Blog

  • Seperti Ini Cara Menyembuhkan Mereka yang Telanjur Kecanduan Judi

    Seperti Ini Cara Menyembuhkan Mereka yang Telanjur Kecanduan Judi

    7cloud.asia – Kecanduan terhadap judi bisa digolongkan menjadi sebuah penyakit mental.

    Dokter spesialis kesehatan jiwa (SpKJ) Made Wedastra mengungkapkan bahwa, kecanduan pada judi dianggap sebagai penyakit jika menyebabkan gangguan fungsi pada pelakunya, yaitu fungsi kerja dan sosial.

    “Dalam judi patologis, digunakan istilah disorder atau gangguan alias penyakit pada kecanduan terhadap judi,” demikian Made Wedastra seperti dikutip Antaranews Minggu (13/8/2023).

    Kabar baiknya kecanduan pada judi dapat disembuhkan atau tidak mengulanginya lagi melalui terapi obat dan non-obat.

    Baca: Jangan pernah mencoba judi online agar tak kecanduan

    Kesadaran untuk memperbaiki diri dari penyintas menjadi faktor penting dalam penyembuhan mereka yang kecanduan pada judi.

    Dukungan keluarga atau orang terdekat juga berperan penting dalam proses terapi agar seseorang tidak lagi kecanduan pada judi dan meninggalkan perilaku buruk itu.

    Ada pun terapi obat yang khusus diberikan sesuai resep psikiater, bertujuan mengembalikan keseimbangan neurotransmitter di dalam otak kecil, sehingga kenyamanan terbentuk dan tidak tertarik lagi oleh keinginan berjudi.

    Untuk terapi non-obat melalui psikoterapi, yakni untuk memperbaiki ego dan memperbaiki pola pikir dengan cognitive behaviour therapy (CBT) yang melewati beberapa sesi.

    Baca: Kenali masa krisis terkena kesehatan mental

    Paling cepat CBT dilaksanakan dalam 16 sesi, satu sesi di antaranya dapat berjarak satu pekan dengan masing-masing sesi memakan waktu rata-rata satu hingga dua jam.

    Dalam CBT, metode yang dilakukan, di antaranya wawancara yang bersifat terapi, bukan hanya tanya jawab biasa, tapi bisa mengubah pola pikir atau kognitif pasien dan memperbaiki perilakunya.

    Sementara untuk mencegah tidak terjerat judi lagi dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko dan pencetusnya.

    Kasus kencanduan pada judi harus menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya terkait pola pengasuhan anak oleh orang tua dan lingkungan.

    Baca: Pentingnya edukasi kesehatan mental sejak dini

    “Untuk itu, pola asuh yang baik sejak dini diperlukan para orang tua agar penuh kasih sayang, kemudian anak bisa terhindar dari perundungan,” ujar Made Bawastra.

    Untuk faktor lingkungan juga memiliki pengaruh, misalnya jika berdekatan dengan lingkungan judi, besar kemungkinan seseorang bisa terpengaruh untuk ikut mencoba berjudi.

    Kesadaran masyarakat untuk membaca dampak buruk judi terhadap diri dan orang terdekat, dinilai dapat membantu agar seseorang bisa berpikir berulang kali untuk terlibat dalam perjudian.

    Baca: Kenali gejala terselubung depresi pada Lansia

  • Seperti Ini Langkah Pemerintah Atasi Polusi Udara di Jakarta dan Sekitarnya

    Seperti Ini Langkah Pemerintah Atasi Polusi Udara di Jakarta dan Sekitarnya

    7cloud.asia – Menyikapi meburuknya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya, Presiden Joko Widodo dan jajaran menterinya, menggelar rapat terbatas  di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023).

    Dalam kesempatan itu, Jokowi minta jajaran terkait untuk mempersiapkan sejumlah langkah guna mengatasi polusi udara di Jakarta, Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dalam sepekan terakhir.

    Langkah untuk mengatasi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya tersebut dibagi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

    “Presiden tadi menegaskan bahwa jangka pendek harus ada intervensi dan harus segera dilakukan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta ini,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, usai mengikuti rapat. 

    Baca: Sumber polusi udara di Jakarta berasal dari PLTU Batubara

    Intervensi terhadap polusi udara di Jakarta itu,  kata Siti, antara lain dengan memberlakukan kebijakan Euro 5 dan 6, menambah ruang terbuka hijau (RTH), hingga menerapkan kembali kerja dari rumah atau work from home (WFH).

    Pada jangka menengah, polusi udara di jakarta dilakukan dengan mengurangi kendaraan dengan bahan bakar fosil. Kita. ujarnya, sudah punya MRT, LRT, kereta cepat dan juga agenda elektrifikasi.

    “Pada jangka panjang, tentu saja juga sudah kita awali yaitu mitigasi dan adaptasi iklim dengan pengawasan yang ketat di Jabodetabek,” ujar Siti.

    Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan memperketat pelaksanaan uji emisi untuk atasi polusi udara di Jakarta ini.

    Terkait utilitas kendaraan, pemerintah mempertimbangkan untuk membuat kebijakan empat penumpang dalam satu mobil atau four in one.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan

    “Jadi katakanlah dari Bekasi, dari Tangerang, dari Depok mereka bersama-sama ke kantor gantian mobilnya, sehingga jumlahnya akan menurun,” kata Budi.

    Pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sekaligus meminta PLN untuk memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

    “Saya harapkan tidak saja instansi pemerintah tetapi swasta yang berdomisili di Jabodetabek mulai menggunakan EV ya, dari motor, dari mobil, bersamaan dengan yang lain,” kata Budi.

    Sementara itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pihaknya akan kembali memberlakukan kebijakan WFH bagi para pegawainya.

    “Artinya, work from home itu 50 persen: 50 persen atau 60 persen dan 40 persen untuk mengurangi kegiatan hari-hari di Pemda DKI. Dan, tadi kami minta juga kementerian lain juga bisa bersama-sama melakukan work from home,” kata Heru.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak menyelesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta

    Heru menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan kembali memperketat izin pembangunan dan mengusulkan penggunaan Pertamax Turbo bagi kendaraan berkapasitas 2.400 cc.

    Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemprov DKI juga akan memperketat pelaksanaan uji emisi bagi kendaraan bermotor.

    Heru menegaskan aturan tentang hal itu sudah ada, nanti kami tinggal ketatkan uji emisi di titik-titik tertentu.

    “Ini bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan kerja sama dengan Polda Metro Jaya, dan tentunya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perhubungan,” tandas Heru.

    Baca: KLHK sebut transisi ke kendaraan listrik salah satu solusi polusi udara di Jakarta

    Sebelum rapat, Jokowi mengakui kualitas udara di Jabodetabek sangat sangat buruk. Menurut Jokowi, salah satu penyebab memburuknya kualitas udara di Jabodetabek adalah “karena musim kemarau”.

    Dia mengatakan terjadinya kemarau panjang selama tiga bulan terakhir menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi.

    Namun Jokowi mengakui ada faktor penyebab lainnya, yaitu “pembuangan emisi dari transportasi dan juga aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur.”

    Presiden kemudian memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk melakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek.

    Jokowi meminta rekayasa cuaca untuk dilakukan.

    Baca: Sejak Mei, Jakarta dan sekitarnya masuk sebagai kawasan terpolusi di dunia

    “Dalam jangka pendek secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik.

    “Kemudian juga rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek,” ujarnya, seperti dilaporkan Detikcom.

    Jokowi lantas meminta agar regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi khususnya di Jabodetabek untuk segera ditetapkan.

    Kemudian memperbanyak ruang terbuka hijau.

    “Dan tentu saja ini memerlukan anggaram, siapkan anggaran. Dan jika diperlukan kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working. Work from office, work from home mungkin.

    Baca: LRT mulai diujicobakan, segini kisaran tarifnya

    “Saya nggak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 7-5 2-5 atau angka yang lain,” tuturnya.

    Untuk jangka menengah, Jokowi meminta agar kebijakan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil segera diterapkan. Jokowi meminta agar warga beralih ke moda transportasi massal.

    “Saya kira bulan ini LRT segera dioperasionalkan, MRT juga sudah beroperasi, kemudian kereta cepat bulan depan juga sudah beroperasi dan juga percepatan elektrivikasi kendaraan umum dgn bantuan pemerintah,” papar Jokowi.

    Sementara untuk jangka panjang, Jokowi menekankan pentingnya memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

    Dia meminta pengawasan kepada sektor industri dan pembangkit listrik terutama di sekitar Jabodetabek untuk dilakukan.

    “Dan yang terakhir mengedukasi publik yang seluas-luasnya,” tandas Presiden.

    Sumber: Setkab

  • Jika Pembatasan Kendaraan Bermotor Sukses, Jakarta Bisa Ucapkan Bye-bye Kemacetan dan Polusi Udara

    Jika Pembatasan Kendaraan Bermotor Sukses, Jakarta Bisa Ucapkan Bye-bye Kemacetan dan Polusi Udara

    7cloud.asia – Memburuknya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya membuat sejumlah pihak menyoal kebijakan pemerintah dalam membatasi kepemilikan kendaraan bermotor.

    Meski bukan sumber utama, kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan bermotor juga menjadi penyumbang tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya. 

    Pemerintah dinilai masih gamang dalam terkait kebijakan pembatasan kepemilikan kendaraan bermotor sehingga kemacetan dan polusi udara di Jakarta tak kunjung teratasi.

     

    Kebijakan yang dimunculkan pemerintah untuk atasi kemacetan yang kemudian memicu polusi udara di Jakarta seolah berjalan sendiri-sendiri dan sering tidak berlangsung lama.

    Baca: Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dipertanyakan

    Kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) misalnya, hingga kini belum diterapkan, meski sebenarnya kebijakan ini sangat penting untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.

    Selain ERP, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan sistem ganjil genap, tarif parkir mahal di lokasi-lokasi tertentu.

    Namun pelaksanaan ini masih belum efektif mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.

    Rahmad Wandi Putra, Transport Associate ITDP Indonesia dalam tulisannya “Manajemen Pengendalian Lalu Lintas: Pendekatan Terpadu Mengatasi Kemacetan” menyebut, harus ada pergeseran paradigma terkait masalah ini.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak selesaikan akar masalah

    Paradigma itu adalah dengan intervensi yang berorientasi pada pengendalian dan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor atau TDM. 

    “Beberapa kota telah menerapkan strategi TDM yang komprehensif untuk mengatasi masalah kemacetan, seperti Singapura dan Stockholm, Swedia,” ,” tulis Rahmad dalam artikel yang dirilis di laman resmi ITDP tersebut.

    Pada tahun 2007, Stockholm, Swedia, memperkenalkan pajak kemacetan (yang merupakan push strategy) di pusat kota.

    Saat pertama diterapkan, kebijakan ini mendapatkan penolakan besar-besaran dari masyarakat setempat.

    Baca: Kota ini sukses terapkan konsep TOD, dan ini manfaat yang dirasakan warganya

    Namun pemerintah memitigasi masalah tersebut dengan meningkatkan layanan bus untuk mengakomodasi para pengemudi yang terkena dampak (pull strategy).

    “Hasilnya, terjadi peningkatan 10-15% jumlah penumpang bus ke pusat kota Stockholm dan volume lalu lintas secara keseluruhan menurun sebesar 20%,” terang Rahmad.

    Dari kebijakan ini, pemerintah Swedia mendapatkan sumber pendapatan baru yang kemudian dialokasikan untuk meningkatkan infrastruktur transportasi Stockholm.

    Contoh lain dari keberhasilan implementasi kebijakan TDM dapat dilihat di Singapura. 

    Baca: Kontroversi kebijakan menurunkan penggunaan kendaraan bermotor di Inggris

    Bahkan sebelum skema Electronic Road Pricing (ERP) diterapkan pada tahun 1998, Singapura telah menerapkan beberapa push and pull strategy untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kotanya.

    Skema Lisensi Area/Area License Scheme (ALS) dan Sistem Kuota Kendaraan/Vehicle Quota System yang push strategy lainnya diterapkan masing-masing pada tahun 1975 dan 1990 untuk membatasi penggunaan dan pertumbuhan kendaraan bermotor.

    Di sisi pull strategy, selain memperluas sistem bus dan kereta (sistem MRT dan LRT), Singapura juga berhasil menerapkan sistem pembayaran transportasi publik massal yang terintegrasi untuk menghindari kerumitan saat berpindah dari bus, MRT, dan LRT.

    Sistem pembayaran itu saat ini telah ditingkatkan beberapa kali, dari pembayaran luring berbasis kartu pada tahun 2000-an menjadi daring berbasis akun yang dimulai pada tahun 2017.

    Baca: Pengembangan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

     

     

    Di Jakarta, pendekatan TDM telah diterapkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas melalui beberapa kebijakan yang bersifat push dan pull.

    Pada tahun 2003, pemerintah memperkenalkan skema “3-in-1“, sebuah push strategy di mana hanya kendaraan berpenumpang banyak (High Occupancy Vehicle/HOV) yang diisi setidaknya tiga orang, termasuk pengemudi, diizinkan untuk melewati koridor-koridor tertentu.

    Namun, kebijakan ini tidak efektif karena munculnya fenomena joki 3-in-1. Kebijakan ini kemudian diubah menjadi Pembatasan Plat Nomor Ganjil-Genap pada tahun 2016.

    Pembatasan ini masih berlaku hingga sekarang, namun penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini memicu peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan dalam satu rumah tangga. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

    Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang merumuskan kebijakan mengenai jalan berbayar melalui skema ERP sebagai perbaikan dari kebijakan pembatasan ganjil-genap.

    “Di sisi pull strategy, pemerintah mulai mengoperasikan jalur Bus Rapid Transit (BRT) pertama pada tahun 2004 yang telah diperluas menjadi 251 kilometer,” ujar Rahmad. 

    Jalur MRT pertama beroperasi pada tahun 2019 dan akan diperluas untuk mencakup perpanjangan koridor Utara-Selatan dan penambahan koridor Timur-Barat.

    Pada tahun 2020, Pemerintah Jakarta menerapkan sistem integrasi tarif di bawah JakLingko yang menawarkan insentif bagi warga untuk melakukan perjalanan ke kantor atau berkeliling Jakarta dengan menggunakan transportasi umum.

    Baca: Stasiun Manggarai bakal jadi stasiun sentral Jakarta

    Ada pula upaya lain seperti perluasan trotoar dan infrastruktur bersepeda untuk mempromosikan koneksi first-last mile transportasi tidak bermotor dari dan ke titik transit transportasi publik.

    Menurut Rahmad, penerapan TDM tidak hanya relevan untuk Jakarta, namun juga untuk kota-kota lain di Indonesia karena kemacetan lalu lintas semakin menjadi masalah perkotaan yang umum.

    Belajar dari Jakarta, kota-kota di Indonesia harus mulai menyadari bahwa perluasan jalan, termasuk pembangunan jalan tol dalam kota, bukanlah pendekatan yang efektif dan tepat untuk mengatasi atau mencegah kemacetan.

    Pemkot lebih baik mengalokasikan lebih banyak investasi untuk transportasi publik dan peningkatan aksesibilitas transportasi tidak bermotor.

    Pemkot juga perlu mulai menerapkan langkah-langkah untuk memberikan disinsentif bagi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, misalnya dengan meningkatkan manajemen ruang dan tarif parkir.

    Baca: Kota Surabaya pernah jadi kota dengan udara erbersih di Asia Tenggara

     

  • DPR Minta Industri yang Memicu Polusi Udara Ditindak Tegas

    DPR Minta Industri yang Memicu Polusi Udara Ditindak Tegas

    7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti pabrik-pabrik yang diduga memicu polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Seperti diketahui, dalam tiga bulan terakhir polusi udara di Jakarta dan sekitarnya, termasuk di Tangerang Selatan sudah sangat mengkhawatirkan bahkan masuk kota terpolusi di di dunia.

    Berdasarkan catatan Nafas Indonesia, lembaga pemantau kualitas udara, polusi udara di Tangerang Selatan termasuk yang tertinggi. 

    Selain karena asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah yang besar dan faktor banyaknya pabrik menyebabkan polusi udara di Tangsel lebih buruk dibandingkan Ibukota.

    Baca: Polusi udara di Jakarta dipicu PLTU batubara

    Rata-rata polutan udara PM 2.5 di Tangerang Selatan pada Juli berada di angka 60 µg/m³ (mikrogram per meter kubik), naik dari 56 µg/m³.

    Daniel mengatakan, asap dari pabrik industri juga menjadi salah satu sumber polusi udara terbesar yang sangat berdampak pada kualitas udara.

    Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan evaluasi berkala terhadap pabrik untuk tetap mengacu pada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dimiliki.

    “Industri sekitar Jabodetabek harus diperiksa benar, masalah Amdal dan penanganan polusinya agar sesuai aturan yang ada. Jika terbukti melanggar, Pemda harus berani ambil tindakan mencabut izin usahanya,” kata Daniel dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (15/8/2023).

    Baca: Pemerintah diminta segera ambil tindakan karena polusi udara

    Politisi F-PKB itu menambahkan, Pemerintah harus memprioritaskan pengawasan ke pabrik-pabrik yang menggunakan bahan bakar batubara dalam menjalankan operasionalnya.

    Sebab, kata Daniel, batubara melepaskan sulfur dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2) yang juga menghasilkan partikel karbon hitam dalam jumlah banyak yang berdampak buruk bagi kesehatan.

    “DPR mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan sosialisasi ke pabrik-pabrik agar tidak menggunakan batubara. Untuk pabrik-pabrik yang masih menggunakan bahan bakar dari batu bara harus diganti dengan gas,” paparnya.

    Pembakaran batu bara selama satu abad terakhir telah menyebabkan bumi menjadi lebih panas. Kondisi ini membuat perubahan iklim yang mengganggu stabilitas alam.

    Baca: Ini langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Bagi makhluk hidup khususnya manusia, partikel hasil pembakaran batu bara dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan.

    Daniel menyebut, industri peleburan baja menjadi salah satu penyumbang polusi udara.

    Dengan kondisi tersebut, pabrik-pabrik di wilayah penyangga ibukota memungkinkan polusi yang dikeluarkan oleh cerobong asap terbawa hingga ke Jakarta.

    “Saya akan mendalami masalah ini, saya rasa penyebab udara jelek utamanya karena industri yang limbah polusinya dikeluarkan melalui cerobong asap dan terbawa hingga Jakarta. Terlebih ditambah musim kemarau, yang membuat kualitas udara tidak tercuci,” ungkap Daniel.

    Baca: Transisi ke mobil listrik tak selesaikan akar masalah polusi udara Jakarta

    Legislator Dapil Kalimantan Barat I itu juga meminta masyarakat proaktif melaporkan apabila mengetahui ada pabrik-pabrik yang nyata-nyat memicu polusi udara. 

    Daniel juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Daerah responsif dengan kondisi ini.

    Masyarakat berperan serta dalam mengawasi dampak lingkungan. Pengawasan dari masyarakat akan memudahkan pihak berwenang mengetahui mana pabrik yang masih menyumbang polusi udara.

    “Harus ada tindakan tegas karena dampak dari polusi udara itu sudah jelas, berbahaya. Belakangan banyak masyarakat, terutama anak-anak, yang mengalami batuk flu cukup berat lebih dari biasanya,” pungkas Daniel. 

    Baca: Atasi polusi udara di Jakarta, KLHK dorong transisi ke kendaraan listrik 

  • Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan, Dari ISPA hingga Serangan Jantung

    Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan, Dari ISPA hingga Serangan Jantung

    7cloud.asia – Polusi udara punya dampak signifikan bagi kondisi kesehatan manusia dan lingkungan.

    Beberapa jenis gas yang sering memicu polusi udara adalah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SOx), photochemical oksida dan partikulat.

    Polusi udara antara lain bisa memicu gangguan saluran pernafasan, penyakit jantung, kanker berbagai organ tubuh, gangguan reproduksi dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Baca: Peneltian mengungkap polusi udara dapat memicu hipertensi

    Sejumlah penelitian juga mengungkap, polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi dan mempengaruhi kemampuan reproduksi.

    Gangguan saluran pernafasan atau ISPA merupakan salah satu gejala kesehatan akibat polusi udara yang paling sering ditemukan 

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.

     

    Baca: Polusi udara bisa mempengaruhi kesuburan laki-laki

    Sedangkan dalam rentan waktu Januari 2023 hingga Juni 2023 (saat polusi udara meningkat), terdapat 638.291 kasus ISPA di Jakarta.

    Terpisah, Pengamat Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Corie Indria Prasasti mengtakan, polusi udara memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan. 

     

    “Terhadap kesehatan manusia, pajanan udara buruk yang mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5), ozon. NO2, Hidrokarbon, CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung,” ujarnya sebagaimana dikutip di laman resmi unair.ac.id.

    Baca: Dampak polusi udara terhadap kesehatan anak

    Ia menambahkan, polusi udara dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, memperburuk penyakit jantung, dan meningkatkan risiko serangan jantung.

    Sebaliknya, udara bersih mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penyakit seperti alergi pernapasan, asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Udara bersih juga membantu melindungi kesehatan jantung.

    Corie menambahkan polusi udara juga punya pengaruh signifikan bagi tumbuh kembang anak. Anak-anak dan bayi, ujarnya, rentan terhadap efek buruk polusi udara karena sistem pernapasan dan pertumbuhan mereka masih berkembang.

    Baca: PBB sebut polusi udara memicu 7 juta kematian dini di dunia

    Bagi lingkungan, kualitas udara yang buruk dapat berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim.

    Polusi udara juga dapat merusak tanaman dan mengganggu kelangsungan hidup hewan, memicu proses erosi dan degradasi, menyebabkan penurunan kualitas air dan tanah yang berdampak negatif pada ekosistem.

    Naiknya permukaan lain, cuaca ekstrim yang menyebabkan berbagai bencana ekologi serta turunnya hasil panen adalah sedikit contoh dampak yang ditimbulkan polusi udara.

    Baca: PLTU batubara ditutup kesehatan dan kesuburan meningkat

    Sebagai bentuk antisipasi, Corie membagikan beberapa tips untuk melindungi agar tetap sehat di tengah kondisi udara yang memburuk.

    Langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan sekitar. Jika terpaksa melakukan aktivitas di luar saat kualitas udara buruk, maka menggunakan masker adalah suatu kewajiban.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

     

  • DPR Dukung Rencana Pemerintah Terapkan WFH untuk Kurangi Dampak Polusi Udara

    DPR Dukung Rencana Pemerintah Terapkan WFH untuk Kurangi Dampak Polusi Udara

    7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan Work From Home (WFH) menyusul tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya beberapa bulan ini.

    “Pak Presiden ratas membahas polusi udara di Jakarta. Saya mendukung kebijakan WFH sebagai dasar penguatan mengembalikan udara di Jakarta dan sekitarnya menjadi lebih baik,”  kata Daniel Johan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (15/8/2023).

    Polusi udara yang mengakibatkan memburuknya kualitas udara di Jakarta, menurut Johan, berdampak bagi kesehatan. 

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.

    Sedangkan dalam rentang waktu Januari 2023 hingga Juni 2023, tercatat ada 638.291 kasus ISPA di Jakarta.

    Daniel mengatakan, kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan oleh negara.

    Baca: Sumber utama polusi udara di Jakarta adalah PLTU Batubara

    “Jadi, Pemerintah perlu mempertimbangkan cara untuk menekan dampak dari polusi udara dengan berbagai cara karena kesehatan adalah hak bagi setiap warganegara,” ujarnya.

    Dengan WFH, maka polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor yang digunakan untuk bekerja bisa berkurang. Apalagi dari pengalaman sebelumnya, penerapan WFH juga tidak terlalu berdampak pada perekonomian. 

    Lebih lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup diminta bekerja sama dengan instansi maupun stakeholder terkait untuk membuat rekayasa cuaca demi mengurangi dampak polusi udara.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan

    Daniel mengatakan, kemarau panjang harus disiasati sehingga dampaknya tidak semakin lama dirasakan rakyat.

    “Bapak Presiden juga sudah memberi arahan agar segera dilakukan rekayasa cuaca. Kita tidak ingin kesehatan masyarakat terganggu yang akan berdampak terhadap produktivitas, termasuk di dunia kerja yang pada akhirnya berimbas ke perekonomian kita,” ucapnya.

    Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu juga mendorong agar transportasi massal diperbanyak dan bisa menjangkau ke seluruh wilayah.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak selesaikan akar masalah polusi udara

    Sehingga, masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi sehingga akan  berdampak langsung pada kemacetan dan polusi udara.

    “Sekarang kan masalahnya, masih banyak transportasi massal yang tidak mendukung di berbagai daerah Jakarta. Ini juga menjadi kendala, bagaimana pemerintah menyiapkan transportasi yang terintegrasi sehingga menarik masyarakat untuk beralih ke transportasi umum,” ujarnya.

    Kuantitinya juga harus diperbanyak, untuk menunjang aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya.

    “Jadi tidak ada lagi penumpukan penumpang. Kualitas juga harus dijaga, agar penumpang aman, nyaman dan tenang dalam bepergian di Jakarta,” tutupnya. 

    Baca: Jalan kaki yuk untuk kesehatan fisik dan mental

  • Sikapi Polusi Udara di Jakarta, Kemenparekraf Terapkan WFH 4:1

    Sikapi Polusi Udara di Jakarta, Kemenparekraf Terapkan WFH 4:1

    7cloud.asia – Menyikapi tingginya polusi udara di Jakarta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

    Dalam seminggu, pegawai Kemenparekraf hanya diwajibkan satu hari datang ke kantor. WFH merupakan salah satu opsi jangka pendek yang dilakukan pemerintah untuk menyikapi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    WFH ini juga untuk menghindarkan para pegwai dari berbagai risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat polusi udara di Jakarta.

    Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Seperti diketahui, polusi udara telah menyebabkan kondisi udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2023), Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan salah satu faktor yang membuat kualitas udara di Jakarta memburuk adalah tingginya emisi dari kendaraan bermotor.

    “Kita sudah turunkan instruksi hari ini. Dan pemikirannya 4-1, jadi cuma satu hari di kantor sampai situasi lebih terkendali,” jelas Sandiaga.

    Baca: Dampak polusi udara di Jakarta, dari ISPA hingga risiko serangan jantung

    Tetapi pegawai yang melaksanakan WFH adalah pegawai yang tidak berhubungan
    langsung dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa melakukan koordinasi dari
    rumah.

    Tak hanya sistem kerja WFH, Sandiaga juga mengimbau pegawai di Kemenparekraf untuk menggunakan transportasi umum saat hendak berangkat dan pulang bekerja di kantor.

    “Saya juga akan menggunakan kendaraan umum dan (olahraga) lari ke kantor sebagai upaya menurunkan polusi di Indonesia,” ungkapnya seperti dilansir situs Kemenparekraf.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan, pemerintah didesak segera bertindak

    Guna mengatasi polusi udara di Jakarta ini, Sandiaga  juga mendorong berbagai pihak untuk menyediakan ruang terbuka hijau dan penggunaan sumber energi ramah lingkungan di tujuan wisata di Indonesia.

    Sebab kualitas udara yang buruk juga dirasakan oleh para wisatawan juga.

    Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menganggap kebijakan WFH bukanlah solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.

    Baca: Sumber utama polusi udara di Jakarta adalah batubara

    “Mengenai polusi udara ini, konteks jangka pendeknya bukan WFH,” ujar Trubus seperti yang dilansir Antara.

    Menurutnya sistem kerja WFH seperti obat yang tiba-tiba langsung dapat
    ‘menyembuhkan’ suatu masalah seperti polusi udara di Jakarta ini.

    Seharusnya, ujarnya, WFH tidak dilakukan oleh beberapa pihak saja. Tetapi harus merangkul semua pihak termasuk swasta dan harus dilakukan secara berkesinambungan.

    Baca: Polusi udara di Jakarta makin parah, apa kabar kebijakan pembatasan kendaraan bermotor?

    Hal yang tak kalah penting lainnya yang harus dilakukan pemerintah adalah
    melakukan uji emisi dan pembatasan usia kendaraan secara serius.

    “Terapkan uji emisi kalau bisa terapkan pembatasan usia kendaraan. Tapi itu juga
    butuh keberanian karena musuhnya adalah pelaku usaha mobil, mobil bekas, motor bekas,” katanya.

    Pemerintah provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah memiliki Peraturan Gubernur
    nomor 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor.

    Namun, Pemprov DKI dianggap kurang serius menjalankan aturan ini. Ini yang membuat polusi udara di Jakarta terus memburuk.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Cara Berbeda PDIP dan PSI Memandang Pemilih Muda di Pemilu 2024

    Cara Berbeda PDIP dan PSI Memandang Pemilih Muda di Pemilu 2024

    7cloud.asia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan jumlah daftar pemilih tetap dalam Pemilu 2024 adalah sekitar 204 juta pemilih.

    Dari angka tersebut, sebanyak 52% pemilih di Pemilu 2024 atau 107 juta adalah pemilih muda, dengan rentang usia 17-39 tahun.

    Jika dikategorikan lebih rinci, dari jumlah pemilih di Pemilu 2024 tersebut adalah sebagai berikut:

    kelompok generasi baby boomer (lahir tahun 1946-1964) adalah sebesar 13,73%, generasi milenial sebanyak 23,60% (lahir tahun 1980-1995), dan generasi Z (lahir tahun 1997-2000) sebanyak 22,85%.

    Jumlahnya yang tinggi membuat pemilih generasi milenial dan Z menjadi salah satu aspek signifikan dan akan sangat berpengaruh terhadap penentuan hasil Pemilu 2024. 

    Baca: Jumlah pemilih di Pemilu 2024 ada 204 jutaan

    Ini membuat ceruk milenial menjadi bidikan partai politik (parpol) untuk mengeruk suara elektoral di Pemilu 2024 yang akan digelar pada Februari 2024 mendatang.

    Tentu saja, seperti yang sudah diyakini secara luas, kedua generasi ini adalah kelompok yang paling banyak menggunakan saluran komunikasi modern yang berbasiskan jaringan internet, termasuk media sosial.

    Laporan “Profil Internet Indonesia 2022” oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dipublikasikan pada Juni 2022 menemukan bahwa tingkat penetrasi pengguna internet oleh kelompok usia 13-18 tahun adalah 99,16%, pada kelompok usia 19-34 tahun sebesar 98,64% dan pada kelompok usia 35-54 tahun adalah sebesar 87,30%.

    Untuk dapat menggaet suara generasi milenial dan Z di Pemilu 2024, parpol perlu mempersiapkan diri dan memahami pola, karakter dan jenis konsumsi media komunikasi mereka.

    Baca: Menebak arah pilihan pemilih muda di Pemilu 2024

    Saya melakukan riset tentang pandangan parpol terhadap media sosial dalam menjangkau pemilih muda dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai objek penelitian utama.

    PDI-P dipilih karena merupakan parpol pemenang Pemilu 2019 dan menjadi partai tertua kedua di Indonesia.

    PDI-P juga salah satu partai yang mampu tetap eksis dan dapat mempertahankan akar rumputnya selama melewati fase pergantian rezim serta perubahan perkembangan teknologi informasi yang memberikan pengaruh besar pada perilaku komunikasi politik publik.

    Sementara, PSI dipilih karena merupakan parpol baru di Pemilu 2019 dan berada pada urutan enam terbawah dalam hasil Pemilu.

    PSI juga disebut-sebut sebagai partai anak muda karena 60% dari total calegnya berusia di bawah 45 tahun.

    Baca: Pemilih muda diajak gunakan hak pilihnya di Pemilu 2024

    Hasil studi saya menemukan bahwa PDI-P cenderung hanya melihat media sosial sebagai sarana branding partai – hanya terjadi komunikasi satu arah.

    Sedangkan PSI menganggap media sosial tidak hanya sebagai media untuk branding dan mengenalkan program partai tetapi juga wadah untuk berdialog dengan publik, sehingga terjadi komunikasi dua arah.

    Pandangan yang berbeda antara dua parpol ini dalam memanfaatkan media sosial untuk komunikasi politik kurang lebih akan memengaruhi bentuk pesan politik yang mereka sampaikan pada publik.

    Dan yang pasti, cara pandang mereka terhadap media sosial pun mencerminkan cara pandangan mereka terhadap pemilih milenial dan generasi Z.

    Baca: Saatnya memilih pemimpin yang peduli lingkungan di Pemilu 2024

    Jelang Pemilu 2024, Saya menemukan cara pandang terhadap media sosial di mata PDI-P dan PSI juga berbeda.

    Dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan, saya menemukan bahwa aktivitas komunikasi politik PDI-P dan PSI di media sosial akan terlihat sama secara sepintas.

    Keduanya sama-sama memanfaatkan kemudahan, efisiensi biaya dan kemampuan untuk menjangkau luas untuk mendistribusikan iklan politik mereka. Ini mereka lakukan guna memperkenalkan dan sekaligus membangun citra partai yang positif.

    Namun, jika ditelaah lebih lanjut, bentuk iklan politik yang mereka tampilkan masing-masing menunjukkan arah yang berbeda.

    Baca: Warga diajak cegah kemungkinan obral izin lahan jelang Pemilu 2024

    PDI-P, misalnya, memosisikan media sosial seperti halnya media lama (media massa non elektronik), selayaknya sifat iklan adalah bentuk komunikasi persuasif, yakni tidak memiliki ruang dialog di dalamnya.

    Model komunikasi politik satu arah inilah yang masih diterapkan oleh PDI-P melalui jaringan media sosialnya.

    Berdasarkan hasil wawancara saya dengan sejumlah narasumber yang merupakan pengurus partai dan organisasi sayap partai, hingga saat ini PDI-P masih meyakini bahwa komunikasi politik secara interpersonal dan interaksi secara langsung dengan konstituen masih lebih efektif, termasuk dengan konstituen yang merupakan anak muda.

    Jadi, alih-alih membangun ruang dialog di media sosial, PDI-P masih lebih bergantung pada organisasi-organisasi sayap partai, baik pusat maupun daerah, untuk berinteraksi langsung dengan pemilih muda.

    Baca: KPU setuju buka 2 TPS khusus di IKN

    Ini berbeda dengan strategi PSI. Partai yang lahir tahun 2014 ini memandang bahwa media sosial dapat menjadi wadah untuk membangun komunikasi dua arah antara partai dengan masyarakat di dunia maya.

    Bagi PSI, dialog adalah bagian dari edukasi politik bagi masyarakat, khususnya kelompok muda, agar mereka mampu memahami pentingnya partisipasi dalam dunia politik.

    PSI juga bermaksud memperlihatkan pada generasi muda bahwa politik bukanlah sebuah proses yang asing dan harus dijauhi dari keseharian mereka.

    Partai ini percaya bahwa melakukan dialog yang intensif dengan kelompok muda lewat media sosial dapat membantu membangun citra positif partai.

    Selain itu, PSI juga gencar mengemas pesan yang berisi program dan gagasan partai dengan bahasa yang lebih ringan dan mudah dipahami oleh generasi milenial dan Z.

    Baca: MK putuskan Pemilu 2024 gunakan sistem proporsional terbuka

    PSI menghindari retorika yang berlebihan dalam menyusun narasi pesan di media sosial, serta menggunakan gambar dan video untuk menarik perhatian anak muda.

    Dalam kaitannya dengan politik, media sosial dan komunikasi lain yang berbasiskan internet telah menawarkan kemudahan dialog tanpa batas. Parpol seharusnya bisa memaksimalkan fungsi ini.

    Basis massa yang kuat dan rekam jejak yang panjang jelas membuat PDI-P mampu meraup banyak suara, setidaknya dalam Pemilu terakhir.

    Namun, PDI-P – serta parpol-parpol lainnya – juga perlu belajar mengenai kebutuhan dan gaya komunikasi yang dimiliki oleh pemilih muda.

    Parpol harus meninggalkan pemahaman yang menyamakan fungsi media sosial dengan media mainstream. Jika paradigma tersebut terus dipelihara, maka budaya politik yang tidak sehat akan terus berlangsung.

    Baca: Polri endus adanya aliran dana jaringan narkoba untuk biaya kampanye

    Masyarakat tidak akan dapat memainkan perannya sebagai kontrol terhadap wakil rakyat yang telah mereka pilih.

    Jika ini terus terjadi, menurut narasumber yang merupakan pengurus DPP PSI, konsekuensinya adalah munculnya sikap apatis dari generasi milenial dan Z terhadap politik pada kehadiran parpol.

    Hal ini karena mereka menganggap parpol hanya membutuhkan mereka ketika mendekati pemilihan saja.

    Selain itu, parpol juga harus memandang pemilih muda sebagai kelompok komunikan yang aktif dan kritis, sehingga sangat penting untuk membicarakan isu yang menyentuh langsung kebutuhan hidup mereka.

    Dengan terus melajunya perkembangan digital, sudah saatnya komunikasi politik lebih mengarah kepada dialog dua arah, bukan lagi satu arah dan hanya sebatas retorika.

    Penulis: , Peneliti Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

  • Pengamat: Perlu Langkah Ekstrem untuk atasi Polusi Udara di Jakarta yang Sudah Ekstrem

    Pengamat: Perlu Langkah Ekstrem untuk atasi Polusi Udara di Jakarta yang Sudah Ekstrem

    7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya menjadi sorotan publik beberapa pekan ini.

    Hal ini karena polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan dan menyebabkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

     

    Ada beberapa faktor dinilai sebagai pemicu polusi di Jakarta dan sekitarnya di antaranya emisi dari kendaraan bermotor, aktivitas industri di Jakarta dan sekitarnya serta emisi PLTU batubara.

    Fahmy Radhi, dosen Sekolah Vokasi UGM sekaligus pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, mengakui ada 3 PLTU yang beroperasi di sekitar Jakarta yakni PLTU Suryalaya, PLTU Banten, dan PLTU Lontar.

    Baca: Polusi udara Jakarta sudah parah, Koalisi IBUKOTA desak pemerintah segera ambil tindakan

    Namun, menurutnya, emisi karbon ketiga PLTU itu sudah sangat rendah.

    Ketiganya sudah menekan di bawah ambang batas emisi sesuai ketentuan Peraturan Menteri (Permen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia No 15 Tahun 2019 tentang Baku Mutu Emisi.

    “Selama ini ketiga pembangkit itu sudah menerapkan teknologi Electrostatic System Precipitator (ESP) yang mengendalikan abu hasil proses pembakaran dan menjaring debu PM 2,5 sehingga tidak berhamburan yang mencemari udara,” ujar Fahmy seperti dikutip ugm.ac.id Rabu (16/8/2023).

    Dalam penilaiannya, ketiga PLTU itu juga menerapkan teknologi Low NOx Burner yang dapat menekan polusi NO2 sangat rendah, di bawah ambang batas ditetapkan Kementerian LHK.

    Baca: Ini yang terjadi jika Jakarta sukses batas kendaraan bermotor

    Dengan fakta ini, Fahmu menyebut asap kendaraan bermotor dan asap pabrik sebagai penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta.

    Karena polusi udara Jabotabek sudah sangat ekstrem, maka kebijakan pemerintah pun diharapkan juga harus ekstrem.

    Untuk menekan polusi dari kendaraan bermotor, pemerintah harus menerapkan kebijakan ganjil-genap kendaraan pribadi di seluruh wilayah Jabodetabek selama 24 jam.

    Kebijakan ini diharapkan akan mengurangi setengah dari jumlah kendaraan pribadi yang melaju di jalanan Jabodetabek.

    Baca: Apa kabar kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di Jakarta

    Untuk mendukung kebijakan itu, Pemerintah DKI diharuskan menambah bus angkutan massal berbasis listrik.

    Pemerintah juga diminta untuk lebih serius lagi dalam pengembangan ekosistem Electric Vehicle atau kendaraan listrik.

    Sedang untuk mengatasi polusi udara dari asap pabrik, pemerintah harus menindak tegas perusahaan yang tidak mengolah limbah dan masih menghasilkan asap yang memperburuk polusi udara.

    “Semua itu harus ditempuh, tanpa kebijakan ekstrem, kita berharap banyak untuk mampu menekan laju polusi udara buruk dan tidak sehat di wilayah Jabodetabek,” terangnya.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tidak selesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta

    Terpisah, dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, polusi udara di Jakarta biasanya meningkat saat kemarau (Juni-Agustus).

    Sumber polutan terbesar dari sektor transportasi (44 persen) dan sektor industri (31 persen). Karena itu ia menekankan, pentingnya transportasi berkelanjutan yang saat ini tidak dilakukan serius.

    Data yang dihimpun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, ada sekitar 25,5 juta kendaraan bermotor yang beroperasi di DKI Jakarta. Sebanyak 78 persen di antaranya merupakan sepeda motor.

    Sepeda motor menghasilkan beban beban pencemaran per penumpang paling tinggi dibandingkan mobil pribadi bensin dan solar, mobil penumpang, serta, bus. Efisiensi kendaraan sangat penting.

    Baca: Penggunaan batubara dinilai sumber utama polusi udara di Jakarta

    “Jadi, kalau naik bus, kontribusi pada CO2 akan lebih kecil dibandingkan sepeda motor dan mobil pribadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia beberapa waktu lalu.

    Mengutip data Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration Project Phase 2 (JUTPI-2) tahun 2018, total pergerakan di Jabodebatek 88,2 juta trip per hari, di dalam Jakarta ada 21,2 juta trip per hari (24,03 persen).

    Sedangkan untuk commuter, tercatat ada 6,4 juta trip per hari (7,26 persen), dan lainnya yang melintas di dalam sub urban sebanyak 60,6 juta trip per hari (68,71 persen).

    Dalam bermobilitas, sebanyak 15,1 persen menggunakan mobil pribadi, 72,65 persen sepeda motor dan sisanya 12,25 persen menggunakan angkutan umum (bus, kereta, ojek, taksi, dan bajaj).

    Baca: Langkah pemerintah untuk atasa polusi udara di Jakarta dan sekitarnya

    Djoko melihat, Kebijakan untuk atasi polusi udara di Jakarta terkesan berjalan sendiri-sendiri dan sepotong-sepotong.

    “Masing-masing kementerian bergerak dengan caranya sendiri tanpa memperhatikan data dan fakta yang sebenanya terjadi. Akhirnya, anggaran negara menjadi tidak tepat sasaran,” tandasnya.

     

    Kurangnya koordinasi antara Kemenkeu, Kementerian Perindustrian, Kemenhub, Kementerian LHK, Kemendagri dan BUMN membuat kebijakan untuk menyelesaikan persoalan polusi udara perkotaan tidak pernah tuntas.

    Djoko menyebut sebenarnya Negara punya dana cukup untuk mengatasi polusi udara ini. Yang belum ada, ujarnya, adalah koordinasi.

    Baca: DPR dukung WFH sebagai langkah jangka pendek atasi polusi udara di Jakarta

    Untuk mengatasi polusi udara ini, PT Inka sudah dapat memproduksi sejumlah bis listrik dan sudah digunakan saat perhelatan G20 harus dilibatkan.

    “Pemerintah dapat memesan sejumlah bis listrik untuk mengembangkan angkutan umum di perkotaan, termasuk Kota Jakarta,” ujarnya.

    Saat ini Trans Jakarta menargetkan penambahan setiap tahun bis listrik dengan memesan bus listrik produk luar negeri.

    Penambahan bus listrik itu menurut Djoko dapat dipesan dari PT Inka sebagai bentuk kecintaan terhadap produk dalam negeri.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan

    Bus listrik produksi PT INKA dapat menampung 19 hingga 25 penumpang serta memiliki kapasitas baterai 138 kWh dengan waktu pengisian daya 1 jam hingga 3 jam. Dengan kapasitas tersebut, bus listrik mampu menempuh jarak sejauh 160 kilometer.

    PT INKA juga memproduksi charger untuk bus listrik dengan merek SETRUM yang merupakan akronim Sustainable Energy to Rejuvenate the Environment. Charger tersebut memiliki input voltage 380 Vac dengan daya output maksimum 120 kW atau 60 kW x 2.

    Sebagian anggaran Insentif Kendaraan Listrik di Kementerian Perindustrian, Ujar Djoko, dapat dialihkan untuk pengadaan sejumlah bis listrik produk PT INKA.

    “Kemudian dioperasikan di kota-kota yang berpotensi menimbulkan polusi udara tinggi, termasuk di Bodetabek sehingga polusi udara yang ditimbulkan dari sektor transportasi bisa berkurang,” pungkasnya. 

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

  • Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

    Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

    7cloud.asia – Dalam tiga bulan bulan ini, polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan dan mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Polusi udara seperti yang terjadi di Jakarta ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada ibu hamil. Bahkan dampaknya dapat menyebabkan kematian janin.

    Polusi udara yang terjadi di Jakarta antara lain diakibatkan gas buangan kendaraan bermotor, asap pabrik, debu dan asap rokok.

    Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan

    Gas buangan tersebut adalah karbon monoksida dan sulfur dioksida yang beracun. Gas ini berupa partikulat halus berdiameter 2,5 mikro atau lebih kecil.

    Dengan ukuran yang sangat kecil ini, maka partikel tersebut dapat menyusup ke dalam paru-paru dan masuk ke plasenta melalui aliran darah.

    Polusi udara juga bisa mengganggu kerja plasenta yang bertugas menyediakan oksigen, darah, dan nutrisi bagi janin dalam kandungan.

    Baca: Dalam jangka panjang polusi udara bisa memicu hipertensi

    Dikutip dari Alodokter, dampak polusi udara bagi kesehatan ibu hamil beserta janinnya salah satunya adalah peradangan rahim.

    Apabila seorang ibu hamil sering terpapar polusi udara, maka semakin tinggi juga
    risiko ia mengalami peradangan dalam rahim (intrauterine inflammation). Peradangan rahim ini dapat menyebabkan kelahiran prematur.

    Berdasarkan hasil sebuah penelitian, sebanyak 18 persen kasus kelahiran prematur disebabkan oleh polusi udara.

    Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penyembuhan pasien asma

    Jika bayi lahir prematur, maka risiko kecacatan dan gangguan saraf menjadi lebih tinggi.

    Hasil studi lainnya menyebutkan bahwa ibu hamil yang terpapar polusi
    partikel tinggi selama trimester ketiga memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk
    melahirkan anak dengan autisme.

    Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara yang tinggi pada
    trimester pertama dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.

    Baca: Sikapi polusi udara di Jakarta, Kemenparekraf terapkan WFH 4:1

    Sementara itu, paparan yang tinggi pada trimester ketiga, dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth).

    Dampak polusi udara lainnya adalah bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini sering terjadi jika ibu hamil bekerja di luar ruangan.

    Racun pada udara yang tercemar dan lantas terhirup akan membuat bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan di bawah normal.

    Baca: Langkah pemerintah sikapi polusi udara di Jakarta

    Bagi ibu hamil sendiri, terutama yang menderita penyakit asma, polusi udara dapat memperburuk kondisi kondisi asmanya. Karena itu ibu hamil disarankan untuk tidak keluar rumah.

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina menyarakan agar ibu hamil untuk tidak keluar rumah.

    “Bagi para Ibu hamil, jika bisa stay at home (tetap di rumah) akan sangat baik. Anak-anak yang sekolah juga disarankan kembali mengenakan masker ketika keluar rumah,” ujar Elva Selasa (15/8/2023) seperti dikutip Republika. 

    Baca: DPR dukung penerapan WFH selama polusi udara di Jakarta

    (Nurakhmayani)