7cloud.asia – Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai kini telah mencapai lebih dari 95 persen, dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ini.
Hal ini disampaikan Pramono menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keamanan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ini mengingat target operasi penuh akan dilakukan pada Agustus 2026.
Ia pun menjelaskan, target operasional LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ini sudah ditetapkan sejak awal proyek dikerjakan.
“Keamanan untuk LRT, MRT itu top priority. Walaupun dikebut sebenarnya bukan dikebut, karena memang harus selesai pada bulan Agustus nanti sudah full operasi. Dan itu memang sudah ditetapkan,” ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5/2026).
LRT rute Velodrome-Manggarai saat ini sudah masuk tahap commisioning atau uji coba. Tahapan ini penting dilakukan untuk memastikan keamanan sebelum layanan LRT rute ini beroperasi penuh.
Baca: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda
“Maka kenapa sekarang ini sudah mulai commissioning. Nah yang namanya commissioning itu kan uji coba. Dalam uji coba ada yang rangkaiannya berapa, headway-nya berapa, itulah yang dilakukan sekarang,” jelasnya.
Melalui tahapan uji coba ini, Pramono berharap layanan LRT dapat beroperasi sepenuhnya sesuai target yang ditetapkan.
“Harapan saya nanti Agustus begitu diresmikan akan beroperasi sepenuhnya,” tandas Pramono.
Saat ini, persiapan operasional terus dilakukan, termasuk tahap pengujian sistem sebelum layanan dibuka untuk masyarakat. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan, proses pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh sistem dan infrastruktur LRT dapat berfungsi dengan baik sebelum melayani penumpang.
Bersamaan dengan itu, Jakpro juga menyiapkan dokumen serta persyaratan untuk mendapatkan izin operasional dari Kementerian Perhubungan.
Selain fokus pada penyelesaian Fase 1B, Jakpro juga tengah menyiapkan rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta ke depannya. Penyusunan rencana tersebut dilakukan melalui kajian menyeluruh yang berfokus pada peningkatan pelayanan transportasi publik di Jakarta.
Menurutnya, pengembangan jaringan LRT akan disusun berdasarkan kebutuhan mobilitas masyarakat serta integrasi dengan moda transportasi lain agar konektivitas antarmoda dapat berjalan optimal.
Iwan menambahkan, dari hasil kajian tersebut, Jakpro akan menentukan prioritas pembangunan jalur lanjutan yang dinilai paling efektif untuk meningkatkan jumlah penumpang serta memperkuat layanan LRT Jakarta.
“Paralel dengan pembangunan 1B ini, Jakpro juga menyusun master plan LRT Jakarta. Basis kajiannya tentu pelayanan, kemudian bagaimana jaringan ini bisa terintegrasi dengan moda lain sehingga konektivitas dan mobilitas warga Jakarta benar-benar bisa terlayani dengan baik,” jelasnya.
Sebagai informasi, proyek LRT Jakarta Fase 1B merupakan perpanjangan jalur dari Velodrome menuju Manggarai sepanjang sekitar 6,4 kilometer dengan lima stasiun baru, yaitu Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Jalur ini nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, termasuk KRL Commuter Line dan Transjakarta di kawasan Manggarai.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta yang sebelumnya telah memulai operasional pada lintas Pegangsaan Dua–Velodrome sejak 2019.
Dengan selesainya fase ini, diharapkan konektivitas transportasi publik di Jakarta semakin meningkat dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien.

Leave a Reply