7cloud.asia – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengajak semua pihak untuk bersinergi menjaga hutan untuk mencegah terjadinya konflik harimau dan manusia di daerah itu.
Harimau masuk ke permukiman di daerah Mukomuko ini dan memangsa manusia dan hewan ternak akibat habitatnya di kawasan hutan rusak akibat perambahan hutan.
“Kita harus bersinergi dengan instansi teknis lainnya khususnya pengelola hutan lindung yang bertanggung jawab langsung terhadap satwa yang dilindungi,” kata Sekda Kabupaten Mukomuko Abdiyanto di Mukomuko, Selasa (14/1/2025) dikutip Antaranews.com.
Adapun penegakan hukum bagi perambah hutan, Abdiyanto mengatakan, ada pihak kepolisian yang dibackup oleh TNI.
Sedangkan pemerintah daerah, katanya, punya peran untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam karena kalau alam terganggu berdampak pada kehidupan manusia.
Baca: Konflik Gajah Liar vs Manusia Kembali Terjadi di Lampung
Dalam permasalahan ini, katanya, pihaknya mengajak semua pihak mengambil peran sesuai tugas masing-masing sehingga kembali tercipta ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat.
Terkait hutan yang rusak akibat perambahan, dia setuju masalah ini diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko akan menggelar rapat dengan forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) untuk mencari solusi mengatasi ancaman harimau yang telah memangsa seorang warga dan satu ekor sapi di Kecamatan Teras Terunjam.
“Kami akan rapat dengan FKPD Mukomuko yang terdiri atas TNI, Polri, BKSDA, Basarnas, dan BPBD,” demikian Sekda.
Menyikapi serangan harimau ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu meliburkan sekolah tingkat dasar dan menengah pertama di Desa Tunggal Jaya.
“Terkait dengan kejadian harimau yang diduga memangsa warga Desa Tunggal Jaya, sekolah di desa ini diliburkan karena khawatir harimau masih berkeliaran di desa ini,” kata Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Mukomuko Ramon Hoski Rabu (8/1/2025)
Baca: Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Kopi Milik Warga di Lampung Barat
Ramon mengatakan dari hasil koordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kemungkinan harimau yang diduga memangsa warga hingga meninggal dunia tersebut masih berkeliaran di desa ini.
“Untuk itu sebaiknya anak-anak di desa ini untuk sementara belajar di rumah atau sampai kondisi desa ini aman seperti sedia kala,” ujarnya.
Terkait dengan kebijakan meliburkan semua sekolah di desa ini, katanya, akan disampaikan kepada pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MMKS).
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, bernama Ibnu Oktavianto (22) ditemukan meninggal dunia yang diduga akibat diterkam harimau di kebun kelapa sawit milik Ari Cahyono pada Selasa (7/1/2025).
Kemudian, satu ekor sapi milik Deden Nurjamil, warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Teras Terunjam yang berbatasan dengan Desa Tunggal Jaya juga ditemukan mati akibat dimangsa harimau.
Korban yang sehari-harinya bekerja mencari rumput untuk pakan kambingnya itu ditemukan meninggal dunia, diduga di mangsa harimau di sebuah kebun kelapa sawit di wilayah tersebut.

Leave a Reply