Blog

  • Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta

    Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta

    7cloud.asia – Untuk mengurangi polusi udara di Jakarta, sejak Rabu (23/08/2023) Polda Metro Jaya mengerahkan 4 unit kendaraan water canon milik Brimob untuk menyemprot kedua sisi Jalan Jenderal Sudirman. 

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan
    penyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi udara di Jakarta.

    “Maka itu, Polri, khususnya Polda Metro Jaya, melakukan kesiapan dengan
    pengecekan kendaraan taktis water canon dan kemudian melakukan
    penyemprotan jalan protokol guna mengurangi dampak polusi udara di Jakarta,” jelas Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).

    Baca: Polusi udara di Jakarta masih tinggi, warga diimbau kenakan masker

    Selain di Jalan Jenderal Sudirman, penyemprotan juga dilakukan di sekitaran  Monas, dengan bekerjasama dengan dinas operasional Pemadam Kebakaran serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Polusi udara di Jakarta hingga kini memang belum sepenuhnya teratasi. Berbagai upaya dilakukan, namun kondisi udara di Jakarta masih buruk.

    Sebelumnya, BNPB juga telah mengupayakan teknologi modifikasi cuaca selama tiga hari untuk membilas polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang disebut sebagai biang polusi udara

    Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing yang diikuti daring di Jakarta, Senin (21/8/2023)
    mengatakan, TMC telah dilakukan di tanggal 19-21 Agustus.

    “Ada fase tertentu dimana minimal konsentrasi awan itu 30 persen, cukup untuk membuat hujan buatan. BNPB bersama BMKG, BRIN dan TNI-Polri, kita sudah
    mulai melakukan TMC,” jelas Abdul seperti dilansir dari Antaranews.

    Dalam rapat gabungan membahas cara meredam polusi udara, pada Selasa (15/8/2023) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan tiga opsi jangka pendek yang dapat ditempuh untuk menekan polusi udara di DKI Jakarta.

    Baca: Warga desak pemerintah juga lakukan razia emisi di kawasan industri

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, ketiga metode ini dapat menjadi alternatif pemerintah untuk mengatasi polusi udara yang kian parah.

    Pertama, teknologi modifikasi cuaca (TMC) Konvensional. TMC Konvensional itu bisa dilakukan tidak hanya di atas wilayah DKI Jakarta.

    Metode ini juga memungkinkan dilakukan di atas wilayah sekitar Jakarta, seperti di atas Bekasi, Kepulauan Seribu atau Tangerang untuk melindungi Jakarta dari polusi udara.

    Baca: Penggunaan batubara dituding sebagai sumber utama polusi udara di Jakarta

    Kedua, yakni dry ice yang sebelumnya pernah dilakukan di Thailand. Namun
    metode ini jarang dilakukan. Tapi, dry ice ini kemungkinan kecil dilakukan di Jakarta. 

    “Itu seperti menyebarkan batu-batu es,” jelas Isnawa 

    Ketiga, adalah dengan melakukan spraying atau  penyemprotan seperti yang pernah diterapkan di Beijing. Metode ini dilakukan dengan pesawat kecil, drone atau dari atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.

    Baca: Ini yang terjadi jika Jakarta sukses batasi kendaraan bermotor

    “Tapi ini belum. Mungkin nanti mau kita usulkan, mungkin bangunan-bangunan tinggi boleh juga tuh ada teknologi spraying ya supaya polutan-polutan itu bisa diredam,” urai Isnawa.

    Rapat yang digelar pada Selasa, 15/08/2023 tersebut diikuti Badan Riset dan
    Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Asisten Operasi TNI
    Angkatan Udara (Assops AU) dan Asisten Operasi (Assops) Panglima TNI.

    Rapat tersebut membahas musim kemarau yang mempengaruhi tingkat polusi udara di Jakarta. Jadi, perlu dilakukan modifikasi cuaca untuk memancing hujan.

    “Hasil rapat itu memang kendalanya kita lagi musim kemarau, jadi namanya
    gumpalan awan hujan itu sulit”, ujar Isnawa.

    Reporter: Nurakhmayani

  • El Nino Percepat Laju Lelehnya Salju Abadi Gunung Puncak Jaya

    El Nino Percepat Laju Lelehnya Salju Abadi Gunung Puncak Jaya

    Foto: ilmugeografi.com

    7cloud.asia – Pemanasan global mengancam keberadaan salju abadi atau tutupan es di Gunung Puncak Jaya, Papua. Fenomena El Nino memperparah kondisi ini.

    Fenomena El Nino yang terjadi saat ini diperkirakan akan turut mempercepat kepunahan tutupan es di Puncak Jaya tersebut.

    Dampak El Nino pada keberadaan salju abadi di Puncak Jaya ini diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam seminar berjudul ”Salju Abadi Menjelang Kepunahan: Dampak Perubahan Iklim?” di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

    Baca: KLHK temukan sejumlah spesies baru di hutan Indonesia

    Melelehnya salju abadi di Puncak Jaya juga mengancam ekosistem yang ada di sekitar salju abadi tersebut. 

    “Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” jelas Dwikora seperti yang dilansir Antaranews.

    Dwikorita menjelaskan Indonesia menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi.

    Dwikorita memaparkan salju abadi di Puncak Jaya ini adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam. 

    Baca: Mengenal hari spesies terancam punah sedunia

    Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.

    Ia memaparkan, sejak tahun 2010, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG bersama Ohio State University, AS, telah melakukan studi terkait analisis paleo-klimatologi berdasarkan inti es (ice core) pada gletser Puncak Jaya.

    BMKG dengan didukung PT Freeport Indonesia kemudian terus melakukan kegiatan pemantauan secara berkala terhadap luas dan tebal gletser di Puncak
    Jaya. 

    Baca: Mengenal ekosistem lamun yang bisa jernihkan pesisir

    Hasilnya, sejak pengamatan dilakukan sampai saat ini, tutupan es di Puncak
    Jaya mengalami pencairan dan menuju kepunahan.

    Pada 2010, tebal es diperkirakan mencapai 32 meter dan laju penipisan es sebesar 1 meter per tahun terjadi pada tahun 2010-2015.

    Kemudian saat terjadi El Nino kuat pada tahun 2015-2016, penipisan es pun mencapai 5 meter per tahun. 

    Baca: Pendidikan yang memberikan solusi bagi perubahan iklim

    Dengan kondisi seperti itu, Dwikorita mengajak semua pihak perlu meningkatkan
    kesadaran tentang pentingnya menjaga dan melindungi lingkungan.

    Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim harus dilakukan bersama baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dan pihak terkait lainnya.

    Selain itu, upaya lain yang perlu dilakukan adalah pengurangan emisi Gas Rumah
    Kaca dan penerapan energi baru atau terbarukan.

    ”Kita perlu terus menjaga dan mengendalikan laju kenaikan suhu dengan cara mentransformasikan energi fosil menjadi energi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

    Baca: Ekspor pasir laut mengancam kelestarian ekosistem pesisir

    Sebelumnya, dalam Dialog untuk Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
    Panjang Nasional di BAPPENAS, BMKG mengimbau perlunya program yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk pemantauan terhadap parameter lingkungan.

    Donaldi Sukma Permana, Pakar Klimatologi BMKG yang memimpin Studi Dampak Perubahan Iklim pada Gletser di Puncak Jaya menjelaskan dalam rentang waktu tahun 2016-2022, laju penipisan es terjadi sekitar 2,5 meter per tahun.

    Sedangkan luas tutupan es pada tahun 2022 sekitar 0,23 kilometer persegi dan
    terus mengalami pencairan. Hal ini lanjut Donaldi, sebagai salah satu faktor yang
    ikut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi muka laut secara global.

    Reporter: Nurakhmayani disarikan dari berbagai sumber

  • Menilik Kondisi Fasilitas untuk Pejalan Kaki dan Pengguna Sepeda di Kota-kota di Indonesia

    Menilik Kondisi Fasilitas untuk Pejalan Kaki dan Pengguna Sepeda di Kota-kota di Indonesia

    7cloud.asia – Pernahkan kamu sejenak memperhatikan kondisi pedestrian atau trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki atau pengguna sepeda di kota kamu?

    Lebih jauh, apakah kita pernah memperhatikan fasilitas untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda itu ramah bagi disabilitas? 

    Dalam tulisan ini, 7cloud.asia ingin mengajak kamu untuk meluangkan sejenak mengintip fasilitas untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda di kota-kota di Indonesia.

    Setelah bertahun-tahun di abaikan, kini pejalan kaki dan pengguna sepeda mulai mendapatkan tempat di sejumlah kota. 

    Dilansir di laman Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), dalam beberapa tahun ke belakang, kota–kota di Indonesia telah berupaya mewujudkan kota yang lebih ramah untuk pejalan kaki dan pesepeda.

    Baca: Bersepeda, cara warga mengenali kotanya

    Kota Semarang misalnya, telah membenahi fasilitas pejalan kaki di kawasan komersial dan pemerintahan di Jl. Pemuda dan Jl. Imam bonjol pada tahun 2021-2022. Demikian juga dengan pemkot Surabaya yang telah membenahi pusat ibu kota Jawa Timur itu sejak tahun 2010.

    Di Jakarta yang pada tahun 2017 masif melakukan perbaikan fasilitas pejalan kaki dan sepeda hingga penataan kawasan.

    Dalam artikel “Lompatan Kecil Menuju Kota yang Inklusif” Noni Sabandar, Inclusive Urban Planning Associate ITDP Indonesia mencatat, di balik berbagai upaya penataan fasilitas untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda itu masih menyisakan isu inklusivitas. 

    “Pembangunan fasilitas pejalan kaki seperti trotoar dan penyeberangan jalan yang tidak mengandung unsur inklusivitas masih banyak ditemukan di banyak kota di Indonesia,” tulisnya. 

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki

    Dalam catatan ITDP Indonesia, GAUN dan UN Women, masih banyak ditemukan pemasangan dan peletakan jalur pemandu yang tidak mengikuti perspektif pengguna Netra.

    ITDP, lanjutnya, juga menemukan lebar minimum jalur pejalan kaki yang tidak mengakomodasi pengguna kursi roda, material jalur pejalan kaki yang licin, dan beberapa kesalahan teknis lainnya.

    Hal ini disebabkan karena tidak adanya standar atau pedoman teknis pembangunan fasilitas pejalan kaki yang menyertakan unsur inklusivitas tersebut bagi pemangku kebijakan di kota-kota di Indonesia.

    “Imbasnya, fasilitas pejalan kaki malah menyebabkan hambatan atau tidak dapat diakses oleh pejalan kaki berkebutuhan khusus seperti perempuan dengan anak, orang lanjut usia (lansia), anak-anak dan penyandang disabilitas,” imbuh Noni.

    Baca: Bogota, kota yang ramah untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda

    Pedoman Fasilitas Pejalan Kaki dalam Surat Edaran Menteri PUPR No. 2 Tahun 2018 merupakan satu-satunya rujukan pedoman dalam penyelenggaraan fasilitas pejalan kaki perkotaan.

    Meski begitu, pedoman ini masih belum menyesuaikan dengan hak atas Disabilitas dan aspek inklusivitas yang tercantum dalam UU No. 8 Tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas serta PM PUPR Nomor 14/PRT/M/2017.

    Pelibatan kelompok rentan (perempuan, penyandang disabilitas) dan perwakilan masyarakat juga belum dilakukan dalam penyusunan regulasi.

    Lewat serangkaian revisi yang melibatkan ITDP, GAUN, UN Women, PUPR, serta partisipasi peserta MSD dan melewati proses legalisasi yang berlaku, akhirnya berhasil dirilis revisi Pedoman Teknis Fasilitas Pejalan Kaki resmi dirilis  pada Mei silam. 

    Baca: Pengembangan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta

    Dengan adanya pembaruan ini, beberapa poin yang diubah dan/atau ditambahkan terkait dengan:

    1. Lebar efektif jalur pejalan kaki yang menjadi 1,85 meter, sehingga dapat mengakomodasi mobilitas dua kursi roda yang berpapasan;
    2. Pengaturan akses keluar masuk kendaraan yang memberikan prioritas bagi pejalan kaki;
    3. Pemasangan jalur pemandu yang bebas hambatan samping dan atas, untuk memudahkan navigasi bagi disabilitas Netra;
    4. Rancangan pelandaian yang landai dan dapat diakses dengan mudah bagi pengguna kursi roda, stroller, atau roda lainnya; dan
    5. Ketentuan penyeberangan baik sebidang maupun tidak sebidang yang inklusif dan aman bagi semua kelompok.

    Dengan pedoman ini diharapkan pembangunan fasilitas untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda di kota-kota di Indonesia lebih mengakomodasi para disablitas.  

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

     

  • Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara Kota Depok Masih Sangat Tidak Sehat

    Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara Kota Depok Masih Sangat Tidak Sehat

    7cloud.asia – Polusi udara di sejumlah kota di Indonesia masih belum sepenuhnya teratasi.

    Tak hanya Jakarta, tercatat ada 10 kota dengan kualitas udara tidak sehat pada Jumat (25/8/2023) karena polusi udara yang sangat tinggi. 

    Baca: berbagai opsi jangka pendek untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Setelah kemarin sempat turun ke posisi ke-9 dengan indeks PM 2,5 tercatat sebesar 163 poin, hari ini polusi udara di Jakarta kembali memburuk sehingga kadar PM 2,5 naik menjadi 166.

    Kota Depok, Jawa Barat masih berada di peringkat pertama terkait polusi udara ini dengan kadar PM 2,5 tercatat sebesar 218 atau masuk kategori sangat tidak sehat. 

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang diduga biang polusi udara di Jakarta

    Berikut daftar 10 kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia seperti dilansir  IQAir pada pukul 09.13 waktu Indonesia barat.

    1. Kota Depok, Jawa Barat dengan kadar PM 2,5 sebesar 218

    2. South Tangerang, Banten (183)

    Baca: Razia emisi harusnya juga dilakukan di kawasan industri

    3. Jakarta, Jakarta (166)

    4. Kota Bandung, Jawa Barat (162)

    5. Kabupaten Serang, Banten (161)

    6. Karawang, Jawa Barat (159)

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak selesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta

    7 Kota Tangerang,  Banten (159)

    8. Pasarkemis, Jawa Barat (158)

    9. Cibinong, Jawa Barat (156)

    10. Cileungsie, Jawa Barat (155)

    Baca: Polusi udara di Jakarta parah, pembatasan kendaraan mendesak dilakukan

  • Masker dan Makanan Sehat Jadi Solusi tuk Kurangi Dampak Polusi Udara pada Kesehatan.

    Masker dan Makanan Sehat Jadi Solusi tuk Kurangi Dampak Polusi Udara pada Kesehatan.

    7cloud.asia – Polusi udara telah megakibatkan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya tak lagi aman untuk kesehatan. 

    Lantas, adakah cara untuk mengatasi kondisi yang diakibatkan polusi udara di Jakarta ini? Haruskah kita membatasi aktivitas kita karena polusi udara yang tinggi ini? 

    Sejumlah pakar memang menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi udara sedang tinggi seperti sekarang. Kalaupun harus melakukan kegiatan di luar ruangan, disarankan untuk mengenakan masker. 

    Pakar imunologi dari Universitas Indonesia Prof Dr dr Bambang Supriyanto, SpA (K) mengatakan,  mengenakan masker bisa menjadi solusi mengurangi dampak buruk polusi udara pada kesehatan.

    Baca: Kualitas udara Jakarta tidak bagus untuk kesehatan, warga disarankan kenakan masker

    Selain masker, dia juga menyarankan masyarakat tidak merokok, menghindari bepergian ke daerah polusi tinggi, banyak minum air, tidak membakar sampah, tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan dan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.

    Berbicara dampak polusi, Bambang menyebutkan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atas karena merusak mukosa saluran nafas sehingga memudahkan virus dan bakteri masuk,

    Polusi udara yang berlebihan juga bisa memicu ISPA bawah atau pneumonia, TBC, asma, dan pada jangka panjang bisa menurunkan fungsi paru.

    “Untuk jangka panjang, fungsi paru bisa menurun sehingga tidak bisa maksimal menghirup oksigen, siap-siap penyakit kronis bisa timbul. Pada anak yang asma menjadi lebih berat. Pada bayi, akan kurus atau kecil berat lahir, bisa prematur,” demikian ujar dia seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan, dari ISPA hingga potensi serangan jantung

    Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR mengatakan masker bedah masih bisa digunakan saat kualitas udara berada pada kategori tak sehat atau masuk zona kuning.

    “Tetapi kalau sudah oranye, merah, misalnya kalau bisa lebih tinggi maskernya (tingkat penyaring), karena lebih pekat kadar PM 2.5-nya,” kata dia di Jakarta, Kamis (24/8/2023) seperti dikutip Antaranews.com.

    Apabila merujuk pada indeks standar pencemar udara (ISPU), kategori kualitas udara tak sehat memiliki rentang nilai 1 – 50.

    Sementara bila tak mengandalkan alat melainkan pandangan mata, kualitas udara di lokasi dikatakan tidak sehat jika jarak pandang hanya sejauh 2,5 kilometer.

    Baca: Dampak polusi pada ibu hamil

    Menurut Agus, idealnya saat menghadapi polusi udara, orang-orang perlu mengenakan masker dengan kemampuan filtrasi atau penyaring particulate matter (PM) 2.5, yakni indikator dalam polusi udara, seperti N95, KN95, KF94.

    Hanya saja, sambung dia, masker jenis ini tidak diizinkan pada populasi sensitif, seperti wanita hamil, anak-anak, orang tua dan mereka dengan penyakit tertentu karena membuat lebih pengap akibat masker sangat ketat.

    “Oleh karena itu pada kelompok sensitif disarankan masker lain yang bisa mem-filtrasi PM 2.5. Kalau tidak terdapat itu maka minimal pakai masker bedah biasa karena bisa memfiltrasi PM 2.5 sekitar 50 persen,” ujar Agus.

    Dia menambahkan, orang-orang tetap harus menggunakan masker minimal masker bedah saat berada di luar ruangan.

    Atau sebisa mungkin mengenakan masker yang lebih tinggi level filtrasinya terutama saat polutan berada pada level lebih tinggi.

    Baca: Polusi udara bisa engaruhi kesuburan laki-laki

     

     

  • Merancang Koleksi Pakaian Ramah Lingkungan Lagi Berkarakter

    Merancang Koleksi Pakaian Ramah Lingkungan Lagi Berkarakter

    7cloud.asia – Cara kita berpakaian memiliki dampak yang besar untuk lingkungan. Itu sebabnya, beberapa tahun belakangan muncul tren berpakaian minimalis lewat konsep lemari pakaian kapsul.  

    Lemari pakaian kapsul adalah dasar dari koleksi pakaian minimalis yang ramah lingkungan, lagi memudahkan hidup kita sehari-hari. 

    Ketika bicara tentang lemari pakaian kapsul, banyak orang langsung berpikir tentang daftar pakaian yang penting dan harus dimiliki.

    Menurut Alessia Armenise dalam tulisannya di laman prettyslow.life hal ini lumrah, karena selama bertahun-tahun majalah ataupun pusat mode telah menjadi kiblat perempuan dunia.  

    Konsep lemari pakaian kapsul yang secara luas dikenalkan majalah perempuan memang bagus, namun menurut Alessia, perlu ditambahkan dengan kata ‘pribadi’ di sana.

    Baca: Slow fashion, alternatif solusi dari dampak fast fashion bagi lingkungan

    Mengapa? Karena tidak ada lemari kapsul standar untuk semua orang. Pertama-tama, masing-masing diri kita adalah orang yang memiliki selera dan kesukaan berbeda. Pun tidak semua orang memiliki kehidupan yang sama.

    Beberapa dari kita mungkin diharuskan mengenakan pakaian tertentu di tempat kerja, bahkan mungkin dengan warna tertentu, sementara yang lain mungkin lebih bebas dalam memilih.

    “Apapun yang kita lakukan, lemari pakaian kapsul harus dibangun berdasarkan kekhasan, kepribadian, dan kebutuhan diri kita masing-masing,” tegasnya.

    Lemari pakaian kapsul, ujar Alessia, perlu mengekspresikan visi tentang diri kita sendiri dan gaya kita – dengan mempertimbangkan komitmen hidup seseorang.

    Jika kamu mencari lemari pakaian kapsul yang sempurna di internet, kamu akan menemukan beberapa pakaian klasik yang telah sering diusulkan: blazer hitam, jumper netral, kemeja putih, dan sebagainya.

    Baca: Sisi gelap fast fashion bagi lingkungan

    Namun jika kamu tidak diharuskan mengenakan blazer untuk bekerja atau hanya tidak menyukai blazer, mengapa harus memiliki pakaian itu di lemari pakaianmu?

    “Jadi, sebelum membuat lemari pakaian kapsul yang bagus, kamu perlu memahami kebutuhanmu,” demikian saran Alessia.

    Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum membeli koleksi pakaian kapsulmu,

    Ketahui semua pakaian yang kamu butuhkan, tuliskan hidupmu di selembar kertas.

    Tuliskan daftar aktivitas yang paling sering kamu lakukan, seperti bekerja, berenang, bermain tenis, hiking – aktivitas apapun yang menyita hidup kamu.

    Baca: Dampak gaya hidup konsumtif bagi lingkungan

    Setelah itu, tuliskan pakaian apa saja yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tersebut.

    Misalnya, jika kamu mendaki setiap akhir pekan, kamu butuh sepatu dan pakaian yang disesuaikan dengan aktivitas tersebut. Jika kamu bekerja di lingkungan yang sangat formal, kamu butuh pakaian yang sangat formal.

    Buatlah peta hidup Anda dan tentukan hal minimum yang kamu butuhkan, agar dapat berfungsi dalam aktivitas pilar tersebut.

    Untuk pekerjaan yang sangat formal misalnya, butuh blazer, kemeja, sepatu yang dipoles, dan celana panjang yang bagus.

    Keempat hal tersebut memang perlu, namun mungkin perlu ditambahkan beberapa kemeja dan rok lagi untuk seminggu kerja.

    Baca: Thrifting, cara berpakaian anak muda yang ramah lingkungan

    Mulailah dari kebutuhan minimum dan bangun lemari pakaian kamu dari sana.
    Sumber: prettyslow.life, baca artikel asli di sini

     

  • Epidemiolog: Penyemprotan Air Kurang Efektif Atasi Polusi Udara di Jakarta Justru Bahayakan Kesehatan

    Epidemiolog: Penyemprotan Air Kurang Efektif Atasi Polusi Udara di Jakarta Justru Bahayakan Kesehatan

    7cloud.asia – Untuk menurunkan kadar PM 2,5 yang memicu polusi udara di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan air di jalan protokol.

    Penyemprotan air ini diklaim dapat mengatasi polusi udara di Jakarta yang beberapa bulan ini sangat buruk.

    Namun, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) Pandu Riono menilai, alih-alih mengurangi polusi udara penyemprotan ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

    Baca Juga: Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta

    “Karena disemprot air malah memperburuk partikel udara (PM 2,5). Kalau disemprot dengan air bertekanan tinggi bisa terjadi aerolisasi, jadi partikular itu menguap dan bisa lebih dahsyat efeknya kalau dihirup,” ujar  Pandu seperti yang dikutip Antaranews pada Jumat (25/08/2023).

    Pandu menambahkan, polusi udara mengandung partikel kecil yang disebut PM 2,5 atau yang lebih kecil lagi berukuran 10 mikron (PM10), serta polusi dari hasil pembakaran energi sulfur oksigen (SO2).

    Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan tak bisa dianggap remeh. Sebab cemaran udara tidak hanya bersarang di paru-paru.

    Baca Juga: Masker dan Makanan Sehat Jadi Solusi tuk Kurangi Dampak Polusi Udara pada Kesehatan.

    Tapi juga bisa memicu efek alergi, mudah sakit, mengganggu sistem kerja jantung dan susunan organ lain, karena menyebar ke semua sistem tubuh.

    “Tekanan tinggi air bisa memecah partikel polusi jadi lebih halus dan masuk ke
    dalam pernapasan lebih mudah lagi tanpa kita sadari. Aerolisasi itu seperti
    menyemprot ketiak kita dengan antibau badan, itu aerolisasi tingkat tinggi,” ujar Pandu.

    Nah, partikulat yang terbelah menjadi ukuran lebih kecil tersebut cenderung lebih
    mudah mengambang dan terbang hingga ke dalam rumah penduduk, sehingga
    usulan untuk bekerja dari rumah (WFH) pun tidak efektif.

    Baca Juga: KLHK Segel Empat Perusahaan yang Terindikasi sebagai Biang Polusi Udara

    “WFH tidak ada gunanya. Bahkan, kerja di rumah juga polusi masuk ke dalam
    rumah, karena kontributor terbesar mungkin bukan dari emisi transportasi, ada
    yang lebih daripada itu,” ujar Pandu.

    Pandu yang bergabung dalam Tim Serologi Survei Antibodi COVID-19 ini
    mengatakan upaya penyemprotan air bertekanan tinggi secara sistematik pada
    saat krisis kesehatan akibat COVID-19 tidak pernah disarankan oleh ilmu
    pengetahuan manapun.

    Memang, lanjut Pandu, polusi udara yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan
    sekitarnya ini merupakan dampak yang tidak bisa dihindari dari kondisi
    pemulihan ekonomi di era endemi.

    Baca Juga: WFH Belum Berdampak Signifikan dalam Menurunkan Polusi Udara di Jakarta

    Polusi ini, ujar Pandu,  sudah berbulan-bulan sejak dikatakan pandemi selesai, orang kembali beraktivitas, pabrik menggenjot ekspor, semuanya pemulihan.

    “Ada sumber energi baru menggunakan fosil, jadilah Jabodetabek dan mungkin juga kota lain terjadi polusi,” jelasnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak Rabu (23/08/2023) Polda Metro Jaya
    mengerahkan 4 unit kendaraan water cannon Brimob untuk menyemprot kedua
    sisi jalan protokol Jenderal Sudirman hingga ke Bundaran Senayan, Jakarta
    Pusat.

    Baca Juga: El Nino Percepat Laju Lelehnya Salju Abadi Gunung Puncak Jaya

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan
    penyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi
    udara ini.

    “Maka itu, Polri, khususnya Polda Metro Jaya, melakukan kesiapan dengan pengecekan kendaraan taktis water cannon dan kemudian melakukan penyemprotan jalan protokol guna mengurangi dampak polusi udara di Jakarta,” jelas Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).

    Selain di Jalan Jenderal Sudirman, penyemprotan juga dilakukan di Jalan Merdeka Barat Monas dengan bekerjasama dengan dinas operasional Pemadam Kebakaran serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Reporter: Nurakhmayani.

  • Elektabilitas Stagnan, Anies Baswedan Aktif Temui Partai Anggota Koalisi Perubahan

    Elektabilitas Stagnan, Anies Baswedan Aktif Temui Partai Anggota Koalisi Perubahan

    7cloud.asia – Bakal calon presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan pada Kamis (24/8/2023) malam mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. 

    Selain itu Anies juga dijadwalkan menemui petinggi partai Koalisi Perubahan. Malam ini Anies akan menemui pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

    Anies juga dijadwalkan bertemu dengan jajaran petinggi Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota Koalisi Perubahan dalam waktu dekat.

    Anies mengatakan ini merupakan pertemuan rutin yang biasa dilakukan partai-partai yang mengusung dirinya untuk membahas perkembangan seputar koalisi.

    “Kita mengupdate, masing-masing menceritakan perkembangan di kawasan masing-masing, baik NasDem, Demokrat, PKS dan progresnya sangat menggembirakan. Kami bersyukur dengan capaian koalisi,” kata Anies usai pertemuan di bilangan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis malam.

    Baca: Surya Paloh sempat mau sandingkan Anies dengan Yenni Wahid

    Anies mengatakan salah satu poin pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana membawa gerakan perubahan untuk lebih diterima masyarakat serta pertukaran informasi dan analisisnya.

    “Jadi tadi pembahasannya bagaimana kami mendorong lebih jauh bagaimana gerakan perubahan ini makin luas jangkauannya, makin luas simpati dan kepercayaan masyarakat, jadi diskusinya memang panjang,” ujarnya.

    Lebih lanjut Anies juga menambahkan pertemuan tersebut dilakukan dengan suasana akrab dan penuh optimisme.

    “Suasananya guyub, akrab dan penuh dengan suasana optimisme,” tuturnya.

    Baca: PSI cabut dukungan ke Ganjar Pranowo

    Pada kesempatan yang sama, Surya Paloh mengatakan optimisme partai pengusung Anies Baswedan masih cukup tinggi dan Koalisi Perubahan masih tetap solid.

    Seperti diketahui, hingga saat ini Anies yang telah dideklarasikan menjadi bakal capres oleh Koalisi Perubahan masih beleum menunjuk cawapres yang akan mendampinginya.

    Pendaftaran bakal capres dan cawapres dijadwalkan akan dilakukan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

    Sedangkan pelaksanaan Pilpres akan berbarengan dengan Pemilu 2024, yani pada 14 Februari 2024.

    Baca: Golkar, PAN dan PKB resmi dukung Prabowo Subianto

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR.

    Pasangan capres dan cawapres juga bisa diajukan oleh partai politik/gabungan partai politik yang memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

    Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

    Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

    Baca: Saatnya memilih pemimpin pro lingkungan di Pemilu 2024

     

  • 8 Spot Wisata Alam di Tangerang yang Mudah Diakses dari Jakarta

    8 Spot Wisata Alam di Tangerang yang Mudah Diakses dari Jakarta

    ruangkota – Jika kamu sedang mencari tempat wisata alam yang nggak jauh-jauh amat dari Jakarta, Tangerang yang terletak di sisi barat Jakarta menawarkan sejumlah tempat yang menarik dikunjungi. 

    Beberapa spot wisata alam di Tangerang ini masih belum banyak dikunjungi, sehingga pas banget buat kamu yang ingin sejenak menyepi dari rutinitas Jakarta yang sibuk.

    Dari Tebing Koja hingga jauh ke ujung pulau bisa kita kunjungi sebagai spot wisata alam yang nggak jauh dari Jakarta.

    Berikut rekomendasi wisata alam di Tangerang yang bisa kamu kunjungi, sebagaimana 7cloud.asia rangkumkan dari berbagai sumber: 

    Baca: Jalan-jalan tetap ingat lingkungan ya!

    1. Tebing Koja
    Tebing Koja merupakan bekas galian pasir yang kini jadi tempat wisata. panorama tebing setinggi 25-30 meter menjadi atraksi utama spot wisata alam ini.

    Kolam air hingga rumput hijau membuat pengunjung sering menyebut Tebing Koja sebagai Kandang Godzilla.

    Tebing Koja berlokasi di Cikuya, Kec. Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Akses menuju tempat ini cukup mudah sehingga dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.

    Kabar baiknya, wisata alam Tebing Koja buka setiap hari dan beroperasi selama 24 jam. Harga tiket masuk ke Tebing Koja juga sangat murah yakni Rp.5.000 per orang.

    Namun, harga tersebut kemungkinan dapat berubah sewaktu-waktu.

    Baca: Mengenali sejarah bebatuan di Geopark

    2. Taman Mangrove Ketapang
    Wisata alam Taman Mangrove Ketapang baru diresmikan pada Januari 2023. Di sini kita bisa belajar mengenali berbagai jenis tanaman mangrove dan biota laut air payau lainnya.

    Berada di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Taman Mangrove Ketapang berada tak jauh dari Kawasan pemukiman pesisir penduduk Ketapang sehingga kita bisa mengenal lebih dekat kehidupan nelayan di sana.

    Harga tiket masuk untuk dewasa adalah Rp 15.000. Sementara anak-anak Rp 10.000. Pengunjung juga dikenakan biaya parkir yang berbeda sesuai jenis kendaraan.

    Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 8.000,00, mobil Rp 15.000, dan bus Rp 50.000.

    Taman Mangrove Ketapang buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Khusus hari Jumat, taman ini tutup pukul 17.30 WIB

    Baca: Kebun Raya Mangrove Surabaya

    3. Pantai Tanjung Pasir
    Spot wisata alam yang satu ini memiliki pasir abu-abu dan ombak yang tenang. Pengunjung bisa mengambil foto di spot Instagramable di spot wisata alam yang terletak di Jl. Tanjung Pasir Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pantai Tanjung Pasir bisa dijangkau dalam waktu 30-40 menit dari pusat kota Tangerang. Sedangkan dari pusat Jakarta, pantai Tanjung Pasir ini dapat diakses setelah 1 jam 35 menit berkendara.

    Beberapa situs traveling menjelaskan, tarif masuk pantai untuk mobil dan motor berbeda. Pengunjung dengan motor dikenakan tarif masuk Rp 25 ribu untuk kendaraan dan penumpang.

    Sedangkan tarif pengunjung dengan mobil adala Rp 20 ribu ditambah Rp 10 ribu untuk tiap penumpang.

    Pantai Tanjung Pasir beroperasi tiap hari selama 24 jam. Namun wahana dan fasilitas di pantai mungkin tidak tersedia setiap saat.

    Baca: Ada banyak kebun raya di Indonesia, ini daftarnya

    4. Telaga Biru Cisoka
    Sama seperti Tebing Koja, Telaga Biru Cisoka merupakan bekas galian tambang pasir. Bekas galian tersebut terisi oleh air hujan seiring berjalannya waktu. Kemudian terbentuklah sebuah telaga dengan air yang jernih berwarna biru.

    Spot wisata alam yang satu ini berlokasi di Jalan Cigaru Cisoka, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk memasuki tempat ini. Namun, untuk kamu yang membawa kendaraan pribadi akan dikenakan biaya parkir mobil Rp 10.000 dan motor Rp 5.000.

    Telaga Biru Cisoka dibuka mulai pukul 07.00-18.00 WIB setiap hari.

    Baca: Ini yang bisa kita kunjungi saat jalan-jalan ke Monas

    5. Situ Cipondoh

    Sejak lama Situ Cipondoh menjadi spot wisata alam yang diminati warga setempat. Hal ini karena lokasi spot wisata alam ini sangat mudah diakses.

    Situ Cipondoh memiliki berbagai wahana serta spot foto yang Instagramable, dengan udara yang sejuk, area yang nyaman untuk berolahraga, serta aneka kuliner.

    Situ Cipondoh terletak di Jl. KH Hasyim Ashari No. 99, RT 002 RW 009, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten dan bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi. 

    Pengunjung Situ Pondoh tidak dikenai tiket, tapi hanya wajib membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 hingga Rp 5000. Biaya tambahan dikenakan jika ingin memanfaatkan wahana dan fasilitas situ Cipondoh.

    Situ Cipondoh bisa diakses pengunjung setiap saat dalam 24 jam dan 7 hari. Namun, sarana di situ Cipondoh dengan jam buka tutup terbatas.

    Baca: Mengenal kehidupan masyarakat Betawi Pesisir di Museum Si Pitung

    6. Danau Cihuni
    Spot wisata alam yang satu ini menawarkan panorama yang indah. Rindangnya  pohon-pohon pinus dan hamparan rumput hijau yang tumbuh di sekitar danau.

    Berbagai jenis ikan air tawar yang ada, membuat Danau Cihuni menjadi lokasi pemancingan yang favorit bagi warga setempat.

    Danau Cihuni berlokasi di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jawa Barat.

    Pengunjung danau Cihuni dikenakan biaya Rp 20.000. Namun ada pula yang menyatakan tiket masuk danau ini gratis. Pengunjung membayar biaya parkir untuk mobil Rp 5.000 dan motor Rp 3.000.

    Baca: Taman Bungkul, salah satu taman terbaik di Asia

    7. Pulau Cangkir
    Pulau Cangkir merupakan destinasi wisata yang terbilang cukup lengkap.

    Di tempat ini, kamu bisa berziarah ke makam anak dari Sultan Kesultanan Banten sambil melakukan wisata bahari.

    Pulau Cangkir berada di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Untuk mengunjungi Pulau Cangkir, kita hanya perlu merogoh uang mulai Rp 6.000.

    Asyiknya, kita bisa mengunjungi Pulau Cangkir kapan saja karena tempat ini buka setiap hari selama 24 jam.

    Baca: Mengenal dari dekat kehidupan masyarakat adat di desa adat

    8. Kebun Latte
    Ini merupakan salah satu tempat nongkrong baru yang ada di Tangerang. Tempat ini menyuguhkan panorama alam yang menawan dan meneduhkan karena jajaran pohon yang rindang.

    Kebun latte berlokasi di Jl. Haji Jamat No. 12LA, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

    Tidak ada tiket masuk menuju tempat ini. Namun, untuk mencicipi berbagai makanan dan minuman di sana, kamu hanya perlu merogoh uang mulai dari Rp 15.000-an.

    Kebun Latte buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga pukul 22.00 WIB.

     

     

  • BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Seminggu Ke Depan

    BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Seminggu Ke Depan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta  masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem pada seminggu kedepan (26 hingga 31 Agustus 2023).

    Dipantau dari situs BMKG, cuaca ekstrem tersebut ditandai dengan potensi terjadinya puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll.

    Kondisi ini, menurut BMKG dapat memicu terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

    Baca: Dampak El Nino picu kenaikan harga beras dunia

    Karena itu BMKG mengimbau agar masyarakat waspada dan tetap berhati-hati dalam menghadapi cuaca ekstrem ini.

    Cuaca ekstrem ini terjadi akibat adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby
    Ekuator diprakirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan bagian utara dan tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku bagian utara, Papua Barat, dan Papua.

    Faktor lainnya adalah adanya gelombang Kelvin yang diprakirakan aktif di Sumatera bagian selatan, Papua Barat, dan Papua bagian utara dalam sepekan ke depan.

    Baca: Fenomena El Nino percepat lelehnya salju abadi di Puncak Jaya

    Berbagai faktor inilah yang mendukung potensi pertumbuhan awan hujan yang bisa memicu cuaca ekstrem.

    BMKG memperkirakan cuaca ekstrem terjadi pada 25-26 Agustus 2023 di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan. Riau,Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

    Cuaca ekstrem juga berpotensi terjaid di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,
    Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah,
    Sulawesi Selatan,Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Baca: Fenomena El Nino picu kanaikan harga beras, warga Rangkasbitung mulai beralih ke palawija

    Sementara pada tanggal 27 hingga 28 Agustus 2023 cuaca ekstrem diperkirakan
    terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu.

    Cuaca ekstrem juga berpeluang terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Pada tanggal 29 hingga 31 Agustus 2023, wilayah Sumatera Utara,
    Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara,Sulawesi Utara, Maluku Utara Papua Barat dan Papua diperkirakan terjadi cuaca ekstrem.

    Baca: Dampak El Nino, warga Bandung Barat kesulitan air bersih

    Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan puncak musim
    kemarau diprakirakan terjadi pertengahan Agustus hingga September 2023.

    “Nanti setelah masuk Oktober mulai berkurang, berkurang tapi masih kering. Nah
    diprediksi hujan ini November,” ungkap Dwikorita.

    Dalam kurun waktu tersebut, cuaca panas dan kering akan terus meningkat. Kondisi ini dapat membuat cuaca panas akan terus meningkat dalam kurun waktu tersebut dan membuka peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Reporter: Nurakhmayani)