Prabowo Tambah 14 Kementerian Baru, Sejumlah Menteri Belum Miliki Kantor

Written by

in

7cloud.asia – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan nama-nama menteri, wakil menteri dan pejabat setingkat mentri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Total ada 108 orang yang ditunjuk Prabowo untuk menjadi pembantunya dalam pemerintahannya.

Mereka terdiri atas 7 menteri koordinator, 41 menteri, 55 wakil menteri, dan 5 pejabat setingkat menteri termasuk jaksa agung dan sekretaris kabinet. Dengan daftar ini, artinya Prabowo menambah 14 kementerian baru dari 34 kementerian sebelumnya.

Sejumlah kalangan, termasuk lembaga kajian ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) mengingatkan, kabinet gemuk akan menambah beban APBN yang sebenarnya sudah berat.

Tak hanya itu, kabinet gemuk ini juga memunculkan persoalan kantor dan kebutuhan administrasi lainnya. Diperkirakan butuh waktu setidaknya enam bulan untuk mengurus masalah ini.

Bakal Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) misalnya, mengaku bingung mengenai lokasi kantornya.

Hal ini disebabkan oleh status kementerian yang dipimpinnya, yang merupakan kementerian baru dan belum ada dalam struktur pemerintahan era Presiden Mulyono.

“Nah, itu juga belum saya ketahui secara pasti,” ungkap AHY saat ditanya oleh awak media menjelang pelantikan dirinya menjadi menteri di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (21/10/2024).

AHY menambahkan, dia tidak sendiri dalam kebingungan ini, karena terdapat banyak Kementerian Koordinator baru lainnya yang juga menghadapi situasi serupa.

“Tidak hanya Kemenko ini ya, tetapi juga ada beberapa Kemenko lainnya, karena memang benar-benar baru. Kami baru mendapatkan informasi, lagi dicari (kantor) yang pas lah kira-kira di mana,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memaparkan tugas kementerian yang dipimpinnya, yakni untuk mewujudkan pemerataan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Dia berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan yang belum selesai dari era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Gambaran awal kementerian baru ini, menurut AHY, adalah memastikan pembangunan infrastruktur bisa tepat sasaran.

“Lalu tidak terjadi kebocoran-kebocoran yang tidak perlu,” ujarnya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *