Blog
-

Penilaian Ahli Tarot Soal Kans Gibran Rakabuming Raka di Panggung Politik
7cloud.asia – Mendekati Pemilihan Presisedn atau Pilpres 2024 nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka makin ramai diperbincangkan publik.Meski umurnya belum mencukupi dan baru sebentar menapaki panggung politik, Gibran dinilai layak menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024.Bahkan sejumlah pihak menilai, permohonan uji materi tentang perubahan syarat usia capres/cawapres yang diajukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah salah satu upaya mendorong Gibran untuk bisa ikut berkontestasi di Pilpres 2024.Gibran sendiri sudah menyatakan dirinya belum layak dicalonkan di Pilpres 2024 ini, karena belum cukup umur dan belum cukup pengalaman. Namun tetap saja namanya disebut-sebut.Sebenarnya, apa yang yang membuat nama Gibran begitu berkibar jelang Pilpres 2024 ini? Ini tak lepas dari sikap Gibran yang santai, tapi tetap lugas dan tegas.“Gibran lebih berani dan lebih tegas dibanding ayahnya, Pak Jokowi,” ujar Otty, warga Solo kepada 7cloud.asia beberapa waktu lalu.Hal yang sama diungkapkan oleh warga Solo lainnya, Indra yang menilai Gibran adalah paduan ketegasan Jokowi dan keluwesan Ibu Iriana.“Dia tahu kapan bersikap santai atau santun, dan kapan bersikap tegas,” ujarnya.Sementara pakar tarot, Nana Padmosaputro mempunyai penilaian yang tak jauh berbeda.Dalam pembacaaannya, Gibran Rangkabuming yang kelahiran 1 Oktober 1987 memiliki numerologi 9 (The Hermit) dan life values 7 (The Chariot)The Hermit adalah seorang pertapa. Sosok paling ‘old soul’ dan berwawasan paling tinggi di antara semua karakter numerologi.“Ia cerdik, bijak, mengetahui banyak rahasia alam dan memiliki ‘core of the core’nya ilmu pengetahuan,” terang Nana di akun facebooknya @nanapadmo.Sementara ‘The Chariot’ adalah seorang petempur yang menggunakan kereta perang khas Bangsa Mesir.Ciri khas The Chariot adalah kemampuan multitasking dan ‘babat alas’. Seorang yang paling efektif membuka daerah baru, menaklukkannya, dan mengendalikannya.Menurut Nana, dua karakter yang menyertai Gibran ini sangat kuat. Bayangkan saja, ujar Nana, karakter pertapa sakti yang dipadukan dengan petempur.Mungkin, kalau dalam pewayangan, setara seperti tokoh Batara Kresna, dengan senjata Chakra-nya yang luar biasa pamungkas,” ujarnya mengakhiri postingannya.Jadi kita tunggu, apakah Gibran akan menemukan kondisi yang mendukung dan memberi kesempatan untuk menunjukkan kualitas dirinya di Pilpres 2024 ini?Atau Gibran masih harus menunggu lima tahun lagi untuk mematangkan hati dan pengalamannya. -

Riset: Generasi Z di Indonesia Memiliki Kesadaran Tinggi Soal Perubahan Iklim
7cloud.asia – Kelompok muda atau Generasi Z, seperti Greta Thunberg (Swedia), Vanessa Nakate (Uganda), dan Salsabila Khairunisa (Indonesia), telah memimpin dan menginspirasi gerakan perubahan iklim, beberapa tahun belakangan.
Namun, beberapa studi awal di negara-negara Barat menunjukkan bahwa informasi terkait perubahan iklim tidak sampai ke kelompok muda yang disebut Generasi Z ini.
Berdasarkan informasi ini, Angga Ariestya Dosen Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara melakukan riset bagaimana Generasi Z di Indonesia menyikapi perubahan iklim.
Angga Ariestya yang pernah menerima dana dari Universitas Multimedia Nusantara dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melakukan penelitian awal untuk mengamati Generasi Z di Indonesia terkait perubahan iklim.
Baca: Bagaimana media memotret aksi lingkungan Generasi Z
Laporan hasil penelitian awal Angga ditulis di The Conversation seperti berikut ini.
Penelitian saya menunjukkan kelompok muda atau Generasi Z Indonesia memiliki kesadaran tinggi soal perubahan iklim.
Meski demikian, kesadaran tinggi ini tidak serta merta berujung pada komitmen mereka untuk melakukan sesuatu untuk mengatasi perubahan iklim.
Panel PBB untuk ilmuwan perubahan iklim atau The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2013, menyatakan, pada 2050, seorang anak yang lahir pada tahun 2000-an cenderung hidup di planet Bumi yang lebih hangat.
Pada tahun 2000an suhu Bumi telah naik 0,8°C hingga 2,6°C, dengan permukaan laut lebih tinggi 5-32 cm dibandingkan pada 1990.
Ini berarti Generasi Z pada usia 50 tahun harus semakin sering menghadapi panas ekstrem dan bencana banjir.
Baca: Pentingnya memilih pemimpin yang pro lingkungan di Pemilu 2024
Penelitian Anthony Leiserowitz, Nicholas Smith, dan Jennifer R. Marlon, tahun 2011, menunjukkan relatif sedikit remaja Amerika (berusia 13–17 tahun) yang memiliki pemahaman mendalam tentang perubahan iklim.
Sementara, hasil riset di Norwegia, tahun 2016, hanya 38,7% generasi muda menyatakan memiliki pengetahuan yang baik tentang perubahan iklim.
Kedua riset tersebut setidaknya memberikan gambaran kesadaran kognitif Gen-Z di negara-negara Amerika Utara dan Eropa, negara-negara Barat yang kaya, atas perubahan iklim belum baik.
Penelitian saya di Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara menunjukkan hal yang berbeda.
Hasil penelitian awal saya menunjukkan kesadaran kognitif kaum muda sangat tinggi terhadap perubahan iklim.
Saya meneliti respons mahasiswa generasi Z (kelahiran sesudah atau pada tahun 1997) yang tinggal di perkotaaan terkait dengan pemberitaan perubahan iklim.
Baca: Film bisa jadi media kampanye soal perubahan iklim
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesadaran kognitif (pengetahuan yang terbentuk tentang perubahan iklim), afektif (perasaan cemas atau takut atas pengetahuannya tentang perubahan iklim).
Penelitian ini juga ingin memetakan konatif (keinginan atau komitmen untuk segera bertindak karena kesadaran kognitif dan afektifnya tersebut) atas perubahan iklim yang mereka baca dari berita daring.
Penelitian awal saya mendapati bahwa nilai kesadaran perubahan iklim generasi Z lebih dari 80%.
Yang menarik adalah kesadaran kognitif kaum muda ini tidak berkorelasi kuat dengan kesadaran konatif mereka.
Berdasarkan uji statistik, nilai korelasi antara kesadaran kognitif dan konatif adalah 0.471. Semakin tinggi nilai (mencapai 1) semakin kuat korelasi.
Artinya, kaum muda Indonesia masih enggan melakukan sesuatu untuk mengurangi masalah perubahan iklim walaupun memiliki kesadaran kognitif yang tinggi.
Baca: Begini seharusnya kampanye perubahan iklim dilakukan
Dalam penelitian ini, saya memilih partisipan secara acak dari mahasiswa UMN, rata-rata tinggal di kota Tangerang Selatan.
Sampel yang diambil homogen, artinya memiliki karakter demografi yang sama, baik dari segi usia, pendidikan, dan rata-rata pendapatan.
Saya membagi 110 responden ke dalam dua kelompok, masing-masing 55 orang.
Saya memberikan partisipan kelompok pertama berita daring yang “dimanipulasi” dengan memberitakan tentang bencana kekeringan, kelaparan, dan banjir sebagai dampak perubahan iklim.
Sementara, partisipan kelompok kedua mendapatkan berita daring tentang perubahan iklim tanpa “dibingkai” dengan bencana.
Saya mengumpulkan responden ke dalam ruangan dan waktu yang bersamaan dan memberikan artikel-artikel yang memiliki pembingkaian manipulatif secara bergantian.
Baca: Agar pendidikan memberi solusi bagi perubahan iklim
Artikel-artikel tersebut dimuat dalam website fiktif, seakan-akan merupakan portal media daring.
Setelah itu, para responden mengisi kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama berulang kali.
Pertanyaan mengandung unsur-unsur pertanyaan tentang pengetahuan, hal yang dirasakan, dan komitmen untuk bertindak terkait perubahan iklim.
Tanpa pembingkaian berita, kaum muda ini sudah menyadari perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia dan menjadi ancaman serius bagi mereka.
Apakah karena Indonesia merupakan negara yang rawan bencana sehingga kesadaran mengenai perubahan iklim terbangun sangat kuat di kalangan muda Indonesia?
Hasil studi ini masih perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana faktor geografis, sosial, dan budaya mempengaruhi kesadaran perubahan iklim.
Baca: Peringatan akan perubahan iklim telah muncul sejak tahun 1970
Membingkai pesan (Message Framing)
Penelitian dari peneliti Inggris berjudul How do young people engage with climate change? The role of knowledge, values, message framing, and trusted communicators pada 2015 menunjukkan pembingkaian pesan dan informasi tentang perubahan iklim (message framing) dapat mempengaruhi persepsi dan tanggapan generasi muda.Dalam konteks pemberitaan tentang perubahan iklim, media seringkali mengonstruksi ketidakpastian, misalnya, membangun cerita bahwa perubahan iklim memiliki risiko atau berita bencana.
Ini terlihat dari pemilihan judul (headline) atau teks (body text).
Bingkai bencana ini, sebagian besar, menekankan konsekuensi negatif bagi kehidupan masyarakat, seperti masalah ketersediaan air dan makanan, naiknya permukaan laut dan suhu permukaan laut.
Juga berbagai informais mengenai banjir, angin topan, kerusakan ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta dampak kesehatan yang merugikan.
Hingga saat ini, sepengetahuan saya, riset tentang pembingkaian berita perubahan iklim di Indonesia masih sangat jarang.
Baca: Pesan lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Ini yang membuat saya melakukan penelitian terkait kesadaran Generasi Z akan perubahan iklim.
Adam Corner, Direktur Riset Climate Outreach, di Inggris, mengingatkan dalam artikelnya bahwa membingkai perubahan iklim sebagai bencana lingkungan yang akan terjadi dapat berkontribusi pada rasa putus asa dan perasaan tidak berdaya, yang dapat menyebabkan kekecewaan, apatis, dan tidak aktif dari kaum muda.
Sebaliknya, bingkai yang lebih positif dan emosional dapat memunculkan rasa harapan, keterlibatan, dan banyak lagi strategi konstruktif untuk mengatasinya dari kaum muda.
Di masa depan, permasalahan disinformasi dan misinformasi tentang perubahan iklim akan semakin menjadi tantangan komunikasi perubahan iklim.
Selain itu, diskusi publik tentang perubahan iklim akan lebih meluas di media sosial.
Konsekuensinya, para pemerhati lingkungan, ilmuwan, pemerintah sudah harus mulai mempertimbangkan two step flow of communication.
Yakni pelibatan influencer di media sosial dalam mengkomunikasikan perubahan iklim agar informasi yang berkembang dekat dengan keseharian individu.
Baca: aktivisme perempuan lokal bagi lingkungan global
Saat ini terdapat beberapa komunitas-komunitas anak muda di Indonesia yang bergerak dalam kampanye aksi perubahan iklim, seperti Climate Rangers, KeMANGTEER, Youth for Climate Change, dan masih banyak lainnya.
Kalangan kaum muda yang cenderung hipertekstual (aktif membaca teks-teks pada media daring melalui tautan/link yang tersedia).
Untuk meningkatkan kesadaran masalah perubahan iklim kuncinya ada pada penggunaan media sosial, komunikasi interpersonal (antara siapa dan siapa) yang termediasi internet, serta peliputan oleh media arus utama secara daring.
Bagi semua yang terlibat dalam gerakan mengatasi perubahan iklim, selain diskusi publik, aksi nyata tetap diperlukan agar media sosial tidak hanya menjadi ruang publik semu yang menghasilkan clicktivist.
Clicktivist adalah suatu aktivisme di media baru berupa klik semata tanpa terwujud dalam aktivisme di masyarakat yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.
-

Polusi Udara Hari Ini: Kualitas Udara di Depok dan Tangerang Selatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
7cloud.asia – Beberapa bulan terakhir publik menyorot polusi udara di Indonesia, khususnya di Jakarta yang telah mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.
Menurut pengukuran IQAir, sejak Mei lalu, Jakarta memang hampir selalu masuk sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia, dengan kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Tapi, ternyata ada sejumlah kota lain di Indonesia yang sebenarnya polusi udara nya jauh lebih buruk dibanding Jakarta. Bahkan kualitas udara di kota tersebut masuk kategori berbahaya.
Baca: Jakarta kembali masuk kota terpolusi di dunia, warga diminta kenakan masker
Salah satunya adalah Tangerang dan Tangerang Selatan yang hampir selalu berada di tempat teratas dalam urusan polusi udara.
Indeks polutan mikro (PM 2,5) di kota Tangsel hampir selalu lebih tinggi dibanding Jakarta, termasuk hari ini Kamis (24/8/2023) yang tercatat di angka 239 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Standar IQAir indeks PM 2,5 1-50 tergolong bagus, 51-100 (sedang), 101-150 (tidak sehat untuk kelompok rentan) 151-200 (tidak sehat), 201-250 (sangat tidak sehat, dan lebih dari 250 berbahaya.
Baca: Ini biang polusi udara di Jakarta dan sekitarnya
Berikut ranking kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia dipantau di IQAir, Kamis (24/8/2023) pukul 07:52 waktu Indonesia bagian barat (WIB)
1. Kota Depok, Jawa Barat (239)
2. Tangerang Selatan, Banten (216)
3. Kota Tangerang, Banten (185)
4. Pasarkemis, Jawa Barat (175)
5. Serpong, Tangerang Selatan (171)
Baca: Warga desak KLHK razia ke kawasan industri untuk atasi polusi udara
6. Kabupaten Serang, Banten (169)
7. Kota Denpasar, Provinsi Bali (168)
8. Kota Surabaya, Jawa Timur (167)
9. Jakarta, Jakarta (163)
10. Karawang, Jawa Barat (163)
Baca: Koalisi IBUKOTA pertanyakan komitmen pemerintah atasi polusi udara
-

KLHK Segel Empat Perusahaan yang Terindikasi sebagai Biang Polusi Udara
7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya masih belum dapat diatasi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya dengan melakukan razia emisi.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Rasio Ridho Sani Rasio mengungkapkan razia emisi untuk turunkan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya dilakukan ke enam titik.
Rasio menambahkan, pihaknya menurunkan 100 personel pejabat pengawasan dan pengendalian dampak lingkungan khususnya polusi udara ke Marunda, Cakung, Kelapa Gading, Pulo Gadung, Bekasi, dan Karawang.
Kegiatan razia emisi untuk menanggulangi tingginya polusi udara di jakarta berlangsung sejak tanggal 21 Agustus 2023.
Baca: Razia emisi tak hanya dilakukan ke kendaraan bermotor
Tim ini, lanjut Rasio, bertugas mengawasi dan menindak sumber-sumber
pencemaran tidak bergerak, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
maupun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), industri, pembakaran sampah
terbuka, limbah elektronik, dan lain sebagainya di wilayah Jabodetabek.Dari razia emisi ini KLHK telah menghentikan kegiatan empat perusahaan yang dinilai telah memicu polusi udara
Perusahaan-perusahaan tersebut kegiatannya terindikasi menyebabkan polusi
udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
“Kami fokus terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan polusi udara khususnya PM 2,5. Apabila dalam pengawasan ditemukan pelanggaran lain, maka kami juga melakukan penindakan,” ujar Rasio seperti dilansir Antaranews pada Rabu (23/08/2023).Baca: Bukan kendaraan bermotor ini biang kerok polusi udara di Jakarta
Keempat perusahaan yang dinilai telah memicu polusi udara tersebut adalah PT Wahana Sumber Rezeki, PT Unitama Makmur Persada yang berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Utara;PT Maju Bersama Sejahtera di kawasan Cakung, Jakarta Timur; dan kegiatan dumping FABA dan cerobong PT Pindo Deli 3 yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pada PT Wahana Sumber Rezeki dan PT Unitama Makmur Persada, Satuan
Tugas (satgas) Pengendalian Pencemaran Udara Jabodetabek meyakini kedua
perusahaan stockpile batubara itu selama menjalankan kegiatan tidak memiliki
Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan
(RPL) yang rinci.Sementara pada PT Maju Bersama Sejahtera, KLHK meyakini adanya pelanggaran mengenai tidak kesesuaian dokumen lingkungan dengan kondisi lapangan.
Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan, pemerintah diminta segera bertindak
Sedangkan kegiatan dumping FABA dan cerobong PT Pindo Deli 3, KLHK menilai terjadi kesalahan dalam pemasangan lubang sampling yang tidak
memenuhi ketentuan teknis.Pelanggaran itu berupa metode sampling tidak benar, lubang sampling tidak sesuai ketentuan, dan ada indikasi melakukan pengenceran.
KLHK juga menyakini perusahaan pulp dan kertas itu memiliki kegiatan dumping limbah batu bara berupa FABA yang tidak memenuhi
ketentuan standar teknis.
“Tim kami sedang bekerja untuk meneliti satu per satu sumber-sumber emisi
atau pencemar yang berpengaruh terhadap kualitas udara di Jabodetabek,” jelas
Rasio.Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta
KLHK juga berupaya mengurangi emisi dari sumber bergerak kendaraan
bermotor.Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro mengajak masyarakat melakukan uji emisi kendaraan bermotor.
Sebab, menurutnya salah satu sumber terbesar polusi udara di Jabodetabek saat ini berasal dari kendaraan bermotor.
“Fasilitas uji emisi kendaraan bermotor sudah tersedia di sekitar 400 bengkel di DKI Jakarta. Bengkel-bengkel itu sudah tersedia sertifikasi dan terhubung langsung dengan sistem yang ada di DKI Jakarta dan
KLHK,” urai Sigit.Reporter: Nurakhmayani
-

Polusi Udara di Jakarta Masih Juara Dunia, Warga Diminta Mengenakan Masker Saat Berada di Luar Ruangan
7cloud.asia – Kualitas udara sebagai imbas polusi udara di Jakarta belum kunjung membaik.
Jakarta masih tercatat sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia.
Dipantau dari situs IQAir pada Rabu (23/8/2023) pukul 15.23 WIB kemarin, Jakarta menempati posisi pertama dengan indeks kualitas udara terburuk dengan indeks PM 2,5 sebesar 178. Ini artinya polusi udara di Jakarta masih tinggi.
Baca: WFH tidak berdampak signifikan kurangi polusi udara di Jakarta
Dengan status tersebut udara Jakarta masuk kategori tidak sehat, karena nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta 21.4 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.
Sementara posisi kedua ditempati oleh Kuwait City dengan indeks kualitas udara
163 dan urutan ketiga adalah Dubai dengan indeks kualitas udara 157.Dipantau pagi ini, kualitas udara Jakarta sedikit membaik dengan indeks PM 2,5 sebesar 162, dan berada di posisi kedua setelah Dubai yang indeks PMS 2,5 tercatat 166.
Baca: Kebijakan WFH di Jakarta harus didukung dengan kebijakan lainnya
Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Apalagi untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua.
Jika memang harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau mengenakan masker saat berada di luar ruangan.
Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.
Baca: Pembatasan jumlah kendaraan sudah mendesak dilakukan
Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela guna menghindari polusi udara
dari luar.Terpisah, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR menyebut polusi udara di Jakarta ini mengancam kesehatan.
Karena itu. ia mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara sangat tinggi seperti sekarang.
Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta
“Ini bisa jadi solusi murah, yakni masker kain ditambah filter untuk PM 2.5. Ini banyak di toko daring jual filter untuk PM 2.5 harganya Rp10 ribu,” ujar Agus dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (23/08/2023).
Cara ini disebut sefektif menyaring 95 – 99 persen partikulat. Selain itu,
masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.Reporter: Nurakhmayani
-

Kebakaran Lahan di Yunani Meluas, Korban Tewas Mencapai 20 Orang
7cloud.asia – Kebakaran lahan di Yunani dilaporkan telah merembet ke wilayah perbatasan dengan Turki.
Setidaknya 20 orang tewas akibat kebakaran lahan yang terjadi sejak sejak Juli lalu di sejumlah wilayah di Yunani.
Kebakaran lahan di Yunani ini dipicu udara panas dengan suhu udara mencapai 45C, dan sejumlah wilayah antara lain pulau Rhodes telah dimasukkan ke dalam keadaan darurat
Kebakaran lahan di Yunani masih terus berkobar tak terkendali di kaki bukit dekat Athena dan wilayah Evros dekat perbatasan dengan Turki.
Baca: Gelombang panas di Eropa mengganas, dampak perubahan iklim?
Delapan belas korban tewas diperkirakan adalah pengungsi dan migran yang baru-baru ini melintasi perbatasan, bersembunyi di hutan di utara kota Alexandroupolis.
Jenazah mereka ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di sebuah pondok di lokasi kebakaran lahan tersebut.
Pemerintah Yunani telah menyatakan duka mendalamnya atas kematian di hutan Dadia dekat perbatasan Turki.
Petugas pemadam kebakaran juga berusaha menghentikan penyebaran api dari lereng Gunung Parnitha arah barat laut Athena.
Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas
Upaya pemadaman kebakaran lahan ini terhambat oleh angin kencang yang memicu api dan panas yang membakar hingga 40C (104F).
Dikutip BBC, para korban ditemukan pada Selasa (22/8/2023) oleh petugas pemadam kebakaran di dekat sebuah gubuk di luar desa Avantas, di sebelah utara Alexandroupolis.
Dilansir BBC, foto udara menunjukkan kebakaran lahan di Yunani yang terjadi sejak akhir Juli lalu terus meluas.
Puluhan ribu orang telah menyelamatkan diri dari kobaran api yang mengamuk di Pulau Rhodes. Ini merupakan evakuasi kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Yunani.
Baca: Gelombang panas di India tewaskan hampir 100 orang
Sekitar 16.000 orang telah dievakuasi melalui darat dan 3.000 lainnya dievakuasi melalui laut, kata polisi. Yang lainnya harus pergi melalui jalan darat atau menggunakan kendaraan mereka sendiri.
Mereka termasuk ribuan wisatawan yang harus mencari tempat perlindungan sementara seperti stadion olahraga sebelum mendapatkan pesawat darurat yang ditugaskan untuk evakuasi.
Musim panas ekstrem di Yunani telah meningkatkan risiko kebakaran hutan di seluruh negeri.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan negaranya sedang “berperang” melawan kebakaran hutan dan memperingatkan bahwa negaranya akan menghadapi masa sulit sebelum suhu diperkirakan turun.
Baca: Perubahan iklim picu kebakaran lahan makin sering terjadi
Citra satelit menunjukkan asap dari kebakaran di dekat Kassiopi di Corfu
Situasi di Yunani adalah akibat dari gelombang panas yang melanda Eropa bagian selatan dan Afrika bagian utara.Gelombang panas ini turut menciptakan kondisi kering dan juga menyebabkan kebakaran terjadi di Sisilia, Kroasia, Aljazair, dan Tunisia.
Peta itu menunjukkan risiko kebakaran di Eropa Selatan dan Afrika Utara. Situasi ini “hampir tidak mungkin terjadi” tanpa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, kata para ilmuwan .
Mereka menambahkan bahwa hal itu telah membuat gelombang panas di Eropa belakangan ini menjadi 2,5 derajat Celcius lebih panas dibanding sebelumnya.
-

Gerakan Mbah Dirjo di Kota Yogyakarta Mampu Turunkan Sampah hingga 50 Persen
7cloud.asia – Gerakan Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja (Mbah Dirjo) yang digencarkan Pemkot Yogyakarta disebut sukses menurunkan volume sampah yang dibawa ke TPA Piyungan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengatakan, program Mbah Dirjo mampu menurunkan volume sampah yang dibawa ke TPA Piyungan hingga 50 persen.
Program Mbah Dirjo ini mulai diterapkan akhir Juli 2023, menyusul penutupan TPA Piyungan. Meski TPA Piyungan ditutup, zona transisi 1 masih dibuka untuk menerima sampah hanya dari Kota Yogyakarta maksimal 100 ton per hari.
Baca: Inovasi pengelolaan sampah Mbah Dirjo ala Yogyakarta
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, pada awal gerakan itu dicanangkan, volume sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta bisa mencapai 100-130 ton per hari.
Namun, tidak seluruh sampah itu dibawa ke TPA Piyungan karena dibatasi maksimal 100 ton per hari. Karena itu, Pemkot Yogyakarta bekerja sama dengan Pemkab Kulonprogo membuang sekitar 15 ton sampah per hari ke Kulonprogo.
Sejak diterapkannya Gerakan Mbah Dirjo, volume sampah yang dihasilkan terus mengalami penurunan.
Baca: Opsi lain mengatasi penutupan TPA Piyungan
Bahkan, menurut Singgih, sampah yang dibawa ke TPA Piyungan turun menjadi 95 ton per hari.
“Ini (sampah) yang ke TPA Piyungan kemarin menurun sampai 95 ton. Ini salah satunya keberhasilan dari program Mbah Dirjo,” kata Singgih di kompleks Balai Kota Yogyakarta seperti dikutip ReJogja.
Sejak Gerakan Mbah Dirjo diluncurkan pada akhir Juli 2023 lalu, hingga kini ada sekitar 16 ribu biopori yang dibuat masyarakat bersama pemkot Yogyakarta.
Baca: Membangun ekosistem guna ulang untuk kurangi sampah plastik
Pemkot Yogyakarta menargetkan Gerakan Mbah Dirjo ini bisa berkontribusi mengurangi sampah sekitar 20-30 persen dari total volume sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta, yang sebelumnya mencapai 200 ton per hari.
Volume sampah itu sudah berkurang sekitar 100 ton dengan adanya Gerakan Zero Sampah Anorganik, dari sebelumnya mencapai sekitar 300 ton per hari pada 2022.
“Kami akan terus kami kembangkan biopori dengan berbagai macam varian yang ada. Baik ember tumpuk, biopori, losida, biolos, dan sebagainya, menyesuaikan kondisi masing-masing rumah,” ujar Singgih.
-
Soal Pembangunan Tangki Air Raksasa di Depok, DPR Minta PTUN Kabulkan Gugatan Warga
7cloud.asia – Warga Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok Jawa Barat yang menolak pembangunan water tank atau tangki air raksasa, Selasa (22/8/2023) lalu mengadu ke DPR.
Warga menilai tangki air bermuatan 10 juta liter air yang dibangun oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok itu mengancam keselamatan mereka.
Warga penolak pembangunan tangki air raksasa ini diterima oleh anggota DPR dari F PAN Intan Fauzi.
“Ada aturan dalam pembangunan tangki air yaitu harus melalui tahap sosialisasi kepada warga, khususnya warga yang rumahnya dekat dengan lokasi proyek,” kata Intan dalam keterangan tertulisnya.
Baca: DPR turun tangan dalam penyelesaian masalah di Rusun Cempaka Mas
Dari aduan warga, Legislator Dapil Jawa Barat VI ini menegaskan bahwa warga terdampak sudah menyampaikan keberatan dan penolakan terhadap pembangunan tangki air raksasa PDAM Tirta Asasta.
Warga menyatakan, penolakan disampaikan dengan bersurat resmi kepada PDAM Tirta Asasta dan Pemkot Depok.
Sebelum berkirim surat, warga mengaku tidak pernah ditunjukkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), AMDAL dan soil test dari PDAM Tirta Asasta dan Pemkot Depok.
Intan menjelaskan, IMB adalah produk hukum berupa persetujuan atau perizinan yang dikeluarkan pemda setempat. Sementara soil test atau uji tanah adalah untuk mengetahui struktur bawah tanah.
Baca: Tawuran remaja di Jakarta sudah meresahkan, polisi diminta bertindak tegas
Kemudian, sebagaimana disampaikan warga, dari fakta persidangan di PTUN Bandung terungkap jika pihak PDAM tidak pernah menunjukkan IMB.
Berdasarkan keterangan warga dan diperkuat dengan fakta persidangan, Intan menyatakan dukungan bahwa pembangunan tangki air milik PDAM Tirta Asasta ini cacat secara administrasi.
“Karena menyangkut keamanan dan keselamatan warga, saya meminta agar majelis hakim PTUN Bandung untuk mengabulkan gugatan warga,” tegas Intan.
Sebelumnya, Intan Fauzi sudah melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan tangki air pada Minggu (20/8/2023).
Baca: Pro kontra pembongkaran trotoar di simpang Santa
Dilansir Parlementaria, dari kunjungan itu ia menemukan tidak adanya transparansi dari pihak PDAM Tirta Asasta Depok terkait pembangunan tangki air ini.
“Misalnya, pada saat pembangunan tidak ada papan informasi yang dipasang di sekitar lokasi proyek. Warga yang keberatan juga kesulitan mendapatkan informasi, baik dari PDAM Tirta Asasta dan Pemkot Depok,” ungkap Intan.
Berdasarkan keterangan warga, sosialisasi yang disebut pihak PDAM hanya klaim sepihak. Pada kenyataannya hanya pertemuan biasa yang dihadiri empat warga yang rumahnya tidak berdampingan langsung dengan dengan tangki air.
Baca: Antisipasi dampak El Nino, Pemprov DKI Jakarta siapkan instalasi pengolahan air
Dalam aduannya, Yani Suratman, warga RT 04 RW 26 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mengungkapkan kronologis penolakan.
Pada 31 Juli dan 5 Agustus 2021 beberapa rumah warga mendapati banjir lumpur dan sampah basah yang sangat bau dari proyek pembangunan tangki air.
Saat itu, warga belum mengetahui bahwa di dekat rumah mereka akan dibangun dua tangki air raksasa yang masing-masing berkapasitas 10 juta liter air.
“Tembok pembatas milik perumahan Pesona Estate II jebol dan berlubang di banyak titik mengakibatkan jalan sepanjang 4 blok perumahan dan satu rumah warga dipenuni lumpur,” kata Yani.
Baca: Demi Bendungan Karian, ratusan rumah di Lebak ditenggelamkan
Yani melanjutkan, perakitan tangki air raksasa tersebut sangat cepat dengan proses knock down yang dikerjakan pada malam hari sehingga sangat mengganggu kenyamanan beristirahat warga.
“Bising. Khususnya warga yang tinggalnya 5 sampai 10 meter dari lokasi proyek,” sambung Yani.
Warga yang resah, lanjut yani, pada Juni 2022 kemudian diberikan kesempatan untuk bertemu dengan pihak PDAM Tirta Asasta.
Namun, pertemuan baru bisa dilaksanakan pada 12 September 2022 di Kantor PDAM Kota Depok.
Baca: KLHK segel empat perusahaan yang diduga jadi biang polusi udara
-

Cara Bijak Menggunakan Waktu Luang Ala Slow Living
7cloud.asia – Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, konsep slow living tetap bisa diterapkan di kota besar yang sibuk.
Karena sejatinya slow living bukan tempat, tetapi lebih ke cara kita berpikir. Jadi selama kita berpikir bisa maka slow living pun pun bakal terlaksana dengan sendirinya.
Nah, salah satu aspek yang sering terabaikan dalam menjalani slow living adalah mengisi waktu luang.
Menggunakan waktu luang dengan bijak merupakan salah satu kunci sukses menjalankan konsep slow living.
Baca: Temukan sanctuary untuk slow living di tengah kota yang sibuk
Vanillapapers.net menyarankan untuk menggunakan waktu luang denganbijak karena kehidupan kota besar yang sibuk tidek memberi kita banyak waktu luang.
“Jangan mengisi agenda akhir pekan dengan acara yang kamu merasa wajib hadir,” demikian tulis vanillapapers.net tentang kiat menggunakan waktu luang ala slow living.
Tolak tekanan sosial dan tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan. Periksa diri sendiri dan jujurlah.
Rencanakan dengan hati-hati aktivitas di waktu luang ini, dan hanya pilih aktivitas yang memberi energi pada tubuh dan pikiran kamu.
Baca: Ingat, slow living bukan berarti bermalas-malasan
Bahkan, meluangkan waktu untuk tidak melakukan apa pun termasuk car abijak menggunakan waktu luang.
“Tidurlah, membaca buku bagus, menonton film bagus, atau main catur tanpa rasa bersalah,” lanjutnya.
Tak perlu juga merasa ketinggalan ketika kamu tetap berada di rumah dan “tidak melakukan apa-apa”. Karena, beristirahat dan me time sama pentingnya dengan bekerja.
Kendalikan jadwal kamu dan sadari bahwa terkadang melakukan lebih sedikit hal itu lebih baik.
Baca: Multitasking nggak selaras dengan slow living
Lebih baik melakukan beberapa hal yang benar-benar kita nanti-nantikan daripada terus memacu diri dari satu hal ke hal lain yang terus menerus membebani tubuh dan pikiran kita.
Kenapa begitu? Karena kita memiliki energi yang terbatas setiap hari, jadi mari kita habiskan untuk orang-orang dan hal-hal yang benar-benar membuat kita bahagia.
Dan terkadang hal itu juga berarti menciptakan batasan yang sehat dengan orang-orang yang membuat kita merasa cemas dan lelah.
Jika memang tidak bisa diatasi, maka tak ada salahnya meninggalkan mereka sepenuhnya.
Baca: Menerapkan konsep slow living di dunia kerja yang sibuk
Dalam tulisannya, vanillapapers.net juga mewanti-wanti, prinsip ini juga berlaku di tempat kerja.
“Tolak tugas dan tanggung jawab tambahan di tempat kerja ketika jadwal kamu sudah penuh. Jangan terlalu membebani tubuh dan pikiran kamu dengan hal-hal yang seharusnya tidak kamu kerjakan,” demikian nasehatnya.
Ingat itu! Karena produktivitas kita bakal menurun ketika kita melakukan lebih dari yang dapat kita tangani.
Jadi selamat mencoba menciptakan waktu luang dan mengisinya ala slow living.
Baca: Mulai jalani konsep slow living dan nikmati sederet manfaat ini
-

Harga Beras Dunia Terus Terkerek Naik, Sejumlah Negara Afrika Sangat Rasakan Dampaknya
7cloud.asia – Francis Ndege tidak yakin apakah pelanggannya yang tinggal di daerah kumuh di Nairobi Kenya masih sanggup membeli beras dari tokonya. Beberapa pekan terakhir, harga beras terus naik.
Harga beras produksi Kenya melonjak beberapa waktu lalu karena harga pupuk yang lebih tinggi dan kekeringan selama bertahun-tahun di kawasan Tanduk Afrika telah mengurangi produksi.
Fenomena cuaca El Nino juga berdampak pada produksi dan harga beras dunia. Saat ini, harga beras sedang melonjak.
Baca: Akibat El Nino, Indonesia bisa kekurangan beras hingga 1,2 juta ton
Harga ekspor beras Vietnam misalnya, telah mencapai titik tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Hal ini menempatkan masyarakat yang paling rentan di beberapa negara termiskin berada dalam risiko.
Dunia berada pada “titik perubahan,” kata Beau Damen, pejabat sumber daya alam di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang berbasis di Bangkok.
Di Kenya, beras murah dari India telah mengisi kekurangan beras. Harga beras yang terjangkau membantu ratusan ribu penduduk di daerah kumuh Kibera di Nairobi dengan pendapatan kurang dari 2 dolar AS (sekitar Rp30 ribu) per hari.
Baca: Harga beras naik, warga Rangkasbitung mulai beralih ke palawija
Tapi kondisi berubah setelah harga beras terus naik. Sekantong beras seberat 25 kilogram telah naik sekitar seperlima sejak bulan Juni, dari setara dengan 14dolar AS (sekitar Rp210 ribu) menjadi 18 dolar (Rp270 ribu).
Pedagang grosir belum menerima stok baru sejak India, eksportir beras terbesar di dunia, mengatakan akan melarang sebagian ekspor beras.
Langkah tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh negara dengan populasi terbesar di dunia itu untuk mengendalikan harga beras dalam negeri menjelang tahun pemilu.
Baca: Petani di Ciamis, Jawa Barat mulai rasakan dampak El Nino
Keputusan menyisakan kesenjangan sebesar 10,4 ton beras yang dibutuhkan masyarakat di seluruh dunia, atau sekitar seperlima dari kebutuhan ekspor global.
“Saya sangat berharap bahwa impor [beras] akan tetap berjalan,” kata Ndege, 51, yang telah berjualan beras selama 30 tahun.
Keamanan pangan global kini tengah terancam sejak Rusia menghentikan kesepakatan yang membolehkan Ukraina mengekspor gandum.
Baca: Antisipasi kekeringan akibat El Nino pemerintah siapkan dana Rp 8 Triliun
Bahkan, jauh sebelum India memberlakukan pembatasan, banyak negara yang membeli beras dengan panik. Ini untuk mengantisipasi kelangkaan ketika El Nino melanda, sehingga menyebabkan krisis pasokan dan melonjaknya harga beras.
Konsumsi beras di Afrika terus meningkat, dan banyak negara di benua tersebut sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhannya.
Sejumlah negara dengan populasi yang terus berkembang seperti Senegal telah berupaya untuk memproduksi berasnya sendiri, namun masih banyak yang menemui kesulitan dalam prosesnya.
Baca: Pemanasan global sebabkan separuh danau di dunia mengering
Amadou Khan, seorang ayah dengan lima anak yang tinggal di Dakar, mengatakan anak-anaknya selalu makan nasi kecuali pada saat sarapan, yang biasanya mereka lewatkan ketika Khan sedang tidak memiliki pekerjaan.
“Saya hanya mencoba bertahan — terkadang, saya kesulitan untuk menghidupi mereka,” ujarnya.
Harga beras impor — 70 persen di antaranya berasal dari India — telah melonjak tinggi di Senegal, sehingga Khan kini mengakalinya dengan mengkonsumsi beras lokal yang harganya dua pertiga dari beras impor
Sumber: VOA Indonesia