Terowongan Silaturahim Hubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Secara Ramah Disabilitas

Written by

in

7cloud.asia – Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta dirancang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas (difabel) yakni dilengkapi dengan lift.

Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (12/12/202).

Bangunan bawah tanah yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral tersebut menjadi simbol harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

“Terowongan Silaturahim berada di sisi timur dari masjid dan difasilitasi dengan lift pada kedua pintu masuknya,” kata Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/12/2024)

Hanugroho mengatakan dengan adanya lift ini, maka lansia serta difabel tidak perlu melewati tangga saat berjalan di dalam terowongan.

Baca: UGM resmikan komplek tempat ibadah semua agama

Dituturkan dia, Terowongan Silaturahim dikerjakan selama kurang lebih 10 bulan dan memiliki panjang 28,3 meter, dengan lebar 4,1 meter, serta tinggi 3 meter.

Terowongan dibangun dengan gaya modern yang menonjolkan eksterior menggunakan material transparan, sehingga keindahan desain Masjid Istiqlal dari Gereja Katedral tidak terhalang terowongan.

Begitu pula sebaliknya, kecantikan Gereja Katedral juga tetap terlihat dari Masjid Istiqlal.

Secara fungsional Terowongan Silaturahim dibangun untuk mobilisasi jamaah dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral atau sebaliknya.

Baca: Aksi menolak pemaksaan berbusana atas nama agama

“Fungsi tersebut sesuai Astacita Presiden ke delapan, yaitu memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Hanugroho.

Pembangunan Terowongan Silaturahim dikerjakan setelah renovasi besar Masjid Istiqlal dilakukan pada 2021.

Renovasi tersebut merupakan pertama kalinya dilakukan sejak 42 tahun lalu atau sejak diresmikan pada 22 Februari 1978.

Hanugroho mengungkapkan, perlu waktu sekitar dua tahun untuk merenovasi Masjid Istiqlal.

Baca: Masih ada interprestasi agama yang mendiskriminasi perempuan

Ada beberapa bagian yang direnovasi, di antaranya memperbarui aspek tata pencahayaan yang dilengkapi teknologi kekinian sebagai inovasi bangunan hijau (green building). Adapun anggaran pembangunannya mencapai Rp38 miliar.

“Dalam pembangunannya, kami berkomitmen tetap menjaga nilai sejarah dan budaya yang telah melekat pada bangunan Masjid Istiqlal secara keseluruhan,” tutur dia.

Sebelumnya pada September lalu, Paus Fransiskus menyambangi Terowongan Silaturahim dalam kunjungannya ke Istiqlal.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan itu berpendapat Terowongan Silaturahim sebagai simbol memperkuat persaudaraan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *