Tag: kebakaran hutan

  • KLHK Gugat 22 Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan dengan Nilai Denda Rp 5,6 Triliun

    KLHK Gugat 22 Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan dengan Nilai Denda Rp 5,6 Triliun

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan telah menggugat 22 perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terhitung sejak tahun 2015 sampai 2023.

    Gugatan terhadap perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan itu  diungkapkan Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Rasio Ridho Sani di Jakarta, Jumat (18/8/2023)

    “(Terkait kebakaran hutan) Sebanyak 22 korporasi tergugat perdata, baik terkait dengan ganti rugi atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan maupun tindakan-tindakan tertentu, khususnya pemulihan lahan,” ujarnya seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: Kebakaran hutan mulai sering terjadi

    Rasio menjelaskan dari 22 perusahaan yang digugat terkait kebakaran hutan itu, sebanyak 14 perusahaan telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht van gewijsde dengan total nilai putusan sebesar Rp5,60 triliun.

    Sebanyak 14 perusahaan itu terdiri atas tujuh perusahaan proses eksekusi sebesar Rp3,05 triliun dan tujuh perusahaan persiapan eksekusi sebesar Rp2,55 triliun.

    Pihak pengadilan telah mengabulkan gugatan, sehingga KLHK mempunyai keputusan tetap dan siap melakukan proses eksekusi terhadap 14 perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tersebut.

    Baca: Antisipasi kebakaran hutan, BPBD Riau ajukan anggaran beli helikopter

    Tujuh perusahaan proses eksekusi tersebut, adalah

    1. PT Waringin Agro Jaya di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai putusan Rp466,46 miliar,

    2. PT Ricky Kurniawan Kertapersada di Muaro Jambi, Provinsi Jambi dengan nilai total Rp191,80 miliar;

    3. PT Palmina Utama di Banjar, Kalimantan Selatan dengan nilai total Rp22,29 miliar.

    4. PT Jatim Jaya Perkasa di Rokan Hilir, Riau dengan nilai total putusan Rp491,02 miliar,

    5. PT Kallista Alam di Nagan Raya, Aceh dengan nilai total Rp366,06 miliar,

    6. PT Surya Panen Subur di Nagan Raya, Aceh dengan nilai total Rp439,01 miliar, 

    7. PT Nasional Sago Prima di Meranti, Riau dengan nilai total sebesar Rp1,07 triliun.

    Baca: Perubahan iklim membuat kemarau semakin kering

    Adapun tujuh perusahaan persiapan eksekusi adalah

    1. PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi di Tanjung Jabung Timur, Jambi dengan nilai putusan Rp590,54 miliar,

    2. PT Rambang Agro Jaya di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai total Rp199,56 miliar,

    3. PT Arjuna Utama Sawit dengan nilai total Rp342,97 miliar,

    4. PT Kalimantan Lestari Mandiri di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dengan nilai total Rp299,95 miliar.

    5. PT Kaswari Unggul di Tanjung Jabung Timur, Jambi dengan nilai total putusan Rp25,61 miliar;

    6. PT Kumai Sentosa di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dengan nilai total Rp175,18 miliar, dan

    7. PT Rafi Kamajaya Abadi di Melawai, Kalimantan Barat dengan nilai total sebanyak RP920,01 miliar.

    Baca: Antisipasi kekeringan DKI Jakarta tambah instalasi air

    Rasio mengungkapkan dari tujuh perusahaan dalam proses eksekusi, ada dua perusahaan diantaranya telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan ganti rugi dan tindakan pemulihan lingkungan hidup sesuai dengan putusan pengadilan.

    Kedua perusahaan itu adalah PT Kallista Alam (KA) dan Surya Panen Subur (SPS) yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

    “Kami sedang memproses eksekusi terhadap dua perusahaan itu,” kata Rasio.

    KLHK terus melakukan pemantauan terhadap titik panas atau hotspot secara kontinyu sejak Januari sampai Agustus 2023.

    Baca: Mengenal fenomena alam El Nino dan dampaknya pada lingkungan

    Kegiatan pemantauan itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

    KLHK telah mengirimkan 99 surat peringatan kepada perusahaan yang terindikasi ada titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 79 persen.

    “Tim kami bekerja 24 jam memonitor melalui satelit lokasi-lokasi mana saja yang ada titik panas, khususnya berada di lahan konsesi,” kata Rasio.

    Sumber: Antaranews.com

  • Puluhan Kebakaran Lahan Akibat El Nino Harus Dibayar Mahal

    Puluhan Kebakaran Lahan Akibat El Nino Harus Dibayar Mahal

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB melaporkan ada 55 kejadian bencana sepekan terakhir ini, yang terutama didominasi kebakaran hutan dan lahan.

    Kebakaran hutan dan lahan yang juga terjadi di kawasan wisata Taman Nasional, jalur pendakian di berbagai gunung, dan bahkan tempat pembuangan akhir (TPA).

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, secara daring Senin lalu (18/9/2023) mengatakan kebakaran hutan dan lahan ini tak lepas dari kondisi musim kemarau yang sedang memuncak. 

    “Distribusi secara spasial, ini kita bisa lihat dominannya kebakaran hutan dan lahan  dan kekeringan meskipun kita masih punya banjir, tanah longsor di Aceh dan Halmahera, tetapi secara umum memang kondisi peak-nya kondisi puncak kemarau ini benar-benar sudah terasa,” ujar Abdul Muhari.

    Ditambahkannya, Indonesia memang sedang di fase musim kemarau yang diperburuk dengan menguatnya fenomena El Nino.

    Baca: Kebakaran hanguskan 900 hektare lahan di Gunung Arjuno

    Tetapi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan ini sesungguhnya adalah ulah  manusia.

    “Bukan El Nino, bukan musim kemarau penyebab kebakaran hutan. Itu hanya efek katalis. Intervensi manusia penyebab kebakaran terjadi”, ujar Muhari.

    Ia merujuk pada kebakaran di sebagian wilayah hutan Gunung Bromo Jawa Timur pekan lalu akibat suar atau flare saat foto pre-wedding sekelompok pengunjung. Peristiwa ini viral di media sosial dan menjadi sorotan pemberitaan.

    Abdul Muhari mengatakan tim satgas darat dan udara terus bekerja keras mencegah kebakaran hutan dan lahan.

    “Tim satgas darat bisa melalui jalur darat menjangkau lokasi kebakaran sedangkan tim udara memonitor dengan dukungan helikopter water bombing BNPB. Gempuran demi gempuran ‘bom air’ dan penyemprotan air dari darat mempercepat pemadaman kebakaran,” ujarnya

    Baca: Ratusan hektare lahan di Gunung Ciremai hangus akibat kebakaran

    Dilansir VOA Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno meminta semua pengelola kawasan wisata Taman Nasional untuk melakukan evaluasi dan kajian agar mengutamakan aspek keselamatan, sehingga tidak terjadi musibah seperti di Gunung Bromo.

    “Kita harus lakukan evaluasi secara menyeluruh agar pariwisata berbasis alam ini ekosistemnya sudah mengacu kepada aspek sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability),” ujarnya.

    Sandiaga menyayangkan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, karena dampaknya sangat memukul komunitas pariwisata.

    “Dampak wisata Gunung Bromo ditutup sementara, kerusakan lingkungan, tingkat hunian hotel drop sampai 80 persen, warga komunitas pariwisata, UMKM sekitar lokasi wisata kehilangan mata pencaharian. Ekonomi masyarakat tersendat,” ujar Sandiaga.

    Baca: Pemanasan global bikin kebakaran hutan makin sering terjadi

    Kebakaran hutan di Bromo dan Tengger ini menimbulkan kerugiannya sangat luar biasa, sehingga Sandiaga Uno berencana mengenakan sanksi denda sangat besar bagi pelaku yang terbukti menimbulkan kebakaran.

    “Total denda bagi pelaku sekitar Rp1,5 milyar itu pun tidak tidak bisa menutupi kerugian kebakaran 50 hektar taman nasional yang di Bromo,” ujar Sandi

    Ia menambahkan, untuk satu kali sortie pemadaman dengan water bombing butuh biaya Rp 200 juta, sehari bisa tiga kali sortie, sementara upaya pemadaman butuh berhari-hari.

    “Belum lagi mengembalikan fungsi kawasan yang rusak akibat terbakar, Biaya sangat mahal,” pungkas Sandi.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode terpanas

    Tak hanya kawasan wisata Taman Nasional, jalur pendakian berbagai gunung di Indonesia ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai daerah.

    Dua puluh enam gunung yang jalur pendakiannya ditutup sementara berada di Pulau Jawa dan dikelola Perum PERHUTANI.

    Jawa Barat
    1. Gunung Cikuray
    2. Gunung Sagara
    3. Gunung Maglayang
    4. Gunung Tangkuban Perahu
    5. Gunung Palasari
    6. Gunung Sanggarah
    7. Gunung Sunda
    8. Gunung Puntang

    Baca: Bulan Juli 2023 masuk sebagai masa terpanas dalam sejarah  global

    Jawa Tengah
    9. Gunung Slamet
    10. Gunung Lawu
    11. Gunung Prau

    Jawa Timur
    12. Gunung Lawu
    13. Gunung Panderman
    14. Gunung Penanggungan
    15. Gunung Putuk Gragal
    16. Gunung Putuk Sewur
    17. Gunung Kelud
    18. Gunung Kaki Arjuno
    19. Gunung Kawi
    20. Gunung Saing
    21. Gunung Raung
    22. Gunung Buthak
    23. Gunung Klotok
    24. Gunung Wilis
    25. Gunung Putuk Lorokan
    26. Gunung Putuk Kentongan.

     

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran Hutan di Sejumlah Wilayah

    BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran Hutan di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (27/9/2023) mengeluarkan peringatan dini atas potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Peringatan tentang potensi kebakaran hutan dan lahan ini dirilis di tengah rendahnya curah hujan dan peningkatan suhu udara di sejumlah daerah.

    Sebagaimana dikutip dalam laman bmkg.go.id, di Jakarta, Rabu dini hari, sejumlah wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan yakni, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah serta Sumatra Selatan.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan di wilayah-wilayah tersebut untuk tujuan apapun karena, selain dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, juga dapat menimbulkan kabut asap.

    Baca: Kebakaran hutan di Bromo Rp 5,4 Miliar 

    Selain itu BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya angin kencang puting beliung di sejumlah wilayah seperti di Kalimantan Tengah.

    Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berupaya dalam penguatan pencegahan dan penegakan hukum sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

    Sesuai dengan Instruksi Presiden Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

    Kegiatan pemantauan secara intensif dilakukan guna mendeteksi lokasi-lokasi yang terindikasi terdapat titik panas maupun titik api. Verifikasi lapangan dilakukan sebagai langkah awal untuk menindak dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.

    Jika terbukti terjadi kesengajaan atau kelalaian, instrumen penegakan hukum yang menjadi wewenang KLHK akan digunakan untuk menindak tegas penanggung jawab usaha maupun kegiatan atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Baca: Kebakaran lahan di Bromo dipicu prewedding

     

     

  • Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

    Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

     

    7cloud.asia – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang sehingga membuat kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat. Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang mengubah jam masuk sekolah siswa.

    Dalam surat edaran Disdik Palembang No 420/3409/2023 tentang Perubahan Jadwal Belajar Mengajar sebagai dampak buruk bahaya kabut asap, ada 4 poin yang berubah.

    Diantaranya jam masuk masuk sekolah berubah pukul 09.00 WIB dan meniadakan aktivitas luar ruangan seperti, upacara, olahraga hingga ekstrakurikuler.

    Baca; Mengapa Gerakan 30 September punya nama beragam

    Melansir Tribun Sumsel, Kepala Disdik Kota Palembang, Ansori menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama antara Pemkot Palembang dan stakeholder terkait jam belajar mengajar di sekolah pada Jumat (29/9/2023).

    Ansori menjelaskan seluruh Satuan Pendidikan Tingkat SPNF SKB / TK / SD / SMP Negeri / Swasta Sederajat di Kota Palembang mengurangi waktu setiap Jam Pelajaran (JP) di sekolah masing- masing dikurangi 10 menit.

    “Belajar disekolah dimulai Pukul 09.00 Wib dan tidak diadakan kegiatan diluar ruangan, seperti jam istirahat dihilangkan, upacara, olahraga maupun ekstrakulikuler maupun kegiatan lainnya,” jelas Ansori.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini

    Tidak hanya jam belajar yang berubah. Dalam surat edaran tersebut, Disdik juga meminta kepada seluruh warga sekolah untuk tetap memakai masker selama diluar ruangan.

    Mengingat, kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dampak Buruk Kabut Asap dan Kewaspadaan Dini Dengue Terkait Perubahan Iklim El Nino.

    “Kebijakan ini berlaku mulai 30 September 2023 sampai dengan ditetapkan ketentuan berikutnya,” katanya.

    Baca: Kekeringan di Bali meluas

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, belum ada peningkatan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    “Dalam waktu dekat kita akan adakan salat istisqa,” kata Herman.

    Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Palembang kualiras udara di Palembang pada Rabu (27/9/2023) pagi hari masih di atas 200 mikro gram per meter kubik.

    Baca: Kebakaran lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

    Kondisi udara seperti ini masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

    “Saat ini kategori udara di kota Palembang sangat tidak sehat masih diatas 200,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran DLHP Provinsi Sumsel Rezawahya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kabut Asap Pekat, Jam Kerja ASN Berubah  

    Kabut Asap Pekat, Jam Kerja ASN Berubah  

     

    7cloud.asia – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini masih menyelimuti berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Mulai hari ini, Senin (02/10/2023) pemprov Kalimantan Tengah mengubah jam kerja bagi aparatur sipil negara.

    Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Pemprov Kalteng, Nuryakin untuk mengantisipasi dampak  buruk akibat asap yang kian pekat.

    “Jam kerja pegawai diundur menjadi masuk pukul 08:00 WIB dan pulang tetap pada pukul 15:30 WIB,” ujar Nuryakin seperti dikutip Antaranews.

    Normalnya jam masuk kerja di Pemprov Kaltim pada pukul 07.00 WIB. Padahal asap pekat sering menyelimuti Kota Palangka Raya pada pagi hari. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan.

    Selanjutnya Nuryakin menjelaskan keputusan ini diambil seiring dengan kualitas udara yang buruk akibat banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan.

    Kualitas udara yang tidak sehat dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat termasuk ASN, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan penyakit lainnya.

    Keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Nomor: 800/352/IV.1/BKD tanggal 29 September 2023 yang menyampaikan terkait perubahan jam kerja ASN dan tenaga kontrak di lingkup Pemprov Kalteng.

    Sementara jam kerja untuk lingkungan rumah sakit umum daerah maupun UPT kesehatan akan diatur tersendiri oleh kepala daerah masing-masing agar tidak mengganggu kualitas pelayanan publik.

    “Para ASN dan tenaga kontrak kami imbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, termasuk senam kesehatan jasmani setiap Jumat untuk sementara ini,” ucapnya.

    Selain mengurangi jam kerja, pihaknya juga mengimbau pelaksanaan apel pagi dan sore serta upacara Senin maupun apel gabungan ditiadakan selama kondisi darurat kebakaran hutan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, pada  Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Alpius Patanan mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api.

    Menurut Alpius, mereka terus memperbaiki metode penanganan karhutla. Caranya, melalui -pemantapan manajemen posko penanganan karhutla, memperkuat patroli pencegahan dan pengawasan di area rawan.

    Selain itu pihaknya juga memperkuat respon cepat pemadaman di area prioritas, dan pemadaman lanjutan mopping up lebih pagi pada lokasi terbakar yang belum tuntas dipadamkan.

    Repoter: Nurakhmayani 

     

     

     

  • Dampak El Nino, 267 Ribu Hektar Lahan Hangus Terbakar

    Dampak El Nino, 267 Ribu Hektar Lahan Hangus Terbakar

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi. Hingga 2 Oktober kemarin, tercatat 267 ribu hektar lahan terbakar. Diperkirakan jumlah ini akan bertambah.

    Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) di istana presiden, Selasa (03/10/2023).

    “Areal yang terbakar sudah terekam 267 ribu hektare dan perkiraan saya dengan situasi bulan September kemarin dan Oktober, kelihatannya masih akan bertambah,” urai Siti.

    Selanjutnya Siti memaparkan berdasarkan data per 2 Oktober 2023, terdapat 6.659 titik panas (hot spot) dengan peluang 80 persen menjadi titik api atau fire spot.

    Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Diantaranya pemadaman dan teknik modifikasi cuaca (TMC) di sejumlah provinsi yang menjadi titik rawan terjadinya karhutla tersebut.

    “Kita sekarang ini sejak tanggal 28 September sedang berjibaku di Sumatra Selatan, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sambil juga memonitor yang di Riau, Jambi dan lain-lain,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya ikut melaksanakan operasi darat maupun udara dalam mengatasi karhutla.

    Operasi pemadaman lewat udara pihaknya mengerahkan 35 helikopter terdiri 13 helikopter patroli dan 22 helikopter water bombing.

    “Jadi ada enam provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Itu menjadi enam provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan,” jelas Suharyanto.

    Upaya lainnya adalah melakukan TMC sebanyak 244 kali dengan jumlah garam yang disebar mencapai 341.580 kilogram.

    Selanjutnya Suharyanto menjelaska pihaknya melakukan TMC di beberapa provinsi diantaranya Riau, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

    Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan puncak El Nino masih akan bertahan hingga akhir Oktober.

    Masa transisi dari kemarau ke musim hujan diperkirakan terjadi di bulan November.

    Menurutnya, El Nino diprediksi moderat hingga akhir tahun, melemah di Februari-Maret hingga berakhir di bulan Maret.

    “Namun, alhamdulillah karena adanya angin monsun dari arah Asia sudah masuk ini mulai November, jadi kita akan insyaallah mulai turun hujan di bulan November,” jelasnya.

    Artinya lanjut Dwikorita, pengaruh El Nino mulai tersapu hujan. Dengan demikian kemarau kering secara bertahap akan berakhir.

    “Ada yang sebelum November tapi sebagian besar mulai November, ada yang lebih mundur lagi,” kata Dwikorita. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Wilayah Kaltim Mulai Hujan, Tetapi Titik Panas Meningkat

    Wilayah Kaltim Mulai Hujan, Tetapi Titik Panas Meningkat

    7cloud.asia – Meski hujan sudah mengguyur beberapa wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), namun titik panas masih dijumpai. Bahkan jumlahnya meningkat menjadi 34 titik panas.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Balikpapan, pada Mingu (24/12/2023) mendeteksi 26 titik pada Minggu (24/12), kemudian meningkat menjadi 34 titik pada Senin (25/12).

    “Sebanyak 34 titik panas ini terdeteksi sepanjang Senin kemarin mulai pukul 01:00 – 24:00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida pada Selasa (26/12/2023) seperti dilansir Antaranews.

    Titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Paser 1 titik, Kutai Barat 1 titik, Kutai Timur 23 titik, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 9 titik.

    Baca: BMKG Ingatkan kebakaran hutan di sejumlah wilayah

    Sementara rincian per kecamatan adalah satu titik di Paser berada di Kecamatan Pasir Belengkong, satu titik di Kutai Barat berada di Kecamatan Bongan. Semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Kemudian sembilan titik di Kabupaten Kutai Kartanegara tersebar di enam kecamatan yakni Kembang Janggut dua, Tenggarong Seberang satu, Anggana satu, Marangkayu dua.

    Selain kecamatan Muara Badak satu, dan Kecamatan Muara Kaman dua yang semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Baca: Kebakaran hutan dan lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

    “Sedangkan 23 titik di Kutai Timur, tersebar pada enam kecamatan yakni tujuh titik di Kecamatan Bengalon, Kecamatan Busang satu, Long Mesangat dua, Muara Bengkal dua, Sangkulirang dua, Teluk Pandan satu, dan Kecamatan Telen delapan titik, semuanya juga memiliki tingkat kepercayaan menengah,” kata Diyan.

    Sebaran titik panas ini, lanjut Diyan langsung disampaikan kepada pihak terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing.

    Dengan adanya peningkatan titik panas ini, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Baca: Kerugian ebakaran Gunung Bromo akibat prewedding capai 54 milyar

    Diyan menjelaskan pencegahan yang dapat dilakukan misalnya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membakar saat membersihkan atau membuka lahan, karena daun dan ranting kering rawan menyebarkan kebakaran lebih luas.

    Diyan mengakui wilayah Kalimantan Timur memang sudah turun hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.

    Hal ini menyebabkan daun dan ranting mengering sehingga mudah terbakar.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sebagian Wilayah Hujan, Titik Panas di Kalimantan Timur Justru Bertambah

    Sebagian Wilayah Hujan, Titik Panas di Kalimantan Timur Justru Bertambah

    7cloud.asia – Meski beberapa wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim)sudah diguyur hujan, namun masih ditemukan sebanyak 121 titik panas di wilayah ini.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memantau jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya, Selasa (30/01/2024) sebanyak 114 titik panas.

    “Sebanyak 121 titik panas ini terpantau sepanjang Rabu (31/1) mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida pada Kamis (01/02/2024).

    Melansir Antaranews, 121 titik yang terpantau kemarin (31/01/2024) tersebar di empat kabupaten yakni Kutai Barat (7), Kutai Timur (94), Kutai Kartanegara (18), dan Kabupaten Berau (2).

    Baca: Pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan

    Rinciannya adalah tujuh titik di Kutai Barat tersebar pada empat kecamatan yakni Bongan (2), Jempang (1), Muara Lawa (3), dan Kecamatan Siluq Ngurai (1), semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Di Kutai Timur yang terdeteksi 94 titik dengan sebaran di Kecamatan Bengalon (26), Kaubun (8), Kongbeng (20), Muara Ancalong (8), Muara Bengkal (2), Muara Wahau (6), Rantau Pulung (19), dan Kecamatan Telen (5) dengan tingkat kepercayaan menengah dan tinggi.

    Kabupaten Kutai Kartanegara yang terpantau 21 titik tersebar di delapan kecamatan yakni Kembang Janggut (3), Kenohan (1), Marangkayu (2), Muara Badak (2).

    Selain itu, titik panas juga terpantau di Muara Kaman (7), Sangasanga (1), Sebulu (1), dan Tabang (1), dengan tingkat kepercayaan menengah.

    “Sedangkan Kabupaten Berau yang terdeteksi dua titik panas, tersebar di Kecamatan Segah dan Kelay, dengan tingkat kepercayaan menengah,” jelas Diyan.

    Baca: Titik panas di Sumatera bertambah

    Pihaknya, lanjut Diyan, akan menyampaikan informasi ini ke pihak terkait, termasuk ke Manggala Agni.

    Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan informasi ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi serta kabupaten/kota  agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

    Agar jumlah titik panas tidak bertambah, BMKG mengimbau semua pihak agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran hutan.

    Selain itu BMKG juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Selasa (30/01/2024) BMKG mendeteksi 114 titik panas.

    Titik panas tersebut tersebar di lima kabupaten yakni Paser (2), Kutai Barat (2), Kutai Timur (84), Kutai Kartanegara (21), dan Kabupaten Berau (5). 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Terdakwa Kasus Kebakaran Gunung Bromo Divonis 2,5 Tahun dan Denda Rp 3 Miliar

    Terdakwa Kasus Kebakaran Gunung Bromo Divonis 2,5 Tahun dan Denda Rp 3 Miliar

    7cloud.asia – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur menjatuhkan vonis 2 tahun dan enam bulan penjara serta denda 3 milyar rupiah kepada AWEW (41) dalam kasus kebakaran padang sabana Bromo.

    “Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman penjara 2 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 3 miliar,” kata ketua majelis hakim, I Made Yuliada pada Rabu (31/01/2024).

    Terdakwa AWEW yang hadir dalam persidangan tampak tertunduk selama persidangan berlangsung.

    Dengan mengenakan baju putih dan menggunakan rompi warna orange, AWEW didampingi oleh kuasa hukumnya, Hasmoko.

    Baca: Kebakaran di lereng Bromo

    Atas putusan tersebut, pihak AWEW menyatakan masih belum dapat memastikan untuk melakukan banding. “Kami pikir-pikir,” kata Hasmoko.

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh jaksa penuntut umum I Made Deady.

    “Kami pikir-pikir. Jika ada upaya hukum lainnya tentu kami mengajukan kepada Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo,” kata Deady.

    Sementara itu, Kades Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sunaryono mengatakan tokoh adat sebenarnya sudah memafkan tindakan AWEW.

    Namun proses hukum harus tetap dihormati. “Dari sisi adat kami sudah memaafkan dan itu mungkin juga sudah jadi bahan pertimbangan hakim dalam memberikan putusan,” urai Sunaryono.

    Sebelumnya pada 15 Januari lalu, jaksa penuntut umum I Made Deady menuntut AWEW (41), 3 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.

    Baca: KLHK gugat 22 perusahaan penyebab kebakaran hutan

    AWEW dianggap telah melakukan tindak pidana dan dijerat dengan pasal 78 ayat 57 pasal 50 ayat 2 huruf B Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 20023 tentang PP pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Cipta Kerja menjadi undang-undang.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, AWEW terdakwa dalam kasus kebakaran pada savana Gunung Bromo ini merupakan (manajer) Wedding Organizer (WO).

    Saat itu, dia mengarahkan agar calon pengantin menggunakan flare asap saat sesi prewedding di savana Bukit Teletubbies Gunung Bromo. Akibatnya lahan seluas 1.241,79 hektare hangus terbakar.

    Kerugian negara berdasarkan hitungan ahli mencapai Rp 741 miliar. Angka kerugian negara ini mencakup semua komponen biaya.

    Termasuk upaya pemadaman menggunakan helikopter serta kerusakan ekosistem serta pemulihannya. Biaya terbesar adalah biaya pemulihan yang mencapai angka Rp 347 miliar.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 99 Orang

    Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 99 Orang

    7cloud.asia – Setidaknya 99 orang tewas dan 1.600 lainnya kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hutan di wilayah Valparaiso, Chile tengah, menurut keterangan otoritas pada Minggu.

    Hingga saat ini 32 korban telah diidentifikasi, sebut koroner pemerintah Layanan Medis Hukum Chile.

    “Badan forensik menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan teman-teman korban,” menurut sebuah pernyataan.

    Baca: Terdakwa kasus kebakaran Gunung Bromo divonis 2,5 tahun penjara

    Terdapat 161 kebakaran aktif di seluruh negeri, menurut Direktur Layanan Pencegahan dan Tanggap Bencana Nasional Alvaro Hormazabal.

    Kebun raya yang dibentuk pada 1931 di kota Vine del Mar hampir seluruhnya hangus dilalap api.

    Otoritas telah mendesak ribuan warga untuk meninggalkan rumah mereka dan memberlakukan jam malam di di kota-kota yang paling terkena dampak kebakaran untuk membebaskan rute dan memungkinkan kendaraan darurat mencapai daerah yang dilanda kebakaran.

    Gambar mengerikan beredar di media sosial menunjukkan ratusan mobil terbakar, yang telah menghancurkan seluruh lingkungan.

    Lebih dari 200 orang dilaporkan hilang di Vina del Mar dan wilayah sekitarnya, sebuah wilayah populer bagi wisatawan selama liburan musim panas.

    Baca: Kenaikan suhu global picu bencana

    Presiden Gabriel Boric telah memperingatkan bahwa korban jiwa dapat bertambah dengan masih terjadinya kebakaran besar di Valparaiso, dimana para pemadam kebakaran berjuang untuk mencapai wilayah padat penduduk yang dilalap api besar.

    Setelah mengunjungi wilayah terdampak, Boric menyatakan dua hari berkabung nasional bagi korban kebakaran. Presiden mengatakan angin kencang menyebabkan pemadam kesulitan untuk mengendalikan kebakaran hutan, yang telah melahap 8.000 hektar hutan dan daerah perkotaan.

    Kebakaran terjadi seiring dengan rekor suhu tertinggi yang melanda negara Amerika Selatan akibat pola cuaca El Niño yang menyebabkan suhu tinggi dan memicu kebakaran hutan di beberapa negara Amerika Latin termasuk Kolombia, Ekuador, dan Argentina.

    Sumber: Anadolu