Riset: Sel Kanker Bisa Bersembunyi Lalu Hidup Lagi Setelah Puluhan Tahun

Written by

in

7cloud.asia – Setelah diobati dan menghilang, sel kanker bisa bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan kemudian muncul lagi untuk tubuh.

Demikian hasil riset tentang kanker yang dipimpin oleh Dr. Gary Luker dari University of Michigan di Amerika Serikat.

Menurut hasil penelitian yang dikutip dalam siaran The Hindustan Times pada Rabu (25/12/2024), kondisi ini ditemukan pada pasien kanker payudara yang menjalani terapi estrogen.

Dilansir clevelandclinic.org, terapi hormon ini biasanya untuk mengobati kanker payudara reseptor hormon positif (HR+), termasuk jenis kanker payudara yang paling umum — kanker payudara reseptor estrogen positif (ER+).

Ahli onkologi menggunakan terapi hormon untuk mencegah kanker payudara menyebar atau kambuh setelah perawatan. Mereka sering menggabungkan terapi hormon dengan pembedahan atau terapi tertarget.

Baca: Perubahan warna kuku bisa jadi indikasi dan risiko kanker

Adapun, hasil penelitian Dr. Gary Luker menunjukkan bahwa keberhasilan pengobatan kanker tidak menjamin semua sel kanker di dalam tubuh hilang. Setidaknya, demikian yang terjadi pada kanker payudara dengan reseptor estrogen positif.

Sel-sel kanker ini dapat bersembunyi di sumsum tulang selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum muncul kembali dan menyebabkan kanker kambuh kembali.

“Sel-sel kanker secara fisik meminjam molekul, seperti protein, messenger RNA, secara langsung dari sel punca mesenkimal,” kata Dr. Gary Luker selaku penulis utama hasil studi tersebut.

“Pada dasarnya, sel punca mesenkimal bertindak seperti tetangga yang sangat murah hati dengan menyumbangkan hal-hal yang membuat sel kanker menjadi lebih agresif dan resisten terhadap obat,” katanya.

Baca: Hari Tanpa Bra ingatkan bahaya kanker payudara

Dalam eksperimen di laboratorium, para peneliti menemukan keberadaan protein kunci bernama GIV atau Girdin yang memainkan peran penting dalam membantu sel kanker bertahan hidup.

Protein GIV membuat sel-sel kanker menjadi resisten terhadap terapi yang menargetkan estrogen seperti Tamoxifen, yang membantu mereka bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun.

Sel-sel kanker ini selanjutnya meminjam protein esensial dari sel punca di sumsum tulang melalui terowongan antar sel.

Dengan dukungan penelitian lanjutan, temuan studi tersebut dapat membantu pengembangan terapi kanker untuk menyasar sel-sel kanker cerdik yang bersembunyi di dalam tubuh.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *