Mematikan Mesin Saat Lampu Merah: Langkah Sederhana untuk Hemat Energi dan Memangkas Emisi Karbon

Written by

in

7cloud.asia – Mematikan mesin saat lampu merah adalah salah satu cara untuk hemat energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Sayangnya, kebiasaan mematikan mesin saat lampu merah ini hingga kini belum menjadi kebiasaan di Indonesia, baik untuk menghemat energi maupun mengurangi emisi karbon.

Padahal, di banyak perempatan besar, lampu merah telah dilengkapi papan countdown yang seebnarnya bisa dimanfaatkan untuk hemat BBM sekaligus mengurangi emisi karbon.

Mungkin masih ada yang meragukan efektifitas mematikan mesin dalam menghemat bensin, dan berpikir jangan-jangan untuk kembali menyalakan kendaraan malah membutuhkan lebih banyak bahan bakar?

Mengutip www.consumerenergycenter.org/myths/idling, setiap 2 menit mobil dibiarkan menyala tanpa berjalan (idle) tetap mengkonsumsi bensin sebanyak yang digunakan untuk berkendara satu mil (1,609 kilometer).

Hmm, cukup lumayan juga ya jumlah bensin yang bisa dihemat dengan mematikan mesin saat lampu merah ini

Baca: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Lingkungan dan Ekonomi Kota

Data ini diperkuat dengan pengujian yang dilakukan www.edmunds.com/advice/fueleconomy yang menemukan, kebiasaan mematikan mesin saat lampu merah ternyata bisa menghemat konsumsi bensin sampai 19 persen.

“Dan kalau digabungkan dengan serangkaian kebiasaan yang lain, ini bisa menghemat sampai 37 persen (what a good news),” tulis Hendy Anindito di Kompasiana.

Tak puas, Hendy pun melakukan pengujian sendiri. Dia mulai mematikan mesin saat lampu merah. Tujuannya menghemat bahan bakar minyak (BBM).

“Hasilnya? Cukup signifikan. Dari semula isi BBM setiap lima hari sekali, kini menjadi lima setengah hari,” tulisnya di blog dia alonrider.wordpress.com.

Jadi, lanjutnya, kalau tadinya 5 hari harus sudah isi, tapi sekarang jadwal isi tangki mobilnya menjadi 5 setengah hari. Ini berarti sudah menghemat 9 persen. Namun, ia menambahkan, rule of thumb dari praktek ini adalah:

“Kalau anda harus berhenti lebih dari 1 menit, matikan saja mesinnya. Dan jangan lupa perawatan berkala untuk mesin anda, jangan sampai susah distarter lagi,” tulisnya.

Baca: Jika Pembatasan Kendaraan Bermotor Sukses, Jakarta Bisa Ucapkan Bye-bye Kemacetan dan Polusi Udara

Tak hanya menghemat BBM dan uang anda, cara ini juga bisa mengurangi emisi karbon yang dihasilkan.

Dilansir The Future of Transport, mesin motor yang idle (langsam/stasioner) selama 1 menit mengeluarkan sekitar 15 hingga 60 gram emisi karbon dioksida. Jumlah pastinya sangat bergantung pada kapasitas mesin motor dan efisiensi pembakaran.

Jumlah emisi karbon yang lebih besar tentu akan dapat dicegah jika hal ini diterapkan pada kendaraan roda empat atau mobil.

Jadi, jika Anda berhenti lebih dari 1 menit di lampu merah atau sedang menunggu, mematikan mesin (engine off) dapat mengurangi pemborosan bahan bakar secara signifikan sekaligus menekan polusi udara.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *