Category: Uncategorized

  • Seperti Apa Kota Ramah Lansia?

    7cloud.asia – Jumlah warga yang masuk kategori usia lanjut atau lansia di Indonesia terus bertambah. Data BKKBN menyebut jumlah lansia pada 2020 tercatat 28,82 juta jiwa atau sekitar 11,34  persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

    Angka ini diperkirakan akan meningkat jadi 60 juta jiwa pada 2050. Bertambahnya jumlah lansia dapat berdampak positif apabila mereka dalam keadaan sehat, aktif dan produktif.

    Sebaliknya, penduduk lansia dapat menjadi beban jika mereka mengalami penurunan status kesehatan dengan tingkat disabilitas yang tinggi sehingga produktivitasnya rendah dan sering sakit.

    Lansia dapat berdaya dan mendorong perubahan. Pengalaman hidup yang dimiliki lanisa akan memperkaya dan menambah pengetahuan di banyak bidang. Untuk itu diperlukan situasi yang mendukung.

    Baca: Banyak lansia tak punya BPJS

    Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial telah merilis Permensos No 4 tahun 2017 tentang pedoman pengembangan Kawasan ramah Lansia.

    Lewat aturan ini diharapkan tersedia ruang dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan serta pemenuhan hak lansia, ada peran Pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.

    “Dengan demikian akan terwujud lanasia yang mandiri, sehat, aktif, dan produktif,” ujar Vina K dari PPSW Pasoendan Digdaya yang banyak mendampingi lansis di Karawang, Jawa Barat.

    Dalam perbincangan dengan 7cloud.asia beberapa waktu lalu, Vina mengatakan penting untuk memberikan perlindungan dan pendampingan bagi lansia yang mengalami keterbatasan fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

    Ia melihat banyak lansia di Karawang yang tidka mendapatkan perhatian, baik dari keluarga dan pemerintah. 

    Baca: Sejarah Hari Lansia Nasional

    Lebih lanjut Vina mengatakan, suatu Kawasan atau Kabupaten bisa dikatakan sebagai kawasan ramah lansia ketika memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

    • memiliki kebijakan kelanjutusiaan;
    • perumahan dan kawasan permukiman;
    • ruang terbuka dan bangunan yang ramah Lanjut Usia;
    • transportasi yang ramah Lanjut Usia;
    • penghormatan dan inklusi sosial;
    • partisipasi sosial;
    • partisipasi sipil;
    • pekerjaan yang ramah Lanjut Usia;
    • dukungan komunitas dan pelayanan sosial;
    • pelayanan kesehatan;
    • layanan keagamaan dan mental spiritual;
    • komunikasi dan informasi;
    • advokasi sosial;
    • bantuan hukum; dan/atau
    • perlindungan Lanjut Usia dari ancaman dan tindak kekerasan.

    Baca: Kenali gejala stres terselubung pada lansia

    Nirwono Joga dalam tulisannya bertajuk Kota Ramah Warga Lanjut Usia  yang terbit di Tempo.co menyebut kota ramah lansia harus memberikan kemudahan bagi kelompok lansia untuk mengakses baik secara daring atau datang langsung ke pusat kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, klinik, rumah sakit, dan apotik.

    Fasilitas pelayanan kesehatan menyediakan tenaga medis dan paramedis yang dilatih dasar-dasar gerontologi dan geriatri, infrastruktur ramah lansia.

    “Toilet untuk lansia, lantai tidak licin, penerangan cukup, kursi ergonomis, kursi roda, dan klinik pemeriksaan khusus untuk lansia sehingga tidak perlu antre lama,” demikian tulis Nirwono.

    Tak hanya itu pemerintah juga perlu memberikan kemudahan akses kelompok lansia ke tempat ibadah dan fasilitas kegiatan ibadah bersama untuk pengajian atau kebaktian.

    Pemerintah kota juga harus memasukkan warga lansia dalam daftar calon penghuni taman pemakaman umum.

    Baca: Tak bisa lunasi ONH, ratusan calo haji batal berangkat ke Tanah Suci

    Pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit atau yayasan. pengelola rumah ibadah dalam mempercepat proses persiapan, pelaksanaan hingga pemakaman, jika ada lansia yang wafat.

    “Taman-taman kota dibuat ramah lanis untuk kegiatan relaksasi, refleksi, olahraga ringan, atau berinteraksi dengan komunitas (senam jantung, terapi kesehatan, jalan pagi, konseling).

    Penuaan adalah proses alami yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Sehingga menurut Nirwono, hidup sejahtera hingga lansia dapat dimulai dari lingkungan terkecil, keluarga dan rumah sehat, lingkungan sehat, serta didukung oleh sistem kota yang ramah lansia.

    Sumber: 

    https://kolom.tempo.co/read/1002364/kota-ramah-warga-usia-lanjut

     

  • Transisi ke Kendaraan Listrik Tak Cukup Hanya Dengan Insentif Pajak

    7cloud.asia – Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding mendorong Pemerintah untuk memperbanyak program peralihan dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil beremisi tinggi ke kendaraan listrik. 

    “Gerakan penggunaan bahan bakar non-fosil harus menjadi fokus utama agar mengurangi tingkat emisi karbon di udara. Jadi budaya penggunaan kendaraan listrik atau gas harus digalakkan,” jelas Karding dalam keterangan tertulis yang diterima pekan lalu.

    Namun politisi PKB itu mengeskan, upaya mendorong transisi energi ke energi baru dan energi terbarukan tak bisa hanya sekadar dengan pemberian subsidi motor dan mobil listrik. Jika hanya itu yang dilakukan hasilnya akan kurang maksimal.

    Baca:  Menilik kesiapan infrastruktur mobil listrik

    Karding menilai, harus ada upaya tambahan dari subsidi kendaraan listrik agar hasil pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dapat berkelanjutan dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.

    Karena itu Karding meminta Pemerintah menyiapkan infrastruktur yang lengkap untuk penggunaan kendaraan listrik. Termasuk pengembangan kelengkapan sarana dan prasarana penunjangnya.

    Sehingga ketika masyarakat beralih ke kendaraan listrik, maka terjamin juga fasilitas penunjang penggunaan kendaraannya.

    “Pemerintah perlu mengembangkan strategi yang berkelanjutan dan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang dalam memberikan insentif bagi kendaraan listrik,” tegas Karding.

    Baca:  Dua alasan untuk segera beralih ke kendaraan listrik

    Diketahui, saat ini Pemerintah memiliki program subsidi bagi pembeli motor listrik dan motor listrik konversi dengan potongan Rp 7 juta secara langsung.

    Pemerintah juga memberikan subsidi untuk mobil listrik berupa potongan pajak dari yang sebelumnya 11 persen menjadi hanya 1 persen. 

    Karding menilai penggunaan kendaraan ramah lingkungan di masa mendatang menjadi salah satu solusi penanganan polusi berlebih yang menyebabkan kualitas udara memburuk.

    Dipaparkannya, dampak penggunaan kendaraan listrik terhadap kualitas udara diketahui cukup signifikan. 

    “Jika kendaraan listrik menjadi populer dan diadopsi secara luas, dampak positif terhadap kualitas udara akan semakin terasa,” ungkapnya.

    Baca: Pro kontra insetif untuk kendaraan listrik

    Ia menambahkan, kualitas udara sangat esensial bagi kesehatan, sehingga harus ada komitmen negara memperbaiki kualitas udara demi masa depan generasi yang akan datang. 

    Karding mengingatkan emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermesin pembakaran internal, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan partikel-partikel berbahaya, dapat menyebabkan polusi udara yang parah.

    Dampak dari polusi udara tersebut, lanjutnya, memang tak serta-merta langsung dirasakan dalam sehari atau dua hari. Namun bisa memicu penyakit pada masyarakat. Sehingga harus ada perbaikan yang dilakukan demi tercipta kualitas udara yang baik.

    Salah satu caranya dengan menekan kualitas udara yang buruk adalah dengan mengurangi emisi dari kendaraan bermotor. 

    Baca: IESR rekomendasikan agar operasional PLTU batu bara segera dihentikan

    Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah mensosialisasikan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, yakni kendaraan berbasis listrik, kepada masyarakat lewat berbagai program.

    Penggunaan kendaraan listrik merupakan implementasi dari komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. 

    Namun demikian, transisi ke kendaraan listrik ini juga menuai kritik karena sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan batu bara yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, penambangan nikel untuk bahan baterai, oleh banyak pihak juga dinilai tidak ramah lingkungan. 

    Jadi selain memberikan insentif untuk pasar kendaraan listrik, pemerintah juga didesak membenahi dua sektor ini. 

  • Intip 5 Zodiak yang Peduli Lingkungan Sejak Lahir, Apakah Kamu Masuk di Dalamnya?

    Intip 5 Zodiak yang Peduli Lingkungan Sejak Lahir, Apakah Kamu Masuk di Dalamnya?

    7cloud.asia – Setiap zodiak diyakini memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Namun, tahu nggak kalau ada beberapa zodiak yang diyakini punya sifat yang ramah lingkungan.

    Zodiak ini diyakini sejak lahir memang sudah dikaruniai peduli lingkungan dan sifat-sifat yang mendukung pelestarian lingkungan.

    Meski demikian, kamu harus ingat bahwa setiap individu memiliki sifat yang unik, tergantung pada pengalaman yang dimiliki dan bagaimana ia tumbuh dan dibesarkan. 

    Banyak orang percaya zodiak hanya merupakan gambaran umum dan tidak dapat menggambarkan sepenuhnya karakteristik seseorang secara tepat. Sehingga apakah seseorang ramah lingkungan atau tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan zodiaknya.

    Baca: Sneakers Chris Martin ini terbuat dari 70 sepatu tua

    Berikut adalah beberapa zodiak penyuka ramah lingkungan, sebagai dirilis di sahitya.id:

    1. Taurus 

    Orang yang terlahir dengan zodiak Taurus dikenal sebagai penyayang alam dan gemar berkebun atau merawat tanaman.

    Zodiak taurus cenderung memperhatikan keseimbangan alam dan menghindari tindakan yang merusak lingkungan.

    2. Cancer

    Orang dengan zodiak Cancer dikenal sebagai orang yang sensitif dan empati terhadap makhluk hidup di sekitarnya, termasuk alam lingkungan.

    Mereka cenderung menghargai keindahan alam dan menghindari setiap tindakan yang bisa  merusak ekosistem atau lingkungan.

    Baca: Kenapa harus gengsi kenakan barang bekas

    3. Virgo 

    Orang yang memiliki zodiak Virgo dikenal sebagai perfeksionis yang suka merencanakan segala sesuatu dengan baik.

    Mereka cenderung sangat peduli pada lingkungan dan akan berusaha semaksimal mungkin mengurangi sampah dan jejak karbonnya dengan memilih gaya hidup yang ramah lingkungan.

    4. Libra

    Orang dengan zodiak Libra dikenal sebagai pencinta keindahan dan keharmonisan, termausk keharmonisan alam.

    Mereka cenderung memperhatikan kebersihan dan keindahan alam, serta memilih produk yang ramah lingkungan dan memiliki nilai-nilai etis yang baik.

    Baca: Kenali ciri produk ramah lingkungan

    5. Pisces

    Orang yang berzodiak Pisces dikenal sebagai orang yang peka terhadap kebutuhan orang lain dan lingkungan sekitarnya.

    Mereka cenderung memperhatikan keseimbangan ekosistem dan senang melakukan tindakan yang dapat membantu memperbaiki kondisi lingkungan.

    Buat kamu yang kebetulan nggak terlahir dalam rasi lima zodiak tersebut nggak usah berkecil hati.

    Karena seperti yang telah disebutkan di atas, menjadi peduli lingkungan nggak hanya ditentukan oleh zodiak tetapi oleh sikap dan tindakan yang kamu lakukan. Jadilah peduli lingkungan mulai sekarang!

     

  • Kenaikan Dana Desa Diharapkan Bisa Entaskan Daerah Tertinggal

    Kenaikan Dana Desa Diharapkan Bisa Entaskan Daerah Tertinggal

    7cloud.asia – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) diminta memberi prioritas khusus dan bekerja lebih keras dalam mengentaskan daerah-daerah yang masih dalam kategori daerah tertinggal.

    Sehingga kedepannya tidak ada lagi daerah-daerah tertinggal di Indonesia, termasuk di daerah pedalaman.

    Anggota Komisi V DPR Anwar Hafid mencontohkan kondisi di Sulawesi Tengah masih terdapat tiga kabupaten yang hingga saat ini masih masuk kategori daerah tertinggal meski provinsi tersebut menjadi tujuan investasi.

    Baca; Pemerintah targetkan tak ada lagi kemiskinan ekstrem di 2024

    Menurut Anwar kondisi adanya daerah tertingal di daerah tujuan investasi ini sangat ironis lagi memalukan, sehingga perlu dievaluasi.

    “Ini sebuah hal yang memalukan juga, kalau daerah Sulteng itu daerah yang tujuan investasi yang begitu besar tapi masih ada daerah tertinggal. Saya ingin juga mudah-mudahan ini mendapat perhatian, kita coba membedah bersama-sama, kenapa masih ada istilah Daerah Tertinggal itu,” tandas Anwar saat Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Desa PDTT dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2023 di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

    Anwar mengakui bahwa kunci utama keberhasilan mengangkat daerah-daerah dari Daerah Tertinggal itu hanya dengan kerja sebuah Kementerian saja. Tapi ini merupakan hasil kerja semua kerja bareng-bareng semuanya.

    “Tapi saya ingin bahwa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memberi prioritas khusus bagaimana kita lebih keras dan lebih fokus lagi dalam mengentaskan daerah-daerah kita yang masih dalam kategori Daerah tertinggal,” ujar Anwar.

    Baca: Bagaimana dana desa mengangkat kesejahteraan warga desa

    Tiga kabupaten yang dimaksud Anwar adalah Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong. Ia melihat daerah itu sudah mengalami kemajuan meski belum bisa lepas dari kategori daerah tertinggal.

    “Mungkin sudah bisa dievaluasi kalau memang sudah memenuhi standar mendingan dikeluarkan dari stigma (daerah tertinggal),” sambung Anwar.

    Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mengusulkan Kementerian Desa dan PDTT untuk kedepannya meningkatkan alokasi dana desa menjadi prioritas utama yang lebih besar lagi.

    “Karena bagaimanapun juga sekarang ini desa kita ini, alhamdulillah berkat binaan Kementerian Desa dan juga Kementerian Dalam Negeri, baik di sisi administrasi pemerintahannya sekarang ini sudah jauh lebih baik, Pak Menteri,” tandas Anwar.

    Baca: Muhaimin Iskandar usulkan dana desa naik jadi Rp 5 miliar

    Pengelolaan dana desa, sambungnya, hanya akan berdampak multiplier effect jika alokasi dana desa tersebut langsung mengenai ke kas-kas desa.

    Ia melihat akan jauh berbeda multiplier effect yang terjadi ketika dana alokasi desa ditingkatkan dari sekarang. Meski diakui ini harus diperjuangkan bersama.

    “Panglimanya tentu pak menteri untuk kita berjuang kepada bapak Presiden sehingga 2024 di akhir masa jabatan presiden, bisa memberikan hadiah terbaik buat desa di Indonesia, dengan memberikan alokasi dana desa yang cukup signifikan dari kondisi yang ada sekarang, Saya kira itu amanah UU Desa,” pungkas Anwar.

  • Dear Perempuan, Yuk Beralih ke Pembalut Kain Demi Lingkungan

    Dear Perempuan, Yuk Beralih ke Pembalut Kain Demi Lingkungan

    Foto: DemiBumi

    7cloud.asia – Pembalut menjadi produk yang tak bisa dipisahkan dari perempuan yang sudah mengalami haid.

    Dulu, saat pembalut belum diproduksi secara massal seperti sekarang perempuan menggunakan hasduk atau kain bekas untuk menampung darah haid mereka. Fungsi hasduk ini kemudian digantikan oleh pembalut karena dinilai lebih praktis.

    Belakangan disadari, jika pembalut tidak ramah lingkungan. Hal ini karena 55 hingga 65 persen pembalut terbuat dari plastik yang tidak bisa diurai. Pembalut dan popok menjadi salah satu sampah plastik yang paling banyak ditemukan di sungai dan tempat sampah. 

    Jessica Halim dari DemiBumi, saat berbicara di Diskusi Memperingati Hari Bumi yang diselenggarakan Iluni akhir pekan lalu menyebut, rata-rata seorang perempuan menghabiskan 11.000 hingga 17.000 pembalut selama hidupnya.

    Semua pembalut itu hanya sekali dipakai sebelum berakhir di tempat sampah, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk terurai.

    Baca: Thrifting, cara anak muda kurangi sampah dan polusi

    Kebayang kan, gunungan sampah yang kamu hasilkan hanya dari pembalut yang kamu pakai selama ini? Tak hanya itu, tak jarang pembalut juga mengandung zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan reproduksi perempuan. 

    Untuk itu, kini ada gerakan untuk kembali menggunakan hasduk atau pembalut kain yang bisa dipakai berulang kali. Selain lebih ramah lingkungan, pembalut kain juga lebih ramah buat isi kantung kamu.

    Mungkin kamu berpikir agak repot karena harus mencuci setiap habis pakai. Jika kamu berpikiran seperti itu, kamu bisa mulai melakukannya secara hibrid.

    Yakni dengan menggunakan pembalut biasa di hari pertama dan kedua saat volume haid masih banyak, dan menggunakan pembalut kain saat haidmu sudah tidak sebanyak hari pertama.

    Jika sudah terbiasa, kamu bisa secara bertahap beralih sepenuhnya ke pembalut kain sehingga jumlah sampah yang kamu hasilkan akan sangat berkurang. 

    Baca: Sistem isi ulang produk dari Siklus bantu kamu kurangi sampah plastik

    Jika kamu tertarik untuk menggunakan pembalut kain, berikut sejumlah produk lokal yang menghadirkan pilihan pembalut kain yang dapat dicuci dan dipakai lagi yang kami rangkumkan dari berbagai sumber: 

    1. DemiBumi

    Pembalut kain ‘single’ dengan merek Demi Bumi terbuat dari dua lapisan bahan katun dan dua lapisan bahan flanel baby.

    Pembalut kain Demibumi ini merupakan produk pembalut kain yang tahan air namun dapat dicuci dan dipakai hingga berulang kali.

    Uniknya pembalut kain DemiBumi menawarkan varian lain yang bisa diisi dengan kain tambahan atau refill untuk ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.

    Pembalut kain DemiBumi dijual Rp 35 ribu hingga Rp 140 ribuan.

    2. Biyung

    Pemakaian pembalut kain yang lebih ramah lingkungan belakangan juga dipromosikan oleh Biyung Indonesia. Usaha sosial tersebut menyediakan alternatif penggunaan bubur kertas yang biasa digunakan pembalut biasa.

    Menstrual pads dari Biyung hadir dengan tiga ukuran dan terlihat cantik dengan motif batiknya. Produk seharga Rp 115 ribuan ini pun dikatakan hanya perlu dicuci pakai sabun dan dijemur serta dicuci dengan air hangat secara berkala.

    Baca: Mendulang uang dari daurulang sampah

    3. Sedarikini

    Pembalut kain dari brand lokal Sedarikini diklaim ramah lingkungan karena bisa dipakai dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun. Menspad ini terbuat dari bahan microfleece yang punya sifat stay dry sehingga kulit terhindar dari iritasi.

    Adapun outer-nya yang terbuat dari bahan hyget balon yang bersifat waterproof sehingga tidak mudah tembus. Hadir dengan tiga ukuran, item ini dijual Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

    4. Cluebebe

    Cluebebe, produk lokal ini menawarkan berbagai varian clodi, termasuk pembalut kain. Kamu yang mencari pembalut kain untuk dipakai di malam hari bisa melirik opsi seharga Rp 35 ribuan ini.

    Menspad versi night hadir berbahan polyester yang dilaminasi dengan PUL waterproof sehingga tidak mudah bocor. Adapun material microfleece yang lembut dan stay dry sehingga kulit tetap lembab dan terhindar iritasi.

    Baca: Beragam produk ramah lingkungan untuk kamu

    5. Soul

    Soul menawarkan alternatif pembalut termasuk yang bahannya kain sehingga bisa dicuci dan dipakai ulang. Dikatakan jika kainnya berbahan polyester dan polyurethane laminate dengan bamboo terry sebagai lapisan di dalamnya.

    Pembalut yang diklaim bertekstur lembut dan punya daya serap tinggi ini hadir dengan empat ukuran untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Item berikut dijual Rp 20 ribuan sampai Rp 30 ribuan untuk satu itemnya.

    6. Yuspin

    Yuspin merupakan salah satu pelopor pembalut kain. Produk berikut diklaim mengandung antibacterial silver+ yang membuatnya aman digunakan berkali-kali. Selain itu, menspad produk lokal ini juga hadir dengan motif menarik dan tas serbaguna untuk membawanya traveling.

    Baca: 5 Zodiak ini disebut peduli lingkungan sejak lahir

    7. Babyclo

    Babyclo merupakan brand yang awalnya menjual popok kain bayi. Namun belakangan disediakan pula menstrual pads untuk wanita dewasa yang punya dua varian ukuran.

    Dikatakan jika item ini hadir dengan bahan anti bocor dan punya daya serap tinggi sekaligus menghindari bau tidak sedap. Sedangkan bahan bamboo charcoal membuat kulit tetap kering dan fresh selama menstruasi.

    Item ini dijual Rp 27 ribuan hingga Rp 38 ribuan.

  • KLHK Ajak Masyarakat Tak Beli Produk yang Enggan Kelola Sampah Plastik yang Dihasilkannya

    7cloud.asia –  Masyarakat bisa ikut berperan dalam menanggulangi sampah plastik dengan tidak membeli produk-produk dari para produsen yang tidak memiliki komitmen terhadap Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab untuk menarik kembali bekas kemasan produknya dari masyarakat.

    Hal itu untuk memberikan sanksi kepada para produsen yang tidak punya komitmen untuk mengurangi sampah plastik.

    “Menjadi tugas kita semua, teman-teman mahasiswa, alumni UI (Universitas Indonesia), mari kita teriaki produsen-produsen yang nggak komitmen terhadap Extended Producer Responsibility ini. Kita berikan sanksi, nggak kita beli barang-barangnya kalau bisa, sehingga mereka punya komitmen untuk itu (tangani sampah plastik, red),” ujar Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)Novrizal Tahar saat berbicara di acara World Environment Day 2023 bertajuk “Solution to Plastic Pollution, Collaboration Action Center ILUNI UI” akhir pekan lalu. 

    Baca: Pengelolaan sampah plastik di Indonesia

    Sebelumnya diberitakan, brand audit Komunitas Nol Sampah Surabaya bersama Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) yang dilakukan di muara sungai Wonorejo, Rungkut, Surabaya, pada Februari 2022 lalu berhasil mengumpulkan 10 karung sampah plastik.

    Community Organizer Nol Sampah Surabaya, Hani Ismail menuturkan 10 karung sampah plastik yang berhasil dikumpulkan di muara sungai Wonorejo itu berasal dari 35 produsen dengan 10 produsen sampah terbanyak.

    Ke-10 produsen tersebut yakn PT. Wings Surya, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Unilever Indonesia Tbk, PT. Mayora Indah Tbk, PT. Siantar Top Tbk, PT. Java Prima Abadi, PT. Sinar Sosro, PT. Kaldu Sari Nabati, PT. Santos Jaya Abadi, dan PT. P&G.

    Baca:  Apakah bioplastik benar-benar ramah lingkungan?

    Kemudian, ekspedisi Pembela Lautan 2022 yang diadakan Ocean Defender Indonesia pada Agustus 2022 lalu di Pulau Tunda, sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Jawa dan sebelah utara Teluk Banten, juga masih menemukan banyaknya sampah plastik yang mencemari sekitar pulau dan bawah laut di daerah itu.

    Penyumbang sampah plastik terbanyak berasal dari produk Indofood, Wings, dan Mayora.  

    Secara persentase, Ocean Defender mencatat Indofood menyumbangkan sampah plastik terbanyak yaitu 114 sampah plastik di Pulau Tunda ini atau sebanyak 7,5% dari banyaknya sampah plastik yang dikumpulkan.

    Penyumbang sampah terbanyak berikutnya adalah Wings dengan 97 sampah plastik atau 6,4%, disusul Mayora sebanyak 88 sampah plastik atau 5,8%, diikuti Unilever 73 sampah plastik atau 4,8% dan PT Santos Jaya Abadi 53 sampah plastik atau 3,5%. 

    Baca:  6 Cara asyik kurangi sampah plastik

    Novrizal menyebutkan komposisi sampah plastik Indonesia terus meningkat. Di mana, pada tahun 1995 komposisinya masih sekitar 9% dari seluruh sampah di Indonesia, namun sekarang sudah di angka 18,2%.

    “Jadi, meningkat tajam terus walaupun di lima tahun terakhir atau mungkin sekitar satu dekade ini kita juga sangat masif menyampaikan untuk melawan ini semua,” tukasnya.

    Menurutnya, salah satu penyebab permasalahan sampah plastik di Indonesia adalah berkembangnya budaya perilaku masyarakat yang menggunakan barang yang sifatnya sekali pakai dan mudah menjadi sampah, di mana sebagian besar barang tersebut terbuat dari plastik.

    “Sebagian besar sampah yang dibuang dalam kondisi tercampur atau tidak dipilah, sehingga proses pengolahan sampah termasuk sampah plastik belum optimal dan masih banyak yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA,” ucapnya.

    Baca: Sistem isi ulang dari Siklus bantu kamu kurangi sampah plastik

    Karena itu, dia meminta masyarakat untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan memiliki gaya hidup minim sampah melalui pencegahan sampah plastik sekali pakai, belanja tanpa kemasan, dan melakukan pemilahan sampah dari rumah.

    Dia juga mengutarakan bahwa berbagai kebijakan seperti Perpres 97 tahun 2017, di mana pada tahun 2025 ditargetkan 100% pengolahan sampah di Indonesia bisa dilakukan dengan baik dan benar, ini masih jauh.

    Begitu juga dengan pencapaian target Perpres 83 tahun 2018, di mana target untuk bisa mengurangi 70% sampah ke laut sesuai janji Indonesia ke dunia internasional, itu juga masih sulit terpenuhi.

    “Kemudian kita ada regulasi-regulasi lainnya misalnya terkait dengan Extended Producer Responsibility, di mana produsen itu di hulu punya tanggung jawab sekarang. Jadi, bukan volunteer lagi, tapi mandatory sebenarnya, juga masih belum maksimal,” tuturnya.

    Baca: Kelompok paling terdampak perubahan iklim justru ditinggalkan dalam adaptasi iklim

    Novrizal mengatakan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menunjukkan bahwa  dari berbagai persoalan lingkungan, indeks ketidakpedulian paling tinggi itu adalah dalam hal pengelolaan sampah, di mana sebanyak 72% orang Indonesia tidak peduli terhadap sampah.

    “Ini belum dilakukan lagi surveinya, mudah-mudahan sudah berubah banyak,” ungkapnya.

    Dalam mengatasi permasalahan sampah plastik yang tidak mudah terurai secara alami, Novrizal meminta kepada para produsen untuk membangun industrialisasi pengolahan sampahnya sendiri. “Untuk itu perlu intervensi teknologi,” katanya.

    Untuk menunjukkan dukungan terhadap pengurangan sampah plastik yang terus meningkat hingga saat ini, Ketua Panitia Acara, Iwan Budisusanto mewajibkan semua ILUNI UI yang ikut dalam acara ini untuk membawa tumbler.

    “Panitia menyediakan air mineral di galon untuk kebutuhan minum saat acara berlangsung. Apabila air di tumbler habis, silahkan mengisi air dari galon yang telah disediakan panitia,” ujarnya. 

    Penulis: Charles Maruli Siahaan

  • Riset: Pembelajaran Berpusat pada Siswa Tak Menjamin Keberhasilan

    Riset: Pembelajaran Berpusat pada Siswa Tak Menjamin Keberhasilan

     

    7cloud.asia – Pada 2022, Menteri Pendidikan (Mendikbudristek) Nadiem Makarim merilis Kurikulum Merdeka Belajar yang salah satu ciri utamanya adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, atau “student-centered learning”. Pendekatannya, misalnya, adalah dengan pembelajaran berbasis projek yang dilakukan para murid.

    Model pembelajaran ini digadang memiliki segudang manfaat yang mampu membuat peserta didik menjawab tantangan nyata di tengah kompetisi pasar kerja dan industri.

    Benarkah demikian? Berikut tulisan Reza Aditia, pengajar dan peneliti bidang pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah diterbitkan di The Conversation

    Meskipun riset menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis projek terbilang ampuh ketika diterapkan pada tingkat pendidikan tinggi, hal yang sama belum tentu berlaku ketika diterapkan pada tingkat pendidikan yang lebih rendah, terutama sekolah dasar (SD).

    Kanada, negara yang langganan peringkat 10 besar pada tes global Program of International Student Assessment (PISA), misalnya, adalah salah satu bukti empiris bagaimana peralihan dari metode klasik ke student-centered learning yang kurang tepat dapat berdampak buruk.

    Kajian dari lembaga riset C. D. Howe Institute di Kanada menemukan bahwa seiring penerapan kebijakan pembelajaran yang berpusat pada siswa – pendekatan yang kian populer di Amerika Utara – capaian murid-murid Kanada pada mata pelajaran matematika turun signifikan antara tahun 2003-2012.

    Pelajaran apa yang bisa diambil oleh Indonesia? Ternyata pembelajaran berpusat pada siswa kurang ideal untuk pembelajar pemula

    Pada dasarnya, pembelajaran berbasis projek – yang mendorong murid untuk memperdalam dan menyintesis informasi yang mereka dapatkan melalui projek individu atau kelompok – belum tentu efektif membantu murid menguasai konsep baru, ketimbang jika melalui pengarahan guru.

    Baca: PKBM menjadi harapan mereka yang putus sekolah

    Alasan utamanaya adalah karena pembelajar pemula – umumnya belum memiliki pengetahuan spesifik atas suatu topik, seperti murid SD dan SMP – punya keterampilan pengaturan diri (self-regulation skills), pengetahuan awal (prior knowledge), dan keterampilan bekerja dalam kelompok (group working skills) yang masih terbatas.

    Padahal, mereka sangat butuh berbagai keterampilan ini untuk melancarkan proses pembelajaran berbasis projek. Model pembelajaran ini, misalnya, penuh dengan aktivitas mendiskusikan ide, mempertimbangkan alternatif berbeda atau berbagai sudut pandang yang sulit dilakukan pembelajar tingkat awal.

    Belum lagi, tingginya kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia semakin memperparah hal ini.

    Berbagai riset menunjukkan bahwa status sosioekonomi orang tua memainkan peranan besar dalam proses pendidikan anak. Anak-anak dari kelompok privilese ekonomi tinggi akan cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dibanding teman sebayanya dari kelompok ekonomi berbeda.

    Sebab, mereka lebih memiliki akses ke modal struktural seperti sekolah unggulan, hingga modal kultural dan intelektual seperti akses ke bahan bacaan dan museum.

    Kondisi guru pun juga sangat menentukan kesuksesan penerapan model pembelajaran berbasis projek di kelas.

    Dengan himpitan ekonomi yang menjerat para guru di Indonesia, bukan hal yang mengejutkan jika kita mendapati kompetensi guru di Indonesia terbilang rendah. Riset menunjukkan bahwa ketika guru dibayar rendah, maka kualitas pendidikan yang mereka hasilkan cenderung lebih buruk.

    Sebagai gambaran, berdasarkan obrolan informal saya dengan guru swasta tingkat SMP di Kota Medan, sekolah bahkan hanya memberikan upah sebesar Rp 22.000 per jam pelajaran, atau dengan beban 24 jam pelajaran, maka upah bulanan yang diperoleh hanya Rp 528.000.

    Mereka kerap mencari pemasukan alternatif seperti menjadi pengemudi ojol, hingga berjualan, sehingga memecah konsentrasi.

    Mengingat faktor-faktor di atas, termasuk tingkat usia murid yang belum siap menerapkan pembelajaran berbasis proyek, kesenjangan ekonomi para siswa, dan buruknya ekonomi guru yang berimbas pada kualitas mereka, penerapan pembelajaran berbasis projek harus kita pertanyakan kembali.

    Laporan dari C. D. Howe Institute di atas menunjukkan bahwa para murid usia 15 tahun (mulai tingkat SMP) yang menjalani pembelajaran berorientasi murid di berbagai daerah di Kanada justru mengalami penurunan skor matematika – bahkan hingga 26 poin – selama sekitar 2003-2012 pada tes-tes global.

    Asosiasi negatif ini secara statistik cukup signifikan, dan konsisten pada banyak negara yang berpartisipasi, bahkan negara-negara yang menjadi langganan top 15 tes PISA, termasuk Finlandia, Kanada, dan Selandia Baru. Atas dasar tersebut, banyak negara menguatkan pembelajaran yang berpusat pada guru – setidaknya untuk usia SD dan SMP.

    Pembelajaran berpusat pada guru masih relevan

    Pembelajaran yang berpusat pada siswa, termasuk yang berbasis projek, memang terdengar lebih keren dan progresif. Namun, kita juga perlu memahami bahwa pembelajaran yang berpusat pada guru sesungguhnya juga masih relevan pada abad ke-21, bahkan dalam kondisi tertentu justru lebih baik.

    Menurut profesor kepemimpinan pendidikan dari Amerika Serikat (AS), Richard Arends, dalam bukunya “Learning to Teach” – teks yang kerap jadi bacaan wajib mahasiswa S1 di jurusan pendidikan – tidak ada model pembelajaran yang mutlak lebih baik dibandingkan yang lainnya.

    Pembelajaran berbasis projek, yang tergolong sebagai model pembelajaran berpusat pada siswa, tentu saja punya kelebihan.

    Kelebihan utamanya adalah penerapan masalah yang bersifat dunia nyata, terciptanya kolaborasi dan kerja sama, dan melatih kemampuan pemecahan masalah. Akan tetapi, model ini pun memiliki kekurangan, seperti pengelolaan waktu dan sumber daya yang kompleks sehingga menjadi tantangan bagi siswa dan guru hingga sulitnya proses evaluasi.

    Sebaliknya, model pembelajaran yang berpusat pada guru memang memiliki beberapa kekurangan, seperti keterlibatan siswa yang terkadang terbatas dan kurangnya otonomi siswa.

    Namun, di sisi lain, ia punya kelebihan, utamanya pengendalian guru terhadap seluruh proses pengajaran yang ideal untuk konteks pembelajar di jenjang-jenjang awal. Guru pemula pun dapat menerapkan model ini dengan cukup mudah dan efisien waktu.

    Oleh karena itu, pemilihannya tergantung pada jenjang dan kondisi peserta didik, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, hingga kemampuan guru dalam menjalankan pembelajaran.

    Solusinya bukan perombakan total model pembelajaran

    Alih-alih sibuk mengotak-atik model pembelajaran di kelas secara total, menurut saya pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menunda dulu penerapan pembelajaran berbasis projek hingga setidaknya jenjang SMA.

    Namun, selain itu, ada juga beberapa rekomendasi agar peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dapat tercapai.

    Yang utama, Indonesia wajib memperbaiki kesejahteraan para gurunya terlebih dahulu.

    Negara-negara yang memiliki performa baik pada tes PISA memiliki satu kesamaan – guru di sana merupakan profesi yang bergengsi dan dibayar mahal. Hal ini berguna untuk menarik talenta-talenta terbaik bangsa untuk mau berkuliah di jurusan pendidikan, dan bersaing secara sehat untuk menjadi guru.

    Jika upah guru bahkan tidak sampai Rp 600.000,- per bulan, talenta mana yang mau berkecimpung di profesi ini?

    Selain itu, pemerataan kesempatan pendidikan dan program pengentasan kemiskinan juga krusial.

    Solusi negara tidak bisa hanya selesai pada membuat sekolah menjadi berbiaya rendah atau gratis, tetapi juga perlu memeratakan kualitas sekolah publik hingga memerhatikan keadaan murid ketika mereka berada di luar sekolah.

    Faktanya, kemampuan belajar anak Indonesia yang rendah juga disebabkan keseharian mereka yang menghambat pembelajaran di sekolah, misalnya harus turut membanting tulang membantu keluarga.

    Tentu, visi student-centered learning yang dibawa Kemdikbudristek berangkat dari niat baik untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Namun, niat yang tulus dan kebijakan yang efektif adalah dua hal yang berbeda.

    Jangan sampai Indonesia bersikap latah – hanya karena melihat sesuatu yang tampak lebih canggih seperti student-centered learning, maka berbondong-bondong untuk meninggalkan apa saja yang dianggap usang, tanpa mempertimbangkan konteks lokal.

    Mungkin, kita harus merenungkan ungkapan teoretikus pendidikan Brazil, Paulo Freire:

    Kita memiliki metode untuk mendekatkan konten, metode yang mampu membuat kita lebih dekat dengan siswa. Namun, beberapa metode tersebut justru dapat mendorong kita menjadi lebih jauh dari siswa.

     
  • Ratusan Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci

    Ratusan Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci

    7cloud.asia – Anggota Komisi VIII DPR Nanang Samodra menyayangkan adanya sejumlah calon jemaah haji yang gagal berangkat ke tanah suci tahun ini.

    Pasalnya, terdapat 292 calon jemaah yang dinyatakan mundur karena gagal melunasi ongkos naik haji (ONH). Hal ini sangat disayangkan, mengingat antri haji yang panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa berangkat ibadah haji.

    “Di lapangan masih ditemui masyarakat yang seharusnya berangkat, tetapi tidak jadi berangkat karena tidak punya uang untuk biaya perjalanan haji. Itu juga kita jadikan evaluasi, mengapa bisa terjadi seperti itu karena antrinya saja sudah panjang sampai puluhan tahun. Apakah itu karena biayanya yang mahal, atau kenaikan (biaya  haji) yang tiba-tiba,” ujarnya di Asrama Haji Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/6/2023).

    Baca: Hari Lansia Nasional

    Pada kesempatan yang sama, Nanang juga menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan fasilitas di Embarkasi Lombok yang sudah memperhatikan kebutuhan jemaah haji lansia seperti penyediaan jalur kursi roda pada tangga.

    “Tadi saya juga lihat, saya intip, tangganya gimana, ramah nggak sama lansia untuk kursi roda. Ternyata sudah ada walaupun masih kecil, tetapi sudah mulai ada, sudah mulai peduli terhadap lansia,” ujarnya.

    Pada tahun ini, jumlah jemaah haji lansia tercatat sebanyak 62.879 jemaah atau mencapai 30 persen dari total jemaah haji Indonesia.

    Meningkatnya jumlah Jemaah haji Lansia dipengaruhi oleh faktor tidak adanya keberangkatan haji pada dua tahun kemarin, yaitu di tahun 2020 dan 2021 serta adanya pembatasan usia Jemaah yang berhak berangkat di tahun 2022. 

    Untuk itu, Nanang memgimbau para Jemaah haji lainnya untuk saling membantu satu sama lain selama di Arab Saudi.

    “Meskipun sudah ada petugas haji, baik petugas Kloter maupun petugas Non-Kloter. Baik selama menjelang keberangkatan maupun selama di Arab Saudi, tetapi dikarenakan banyaknya Jemaah lansia, mutlak diperlukan kerja sama dan saling menolong dari para sesama Jemaah haji. Tidak perlu ada lagi ego jabatan, kedudukan, dan status sosial selama di Arab Saudi. Semua sama selama menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

    Baca:  Kenali gejala depresi pada lansia

    Dalam kesempatan itu Nanang juga menyinggung mengenai biaya hidup yang dikembalikan kepada para jemaah haji (living cost) yang jumlahnya berkurang dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dari 1500 riyal menjadi 750 riyal.

    Hal ini imbas dari penekanan biaya haji yang awalnya meningkat. Hal tersebut menjadi keluhan calon jemaah haji, pasalnya uang itu akan digunakan Calon Jemaah Haji untuk membayar Dam.

    “Ini sebenarnya bukan menjadi suatu permasalahan, karena living cost itu sebenarnya diberikan untuk mengganti uang makan bagi para jemaah haji pada saat-saat tertentu, tetapi sekarang makan itu kan dilengkapi. Mohon pengertiannya dan semoga di tahun depan jumlah Living Cost akan kembali seperti semula yaitu 1500 riyal,” Jelasnya.

    Baca: Kasus kekerasan pada PRT kembali terjadi

    Nanang juga mengimbau kepada seluruh jemaah haji untuk sering minum air agar tidak dehidrasi selama melakukan ibadah haji di tanah suci. Mengingat musim haji tahun ini masih dalam kondisi musim panas sehingga suhu di Mekkah bisa mencapai lebih dari 40 derajat celcius.

    “Yang dianjurkan adalah sering minum, sehingga kita tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh yang akan menyebabkan lupa ingatan dan penyebab banyak Jemaah lupa arah pulang ke pemondokan atau terpisah dari rombongan,” Jelasnya.

     

    Kehadiran Nanang Samodra dalam acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja spesifik dalam agenda pengawasan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Lombok.

     

  • Putri Ariani, Penyanyi Difabel Pukau Juri America’s Got Talent

    Putri Ariani, Penyanyi Difabel Pukau Juri America’s Got Talent

    7cloud.asia – Kabar gembira buat pencinta musik tanah air. Ariani Nisma Putri, atau yang lebih dikenal sebagai Putri Ariani, penyanyi difabel netra berhasil memukau juri America’s Got Talent.
     
    Tak hanya itu Putri Ariani yang merupakan pemenang Indonesia’s Got Talent 2014 itu berhasil mendapat Golden Buzzer dari Simon Cowell, salah satu juri America’s Got Talent yang terkenal killer. 
     
    Malam itu, Putri Ariani tak hanya sekali membuat terpukau para juri America’s Got Talent, tapi berulang kali.
     
    Pesona pertama Putri Ariani adalah suara emasnya. Lantas pesona kedua Putri Ariani adalah lagu “Loneliness” yang dinyanyikannya ternyata adalah ciptaannya sendiri.
     
     
    Usai menyanyikan lagu pertama, tepuk tangan meriah hingga standing ovation dari para juri dan penonton langsung diterima Putri Ariani. Pujian pun langsung dilontarkan para juri America’s Got Talent.
     
    “Menurutku satu malaikat baru saja tiba di panggung kami. Kamu seorang superstar,” ujar salah satu juri, Howie Mandel seperti bisa disaksikan di akun  youtube America’s Got Talent.
     
    Pujian juga datang dari Heidi Klum, juri America’s Got Talent lainnya.
     
    “Kamu bernyanyi dengan begitu indah malam ini terutama di lagu pertama, bagaimana kamu berganti dari suara dada menjadi suara di kepala,” ujar Heidi sambil bertanya.
     
    Putri Ariani kemudian menimpali dengan mengungkapkan lagu pertama yang dinyanyikannya itu adalah ciptaannya sendiri. “Itu adalah lagu ciptaanku sendiri,” katanya.
     
     
    Jawaban spontan Putri Ariani itu tak urung membuat para juri semakin terpukau. Ekspresi kaget sekaligus kagum tampak jelas di wajah para juri America’s Got Talent itu.
     
    “Oh, wow. Itu membuatnya semakin luar biasa,” kata Howie.
     
    “Kamu masih berusia 17 tahun, kamu menulis lagu, kamu memiliki suara yang luar biasa. Kamu bersinar dengan luar biasa. Ceritakan kepadaku apa yang kamu inginkan dari sekolahmu?” lanjut juri lain, Simon Cowell menimpali.
     
    Putri Ariani kemudian mengungkapkan mimpinya untuk bisa sekolah musik di Juilliard School dengan memenangkan America’s Got Talent sehingga bisa mewujudkan mimpinya itu. 
     
    Menanggapi jawaban Putri Ariani ini, Simon Cowell langsung berdiri dan menekan tombol Golden Buzzer yang menjadi tiket untuk Putri lolos ke babak selanjutnya.
     
    Para juri dan penonton pun memberikan standing ovation kembali untuk Putri Ariani yang saat ini baru beumur 17 tahun ini.
     
     
    Putri Ariani memang sangat pantas mendapat apresiasi ini. Musisi yang menjadikan “melihat dengan hati, bermusik dengan rasa” sebagai moto hidupnya ini telah bekerja keras untuk apa yang dicapainya saat ini. 
     
    Nama Putri Ariani mulai dikenal sejak ia memenangi Indonesia’s Got Talent 2014. Dalam wawancara dengan detik.hot, Putri Ariani yang lahir 31 Desember 2005 ini mengaku pernah dibully. 

    Putri Ariani mengaku pernah mendapat diskriminasi ketika masih kecil sebagai tunanetra. Saat itu ia pernah mengikuti lomba menyanyi namun kerap dianggap sebelah mata oleh peserta lain atau juri di sana.

     
    Baca: Kumpulan anak muda keren bernama Pandawara

    Dari situ Putri Ariani bertekad untuk membuktikan bahwa dia mampu berprestasi di dunia musik. Berkat kerja kerasnya, kini Putri Ariani bisa mencapai ke tahap yang luar biasa.

    Sejak awal Putri Ariani mengaku memang ingin menaikan derajat orang-orang penyandang difabel. Baginya, mereka berhak mendapatkan perilaku serupa dengan orang lain.

    “Jangan pernah malu jadi difabel, terus kalau yang punya temen difabel jangan malu punya temen difabel, jangan dicuekin jangan diremehkan para kaum difabel. Difabel ini bisa berkarya bisa bersinar,” ungkapnya.

    “Saya ingin semua orang menghargai difabel, jangan diremehkan. Saya berharap tidak ada diskriminasi lagi,” tegas Putri Ariani.

     
     
  • Pemkab Bangli Bersihkan Danau Batur dengan Menggunakan Eco Enzyme

    Pemkab Bangli Bersihkan Danau Batur dengan Menggunakan Eco Enzyme

    Pemkab Bangli gunakan eco enzyme untuk kurangi pencemaran di Danau Batur, Kintamani. ANTARA/HO-Humas Pemkab Bangli

     

    7cloud.asia – Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali menuangkan secara serentak 20 ton cairan eco enzyme dalam upaya penyelamatan dan mengurangi pencemaran di Danau Batur.

     
    Danau Batur merupakan danau terbesar dan salah satu sumber air penting di provinsi Bali. Namun saat ini kondisi Danau Batur dalam kondisi tercemar.
     
    Untuk itu Pemkab Bangli telah melakukan berbagai upaya seperti penanganan gulma eceng gondok, penertiban keramba jaring apung, penanganan sampah dan air limbah ke danau.
     
    Baca: Ilmuwan AS gunakan jamur dan tanaman untuk bersihkan polusi tanah

    “Penuangan eco enzyme yang dilaksanakan oleh Pemkab Bangli bersama seluruh komponen masyarakat hari ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Bangli yang ke 819,” kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dalam siaran pers Diskominfo Bangli, di Bangli, Kamis (8/6/2023).

    Ia menjelaskan, dengan penuangan eco enzyme ini maka kondisi Danau Batur akan lebih baik sehingga keragaman hayati di dalamnya akan lebih terjaga.
     
    Ditambahkan, Kabupaten Bangli tidak mempunyai laut tapi mempunyai Danau Batur yang terletak di Kecamatan Kintamani dan merupakan Danau terbesar di Bali.

    “Danau Batur ini menjadi tumpuan utama secara alami sebagai cadangan air untuk Bali oleh karena itu perlu jaga dan kita lestarikan agar Danau Batur bisa terbebas dari berbagai macam pencemaran,” katanya.

     
    Baca: Pelestarian pohon raksasa usia ratusan tahun di Agam
    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya menjelaskan, maksud dan tujuan penuangan eco enzyme adalah merupakan salah satu upaya untuk penyelamatan Danau Batur, terutama dalam menekan pencemaran yang mengakibatkan menurunnya baku mutu kualitas air di danau.
     
    Danau Batur sebagai fungsi sumber kehidupan bagi masyarakat Bangli dan Bali, khususnya dalam kebutuhan air.
     
    Baca: Pemanasan global akibatkan sepruh danau di dunia mengering

    Lokasi penuangan disebar di enam titik lokasi diantaranya Hulun Danu Songan  3,726 liter, Pura Segara/Pura Jati  2.185 liter, Tengah Tengah Danu 4.015 liter, sekitar Toyo Devasya : 3.535 liter, Dermaga Kedisan  3,515 liter, dan di Terunyan 3.235 liter.

    Dengan total penuangan pada tanggal 31 Mei 2023 ini sebanyak  20.211 liter dengan melibatkan sebanyak 2.016 orang.

     
    Penuangan eco enzyme dilaksanakan sebanyak 11 kali penuangan dengan target penuangan sebanyak 237 ton.
     
    Baca: Pola konsumsi pengaruhi kelestarian lingkungan

    Eco enzyme merupakan olahan dari sisa sayuran dan buah tetapi memberikan manfaat yang luar biasa, termasuk membersihkan air yang tercemar.

    Eco enzyme yang diproduksi di Kabupaten Bangli dengan melibatkan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, BUMD, sekolah-sekolah, Pemerintahan Desa, PKK, komunitas serta masyarakat. 

    Sumber: Antaranews