Tag: air minum

  • Pengaruh Kualitas Air Minum pada Kesehatan: BIsa Picu Stunting

    Pengaruh Kualitas Air Minum pada Kesehatan: BIsa Picu Stunting

    7cloud.asia –  Kualitas air minum yang buruk dapat memicu masalah kesehatan tubuh, salah satunya gangguan sistem pencernaan hingga yang terparah adalah stunting.

    Dokter spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Diana Sunardi mengatakan hal ini karena kualitas air minum menentukan komposisi mikrobiota. 

    “Sumber air minum yang berkualitas buruk dapat membawa berbagai masalah kesehatan, seperti diare hingga stunting,” kata Diana Sunardi dalam kegiatan media gathering “Tidak Semua Air Sama” di Jakarta, Selasa (26/9/2023) seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: Air minum dalam kemasan, bukti adanya krisis air global

    Diana Sunardi yang juga Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) menjelaskan, dari berbagai riset yang dihadirkan terungkap komposisi bakteri jahat dari air minum menjadi penyebab terjadinya berbagai kerusakan di organ tubuh manusia.

    “Walaupun air minum sudah direbus hingga mendidih, jika cara penanganan dan penyimpanan air tidak higienis maka kontaminasi E. coli dapat kembali terjadi,” jelas dia.

    Oleh karena itu, Menteri Kesehatan mengatur itu semua dalam Permenkes Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

    Baca: Hindari kebiasaan ini setelah makan

    Aturan itu menyebutkan bahwa air minum harus memenuhi syarat tidak berbau, tidak berasa (tawar, dingin alami), bersih dan jernih, serta aman dari kontaminan.

    Ditambahkan bahwa Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) dari Kementerian Kesehatan (2020) menyebutkan bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengonsumsi air minum dari infrastruktur yang terkontaminasi oleh bakteri E. coli.

    “Dan, baru 11.9 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap air yang aman untuk dikonsumsi,” ujarnya

    Baca: Manfaat meditasi untuk kesehatan

    Dalam kesempatan yang sama, Guru besar hidrogeologi Universitas Gadjah Mada, Heru Hendrayana, mengatakan bahwa kualitas air tidak semuanya sama. Hal itu dikarenakan sumber air yang diperoleh dari sumber yang berbeda-beda.

    Air yang sehat dan aman untuk dikonsumsi sangat bergantung dari sumbernya. Air yang diambil dari tanah dangkal besar peluangnya untuk tercemar aktivitas manusia.

    “Sementara air dari akuifer dalam sifatnya murni dan memiliki kandungan mineral alami sehingga aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi.” kata Heru Hendrayana.

    Baca: Olah raga pada sore hari bagus untuk penderita diabetes tipe 2

    Titik awal air menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi setiap kesehatan organ tubuh manusia.

    Sumber atau titik awal air yang tidak baik akan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan tidak hanya pencernaan dan stunting, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

     

    Merespon kondisi ini, Danone yang memproduksi Aqua menjamin sumber air yang memiliki kualitas terbaik yang ada di Indonesia.

    Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penderita asma

    Saat ini, Aqua memiliki sumber air dari 19 pegunungan terpilih yang telah melewati sembilan kriteria, lima tahapan, serta minimal 1 tahun penelitian.

    Pemilihan sumber air Aqua juga didukung oleh pakar dari lintas-keilmuan, yaitu geologi, hidrogeologi, dan geofisika, serta didukung oleh laboratorium di Perancis dan Jerman.

    “Dipilih secara ketat melalui lebih dari 600 parameter sehingga mengandung mineral alami dan diproses tanpa tersentuh tangan manusia untuk menjaga kemurniannya, sehingga rasanya yang dingin alami tanpa didinginkan,” jelas Vice President Marketing Danone Indonesia, Sri Widowati.

     

     

  • Benarkah Galon Air Minum Guna Ulang Biru Berbahan Polikarbonat Picu Anak Terkena Autisme?

    Benarkah Galon Air Minum Guna Ulang Biru Berbahan Polikarbonat Picu Anak Terkena Autisme?

    7cloud.asia – Berkembang informasi di tengah masyarakat bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang biru berbahan polikarbonat menyebabkan anak terkena autisme.

    Namun, Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K) membantah anggapan ini.

    “Tidak ada kajian tentang pengaruh air minum dari galon guna ulang biru dengan penyakit autisme pada anak, belum ada buktinya juga,” kata Rini dikutip Antaranews.com, Senin (17/6/2024).

    Rini menuturkan belum ada bukti yang akurat menyangkut hal tersebut. Meski dulu pernah ada penelitian yang mendukung pengaruh zat tembaga logam terhadap penyebab autisme, namun tidak ada kesimpulan yang membenarkan hal tersebut.

    Akhirnya, penelitian terkait korelasi keduanya makin jarang dilakukan dan pencarian penyebab autisme tidak lagi jadi perhatian sampai saat ini.

    Baca: Pro kontra galon air sekali pakai

    Menurutnya, air galon guna ulang biru itu justru sangat baik untuk kesehatan karena mengandung mineral yang sangat dibutuhkan tubuh manusia karena mengandung mineral.

    “Kalau dikatakan bisa menyebabkan autis, seharusnya sudah banyak anak-anak di Indonesia yang menderita autis karena yang minum air galon kan banyak. Tapi, nyatanya, yang autis bisa dihitung jari,” ucap Rini.

    Sejauh ini, autisme diketahui disebabkan oleh adanya masalah atau gangguan perilaku pada anak yang disebabkan banyak faktor, salah satunya faktor genetik.

    Beberapa faktor risiko lain yang telah teridentifikasi seperti riwayat prematur, riwayat kejang pada masa bayi, dan karena infeksi masa lampau.

    “Biasanya pada anak autis kita enggak mencari pasti penyebabnya. Pemeriksaan darah, CT Scan, biasanya tidak kita lakukan, kita langsung masuk ke intervensi untuk penanganannya,” katanya.

    Baca: Memilih galon air minum yang aman untuk kesehatan dan lingkungan

    Ia menjelaskan gejala yang ditemukan pada anak penderita autis adalah mereka memiliki keterlambatan bicara dan kontak mata yang kurang.

    Anak juga tidak dapat bersosialisasi, melakukan beberapa gerakan berulang tanpa tujuan seperti melirik, menjejerkan benda, memutar roda, dan terkadang disertai perilaku hiperaktif.

    Dalam beberapa kasus, anak-anak dengan autisme juga suka mengalami alergi makanan seperti susu sapi dan makanan laut. Sehingga penanganannya dilakukan tergantung gejalanya.

    Lebih lanjut Rini menjelaskan keparahan autisme sendiri dapat dibagi jadi ringan, sedang dan berat. Dimana pendeteksian keparahan ditentukan menggunakan perangkat skrining berupa kuesioner M-CHAT-R.

    Anak yang masuk dalam kategori autis ringan, katanya biasa memiliki gejala dapat melakukan kontak mata meski hanya sebentar.

    Baca: Produk air minum dalam kemasan tunjukkan krisis air global

    Berbeda dengan kategori sedang dimana anak dengan autis tidak cuek namun tidak ada kontak mata.

    “Tapi, yang sama sekali cuek dan enggak ada kontak mata biasanya kita masukkan kategori autis berat,” katanya.

    Terkait dengan kondisinya, terdapat potensi untuk diperbaiki dengan mengembangkan kemampuan anak melalui beberapa jenis terapi.

    Termasuk pengulangan jenis terapi yang meliputi terapi perilaku, terapi sensorik integrasi, okupasi dan terapi bicara meski memerlukan waktu yang cukup panjang.

    “Karena autis itu merupakan gangguan perilaku, jadi penangananya juga harus dengan memperbaiki perilakunya.

    Terapinya dilakukan dengan berbagai cara, ada terapi sensor integrasi, ada okupasi, ada terapi bicara, dan terapi perilaku,” ujar dia.

  • Cara Mudah Menghilangkan Mikroplastik dalam Air Minum

    Cara Mudah Menghilangkan Mikroplastik dalam Air Minum

    7cloud.asia – Paparan mikroplastik kini sudah mengkhawatirkan. Paparan mikroplastik tak hanya ditemukan di alam terbuka tapijuga bisa ditemukan dalam makanan dan air minum yang kita konsumsi.

    Studi dari para peneliti di Universitas Columbia dan Rutgers di Amerika Serikat mengungkapkan, mikroplastik di air minum dalam kemasan botol plastik ditemukan 100 kali lebih banyak dalam bentuk potongan-potongan kecil atau nanoplastik.

    Dilansir BBC, rata-rata satu liter air minum dalam botol plastik mengandung hampir seperempat juta fragmen nanoplastik.

    Mikroplastik terdiri dari zat yang berbeda dengan kepadatan, bahan kimia komposisi, bentuk, dan ukuran yang berbeda. Secara ilmiah, tidak ada definisi yang menyepakati apa itu mikroplastik.

    Namun, zat yang dikategorikan mikroplastik adalah partikel plastik dengan panjang kurang dari 5 milimeter (mm). Jika masuk ke dalam tubuh, mikroplastik bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan penurunan imunitas tubuh.

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mikroplastik bisa masuk ke dalam air minum melalui beberapa cara.

    Salah satunya melalui limpasan permukaan, seperti setelah hujan, lalu ke air limbah, luapan saluran pembuangan gabungan, limbah industri, dan sampah yang terdegradasi.

    Paparan mikroplastik ke air minum bisa juga melalui pengendapan di yang terjadi di atmosfer. Botol minum yang terbuat dari plastik dan tutup air minum kemasan juga dapat menjadi sumber mikroplastik dalam air minum.

    Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah ada cara untuk menghilangkan mikroplastik di dalam air minum? mUntuk menghilangkannya, Anda hanya perlu merebus air minum tersebut sebelum dikonsumsi.

    “Strategi merebus air sederhana ini dapat ‘mendekontaminasi’ nanoplastik atau mikroplastik (NMP) dari air keran rumah tangga dan berpotensi mengurangi asupan NMP manusia melalui konsumsi air tanpa membahayakan,” tulis insinyur biomedis dari Universitas Kedokteran Guangzhou, dikutip dari Science Alert.

    Pengujian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Kedokteran Guangzhou dan Universitas Jinan di Cina. Mereka meneliti air bersih dan air keran (yang lebih kaya mineral).

    Kandungan nanoplastik atau mikroplastik di dalam air keran dari sistem pengolahan air terpusat kerap menimbulkan kekhawatiran global karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumennya.

    Peneliti kemudian menambahkan nanoplastik dan mikroplastik sebelum merebus cairan tersebut dan menyaring endapan apa pun.

    Dalam beberapa kasus, hingga 90 persen nanoplastik atau mikroplastik mampu dihilangkan melalui proses perebusan dan penyaringan, meskipun efektivitasnya bervariasi berdasarkan jenis air.

    Mikroplastik hilang saat dipanaskan
    Konsentrasi nanoplastik atau mikroplastik yang lebih besar di dalam air keran hilang saat dipanaskan melalui pembentukan endapan kerak kapur atau kalsium karbonat yang secara alamiah terbentuk saat air dipanaskan.

    Para peneliti kemudian mengatakan, serpihan plastik yang dilapisi kapur itu dapat disingkirkan melalui penyaring sederhana, seperti saringan baja tahan karat yang digunakan untuk menyaring teh.

    Penelitian sebelumnya juga mengukur fragmen polistirena, polietilena, polipropilena, dan polietilena tereftalat dalam air keran minum, yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang bervariasi.

    Untuk menguji strategi tersebut secara maksimal, para peneliti menambahkan lebih banyak partikel nanoplastik, yang secara efektif jumlahnya berkurang.

    “Minum air matang ternyata merupakan strategi jangka panjang yang layak untuk mengurangi paparan global terhadap NMP,” tulis penelitian tersebut.

    Meski demikian, air minum matang sering dianggap sebagai tradisi lokal yang hanya berlaku di beberapa daerah.

    Dengan adanya temuan ini, tim peneliti berharap supaya minum air matang menjadi praktik yang meluas karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

  • Setelah 40 Tahun, Akhirnya Warga Kampung Bambu Kuning Marunda Dapat Pasokan Air Minum dari PAM Jaya

    Setelah 40 Tahun, Akhirnya Warga Kampung Bambu Kuning Marunda Dapat Pasokan Air Minum dari PAM Jaya

    7cloud.asia – Setelah menunggu 40 tahun, akhirnya warga Kampung Bambu Kuning RW 02, Kelurahan Marunda, Jakarta Utara mendapatkan pasokan air minum perpipaan dari PAM Jaya.

    “Warga setempat telah menunggu selama 40 tahun dan akhirnya dapat menikmati air minum perpipaan dari PAM Jaya,” kata Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Senin (24/2/2025).

    Menurut dia, warga Kampung Bambu Kuning selama ini mengandalkan air tanah yang asin dengan biaya mencapai Rp400.000-Rp600.000 per bulan.

    Dengan adanya jaringan air perpipaan, kata Arief, warga hanya perlu membayar sekitar Rp60.000-Rp100.000 per bulan, sehingga lebih hemat dalam memperoleh air yang berkualitas.

    “Air minum perpipaan yang disuplai bagi 513 Sambungan Rumah di RW 02 Kampung Bambu Kuning, bersumber dari SPAM Jatiluhur 1 yang disalurkan melalui Distribution Center Cilincing 2 berkapasitas 20 juta liter,” ujarnya.

    Baca: Meski setiap tahun untung, PAM Jaya tetap naikkan tarif

    Warga RW 02 Kampung Bambu Kuning menyambut penuh syukur masuknya air minum perpipaan ke wilayah mereka. Bahkan, Arief juga menghadiri acara syukuran warga beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, warga RW 02 Kampung Bambu Kuning Kelurahan Marunda, Jakarta Utara Dariyah (42) mengaku bersyukur dengan tersedianya air bersih di Bambu Kuning karena ini merupakan penantian panjang.

    “Akhirnya, kami mendapatkan air bersih, rintangannya sangat banyak sekali untuk mengajukan air bersih,” kata dia.

    Hal senada juga disampaikan pengurus RW 02 Bukhori (45) yang turut mengucapkan terima kasih kepada PAM Jaya karena telah menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga.

    Baca: Memanen air hujan jadi cara wujudkan swasembada air

    Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya menargetkan untuk menambah satu juta sambungan baru melalui pola kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di bidang optimalisasi aset dan perluasan jaringan distribusi.

    “Kami memakai aset untuk mendapatkan akses pinjaman. Dengan cara ini, kondisi perusahaan akan tetap sehat sehingga bisa melanjutkan proyek-proyek yang dibutuhkan,” kata Arief Nasrudin dalam keterangannya Sabtu (22/2/2025).

    Ia mengungkapkan perusahaan berencana menambah 1.092.255 sambungan baru hingga tahun 2030 yang membutuhkan investasi cukup besar.

    Untuk itu, kata Arief, dalam rangka mendanai proyek ini, perusahaan menerapkan pola bisnis yang memungkinkan perusahaan tidak bergantung sepenuhnya pada ekuitas atau modal sendiri.

    Dengan proyeksi peningkatan sambungan air mencapai lebih dari 1 juta sambungan pada 2030, lanjut Arief, PAM Jaya terus mencari solusi pendanaan agar proyek tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengalami penundaan.

  • Pemprov Bali Larang Peredaran Air Minum Dalam Kemasan Kurang dari 1 Liter

    Pemprov Bali Larang Peredaran Air Minum Dalam Kemasan Kurang dari 1 Liter

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 melarang produsen memproduksi air minum kemasan di bawah 1 liter.

    Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster sebagai salah satu upaya menyelesaikan persoalan sampah plastik di Bali.

    “Setiap lembaga usaha dilarang memproduksi air minum kemasan plastik sekali pakai dengan volume kurang dari 1 liter di wilayah Provinsi Bali,” kata dia di Denpasar, Minggu (6/4/2025)

    Koster menambahkan, kebijakan ini bukan untuk mematikan pengusaha, mengingat produsen air minum lokal di Bali juga tak sedikit.

    Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut hanya dibatasi penggunaan bahan yang merusak lingkungannya, dan diizinkan jika melahirkan inovasi pengganti yang lebih ramah lingkungan.

    Baca: Penggunaan galon berbahan PET daur ulang dalam industri air minum dalam kemasan

    “Tidak mematikan, bukan soal mematikan usaha tapi jaga lingkungan, silakan berproduksi tapi jangan merusak lingkungan,“ terang Koster

    Koster lantas menyarankan para produsen air minum untuk menerapkan sistem guna ulang dengan memproduksi air dalam kemasan botol beling.

    Untuk menjelaskan langkah yang sedang dilakukan Pemprov Bali ini, akan dilakukan pertemuan dengan para produsen air minum kemasan baik perusahaan besar maupun milik UKM lokal Bali.

    “Saya akan mengumpulkan semua, ada PDAM, perusahaan-perusahaan swasta di Bali, termasuk Danone, itu akan saya undang semua, tidak boleh lagi memproduksi minuman kemasan yang 1 liter ke bawah, kan ada yang seperti gelas itu tidak boleh lagi, kalau galon boleh,” kata dia.

    Baca: Empat jenis plastik yang dapat didaurulang

    Koster memastikan seluruh pengusaha yang mengedarkan produknya di Bali akan diajak berbicara.

    Selain produsen, Koster juga mengantisipasi peredaran yang dilakukan oleh pemasok, sehingga surat edaran juga mengatur larangan mendistribusikan produk atau minuman kemasan plastik sekali pakai di wilayah Provinsi Bali.

    Pemprov Bali mengajak masyarakat agar bersama-sama berperan aktif melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai ini.

    Untuk implementasinya di lapangan, orang nomor satu di Pemprov Bali itu menugaskan Satpol PP bersinergi dengan perangkat daerah terkait, komunitas peduli lingkungan, dan pihak lain untuk melakukan pengawasan secara ketat.

    Baca: Industri air minum dalam kemasan dan krisis air global

  • Kurangi Sampah Plastik, TransJakarta Sediakan Layanan Isi Ulang Air Minum Gratis

    Kurangi Sampah Plastik, TransJakarta Sediakan Layanan Isi Ulang Air Minum Gratis

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan layanan isi ulang air minum secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pengurangan sampah plastik.

    Melalui program Dari Air Jadi Kebaikan ini, pengguna bus Transjakarta diajak memanfaatkan water refill station dengan membawa tumbler pribadi.

    Saat ini, layanan isi ulang air minum secara gratis telah tersedia di Halte CSW, Halte Bundaran Senayan, Halte Senayan Bank DKI, Halte Karet, Halte Dukuh Atas, Halte Tosari dan Halte MH Thamrin.

    Anggota DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mengapresiasi langkah Transjakarta yang menghadirkan fasilitas water refill station di sejumlah halte utama.

    Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi sampah plastik dan mendorong gaya hidup berkelanjutan.

    Baca: Gunakan tumbler berdampak besar pada lingkungan

    “Integrasi isu lingkungan ke dalam sistem transportasi publik merupakan langkah maju yang perlu terus diperkuat,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

    Rio menilai program ini memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong Transjakarta untuk memperluas layanan ke halte-halte strategis lainnya.

    “Seperti Halte Monas, Kota Tua dan Blok M yang memiliki volume penumpang tinggi. Perluasan ini akan memperkuat dampak positif program dalam membentuk budaya ramah lingkungan di ruang publik,” tuturnya.

    Ia juga mendorong PT Transjakarta untuk menjalin kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk perusahaan air minum dalam kemasan maupun mitra CSR.

    Menurutnya, hal ini dapat mempercepat pengadaan fasilitas refill tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Baca: Ekosistem guna ulang harus dibangun mulai dari sekarang

    “Inisiatif seperti ini membuka ruang kontribusi bagi dunia usaha dalam mendukung agenda keberlanjutan kota,” tuturnya.

    Rio menegaskan, penyediaan fasilitas harus disertai dengan sosialisasi aktif, baik melalui media sosial, materi informasi di halte, maupun peran aktif petugas Transjakarta.

    Edukasi kepada penumpang mengenai manfaat membawa tumbler serta dampaknya terhadap pengurangan sampah plastik juga harus menjadi bagian penting dari program ini.

    “Pemprov DKI Jakarta juga perlu mendorong adanya sistem pemantauan terhadap kualitas air, kebersihan fasilitas, serta volume penggunaan di setiap stasiun refill.

    Pemanfaatan teknologi seperti sistem pelaporan atau dashboard evaluasi akan membantu memastikan program ini berjalan efektif, berkelanjutan dan terus berkembang sesuai kebutuhan warga,” tandasnya.

  • KKI: Konsumen Berhak Tolak Galon Air yang Tak Layak Pakai

    KKI: Konsumen Berhak Tolak Galon Air yang Tak Layak Pakai

    7cloud.asia – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menegaskan masyarakat sebagai konsumen berhak untuk menolak galon guna ulang air minum yang kondisinya tidak layak untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

    Menurut Ketua KKI David Tobing galon air minum yang sudah berusia lebih dari dua tahun dan tampak kusam ternyata masih banyak beredar di pasaran, sedangkan menurut para ahli pemakaian maksimal galon guna ulang tersebut satu tahun.

    “Konsumen tidak boleh lagi diam saat menerima galon buram atau penyok. Kepada konsumen, kami menyerukan mereka itu mempunyai hak untuk memilih,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/12/2025)

    Ia mengungkapkan praktik tidak adil di lapangan di mana harga galon lama dan baru tetap sama, oleh karena itu konsumen berhak menolak dan minta yang baru.

    David menegaskan persoalan tersebut bukan sekadar tampilan, namun galon kusam menandakan penurunan kualitas plastik yang berpotensi melepas zat berbahaya atau menimbulkan penyakit.

    Baca: Usia Galon Guna Ulang Tidak Berpengaruh pada Kontaminasi BPA

     

    KKI bahkan menemukan galon dengan kode produksi 2012–2016 masih digunakan di wilayah Jabodetabek, untuk itu konsumen diimbau memeriksa kondisi fisik dan kode produksi. Untuk menindaklanjuti temuan di lapangan, KKI membuka kanal pengaduan resmi.

    Hal yang sama dinyatakan anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Fitrah Bukhari bahwa pihaknya membuka kanal aduan dan konsumen bisa langsung melapor jika menerima galon tua.

    “Kalau misalnya nanti dikasih galon sama penjualnya galon yang ‘manula’ (lewat masa pemakaiannya dan tidak layak pakai) begitu, bisa mengajukan juga ke BPKN di call center 08153 153 153,” ujarnya.

    KKI dan BPKN berharap keberanian konsumen menolak galon tua akan menekan peredaran galon tidak layak, sekaligus membuat produsen menjaga standar demi kesehatan masyarakat.

    Beberapa waktu belakangan, muncul polemik di tengah masyarakat mengenai keamanan galon isi ulang. Muncul kekhawatiran, galon yang sudah terlalu lama digunakan akan mencemari air minum yang dikonsumsinya.

    Baca: Mengurangi Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan Air Isi Ulang

    Namun, Penanggung Jawab Sekretariat Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Kemasan Indonesia (Aspadin) Jawa Barat, Jakarta, dan Banten, Ismail memastikan pengawasan ketat penggunaan galon guna ulang di pabrik-pabrik AMDK.

    Hal serupa juga dilakukan terhadap galon yang sudah dibeli masyarakat dan kembali ke pabrik.

    Pabrik akan memeriksa seluruh galon yang ada baik dari visual, kebersihan, dan kondisi apakah masih layak digunakan atau tidak, sesuai tahapan masing-masing.

    Apabila sudah tidak layak seperti kondisi berdebu yang tidak bisa hilang, terkena zat kimia dan bocor, atau tidak sesuai standar maka galon tidak akan digunakan ulang, termasuk terhadap galon dengan masa pakai satu bulan sekalipun.

    “Galon-galon tersebut kemudian kami pisahkan untuk dikembalikan ke supplier. Terkait umur pakai, pabrik sudah menentukan maksimum selama 5 tahun. Lebih dari itu harus dimusnahkan,” kata dia.

    Baca: Menyoal Galon Sekali Pakai, Solusi atau Persoalan untuk Sampah Plastik?

  • Targetkan 100 Persen Perpipaan pada 2029, DKI Jakarta Segera Rampungkan Perda Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum

    Targetkan 100 Persen Perpipaan pada 2029, DKI Jakarta Segera Rampungkan Perda Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta mendorong penguatan layanan air minum melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

    Ranperda ini diharapkan menjadi landasan hukum dalam menghadirkan layanan air minum yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.

    Dalam Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta awal pekan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, Ranperda SPAM menjadi bagian penting dalam mendukung target layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada tahun 2029.

    Target tersebut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang layak huni, berkelanjutan, dan berdaya saing.

    Rano berharap DPRD Provinsi DKI Jakarta dapat membahas Ranperda ini secara konstruktif agar segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Baca: Penuhi target pelayanan 100 Persen, PAM Jaya perbanyak reservoir komunal

    Rano berharap agar DPRD dapat membahas Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum ini secara konstruktif dan menyeluruh.

    “Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan untuk menghasilkan kebijakan terbaik, sehingga regulasi ini dapat segera ditetapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta,” ujarnya.

    Rano menegaskan, air merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin ketersediaannya oleh pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Rano, penyelenggaraan sistem penyediaan air minum merupakan kewenangan daerah yang wajib dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan dasar.

    Hal ini sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menempatkan sektor air minum sebagai prioritas pelayanan publik.

    Baca: Maraknya industri air minum dalam kemasan sembunyikan krisis air global

    “Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan air minum yang aman dan terjangkau. Melalui regulasi ini, kami ingin memastikan pelayanan air minum berjalan secara berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

    Ia juga menekankan Ranperda ini diperlukan untuk memberikan kepastian hukum serta pedoman operasional dalam penyelenggaraan layanan air minum. Selain itu, regulasi lama dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat saat ini.

    Secara substansi, lanjut Wagub Rano, Ranperda SPAM akan mengatur berbagai aspek penting, mulai dari penyelenggaraan, kewenangan, hak dan kewajiban pelanggan, hingga pengawasan dan sanksi.

    Selain itu, aspek pendanaan, tarif, perizinan, dan kerja sama juga menjadi bagian yang diatur dalam regulasi tersebut.

    “Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek, mulai dari teknis hingga pembiayaan, memiliki dasar hukum yang kuat. Dengan begitu, penyelenggaraan layanan air minum dapat berjalan lebih tertata dan profesional,” ujar Rano.

    Baca: Polusi dan pengelolaan yang buruk memicu krisis air global

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan Ranperda ini juga dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta dalam penyediaan air minum.

    Tantangan tersebut antara lain keterbatasan sumber air baku, tingginya kebocoran air, serta belum meratanya layanan perpipaan.

    Selain itu, upaya pengurangan penggunaan air tanah juga menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta dalam Ranperda ini. Pemprov DKI ingin mendorong peralihan ke layanan air perpipaan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

    “Penggunaan air tanah yang berlebihan harus dikendalikan demi menjaga keseimbangan lingkungan. Kami ingin masyarakat beralih ke layanan air minum perpipaan yang lebih terjamin kualitas dan keberlanjutannya,” jelasnya.