Sungai Ngarai Sianok Meluap, 7 Rumah Rusak Berat Diterjang Banjir

Written by

in

7cloud.asia – Banjir melanda pemukiman warga yang berada disekitar sungai Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (03/06/2024) sore.

Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi di kawasan hulu sungai Ngarai Sianok. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan hanyut akibat meluapnya Sungai Ngarai Sianok hanya dalam waktu 15 menit.

Salah seorang warga terdampak, Ilham (31) mengungkapkan Sungai Ngarai Sianok memang kerap meluap. Namun kali ini yang terparah.

Apalagi posisi rumahnya berada di dataran terendah di bibir Sungai Sianok. Hal ini membuat rumahnya rusak parah.

Baca: Korban akibat banjir bandang di Sumatra Barat bertambah hingga menjadi 37 orang

“Air tadi bahkan sampai setinggi dada saya, keluarga memang sudah mengungsi. Ini kejadian ketiga sejak akhir April 2024 lalu,” ungkapnya seperti yang dilansir Antaranews.

Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0304/ Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya menjelaskan luapan ini berasal dari aliran pertengahan Sungai di Ngarai Sianok bagian Koto Gadang.

Dia memperkirakan terjadi ada sumbatan kemudian jebol dan meluap tiba-tiba ke bawah.

Pihaknya bersama Kapolresta Bukittinggi dan pemerintah daerah setempat menegaskan larangan tinggal sementara di wilayah aliran Sungai Sianok.

“Ini Buffer Zone atau wilayah penyangga. Diminta warga menjauhi kiri kanan 50 meter dari sungai. Tidak layak menjadi tempat tinggal, arus masih kencang,” jelas Bayu.

Baca: Cegah banjir bandang susulan, BMKG lakukan modifkasi cuaca

Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) segera mencarikan solusi terkait musibah banjir aliran Sungai Ngarai Sianok yang telah terjadi beberapa kali.

“Kami akan meminta kajian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) jika dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak ada solusi, kami akan minta ke pusat,” jelas Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi saat meninjau lokasi bencana.

Marfendi mengungkapkan kejadian ini sudah ketiga kalinya yang memang lebih besar dampaknya saat ini.

Menurutnya warga sudah diminta waspada dengan sebagian mengungsi ke rumah kerabatnya di daerah aman.

Baca: Banjir lahar dingin di Gunung Marapi

“Kejadian tadi tanpa adanya hujan, tiba-tiba saja. Nantinya BKSDA kami minta bekerjasama mengecek titik aliran yang jebol. Normalisasi sungai diperlukan agar kejadian tidak berulang,” katanya.

Pemkot Bukittinggi memastikan tidak ada korban jiwa yang timbul dari kejadian yang mirip dengan musibah banjir bandang di Kabupaten Agam.

“Tidak ada korban jiwa karena di kejadian serupa pada akhir April lalu sudah dilarang adanya aktivitas jual beli di bibir sungai,” katanya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *