7cloud.asia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meluncurkan program Kabupaten Kota Sehat (KKS) sejak tahun 2005.
Program Kabupaten Kota Sehat ini bertujuan mewujudkan kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni masyarakatnya.
Berdasarkan data Kemenkes pada 2024, sekitar 387 kabupaten/kota telah menyelenggarakan KKS, dari Kota Banda Aceh hingga Jayapura.
Sayangnya, penerapan Kabupaten Kota Sehat hingga saat ini belum maksimal sehingga masyarakat belum merasakan dampaknya secara signifikan.
Lantas apa yang harus dilakukan untuk terwujudnya Kabupaten Kota Sehat? Regulasi ketat dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kota sehat
Indonesia bisa belajar dari beberapa kota di dunia yang telah berhasil menerapkan konsep kota sehat dengan baik.
Baca: Mengapa Kopenhagen hampir selalu menjadi kota paling ramah lingkungan
Di Kopenhagen, Denmark, kebijakan transportasi ramah lingkungan dan ruang publik yang luas berhasil meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakatnya.
Kebijakan tersebut mendorong lebih dari 62 persen penduduk Kopenhagen memilih bersepeda saat bekerja dan sekolah. Sebanyak 96 persen warga Kopenhagen juga bisa mengakses taman maupun pantai dengan berjalan kaki selama 15 menit.
Di ibu kota negara tetangga, Singapura, penerapan regulasi ketat mengenai polusi udara dan sanitasi berhasil menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat dan nyaman untuk dihuni.
Pemerintah setempat mengatur kualitas udara dan strategi pengelolaan polusi dengan menegakkan standar emisi dan mempromosikan transportasi hijau.
Melalui Badan Lingkungan Nasional (NEA), Singapura sukses membuat masyarakatnya mematuhi peraturan ketat, mulai dari standar emisi, pemantauan kualitas udara, insentif untuk kendaraan ramah lingkungan, hingga program pendidikan pengelolaan lingkungan.
Keberhasilan Kopenhagen dan Singapura tidak lepas dari peran kunci masyarakatnya yang patuh dan terlibat dalam regulasi ketat pemerintahnya.
Ini termasuk dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga mengenai polusi dan cara mengatasinya.
Selain itu, orientasi pembangunan yang mengutamakan fungsi dan manfaat bagi masyarakat turut menjadi faktor penentu kesuksesan Singapura dan Kopenhagen menjadi kota sehat.
Baca: 8 Elemen kota hijau yang lebih ramah lingkungan
Indonesia harus segera berbenah
Untuk mewujudkan kabupaten dan kota sehat, pemerintah Indonesia harus menetapkan regulasi yang jelas dan efektif, serta melibatkan masyarakat secara aktif.
Karena itu, pemerintah perlu segera merampungkan peraturan penyelenggaraan kabupaten/kota sehat dan turunannya.
Pemerintah juga perlu meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan memberdayakan masyarakat yang berperan sebagai penerima manfaat sekaligus pengontrol kebijakan.
Dengan pendekatan ini, kebijakan di setiap daerah diharapkan dapat berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan determinan sosial kesehatan masyarakatnya.
Tanpa komitmen yang kuat dari pemerintah, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat, rasanya mustahil mewujudkan kabupaten/kota yang sehat dan berkualitas untuk generasi mendatang.
Jangan sampai angan mewujudkan kota sehat di seluruh wilayah Indonesia hanya menjadi jargon semata.
Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Warid Zul Ilmi, Research and Advocacy Officer for TRACK SDGs, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI)

Leave a Reply