Cara Mudah Menghilangkan Mikroplastik dalam Air Minum

Written by

in

7cloud.asia – Paparan mikroplastik kini sudah mengkhawatirkan. Paparan mikroplastik tak hanya ditemukan di alam terbuka tapijuga bisa ditemukan dalam makanan dan air minum yang kita konsumsi.

Studi dari para peneliti di Universitas Columbia dan Rutgers di Amerika Serikat mengungkapkan, mikroplastik di air minum dalam kemasan botol plastik ditemukan 100 kali lebih banyak dalam bentuk potongan-potongan kecil atau nanoplastik.

Dilansir BBC, rata-rata satu liter air minum dalam botol plastik mengandung hampir seperempat juta fragmen nanoplastik.

Mikroplastik terdiri dari zat yang berbeda dengan kepadatan, bahan kimia komposisi, bentuk, dan ukuran yang berbeda. Secara ilmiah, tidak ada definisi yang menyepakati apa itu mikroplastik.

Namun, zat yang dikategorikan mikroplastik adalah partikel plastik dengan panjang kurang dari 5 milimeter (mm). Jika masuk ke dalam tubuh, mikroplastik bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan penurunan imunitas tubuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mikroplastik bisa masuk ke dalam air minum melalui beberapa cara.

Salah satunya melalui limpasan permukaan, seperti setelah hujan, lalu ke air limbah, luapan saluran pembuangan gabungan, limbah industri, dan sampah yang terdegradasi.

Paparan mikroplastik ke air minum bisa juga melalui pengendapan di yang terjadi di atmosfer. Botol minum yang terbuat dari plastik dan tutup air minum kemasan juga dapat menjadi sumber mikroplastik dalam air minum.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah ada cara untuk menghilangkan mikroplastik di dalam air minum? mUntuk menghilangkannya, Anda hanya perlu merebus air minum tersebut sebelum dikonsumsi.

“Strategi merebus air sederhana ini dapat ‘mendekontaminasi’ nanoplastik atau mikroplastik (NMP) dari air keran rumah tangga dan berpotensi mengurangi asupan NMP manusia melalui konsumsi air tanpa membahayakan,” tulis insinyur biomedis dari Universitas Kedokteran Guangzhou, dikutip dari Science Alert.

Pengujian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Kedokteran Guangzhou dan Universitas Jinan di Cina. Mereka meneliti air bersih dan air keran (yang lebih kaya mineral).

Kandungan nanoplastik atau mikroplastik di dalam air keran dari sistem pengolahan air terpusat kerap menimbulkan kekhawatiran global karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumennya.

Peneliti kemudian menambahkan nanoplastik dan mikroplastik sebelum merebus cairan tersebut dan menyaring endapan apa pun.

Dalam beberapa kasus, hingga 90 persen nanoplastik atau mikroplastik mampu dihilangkan melalui proses perebusan dan penyaringan, meskipun efektivitasnya bervariasi berdasarkan jenis air.

Mikroplastik hilang saat dipanaskan
Konsentrasi nanoplastik atau mikroplastik yang lebih besar di dalam air keran hilang saat dipanaskan melalui pembentukan endapan kerak kapur atau kalsium karbonat yang secara alamiah terbentuk saat air dipanaskan.

Para peneliti kemudian mengatakan, serpihan plastik yang dilapisi kapur itu dapat disingkirkan melalui penyaring sederhana, seperti saringan baja tahan karat yang digunakan untuk menyaring teh.

Penelitian sebelumnya juga mengukur fragmen polistirena, polietilena, polipropilena, dan polietilena tereftalat dalam air keran minum, yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang bervariasi.

Untuk menguji strategi tersebut secara maksimal, para peneliti menambahkan lebih banyak partikel nanoplastik, yang secara efektif jumlahnya berkurang.

“Minum air matang ternyata merupakan strategi jangka panjang yang layak untuk mengurangi paparan global terhadap NMP,” tulis penelitian tersebut.

Meski demikian, air minum matang sering dianggap sebagai tradisi lokal yang hanya berlaku di beberapa daerah.

Dengan adanya temuan ini, tim peneliti berharap supaya minum air matang menjadi praktik yang meluas karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *