Blog

  • Desain Ramah Lingkungan dan Berbasis Kearifan Lokal Antar Bandara Banyuwangi Raih Aga Khan Award

    Desain Ramah Lingkungan dan Berbasis Kearifan Lokal Antar Bandara Banyuwangi Raih Aga Khan Award

    7cloud.asia – Bandara Banyuwangi di Jawa Timur menerima penghargaan The Aga Khan Award for Architecture 2022, menyisihkan 463 nominasi bangunan dengan arsitektur terbaik di dunia.

    Sertifikat The Aga Khan Award for Infrastructure dari Putri Zahra Aga Khan yang bertindak atas nama HH Aga Khan diserahkan ke PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Banyuwangi, di Muscat, Oman, pada 31 Oktober 2022 lalu 

    Dalam keterangannya, Aga Khan Development Network menyatakan bahwa Bandara Banyuwangi sangat modern dan efisien dalam segala aspek.

    “Bandara Banyuwangi dapat menjadi game-changer dalam arsitektur bandara,” jelas Aga Khan Development Network dalam keterangannya Oktober lalu.

    Baca: Makna sumbu filoosofi dalam tata ota Yogyakarta

    Bandara Banyuwangi yang diarsiteki Andra Matin ini memiliki desain terbuka. Desain yang tak lazim untuk sebuah bandara di dunia. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Aga Khan Development Network mengganjarnya dengan penghargaan.

    Dengan desain ini, Bandara Banyuwangi mengutamakan sirkulasi udara alami tanpa mengurangi kenyamanan traveler.

    Saat mengunjungi Bandara Banyuwangi, pada Jumat (23/6/2023) kemarin, Direktur Aga Khan Award Farrokh Derakhshani mengaku terkesan dengan desain terminal Bandara Banyuwangi yang ramah lingkungan.

    “Saat tadi turun dari pesawat, saya langsung merasakan udara tropis di sini. Tapi begitu masuk ke terminal Bandara Banyuwangi, langsung terasa sejuk,” kata Farrokh.

    Baca: Stasiun Manggarai akan dijadikan stasiun sentral, seperti ini grand desainnya

    Bandara Banyuwangi didesain dengan mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan. Bandara Banyuwangi menghindari gaya internasional yang menjadi standar sebagian besar bandara di dunia.

    Skema pembangunan yang diterapkan bersandar pada sumber daya dan kearifan lokal, teknologi tepat guna, dan prinsip-prinsip desain vernakular.

    Fasad Bangunan Bandara Banyuwangi mencerminkan citra kearifan lokal Kabupaten Banyuwangi, dengan mengadopsi bentuk Udeng, penutup kepala khas Suku Osing (penduduk asli Banyuwangi).

    “Saya melihat adanya kesamaan antara konsep pembangunan Bandara Banyuwangi dengan konsep Achitecture Acupunture di Cina. Keduanya berfokus pada integrasi  harmonis antara bangunan dengan lingkungan, serta menggabungkan elemen budaya lokal. Inilah menjadi keunggulan Bandara Banyuwangi,” ungkap Farrokh.

    Baca: Keunikan kain songke dan kapal phinisi 

    Kondisi Indonesia yang memiliki iklim tropis yang lembap disiasati dengan desain konektivitas yang menciptakan bukaan dan overhang yang dapat mengoptimalkan pengendalian suhu melalui ventilasi silang secara alami.

    Sistem penghawaan alami juga diterapkan ke dalam bangunan sehingga hampir seluruh ruang operasional bandara tidak membutuhkan alat pengkondisian udara atau AC.

    Overhang selebar tujuh meter di sisi luar bangunan, ditambah kisi-kisi kayu sebagai dinding ruang dan sisi atap efektif berfungsi sebagai ventilasi yang memungkinkan adanya aliran udara dalam terminal.

    Ventilasi silang ini didukung dengan pengaturan lanskap ke ruang interior membantu aliran udara dalam terminal. Pepohonan rindang nan subur tak hanya menghadirkan suasana yang alami tetapi juga berfungsi sebagai pendukung ventilasi alami ini.

    Baca: Mengenal tradisi seba masyarakat adat Badui

    Rumput yang ditanam di atap terminal penumpang terlihat hijau yang secara rutin dirawat. Rumput ini cukup efektif meredam panas sinar matahari dan membuat ruang di bawahnya terasa lebih sejuk.

     

    Kesan yang sama juga diungkapkan juri Aga Khan Award asal Singapura, Hossein Rezai yang hadir bersama Farrokh. Dia mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam kunjungan pertamanya di Bandara Banyuwangi ini.

    “Jarak turun dari pesawat, pengambilan bagasi, dan area penjemputan sangat dekat sehingga memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, tidak perlu berkeringat. Hemat energi,” ujar Hossein.

    Direktur dan juri Aga Khan Award ke Banyuwangi untuk mengapresiasi atas kemenangan Bandara Banyuwangi. Mereka akan menyerahkan penghargaan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan Bandara Banyuwangi.

    Baca: Makna mendalam di balik ritual tahunan Thudong

    Bandara Banyuwangi ditetapkan sebagai peraih penghargaan arsitektur paling bergengsi dunia, Aga Khan Award for Architecture 2022 dengan menyisihkan 463 nominasi bangunan dengan arsitektur terbaik dari seluruh dunia.

    Pada kesempatan yang sama digelar Festival Arsitektur Nusantara yang menjaid forum bagi para arsitek dalam diskusi panel dan seminar internasional.

    Forum ini menghadirkan sejumlah arsitek nasional yang ikut terlibat dalam pengembangan Banyuwangi. Sebut saja Andra Matin, Adi Purnomo, Budi Pradono, dan Yori Antar.

    Festival Arsitektur Nusantara telah diawali dengan kegiatan pameran arsitektur (22 Juni-6 Juli) di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan dan Gedung Juang.

    Baca: Ibadah haji sudah ada jauh sebelum Islam berkembang

    Pameran ini menghadirkan ratusan desain arsitektur yang telah dan akan dibangun di Banyuwangi di masa depan.

    Sebut saja desain museum kereta (PT INKA) karya Denny Gondo, desain museum air karya Adi Purnomo, hingga desain gedung Inggrisan yang akan direvitalisasi dengan melibatkan Yori Antar.

    Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan Bandara Banyuwangi dikelola AP II sejak 2017, dan pada 2022 Bandara Banyuwangi mendunia karena penghargaan Aga Khan Award. 

    Penghargaan Aga Khan ini mengantar Bandara Banyuwangi menjadi salah satu landmark di Jawa Timur menjadi mendunia dan dikenal masyarakat global. 

    “Karya arsitektur terbaik di dunia yang dimiliki Bandara Banyuwangi akan dilengkapi dengan berbagai pengembangan dan inovasi yang di antaranya berbasis teknologi, guna meningkatkan pelayanan dan operasional, termasuk juga memastikan penerapan energi baru terbarukan untuk mencapai target global net zero carbon emissions pada 2050,” ujar Muhammad Awaluddin.

    Baca: Mengapa di Korea sampai pecah perang gender?

    Awaluddin menambahkan dengan desain ini akan membuat generasi millennial menyukai kepraktisan dalam melakukan perjalanan.

    Ke depan Bandara Banyuwangi akan menawarkan fleksibilitas tersebut melalui lebih banyak layanan berbasis teknologi yang terintegrasi dengan dengan aplikasi travelin milik AP II.

    Bandara Banyuwangi juga memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Pembangunan pembangkit surya untuk di gedung Airport Rescue & Fire Fighting (atap seluas 600 meter persegi dengan kapasitas 35,1 kilo watt peak) sudah sepenuhnya selesai.

    Jadi lengkap sudah Bandara Banyuwangi sebagai sebuah karya arsitektur.

     

  • Desa Ini Terdampak Krisis Iklim dan Kesulitan Air Bersih, Terbantu Pompa Tenaga Surya

    Desa Ini Terdampak Krisis Iklim dan Kesulitan Air Bersih, Terbantu Pompa Tenaga Surya

    © Aji Styawan / Greenpeace

    7cloud.asia – Penantian panjang warga Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah untuk mengakses air bersih akhirnya berbuah manis. Pada Minggu (18/6/2023) lalu, pompa air tenaga surya berhasil dipasang.

    Pemasangan pompa dengan tenaga surya ini berhasil mengalirkan air dari sumur yang telah mereka gali sejak 31 Mei lalu.

    Tidak hanya itu, lampu penerangan di jalan desa yang juga menggunakan tenaga surya, telah menerangi kampung tersebut.

    Pompa air dan lampu penerangan tenaga surya tersebut adalah hasil urun dana dari masyarakat seluruh Indonesia yang peduli akan keberlangsungan hidup warga Timbulsloko.

    Penggalangan dana dilakukan melalui kanal penggalangan dana individu digital maupun tatap muka.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir rob makin sering terjadi

    Timbulsloko merupakan salah satu desa di Demak yang terdampak krisis iklim akibat kenaikan muka air laut. Separuh kampung di Timbulsloko sudah terendam air laut, sehingga warga sulit mendapatkan air bersih.

    Warga Timbulsloko telah bertahun-tahun berdampingan dengan banjir rob yang semakin hari terus naik.

    Upaya masyarakat Timbulsloko untuk bertahan hidup berdampingan dengan kenaikan air laut bukan perkara mudah. Perubahan yang signifikan membuat mereka harus memutar otak dan mencari solusi agar mereka bertahan hidup.

    “Mulai langkanya air, menurutku sejak air naik pompa ini jadi sering mati. Sejak air pasang terlalu ekstrem naiknya, mesin-mesin pompa sering rusak,” terang Ghofur, salah satu warga Timbulsloko.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing oleh krisis iklim

    Ia menambahkan, “Mudah-mudahan dengan adanya pompa dan panel tenaga surya bisa membantu listrik dan air buat warga.” 

    Air yang semakin sulit dicari dan akses jaringan listrik yang terbatas memaksa warga harus menemukan solusi yang tepat guna dalam kondisi tersebut.

    Air bersih baru tersedia di kedalaman 117-132 meter, jauh lebih dalam dari sumur-sumur masyarakat kota kebanyakan.

    Dengan pompa tenaga surya ini bisa membantu masyarakat menghemat tagihan hingga Rp. 2,5 juta per bulan untuk kebutuhan air mereka.

    “Ini adalah harapan kita semua, dengan kolaborasi bersama anak-anak muda seperti komunitas Solar Generation dan masyarakat, kita bisa mewujudkan solusi yang baik untuk mencegah sebelum semuanya memburuk,” tegas Hadi Priyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. 

    © Aji Styawan / Greenpeace

    Baca: Krisis iklim picu ‘bedol desa’ di jalur Pantura

    Timbulsloko hanya salah satu dari banyak daerah yang sudah merasakan dampak krisis iklim secara langsung jika kita tidak segera beralih dari energi fosil seperti batubara.

    “Timbulsloko adalah potret dari sekian banyak wilayah, yang memperlihatkan bagaimana krisis iklim sudah sampai di hadapan rumah kita sendiri,” imbuh Hadi Priyanto. 

    Ia memaparkan, negara-negara di seluruh dunia dimandatkan untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil sebelum 2030, jika ingin menjaga kenaikan suhu bumi di bawah 1,5oC dan menjaga dari bencana iklim permanen.

    Alih-alih melepaskan diri dari ketergantungan terhadap batu bara, Indonesia malah akan menambah pembangkit batubaranya hingga 2030, dan akan terus mempertahankan batu bara hingga 2050 dengan berbagai mekanisme teknologi rendah karbon yang sebenarnya adalah solusi palsu.

    Baca: Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban

    Padahal, Indonesia sebagai negara dengan skala geografis yang cukup besar memiliki berbagai macam potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

    Dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi 3.295 GW tenaga surya yang bisa mencukupi kebutuhan energi seluruh negeri.

    Belum potensi energi lain yang masih belum dimanfaatkan sama sekali seperti energi angin lepas pantai dan gelombang laut.

    Dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam implementasi transisi energi, gelombang investasi yang besar juga harus dibarengi dengan payung hukum dan kemauan politik untuk melepas ketergantungan pada jebakan energi fosil batubara.

    Baca: IESR rekomendasikan operasional PLTU batu bara segera diakhiri

    Pembangunan pompa air tenaga surya seperti yang dilakukan warda Desa Timbulsloko ini diharapkan bisa menjadi model demokrasi energi.

    Model demokrasi ekonomi ini memberi kesempatan pada masyarakat bisa saling bahu membahu membangun pembangkit energi terbarukan, untuk mencukupi berbagai macam kebutuhan masyarakat, termasuk air bersih di manapun dan dalam kondisi tersulit sekalipun. 

    “Listrik, air bersih, semuanya kan hak manusia ya. Jadi saya selalu bilang bahwa di dunia ini tidak sempurna, tapi ini lebih baik dan harus dilakukan,” ucap Citra Subiakto, fashion enthusiast yang turut terlibat dalam pengadaan panel tenaga surya di Desa Timbulsloko.

    Baca: Indonesia mulai serius jajaki pengembangan energi hidrogen

     

     

  • Layanan Transportasi untuk Haji Lansia dan Penyandang Disabilitas Dinilai Kurang Memadai

    Layanan Transportasi untuk Haji Lansia dan Penyandang Disabilitas Dinilai Kurang Memadai

    7cloud.asia – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily saat meninjau fasilitas transportasi bagi jamaah haji di Mekkah, menemukan fasilitas bus bagi jamaah haji lansia dan penyandang disabilitas kurang memadai.

    Sebanyak 25 bus bagi haji lansia dan penyandang disabilitas dinilai belum cukup, dan diharapkan ke depan disiapkan sistem transportasi yang ramah lansia-penyandang disabilitas agar petugas tak perlu sampai bersusah-payah menggendong jamaah.

    “Dari hasil penelusuran dan pengawasan kita terhadap pelayanan transportasi ini harus diakui bahwa belum sepenuhnya ramah terhadap haji lansia, kenapa? Karena jumlah bus yang ramah lansia ini masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bus yang disediakan melayani jamaah haji secara umum,” ujar Ace Sabtu (24/6/2023) sebagaimana dikutip Parlementaria.

    Baca: Gagal lunasi ONH, ratusan calon haji batal ke tanah suci

    Diketahui, di Terminal Jiad, Timwas Haji DPR bertemu dengan Kaposko dan Wakaposko terminal. Timwas menggali banyak hal soal pelayanan antarjemput jemaah haji.

    Wakaposko Terminal Jiad, Amrun, menjelaskan hari itu hanya tersedia 10 bus salawat untuk antarjemput jamaah haji kloter terakhir, yang berasal dari kuota tambahan haji.

    Sebelumnya ada 452 bus yang tersedia, namun saat ini, menurut Amrun, sudah diparkir di wilayah Mina. Oleh karena memang Pemerintah Saudi sudah membatasi transportasi jamaah menjelang puncak haji.

    Baca: Ibadah haji sudah ada jauh sebelum islam berkembang

    Di sisi lain, fasilitas bagi jamaah haji penyandang disabilitas pun dinilai masih belum memadai, khususnya yang menggunakan kursi roda.

    Amsur menjelaskan jamaah yang berkebutuhan khusus dibantu petugas naik turun bus dengan cara digendong.

    “Kita gendong, Pak, naik turun kita gendong. Kalau petugas di dalam bus memang tidak ada, tapi saat naik dan turun di hotel dan di terminal ini ada petugas yang bantu gendong, Pak. Cuma memang jemaah kebanyakan nggak mau nunggu bus itu, pengennya cepat-cepat, jadi kami bantu gendong,” tutur Amsur. 

    Baca: Mengenal ritual ziarah umat Budha bernama Thudong

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi berharap, ke depannya, pemerintah perlu lebih optimal dalam penanganan dan penguatan fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada di Makkah, khususnya dalam melayani jamaah haji Lansia. 

    Hal ini karena jumlah jemaah haji dari kelompok lansia cukup besar. 

    Tahun ini saja, jamaah Haji Lansia itu kan sampai 30 persen. Kita tidak bisa bayangkan tahun depan dengan antrean yang begitu panjang, jamaah Lansia bisa meningkat 40 persen. Untuk itu perlu perhatian serius dari pemerintah untuk persiapan tahun depan dengan jamaah haji Lansia lebih banyak,” ujar Ashabul Kahfi. 

    Baca:  Ribuan bahasa terancam punah karena makin jarang digunakan

    Ashabul menambahkan, penghapusan pendamping haji yang diberlakukan tahun ini perlu dikaji kembali, terutama untuk mendampingi jamaah haji Lansia.

    Sebab, tambahnya, kalau mengandalkan petugas haji yang jumlahnya juga sedikit, ini sangat tidak mungkin melayani semua.

    “Coba nanti evaluasi bersama, apakah pendamping haji ini akan kita adakan kembali pada tahun depan, mengingat kuota antrean yang begitu panjang ini juga jadi kendala,” imbuh Politisi Fraksi PAN ini.

    Baca:  Salon sapi ramai menjalng hari raya Idul Adha

    Ashabul menilai, secara umum kontribusi para tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di KKIH Madinah sudah optimal, karena sudah bekerja keras siang-malam tanpa kenal lelah untuk melayani pasien.

    Terlebih, tambahnya, terdapat pengurangan Nakes yang semula berjumlah 23 menjadi 13 orang.

    ”Tadi kami sudah melihat di sejuah kamar-kamar (perawatan) cukup banyak yah pasien, kurang lebih 100 orang yang hari ini dirawat dan semuanya Lansia. Penyakitnya yang diderita antara lain yang hipertensi, batuk, dimensia dan ada macam -macam lain. Tapi intinya mereka adalah rata -rata jamah haji Lansia,” tutupnya.

  • Risiko Pengrusakan Hutan Meningkat, Isu Lingkungan Harus Jadi Perhatian Jelang Pemilu 2024

    Risiko Pengrusakan Hutan Meningkat, Isu Lingkungan Harus Jadi Perhatian Jelang Pemilu 2024

    7cloud.asia – Perlindungan lingkungan hidup dalam rangka menanggulangi krisis iklim, termasuk perlindungan hutan serta lahan dan hak-hak masyarakat adat serta kelompok rentan, harus menjadi perhatian dalam momen Pemilu 2024.

    Komitmen para calon legislatif dan eksekutif terhadap perlindungan lingkungan perlu tercermin tidak hanya selama periode pencalonan, tetapi harus berlanjut pasca Pemilu 2024.

    Pemerintah saat ini juga perlu berkomitmen tinggi untuk mencegah “obral” izin pembukaan lahan yang kerap terjadi pada tahun-tahun politik sebelumnya.

    “Saat ini, Indonesia akan menghadapi momentum politik menjelang 2024. Hal ini menjadi peluang untuk menentukan dan memilih pemimpin yang dapat merealisasikan agenda perlindungan lingkungan hidup, hutan dan lahan serta pengendalian krisis iklim.” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan Nadia Hadad saat membuka diskusi “Menjaga Hutan Tersisa” Nasib Hutan di Momen Politik 2024 pada 15 Juni 2023 lalu.

    Baca: Indonesia termasuk negara dengan hutan terluas di dunia

    Direktur Eksekutif Forest Watch Indonesia, Mufti Barri mengungkapkan kekhawatirannya tentang tren pembukaan hutan saat kontestasi politik. Forest Watch mencatat, di beberapa Pemilu sebelumnya terjadi pelepasan hutan dalam jumlah besar.

    “Ini terjadi pada zaman Soeharto dan SBY. Di akhir era orde baru dan pemerintahan SBY terjadi pelepasan hutan sekitar 275 ribu ha (Orde Baru) dan sekitar 291 ribu ha (SBY) sesaat sebelum pergantian presiden,” tutur Mufti saat menjadi pemantik diskusi. 

    Untuk itu, Ia berharap hutan tidak lagi dikorbankan untuk pundi-pundi politik guna biaya kampanye. Pihaknya akan  terus memantau 2-3 bulan sebelum dan setelah Pemilu 2024 dan Pilkada serentak dilakukan. 

    “Kami juga berharap Menteri LHK yang sekarang tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh menteri-menteri sebelumnya yang melakukan pelepasan kawasan hutan di detik-detik terakhir sebelum rezimnya berakhir,” tambah Mufti Bahri.

    Baca: Perdagangan karbon ditata-ulang untuk maksimalkan pendapatan negara

    Sementara, Program Assistant Hutan dan Iklim Yayasan Madani Berkelanjutan, Salma Zakiyah memaparkan, saat ini terdapat sekitar 9,7 juta hektare hutan alam Indonesia yang mendesak untuk segera dilindungi agar Indonesia dapat mencapai komitmen iklim. 

    “Hutan alam ini berada di luar izin/konsesi dan belum masuk ke area perlindungan dari izin baru atau moratorium hutan permanen,” kata Salma.

    Salma menegaskan, hutan alam di dalam izin dan konsesi eksisting harus menjadi perhatian khusus karena rentan mengalami deforestasi dan degradasi hutan.

    Salma memaparkan, berdasar analisis Madani Berkelanjutan,  saat ini terdapat 16,6 juta ha hutan alam berada di area izin PBPH-HA (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan pada Hutan Alam), 3,5 juta ha berada di area konsesi minerba.

    Sedangkan 3,1 juta hektare lainnya berada di area izin perkebunan sawit, dan 3 juta ha berada di area PBPH-HT (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan pada Hutan Tanaman).

    Baca: DPR Usulkan insentif untuk daerah penghasil oksigen

    Apabila hutan alam yang berada di dalam izin-izin tersebut tidak diselamatkan, Indonesia akan sulit untuk mencapai target iklim di sektor kehutanan dan lahan serta target FOLU Net Sink 2030.

    Regina Bay, Perwakilan Masyarakat Adat Namblong di Lembah Grime, Jayapura, bercerita tentang tanah adatnya seluas 32 ribu hektare yang digusur sebuah perusahaan.

    Ia menuturkan bagaimana proses penggusuran dilakukan secara sepihak oleh Kepala Suku yang dibujuk, padahal masyarakat tidak menerima pemberitahuan apapun.

    Ia menambahkan, masyarakat setempat kini menghadapi ancaman tenggelamnya wilayah Masyarakat Adat Namblong di Lembah Grime jika hutan di lembah tersebut habis.

    “Dan kami lebih khawatir lagi jika pemimpin yang terpilih nanti lebih pro pada pengusaha,” cetus Regina Bay.

    Baca : Sudahkan kebijakan memihak kepada nelayan yang terdampak kerusakan lingkungan

    Yuyun Indradi, Direktur Eksekutif Trend Asia, mempertanyakan political will pemerintah dalam melindungi lingkungan dan manusia, selain dari pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan,

    Penegakan hukum menjadi kunci untuk dapat mengimplementasikan safeguard meskipun standar safeguard yang ada di Indonesia saat ini masih sangat lemah.

    Ekonomi dan kepentingan investasi masih menjadi panglima dan belum memperhitungkan aspek sosial dan lingkungan. Dan sejarah seperti berulang, harapan Presiden yang pro-hutan atau lingkungan masih tipis. Untuk itu perlu suara kencang dari pemilih pemula untuk melawan perusakan hutan,” kata Yuyun Indradi. 

     

  • BPBD Riau Ajukan Tambahan Helikopter untuk Atasi Karhutla

    BPBD Riau Ajukan Tambahan Helikopter untuk Atasi Karhutla

    “Seperti di Kabupaten Kuantan Singingi yang sebelumnya belum terjadi karhutla justru kini sudah ditemukan Karhutla pada lahan seluas dua Hektare,” kata Kepala pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal di Pekanbaru, Sabtu (25/6/2023) kemarin.
     
    Baca: BRIN ingatkan puncak El Nino mulai terjadi Juni ini

    Ia mengatakan karhutla yang terjadi di Kuantan Singingi seluas dua hektare itu sudah berhasil dipadamkan karena karhutla ini terjadi di tanah mineral.

    Ia menjelaskan bahwa kini untuk kegiatan water boombing atau pemadaman lewat udara pihaknya sudah mendapatkan bantuan tiga unit helikopter water boombing.

    “Akan tetapi dikarenakan saat ini intensitas karhutla di Riau meningkat maka kita perlu mengajukan tambahan tiga helikopter water boombing. Surat pengajuan juga sudah ditandatangani Gubernur Riau pak Syamsuar,” katanya.

     
    Baca: Dampak El Nino, sejumlah daerah mulai alami kekeringan

    Dilansir Antaranews.com, berdasarkan laporan dari BPBD kabupaten/kota tercatat bahwa saat ini ada daerah yang sudah dua pekan tidak mengalami hujan. Dengan demikian potensi Karhutla sangat tinggi di seluruh wilayah Provinsi Riau.

    Berdasarkan data per 1-19 Juni 2023 tercatat 762 titik panas atau hotspot yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Lahan yang telah padam adalah seluas 565,26 hektare.

     
    Sebelumnya BMKG juga telah mengingatkan puncak El Nino akan terjadi pada bulan Juni-Juli ini sehingga warga diminta waspada. 
     
    Baca: Tercatat lebih 130 kebakaran hutan dan lahan selama Mei-juni 2023

  • Studi Mengungkap Tidur Siang Sejenak Bagus untuk Kesehatan Otak

    Studi Mengungkap Tidur Siang Sejenak Bagus untuk Kesehatan Otak

    7cloud.asia – Menyisihkan waktu untuk sejenak tidur siang di tengah kesibukan terbukti membantu otak kita bekerja lebih baik dan tetap berukuran lebih besar.

    Penelitian yang dilakukan dari tim  Universitas College London, Inggris menunjukkan otak orang yang suka tidur siang berukuran 15 centimeter kubik lebih besar dari biasanya.

    ‘Kelebihan’ ukuran otak orang yang suka tidur siang ini setara dengan perlambatan dalam penuaan selama tiga hingga enam tahun.

    Baca: Ini yang terjadi jika kita tak cukup tidur

    Namun, para ilmuwan menyarankan sebaiknya waktu tidur siang dibatasi menjadi kurang dari setengah jam.

    Meski begitu, mereka cukup sadar betapa sulitnya mencari waktu tidur siang di tengah jam kerja yang padat, terutama dengan budaya kerja yang menilai tidur di tengah pekerjaan adalah hal tabu.

    “Kami menilai bahwa kemungkinan semua orang bisa mendapat manfaat dari tidur sejenak,” kata Dr Victoria Garfield. Ia mendeskripsikan hasil penelitiannya sebagai sesuatu yang “cukup baru dan cukup menakjubkan”.

    Baca: Kenali bipolar, penyebab dan cara menanganinya

    Tidur siang telah terbukti memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan manusia saat masih bayi.

    Namun, frekuensi tidur siang semakin berkurang selama bertumbuh dewasa, kemudian menjadi lebih sering setelah masa pensiun. Sekitar 27 persen orang berusia 65 tahun ke atas mengaku sempat tidur siang.

    Dr Garfield mengatakan tidur siang merupakan “sesuatu yang mudah“ dibandingkan menurunkan berat badan atau berolahraga yang ia nilai “sulit [dilakukan] oleh banyak orang“.

    Baca: Olah raga di sore hari bagus untuk penyintas diabetes tipe 2

    Otak kita mengecil seiring usia kita bertambah, tetapi apakah tidur siang dapat membantu mencegah risiko terkena penyakit seperti Alzheimer masih membutuhkan lebih banyak riset.

    Secara keseluruhan, kesehatan otak penting untuk melindungi manusia dari demensia dan penyakit itu berkorelasi dengan terganggunya waktu tidur.

    Para ilmuwan menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat merusak otak secara perlahan dengan mengakibatkan peradangan dan mempengaruhi hubungan antarsel otak.

    “Sehingga, tidur siang secara reguler dapat melindunginya dari degenerasi saraf dengan melengkapi waktu tidur yang kurang,“ kata peneliti Valentina Paz.

     

    Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Walau begitu, Dr Garfield kurang berminat untuk mencari tempat nyaman dan tidur siang sejenak di tengah pekerjaannya. Ia lebih memilih cara-cara lain untuk merawat otaknya.

    “Sejujurnya, saya lebih memilih berolahraga selama 30 menit daripada tidur siang. Saya mungkin akan berusaha membujuk ibu saya untuk melakukan itu [tidur siang].“

    Tidur siang sejenak mungkin dapat meningkatkan kesehatan Anda, tetapi sebaliknya pun dapat terjadi. Sebab, jika kesehatanmu kurang baik maka Anda akan cenderung tidur lebih sering.

    Maka, para peneliti menggunakan metode yang cerdas untuk membuktikan tidur siang memiliki dampak positif.

     

    Baca: Kondisi lingkungan pengaruhi penyembuhan pasien asma

    Mereka melakukan pengujian alami raksasa dengan menggunakan DNA -yakni kode genetik- yang ada sejak manusia lahir.

    Penelitian-penelitian sebelumnya telah menemukan 97 potongan DNA yang dapat membuktikan apakah pemilik DNA itu lebih sering tidur sejenak ataupun mereka terus menjalani harinya tanpa henti.

    Tim riset itu mengambil data dari 35.000 orang, berusia antara 40 sampai 69 tahun, yang ikut serta dalam proyek Biobank Inggris dan membandingkan antara kode genetika milik orang yang sering tidur siang atau tidak.

     

    Baca: Bahaya sepsis pada orang yang mengalami obesitas

    Hasil penelitian, yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health menunjukkan adanya perbedaan ukuran otak sebanyak 15 sentimeter kubik – atau setara dengan penambahan usia hidup 2,6 hingga 6,5 tahun.

    Total volume otak adalah sekitar 1.480 centimeter kubik dalam penelitian itu.

    “Saya suka tidur sejenak pada hari libur dan penelitian ini membuktikan pada saya bahwa saya tak perlu merasa malas saat tidur siang, karena itu dapat melindungi otak saya,” kata Professor Tara Spires-Jones dari Universitas Edinburgh dan presiden dari Asosiasi Ilmu Saraf Inggris.

    Baca: Protokol kesehatan di masa endemi Covid-19

     

    Ia mengatakan penemuan “menarik” dari penelitian itu menunjukkan penambahan “kecil tetapi signifikan terhadap volume otak” dan “menambah kumpulan fakta yang menunjukkan tidur itu penting bagi kesehatan otak”.

    Para peneliti tidak mencoba membuktikannya dengan tidur siang lama di tengah keseharian mereka, tetapi fakta secara sains menunjukkan waktu tidur siang itu perlu dibatasi hingga tidak lebih dari setengah jam.

     

    Sumber: BBC Indonesia, baca artikel asli di sini

  • Daftar Tunggu Haji Panjang Picu Banyaknya Haji Lansia

    Daftar Tunggu Haji Panjang Picu Banyaknya Haji Lansia

    7cloud.asia – Daftar tunggu haji di wilayah Sulawesi Selatan tercatat sebagai daftar tunggu pemberangkatan calon jemaah haji paling lama se-Indonesia.

    Sebagai info, daftar tunggu haji atau daftar tunggu pemberangkatan calon jemaah haji di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang mencapai 49 tahun.

    Kondisi ini menjadi perhatian anggota DPR karena lamanya daftar tunggu haji ini menimbulkan masalah daftar antrian haji yang sangat panjang.

    Baca: Ratusan calon haji gagal berangkat ke Tanah Suci

    Jika seseorang mulai mendaftar haji pada usia 25 tahun, maka ia baru akan berangkat haji di usia 70 tahun lebih. 

    “Ini berimplikasi juga pada tingginya angka Lansia. Katakanlah, saat dia mendaftar pada usia 45 tahun, terus menunggunya 30 tahun, otomatis kan waktu dia berangkat sudah lansia ini. Saya pikir ini perlu menjadi perhatian bersama pemerintah dan kami di Komisi VIII DPR untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi saat mengunjungi Jemaah Haji embarkasi Sulawesi Selatan di Shisyah, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (25/6/2023).

    Menurut Legislator Dapil Sulsel I Ini, pihaknya akan mendorong agar mencari solusi untuk mengurangi daftar tunggu haji yang sangat panjang ini.

    Baca: Seperti ini layanan untuk haji lansia dan disabilitas

    Ia mengusulkan, agar ke depan daftar tunggu haji tidak lagi per daerah, tapi bisa ditarik ke tingkat Provinsi. Sehingga dengan demikian bisa mengurangi antrean daftar haji.

    “Selain itu, ada juga kebijakan untuk yang sudah berhaji dua kali boleh berhaji lagi setelah 10 tahun. kita harapkan juga, bagi mereka yang sudah berhaji mungkin cukuplah kita beri kesempatan kepada saudara-saudara kita yang lain,” ucap Ashabul.

    Politisi F-PAN ini menambahkan, untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu haji ini, Indonesia juga bisa bernegoisasi mengambil kuota haji dari negara-negara lain yang tidak digunakan.

    Baca: Ibadah haji sudah ada jauh sebelum Islam berkembang

    Menurut Ashabul, hal itu bisa dibicarakan antara pemerintah Indonesia dengan pihak kerajaan Arab Saudi nantinya.

    “Tetapi perlu diingat, jika ada penambahan kuota, ini juga saling terkait dengan kesiapan pemerintah untuk memenuhi penambahan kuota tersebut. Misalnya, kesiapan untuk kateringnya, transportasi dan kesehatan serta lainnya,” imbuh Ashabul.

    Seperti diketahui, Indonesia rata-rata mendapatkan kuota 220.000an jemaah haji per tahunnya. Kecuali saat terjadi pandemi Covid-19 lalu, di mana kuota haji di bawah 100.000 orang.

    Baca: Mengenal ritual thudong, ziarahnya umat Budha ke Borobudur

    Sementara jumlah muslim yang sudah mendaftar haji mencapai puluhan juta orang, sehingga mengakibatkan daftar tunggu haji yang panjang.

    Berdasarkan data terbaru, daftar tunggu haji atau waiting list haji Indonesia jika mendaftar tahun 2023 ini diperkirakan akan diberangkatkan antara 11 tahun sampai 47 tahun.

    Daftar tunggu haji ini berbeda-beda tergantung daerah tempat calon haji mendaftar. Ada 24 provinsi yang dihitung berdasarkan kuota provinsi. Di luar itu, terdapat 128 kota/kabupaten yang tidak menggunakan kuota provinsi, melainkan kuota kota/kabupaten.

  • Empat Provinsi Penyumbang Angka Stunting Terbesar Ada di Jawa

    Empat Provinsi Penyumbang Angka Stunting Terbesar Ada di Jawa

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan atau Kemenkes melaporkan hingga 2021 ada lima provinsi yang memiliki jumlah kasus stunting terbanyak.

    Lima provinsi ini menyumbang 51 persen kasus stunting nasional, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara.

    “Kalau lima provinsi itu bisa menurunkan stunting, maka kasus stunting secara nasional akan terjadi penurunan,” kata Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Maria Endang Sumiwi di Jakarta, Minggu (25/6/2023)

    Dalam Rapat Kerja Nasional BKKBN pada Januari lalu Kemenkes melaporkan, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022.

    Secara jumlah yang paling banyak penurunan angka stunting adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten.

    Baca: Kiat Jawa Tengah turunkan stunting

    Seperti diinformasikan sebelumnya, Presiden Jokowi sempat menyoroti penggunaan dana pengentasan stunting. Dalam pemantauannya, Jokowi menemukan hanya 20 persen dana stunting yang diterima oleh mereka yang membutuhkan. 

    Stunting menjadi perhatian pemerintah pust, karena penurunan stunting sangat besar pengaruhnya dalam menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045. Apalgi pada 2030 ini, Indonesia akan mengalami bonus demografi.

    Kemenkes juga melaporkan berbagai capaian terkait penurunan angka stunting, di mana sebanyak 14 provinsi telah melebihi target pemantauan pertumbuhan balita mencapai 80 persen.

    Sedangkan pemberian ASI eksklusif baru tujuh provinsi yang telah mencapai target 75 persen di kuartal 1, yaitu Aceh, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Lampung, dan Yogyakarta.

    Pemberian MP-ASI pada anak usia 6–23 bulan mulai dilaporkan Kemenkes pada kuartal 3 tahun ini.

    Baca: Jokowi gemas, dana pengentasan stunting habis untuk rapat dan perjalanan dinas

    Kemenkes juga melaporkan terdapat delapan provinsi yang berhasil mengatasi masalah balita kurang gizi tambahan dengan angka cakupan melebihi target 85 persen.

    Terkait laporan imunisasi dasar lengkap, semua provinsi belum mencapai target 22,5 persen di kuartal 1 tahun ini.

    Terakhir, adalah desa dan kelurahan stop buang air besar sembarangan atau BABS. Ada 10 provinsi telah melebihi target 80 persen di kuartal 1, ada juga dua provinsi berhasil mencapai angka 100 persen bebas dari BABS yaitu Yogyakarya dan NTB.

    Dalam laporan Kemenkes itu juga disebutkan dua dari 11 komponen pelaksanaan program intervensi spesifik tengkes atau stunting di Indonesia telah melampaui pemenuhan target pada triwulan pertama tahun ini, kata seorang pejabat di Kementerian Kesehatan RI.

    “Pada triwulan pertama, dari 11 intervensi spesifik baru dua intervensi yang pelaksanaannya sudah tercapai bahkan melebihi target,” kata Maria

    Baca: Pemerintah targetkan angka kemiskinan turun ke 7,5 persen pada 2024

    Dua intervensi yang dimaksud adalah konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri dengan capaian 57,7 persen dari target nasional 12,5 persen, dan konsumsi tablet penambah darah pada ibu hamil sebanyak 66 persen dari target triwulan pertama 20 persen.

    Pelaksanaan program intervensi spesifik stunting yang kini masih dikejar adalah skrining anemia, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronik (KEK).

    Intervensi spesifik stunting lainnya berupa pemantauan pertumbuhan balita, ASI eksklusif, pemberian MPASI kaya protein hewani bagi  baduta (bayi berusia dua tahun), tata laksana balita dengan masalah gizi.

    Intervensi juga dilakukan dengan peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi, edukasi remaja ibu hamil dan keluarga termasuk program bebas buang air besar sembarangan (BABS).

    Baca: Kemiskinan ekstrem ditargetkan hilang pada 2024

    Maria Endang mengatakan hingga saat ini belum ada satu pun provinsi yang telah mencapai target skrining anemia yang ditetapkan sebesar 70 persen di kuartal 1 tahun ini.

    Sedangkan konsumsi tablet penambah darah remaja putri, sudah 36 dari 38 provinsi yang telah melebihi target 12,5 persen dengan rata-rata 57 persen. Dua provinsi lainnya masih harus mengejar target 12,5 persen antara lain Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

    Untuk pemeriksaan kehamilan ditargetkan mencapai 20 persen. Tapi, dari 38 provinsi hanya Banten (20,45 persen) dan DKI Jakarta (20,13 persen) yang telah mencapai target tersebut.

    “Intervensi pemeriksaan kehamilan ini dilakukan minimal enam kali di fasilitas kesehatan,” katanya.

    Baca: Tiga poin penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas

    Untuk ibu hamil mengonsumsi tablet penambah darah sedang dikejar di 37 provinsi, khususnya di Papua Barat Daya yang kini mencapai 16,89 persen.

    Untuk pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil ada 18 provinsi ya.g telah melebihi target 87,5 persen pada kuartal 1 tahun ini.

    Sementara Kementerian Agama beberapa waktu lalu juga mengeluarkan kebijakan guna mencegah stunting.

    Tiga bulan sebelum menikah, calon pengantin harus diperiksa dulu kalau ada anemia dan kurang gizi diimbau menunda kehamilan dulu demi kesehatan ibu dan bayi sampai gizi tercukupi.

  • Petani Kopi Kehilangan Produksi Akibat Perubahan Iklim

    Petani Kopi Kehilangan Produksi Akibat Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Studi memperkirakan bahwa perubahan iklim akan menurunkan produktivitas pertanian di negara berkembang sebesar 10-20% selama 40 tahun ke depan.

    Menurut kajian tim peneliti BRIN, salah satu dampak perubahan iklim di Indonesia adalah durasi musim hujan lebih panjang. Lamanya bisa mencapai 49 hari di Indonesia bagian selatan. Dampak ini juga dirasakan petani kopi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Seperti apa dampak perubahan iklim mempengaruhi petani kopi, berikut hasil kajian BRIN yang laporannya ditulis , Peneliti Ahli Madya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

    Tulisan yang telah diterbitkan di The Conversation ini merupakan sebagian dari hasil riset yang dibiayai oleh Rumah Program OR IPSH BRIN Tahun 2022. Mari kita simak selengkapnya.

    Kopi merupakan salah satu jenis tanaman primadona di Indonesia. Sebagai negara pengekspor terbesar ke-4 di dunia–setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia–biji kopi asal Indonesia menjangkau negara-negara Eropa, negara-negara Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

    Minum kopi pun menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia, ditandai dengan tumbuhnya kafe-kafe baru di berbagai daerah.

    Bermacam fakta di atas seharusnya berdampak positif pada petani sebagai salah satu aktor utama dalam mata rantai penjualan kopi. Namun, penelitian kami di Jawa Barat nyatanya menunjukkan hasil yang miris.

    Usai bergulat dengan penurunan permintaan di masa pandemi, para petani langsung disambut dengan dampak perubahan iklim yang kian nyata. Produksi mereka kemudian turun drastis.

    Baca: Kisah sukses petani pisang di Kalimantan Timur

     

    Lepas pandemi, diterjang anomali cuaca

    Kami melaksanakan wawancara terstruktur dan mendalam dengan 219 responden petani kopi di Jawa Barat pada 2022. Provinsi ini banyak menerapkan kegiatan perhutanan sosial berbasis kopi.

    Menurut para responden kami, pandemi tidak menghalangi aktivitas petani dalam kegiatan budidaya sampai pemanenan. Namun, pembatasan aktivitas masyarakat membuat permintaan kopi menurun khususnya oleh kafe-kafe sebagai salah satu pembeli kopi mentah dari petani.

    Dampaknya: harga jual kopi menurun, pun pendapatan petani. Di puncak pandemi pada 2021, misalnya, ceri kopi para petani yang biasanya dihargai hingga Rp 9.500/kg hanya laku di kisaran Rp 5.000/kilogram.

    Meredanya pandemi pada 2022 tak terlalu mengubah keadaan. Pasalnya, pertanian kopi mulai terimbas perubahan iklim.

    Studi memperkirakan bahwa perubahan iklim akan menurunkan produktivitas pertanian di negara berkembang sebesar 10-20% selama 40 tahun ke depan. Menurut kajian tim peneliti BRIN, salah satu dampak perubahan iklim di Indonesia adalah durasi musim hujan lebih panjang. Lamanya bisa mencapai 49 hari di Indonesia bagian selatan.

    Baca: Petani milenial di Jawa Barat gunakan teknologi untuk dongkrak produksi

    Kondisi cuaca yang tidak menentu, misalnya hujan ekstrem di musim kemarau, menyebabkan sebagian kopi gagal berbunga. Imbasnya, kopi gagal berbuah sehingga angka produksi menurun drastis.

    Meskipun secara nasional jumlah produksi kopi meningkat, para petani yang kami wawancarai di Jawa Barat (seperti di Kabupaten Garut, Bandung, dan Ciamis) menyatakan bahwa produksi mereka menurun antara 20%-80%.

    Pertumbuhan produksi nasional didominasi oleh produksi kopi dari Sumatra. Daerah tersebut bisa jadi memiliki perbedaan iklim mikro dengan petani di Jawa Barat.

    Penurunan produksi sebenarnya membuat suplai menipis di pasar sehingga mengerek naik harga produk kopi. Sayangnya, banyak petani yang tidak menikmati kenaikan harga. Anjloknya hasil panen karena perubahan iklim sulit diperbaiki karena akses mereka ke pupuk masih terbatas.

    Pada saat pandemi, pupuk tersedia dengan harga normal. Namun, pupuk tidak terjangkau karena pendapatan petani menurun sehingga belanja lebih difokuskan untuk konsumsi rumah tangga.

    Sebaliknya, pascapandemi pupuk menjadi susah diperoleh. Kalaupun ada, harganya lebih mahal. Pupuk yang paling banyak dibutuhkan oleh petani kopi berjenis urea dan NPK.

    Ada beberapa masalah yang jadi biang keladi. Dunia memang tengah mengalami krisis pupuk akibat Perang Rusia-Ukraina. Sebab, Rusia merupakan penyuplai 30% fosfor dan kalium yang menjadi bahan baku NPK.

    Wawancara kami juga menemukan masalah distribusi pupuk subsidi yang diduga tidak tepat sasaran. Ini terlihat dari bagaimana petani yang berhak menerima pupuk dengan harga subsidi harus membayar dengan harga normal karena pupuk subsidi tidak tersedia. Sementara, suplai justru tersedia bagi kelompok tani lain di daerah yang sama yang tak membeli pupuk.

    Baca: Petani di Magelang mulai tinggalkan tembakau

    Pekerjaan rumah untuk pemerintah

    Permasalahan budi daya yang dihadapi petani selama dan pascapandemi, ditambah dengan dampak perubahan iklim, membuat petani kopi kelimpungan. 

    Studi pun mengamini petani swadaya di negara berkembang kerap kesulitan mengatasi dampak perubahan iklim karena mereka tidak memiliki sumber daya untuk mencari pemasukan tambahan demi menjamin kesejahteraan keluarga mereka.

    Oleh karena itu, perlu campur tangan pemerintah mengatasi berbagai permasalahan yang mereka hadapi.

    Pemerintah, misalnya, perlu memperkuat pengawasan untuk memastikan distribusi pupuk yang tepat sasaran. Titik-titik kerawanan penyimpangan perlu diberantas. Perlu ada sanksi tegas terhadap penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi.

    Di sisi lain, kelembagaan petani juga perlu penguatan. Berdasarkan wawancara, saat ini posisi tawar petani dalam penentuan harga jual kopi sangat rendah. Pembeli, yang mayoritas adalah pedagang besar, memiliki kuasa yang besar dalam menentukan harga.

    Lantaran margin yang kecil, petani hanya sedikit merasakan manfaat kenaikan harga kopi. Sebaliknya, adanya penurunan harga akan langsung menghantam perekonomian mereka karena minimnya modal usaha untuk memupuki tanaman.

    Oleh sebab itu, perlu dibentuk lembaga yang berfungsi menstabilkan harga kopi di tingkat petani, misalnya dengan menampung produk pada saat panen raya.

    Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil oksigen

    Meski demikian, upaya mengatasi dampak perubahan iklim dan instabilitas harga jual dan harga sarana produksi pertanian tidak selamanya dapat bergantung pada pemerintah. Petani harus didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi mereka dengan pengolahan lanjutan.

    Pengolahan produk memberikan dua keuntungan sekaligus. Pertama, meningkatkan harga jual dan margin keuntungan yang lebih besar.

    Kedua, adanya penyerapan tenaga kerja selama proses pengolahan kopi meliputi proses pengupasan, pengeringan, pembuatan bubuk kopi, bahkan penjual produk kopi siap saji.

    Pemerintah dan swasta dapat membantu penyediaan mesin pengolah kopi dengan skema hibah atau pinjaman berbunga rendah. Perlu bantuan lembaga keuangan resmi pemerintah selama proses ini.

    Soalnya, petani cenderung langsung menjual kopi setelah panen untuk mendapatkan uang tunai.

    Perubahan iklim merupakan sebuah keniscayaan. Bukan tidak mungkin hal yang sama bisa menimpa petani-petani kopi lain di Indonesia. Yang dapat kita lakukan adalah beradaptasi dan meredam dampaknya, serta meningkatkan ketangguhan petani kecil kita.

    Penulis berterimakasih kepada Dr. Sanudin dan Eva Fauziyah, M.Sc. (peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN) yang telah berkontribusi terhadap tulisan ini.

  • Bukan Hanya Kebun Raya Bogor, Berikut Sejumlah Kebun Raya yang Layak Kamu Kunjungi

    7cloud.asia – Kebun raya menjadi salah satu pilihan orang untuk berwisata. Selain menikmati udara segar, dengan mengunjungi kebun raya kamu juga dapat menyaksikan beragam jenis pohon dan tanaman yang unik dan juga langka.

    Dan, Indonesia memiliki tidak kurang dari 46 Kebun Raya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi, serta 5 Kebun Raya yang dikelola oleh BRIN.

    Berikut 6 rekomendasi kebun raya yang bisa menjadi sarana edukasi dan rekreasi buat kamu kunjungi bersama keluarga!

    Tak hanya menikmati keindahan alam dan keanekaragaman faunanya, berkunjung ke kebun raya kita juga bisa mencicipi aneka makanan khas setempat.

    Baca: Daftar geopark di Indonesia yang bisa kamu kunjungi

    1 | Kebun Raya Samosir, Sumatera Utara

    Di sini kamu bisa menikmati keindahan pegunungan di atas kaldera terbesar di dunia, Kawasan kebun raya Samosir ini memiliki luas sekitar 100 hektare ini, menyimpan keindahan luar biasa berupa lanskap alam yang berada di sekitar Danau Toba.

    Kita bisa melihat berbagai koleksi pepohonan dan tumbuhan yang sangat lekat dengan budaya Batak, seperti tanaman untuk obat-obatan, pewarna alami untuk membuat kain ulos, berbagai jenis rempah dan buah-buahan, serta beberapa jenis pohon pinus endemik.

    Bangunan yang ada di sekitar kebun raya ini juga memiliki arsitektur dan ornamen yang disesuaikan dengan filosofi adat Batak, misalnya ukiran cicak yang berarti kesetiaan. 

    Nah, saat mengunjungi Samosir, jangan lupa untuk mencicipi hidangan ikan mas arsik. Hidangan ini dimasak dengan 16 jenis rempah dan merupakan salah satu hidangan khas Batak Toba yang sangat populer. 

    Baca: Daftar 5 museum batik yang asyik 

    2 | Kebun Raya Bogor, Jawa Barat


    Jika ingin menghabiskan waktu dengan bersantai di bawah pepohonan rindang dengan udara sejuk yang segar, kita bisa datang ke Kebun Raya Bogor atau yang juga dikenal dengan nama Kebun Botani Bogor.

    Kebun raya yang terletak di kaki Gunung Salak ini menyimpan 400 jenis pohon palem, 5.000 jenis pepohonan tropik dari berbagai negara, 3.000 jenis anggrek dan ribuan jenis tanaman lainnya. 

    Di sekitar lokasi kebun raya, kita dapat menikmati kuliner lokal khas kota Bogor juga, lho. Pedagang makanan kaki lima biasanya menjajakan soto mi, tauge goreng dan juga asinan Bogor. Selain rasanya yang lezat, harganya pun sangat bersahabat.

    Baca: Ijen Geopark masuk anggota Geopark UNESCO

    3 | Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat

    Masih berlokasi di Jawa Barat, tepatnya di Cipanas kabupaten Cianjur, kita akan dimanjakan dengan berbagai koleksi jenis bunga, taman lumut, pakis dan pohon yang tumbuh rimbun di Kebun Raya Cibodas.

    Tempat dengan topografi lahan yang berbukit-bukit di kebun raya Cibodas ini, sangat nyaman untuk bersantai sembari menghabiskan waktu bersama keluarga.

    Di sana juga terdapat kedai-kedai makanan yang bisa Sobat Pesona dan keluarga kunjungi untuk mencicipi berbagai kuliner lokal khas Cianjur. Beberapa menu yang tersedia antara lain seperti, geco, bubur Cianjur dan bandrek yang cocok untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca yang dingin. 

    Baca: Wisata pohon raksasa di Agam, Sumatera Barat
     

    4 | Kebun Raya Kuningan, Jawa Barat

    Kebun Raya Kuningan berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Di sini kita bisa menikmati keindahan kebun raya terbesar di Indonesia yang memiliki luas lahan sekitar 156 hektare.

    Kita juga akan dibuat kagum dengan areal perbukitan yang dipenuhi oleh pepohonan yang mengitari bukit dengan taman-taman yang dibuat dengan tematik, seperti Rock Garden, Taman Endemik Ciremai atau Green House.

    Dari Area parkir menuju kebun raya, kita akan menuruni jalan berundak dengan latar belakang perbukitan hijau yang sangat cantik untuk dijadikan spot foto. 

    Jika lelah berkeliling, kita dapat beristirahat di beberapa kedai kopi dan menikmati makanan khas Kuningan yang rasanya siap menggoyang lidah. Mulai dari opak bakar, tape ketan, keripik gemblong, tahu lamping sampai kwecang, semua bisa dicicipi bersama keluarga sambil menikmati panorama indah di sekitar kebun raya. 

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan
     

    5 | Kebun Raya Purwodadi, Jawa Timur

    Ada banyak tempat menarik yang bisa di kunjungi di Jawa Timur, salah satunya adalah Kebun Raya Purwodadi. Dengan luas 85 hektare, kebun raya ini diperkaya dengan 2.000 jenis tumbuhan dari 11.000 spesies yang ada. Karena lokasinya berada di atas pegunungan, kebun raya ini memiliki cuaca yang sangat segar dan sejuk serta jauh dari polusi.

    Kebun raya ini pun dilengkapi dengan bangunan-bangunan gazebo yang berdiri di tengah-tengah taman untuk beristirahat sejenak saat Sobat Pesona letih mengitari kebun raya. 

    Kita juga bisa melihat-lihat koleksi berbagai jenis anggrek dan beberapa jenis bunga lainnya di rumah kaca, lho. Berkunjung ke Purwodadi, tak lengkap bila melewatkan kuliner khasnya yang menggugah selera, seperti garang asem, sayur pencok dan mi tek-tek.

    Purwodadi juga punya oleh-oleh yang menarik untuk dibawa pulang nih,  sebut saja yangko godong, kue semprong, sale pisang, hingga emping jagung.

    Baca: Belajar budaya Betawi Pesisir di Museum Si Pitung
     

    6 | Kebun Raya Eka Karya, Bali

    Menjadi salah satu andalan objek wisata di Bali, Kebun Raya Eka Karya menyajikan kelestarian lingkungan alam yang hijau, tertata rapi dan bersih dalam balutan udara sejuk pegunungan yang segar, bersih dan jauh dari polusi.

    Dengan luas 157,5 hektare, kebun raya ini memiliki ratusan koleksi jenis pohon dan berbagai jenis kaktus. Di sini, kita juga dapat menikmati fasilitas outbond sambil menikmati keindahan alam kebun raya ini. Sebelum pulang, kita bisa mencicipi tipat cantok yang menjadi sajian khas daerah Bali.