7cloud.asia – Selama lebih dari seminggu ini, warga Jakarta mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kilogram (LPG 3 Kg).
Gas bersubsidi atau LPG 3 Kg yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga ini mendadak sulit ditemukan di berbagai agen dan pedagang gas keliling.
Sejumlah warga di Jakarta Pusat mengaku sulit mendapatkan LPG 3 Kg meski telah berkeliling ke sejumlah agen penjualan gas ini.
“Empat tempat, warung dua. Terus agen di pasar inpres juga kosong, terus di agen sini juga kosong,” kata Ningrum warga Jakarta Pusat seperti dikutip Kompas.com
Kelangkaan LPG 3 Kg juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Kalimantan Timur.
Baca: Mulai 1 Juni 2024 pembelian LPG 3 KG wajib gunakan KTP
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Jakarta Hari Nugroho menjelaskan, salah satu penyebab utama kelangkaan gas bersubsidi ini adalah pengurangan kuota elpiji subsidi pada tahun 2025.
“Dikarenakan antara usulan kuota elpiji subsidi untuk Jakarta di 2025 lebih kecil dari realisasi penyaluran elpiji di 2024, ada pengurangan sekitar 1,6 persen,” ujar Hari, Selasa (28/1/2025), dikutip dari Antaranews.com
Kelangkaan LPG 3 Kg juga dipengaruhi oleh adanya hari libur nasional yang menghambat distribusi gas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hal ini terjadi karena adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah.
“Langka sih enggak. Saya pastikan enggak. Enggak ada (kelangkaan). Tapi memang setiap rumah tangga dibatasi (pembeliannya),” ucap Bahlil di sela acara bertajuk “Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Baru” di Jakarta, Kamis, (30/1/2024).
Baca: Pembatasan LPG 3 KG sudah dilakukan sejak tahun lalu
Bahlil mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan pembatasan pembelian gas LPG 3 kg. Lebih lanjut dia mencontohkan, jika ada satu rumah tangga yang butuh 10 tabung per bulannya, kemudian tiba-tiba membeli 30 tabung, maka itu suatu kejanggalan.
“Pasti kami batasi (pembeliannya). Karena kalau beli banyak seperti itu, pasti ada maksud lain. Itu yang kami tata,” ucap Bahlil.
Tujuan dari pembatasan pembelian LPG 3 kg untuk memastikan pendistribusian LPG 3 kg benar-benar tepat sasaran. Dia menyebutkan bahwa LPG 3 kg adalah salah satu bentuk subsidi energi dari pemerintah.
“Rp80 triliun lebih anggaran pemerintah dikeluarkan untuk menangani subsidi LPG ini,” ucapnya.
Bahlil meminta pihak yang tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi, tidak ikut membeli LPG 3 kg, seperti membeli LPG 3 kg untuk kebutuhan industri.
“Jangan pakai LPG 3 kg karena LPG 3 kg itu kan subsidi pemerintah,” kata Bahlil.

Leave a Reply