Blog

  • Festival Lintas Melawai, Mengenang Keramaian Melawai dan Blok M Era 90an

    Festival Lintas Melawai, Mengenang Keramaian Melawai dan Blok M Era 90an

    7cloud.asia – Melawai dan Blok M pernah menjadi lokasi yang sangat hype bagi anak muda di Jakarta pada era 1980-an dan 1990-an.

    Melawai yang berada di seputaran Blok M Jakarta Selatan tersebut pernah jadi pusat nongkrong anak muda Jakarta pada era itu. Melawai saat itu tenar disebut sebagai ‘tempat ngeceng’ yang seru.

    Kondisi ini tidak lepas dari lokasi Melawai dan Blok M yang mudah dicapai atau dekat dengan sejumlah sekolah favorit di Jakarta, yakni SMAN 6 Bulungan, SMAN 70 ataupun SMAN 28 di Tebet.

    Di Melawai dan Blok M ini juga dulu menjadi lokasi dibangunnya sejumlah pusat perbelanjaan awal di Jakarta seperti Aldiron, Pasar Blok M ataupun Mal Blok M.

    Baca: Sejarah Jakarta dari Jayakarta menjadi Batavia lalu menjadi Jakarta

    Namun, aura Melawai dan Blok M sebagai tempat ngeceng di tahun 1980an hingga 1990an kini memudar, dan tergusur oleh kegiatan komersial di kawasan tersebut.

    Blok M dan Melawai kini telah berubah menjadi kawasan perdagangan yang sibuk. Di kawasan ini telah berdiri sejumlah pusat perdagangan seperti Pasaraya, Blok M Square, ataupun Pasar Blok M. 

    Lantas ke mana perginya anak muda Jakarta sekarang? Ada banyak sekali tempat nongkrong kekinian yang lebih menarik minat mereka.   

    Nah, untuk mengenang kembali kejayaan Melawai digelar event Festival Lintas Melawai pada 28-30 Juli 2023. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Festival Lintas Melawai digagas oleh Helmy Yahya dan Denny Malik, yang juga menjadi anak muda di masanya yang pernah menikmati gegap gempita kawasan Blok M sebagai tempat nongkrong anak muda masa itu.

    “Saya berhutang pada Blok M yang membawa saya jadi pelaku industri kreatif, tanpa Blok M saya mungkin jadi akuntan atau PNS. Sekarang, kita mencoba mengajak untuk memulai lagi tradisi mejeng di Blok M lewat acara ini,” ujar Helmy Yahya, Sabtu, 29 Juli 2023.

    Helmy Yahya mengaku tidak menyangka Festival Lintas Melawai mendapat sambutan yang gegap gempita dari warga Jakarta. Sejumlah komunitas maupun pelaku ekonomi kreatif dalam acara yang berlangsung selama tig ahari tersebut.

    “Kita ingin kembalikan lagi ke era 1980an dan 1990an yang jadi puncak kejayaan budaya pop Indonesia,” kata dia.

     

    Baca: LRT siap dioperasikan, segini kisaran tarifnya

    Ruangkota.com berkesempatan mengunjungi Festival Lintas Melawai pada Minggu (30/7/2023) atau hari terakhir gelaran Festival Lintas Melawai ini.

    Saat tiba di lokasi yang terletak tak jauh dari Terminal Blok M, suasana retro sangat terasa di pintu masuknya.

    Meski tak digelar tepat di Lintas Melawai, Festival Melawai sukses mengajak pengunjung bernostalgia ke ambience retro kawasan Blok M era 1980an dan 1990an. 

    Sejumlah perangkat era 80an seperti tape deck, pesawat televisi tabung, pesawat telepon bergagang, mesin ketik jadul, radio transistor, buku kenangan, buku harian dan sejenisnya langsung tersaji di depan mata.

    Tak ketinggalan ikon Blok M yang pernah digandrungi anak muda masa itu seperti sepeda BMX, box telepon umum dan sebagainya. Namun, sayangnya bus tingkat yang dulu juga menjadi ikon transportasi di Jakarta saat itu tidak dihadirkan di lokasi. 

    Baca: Jakarta kini miliki peta bersepeda 

    Ada juga kegiatan parade yang akan diramaikan komunitas otomotif mobil Go90s, Klasik Retro, motor klasik seperti Campursari Vespa, 2stroke, sepeda OSBMX, Sepatu Roda Skate Lovers, dan komunitas All Line Dance maupun komunitas Photography Saljudilangit.

    Untuk kuliner, hadir kuliner Gule Tikungan alias Gultik hingga Roti Bakar Eddy yang kini melegenda dan punya cabang di mana-mana.

    Kepada ruangkota, sejumlah pengunjung mengungkapkan Festival Melawai sukses menghadirkan nostalgia era 1980an dan 1990an. 

    Bagaimana Blok M dan Melawai mengenalkan banyak hal baru saat itu, seperti eskalator, telepon umum ataupun bus tingkat. 

    Irawan, alumni SMAN 6 Bulungan mengatakan, lewat event ini dia bisa mengenang saat muda dulu. Anggota Sixerhood (sebutan untuk almuni SMAN 6 Jakarta, red) tahun 1983 itu mengatakan, Blok M dan Lintas Melawai sudah sangat berubah. 

    “Kita nggak bisa lagi nongkrong-nongkrong santai seperti dulu, karena sudah padat dengan bangunan,” ujarnya.

    Baca: Pengembangan kawasan TOD di Jakarta

     

  • Produsen Dinilai Tak Serius dan Tak Transparan Kelola Sampah Plastik

    Produsen Dinilai Tak Serius dan Tak Transparan Kelola Sampah Plastik

    7cloud.asia – Ini kisah sampah plastik. Di pedalaman Papua, para aktivis lingkungan dari Greenpeace menemukan botol air kemasan berbahan PET yang sebenarnya bisa didaurulang. 

    Tapi karena di Papua belum ada instalasi daur ulang sampah plastik, maka botol air kemasan bertahan menjadi sampah. 

    Temuan ini memicu tanda tanya tentang keseriusan produsen mengurangi sampah plastik yang mereka hasilkan. 

    Pasalnya, komitmen produsen dalam mengurangi sampah plastik sangat besar pengaruhnya pada produksi sampah nasional.

    Inisiatif masyarakat saja dinilai tidak cukup untuk menahan laju produksi sampah plastik jika tidka didukung dengan kebijakan dan kemauan produsen.

    Baca: Daftar lima produsen sampah plastik dunia

    Itu sebabnya, salah satu yang dituntut Koalisi Pawai Bebas Plastik dalam aksi mereka Minggu (30/7/2023) lalu adalah tanggung jawab produsen mengelola sampah plastik pasca konsumsi.

    Koalisi Bebas Plastik juga menuntut transparansi produsen terkait peta jalan pengurangan sampah plastik mereka.

    Muharram Atha Rasyadi, Pengkampanye Urban Greenpeace Indonesia dalam jumpa pers Pawai Bebas Plastik 2023 mengatakan transparansi penting, agar masyarakat bisa memantau langkah-langkah yang sudah dilakukan. 

    “Karena ketika transparan, peta jalan (pengurangan sampah plastik, red) bisa diakses oleh publik yang sebagian besar adalah konsumen produk mereka,” imbuh Atta.

    Baca: Konsep guna ulang dinilai lebih efektif kurangi sampah plastik

    Ketika kita bisa melihat, kita bisa mengevaluasi langkah pengurangan sampah yang dilakukan oleh masing-masing produsen. 

    “Dengan demikian mereka bisa memilih produsen yang program pengurangan sampahnya jauh lebih serius,” ujarnya. 

    Namun, sayangnya hingga saat ini pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum bersedia membuka data itu secara transparan dengan alasan konfidensial.

    Padahal, menurut Atta, yang dibutuhkan publik adalah data atau skema kasar tentang langkah mereka mengurangi sampah plastik yang diproduksi dan bukan sesuatu yang mendetail yang merupakan rahasia perusahaan.

    Baca: Dunia targetkan turunkan sampah plastik hingga 80 persen

    Kesadaran produsen di Indonesia dalam mengurangi sampah plastik mereka memang masih memprihatinkan.

    Pedoman pelaksanaan kewajiban produsen dalam pengurangan sampah termasuk sampah plastik telah dirilis sejak 2019.

    Pedoman itu diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

    Tujuannya mendorong produsen mengurangi sampah terutama sampah plastik hingga 30 persen dibandingkan prediksi timbulan sampah plastik tahun 2029.

     
    Semula, Peta Jalan Pengurangan Sampah Plastik oleh Produsen rencananya terimplementasi penuh tahun 2023 ini.
     
     
    Namun, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, hingga Juni 2023, baru ada 42 produsen yang telah menyerahkan dokumen perencanaan pengurangan sampah plastik mereka.

    Dari angka tersebut, 16 di antaranya sudah mulai melaksanakan pilot project hingga tahap implementasi.

    “Tahun ini, diharapkan ada 408 produsen yang akan menyelesai dokumen perencanaan peta jalan pengurangan sampah,” kata Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar, seperti dikutip Liputan 6 beberapa waktu lalu.

    Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastik

     

  • Fenomena El Nino, Penyebab dan Dampaknya Bagi Lingkungan dan Pertanian

    Fenomena El Nino, Penyebab dan Dampaknya Bagi Lingkungan dan Pertanian

    7cloud.asia – Hari-hari belakangan ini nama El Nino sering disebut. Masyarakat diiingatkan untuk berhemat air karena kemungkinan kemarau kering dan panjang akibat El Nino.

    Namun demikian, banyak di antara kita yang belum paham apa itu El Nino. Mereka juga abai akan dampak El Nino bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

    El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur ini menyebabkan pergeseran arah angin dan arus laut yang kemudian dinamai El Nino yang ditandai oleh kondisi cuaca yang lebih kering dan panas.

    Kebalikan El Nino adalah La Nina, atau kondisi cuaca yang lebih basah yang kita alami beberapa tahun belakangan ini.

    Baca Juga: Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun

    Pergeseran arah angin dan arus laut ini mengubah pola cuaca secara global yang berdampak signifikan pada kondisi iklim di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.

    Fenomena El Nino terjadi secara alami dan berulang dalam jangka waktu tertentu biasanya 5-7 tahunan.

    Adapun, mekanisme penyebab El Nino biasa dijelaskan sebagai berikut

    Pemanasan Suhu Permukaan Laut
    Biasanya, angin pasat berhembus dari timur ke barat di kawasan Samudra Pasifik. Angin ini mendorong air hangat ke arah barat sehingga menyebabkan permukaan air di wilayah barat Samudra Pasifik menjadi lebih hangat daripada di wilayah timur.

     
    Baca Juga: El Nino Bakal Memuncak, Masyarakat Diminta Mewaspadai Dampak Kesehatannya

    Redaman Bawah Permukaan
    Dalam kondisi normal, lapisan air hangat di wilayah barat Pasifik tersebut didorong oleh angin pasat ke bawah permukaan laut.

     
    Akibatnya, lapisan air lebih hangat ini terperangkap di bawah permukaan laut yang lebih dingin di wilayah timur.

    Perubahan Sirkulasi Atmosfer
    Ketika El Nino mulai berkembang, angin pasat melemah atau bahkan berbalik arah, sehingga menyebabkan air hangat yang sebelumnya terperangkap di bawah permukaan laut di wilayah barat naik ke permukaan.

    Air hangat ini kemudian mengalir ke arah timur dan menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Timur Pasifik.

     
    Baca Juga: Fenomena El Nino Mendekati Puncaknya, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

    Perubahan Pola Cuaca Global
    Peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Timur Pasifik mempengaruhi pola cuaca global dengan mengubah distribusi panas di atmosfer.

     
    Dampaknya dapat dirasakan di seluruh dunia, termasuk peningkatan suhu, perubahan pola hujan, dan anomali cuaca lainnya

    Dampak El Nino sangat dirasakan oleh para petani, khususnya di sektor pertanian. Beberapa dampaknya adalah:

    Kekeringan

    El Nino seringkali menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut dan mengurangi curah hujan di beberapa wilayah.
     
    Kekeringan yang berkepanjangan dapat terjadi akibat hal ini, yang menyebabkan ketersediaan air untuk pertanian menjadi berkurang.
     
    Baca Juga: Dampak El Nino Sudah Terasa, Sejumlah Daerah Alami Kekeringan
     
    Perubahan musim tanam
    El Nino mengubah pola cuaca dan bisa mengganggu musim tanam yang biasanya terjadi.
     
    Petani dapat mengalami penundaan dalam penanaman tanaman, penurunan luas area tanam, atau bahkan kegagalan panen.

    Penyakit dan Hama
    Perubahan kondisi cuaca akibat El Nino dapat mempengaruhi persebaran penyakit dan hama tanaman.

     
    Lingkungan yang lebih menguntungkan bagi beberapa penyakit dan hama bisa muncul, yang dapat menyebabkan penyebaran yang lebih cepat dan merusak tanaman serta mengurangi hasil panen.

    Penurunan Kualitas Tanaman
    Suhu yang tinggi dan kekurangan air akibat El Nino dapat menyebabkan penurunan kualitas tanaman.

     
    Baca Juga: Gelombang Panas Mengakibatkan Ratusan Orang Meninggal, PBB Ingatkan 2023-2027 Jadi Periode Terhangat
     
    Buah-buahan dan sayuran yang tumbuh dalam kondisi yang kurang air atau tidak ideal cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil, rasa yang kurang enak, dan kualitas yang buruk secara keseluruhan.

    Ketidakstabilan Pasar
    Perubahan dalam produksi pertanian akibat El Nino dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar.

     
    Jika panen berkurang atau gagal, pasokan dapat berkurang, yang kemudian dapat menyebabkan kenaikan harga dan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

    Sumber: umsu.ac.id

     
  • Kawasan Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Ini Pendapat Warga Kota Yogyakarta

    Kawasan Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Ini Pendapat Warga Kota Yogyakarta

    7cloud.asia – Kawasan Maliboro yang menjadi ikon Kota Yogyakarta akan segera diubah menjadi zona rendah emisi alias low emission zone (LEZ).

    Untuk menjadikan zona rendah emisi ini, Kawasan Malioboro yang berada di jantung Kota Yogyakarta akan ditata ulang, salah satunya adalah dengan membongkar Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan menjadikannya ruang terbuka hijau.

    Dilansir harianjogja.com, Taman Parkir ABA dianggap tidak mendukung program Malioboro menjadi zona rendah emisi karena letaknya segaris lurus dengan Sumbu Filosofi yang menjadi acuan penataan Kota Yogyakarta.

    Dalam jangka panjang, kawasan yang berada di sepanjang sumbu filosofi Yogyakarta juga akan diubah menjadi zona rendah emisi.

    Baca: Masih banyak yang belum tahu Malioboro adalah kawasan bebas rokok

    Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mengantisipasi relokasi Taman Parkir ABA ini dengan menyiapkan taman parkir lain.

    Plt Kepala Dishub DIY Sumariyoto, Senin (31/7/2023) mengatakan, program Malioboro rendah emisi akan mulai diterapkan pada 2025 mendatang, sedangkan relokasi Taman Parkir ABA sudah mulai dilakukan.

    Sumariyoto menyebut rencananya Taman Parkir ABA akan direlokasi ke area Eks-UPN yang berada di Ketandan.

    “Rencananya di area eks-UPN, tapi belum final masih dilakukan kajian,” ujarnya.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam penataan Kota Yogyakarta

    Tak hanya merelokasi Taman Parkir ABA, untuk menjadikan Malioboro jadi kawasan rendah emisi kendaraan beremisi juga tidak boleh lewat di sana..

    “Tidak boleh karena prinsipnya untuk menjaga lingkungan Malioboro Jogja agar rendah emisi, udaranya bersih,” ucapnya.

    Dalam penataan ulang Malioboro sebagai zona rendah emisi, selain merelokasi Taman Parkir ABA, menurut Sumariyoto, Pemda DIY juga akan memindahkan Gedung DPRD DIY pada 2025 mendatang.

    “Jalan-jalan sirip di Malioboro juga akan ditata supaya rendah emisi,” katanya.

    Baca: Prinsip alon-alon waton kelakon warga Yogyakarta

    Upaya Pemkot Yogyakarta menjadikan Malioboro sebagai kawasan rendah emisi ini mendapat respon positif dari warga Yogyakarta. Namun mereka memberikan catatan.

    Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Juhri Iwan Agriawan ST., M.Sc  mengatakan langkah tersebut akan meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung Malioboro.

    Dan, dalam jangka panjang kondisi ini akan meningkatkan kunjungan orang ke kawasan Malioboro.

    Berbagai langkah telah dilakukan untuk secara bertahap untuk menurunkan emisi di Malioboro.

    “Upaya ini antara lain mengurangi secara drastis akses kendaraan bermotor terutama kendaraan pribadi ke kawasan ini dan memberikan ruang sepenuhnya untuk pejalan kaki dan pesepeda,” ujarnya dalam pesan tertulis kepada 7cloud.asia.

    Saat ini, lanjut Iwan, Malioboro telah menerapkan penutupan kawasan jalan dari kendaraan bermotor secara berkala setiap hari antara pukul 18:00 hingga pukul 21:00 WIB. Malioboro juga ditutup pada saat jam-jam puncak liburan.

    Upaya memindahkan Taman Parkir Abu Bakar Ali, tambah Iwan, adalah langkah yang bisa dilakukan selanjutnya, terutama untuk parkir kendaraan bermotor pribadi.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih memanusiakan

    Namun demikian, Iwan meminta Pemkot Yogyakarta agar tetap memberikan ruang bagi angkutan umum guna memudahkan pengunjung yang ingin jalan-jalan ke Malioboro. 

    Dananjaya, warga Yogyakarta yang dihubungi secara terpisah sependapat dengan Iwan. Ia menilai upaya Pemkot Yogyakarta menjadikan Malioboro sebagai kawasan rendah emisi bagus tujuannya.

    Malioboro jadi kawasan rendah emisi, ujarnya, berarti prioritas untuk pejalan kaki atau kendaraan rendah emisi.

    “Sementara Malioboro adalah daerah tujuan wisata utama Yogyakarta, sehingga sarana transportasi bagi orang-orang yang akan berkunjung ke Malioboro harus dipikirkan,” ujarnya. 

    Dananjaya juga melihat adanya kurang koordinasi antar lembaga. Perencanaan yang kurang matang dan kurang terkonsep dengan baik membuat pembangunannya terkesan tumpang tindih.

    “Infrastruktur pendukungnya belum disiapkan dengan matang, jadi kesannya itu nggak terkonsep dengan baik dan tumpang tindih kegiatan antara satu pihak dengan pihak lain,” ujarnya kepada 7cloud.asia melalui sambungan telepon.

    Baca: Sukses terapkan konsep TOD, ini manfaat yang dirasakan Kota Bogota

     

     

  • Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (31/07/2023) meresmikan proyek Sodetan Kali Ciliwung, Jakarta. Proyek yang diharapkan bisa mengurangi banjir di Jakarta ini sempat terhenti di era Anies Baswedan.

    Sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Sodetan Kali Ciliwung yang selama ini menjadi langganan banjir menyampaikan tanggapan dan harapan atas keberadaan sodetan ini.

    Salah satunya adalah Urip Yanto, warga yang tinggal di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur sejak 1988. Urip berharap agar kehadiran Sodetan Ciliwung dapat mengurangi banjir di wilayahnya.

    Baca: Tangani sampah Jakarta, Pemprov DKI Jakarta lebih pilih sistem RDF

    “Kalau warga memang mengharapkannya gimana supaya di wilayah Bidara Cina ini enggak terjadi banjir terus, tiap tahun selalu banjir. Dengan adanya Sodetan Kali Ciliwung ini mungkin mudah-mudahan bisa mengurangi banjir semuanya juga lebih bagus lagi. Buat di Ciliwung ini juga jangan terlalu meluap terus. Mudah-mudahan di situ,” ujarnya. 

    Sodetan Kali Ciliwung dibangun untuk mengalirkan sebagian debit banjir dari Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT).

    Sodetan Kali Ciliwung ini sebenarnya mulai dibangun sejak 2017 dengan menghabiskan biaya RP 1,150 triliun, namun pembangunannya sempat terhenti saat gubernur DKI Jakarta dipegang Anies Baswedan.

     

    Baca: LRT siap dioperasikan, tapi tarifnya dinilai masih kemahalan

    Sodetan Kali Ciliwung memiliki panjang 1,2 km, terdiri dari dua terowongan dan diharapkan bisa mengurangi banjir di 6 kelurahan

    Tidak hanya sebagai pengendali banjir, Sodetan Kali Ciliwung juga diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan warga sekitar. 

    Karena itu, Sodetan Kali Ciliwung juga dilengkapi sejumlah fasilitas umum seperti taman bermain, tempat kebugaran luar ruangan, toilet umum, plaza air mancur, hingga warung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Baca: Pembangunan kawasan TOD di Jakarta diharapkan mampu urai kemacetan

    Warga lainnya, Marwati dari Kelurahan Kebon Baru yang tinggal tepat di seberang Sodetan Kali Ciliwung mengaku senang dengan hadirnya fasilitas tersebut.

    Marwati menilai infrastruktur dari sodetan tersebut juga bisa menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi warga sekitar.

    “Alhamdulillah senang banget Pak. Ini baru kali ini saya datang, bagus sekali [fasilitasnya] jadi anak-anak nanti ke sini semua betah, untuk bermain warga, biar enggak suntuk gitu,” ujar Marwati.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Senada, Suwarsih warga Sodetan Kali Ciliwung lainnya juga menuturkan bawa infrastruktur sodetan dapat dimanfaatkan sebagai taman bermain anak-anak.

    Tak lupa ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah atas pembangunan Sodetan Kali Ciliwung yang sudah ditunggu-tunggu untuk mengurangi banjir di Jakarta ini. 

    “Saya juga cukup berterima kasih kepada Presiden Jokowi dengan adanya sodetan Kali Ciliwung ini jadi lebih berkembang, warga saya juga tidak [terkena] banjir lagi dengan adanya fasilitas yang ada. Yang sudah disediakan ini sangat bagus, jadi ya bagus sekali,” ucap Suwarsih. 

    Sumber: Setkab

  • Guna Ulang Dinilai Lebih Efektif Kurangi Sampah Plastik, Tapi Masih Diabaikan

    Guna Ulang Dinilai Lebih Efektif Kurangi Sampah Plastik, Tapi Masih Diabaikan

    7cloud.asia – Penerapan prinsip guna ulang menjadi salah satu isu yang diserukan Pawai Bebas Plastik 2023 untuk memerangi sampah plastik di Indonesia.

    Ada alasan mengapa Koalisi Pawai Bebas Plastik lebih menganjurkan guna ulang ketimbang daur ulang yang selama ini jauh lebih populer dalam menangani sampah plastik.

    Hal ini karena guna ulang nyaris tidak membutuhkan energi dan menghasilkan lebih sedikit sampah plastik.

    Berbagai kajian menunjukkan, selain efektif mengurangi sampah plastik, penerapan guna ulang bisa mengurangi emisi gas rumah kaca yang memicu terjadinya perubahan iklim.

    Penggiat persampahan, Hanifah Nurawaliah, dalam diskusi “Peran Pemuda dan Pemerintah Daerah Dalam Mendorong Gerakan Guna Ulang Dalam Pengelolaan Sampah” di  Bandung, Sabtu (27/7/2023) mengatakan, penerapan prinsip guna ulang bisa mengurangi emisi karbon hingga 54 persen.

    Baca: Pawai Bebas Plastik serukan penerapan guna ulang

    Sayangnya, pemerintah saat ini masih belum serius mendorong prinsip guna ulang ini. Prinsip guna ulang belum menjadi kewajiban bagi perusahaan FMCG yang banyak memproduksi sampah plastik.

    Guna ulang masih sebatas pilihan bagi perusahaan FMCG dalam peta jalan penghapusan sampah plastik di Indonesia.

    “Sehingga banyak perusahaan yang lebih memilih daur ulang karena dinilai lebih sesuai dengan situasi mereka,” ujar Muharram Atha Rasyadi, Pengkampanye Urban Greenpeace Indonesia dalam jumpa pers Pawai Bebas Plastik 2023 beberapa waktu lalu. 

    Perusahaan, lanjut Atta, juga cenderung memastikan bahwa kemasan mereka bisa didaur ulang. Masalahnya, untuk menghasilkan kemasan baru itu mereka masih menggunakan virgin plastik yang akan menghasilkan sampah plastik baru. 

    “Ini juga tidak memenuhi kaidah ekonomi sirkular yang sebenarnya, karena produk-produk mereka setelah diolah keluarannya adalah produk lain sementara tetap dihasilkan sampah plastik,” tandasnya.

    Baca: Seperti ini seharusnya ekonomi sirkular itu

    Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) Tiza Mafira mengatakan bahwa guna ulang atau atau reuse merupakan hal mendasar dalam mengurangi sampah plastik. 

    Menurut Tiza, saat ini telah muncul berbagai inisiatif dari masyarakat untuk menerapkan prinsip guna ulang. Sayangnya hal ini belum diwadahi oleh sistem yang memadai.

    Salah satu inisiatif tersebut antara lain ditunjukkan oleh Siklus, yang menjual berbagai produk kebutuhan rumah tangga seperti cairan pencuci piring, sabun, sampo, deterjen, minyak goreng, kopi dengan sistem isi ulang.

    Saat ini Siklus masih terbatas operasinya yakni di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia saja.

    Selain itu juga ada Komunitas Guna Ulang Aja yang berdiri di Bandung sejak bulan Maret 2023 lalu.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Dilansir wartaekonomi.com, Guna Ulang Aja berfokus pada kampanye dan edukasi pengurangan sampah melalui praktik guna ulang.

    “Karena faktanya kondisi persampahan kita cukup menyedihkan. Pada tahun 2022 lalu misalnya, produksi sampah nasional mencapai 69 juta ton, hanya 74 persen saja yang terkelola. Sementara Masyarakat Kota Bandung memproduksi sekitar 1.500 ton sampah per hari,” kata koordinator Guna Ulang Aja Muhammad Farhan Rizky.

    Ada juga Izifill, perusahaan penyedia stasiun air minum isi ulang dengan menggunakan dispenser.

    Pendiri Izifill, Ichsan Mulia belakangan berkembang tren di kalangan kaum muda untuk menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang-ulang, misalnya tumbler. Dia menuturkan, Izifill didirikan untuk merespons hal itu.

    “Mereka membawa tumbler, kalau tidak ada stasiun pengisian airnya, terus bagaimana,” kata dia.

    Beroperasi sejak Juni 2022, Izifill kini meliilki delapan unit stasiun air minum isi ulang di Bandung dan Jakarta. Ichsan mengklaim, telah mendistribudikan hampir 2000 liter air, dikonsumsi 820 orang, mengurangi lebih dari 5000 botol plastik.

    Baca: Tiga tuntutan Pawai Bebas Plastik 2023

     

     

     

     

  • El Nino Mengancam Ketersediaan Beras Nasional, Begini Penjelasan Mentan

    El Nino Mengancam Ketersediaan Beras Nasional, Begini Penjelasan Mentan

    7cloud.asia – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, memastikan  ketersediaan beras nasional cukup baik hingga September 2023, meski saat ini El Nino menghantui dan bisa memicu gagal panen.

    Mentan menyebut, sampai September atau puncak kemarau yang dipicu El Nino, Indonesia masih punya overstock beras di atas 2,7 juta [ton].

    “Artinya, dari setiap bulan masih ada panen di atas 800 ribu hektare, itu menghasilkan cukup untuk kebutuhan (beras, red) kita setiap bulannya di atas 2 jutaan,” kata Mentan usai rapat terbatas (ratas) membahas ketersediaan beras nasional mengantisipasi dampak El Nino di Istana Merdeka, Rabu (02/08/2023).

    Baca: Penyebab El Nino dan dampak yang ditimbulkan

    Dalam rapat tersebut, ungkap Mentan, Presiden juga meminta jajarannya untuk mempersiapkan dan memastikan ketersediaan beras nasional dalam menghadapi fenomena El Nino yang memicu kekeringan dan menurunnya produktivitas pertanian.

    Mentan mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan kurang lebih 500 ribu hektare untuk menjaga ketersediaan beras nasional dan antisipasi El Nino.

    “Walaupun dalam kenyataan sampai hari ini tentang El Nino dan lain-lain sebagainya yang digambarkan akan panas dan lain-lain, saya habis cek beberapa waduk-waduk dan dam kita yang besar, ternyata airnya cukup,” kata Syahrul.

    Baca: Pemerintah siapkan Rp 8 Triliun guna antisipasi kekeringan dampak El Nino

    Mentan pun mengharapkan pemerintah daerah turut mempersiapkan diri dalam menghadapi El Nino.

    Menurutnya, sejumlah daerah telah menyatakan kesiapan untuk mempersiapkan lahan guna menjamin ketersediaan beras nasional mengantisipais dampak El Nino.

    Ia menyebut ada enam daerah utama yang disiapkan, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, tiga Jawa, ditambah dengan Sulawesi Selatan.

    Baca: El Nino mulai memasuki puncaknya, warga diminta antisipasi kekeringan

    “Kemudian ada penyangganya adalah Kalimantan Selatan, NTB [Nusa Tenggara Barat], Banten, dan Lampung.

    “Saya yakin kalau ini bisa bergerak 500 ribu hektare, shorted atau kemungkinan imbas dari El Nino itu kita bisa kendalikan dengan baik,” tandasnya.

    Indonesia diperkirakan akan turut merasakan dampak larangan ekspor beras yang dilakukan India guna mengantisipasi dampak El Nino.

    Baca: Dampak El Nino pada kesehatan

    Seperti diberitakan sebelumnya, pada 20 Juli lalu India melarang ekspor beras non basmati demi menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi dampak El Nino.

    Sejumlah negara penghasil beras seprti Vietnam sedang mempertimbangkan hal yang sama.

    Sumber: Setkab

     

  • Iuran BPJS Kesehatan Kemungkinan Naik pada 2025, DPR Minta Agar Kualitas Pelayanan Ditingkatkan

    7cloud.asia – Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengingatkan, harus ada peningkatan pelayanan kesehatan menyusul adanya wacana soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 2025.

    Rahmad meminta BPJS Kesehatan tidak menjadikan kenaikan iuran sebagai fokus utama melainkan bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. 

    “Yang utama berpegang dari keterangan pemerintah bahwa sampai 2024 tidak ada kenaikan iuran. Yang menjadi fokus saat ini adalah bagaimana fokus pelayanan BPJS Kesehatan. Di rumah sakit-rumah sakit harus terus ditingkatkan,” ucap Rahmad seperti dikutip Parlementaria.

    Baca: Kontroversi penghapusan kelas BPJS Kesehatan

    Ia menambahkan, rumah sakit peserta BPJS Kesehatan harus menjadi tuan rumah yang baik untuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

    “Rumah sakit yang tidak menaati kerja sama harus ditertibkan, serta tidak ada alasan lagi RS menolak pasien,” sambungnya.

    Diberitakan sebelumnya, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memperkirakan iuran BPJS Kesehatan berpotensi naik pada Juli 2025, menyusul perubahan tarif standar layanan kesehatan Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2023.

    Baca: UU Kesehatan dinilai dorong liberalisasi kesehatan, siapa dirugikan

    Permenkes ini mengatur standar tarif terbaru yang menggantikan standar tarif pelayanan kesehatan lama baik untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang diatur dalam Permenkes Nomor 52 Tahun 2016.

    “Soal ancaman adanya minus BPJS perlu dipikirkan oleh manajemen dengan melakukan terobosan yang memungkinkan agar terhindar dari defisit yang besar,” imbau Rahmad.

    Dari analisa DJSN, surplus aset neto BPJS Kesehatan hingga 31 Desember 2023 yang sebesar Rp56,5 triliun bisa berbalik negatif pada 2025. Defisit ini akan muncul pada Agustus-September 2025, sekitar Rp11 triliun.

    Baca: Apa yang harus dilakukan setelah status pandemi Covid-19 dicabut?

    Selain itu, juga ada hitungan utilitas atau pemanfaatan BPJS Kesehatan yang meningkat hingga 2023, ditambah dengan adanya perluasan kontrak antara BPJS Kesehatan dengan pihak rumah sakit dari 2.963 pada 2022 menjadi 3.083 pada 2024.

    “Potensi kenaikan tarif iuran itu belum mempertimbangkan rencana kebijakan implementasi single tarif iuran atau kelas rawat inap standar (KRIS) yang menghapus sistem kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan,” terang Rahmad.

    Dalam kesempatan itu, Rahmad juga mengingatkan agar tidak ada lagi pasien pengguna BPJS Kesehatan yang mendapat penolakan. Memberikan perawatan bagi masyarakat seyogyanya sudah menjadi pekerjaan rumah dari Pemerintah yang melayani jalur BPJS.

    Baca: Kemiskinan mendorong orang jual organ tubuhnya

    “Yang paling utama saat ini adalah, bagaimana fokus pada pelayanan BPJS. Kita ketahui bersama, masih ada rumah sakit yang bandel dengan menolak pasien BPJS Kesehatan. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang harus ditingkatkan,” katanya. 

    Legislator dari Dapil Jawa Tengah V ini mengungkapkan ada keresahan masyarakat terkait kuota pasien BPJS Kesehatan di tiap rumah sakit yang bisa memicu terjadinya penolakan bagi pasien.

    Menurut Rahmad, hal tersebut merupakan langkah diskriminatif terhadap pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. 

    Baca: Layanan kesehatan bagi korban kekerasan seksual masih sangat kurang

    “Tidak adanya standarisiasi membuat pasien terdiskriminasi karena semestinya tidak boleh ada penolakan pelayan bagi seluruh warga indonesia baik mereka yang mengakses pelayanan menggunakan BPJS, asuransi maupun mandiri,” tegasnya.

    Dari catatan Ombudsman Republik Indonesia, terdapat 700 pengaduan pada 2021-2022 terkait pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Sebagian laporan tersebut adalah soal penolakan terkait kuota pelayanan kesehatan pada peserta BPJS Kesehatan.

    Oleh sebab itu Rahmad berharap tidak ada lagi rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan menolak memberikan layanan bagi peserta jaminan sosial tersebut. Ini pun sejalan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

    Baca: Indonesia targetkan bisa bebas rabies pada 2030

    “Kesehatan adalah hak bagi masyarakat yang harus dipenuhi pelayanannya oleh negara. Jadi pemerintah harus memberi penekanan kepada setiap rumah sakit, bahwa harus memberikan layanan terbaik bagi setiap pasien,” papar Rahmad.

    Apabila ada rumah sakit yang membandel, BPJS diminta memberi sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi yang lainnya. Dengan begitu, kata Rahmad, akan tercipta transformasi pelayanan kesehatan yang baik, ramah dan nyaman bagi setiap pasien BPJS Kesehatan. 

    “Kalau perlu sanksinya pemutusan kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tindakan tegas ini akan menimbulkan persepsi positif di masyarakat terkait transformasi pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

     

  • Lewat Program Jogja Hijau, 10 Desa Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Mandiri d

    Lewat Program Jogja Hijau, 10 Desa Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Mandiri d

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjuk sepuluh desa percontohan terkait pengurangan dan pengelolaan sampah secara mandiri.

    Pengelolaan sampah di sepuluh desa percontohan itu bekerja sama dengan SPEAK (Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi) Indonesia melalui Program Jogja Hijau dan Voices For Just Climate Action (VCA).

    Di desa percontohan itu berlangsung pengelolaan sampah yang mampu dituntaskan di tingkat kelurahan beserta pengembangan “Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R)”.

    “Masyarakat mau tidak mau harus mempunyai tingkat partisipasi untuk memilah sampah dari dapur pindah ke depan pintu masing-masing rumah,” kata Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji dalam keterangan resmi , Rabu (2/8/2023).

    Baca: Bank sampah ini tak punya gudang tapi tetap juara

    Menurut Kuncoro, sampah di depan pintu masing-masing rumah di sepuluh desa percontohan mandiri sampah tersebut bakal dibantu penyalurannya ke TPS3R aktif dari 10 desa tersebut.

    “Jadi, nanti bisa dikerjakan di situ (TPS3R). Untuk pengefektifan, TPS3R ini ada beberapa bantuan memang untuk alat transportasi, kemudian pengolah sampah yang ada di TPS3R,” kata dia.

    Kesepuluh desa itu akan dijadikan percontohan bahwa pengelolaan sampah bisa selesai di tingkat kelurahan. 

    Sepuluh desa percontohan itu adalah Desa Sinduharjo, Sardonoharjo, Puriharjo, Purwomartani, Minomartani, dan Pandowoharjo di Kabupaten Sleman, serta Desa Wirokerten, Tamanan, Srigading, dan Srihardono di Kabupaten Bantul.

    Baca: Hindari 5 jenis plastik sekali pakai ini

     

    Kuncoro berharap program itu mampu mengurangi sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan, Bantul.

    Kuncoro menjelaskan, Program Jogja Hijau merupakan konsep pengelolaan lingkungan berdasarkan empat aspek ramah lingkungan.

    Keempat aspek tersebut adalah konservasi energi, konservasi air, pengelolaan sampah dan limbah domestik secara mandiri serta pemanfaatan lahan.

    “Melalui pemberdayaan itu masyarakat mendapatkan manfaat dari lingkungan yang dikelola tersebut,” katanya.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Sementara itu, Direktur SPEAK Indonesia Wiwit Heris Mandari menjelaskan program Voices For Just Climate Action (VCA) adalah program aksi untuk mengatasi perubahan iklim yang berkeadilan.

    Bersama Slum Dwellers International (SDI), pihaknya bergerak untuk memulai menyuarakan perubahan iklim dari masyarakat yang bisa bekerja sama dengan pemerintah.

    Melalui program VCA, SPEAK Indonesia berkolaborasi sekaligus belajar dari Pemda DIY terkait perubahan iklim, salah satunya dengan membangun aksi bersama masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah.

    “Kami paham saat ini kita semua memang harus menghadapi persampahan dengan cara yang berbeda. Tadi kita sudah bertemu dengan Pak Wagub DIY, banyak arahan yang sudah diberikan untuk bagaimana nanti kita bisa bekerja sama,” kata dia.

    Sumber: Antaranews

  • Mengintip Guyubnya Pemilik Warteg di Jakarta, Saling Membantu Atasi Masalah

    Mengintip Guyubnya Pemilik Warteg di Jakarta, Saling Membantu Atasi Masalah

    7cloud.asia – Keberadaan warung Tegal atau warteg telah banyak membantu warga kota Jakarta menjalani aktivitas kesehariannya.  

    Dan, dalam perjalanannya Warteg yang awalnya dirintis para pekerja asal kota Tegal Jawa Tengah yang bermigrasi ke kota Jakarta menghadapi pasang surut.

    Berbagai kejadian baik politik maupun ekonomi, seperti naik turunnya harga pangan akhirnya mendorong para pemilik warteg di Kota Jakarta dan sekitarnya berkumpul bersama dan membentuk komunitas yang dinamakan Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara).

    Komunitas pemilik warteg ini dibentuk dengan tujuan agar mereka dapat saling membantu dalam menjalani usaha warung makan ini.

    Baca: Kisah warteg, dibuat warga Tegal kemudian jadi merek bersama

    Ketua Komunitas Warteg Nusantara, Mukroni seperti dikutip BBC News Indonesia, mengatakan pada awal mulanya Kowantara dibentuk dengan tujuan dilahturahmi, agar para pemilik warteg dapat saling kenal dan berkumpul bersama.

    Namun, kini fungsi Komunitas Warteg Nusantara sudah berkembang menjadi lebih luas.

    “Jadi silaturahmi istilahnya, sebagi bentuk persaudaraan antar-para pegiat warteg. Yang kedua, ya kalau bisa kita menggerakkan ekonomi, kita nanti akan mendirikan beberapa koperasi,“ kata Mukroni kepada BBC News Indonesia.

    Koperasi yang diberi nama Koperasi Warteg Nusantara tersebut digunakan oleh komunitas itu untuk membeli bahan-bahan dasar makanan dalam jumlah besar dan disalurkan kepada para anggota.

    Baca: Mengenal uniknya tradisi seba

    “Itu ide kita, gagasan kita untuk mewadahi agar mereka [para pemilik warteg] dapat memperoleh harga bahan sembako, bahan pokok untuk kebutuhan warteg dengan harga yang cukup murah dan berkualitas,“ ujarnya.

    Koperasi itu ternyata menjadi sangat berguna dalam mengatasi lonjakan harga bahan pangan, terutama minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan di pasar.

    Ada pula bahan makanan lain seperti beras dan telur yang disediakan oleh Koperasi Warteg Nusantara

    “Jadi kalau kita kompak, kalau kita bersama solid, kita akan bisa mendapatkan harga murah, barangnya berkualitas,“ lanjutnya.

    Baca: Tradisi mudik ternyata sudah ada sejak jaman Majapahit

    Selain menyediakan bahan makanan dengan harga terjangkau, Koperasi Warteg Nusantara juga mengadakan pelatihan-pelatihan untuk anggotanya yang ingin meningkatkan skill mereka di bidang kuliner, baik itu dari segi kesehatan ataupun modifikasi menu.

    “Kita pernah kerjasama itu dengan Unilever, misalnya dengan bahan baku yang murah tapi tidak mengandung bahan kimia.

    Jadi masih ada keterkaitan dengan makanan. Dari segi halal, kesehatan, kebersihan, ya terus pembiayaan, akses. Misalnya ada bank yang mau menyalurkan PUR, monggo silakan daftar.

    Lebih lanjut, Mukroni mengatakan bahwa Kowantara juga membantu legalitas usaha para anggotanya dengan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

    Baca: Mengenal sumbu filosofi Yogyakarta

    Dengan memiliki NIB, sambungnya, para pemilik warteg dapat dipermudah dalam mengakses layanan perbankan dan terdaftar untuk menerima bantuan pemerintah.

    Program-program tersebut direncanakan bersama pada pertemuan para anggota yang digelar sekali setiap bulan di wilayah masing-masing.

    Sementara, untuk acara pertemuan para anggota secara nasional, biasanya diadakan setahun sekali.

    “Itu per Kanwil biasanya. Misalnya di Bogor, terus nanti kan jaraknya lumayan, makanya kita datangi. Ayo di Bogor adakan Kopdar [Kopi Darat], nanti kita bisa sambil arisan.

    Baca: Malioboro akan dijadikan kawasan rendah emisi

    “Makanannya juga enggak jauh-jauh dari warteg atau dari biasanya kupat, kupat khas Tegal atau tauco/ Ya paling nggak opor ayam, warteg ini kan makanan rumah. Jadi kan enggak susah,” ujar Mukroni sambil tertawa.

    Sementara, Tarsih, yang menjabat sebagai sekretaris Koperasi Warteg Nusantara mengatakan bahwa komunitas itu seringkali menjadi wadah penyaluran aspirasi para pengusaha warteg.

    “Kalau ada peraturan-peraturan pemerintah yang kayaknya merugikan. Kemarin waktu Warteg mau dikenakan pajak, berat banget karena yang makan [di warteg] bukan orang-orang yang banyak duit,” kata Tarsih.

    Sumber: BBC News Indonesia