Blog

  • Jadi Penghasil Sampah Plastik Terbanyak, Mungkinkah Terwujud Pasar Bebas Plastik?

    Jadi Penghasil Sampah Plastik Terbanyak, Mungkinkah Terwujud Pasar Bebas Plastik?

     

    7cloud.asia – Antusiasme masyarakat untuk mendukung Program Pasar Bebas Plastik sangat tinggi.

    Program pasar bebas plastik merupakan kolaborasi antara Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dengan pengelola pasar tradisional di daerah (Jakarta, Bandung, Banjarmasin, Bogor, Surabaya, Denpasar, dan Gianyar).

    Ujicoba program pasar bebas plastik ini sudah dimulai sejak Desember 2019 di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan yang kemudian disusul di sejumlah daerah lainnya.

    Baca: Tinggalkan lima jenis plastik sekali pakai ini tuk kurangi sampah plastik

    Aktivitas utama program pasar bebas plastik antara lain adalah pelatihan tata cara bertransaksi bebas plastik antara pedagang dengan konsumen;  rampok plastik, bentuk edukasi yang dilakukan kepada konsumen dengan cara menukar kantong plastik yang digunakan dengan kantong guna ulang.

    Selain itu, GIDP juga melakukan riset konsumsi plastik, menghitung penurunan atau peningkatan konsumsi plastik sekali pakai pada saat program berjalan.

    Tak lupa GIDP menyebarluaskan informasi program pasar bebas plastik, baik kepada pedagang pasar maupun masyarakat luas yang menjadi konsumen di pasar tradisional. 

    Baca: Tiga tuntutan koalisi Pawai Bebas Plastik tuk kurangi sampah plastik

    Program uji coba Pasar Bebas Plastik secara spesifik menyasar pasar tradisional atau pasar rakyat.

    Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh GIDKP, pasar rakyat merupakan salah satu sumber penghasil sampah plastik terbesar di Indonesia. Sebanyak 416 juta lembar kantong plastik dalam satu tahun dihasilkan oleh pasar rakyat.

    “Angka ini berarti sekitar 45% dari keseluruhan sumber kantong plastik (selain dari pusat perbelanjaan, toko modern, dan restoran),” ujar Direktur Eksekutif GIDP Tiza Mafira seperti dikutip di laman dietkantungplastik.info.

    Baca: Kenali jenis sampah plastik dan nilai ekonominya

    Pasar tradisional dihuni oleh ratusan atau bahkan ribuan pedagang sektor informal. Kiosnya pun milik perorangan, sehingga intervensi yang harus dilakukan tidaklah mudah. 

    “Tidak hanya memberikan tas ramah lingkungan, program pasar bebas plastik ini bertujuan untuk memahami karakter pedagang dan pengunjung pasar agar kita dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengurangi sampah plastik,” imbuh Tiza.

    Program pasar bebas plastik yang dilakukan Gerakan Diet Kantung Plastik (GIDP) di sejumlah daerah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Program Pasar Bebas Plastik di Bali dimulai dari Pasar Sindu Sanur pada 2021. Program ini berhasil menciptakan trend pengurangan plastik sekali pakai di pasar tersebut.

    Terakhir Pasar Seni Guwang, Sukawati juga menjadi pilot project Program Pasar Bebas Plastik ini. 

    Program Pasar Bebas Plastik juga telah diujicobakan di empat pasar di Bandung dan Banjarmasin. Hasilnya, Pasar Kosambi dan Cihapit di Bandung mampu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai sebanyak 11% dan 19%.

    Baca: Saatnya membangun ekosistem guna ulang untuk antisipasi larangan plastik sekali pakai 

    Sementara di Pasar Pekauman dan Pandu di Banjarmasin penurunan penggunaan kantung plastik mencapai 18% dan 27%.

    Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Sub Koordinator Kerjasama Teknis Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Deti Yulianti mengatakan, berkurangnya penggunaan kantong plastik tak hanya membantu lingkungan dan pengurangan sampah kota Bandung ke TPA.

    “Itu juga membantu pedagang di pasar berhemat rata-rata Rp 300.000/bulan,” katanya. 

    Baca: Konsep isi ulang dari Siklus ini efektif kurangi sampah plastik

    Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Dwi Naniek Muhariyani mengatakan mayoritas pedagang sebenarnya sudah paham bahwa penggunaan plastik berbahaya.

    Tetapi mereka belum menemukan alternatif kemasan untuk komoditas basah.

    “Melalui program ini, bersama dengan GIDKP, aktif melakukan berbagai macam edukasi, sosialisasi dan evaluasi agar pedagang dan pengunjung pasar lebih percaya diri untuk mengurangi ketergantungan pada plastik,” ujarnya.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun sudah ketinggalan zaman

    Hasil positif lain yang diraih oleh program ini adalah adanya perubahan perilaku dari pengunjung pasar.

    Pembeli yang membawa kantong belanja ramah lingkungan di empat pasar tersebut meningkat hingga 21%.

    Sebelum Program Pasar Bebas Plastik ini diujicobakan, sekitar 600 pedagang di pasar-pasar ini mendapatkan pelatihan mengenai tata cara bertransaksi bebas plastik dengan pelanggannya.

    Baca: Sejumlah aplikasi yang layani konsep guna ulang

    Uji coba Pasar Bebas Plastik di Bandung dan Banjarmasin berhasil mematahkan stigma bahwa pembeli dan pedagang pasar tradisional masih sulit melepas ketergantungan pada plastik sekali pakai.

    “Saya harap hasil positif dari program ini menginspirasi pasar tradisional lain untuk segera membebaskan diri dari plastik dan menyukseskan Indonesia Bersih Sampah 2025,” ungkap Ujang Solihin Sidik, Kepala Sub Direktorat Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah, Kementerian LHK.

     

  • Sejarah Panjang Palembang sebagai Kota Tertua di Indonesia

    Sejarah Panjang Palembang sebagai Kota Tertua di Indonesia

    7cloud.asia – Berdasarkan sejarahnya, kota Palembang yang saat ini menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dan pernah jadi ibu kota Sriwijaya bisa dikatakan sebagai kota tertua di Indonesia.

    Berdasarkan perhitungan dari prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit, kota Palembang telah berumur setidaknya 1341 tahun.

    Menurut Prasasti Sriwijaya yang berangka tahun 16 Juni 682, saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang.

    Nama kota Palembang tak lepas dari kondisi topografinya yang dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air, baik yang bersumber dari sungai maupun rawa, juga air hujan.

    Baca: Mengenal Salatiga, salah satu kota tertua di Indonesia

    Nama Palembang berasal dari gabungan kata Pa/Pe dan kata lembang/lembeng. Dalam bahasa Melayu, Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan.

    Sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu).

    Sedangkan kalau menurut bahasa Melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.

    Kondisi alam ini bagi nenek moyang masyarakat Palembang menjadi modal mereka dalam menghidupkan kota.

    Baca: Perjalanan Jakarta, berawal dari Pangeran Jayakarta

    Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi.

    Selain kondisi alam, letak strategis kota Palembang yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah.

    Yakni dataran tinggi Bukit Barisan di sisi barat, daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah dan daerah pesisir timur laut.

    Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan dan peradaban masyarakat Palembang.

    Baca: Mengenal Kota Kupang, dari Lou Kopan yang diperebutkan Belanda dan Portugis

    Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong warga setempat melahirkan kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan.

    Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di Asia pada waktu itu. Tak hanya menjadi ‘kiblat’ penganut Budha, Sriwijaya juga menjadi pusat perniagaan terkemuka. 

    George Coedes dalam buku “The Indianized States of Southeast Asia. trans.  ” menyebut, pada paruh kedua abad ke-9, Jawa dan Sumatra disatukan di bawah kekuasaan Sailendra yang memerintah di Jawa … pusatnya di Palembang.”[9]:92

    Sebagai ibu kota kerajaan Sriwijaya, kota tertua kedua di Asia Tenggara ini telah menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara maritim selama lebih dari satu millenium.

    Baca: Manado, kota di negeri jauh yang cantik

    Kerajaan Sriwijaya berkembang dan mengendalikan perdagangan internasional melalui Selat Malaka dari abad ke-7 hingga abad ke-13, mengukuhkan hegemoni atas negara-negara di Sumatra dan Semenanjung Malaya.

    Prasasti Sanskerta dan catatan perjalanan Tiongkok melaporkan bahwa kerajaan ini menjadi makmur karena menjadi perantara dalam perdagangan internasional antara Tiongkok dan India.

    Karena angin muson yang terjadi dua kali setahun, setelah sampai di Sriwijaya, para pedagang dari Tiongkok atau India harus tinggal di sana selama beberapa bulan menunggu perubahan arah angin, atau harus kembali ke Tiongkok atau India.

    Oleh karena itu, Sriwijaya tumbuh menjadi pusat perdagangan internasional terbesar, dan tidak hanya pasarnya, tetapi juga infrastruktur untuk para pedagang seperti penginapan dan hiburan juga dikembangkan.

    Baca: Mengenal uniknya tradisi Seba masyarakat adat Badui

    Saat itu Sriwijaya juga berfungsi sebagai sebuah pusat budaya di Asia Tenggara. Yijing, seorang pengelana Buddhis Tiongkok yang tinggal di Palembang dan Jambi pada tahun 671, mencatat bahwa terdapat lebih dari seribu biksu dan sarjana terpelajar.

    Mereka didukung oleh kerajaan untuk belajar agama di Palembang. Dia juga mencatat bahwa terdapat banyak “negara” di bawah kerajaan yang disebut Sriwijaya (Shili Foshi).

    Sebuah rupaka Buddha, ditemukan di situs arkeologi Bukit Seguntang, kini dipajang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

    Setelah mengalami kejayaan di abad ke-7 dan 9, maka kurun abad ke-12 Sriwijaya perlahan mengalami penurunan. 

    Baca: Peran sumbu filosofi dalam penataan Kota Yogyakarta

    Sriwijaya turun selain karena persaingan dengan kerajaan di Jawa, juga dipicu pertempuran dengan kerajaan Cola dari India. Kejatuhan Sriwijaya tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

    Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada abad pertengahan atau tahun 1600an. Sriwijaya kemudian menjadi kesultanan Palembang yang disegani di kawasan Nusantara.

     

    Pamor kesultanan Palembang meredup karena kedatangan Kompeni ke Nusantara, hingga akhirnya Kesultanan Palembang dihapus oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1825.

    Pada awal abad 20, tepatnya tahun 1920-an, Palembang dikembangkan menjadi layaknya kota di Eropa di bawah bimbingan Thomas Karsten yang saat itu dikenal sebagai arsitek banyak kota di Hindia Belanda. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta dengan penataan fasilitas transportasi publik

    Setelah Indonesia merdeka pada Agustus  1945, sejumlah pembangunan dilakukan di Palembang.

    Pada 1962 dibangun Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi. Hingga saat ini, Jembatan Ampera menjadi salah satu kebanggaan warga Kota Palembang.

    Penunjukan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah PON turut mengubah wajah kota Palembang. Penetapan Palembang menjadi Kota Wisata Air dan tuan rumah bersama ASIAN Games 2018 melengkapi sejarah panjang kota Palembang. 

    Esti Utami, dari berbagai sumber. 

     

  • Dampak EL Nino Mulai Dirasakan Petani di Ciamis, Jawa Barat

    Dampak EL Nino Mulai Dirasakan Petani di Ciamis, Jawa Barat

    7cloud.asia – Dampak El Nino mulai dirasakan petani di sejumlah daerah yang mengeluhkan hasil panen yang tidak maksimal atau bahkan mengalami gagal panen.

    Sektor pertanian dan petani memang sangat merasakan dampak El Nino yang diperkirakan akan memuncak pada Agustus dan September ini. 

    Tidak hanya mengalami kekeringan, petani juga harus menghadapi berbagai penyakit padi dan hama. El Nino menyebabkan hama dan penyakit menyebar lebih cepat dan merusak tanaman serta mengurangi hasil panen.

    Seperti yang terjadi di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Lisnawati, petani padi di Dusun Batukurung, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Ciamis mengeluh panen padinya menurun akibat dampak El Nino.

    Baca: Mengapa El Nino terjadi dan apa dampaknya bagi petani?

    Pada musim panen bulan Juli lalu, ia hanya mampu memanen gabah kurang dari 2 ton dari 11 petak sawah yang ia miliki. Padahal biasanya hasil panennya
    mencapai 4 ton.

    Kondisi ini akibat adanya serangan hama tikus yang menggerogoti batang padi milik petani.

    Berbagai usaha telah dilakukan Lisna untuk menyelamatkan padinya dari hama
    tikus, seperti memberikan racun tikus yang banyak.

    “Semua orang kasih racun tikus, tapi ada terus (tikusnya). Mati (tikus) banyak, tetapi yang makan batang padi juga banyak. Makanya pada kaget semua orang karena mengalami semua,” jelas Lisnawati kepada 7cloud.asia.

    Baca: Warga diminta bersiap hadapi kekeringan akibat El Nino

    Ibu dua orang anak ini menjelaskan hama tikus adalah hama yang paling jahat dibandingkan hama lainnya. Sebab, hama tikus akan memakan batang padi
    terus menerus hingga jelang panen.

    Makanya tak heran petani merugi pada musim panen kali ini. Bahkan menurut Lisnawati, kondisi ini adalah yang terparah yang pernah ia hadapi dalam menghadapi hama tikus.

    Sebagai petani, Lisnawati mengaku tidak mendapat bantuan apapun untuk
    menghadapi hama tikus tersebut.

    “Padahal dulu kita suka dikasih obat (untuk hama tikus) dari desa, tapi sekarang nggak dikasih lagi,” katanya.

    Baca: Pemerintah siapkan Rp 8 T untuk antisipasi dampak El Nino

    Sementara itu, Kepala Desa Kawasen, Suharno mengatakan pihaknya memang
    tidak bisa berbuat banyak dengan apa yang dikeluhkan warganya.

    Selain itu, ia juga tidak dapat memberikan obat untuk hama tikus secara gratis kepada warga. Sebab hal ini akan memperparah kondisi tanah. Paparan zat kimia
    dapat membuat tanah menjadi lebih kering.

    “Tanah menjadi kering karena pemakaian obat-obatan kimia. Sekarang kita mau mencoba bergeser ke obat-obat organik yang aman untuk tanah,” katanya.

    Dalam menghadapi El Nino, petani tidak hanya berurusan dengan hama saja.
    Tetapi juga gangguan musim tanam dan kekeringan.

    Baca: Seperti ini El Nino berdampak pada kesehatan manusia

    Mengantisipasi kekeringan ini, Suharno menjelaskan pihaknya tidak hanya
    mengandalkan irigasi yang sudah ada. 

    Pihak desa juga akan membangun pipa saluran air sepanjang 2,5 kilometer yang sumber air tersebut berasal dari desa terdekat yakni Desa Cimudal.

    Saluran air dengan debit air sebanyak 1,2 liter per detik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untuk rumah tangga dan mengairi sawah.

    Selain itu, Suharno juga mengajak warga untuk melakukan reboisasi atau
    penghijauan secara mandiri terutama di sekitar mata air desa.

    “Reboisasi harusnya kesadaran sendiri, tetapi kadang susah,” ungkapnya.

    Baca: Dampak El Nino sudah terasa, sejumlah daerah alami kekeringan

    Suharno berharap ada kerjasama dari warga untuk menghadapi El Nino. Selain
    itu, ia juga berharap perhatian dari pemerintah daerah untuk meminimalisir dampak El Nino bagi petani di daerahnya. 

    El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu
    permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat
    dari biasanya.

    El Nino Biasanya terjadi setiap 5 atau 7 tahun sekali berselang seling dengan fenomena La Nina.

    Fenomena alami ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Perjuangan Caleg Bermodal Cekak Siasati Politik Berbiaya Tinggi

    Perjuangan Caleg Bermodal Cekak Siasati Politik Berbiaya Tinggi

    7cloud.asia – Erie Sandra Amelia seorang calon anggota legislatif (caleg) untuk DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pernah mengalami kejadian tak mengenakkan.

    Penampilannya yang sederhana justru dipertanyakan. Bonafiditas Erie sebagai caleg diragukan, meski Erie telah lama aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya di Pekayon, Jakarta Timur.

    “Ihh caleg kok sederhana banget, harusnya kalau sudah jadi caleg berpenampilan mewah lah. Jadi kita yakin kalau caleg tersebut cukup kaya untuk menjadi anggota dewan,” demikian salah seorang warga mengomentari penampilannya.

    Kondisi ini tak menyurutkan semangat Erie, ia tetap maju. Ini karena, tujuannya maju sebagai caleg bukan semata untuk berkuasa, tetapi agar ia lebih mudah memperjuangkan misinya melawan kemiskinan dan stunting di wilayahnya.

    “Dari pengalaman selama ini, saya merasa akan lebih mudah bagi saya jika masuk ke sistem,” ujar mantan jurnalis ini.  

    Baca: KPU sudah umumkan DCS, masukan dari masyarakat ditunggu hingga 28 Agustus

    Erie menambahkan, PSI juga tidak mengizinkan caleg nya untuk mencari sponsor untuk membiayai pencalonan mereka. Karena itu Erie mantap melangkah dengan modal aktivisme yang dilakukannya selama ini.

    Kondisi tak mengenakkan juga dihadapi caleg lain di DKI Jakarta yang minta namanya disamarkan menjadi Damar.

    Kepada 7cloud.asia ia menceritakan, jauh sebelum namanya masuk dalam DCS, ke manapun dia mengenalkan diri, selalu ada saja yang meminta bantuan materi.

    “Di Jakarta susah. Melangkah kemanapun pada minta sembako.” ujarnya.

    Karena itu ia memutuskan melepas tim suksesnya dan bergerak sendiri, setelah tim yang berjanji membantunya memaksa untuk memberi sembako dan uang sejumlah tertentu kepada warga setiap bulan.

    Baca: ICW temukan 15 mantan terpidana korupsi dalam daftar DCS

    Apa yang dialami Erie dan Damar ini mungkin menjadi gambaran bagaimana kondisi politik di Indonesia. Bahwa mereka yang ingin terjun ke panggung politik, baik sebagia caleg dan apalagi kepala daerah, harus punya modal cukup.

    Itu sebabnya, tak jarang para caleg nekad mencari pinjaman atau ‘sponsor’ demi bisa terpilih menjadi wakil rakyat. Harapan mereka, modal itu akan dibayar setelah mereka terpilih. 

    Dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu, mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla mengingatkan, politik berbiaya tinggi inilah yang sering  menjerumuskan politisi untuk melakukan korupsi. 

    Oleh karena itu, ia mengimbau mereka khususnya anak-anak muda yang ingin terjun ke politik agar tidak menjadikan politik sebagai tujuan karier, tetapi alat untuk menyejahterakan masyarakat.

    Baca: Kampanye simpatik Ganjar Pranowo tuai apresiasi

    Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia Philips J Vermonte menambahi, tingginya biaya politik juga terungkap dalam hasil sensus parpol yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada 2015.

    Saat itu, CSIS menemukan bahwa regenerasi kepemimpinan parpol di daerah sudah berjalan. Hal itu terlihat dari usia pimpinan parpol yang umumnya di bawah 40 tahun.

    Namun, jika dilihat lebih lanjut, mayoritas pimpinan parpol berusia muda itu berlatar belakang profesi pengusaha. Hal itu tidak terlepas dari tingginya biaya politik yang harus dikeluarkan untuk menjadi pimpinan parpol.

    ”Akibatnya yang menjadi ketua partai di daerah-daerah itu ya pengusaha karena mereka yang memiliki modal untuk memobilisasi massa. Artinya, ada soal sistem yang harus kita perbaiki,” kata Philips seperti dikutip Kompas.com.

    Baca: MK putuskan Pmeilu 2024 gunakan sistem proporsional terbuka

    Selain Kalla dan Philips juga hadir Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia Hurriyah serta pendiri dan CEO Think Policy Andhyta F Utami.

     

    Hurriyah mengatakan, di tengah politik berbiaya tinggi, kepemilikan modal sosial dan basis massa di akar rumput menjadi penting.

    Hal itu merupakan bekal anak muda agar memiliki posisi tawar di hadapan parpol. Dengan begitu, ada alternatif yang bisa dijajaki untuk memasuki politik tanpa mengeluarkan modal finansial besar, yang umumnya tak dimiliki anak muda.

    ”Kalau memang tak bisa masuk ke politik praktis lewat jalur darah biru, bisa masuk melalui jalur lain, misalnya popularitas. Tapi, bukan popularitas semata, popularitas karena aktivisme yang dilakukan dengan membangun gerakan akar rumput,” ujar Hurriyah.

    Baca: Menteri yang akan maju sebagai caleg atau capres akan dievaluasi

     

  • Dear Bunda, Waspadai Diare Rotavirus Karena Bisa Menyerang Organ Dalam

    Dear Bunda, Waspadai Diare Rotavirus Karena Bisa Menyerang Organ Dalam

    7cloud.asia – Para ibu diminta untuk mewaspadai diare dengan infeksi virus dari rotavirus atau diare rotavirus yang biasa menjangkiti anak-anak.

    Diare rotavirus pada anak bayi yang dapat mengganggu tumbuh kembang yang di antaranya penyebab stunting.

    Lebih jauh, diare rotavirus ini berisiko pada angka kematian anak yang tinggi karena bisa menyerang organ tubuh di luar saluran pencernaan yang sering kali tidak disadari.

    “Sesungguhnya banyak sekali komplikasi yang di luar saluran pencernaan yang disebabkan oleh diare rotavirus itu yang diwaspadai karena pengobatan jadi sulit dan risiko mortalitasnya tinggi,” ucap Dokter spesialis anak dr. Titis Widowati, Sp.A(K) dalam diskusi radio Kesehatan mengenai Mengenal Diare Rotavirus Januari lalu.

    Baca: Dear bunda, begini cara menumbuhkan motivasi belajar pada anak

    Ia menjelaskan, diare rotavirus memiliki toksin yang mempunyai sifat merusak sel-sel dalam saluran cerna hingga akhirnya bisa menembus ke sirkulasi darah.

    Jika sudah menyebar ke sirkulasi darah, akan bisa menyerang organ tubuh lain seperti otak yang bisa menimbulkan gejala-gejala neurologi sampai infeksi meningitis dan pengurangan kesadaran.

    Saat diare rotavirus menyerang paru-paru akan terjadi pneuomonia atau infeksi paru-paru, gagal ginjal hingga ke jantung yang bisa menimbulkan peradangan pada jantung hingga hepatitis.

    Infeksi diare rotavirus ini, kata Titis gejalanya hampir sama seperti diare akibat bakteri, namun lebih berat karena toksin dalam rotavirus mampu menyebabkan kejang karena bersifat neurotoksis.

    Baca: Mengapa pendidikan montessori makin diminati

    Selain itu diare rotavirus juga bisa memicu terjadinya muntah yang hebat dan pembuangan cairan yang lebih banyak yang bisa menyebabkan komplikasi dehidrasi hingga kekurangan elektrolit.

    “Jadi misalnya dehidrasi dia kehilangan cairan yang banyak melalui darah atau melalui muntah itu tidak hanya air yang dikeluarkan tapi juga elektrolit dan akan ada gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan ini bisa bahaya karena akan mengganggu fungsi organ lain,” ucapnya.

    Cairan elektrolit yang keluar bersama dengan diare, kata Titis, bisa berupa kalium dan natrium.

    Jika kadar kalium sangat rendah akan mengganggu fungsi jantung sehingga anak bisa mengalami henti jantung karena kalium berfungsi untuk memompa jantung. Sedangkan jika kekurangan natrium, anak bisa mengalami kejang.

    Baca: Sangat peduli pada anak di pedalaman, seleb ini tuai pujian

    Titis mengatakan beberapa upaya bisa dilakukan untuk mencegah diare rotavirus yaitu dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan sesudah dari kamar mandi.

    Titis juga merekomendasikan konsumsi makanan-makanan yang tidak tercemar dengan memperhatikan cara memasaknya dengan air yang bersih dan dimasak dengan benar.

    Dan yang tak kalah penting dalam mencegah diare rotavirus adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, sumber air bersih, dan memperhatikan sarana pembuangan tinja.

    Diingatkan rotavirus mampu bertahan dalam cuaca lingkungan udara yang dingin maupun yang biasa dalam waktu cukup lama sehingga berpotensi untuk menyebar ke lingkungan dari orang ke orang.

    Baca: Waspadai ancaman di balik lilin beraroma

    Salah satu upaya yang terbaik untuk menurunkan angka kejadian diare rotavirus sampai saat ini adalah dengan vaksinasi rotavirus.

    Vaksin rotavirus yang beredar saat ini, ujarnya, ada yang monovalen dan pentavalen.

    Vaksin monovalen diberikan pada usia enam minggu intervalnya untuk pemberian yang kedua adalah empat Minggu dan dia harus sudah selesai diberikan pada umur 24 Minggu.

    “Sedangkan kalau yang pentavalen itu diberikan yang pertama usia enam sampai 12 minggu kemudian pemberian berikutnya dengan interval empat minggu,” ucap Titis.

    Vaksin rotavirus ini diberikan dalam bentuk tetes dan diharapkan sudah selesai diberikan pada usia 6 bulan dengan tujuan untuk mencegah infeksi rotavirus di usia muda nol sampai dua tahun.

    Baca: Cara cerdas membeli makanan kemasan

    Vaksin ini sudah diterapkan di sejumlah daerah, antara lain di Bogor, Jawa Barat. menyediakan vaksin rotavirus (RV) guna mencegah diare rotavirus.

    “Tersedia vaksin yang aman dan efektif, serta meningkatkan kualitas hidup anak bangsa, maka perlu dilakukan pemberian imunisasi RV sebagai upaya komprehensif pencegahan diare pada bayi di Indonesia,” kata Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno di Kota Bogor, Sabtu (12/8/2023).

    Retno mengumumkan bahwa pelaksanaan pemberian imunisasi rotavirus dengan sasaran bayi akan dimulai tanggal 15 Agustus 2023. Sasaran imunisasi rotavirus di Kota Bogor sejumlah 17.769 bayi dengan target capaiannya 100 persen.

    Berdasarkan data dari Indonesian Rotavirus Surveillance Network (IRSN), Rotavirus sebagai penyebab utama diare cair akut pada balita diare yang dirawat inap, tahun 2001-2008 sebesar 58 persen,

    Baca: Nugget belut, cara unik cegah stunting 

    Pada 2009-2011 sebesar 52 persen, dan pada tahun 2012-2016 sebesar 45 persen. Selain itu 9,8 persen kematian pada bayi kurang dari 12 bulan dan 4,55 persen kematian pada anak balita 12-59 bulan di Indonesia disebabkan oleh diare.

    Di Kota Bogor kasus diare Tahun 2022 sebanyak 685 atau 6,4 persen dari total kasus kesehatan di sana.

    Diare juga dapat menimbulkan masalah stunting pada anak karena zat mikro yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh hilang karena infeksi diare yang berulang.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • 200 Tahun Alfred Wallacea: Pembangunan Ancam Laboratorium Evolusi Wallacea

    200 Tahun Alfred Wallacea: Pembangunan Ancam Laboratorium Evolusi Wallacea

    Peta kawasan Wallacea. (Conservation International/Wikimedia Commons)

    7cloud.asia – Artikel ini merupakan bagian dari serangkaian analisis untuk meramaikan perhelatan Wallacea Science Symposium di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 13 – 15 Agustus 2023.

    Artikel ini ditulis Jatna Supriatna dan terbit pertama kali di The Conversation, untuk mengenang hasil penelitian Alfred Russel Wallacea tentang alam Indonesia.

    Wallacea adalah wilayah daratan dan lautan seluas 338 ribu kilometer persegi (km2) yang penuh keajaiban dan keunikan.

    Wilayah Wallacea membentang dari pulau Lombok dan Sulawesi di sebelah baratnya sampai kepulauan Maluku di timur.

    Di utara, Wallacea membentang dari Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara) hingga Kabupaten Rote Ndao di selatan. Batas-batas tersebut digambarkan dalam garis imajiner yang disebut Wallacea line.

    Baca: KLHK akui 15 hutan adat di Gunung Mas

    Wallacea dihuni oleh berbagai jenis hewan dan tumbuhan campuran dari wilayah Asia dengan Australia dan Papua.

    Ada ratusan jenis burung, mamalia kecil dan sedang, primata, reptil, dan tumbuhan-tumbuhan di di wilayah ini. Sebagian di antaranya adalah spesies endemik alias tidak akan ditemui di daerah lainnya.

    Tengok saja spesies seperti komodo, anoa, tarsius, babi rusa, hingga lebah raksasa, yang merupakan spesies asli penghuni pulau-pulau yang tersebar di Wallacea.

    Ini belum dihitung dengan kekayaan laut di Wallacea yang termasuk dalam kawasan Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle)–wilayah dengan keanekaragaman makhluk perairan yang luar biasa.

    Baca: Peran pemuda adat dalam merawat kearifan lokal

    Ialah Alfred Russel Wallace, naturalis asal Inggris yang pertama kali menjelajahi keanekaragaman hayati di wilayah ini. Dia membukukan catatan perjalanan bersama ratusan asistennya dalam Malay Archipelago (Kepulauan Melayu).

    Tahun 2023 ini menjadi penanda 200 tahun kehidupan Wallace yang lahir pada Januari 1823.

    Dua abad berlalu setelah kelahiran Wallace. Kawasan Wallacea sudah jauh berubah dari apa yang naturalis itu amati.

    Saya melakukan banyak penelitian di kawasan ini sejak dekade 80-an dan merasa risau dengan sesaknya aktivitas baik pertambangan, perkebunan, pembangunan infrastruktur, maupun alih fungsi lahan lainnya di Wallacea.

    Baca: Peran penting masyarakat adat atasi krisis iklim

    Sejak empat dekade silam, saya melakukan banyak studi di kawasan Wallacea. Misalnya tentang kehidupan primata, ataupun mamalia terkecil tarsius, yang tersebar di pulau-pulau besar maupun kecil.

    Saat itu, hutan-hutan di wilayah Wallacea atau sekitar Sulawesi, Maluku, dan kepulauan sekitarnya belum banyak dibabat.

    Deforestasi pada tahun-tahun tersebut lebih banyak berlangsung di Sumatra dan Kalimantan. Belakangan perambahan hutan juga terjadi di Papua.

    Namun, pada akhirnya Wallacea terimbas juga. Mulai dari perkebunan sawit di Sulawesi Barat, pembukaan lahan dan pembangunan di kawasan ini terus terjadi.

    Berdasarkan penelitian saya, Sulawesi telah kehilangan sekitar 10,89% wilayah hutannya selama periode 2000-2017–setara dengan sekitar 2,07 juta hektare.

    Baca: Pro kontra konservasi satwa secara ex situ

    Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara mencatat tingkat deforestasi tertinggi dengan kehilangan masing-masing sekitar 13,41% dan 13,37% dari tutupan hutan pulau Sulawesi dalam kurun waktu tersebut.

    Pada dekade terakhir, perusahaan juga berbondong-bondong datang merambah hingga ke pulau-pulau kecil di Maluku maupun di sekitar Sulawesi yang masuk wilayah Wallacea.

    Hutan dan ekosistem lainnya dibabat untuk perkebunan sawit, coklat, maupun kakao.

    Ada pula untuk pencarian serta penambangan nikel–komoditas bahan baku baterai mobil listrik yang tengah digandrungi di seluruh dunia. Mayoritas cadangan nikel dunia ada di Wallacea.

    Pertambangan nikel memang ada sejak puluhan tahun silam, tapi hanya di beberapa wilayah seperti di Sulawesi Selatan bagian timur.

    Baca: Kenali beragam jenis bakau di Kebun raya Mangrove Surabaya

    Kini, banyak tanah-tanah di Sulawesi dan pulau sekitar yang dikeruk penambang tanpa memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik. Ada di antara mereka yang membuang sisa pertambangan (tailings) ke laut.

    Selain pertambangan dan perkebunan, kawasan Wallacea juga marak digunakan untuk Proyek Strategis Nasional.

    Ada lebih dari 40 proyek strategis di kawasan ini, mulai dari bendungan, jalan, infrastruktur kereta api, lapangan minyak dan gas bumi, dan sebagainya.

    Cepatnya pembangunan sungguh terasa. Di laut, ekosistem penting seperti terumbu karang banyak yang rusak akibat praktik perikanan berlebihan dan destruktif.

    Baca: Mengenal ekosistem lamun yang penting bagi nelayan

    Di sebagian daratan dan pulau-pulau di Wallacea, berkurangnya tutupan hutan mengakibatkan homogenisasi atau penyempitan keberagaman jenis burung.

    Kelangsungan populasi kera dan tarsius di kawasan Wallacea juga terancam karena laju deforestasi. Ini belum dihitung dengan penurunan biodiversitas tumbuhan di Wallacea akibat pembukaan lahan.

    Langkah ke depan
    Dunia harus benar-benar memperhatikan kelangsungan serta keutuhan ekosistem di Wallacea.

    Tanpa upaya perlindungan yang serius, hutan-hutan di kawasan ini dapat berubah menjadi gurun-gurun. Warna-warni terumbu karang dapat berbalik menjadi kuburan bawah laut yang tak lagi dihampiri makhluk perairan.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam ekosistem pesisir

    Selain meredam laju alih fungsi lahan, Indonesia bersama dunia harus berusaha keras meredam laju perubahan iklim yang memicu kenaikan air laut sehingga pulau-pulau di Wallacea berisiko tenggelam.

    Semua pihak harus duduk bersama: pemerintah, ilmuwan, perusahaan tambang, perkebunan, pelaku pariwisata, hingga masyarakat adat untuk membicarakan usaha perlindungan Wallacea di masa depan.

    Kepentingan inilah yang mendasari kami untuk mengadakan Wallacea Science Symposium pada pertengahan Agustus ini di Sulawesi Selatan.

    Selain mengenalkan keajaiban dan keunikan Wallacea, forum ini sepatutnya menjadi ajang seluruh pihak untuk merencanakan pembangunan yang ramah lingkungan agar ekosistem Wallacea tetap terjaga.

    Penulis: Jatna Supriatna Professor of Conservation Biology, Universitas Indonesia sekaligus anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Steering Committee acara Wallacea Science Symposium di Makassar, Sulawesi Selatan.

     

  • Berita Terpopuler: Aktivis Pro Demokrasi Meninggal hingga Masalah di Shopee Live

    Berita Terpopuler: Aktivis Pro Demokrasi Meninggal hingga Masalah di Shopee Live

    7cloud.asia – Selamat malam pembaca 7cloud.asia. Mulai pekan ini kami akan membuat rangkuman berita terpopuler dalam sepekan yang akan kami tayangkan setiap hari Minggu pukul 19:00 WIB.

    Dan berikut berita terpopuler pekan ini (6-12 Agustus 2023) :  

    1. Aktivis pro demokrasi meninggal dunia

    Aktivis pro demokrasi Raharja Waluya Jati atau biasa disapa Jati meninggal dunia pada Selasa (9/08/2023) pagi, diduga akibat serangan jantung.

    Kepergian Jati dirasakan begitu tiba-tiba dan meninggalkan kehilangan mendalam di antara aktivis pro demokrasi Indonesia. 

    Jati, pernah menjadi korban penculikan pada era Orde Baru dikenal sangat energik dan selalu menyuntikkan semangat di antara para aktivis pro demokrasi di Indonesia menghadapi masa-masa sulit dulu.

    Baca info selengkapnya di sini

    2. Istana undang warga ikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan

    Sekretariat Presiden (Setpres) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut hadir secara langsung di Hari Peringatan Hari Kemerdekaan.

    Pada tahun ini, upacara peringatan Hari Kemerdekaan di Istana akan dilaksanakan secara terbuka dengan jumlah undangan yang lebih banyak.

    “Tahun ini, masyarakat yang hadir di istana untuk mengikuti upacara akan lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Setpres, Bey Machmudin dalam tayangan video peluncuran pandang istana.

    Baca info selengkapnya di sini

    3. Kiat menjalani konsep slow living di dunia kerja

    Bagaimana konsep slow living diterjemahkan ke kehidupan nyata atau dunia kerja yang telanjur sibuk? Ada cara yang tak terlalu rumit untuk mengubah hidup kita termausk dunia kerja kita menjadi lebih perlahan dengan slow living.

    Dilansir vanillapapers.net, konsep slow living adalah tentang mengubah pola pikir kamu dan membuat perubahan kecil namun konsisten dalam hidup, termasuk di dunia kerja.

    Konsep slow living adalah membuat hidup kita berjalan lebih tenang dan smooth dengan cara kita sendiri. Kiat utama untuk menjalani kehidupan dengan konsep slow living dan lebih penuh perhatian yakni fokus pada dampak bukan pada kesibukan.

    Baca info selengkapnya di sini

    4. Masalah yang dihadapi para seller di Shopee live 

    Di tengah ingar-bingar promosi Shopee Live ini, tersimpan cerita tak sedap yang dialami sejumlah seller.

    Seorang seller Shopee Live mengisahkan pengalaman buruknya ketika berjualan menggunakan fitur streaming tersebut.

    Keluhan sang seller Shopee Live itu ia sampaikan melalui sebuah base seller di Twitter pada Minggu, (6/8/2023) malam. Dalam unggahannya, ia mengaku kapok berjualan dengan Shopee Live.

    Baca info selengkapnya di sini

  • Nilai Polusi Udara di Jabodetabek Sudah Berbahaya, Koalisi IBUKOTA Desak Pemerintah Segera Bertindak

    Nilai Polusi Udara di Jabodetabek Sudah Berbahaya, Koalisi IBUKOTA Desak Pemerintah Segera Bertindak

    7cloud.asia – Koalisi IBUKOTA mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi masalah polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Terkait polusi udara di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ini, pemerintah diminta tak lagi menunda tanggung jawab dengan menggunakan upaya hukum.

    Polusi udara mengakibatkan kualitas udara di Jabodetabek dan Bandung dalam beberapa bulan terakhir masuk kategori tidak sehat. Menurut data IQAir, sejak Mei lalu, Jakarta konsisten masuk 10 besar kota terpolusi di dunia. 

    Hal ini menjadi bukti betapa abai dan enggannya pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mengatasi polusi udara dan bersinergi melakukan tugas-tugas mereka dalam memenuhi hak warga untuk mendapatkan udara bersih.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan

    Padahal, dampak polusi udara semakin hari semakin nyata. Tak hanya menyerang kesehatan fisik dan mental orang dewasa, polusi udara juga meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur dan bahkan kematian dini.

    Meski pada 16 September 2021 Koalisi IBUKOTA telah memenangi gugatan mengenai Hak Udara Bersih, faktanya hingga kini, hampir tak satu hari pun warga DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten -khususnya area Jabodetabek dan Bandung- dapat menghirup udara bersih.

    Pemerintah yang terdiri dari Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten belum memenuhi kewajiban yang diputuskan PN Jakarta Pusat.

    Situasi tersebut makin pelik ketika masyarakat “dipaksa” secara mandiri mencari data polusi udara demi melindungi kesehatan diri sendiri dan keluarga.

    Tak ada satu pun imbauan yang datang dari pemerintah terkait polusi udara. Informasi mengenai buruknya polusi udara justru muncul dari pihak non-pemerintah.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah parah, saatnya beralih ke kendaraan listrik?

    Baru pada Jumat (11/8/2023) kemarin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyampaikan rencana Pergub soal Strategi Pengendalian Pencemaran Udara yang akan ditandatangani Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam waktu dekat.

    Menurut Elisa Sutanudjaja, warga penggugat yang tergabung dalam Koalisi IBUKOTA, rencana ini terbilang terlambat padahal draft sudah ada sejak 1 tahun lalu.

    “Ini jelas mengecewakan, mereka menunggu kualitas udara menjadi parah dan viral dulu baru buru-buru berencana mengesahkan rencana Pergub tersebut,” ujar Elisa  dalam jumpa pers yang diikuti secara daring pada Minggu (13/8/2023).

    Ia menegaskan, Jakarta dan sekitarnya perlu perubahan fundamental untuk mengurangi polusi udara, mulai dari pembatasan penggunaan kendaraan bermotor hingga transisi segera ke energi terbarukan.

    Sayangnya ia melihat, pemerintah dalam hal ini Pemrov DKI Jakarta justru membebankan semua ini kepada masyarakat dengan mengajak beralih ke kendaraan listrik.

    Baca: Ini yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta atasi polusi udara

    Elisa melihat tidak ada keberpihakan pemprov pada transportasi yang berkelanjutan dan rendah emisi. Pun demikian tidak ada upaya serius untuk mengurangi emisi yang dihasilkan Pabrik dan PLTU. 

    “Saya melihat belum ada kebijakan untuk menurunkan penggunaan kendaraan pribadi, seperti ERP belum maksimal, ganjil genap masih bolong-bolong,” imbuhnya.

     

    Satu suara dengan Elisa, Juru Kampanye Energi dan Iklim Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mempertanyakan perihal target penurunan beban emisi yang tercantum dalam rencana Pergub tersebut.

    Ia berharap, Pergub ini tidak hanya bagus dalam tulisan, tetapi juga implementasinya.

    “Kita harus melihat bagaimana nanti implementasinya dan bagaimana publik bisa memantau keberhasilan implementasinya, tentunya dengan data-data,” ucap Bondan dalam kesempatan yang sama.

    Baca: Kualtas udara di sejumlah kota memburuk

    Bondan menyoroti poin di Pergub tersebut yang menyebut target menurunkan beban emisi, khususnya pada PM2.5, yang ditetapkan di angka 41% pada tahun 2030.

    “Ini masih ambigu. Apakah beban emisi yang dimaksud adalah beban emisi berdasarkan sektor pencemar udara atau emisi PM2.5 tahunan di Jakarta? Dan dari mana baseline datanya?” imbuh Bondan

    Lebih lanjut, Bondan berharap untuk langkah berikutnya, pemerintah lebih mengedepankan rencana strategis dan solusi jangka panjang, seperti inventarisasi emisi secara berkala, pengetatan baku mutu udara ambien, dan sistem peringatan dini.

    Sementara itu, Natalia Naibaho, Pengacara Publik LBH Jakarta yang menjadi tim advokasi Koalisi IBUKOTA mengapresiasi beberapa tergugat yang melakukan beberapa upaya dalam memperbaiki kualitas udara.

    Namun, Natalia berharap hal tersebut tidak hanya sebatas pembentukan regulasi atau tindakan formalitas.

    Baca: Polusi udara bisa memicu hipertensi

    Terkait polusi udara yang makin memburuk ini, ada tiga poin hak warga yang terlanggar yakni hak atas lingkungan yang bersih dan sehat, hak atas informasi  dan hak kesehatan.

    Masyarakat, ujarnya, tidak mendapat informasi yang jelas atas masalah kualitas udara dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi pencemaran udara.

    “Harusnya ada sistem peringatan dini saat kualitas udara memburuk, juga inventarisasi dan pengetatan baku mutu ambien berdasarkan hasil kajian riset yang ilmiah. Semua hal ini harus diinformasikan kepada masyarakat,” kata Natalia.

    Natalia juga menyebut hak warga atas kesehatan telah dilanggar. Udara yang tercemar, ujarnya, berdampak kepada kesehatan masyarakat (balita, lanjut usia, kelompok yang rentan terhadap udara tercemar), baik itu jangka pendek hingga jangka panjang.

    Dan hingga hari ini belum ada upaya solutif untuk mencegah dan memulihkan kualitas udara tersebut.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan anak

    Pemerintah juga dinilai telah melanggar hak partisipasi. Seharusnya masyarakat dilibatkan dalam penyusunan pun revisi kebijakan untuk mengatasi masalah polusi udara ini. 

    “Masyarakat dari berbagai elemen yang terdampak, termasuk pakar, akademisi, serta LSM yang memiliki fokus isu lingkungan hidup, jadi bukan hanya sosialisasi saja,” ujarnya. 

    Natalia menegaskan, seharusnya Pemprov DKI Jakarta serta Para Tergugat dan Turut Tergugat menjalankan putusan pengadilan untuk mengatasi polusi udara dan tidak lagi menunggu putusan Mahkamah Agung.

    Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi Jakarta menolak banding yang diajukan. Keputusan kasasi diperkirakan akan keluar pada Oktober mendatang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

     

  • Tak Hanya di Senayan hingga Monas, Berikut Sejumlah Lokasi CFD di Jakarta

    Tak Hanya di Senayan hingga Monas, Berikut Sejumlah Lokasi CFD di Jakarta

    7cloud.asia – Car Free Day atau hari bebas kendaraan yang kemudian lebih dikenal dengan CFD hingga kini menjadi momen yang ditunggu warga Jakarta dan sekitarnya.

    CFD yang mulai dilakukan pada 2002 di Jakarta ini dipercaya mampu mengurangi emisi di kota-kota besar. Itu sebabnya CFD kini jamak dilakukan di sejumlah kota di Indonesia.

    Dari awalnya digelar sebulan sekali, kini CFD di Jakarta telah memiliki jadwal rutin mingguan, yakni setiap hari Minggu dari pukul 06:00 hingga pukul 11:00 waktu Indonesia Barat.

    Setiap kali CFD digelar, Jl. Jenderal Sudirman – Jl. M.H. Thamrin yang membentang dari  Bundaran Senayan ke Bundaran HI bahkan ke Monas yang biasanya padat kendaraan, disesaki oleh pejalan kaki. 

    Baca: Polusi udara di Jakarta semakin parah, saatnya beralih ke kendaraan listrik

    Saat 7cloud.asia berkesempatan mengikuti CFD akhir Juli lalu, berbagai kegiatan dilakukan warga. Ada yang menjadikan momen CFD ini untuk rekreasi, untuk olah raga ataupun kampanye. 

    Saat itu ada kampanye menolak plastik sekali pakai yang dilakukan oleh Koalisi Pawai Bebas Plastik. 

    Pemprov DKI Jakarta terlihat mendukung sepenuhnya gelaran CFD ini, namun tetap menjaganya untuk tidak menjadi ajang kampanye politik.

    Di sejumlah titik, saya menemukan spot sunscreen gratis yang bisa dimanfaatkan para pengguna CFD. 

    Baca: Ini yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta atasi polusi udara

    Tak hanya di Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, CFD ternyata juga dihelat di sejumlah kawasan lain di Jakarta. Berikut daftarnya sebagaimana dilansir di jakarta.go.id: 

    Jakarta Barat

    Jl. Gajah Mada dan Jl. Hayam Wuruk (dari persimpangan antara Zainul Arifin dan Gajah Mada/Hayam Wuruk dan Sukarjo Wiryopranoto sampai dengan persimpangan antara Gajah Mada/Hayam Wuruk dan Mangga Besar Raya, minggu kedua setiap bulan)

    Jakarta Pusat

    Jl. Suryopranoto (setiap hari Minggu ketiga setiap bulan, 06:00-11:00 WIB)

    Jakarta Timur

    Jl. Pemuda (dari persimpangan Pemuda dan Velodrome dan persimpangan Pemuda dan Bekasi Raya, minggu kedua dan keempat setiap bulan), Jl. R.A. Fadillah

    Baca: Jakarta sudah punya peta bersepeda loh!

    Jakarta Utara

    Jl. Danau Sunter Selatan (dari persimpangan Danau Sunter Selatan/Danau Permai Timur sampai dengan persimpangan Danau Sunter Selatan/Danau Sunter Utara, minggu ketiga setiap bulan)

    Jakarta Selatan

    Jalan layang non-tol Pangeran Antasari (setiap hari Minggu dalam setahun, 06:00-11:00 WIB)

    Jalan Dr. Saharjo dan jalan Minangkabau (dari U-turn kedua jalan s.d. persimpangan antara jalan Minangkabau/Dr. Saharjo dan jalan Sultan Agung (setiap hari Minggu pertama setiap bulan, 06:00-09:00 WIB)

    Baca: Bersepeda tak hanya ramah lingkungan tapi juga bisa jadi sarana mengenali kota

    Di Jakarta Selatan, CFD juga digelar di setiap kecamatan dengan lokasi sebagai berikut: 

    Kecamatan Pasar Minggu: Jalan Warung Jati Barat (dari persimpangan Jl. Pejaten Raya dan Jl. Warung Jati Barat s.d. persimpangan Jl. Warung Jati Barat dan Jl. Raya Ragunan), setiap hari Minggu pertama setiap bulan pukul 06:00-11:00 WIB.

    Kecamatan Jagakarsa: Jalan Lenteng Agung Timur (dari stasiun Lenteng Agung s.d. Jl. Lenteng Agung dan Jl. Komjen Polisi H. Jasin (kota Depok)), setiap hari Minggu pertama setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Kecamatan Cilandak: Sepanjang jalan Cipete Raya, setiap hari Minggu pertama setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Kecamatan Pancoran: Jalan TMP Kalibata (dari persimpangan antara Jl. Pasar Minggu Raya dan Jl. TMP Kalibata s.d. U-turn overpass Kalibata), setiap hari Minggu kedua setiap bulan pukul 06:00-11:00 WIB.

    Baca: Cara Pemkot Yogyakarta jadikan Malioboro kawasan rendah emisi

    Kecamatan Setiabudi: Sepanjang jalan Karet Pedurenan, setiap hari Minggu ketiga setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Kecamatan Kebayoran Lama: Jalan Sultan Iskandar Muda (dari persimpangan antara jalan K.H. Sya’fi Hadzami dan jalan Sultan Iskandar Muda s.d. persimpangan antara jalan Sultan Iskandar Muda dan jalan Cendrawasih Raya/Darma Putra Raya), setiap hari Minggu keempat setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Kecamatan Kebayoran Baru: Sepanjang jalan Petogogan I dan II, setiap hari Minggu keempat setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Kecamatan Pesanggrahan: Sepanjang jalan Kesehatan Raya, setiap hari Minggu keempat setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Kecamatan Tebet: Jalan Tebet Barat Dalam (dari persimpangan jalan Tebet Barat Dalam dan jalan Tebet Barat IX s.d. persimpangan jalan Prof. Dr. Soepomo dan jalan Tebet Barat Dalam), setiap hari Minggu keempat setiap bulan pukul 06:00-10:00 WIB.

    Baca: Kontroversi pengembangan kawasan rendah emisi di Inggris

     

  • Transformasi Brutal Angga Yunanda di Film Budi Pekerti

    Transformasi Brutal Angga Yunanda di Film Budi Pekerti

    7cloud.asia – Sosok Muklas di film Budi Pekerti telah mencuri perhatian banyak orang. Tak terkecuali pada Angga Yunanda yang memerankannya.

    Angga Yunanda adalah aktor dan penyanyi Indonesia yang dikenal luas berkat perannya dalam serial Malu-Malu Kucing dan Mermaid in Love.

    Ia diajak sutradara Wregas Bhanuteja untuk memerankan Muklas, anak bungsu Bu Prani (tokoh utama film Budi Pekerti  yang diperankan Sha Ine Febriyanti) dan Pak Didit (Dwi Sasono).

    Baca: Seperti ini karakter di film Budi Pekerti

    Namun dalam film Budi Pekerti ini, kita akan menemukan Angga Yunanda yang sangat berbeda. 

    Angga Yunanda menyebut, sosok Muklas adalah transformasi brutal yang pernah dia lakukan. 

    “Muklas jadi transformasi brutal yang pernah gue lakukan,” ujarnya saat jumpa pers pengenalan karakter film Budi Pekerti di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Baca:  Film Budi Pekerti diputar di TIFF, Wregas sekelas dengan sutradara Oppenheimer

    Tapi sebenarnya, penggemar Angga Yunanda sudah bertanya-tanya sejak sosok Muklas sejak foto-fotonya tayang pertama kali di akun Instagram resmi film Budi Pekerti @filmbudipekerti.

    Muklas yang diperankan oleh Angga Yunanda ini berponi pirang, bertindik, dan bekerja sebagai influencer yang membuat dan menyebarkan konten tentang menjaga jiwa dan kesehatan mental.

    Lantas bagaimana seorang Angga Yunanda bertranformasi menjadi seorang Muklas yang sangat berbeda dengan peran-perannya di Malu-Malu Kucing?

    Baca: Film Budi Pekerti tunjukkan kedetilan Wregas Bhanuteja sebagai pembuat film

    Setelah menerima skenarionya pada bulan Mei 2022 lalu, Angga Yunanda mulai melakukan pendalaman karakter selama berbulan-bulan, termasuk mencari penampilan baru.

    “Menemukan penampilan baru adalah salah satu upaya untuk meninggalkan diri dan masuk ke dalam karakter di film,” tutur Angga.

    Hasilnya, tampilan Muklas yang di film Budi Pekerti ini berbeda dengan beragam karakter lain yang pernah diperankan Angga Yunanda sebelumnya, yakni rambut berwarna pirang hingga harus menaikkan berat badan hingga 10 kilogram.

    Baca: Bocoran cerita Petualangan Sherina 2

    Buat kamu yang penasaran, seperti apa akting Angga Yunanda sebagai Muklas, nantikan pemutaran Film Budi Pekerti yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir tahun 2023 ini.

    Sebelumnya, film Budi Pekerti akan tayang perdana di Toronto International Film Festival 2023 pada awal September 2023 mendatang.

    Film Budi Pekerti merupakan film panjang kedua Wregas Bhanuteja yang diproduksi oleh Rekata Studio dan Kaninga Pictures, serta didukung oleh KG Media, Masih Belajar Project, Hwallywood Academy of Media & Arts Singapore, dan Momo Film.

    Baca: Daftar film bermutu produksi Miles Films