Blog

  • Evolusi Warteg: Dirintis Orang Tegal Lalu Jadi Merek Bersama

    Evolusi Warteg: Dirintis Orang Tegal Lalu Jadi Merek Bersama

     

    7cloud.asia – Warung Tegal atau biasa disingkat Warteg telah lama dikenal sebagai tempat makan yang menyediakan makanan dengan harga yang terjangkau di Jakarta

    Keberadaan warteg diyakini sudah ada di Jakarta sejak tahun 1960an saat banyak warga Tegal bermigrasi ke Jakarta. Warteg kini telah berevolusi menyesuaikan perkembangan zaman. 

    Bisa dikatakan, warteg adalah fast food ala Indonesia yang sangat merakyat dan belakangan juga dilirik oleh kaum berduit. Warung Tegal Marmo di kawasan Tebet, Jakarta Selatan adalah salah satu contohnya.

    Bahkan kini ada pemilik warteg yang membuka franchise atau waralaba, seperti warteg Bahari yang bertebaran di banyak sudut kota Jakarta.

    Baca: Maluku Punya Cerita: dari papeda hingga ina gandong

    Sejarawan Makanan Universitas Padjajaran, Fadly Rahman, seperti dilansir BBC Indonesia mengatakan bahwa awal mula warteg tidak bisa dipisahkan dari migrasi orang-orang Tegal ke Jakarta.

    Ia menyebut, fenomena urbanisasi yang mulai terjadi pada dekade tahun 60-an menjadi asal mula lahirnya warteg.

    Saat itu, Jakarta memang tengah gencar melakukan pembangunan dan banyak sekali membutuhkan tenaga-tenaga kerja dan yang banyak datang untuk bekerja di Jakarta ini di antaranya adalah orang-orang Tegal.

    Baca: Mengenal tradisi mudik yang berasal sejak jaman Majapahit

    Jadi mereka datang dan kemudian dari perjalanan awal sejarah Tegal, awal sejarah warung nasi Tegal ini, istri-istrinya juga ikut.

    Ia mengatakan pada awalnya, para warga Tegal hanya membuka warung-warung kecil agar bisa memenuhi kebutuhan makan para kuli bangunan dan menu yang disajikannya pun sangat sederhana.

    “Para pekerja yang memang melihat Warteg ini adalah tempat makan yang murah meriah tapi porsinya banyak dan pilihan lauk sayur, pilihan sayur lauk pauknya juga sangat beragam.

    Baca: Mengenal tradisi seba masyarakat adat Badui

    Itu, ujarnya, yang membuat kenapa warteg berkembang bukan hanya sebagai makanan para kuli bangunan seperti di awal-awal dekade tahun 1960-an.

    Fadly mengatakan bahwa rahasia di balik keberhasilan warteg dalam bertahan sejak dulu hingga sekarang – meski saingan di bidang kuliner semakin beragam dan kompetitif – berada pada menu ‘rumahan’ warteg yang dapat dinikmati masyarakat kelas manapun.

    “Ini yang membuat kenapa dia enggak bisa tergeser, walaupun industri kuliner sekarang kan memungkinkan siapapun punya preferensi makan apapun, selama kita masih makan nasi dari pagi sampai malam maka warteg itu akan tetap hidup sampai kapanpun.”

    Baca: Negara akui suku Punan Batu sebagai masyarakat adat

    Pemilik warteg Otista, Tarsih Irdayanti mengatakan bahwa saat ia kecil, para warga Tegal yang bermigrasi ke Jakarta untuk membuka usaha warteg terbatas menjadi dua kampung, yakni Desa Sidakaton dan Desa Sidapurna.

    Ia sendiri berasal dari daerah Cabawan, yang letaknya tak jauh dari kedua kampung tersebut.

    “Karena Tegal itu kota bisnis, bahkan saat zaman dulu, Gusdur bilang [Tegal itu] Jepangnya Indonesia. Kenapa? Karena di sana banyak [manufaktur] besi, terus industri lah. Dan banyak juga yang mulai pergi ke Jakarta buat buka usaha,“ ujar Tarsih

    Baca: Lintas Melawai yang pernat hype di 1990an

    Ayah Tarsih pertama kali membuka toko minuman kopi dan rokok di era 70-an di bawah Jembatan Besi, Jakarta Barat. Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi warung yang dikelola oleh istrinya.

    “Ibu saya dibantu oleh kakak saya, jadi ITC Roximas itu saya dari masih bedeng sampai jadi tuh saya dagang di sana. Berapa puluh tahun itu kakak saya punya warung disitu, 30 tahunan,“ ujar Tarsih.

    Namun kini, sambungnya, bukan hanya orang Tegal yang menjalani bisnis warteg. 

    Baca: Kurir sepeda Lazada, upaya bisnis yang lebih ramah lingkungan

    Ia mengatakan siapapun yang memiliki modal bisa membuka warteg sendiri atau mengelola cabang warteg atau yang disebut dengan warteg franchise.

    Jadi begitulah perjalanan warteg, dirintis orang Tegal yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia.

    Sumber: BBC Indonesia, baca artikel asli di sini

     

  • Sumber Sampah Plastik Sekali Pakai dan Dampaknya Bagi Lingkungan

    7cloud.asia – Sampah plastik sekali pakai hingga saat ini masih menjadi masalah lingkungan yang serius di Indonesia.

    Hal ini karena dibutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah plastik sekali pakai bisa terurai.

    Sampah plastik sekali pakai umumnya dihasilkan dari kemasan produk makanan dan minuman, produk perawatan tubuh, serta produk kebersihan rumah tangga.

    Jenis sampah plastik sekali pakai bisa terdiri dari kemasan plastik foam, atau terdapat juga kemasan multilapis seperti sachet atau pouch.

    Baca: Dunia targetkan produkti sampah plastik turun 80 persen 

    Dampak Buruk Sampah Plastik Sekali Pakai

    Dilansir di laman resmi Gerakan Diet Kantung Plastik, sampah plastik sekali pakai tak hanya berdampak pada kualitas lingkungan saja, tapi juga mempengaruhi kesehatan manusia.

    Sampah plastik sekali pakai tidak bisa diolah menjadi kompos, tetapi terurai menjaid mikroplastik yang bisa membahayakan kesehatan manusia. 

    Mikroplastik ini bersifat layaknya transporter, memiliki kecenderungan mengikat racun yang membahayakan kesehatan manusia. 

    Baca: Baru segelintir perusahaan yang serius tangani sampah plastiknya

    Jurnal Environment International yang berjudul  “Discovery and Quantification of Plastic Particle Pollution in Human Blood” pada tahun 2022 mendeteksi adanya mikroplastik dalam darah manusia. 

    Lalu, terdapat studi terbaru yang diterbitkan pada jurnal Polymers yang menganalisis mikroplastik mengalir dalam air susu ibu. 

    Sebanyak 75 persen dari 34 ibu sehat di Roma, Italia terdeteksi menghasilkan ASI dengan kandungan mikroplastik seminggu setelah melahirkan.

    Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastiknya

    Kurangi Sampah Plastik dengan Guna Ulang

    Salah satu upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai adalah dengan cara guna ulang.

    Dengan semakin seriusnya sampah plastik, maka tidak ada lagi alasan untuk menunda larangan plastik sekali pakai dan menggencarkan sistem guna ulang.

    Guna ulang dianggap sebagai solusi yang paling tepat untuk mengatasi timbulan sampah plastik sekali pakai.

    Baca: Pawai Bebas Plastik serukan konsep guna ulang

    Guna ulang juga sudah mulai banyak diaplikasikan di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

    Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah banyak mengenal kebiasaan yang menerapkan sistem guna ulang.

    Misalnya, kebiasaan untuk membeli jamu dari mbok jamu yang keliling di depan rumah dengan menggunakan gelas yang bisa digunakan kembali, membeli mie bakso dari pedagang gerobak keliling yang menggunakan piring yang kita miliki di rumah, hingga membeli minuman yang dikemas dengan gelas atau botol kaca.

    Sudah saatnya kebiasaan baik ini mulai kita terapkan kembali untuk kurangi sampah plastik.

    Baca: Daftar perusahaan penghasil sampah plastik terbesar di dunia

     

     

  • Mulai Jalani Slow Living Sekarang dan Rasakan Sederet Manfaat Ini

    Mulai Jalani Slow Living Sekarang dan Rasakan Sederet Manfaat Ini

    7cloud.asia – Menjalani hidup secara lebih perlahan atau slow living kini sedang dilirik banyak orang di negara maju. 

    Berbeda dengan gaya hidup yang serba cepat, slow living memiliki beberapa perbedaan baik dalam cara menjalani hidup, mengonsumsi makanan, memilih pakaian maupun dalam menjalin relasi.

    Dalam menjalani hidup, slow living memprioritaskan kualitas dan lebih  menikmati saat ini, daripada terburu-buru dari satu tugas ke tugas lainnya. 

    Slow living juga sangat mementingkan perhatian, selalu berusaha hadir pada saat ini dengan mencurahkan segala pikiran, perasaannya pada yang terjadi saat ini. 

    Baca: Lelah dengan dunia yang sibuk, turunkan pace kamu dengan slow living 

    Dalam hal mengonsumi, slow living mempromosikan pendekatan konsumsi yang lebih sadar dan fokus pada kualitas daripada kuantitas.

    Slow living berarti meluangkan waktu untuk menghargai hal-hal yang sudah dimiliki daripada terus-menerus mencari lebih banyak barang baru lainnya.

    Dalam hal relasi, slow living menekankan pentingnya keterhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Ini bisa termasuk menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai, terhubung dengan alam, terhubung hobi dan minat. 

    Intinya, slow living menawarkan pendekatan hidup yang lebih seimbang dan disengaja, berfokus pada perawatan diri, perhatian penuh, dan koneksi, daripada produktivitas dan konsumsi.

    Baca: Slow living bukan berarti bermalas-malasan

    Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dengan menjalani slow living, berikut beberapa di antaranya sebagaimana dikutip dari prettyslow.life: 

    1. Mengurangi stres dan kecemasan

    Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, fokus pada saat ini dan menurunkan kecepatan dapat menumbuhkan rasa tenang dan relaksasi.

    2. Kesehatan mental

    Slow living menekankan perhatian dan perawatan diri. Dengan merawat diri sendiri, terlibat dalam aktivitas yang membawa kegembiraan, dan menumbuhkan tujuan, individu dapat mengalami kebahagiaan, kepuasan, dan kesejahteraan yang lebih besar.

    Baca: Mengapa orang makin melirik frugal living

    3. Kesehatan fisik 

    Slow living mengurangi risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kebugaran fisik. Ini karena slow living mendorong kebiasaan sehat, seperti olahraga teratur dan diet seimbang.

    4. Hubungan yang lebih kuat

    Slow living menekankan koneksi dan interaksi sosial membantu memperkuat hubungan dengan orang yang dicintai sehingga dapat menumbuhkan rasa memiliki dan dukungan.

    5. Peningkatan kreativitas

    Slow living memungkinkan lebih banyak waktu dan ruang untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan mengejar semangat kreatif. Dengan terlibat dalam kegiatan seperti menulis, melukis, atau musik, individu dapat mengalami rasa kepuasan dan tujuan yang lebih besar.

    Baca: Dunia kian sibuk, orang cari kedamaian lewat gaya hidup minimalis 

  • Dosen UGM Usulkan Sistem Pengelolaan Sampah Berbayar tuk Atasi Masalah TPA Piyungan

    Dosen UGM Usulkan Sistem Pengelolaan Sampah Berbayar tuk Atasi Masalah TPA Piyungan

    7cloud.asia – Penutupan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Piyungan memicu darurat sampah di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY.

    TPA Piyungan adalah  tempat pemrosesan akhir sampah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, yang terletak di Dusun Ngablak dan Watugender, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.

    TPA Piyungan berdiri sejak sekitar 40 tahun lalu. Memiliki luas 16 hektare menggunakan sistem sanitary landfill.

    Pengelolaan sampah di TPA Piyungan dilakukan dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi tertentu dengan harapan agar terurai dan mengalami dekomposisi.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan tinggalkan 5 jenis plastik sekali pakai

    Berubahnya gaya hidup kemudian mempengaruhi karakteristik sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.

    Jika sekitar 40 tahun yang lalu sampah didominasi oleh sampah organik, sejak tahun 1980-an mulai banyak sampah plastik yang dibuang ke TPA Piyungan. 

    Akibatnya, sampah plastik yang tidak bisa cepat terurai membuat kapasitas TPA Piyungan turun dengan cepat. Sampah plastik yang ditumpuk begitu saja berpotensi longsor dan juga memicu masalah ekologi lainnya. 

     

    Untuk mengatasi kondisi ini, penggiat persampahan dari Universitas Gadjah Mada Dr. Mohammad Pramono Hadi, M.Sc mengusulkan diterapkannya konsep  pengelolaan sampah berbayar.

    Baca: Tiga tuntutan Pawai Bebas Plastik 2023

    “Konsep dari sampah berbayar ini adalah jika satu keluarga ingin membuang sampah dengan membayar sedikit, maka harus mengelola sampahnya sendiri,” terangnya sebagaimana dikutip ugm.ac.id.

    Konsep pengelolaan sampah berbayar ini, lanjut Pramono, dapat dilakukan dengan melakukan pemilahan sampah secara mandiri.

    Sampah dari bahan organik dapat dikelola sendiri dengan dijadikan kompos, kemudian sampah dari kertas disisihkan sendiri serta sampah plastik juga disisihkan sendiri yang nantinya akan ada pihak ketiga yang akan mengambil.

    Harapannya nanti yang diambil adalah residunya saja sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA menjadi lebih sedikit.

    Baca: Kenali jenis sampah plastik dan nilai ekonominya

    “Namun pasti akan ada masyarakat yang mampu membayar lebih banyak dikarenakan tidak sempat mengelola sampahnya sendiri,” imbuh Pramono.

    Konsep pengelolaan sampah berbayar ini akan mendorong masyarakat untuk menerapkan proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menghemat uang yang harus dikeluarkan untuk sampah.

    Pramono mencontohkan, proses 3R antara lain dilakukan dengan mengumpulkan sampah-sampah sisa makanan di suatu daerah tertentu akan dikumpulkan untuk bahan makan maggot.

    Hal-hal semacam ini, ujar Praono yang merupakan dosen Fakultas Geografi UGM tersebut, diharapkan akan muncul dengan sendirinya.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Konsep pengelolaan sampah berbayar ini, lanjutnya, juga diterapkan pada masyarakat yang membuang sampah sembarangan bisa diadukan dan dijerat dengan tindak pidana ringan dan dijatuhi sanksi.

    Metode sampah berbayar menurut Parmono, adalah solusi untuk masalah hulu yaitu pada masyarakat.

    Di sisi hilir, perlu adanya penerapan teknologi Refuse Derived Fuel atau RDF untuk pengelolaan sampah di TPA Piyungan.

    Dengan teknologi ini, sampah yang terkumpul sebanyak 600 ton perhari di TPA Piyungan dapat dikelola dengan dicacah, dikompres, dan diangin-anginkan kemudian dikemas maka akan menjadi bahan bakar.

    Baca: Ketimbang bangun ITF Sunter, Pemprov DKI Jakarta lebih pilih sistem RDF

    Plastik, ujarnya, memiliki kalori untuk menggantikan fungsi batubara pada prosesnya.

    Dengan sistem ini, sampah di TPA Piyungan bisa ditambang sedikit demi sedikit kemudian dipilah dan diolah satunya menjadi pupuk dan satunya menjadi bahan bakar.

    Cara ini diyakini akan bisa memfungsikan lagi luas TPA Piyungan. Namun langkah ini harus dilakuksn secara terintegrasi dan terencana dengan matang, dan  dilindungi dengan Perda yang kuat

    “Proses secara mekanistik dari sampah siap menjadi bahan bakar dihitung membutuhkan biaya berapa sehingga nanti dapat ditentukan ongkos sampah berbayarnya menjadi berapa,” pungkasnya. 

    Baca: Teknologi pengelolaan sampah ini mampu ubah sekilo sampah seharga segram emas

     

     

  • Ini Alasan Mengapa Perempuan dan Kelompok Rentan Harus Dilibatkan dalam Mitigasi Bencana

    Ini Alasan Mengapa Perempuan dan Kelompok Rentan Harus Dilibatkan dalam Mitigasi Bencana

     

    7cloud.asia – Satu sore di bulan Desember 2022 lalu, hujan deras yang mengguyur Samigaluh, Kulonprogo mengakibatkan bencana tanah longsor.

    Sebuah rumah yang ditinggali 4 orang, 3 orang perempuan yang salah satu di antaranya telah berusia 70 tahun tertimbun tanah longsor tersebut.

    Saat berusaha menyelamatkan diri dan keluarganya dari bencana tanah longsor itu, Ning yang menjadi kepala keluarga di rumah itu sempat terjepit di antara reruntuhan. 

    Ning dan keluarganya selamat, tapi akibat kejadian tanah longsor itu mereka kehilangan tempat tinggal.

    Oleh warga dan aparat desa setempat, keluarga ini kemudian dibuatkan tenda seadanya sebagai tempat tinggal sementara. Namun, hingga Februari 2023 keluarga ini masih tinggal di tenda sementara itu. 

    Baca: Dampak El Nio mulai dirasakan di sejumlah daerah

    Lain lagi yang dialami Rahmia, dari Desa Ahu Majene, Sulawesi Barat. Saat terjadi bencana longsor, para perempuan harus tinggal di tenda terbuka yang bercampur antara laki-laki dan perempuan. 

    “Sehingga ketika harus ganti baju kami agak sungkan,” ujarnya.

    Saat bantuan diterima, lagi-lagi muncul masalah. Ketiadaan data terpilah membuat anak-anak dan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak dan disabilitas tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

    Kisah Ning dan Rahmia ini terungkap dalam diskusi bertajuk “Kondisi dan Pemenuhan Hak Perempuan Dalam Situasi Bencana di Indonesia, Kamis (3/8/2023) yang diikuti secara daring.

    Baca: Bencana kekeringan di Papua sering terjadi, perlu solusi jangka panjang

    Seperti itulah kondisi perempuan dan kelompok rentan di Indonesia saat terjadi bencana alam.

    Kasus Ning dan Rahmia ini adalah sedikit contoh dari ribuan kasus di Indonesia yang memang rawan bencana.  

    Indonesia rawan bencana, baik tanah longsor, banjir, angin kencang, cuaca ekstrim, kekeringan, gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan sebagainya. Ada banyak program dan upaya untuk penanggulangan bencana.

    “Tetapi catatan kritisnya adalah bagaimana perempuan dilibatkan dalam kelompok-kelompok tersebut, ” ujar Joko Sulistyo, staf Kalyanamitra yang mendampingi warga desa rawan bencana di Kulonprogo. 

    Baca: Kelompok rentan justru ditinggalkan dalam penanganan perubahan iklim

    Joko menyebutkan, dalam rencana penanggulangan bencana di desa, perempuan disebutkan telah dilibatkan tetapi sering sekadar menjalankan perintah dari koordinator daerah setempat. 

    Bukan menjalankan apa yang seharusnya dibutuhkan perempuan saat bencana. Perempuan lebih sering ditempatkan di sektor domestik.

    Joko menegaskan, seharusnya saat terjadi bencana perempuan dan kelompok rentan seperti anak, lansia dan kelompok disabilitas harus dilihat secara interseksionalitas.

    Hal ini karena dampak bencana yang dirasakan perempuan dan kelompok rentan ini lebih besar dibanding para pengambil keputusan.

    Baca: Pentingnya pelibatan kelompok rentan dalam mitigasi perubahan iklim

    “Ada pengalaman perempuan yang tidak akan pernah dirasakan laki-laki. Dan bagaimana pengalaman itu disuarakan dan dipenuhi itu penting,” tegas Joko.

    Jika perempuan dan kelompok rentan tidak diberi kesempatan dan dilibatkan sejak awal, ujarnya, maka bagaimana kebutuhan mereka bisa dipenuhi. 

    Joko mencontohkan, pelatihan penyelamatan dan mitigasi bencana sering tidak melibatkan perempuan.

    Padahal sering perempuan menjadi yang terdepan saat terjadi bencana. Mereka akan berusaha menyelamatkan anaknya ketimbang dirinya sendiri.

    Sehingga dalam kesempatan itu, Joko menegaskan pentingnya pelibatan yang partisipatoris dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, sehingga jika terjadi bencana semua kebutuhan kelompok rentan bisa dipenuhi.

    Baca: Kelompok disabilitas paling rentan merasakan dampak perubahan iklim

     

     

  • Nama Gibran Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Bagaimana Kansnya?

    Nama Gibran Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Bagaimana Kansnya?

    7cloud.asia – Nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka masuk dalam bursa calon wakil presiden atau cawapres Pilpres 2024.

    Kemungkinan Gibran menjadi cawapres di Pilpres 2024 pertama kali dilontarkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sudah menyatakan mendukung Pencapresan Ganjar Pranowo dari PDIP.

    PSI, selama ini dinilai memiliki kedekatan khusus dengan Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam merepresentasikan generasi muda.

    PSI sebagai partai politik baru yang secara sadar menyasar kelompok pemilih muda dinilai cocok dengan sosok Gibran yang juga muda dan terlihat inovatif.

    “Saya kira, baik PSI maupun Gibran sama-sama penting untuk saling mengasosiasikan diri,” kata Saidiman Ahmad dari SMRC Mei lalu.

    Baca: Ganjar berharap cawapres yang mendampinginya berjiwa muda

    Mendekati pelaksanaan Pilpres 2024 semakin banyak pihak yang menyebut atau bahkan melirik nama Gibran. 

    Terakhir, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, Gibran yang saat ini menjabat sebagai Walikota Solo menjadi pasangan ideal bakal cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

    Seperti diketahui Prabowo diusulkan sejumlah Ketua DPD Golkar saat bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartato di Bali pada akhir pekan lalu.

    Nusron sendiri menyodorkan nama Gibran untuk menjadi cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto.

    Wacana Gibran menjadi cawapres sebelumnya juga digaungkan sejumlah kelompok relawan Jokowi. Usulan tersebut muncul setelah melihat kedekatan Jokowi dan Prabowo, meski keduanya pernah berhadapan di Pemilu 2019. 

    Baca: 6 nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo

    Dilansir CNBC Indonesia, nama Gibran juga mulai muncul dalam radar sejumlah survei untuk Pilpres 2024.

    Pada survei Algoritma Research & Consulting Mei-Juni 2023, Gibran masuk bursa cawapres dengan elektabilitas 5,2 persen.

    Meski kalah dari sejumlah nama bakal cawapres populer seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Mahfud MD, Ridwan Kamil, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kemunculan nama Gibran dinilai fenomenal mengingat ia terbilang baru di dunia politik.

    Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merekam nama Gibran di simulasi 24 nama dan 12 nama cawapres. Pada simulasi 12 nama, elektabilitas Gibran mencapai 9 persen.

    Baca: Anies lirik sosok di luar Koalisi Perubahan untuk cawapres pendampingnya

    Lantas, bagaimana kans Gibran menjadi cawapres? Gibran yang saat ini menjabat sebagai Walikota Solo terganjal dukungan partai dan syarat usia minimal.

    UU Pemilu no 7/2017 menyebut, usia minimal seorang Capres/Cawapres di Pilpres adalah 40 tahun. 

    Sementara Gibran yang lahir pada Oktober 1987, sehingga ketika masa pendaftaran hingga pencoblosan Pilpres 2024 usianya belum memenuhi syarat.

    Namun, saat ini sedang berlangsung uji materi terkait usia minimal peserta Pilpres yang tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Para penggugat meminta agar batas usia capres/cawapres diturunkan menjadi 35 tahun.

    Jika gugatan ini dikabulkan, maka Gibran bisa memenuhi syarta usia dan tinggal mencari dukungan partai.

    Baca: Anies dekati Susi Pudjiastuti, begini respon Demokrat dan Nasdem

    Bagaimana dukungan partai politik untuk Gibran? Gibran saat ini tercatat sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

    Seperti kita ketahui PDIP telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai capres. Saat ini PDIP tengah mengkaji 6 nama yang akan mendampingi Ganjar sebagai Cawapres. 

    Nama Gibran tidak disebutkan dalam enam nama yang disebutkan Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga ketua tim pemenangan Ganjar.

    Jadi, jika memang Gibran berminat untuk maju menjadi cawapres di Pilpres 2024, ia harus maju dari partai selain PDIP.

    Esti Utami dari berbagai sumber.

     

     

     

     

  • Cegah Kelaparan Terulang Pemerintah Bangun Lumbung Sosial di Puncak Jaya Papua Tengah

    Cegah Kelaparan Terulang Pemerintah Bangun Lumbung Sosial di Puncak Jaya Papua Tengah

    7cloud.asia – Pemerintah telah menyediakan bantuan untuk daerah kelaparan dan kekeringan akibat El Nino di distrik Agandugume, Puncak Jaya, Papua Tengah.

    Seperti diberitakan, ada 6 warga Puncak Jaya Papua Tengah yang meninggal akibat kekeringan yang dipicu fenomena alam El Nino.

    Kejadian kekeringan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah merupakan siklus tahunan, namun tahun ini sangat parah karena adanya fenomena El Nino.

    Pemerintah dalam hal ini Kemensos, TNI dan Polri telah menyalurkan bantuan untuk menghadapi kondisi tanggap darurat.

    Baca: Seberapa besar ancaman El Nino bagi ketahanan pangan

    Menteri Sosial, Risma Triharini mengatakan pihaknya mematangkan rencana pendirian lumbung sosial yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Puncak Jaya Papua Tengah.

    Lumbung sosial di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah akan berbeda dengan lumbung sosial di daerah lain karena kondisi topografi, cuaca dan budaya.

    “Ini yang kita lagi pikirkan karena kondisinya berbeda dengan wilayah lain di Indonesia yang tadi saya sampaikan kondisinya sampe minus,” ujar Mensos di Jakarta, Kamis (3/8/2023) 

    Untuk pembangunan lumbung sosial di Papua Tengah ini, Kemensos akan melibatkan pihak gereja. 

    Baca: Mengapa El Nino memicu kemarau panjang

    Pelibatan gereja juga dilakukan saat melakukan survei langsung ke lokasi setelah musim dingin selesai.

    Berdasarkan komunikasi awal, tanaman yang paling cocok adalah umbi-umbian karena lebih tahan lama dibandingkan beras. Selain itu, asupan protein hewani juga menjadi perhatian Mensos.

    “Kemarin kita diskusi soal daging itu susah sekali. Misalnya kita kirim daging yang ada bumbunya, mereka ngomong ini daging apa, sehingga paling mudah kita akan ternakkan babi, kita gemukan dengan koordinir gereja,” katanya.

    Pemenuhan asupan daging dengan beternak babi adalah pilihan yang paling mungkin dilakukan di Papua Tengah ini.

    Baca: Antisipasi gagal panen akibat El Nino, pemerintah siapkan dana Rp 8 T

    Daging dari peternakan babi nantinya bisa digunakan sebagai buffer stock dan dapat dimakan saat musim dingin seperti saat ini.

    Lumbung sosial rencananya akan dikelola oleh gereja karena ke pemerintah daerah terdekat terkendala jalan dan transportasi.

    Selain itu, gereja berada paling dekat dengan masyarakat sehingga saat kekeringan melanda, buffer stock bisa langsung disalurkan dan tidak ada lagi yang meninggal karena kelaparan.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Namanya Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Gibran: Semua Belum Cukup

    Namanya Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Gibran: Semua Belum Cukup

    7cloud.asia – Nama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka belakangan diperbincangkan untuk menjadi calon wakil presiden atau Cawapres di Pilpres 2024.

    Namun Gibran sendiri menyebut dirinya tidak mungkin menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang diusung oleh PDIP pada Pemilu 2024.

    “Nggak mungkin, wis tak jawab (sudah saya jawab),” katanya di Solo, Kamis (3/8/2023) seperti dikutip Antaranews.com

    Penegasan ini disampaikan menanggapi pernyataan politisi senior dari PDIP, Deddy Sitorus yang menilai Gibran tidak secara tegas memberikan sikap penolakan terhadap isu cawapres.

    Baca: Menghitung kans Gibran jadi cawapres di Pilpres 2024

    Gibran mengaku, terkait isu dirinya masuk bursa cawapres ia sudah memberikan sikap sejak dulu.

    “Sudah saya jawab, umur belum cukup, ilmunya belum cukup, semua belum cukup. Aku kudu piye meneh? (saya harus bagaimana lagi?),” katanya.

    Sementara itu, terkait dengan keinginan partai lain yang ingin mengusung Gibran sebagai cawapres, ia mengaku masih ingin fokus dengan tugas yang diembannya sebagai walikota Solo.

    “Saya fokus di Solo dulu saja. Ya terima kasih, saya fokus di Solo dulu,” katanya.

    Baca: Ganjar Pranowo berharap cawapres pendampingnya berjiwa muda

    Dimintai tanggapanya terkait sinyal setuju dari DPR terkait perubahan batas usia minimal capres dan cawapres dari 40 tahun menjadi 35 tahun, Gibran enggan menanggapi.

    Gibran mengaku tidak mengikuti berita itu ya, jadi menurutnya akan lebih pas jika pertanyaannya ditujukan kepada yang menggugat.

    “Kemungkinan sing pengen (yang berkeinginan) yang menggugat. Ojo kabeh dicurigai aku, aku ki ora ngopo-ngopo lho (jangan semua saya yang dicurigai, saya tidak melakukan apa-apa),” katanya.

    Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan adanya gugatan yang diajukan Partai Solidaritas Indonesia tersebut.

    “Beritanya saja saya nggak mengikuti,” katanya.

    Baca: 6 nama dikaji untuk jadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo 

    Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

    Menurut UU Pemilu no. 7/2027 pasangan capres dan cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR.

    Pasangan Capres/cawapres juga bisa diajukan partai/gabungan partai yang  memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

    Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

    Pasangan capres/cawapres juga bisa diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

    Baca: Tarik menarik di Koalisi Perubahan terkait bakal cawapres Anies

     

  • Gak Cukup Hanya Bantuan, Perlu Solusi Jangka Panjang Tuk Atasi Bencana Kelaparan di Papua

    Gak Cukup Hanya Bantuan, Perlu Solusi Jangka Panjang Tuk Atasi Bencana Kelaparan di Papua

     

    7cloud.asia – Kelaparan di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi Kabupaten Puncak Papua Tengah disebabkan oleh kemarau panjang yang dibarengi dengan cuaca dingin ekstrem hingga membuat daerah tersebut mengalami kekeringan.

    Akibat bencana kelaparan kali ini, 7.500 warga terdampak bencana kelaparan, khususnya yang berada di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi Papua Tengah.

    Masyarakat di dua distrik itu akhirnya mengungsi ke distrik-distrik terdekat yang kondisinya sedikit lebih baik.

    Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat 6 warga di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, meninggal dunia di tengah kemarau panjang tahun ini.

    Sebanyak lima korban meninggal akibat kelaparan ini merupakan orang dewasa dan satu orang lainnya bayi berusia 6 bulan.

    Baca: Pemerintah akan bangun lumbung sosial di Papua Tengah

    Berada di belakang pegunungan Carstensz, Kabupaten Puncak kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau seperti saat ini. Fenomena El Nino membuat kondisi semakin parah.

    Suhu rendah di Kabupaten Puncak akibat kemarau panjang menyebabkan kekeringan terjadi sehingga tanaman seperti umbi-umbian tidak bisa tumbuh.

    Padahal umbi-umbian merupakan makanan pokok masyarakat setempat sehingga saat gagal panen, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

    Bencana kelaparan ini bukan pertama terjadi di Papua. Pada tahun 1982, ratusan warga Jayawijaya, Kabupaten Puncak Jaya, juga mengalami hal yang sama.

    Lalu, pada tahun 1984 dan 1986, kelaparan kembali berulang dengan jumlah kematian yang juga tak sedikit.

    Selain kejadian di tahun 2023, bencana terkini terjadi pada 2022, saat empat orang di Lanny Jaya meninggal akibat kelaparan.

    Baca: Antisipasi Kementan hadapi ancaman El Nino terhadap ketahanan pangan

    Di Kabupaten Puncak sendiri, bencana kelaparan hampir setiap tahun terjadi.

    Menyoroti bencana kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah ini, Ketua DPR Puan Maharani menegaskan Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan solusi jangka panjang guna mengatasi peristiwa yang terjadi hampir setiap tahun.

    Puan meminta Pemerintah melakukan langkah terpadu menghadapi bencana kelaparan yang rutin terjadi di wilayah tersebut. 

    “Gotong royong dari seluruh pihak diperlukan untuk membantu saudara-saudara kita di Papua yang saat ini menghadapi bencana kelaparan dampak dari cuaca ekstrem,” kata Puan Kamis (3/8/2023) seperti dikutip Parlementaria

    Puan mengigatkan penyelesaian masalah kelaparan di daerah pegunungan di Papua ini harus dilakukan secara komprehensif.

    Tidak cukup hanya dengan sekadar memberi bantuan, tapi juga antisipasi agar ke depannya bencana kelaparan bisa dihindari.

    Baca: Fenomena El Nino dan dampaknya bagi lingkungan

    Penyelesaian bencana kelaparan di Papua secara terpadu diperlukan mengingat medan geografis yang sulit menyebabkan bantuan susah sampai. Akses yang paling mudah dan cepat adalah dengan menggunakan pesawat. 

    Puan mendukung pengamanan dari TNI/Polri dalam penyaluran bantuan ke warga Papua Tengah dari gangguan keamanan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

    Puan menyebut, dukungan dari TNI/Polri bisa membantu penyaluran logistik yang tertahan. 

    “Sebagai pilar penjaga keamanan di Papua, TNI/Polri harus menjamin keamanan saat pasokan bantuan tiba di Papua. Upayakan agar bantuan untuk warga segera sampai dan antisipasi adanya masalah saat proses pendistribusiannya, serta pastikan masyarakat aman saat menerima bantuan,” paparnya.

    Baca: DPR usulkan insentif bagi daerah penghasil Oksigen

    Ia mendukung upaya Pemerintah yang saat ini tengah bekerja secara masif dengan penetapan tambahan masa tanggap darurat bencana kekeringan di Papua Tengah menjadi dua minggu.

    “Ini pekerjaan rumah yang sangat besar. Pemerintah dengan dukungan seluruh elemen bangsa harus bisa mengatasi persoalan kelaparan di Papua ini. Tentunya DPR akan memberi dukungan lewat fungsi dan kewenangan kami,” pungkasnya. 

  • Tips Menjalani Slow Living di Kota Besar Macam Jakarta

    Tips Menjalani Slow Living di Kota Besar Macam Jakarta

    7cloud.asia – Mungkinkah menjalani hidup perlahan atau slow living di kota besar yang sibuk macam Jakarta, Medan atau Surabaya? Pertanyaan itu sering dilontarkan oleh banyak orang. 

    Ya, orang berpikir slow living hanya mungkin diterapkan jika kita tinggal di kota kecil atau kawasan pedesaan yang tenang. “Nggak mungkin slow living diterapkan di Jakarta,” demikian kata banyak orang.

    Padahal sejatinya slow living tetap bisa kita jalani meski kita tinggal di kota besar seperti Jakarta. Bagaimana caranya? Mulai hari ini, 7cloud.asia akan secara  membagikan tips untuk memulai slow living di kota besar.

    Baca: Redakan tekanan kota yang sibuk dengan jalani hidup slow living

    Dilansir vanillapapers.net , slow living dapat kita bangun dengan memulai hari dengan tenang. Pagi yang tergesa-gesa dan tidak terencana bisa mengacaukan seluruh hari kamu. 

    Jadi mulai sekarang, mulai hari kamu dengan tenang dan perlahan. Ciptakan rutinitas pagi yang lambat sebagai suatu yang otomatis seperti halnya menyikat gigi.

    Rutinitas pagi yang baik akan menentukan irama hari kamu, membuat kamu berenergi dan lebih siap untuk menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. Seperti itulah slow living akhirnya dijalani.

    Baca: Salah kaprah soal slow living

    Kamu mungkin harus bangun lebih awal untuk membentuk waktu sejenak untuk menulis jurnal, bermeditasi, atau melakukan peregangan yoga.

    Tapi waktu bangun pagi itu akan terbayar sepanjang hari. Ini akan meningkatkan produktivitas dan membuat kamu lebih membumi untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri dan orang di sekitar kamu.

    Jadi siapkan kopi dan sarapan sehat dengan tenang. Jika mungkin lakukan sesi meditasi sejenak sebelum memulai hari kamu. 

    Baca: Manfaat menjalani slow living

    Berikut adalah beberapa praktik rutinitas pagi yang tenang untuk mulai menjalani slow living :

    1. Lakukan sesi meditasi terpandu selama 5 menit 

    2. Setel pengatur waktu selama 15 menit dan isi halaman dengan semua hal yang kamu syukuri.

    3. Atau buat daftar semua hal positif yang kamu nantikan hari ini (walaupun itu hanya istirahat makan siang yang menyenangkan).

    4. Lakukan  peregangan di tempat tidur bersama dengan video YouTube untuk mempersiapkan tubuhmu menghadapi hari ini. 

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis lebih ramah lingkungan

    (Sumber: vanillapapers.net)