Bisakah Pusat Plasma Nutfah Nasional Menggantikan Hutan yang Hilang di IKN?

Written by

in

7cloud.asia – Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste Rut Krüger Giverin meyakini pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan sangat bermanfaat untuk melestarikan kekayaan biodiversitas di Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Rut mengatakan bahwa Norwegia juga memiliki lembaga serupa bernama Svalbard Global Seed Vault yang menyimpan koleksi benih dari seluruh dunia.

Svalbard Global Seed Vault juga bertindak untuk melestarikan keanekaragaman hayati global di bidang pertanian serta melindungi berbagai macam benih tanaman pangan.

Adapun Indonesia dan Norwegia telah membangun kolaborasi yang efektif dalam pengendalian iklim khususnya sektor hutan dan lahan.

Melalui kebijakan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Rut yakin Indonesia dapat terus menjadi pemimpin dunia dalam upaya penurunan emisi khususnya dari perlindungan hutan tropis.

 

Baca: Jokowi Wariskan Beban Ekonomi dan Beban Kerusakan Ekologis di IKN

“Pelestarian biodiversitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya ini,” kata dia.

Pusat Plasma Nutfah Nasional merupakan salah satu upaya pengelolaan keanekaragaman hayati jangka panjang yakni melalui pengelolaan plasma nutfah atau pengelolaan sumber daya genetik.

Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional telah dimulai sejak groundbreaking pada Oktober lalu di Kelurahan Mentawir, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Fasilitas ini memiliki luas 93,2 hektare dengan pembangunan fisik sebesar 2,02 persen atau 2,04 hektare dari luas total.

Pembangunan dibagi menjadi empat zona yaitu zona A yang merupakan kawasan utama, terdiri atas biobank, seed bank, hub center, dan kantor pendukung, zona B berupa perkampungan tradisional.

Baca: Wilayah IKN miliki keanekaragaman hayati yang tinggi

Sementara, zona C berupa kawasan wisata edukasi dan rekreasi, serta zona D berupa kawasan pendukung untuk aktivitas publik.

Pendekatan teknologi dalam upaya konservasi juga terus dikembangkan, misalnya assisted reproductive technology (ART) dan biobank, yang pengembangannya dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan dengan Sekolah Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Begitu juga dengan pengembangan teknologi seed bank yang terus dikembangkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM).

Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di IKN diharapkan dapat berperan sebagai wadah untuk koleksi plasma nutfah Indonesia, wahana edukasi, dan riset kehati Indonesia, center of excellence aplikasi teknologi reproduksi.

Pusat Plasma Nutfah juga menjadi hub training dan kerja sama dalam pengembangan dan pemanfaatan ART, biobank, seed bank, serta sebagai pusat data dan informasi plasma nutfah Indonesia.

Pusat Plasma Nutfah diyakini memiliki berbagai manfaat jangka panjang, antara lain pelestarian keanekaragaman hayati, mendukung ketahanan pangan dan membantu menghadapi perubahan iklim serta tantangan dalam pertanian.

Selain itu, menjadi sumber penting bagi penelitian ilmiah, memungkinkan pengembangan varietas baru yang lebih tahan terhadap hama, penyakit, dan kondisi lingkungan yang ekstrem.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *