Seperti Apa Kota Ramah Lansia?

Written by

in

7cloud.asia – Jumlah warga yang masuk kategori usia lanjut atau lansia di Indonesia terus bertambah. Data BKKBN menyebut jumlah lansia pada 2020 tercatat 28,82 juta jiwa atau sekitar 11,34  persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Angka ini diperkirakan akan meningkat jadi 60 juta jiwa pada 2050. Bertambahnya jumlah lansia dapat berdampak positif apabila mereka dalam keadaan sehat, aktif dan produktif.

Sebaliknya, penduduk lansia dapat menjadi beban jika mereka mengalami penurunan status kesehatan dengan tingkat disabilitas yang tinggi sehingga produktivitasnya rendah dan sering sakit.

Lansia dapat berdaya dan mendorong perubahan. Pengalaman hidup yang dimiliki lanisa akan memperkaya dan menambah pengetahuan di banyak bidang. Untuk itu diperlukan situasi yang mendukung.

Baca: Banyak lansia tak punya BPJS

Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial telah merilis Permensos No 4 tahun 2017 tentang pedoman pengembangan Kawasan ramah Lansia.

Lewat aturan ini diharapkan tersedia ruang dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan serta pemenuhan hak lansia, ada peran Pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.

“Dengan demikian akan terwujud lanasia yang mandiri, sehat, aktif, dan produktif,” ujar Vina K dari PPSW Pasoendan Digdaya yang banyak mendampingi lansis di Karawang, Jawa Barat.

Dalam perbincangan dengan 7cloud.asia beberapa waktu lalu, Vina mengatakan penting untuk memberikan perlindungan dan pendampingan bagi lansia yang mengalami keterbatasan fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

Ia melihat banyak lansia di Karawang yang tidka mendapatkan perhatian, baik dari keluarga dan pemerintah. 

Baca: Sejarah Hari Lansia Nasional

Lebih lanjut Vina mengatakan, suatu Kawasan atau Kabupaten bisa dikatakan sebagai kawasan ramah lansia ketika memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

  • memiliki kebijakan kelanjutusiaan;
  • perumahan dan kawasan permukiman;
  • ruang terbuka dan bangunan yang ramah Lanjut Usia;
  • transportasi yang ramah Lanjut Usia;
  • penghormatan dan inklusi sosial;
  • partisipasi sosial;
  • partisipasi sipil;
  • pekerjaan yang ramah Lanjut Usia;
  • dukungan komunitas dan pelayanan sosial;
  • pelayanan kesehatan;
  • layanan keagamaan dan mental spiritual;
  • komunikasi dan informasi;
  • advokasi sosial;
  • bantuan hukum; dan/atau
  • perlindungan Lanjut Usia dari ancaman dan tindak kekerasan.

Baca: Kenali gejala stres terselubung pada lansia

Nirwono Joga dalam tulisannya bertajuk Kota Ramah Warga Lanjut Usia  yang terbit di Tempo.co menyebut kota ramah lansia harus memberikan kemudahan bagi kelompok lansia untuk mengakses baik secara daring atau datang langsung ke pusat kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, klinik, rumah sakit, dan apotik.

Fasilitas pelayanan kesehatan menyediakan tenaga medis dan paramedis yang dilatih dasar-dasar gerontologi dan geriatri, infrastruktur ramah lansia.

“Toilet untuk lansia, lantai tidak licin, penerangan cukup, kursi ergonomis, kursi roda, dan klinik pemeriksaan khusus untuk lansia sehingga tidak perlu antre lama,” demikian tulis Nirwono.

Tak hanya itu pemerintah juga perlu memberikan kemudahan akses kelompok lansia ke tempat ibadah dan fasilitas kegiatan ibadah bersama untuk pengajian atau kebaktian.

Pemerintah kota juga harus memasukkan warga lansia dalam daftar calon penghuni taman pemakaman umum.

Baca: Tak bisa lunasi ONH, ratusan calo haji batal berangkat ke Tanah Suci

Pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit atau yayasan. pengelola rumah ibadah dalam mempercepat proses persiapan, pelaksanaan hingga pemakaman, jika ada lansia yang wafat.

“Taman-taman kota dibuat ramah lanis untuk kegiatan relaksasi, refleksi, olahraga ringan, atau berinteraksi dengan komunitas (senam jantung, terapi kesehatan, jalan pagi, konseling).

Penuaan adalah proses alami yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Sehingga menurut Nirwono, hidup sejahtera hingga lansia dapat dimulai dari lingkungan terkecil, keluarga dan rumah sehat, lingkungan sehat, serta didukung oleh sistem kota yang ramah lansia.

Sumber: 

https://kolom.tempo.co/read/1002364/kota-ramah-warga-usia-lanjut

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *