Tag: sumatera barat

  • Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Resmi Dihentikan

    Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Resmi Dihentikan

    7cloud.asia – Operasi pencarian korban erupsi Gunung Marapi, di Bukittinggi Sumatera Barat sejak Rabu (6/12/2023) malam resmi dihentikan. 

    Wakil Kepala Kepolisian Negara Repulblik Indonesia Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Edi Mardiyanto mengungkapkan, dari total 75 pendaki yang terperangkap erupsi gunung Marapi,  tercatat ada 52 orang yang selamat.

    “Sedangkan 23 pendaki Gunung Marapi dinyatakan meninggal dunia. Mulai malam ini seluruh tim yang ikut dalam operasi pencarian akan kembali ke satuan masing-masing,” kata Edi dilansir Antara

    Baca: Korban meninggal akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 23 orang

    Seluruh korban meninggal dunia tersebut, ujar Edi, telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mchtar  (RSAM) Kota Bukittinggi guna pencocokan data (identifikasi) oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Sumbar.

    Lebih lanjut dia menduga ada pelanggaran terkait pendakian ke gunung Marapi  yang menewaskan 23 oang tersebut.

    “Ada dugaan pelanggaran, kenapa memberikan izin dan apa masalahnya, kami akan mendalami ini,” katanya.

    Baca: Seperti ini kondisi saat Gunung Marapi erupsi

    Atas dugaan tersebut, Edi Mardiyanto mengatakan, akan memeriksa seluruh pihak terkait, terutama yang menerbitkan izin kepada 75 orang pendaki.

    Ia juga akan menggali soal larangan-larangan yang telah diterbtkan pihak berwenang  terkait status level I (Waspada) gunung Marapi sejak 3 Agustus  2011.

    Berdasarkan data PVMBG Kementerian ESDM, gunung Marapi sudah berstatus level II atau waspada sejak 3 Agustus 2011.

    Baca: Gunung Anak Krakatau juga erupsi

    Oleh karena itu masyarakat sekitar dan pendaki tidak boleh berkegiatan di radius 3 kilometer dari kawah.

    Namun faktanya, sejumlah korban yang meninggal dunia ditemukan di sekitar kawah gunung itu.

    Dengan bertambahnya korban meninggal dunia, jumlah pendaki yang berhasil dievakuasi sebanyak 75 orang, meliputi 40 pendaki telah kembali ke rumah masing-masing dan 12 orang luka-luka dan 23 orang meninggal dunia.

    Sumber: Antaranews.com

  • Intensitas Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Landa Empat Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota

    Intensitas Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Landa Empat Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota

    7cloud.asia – Tingginya intensitas hujan dari Minggu (17/12) hingga Senin (18/12) pagi membuat sejumlah wilayah pada beberapa kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat mengalami banjir dan tanah longsor.

    “Tingginya intensitas hujan sejak Minggu (17/12) pukul 23.00 WIB hingga Senin (18/12) pukul 10.00 WIB mengakibatkan luapan sungai di beberapa wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol, di Padang, Senin.

    Ia mengatakan terdapat empat kecamatan yang terkena banjir yakni Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Harau, Kecamatan Gunuang Omeh, dan Kecamatan Mungka.

    Baca: Kondisi pegunungan gundul picu banjir bandang

    Untuk Kecamatan Pangkalan Koto Baru banjir terjadi di Nagari Gunuang Malintang Jorong Lubuak Omeh, yang sempat menutup jalan Pangkalan – Kapur IX.

    Sementara untuk Kecamatan Harau terjadi di Nagari Tarantang, Nagari Harau, Nagari Sarilamak, dan Nagari Solok Bio-Bio. Banjir juga terjadi di Kecamatan Mungka tepatnya di Nagari Simpang Kapuak.

    “Terakhir banjir terjadi di Kecamatan Gunuang Omeh yaitu di Nagari Koto Tinggi dan Nagari Pandam Gadang,” ungkapnya.

    Selanjutnya, kata dia, juga terjadi longsor di Kabupaten Limapuluh Kota seperti longsor ruas jalan Tungka-Situmbuak Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan longsor ruas jalan Nagari Ladang Laweh.

    Baca: Banjir di Malang diduga karena saluran drainase tersumbat sampah

    “Hingga saat ini BPBD, Kodim 03/06 50 Kota, Polres Limapuluh Kota, Basarnas, Dinas Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan relawan, masih di lapangan melakukan evakuasi korban banjir dan pembersihan material longsor,” ujarnya.

    Rahmadinol juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya yang kediamannya di pelantaran sungai maupun di lokasi-lokasi rawan longsor, meningkatkan kewaspadaan.

    Demikian pula dengan pengendara saat musim penghujan. “Hati-hati dalam berkendara, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan akan melewati ruas jalan yang rawan longsor, kami sarankan untuk beristirahat terlebih dahulu,” ujarnya. 

    Sumber: Antaranews

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    7cloud.asia – Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Senin (11/03/2024) korban tewas mencapai 26 orang.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) 26 korban tersebut yaitu 23 orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan 3 orang di Kabupaten Padang Pariaman.

    “Update pagi ini, korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar totalnya 26 orang,” ungkap Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldy seperti yang dikutip Kompas.com.

    Selanjutnya Rudy menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap 6 orang warga yang hilang.

    Baca: Banjir dan longsor di Pariaman, 3 orang tewas

    “Enam orang yang masih dicari itu semuanya di Pesisir Selatan. Diduga tertimbun longsor dan terseret banjir,” ujarnya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (07/03/2024) malam membuat sejumlah wilayah di Sumatera Barat terendam banjir dan longsor.

    Beberapa wilayah yang mengalami banjir dan longsor adalah Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Mentawai, Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Pasaman.

    “Yang terparah itu Pesisir Selatan yang menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan sempat membuat akses jalan Sumbar-Bengkulu terputus,” ungkapnya.  

    Sementara di Padang, banjir merendam ribuan rumah dan menyebabkan akses jalan Padang-Solok terputus karena longsor.

    Baca: Hujan lebat picu banjir, ribuan warga terdampak

    Selain itu, banjir juga mengakibatkan akses jalan utama ke Bandara Internasional Minangkabau sempat terputus karena jembatan terancam ambruk. Tiga orang tewas dalam banjir di Padang Pariaman ini.

     “Saat ini air sudah susut, namun menyisakan material lumpur di rumah warga dan sisa-sisa longsor,” ujarnya.

    Akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup di Pesisir Selatan ada 3 titik yaitu di Barung-barung Belantai kini sudah dibuka kembali.

    Demikian juga akses jalan di Duku Utara karena longsor dan Ranah Pesisir akibat pangkal jembatan terban kini telah dibuka.

    “Kemudian di Padang ada di Lubuk Paraku yang menyebabkan akses Padang-Solok sempat tertutup. Lalu akses jalan utama ke BIM di Padang Pariaman,” urainya.

    reporter: Nurakhmayani

     

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat Bertambah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat Bertambah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    7cloud.asia – Korban tewas terus bertambah sejak banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pasaman Barat dan Pariaman, Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.

    Hingga Selasa (12/03/2024) sore, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) mencatat 32 orang tewas dalam bencana banjir di Sumatera Barat ini.

    Karena itu, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari dalam upaya percepatan penanganan daerah yang terdampak banjir dan longsor.

    “Benar, kita telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 8 Maret sampai 21 Maret 2024. Saat ini penanganan daerah terdampak sedang dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Hendra Putra di Simpang Empat seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Korban banjir di Sumatera Barat terus bertambah  

    “Di masa tanggap darurat itu kita melakukan pengkajian secara cepat, membuat perencanaan dan penanggulangan bencana serta mengusulkan rencana kebutuhan belanja,” sambungnya.

    Penetapan status tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 100.3.3.2/220/Bup-Pasbar/2024, masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sembilan kecamatan.

    Sembilan kecamatan itu adalah Kecamatan Talamau, Sungai Aur, Kinali, Sasak Ranah Pasisia, Ranah Batahan, Lembah Melintang, Sungai Beremas, Koto Balingka dan Kecamatan Pasaman.

    Selanjutnya Hendra mengungkapkan di Jorong Limpato Kajai Kecamatan Talamau jalan terputus mengakibatkan terputusnya akses Simpang Empat-Talu.

    Banjir Batang Pasaman mengakibatkan merendam perumahan warga dan terputusnya akses Ujung Gading-Simpang Empat.

    Baca: BNPB ingatkan ancaman bencana hidrometeorologi

    Selain itu, banjir di wilayah Rura Patontang Parit Koto Balingka mengakibatkan putusnya jembatan dari Parit menuju Rura Patontang.

    Di wilayah Aek Napal, Kecamatan Ranah Batahan banjir mengakibatkan satu unit rumah warga hanyut dan merendam puluhan rumah warga.

    Banjir di Salawai Sungai Beremas mengakibatkan akses jalan Air Bangis-Ujung Gading terputus, banjir di Sungai Aur juga mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui.

    Kemudian banjir di Kecamatan Lembah Melintang merendam pemukiman warga, banjir di Anam Koto Selatan Kecamatan Kinali mengakibatkan 30 kepala keluarga terdampak.

    Di wilayah Wonosari Kinali banjir menyebabkan terendamnya pemukiman warga dan di Koja Kinali menyebabkan terputusnya satu unit jembatan.

    Baca: BRIN sebut cuaca ekstrem makin sering terjadi 

    ‘Banjir juga terjadi di Rantau Panjang dan Sialang Kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang merendam rumah warga,” ujarnya.

    Saat ini pihaknya saat ini akan mempercepat pembangunan jembatan darurat di Rura Patontang dan jalan darurat di Jorong Limpato Rimbo Kejahatan Kajai Talamau.

    “Jalan Simpang Empat-Talu telah kembali bisa dilalui pengendara namun diperlukan penanganan lebih lanjut dari Pemprov Sumbar. Untuk jembatan di Koja Kinali akan dibuat jembatan belly,” jelasnya.

    Salah seorang warga Kajai, Elwa, mengharapkan Pemprov Sumbar segera memperbaiki jalan yang ada di sepanjang Rimbo Kejahatan Kajai karena sangat rawan dan sudah membahayakan pengendara.

    “Kami mengharapkan tindakan cepat Pemprov Sumbar karena jalan ini adalah jalan provinsi dan ramai dilalui kendaraan setiap harinya,” harapnya.

    Baca: 3 Jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Saat ini pemerintah daerah bersama SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi lainnya terus berusaha mencari lima korban lain yang belum ditemukan.

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan bencana banjir dan tanah longsor diakibatkan oleh beberapa faktor di antaranya intensitas curah hujan yang tinggi lebih dari 12 jam.

    Kemudian bencana hidrometeorologi juga akibat saluran drainase yang kurang berfungsi dengan baik sehingga terjadi penyumbatan di beberapa titik.

    Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemukiman warga yang tidak memerhatikan tata ruang wilayah.

    Baca: Kearifan lokal efektif memitigasi bencana

    Dari hasil pendataan di lapangan pemerintah menemukan beberapa titik di kawasan longsor terjadi penggundulan hutan dan deforestasi. Bangunan penahan dinding sungai rusak dan sejumlah faktor lainnya.

    Total terdapat 871 rumah mengalami rusak berat, 135 rusak sedang, dan 593 rusak ringan.

    Selain itu ada 51 rumah ibadah, 28 sekolah, dan 13 ruas jalan ikut terdampak banjir dan longsor. Kemudian ada 23 jembatan dan dua unit irigasi mengalami kerusakan serius.

    Bencana alam ini juga memaksa 78.877 orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Seluas 5.550 hektare lahan dan 1.960 hewan ternak ikut terdampak. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Sungai Ngarai Sianok Meluap, 7 Rumah Rusak Berat Diterjang Banjir

    Sungai Ngarai Sianok Meluap, 7 Rumah Rusak Berat Diterjang Banjir

    7cloud.asia – Banjir melanda pemukiman warga yang berada disekitar sungai Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (03/06/2024) sore.

    Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi di kawasan hulu sungai Ngarai Sianok. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan hanyut akibat meluapnya Sungai Ngarai Sianok hanya dalam waktu 15 menit.

    Salah seorang warga terdampak, Ilham (31) mengungkapkan Sungai Ngarai Sianok memang kerap meluap. Namun kali ini yang terparah.

    Apalagi posisi rumahnya berada di dataran terendah di bibir Sungai Sianok. Hal ini membuat rumahnya rusak parah.

    Baca: Korban akibat banjir bandang di Sumatra Barat bertambah hingga menjadi 37 orang

    “Air tadi bahkan sampai setinggi dada saya, keluarga memang sudah mengungsi. Ini kejadian ketiga sejak akhir April 2024 lalu,” ungkapnya seperti yang dilansir Antaranews.

    Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0304/ Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya menjelaskan luapan ini berasal dari aliran pertengahan Sungai di Ngarai Sianok bagian Koto Gadang.

    Dia memperkirakan terjadi ada sumbatan kemudian jebol dan meluap tiba-tiba ke bawah.

    Pihaknya bersama Kapolresta Bukittinggi dan pemerintah daerah setempat menegaskan larangan tinggal sementara di wilayah aliran Sungai Sianok.

    “Ini Buffer Zone atau wilayah penyangga. Diminta warga menjauhi kiri kanan 50 meter dari sungai. Tidak layak menjadi tempat tinggal, arus masih kencang,” jelas Bayu.

    Baca: Cegah banjir bandang susulan, BMKG lakukan modifkasi cuaca

    Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) segera mencarikan solusi terkait musibah banjir aliran Sungai Ngarai Sianok yang telah terjadi beberapa kali.

    “Kami akan meminta kajian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) jika dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak ada solusi, kami akan minta ke pusat,” jelas Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi saat meninjau lokasi bencana.

    Marfendi mengungkapkan kejadian ini sudah ketiga kalinya yang memang lebih besar dampaknya saat ini.

    Menurutnya warga sudah diminta waspada dengan sebagian mengungsi ke rumah kerabatnya di daerah aman.

    Baca: Banjir lahar dingin di Gunung Marapi

    “Kejadian tadi tanpa adanya hujan, tiba-tiba saja. Nantinya BKSDA kami minta bekerjasama mengecek titik aliran yang jebol. Normalisasi sungai diperlukan agar kejadian tidak berulang,” katanya.

    Pemkot Bukittinggi memastikan tidak ada korban jiwa yang timbul dari kejadian yang mirip dengan musibah banjir bandang di Kabupaten Agam.

    “Tidak ada korban jiwa karena di kejadian serupa pada akhir April lalu sudah dilarang adanya aktivitas jual beli di bibir sungai,” katanya.

  • Ada-ada Saja, Kucing Hutan Nyelonong Masuk ke TPS di Sumatera Barat

    Ada-ada Saja, Kucing Hutan Nyelonong Masuk ke TPS di Sumatera Barat

    7cloud.asia – Seekor satwa langka dan dilindungi jenis kucing hutan (Prionailurus bengalensis) masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 128.

    TPS tersebut terletak di Jorong Tujuh Pasar Lubuk Basung, Nagari atau Desa Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (13/7) sekitar pukul 09.35 WIB.

    Sebelum masuk ke TPS, kucing tersebut berada di rumah warga dan ia berusaha untuk menangkap karena anak-anak cukup banyak di daerah itu.

    “Kondisi TPS sepi, sehingga aktivitas memilih saat pemungutan suara ulang (PSU) anggota DPD RI tidak terganggu,” kata Dedek seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: BKSDA Sumbar lepasliarkan Baning Cokelat kehabitatnya

    Saat akan ditangkap petugas Linmas TPS 128, Dedek Ismail, kucing tersebut menggigit jari kanannya. “Jari tangan saya digigit saat hendak mengevakuasi kucing hutan tersebut,” kata Dedek seperti yang dilansir Antaranews. 

    Namun akhirnya kucing hutan tersebut berhasil ditangkap dan langsung dimasukkan ke dalam karung dan diserahkan ke Pemadam Kebakaran Satpol PP Damkar Agam.

    Selanjutnya kucing tersebut diserahkan ke Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.

    Sore harinya satwa langka berjenis kelamin betina dengan usia sekitar lima tahun tersebut dilepasliarkan ke hutan konservasi.

    “Kucing hutan kita lepasliarkan setelah dinyatakan sehat dan agresif, sehingga layak untuk kembali dilepaskan ke alam,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Rusdiyan P Ritonga di Lubuk Basung.

    Baca: WWF tunggu langkah konkret pemerintah tangani perburuan satwa liar

    “Kucing hutan tersebut dilepasliarkan ke hutan konservasi di Kabupaten Agam, agar bisa berkembang,” lanjutnya.

    Dedek menjelaskan kucing hutan atau kucing kuwuk adalah kucing liar kecil Asia Selatan dan timur.

    Sejak 2002, kucing ini terdaftar dalam spesies risiko rendah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

    Sebab kucing terdistribusi secara luas, tetapi terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan di beberapa daerah persebaran.

    Baca: BKSDA Maluku lepasliarkan Burung Nuri

    Subspesies kucing kuwuk ada 12 yang berbeda secara luas dalam penampilan. Kucing kuwuk berukuran seperti kucing domestik, tetapi lebih ramping dengan kaki panjang dan selaput yang jelas antara jari kaki.

    Sementara bentuk kepala kecil yang ditandai dengan dua garis-garis gelap menonjol dan moncong putih yang pendek dan sempit.

    Terdapat dua garis-garis, pertama garis gelap yang memanjang dari mata ke telinga, dan garis-garis putih kecil dari mata ke hidung. Bagian belakang telinga agak panjang, bulat, hitam dan putih di tengah.

    Tubuh dan tungkai ditandai dengan bintik-bintik hitam dengan ukuran dan warna yang berbeda dan di sepanjang punggung ada dua sampai empat baris bintik-bintik memanjang.

    Baca: Kemarau panjang ancam ruang hidup satwa liar

    Di Indonesia,lanjutnya, kucing ini dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/2018.

    Dalam peraturan itu setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya.

    “Sanksi pidana penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta dan menjerat para pelaku kejahatan ini,”ungkapnya.

     

     

  • DPR Ungkap Manipulasi Administrasi Batu Bara dan Limbah Industri di Sumatera Barat

    DPR Ungkap Manipulasi Administrasi Batu Bara dan Limbah Industri di Sumatera Barat

    7cloud.asia – Anggota Komisi XII DPR Mulyadi menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pembangkit listrik di Sumatera Barat, khususnya yang masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara.

    Menurutnya, selain dampak lingkungan yang ditimbulkan, juga ada dugaan manipulasi administrasi terkait pasokan batu bara ke wilayah tersebut.

    Tercatat ada dua pembangkit listrik tenaga uap yang memasok listrik di Sumatera Barat, yaitu PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin, yang masih menggunakan batu bara sebagai energi primernya.

    Persoalannya, menurut Mulyadi, banyak laporan yang menyebutkan bahwa batu bara yang masuk ke Sumatera Barat tidak sesuai dengan administrasi aslinya.

    ”Dilaporkan berasal dari tambang A, padahal kenyataannya dari tambang B,” ungkap Mulyadi dikutip Parlementaria, di Padang, Sumatera Barat, Rabu (16/04/2025).

    Baca: Pensiun dini PLTU batu bara di Indonesia

    Mulyadi menambahkan bahwa praktik semacam ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan kelayakan sumber energi yang digunakan.

    Ia menilai perlunya pendalaman terhadap asal-usul batu bara yang digunakan oleh pembangkit listrik, termasuk juga yang digunakan oleh industri besar seperti Semen Padang, meskipun bukan mitra langsung Komisi XII.

    “Kita juga akan mendalami sumber pasokan batu bara yang menyuplai ke industri, termasuk Semen Padang. Pertambangan adalah bagian dari ruang lingkup kerja kami,” tegas politisi asal Sumatera Barat tersebut.

    Selain soal energi batu bara, Mulyadi turut menyoroti isu pencemaran lingkungan yang berasal dari industri pengolahan kelapa sawit (CPO).

    Salah satu limbah berbahaya yang menjadi perhatian adalah Spent Bleaching Earth (SBE), yang tergolong limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

    Baca: Upaya PLN wujudkan dekarbonisasi

    Ia menyebut telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan kebocoran limbah di sejumlah pabrik, salah satunya di Kabupaten Agam.

    “Saya menerima laporan bahwa ada pabrik CPO yang limbahnya bocor. Limbah SBE itu sangat berbahaya. Kalau tidak sesuai dengan aturan, itu bisa langsung disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup tanpa perlu proses panjang,” ujarnya.

    Mulyadi mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya bersama anggota DPR RI lainnya dari Sumatera Barat akan meninjau langsung ke lapangan bersama Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan kepatuhan industri terhadap peraturan lingkungan hidup.

    Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR, khususnya Komisi XII yang membidangi lingkungan.

    ”Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan industri harus tunduk pada aturan yang berlaku,” pungkasnya.

    Baca: Melepaskan Indonesia dari jerat batu bara

     

  • Kemenpar Promosikan Wisata Gastronomi di Sumatera Barat

    Kemenpar Promosikan Wisata Gastronomi di Sumatera Barat

    7cloud.asia – Aroma santan dan beragam rempah seperti kayu manis, pala, daun jeruk mengiringi rombongan kecil peserta Familiarization Trip atau Famtrip menelusuri jalur gastronomi dan wisata ramah Muslim di tanah Minang atau Sumatera Barat.

    Famtrip yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengenalkan wisata gastronomi di Sumatera Barat ini berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2025.

    Selama lima hari peserta Famtrip yang beranggotakan enam peserta — pelaku pariwisata, media, dan konten kreator — merasakan kehangatan dapur yang hidup—tempat di mana budaya dan keimanan masyarakat Minang berpadu di setiap suapan.

    Perjalanan itu menyinggahi Padang Pariaman yang kaya tradisi, Padang Panjang yang menyimpan jejak ulama dan rumah gadangnya, Bukittinggi dengan pesona sejarah dan kopinya, Payakumbuh yang terkenal dengan wangi rendangnya.

    Tak ketinggalan danau Singkarak dan Dataran Tinggi Solok dengan udara sejuk dan lanskap kebun sayur dan teh yang menyejukkan mata.

    Baca: Kota Bandung akan kembangkan wisata gastronomi kelas dunia

    Setiap kota yang disinggahi tak hanya menawarkan panorama indah, tapi juga menyuguhkan budaya dan cita rasa yang merangkum keyakinan, kearifan, dan keramahan masyarakat Minangkabau.

    Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar promosi, melainkan ajakan untuk memahami makna yang tersimpan dalam kuliner dan budaya masyarakat Minang.

    Melalui wisata alam dan wisata gastronomi di Sumatera Barat, peserta bisa menyelami kisah di balik setiap kuliner khas Minang.

    “Mereka tak hanya mencicipi, tapi juga belajar tentang nilai, filosofi, dan kearifan yang diwariskan lewat makanan itu,” ujar Made dalam keterangannya yang dirilis di laman resmi Kemenpar.

    Ia berharap, dengan hadirnya para pelaku industri dan kreator digital dalam kegiatan ini, kisah tentang Sumbar akan mengalir lebih luas — hadir dalam video, tulisan, dan foto yang menyalurkan semangat baru bagi wisata halal dan gastronomi Indonesia.

    Baca: Berwisata sambil belajar kehidupan dari masyarakat adat

    Wisata gastronomi dan ramah Muslim di Sumatera Barat diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi wisata bagi wisatawan nusantara pada masa libur akhir tahun, sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata #DiIndonesiaAja, khususnya pada masa libur Natal dan tahun baru.

    “Sumatera Barat punya daya tarik lengkap — alam, budaya, dan kuliner yang ramah bagi wisatawan Muslim. Kami ingin menjadikannya destinasi alternatif utama pada libur akhir tahun nanti,” tambahnya.

    Lebih dari itu, Famtrip ini juga diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal.

    Karena pada akhirnya, berwisata bukan hanya tentang mendatangi satu tempat lalu pulang tanpa kesan. Berwisata juga tentang berbagi meresapi kehidupan warga tempat yang didatangi dan berbagi cerita yang menumbuhkan kebersamaan.

  • 12 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    12 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    7cloud.asia – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025) mengakibatkan 12 orang meninggal. Pemerintah provinsi Sumatera Barat menetapkan status darurat bencana.

    Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Vasko Ruseimy dalam rapat tingkat menteri secara virtual pada Kamis sore.

    “Data terakhir di Sumatra Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa,” ujar Vasko.

    Pihaknya, lanjut Vasko, bersama unsur organisasi perangkat daerah bersama TNI-Polri terus melakukan operasi penanganan darurat.

    Baca: Banjir dan Longsor si Sumatera Utara Akibatkan 13 Orang Meninggal

    Sebelumnya, sejak Kamis dinihari cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat mengakibatkan banjir bandang di wilayah di Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang.

    Material berupa batang pohon dan lumpur merusak rumah warga dan 4 orang meninggal dalam kejadian ini.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, dalam rilisnya menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir, longsor dan sejumlah pohon tumbang di 14 titik.

    Selain itu jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, putus akibat struktur jembatan yang dihantam material yang hanyut terbawa arus banjir.

    Baca: Tiga Kabupaten di Aceh Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga kini masih melakukan proses evakuasi serta pengamanan di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan pelayanan warga yang terdampak.

    Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Sumbar mencatat cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdampak pada 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang.

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Termasuk Aceh

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Termasuk Aceh

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada Senin (01/12/2025). Diantaranya Aceh dan Sumatera Utara.

    Selain itu, wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali juga berpeluang terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Papua Pegunungan.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai adanya potensi angin kencang yan akan melanda wilayah Jawa Barat dan Banten.