, ujarnya, karena pemangku kebijakan bersinergi dan berkolaborasi melakukan perubahan.

”Dan itu tidak instan butuh waktu minimum 10 sampai 15 tahun itu baru mulai kelihatan hasilnya dengan infrastruktur yang mendukung, masyarakat sudah mulai sadar dengan masalah sampah,” imbuhnya.

Luna Maya, mengungkapkan sampah merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah.

“Kita adalah pelaku yang menentukan sampah-sampah ini nanti kemana. Jadi, peranan paling penting ada dua sisi juga pemerintah untuk regulasi dan masyarakat untuk pelakunya nanti. Jadi, ini butuh kesadaran untuk kedua belah pihak, yaa.” ungkapnya.

Baca: Perjalanan pawai bebas plastik dan capaiannya

Luckmi Purwandari, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPGLHK) menambahkan pentingnya kesadaran terhadap sampah.

“Menurut saya yang paling utama sadar dulu gitu, kalau tidak sadar gimana mau peduli gitu. Peduli terus wujudnya apa gitu dengan aksi nyata. Itu bisa mulai dari rumah dan kalau masih usia sekolah ya di sekolah,” tambahnya.

Gerakan World Cleanup Day Indonesia telah lahir sejak 2018 oleh Let’s Do It!. Harapannya melalui gerakan World Cleanup Day/gerakan Hari Bebersih Sedunia ini, semakin banyak orang sadar atas kondisi darurat sampah di Indonesia.

Dengan mengambil inisiatif untuk bebersih/cleanup ataupun mengurangi jumlah sampah yang diproduksi, seperti bisa memulai dari memilah dan mengolah dari rumah secara tepat maka lebih cepat kita menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah di tahun 2025.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *